Author : Heh, akhirnya bisa juga bikin chapter ini. Sorry ya kalau telat. Oke, disini Naruto dan para polisi akan menyergap aksi transaksi para pengedar narkoba. Ya mudah – mudahan mereka berhasil kali ini. Oke daripada penasaran lebih baik enjoy this chapter.
Warning : T semi M rate, typos, bahasa labil dan gak baku
Pairing : Hist
Genre : Action/Friendship/Humour/Romance
Disclaimer : Punya Masashi Kishimoto
The Hunter
Chapter 7
(invasion begins )
.
.
Chapter sebelumnya
Shikamaru dan yang lain diselamatkan oleh Naruto. Mereka kembali ke kantor polisi untuk memberitahukan informasi yang mereka dapatkan. Sementara di kantin kepolisian, Naruto dan Minato sedang adu mulut. Kemudian, Sakura memberitahukan kepada Minato kalau apa yang dilakukan olehnya itu salah.
.
.
Di ruang ganti kepolisian Konoha, Naruto dan yang lain sedang bersiap – siap untuk melakukan penyergapan. Mereka telah siap dengan semua perlengkapan yang mereka butuhkan. Dari senjata sampai baju anti peluru.
"Sepertinya, kita tidak dapat masuk dengan memakai pakaian polisi seperti ini. Penjagaannya pasti sangat ketat," kata Neji.
"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Lee.
"Sebagian dari kita harus menyamar sebagai warga sipil yang ingin membeli narkoba kepada mereka," jawab Shikamaru.
"Lalu, tugas mereka apa?" tanya Ino.
"Untuk mengawasi keadaan," jawab Sasuke.
"Kalau begitu, biar aku dan teman – temanku yang akan menyamar," kata Naruto menawarkan diri. Sasuke, Sakura, Kiba dan Ino langsung mengangguk cepat.
"Aku akan ikut," kata Lee sambil mengangkat tangan kanannya ke udara.
"A… aku juga a… akan ikut," kata Hinata sambil memainkan jarinya.
"Kalau begitu, aku dan Anko juga akan ikut," kata Kakashi. Anko hanya mengangguk.
"Bukan hanya kalian saja, aku pun akan ikut ambil bagian dalam hal ini," kata Mobuza yang baru masuk.
"Apa? Untuk apa kau ikut serta? Lagi pula kau ini adalah tahanan kami," tanya Lee.
"Aku ikut ambil bagian karena disuruh oleh pemimpin kalian, Tsunade. Lagi pula aku juga punya urusan disana. Aku ingin membalas kematian kakakku yang dibunuh ditangan Tokuyomi," jawab Mobuza.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita bersiap – siap," kata Kakashi.
Naruto, Sasuke, Sakura, Kiba, Ino, Lee, Hinata, Kakashi, Anko, dan Mobuza menggunakan pakaian biasa layaknya seorang warga sipil. Sementara yang lain menggunakan pakaian kepolisian lengkap. Mereka berangkat ke tempat transaksi tersebut.
Sebelum Naruto dan yang lain berangkat, Minato dan Kushina menghadang Naruto sekali lagi.
"Tunggu Naruto!" kata Minato.
"Ada apa lagi ayah?" tanya Naruto.
"Apa kau yakin dengan pilihanmu ini, Naruto?" tanya Kushina.
"Aku sudah yakin ibu. Aku ingin melindungi kotaku yang sangat aku cintai ini dari para penjahat," jawab Naruto dengan tegas. Sedangkan Minato hanya diam saja. Sebelum Naruto masuk ke dalam mobil, Minato mencegah Naruto kembali.
"Tunggu Naruto!" kata Minato.
"Heh, ada apa lagi, ayah? Aku mau berangkat?" tanya Naruto.
"Ayah hanya mau minta maaf. Selama ini ayah tidak pernah memberikan perhatian kepadamu. Ayah terlalu sibuk dengan pekerjaan ayah hingga ayah lupa dengan keluarga ayah sendiri. Sekali lagi maafkan ayah, Naruto," jawab Minato.
"Aku sudah memaafkan ayah. Aku tau kalau ayah melakukan semua itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga," kata Naruto. "Aku juga mau minta maaf. Selama ini aku telah mebuat ayah malu. Aku melakukan ini karena aku merasa kesepian. Aku tidak diperhatikan. Maka dari itu, aku ikut dunia liar. Sekarang aku tidak bisa kabur lagi. Aku harus memberantas para pengebar narkotika itu. Doakan aku ibu, ayah," lanjut Naruto. Tak lama kemudian, dia masuk ked ala mobil.
Minato dan Kushina tidak bisa bertindak lagi. Mereka membiarkan Naruto ikut. Tak lama kemudian, mereka semua berangkat menuju tempat transaksi pengedar narkotika.
Di luar tempat transaksi
Semua polisi sedang berkumpul di sebuah tempat yang tak jauh dari tempat transaksi narkoba. Mereka sedang menyusun rencana untuk dapat menyerbu tempat itu.
"Pakai masker ini agar kita tidak ketahuan," kata Mbuza sambil menyerahkan beberapa masker. Naruto, Sasuke, Sakura, Kiba, Ino, Lee, Hinata dan Anko memakai masker yang diberikan oleh Mobuza.
"Sekarang, bagaimana cara kita untuk menyerbu tempat itu?" tanya Asuma.
"Menurut dnah tempat transaksi narkoba yang aku dapatkan, ada empat jalan masuk. Gerbang depan, tembok kanan, tembok kiri, dan gerbang belakang," jawab Sai sambil menunjukkan sebuah denah.
"Berarti, tim kepolisian akan terbagi menjadi empat tim. Tim pertama akan menyerbu lewat gerbang depan, tim kedua akan menyerbu dari tembok kanan, tim ketiga akan menyerbu dari gerbang belakang, dan tim keempat akan menyerbu dari tembok kiri," kata Shikamaru.
"Menurutu, tim pertama harus memiliki personil yang lebih banyak dan handal. Karena, penjagaannya pasti sangat ketat. Mereka pasti berjaga disetiap titik yang telah ditunjukkan oleh Sai. Sehingga salah satu tim harus memancing mereka agar berada di satu titik itu," kata Asuma memberi saran. Yang lainnya setuju.
"Sekarang bagaimana cara tim penyusup untuk memberi kode kepada tim yang lain?" tanya Guy.
"Biar aku saja. Aku akan menyalakan petasan ini sebagai kode," jawab Mobuza sambil menunjukkan petasan berbntuk silinder kecil.
"Aku mau tanya. Sejak kapan kau menyiapkan semua ini?" tanya Naruto kepada Mobuza.
"Itu rahasia," jawab Mobuza dengan santai.
"Kurang ajar kau," kata Naruto emosi.
"Sudah – sudah jangan bertengkar. Lebih baik kita langsung melakukan tugas kita," kata Hinata melerai perkelahian antara Naruto dan Mobuza.
Naruto pun menahan emosinya. Tak lama kemudian, Naruto, Sasuke, Sakura, Kiba, Ino, Lee, Hinata, Kakashi, Anko dan Mobuza mempersiapkan senjata yang akan mereka bawa untuk masuk ke dalam. Beberapa menit kemudian, tim penyusup berangkat menuju ke tempat trsansaksi.
Di tempat transaksi
Mobil yang dikendarai oleh Naruto dan kawan – kawan dicegah oleh penjaga.
"Siapa kalian?" tanya salah seorang penjaga.
"Aku adalah pengedar narkoba dari Kirigakure. Aku ada urusan dengan bosmu," jawab Kakashi.
"Oh kalau begitu silakan masuk," kata penjaga dan kawan – kawan masuk ke dalam dengan lancar.
"Oh ya Kakashi, memang kau sudah tau kalau pengedar narkoba dari Kirigakure belum datang?" tanya Naruto.
"Sebenarnya, pengedar narkoba dari Kirigakure sudah ditangkap dua bulan yang lalu," jawab Kakashi. Mendengar jawaban dari Kakashi membuat Naruto jadi geleng – geleng kepala.
Tak lama kemudian, Naruto dan kawan – kawan masuk ke dalam tempat transaksi. Sementara Mobuza pergi untuk mencari tempat yang aman untuk memberikan kode.
.
.
Sementara itu diluar tempat transaksi. Para polisi sudah terbagi menjadi empat tim. Tim pertama terdiri dari Asuma, Kurenai, Guy, Iruka, Minato dan sekitar tiga puluh polisi. Tim kedua terdiri dari Neji, Tenten dan sekitar dua puluh polisi. Tim ketiga terdiri dari Shino, Sai dan sekitar dua puluh polisi. Tim keempat terdiri dari Shikamaru, Chouji dan sekitar dua puluh polisi. Mereka sudah berada di tempat yang telah disediakan.
.
.
Di tempat transaksi, Naruto dan kawan – kawan sudah masuk ke dalam sebuah ruangan, dimana ruangan tersebut sedang berkumpul para bos narkoba dan para kaki tangannya.
"Hai kau jangan berdiri di depan puntu! Duduklah di sampingku!" kata salah seorang bos narkoba kepada Kakashi.
"Baiklah," kata Kakashi. Dia langung duduk di samping pengedar narkoba itu. Sedangkan Naruto dan yang lain berdiri di belakang Kakashi.
"Apakah orang yang mengumpulkan kita sudah datang?" tanya Kakashi.
"Maksudmu Orocimaru? Sudah hampir dua jam aku menunggu dia disini tapi dia belum datang juga," jawab bos narkoba itu.
.
.
Sementara itu, Mobuza sedang berkeliling disekitar tempat transaksi dan dia menemukan sebuah menara disekitar tempat transaksi. Dia langsung menuju ke sana dan naik ke atas menara melalui tangga. Sesampainya di atas menara dan ingin menyalakan petasan, tiba – tiba saja Tokuyomi datang dan mengejutkan dirinya.
"Siapa kau? Sedang apa kau disini?" tanya Tokuyomi.
"Aku adalah anak buah dari pengedar narkoba dari Kirigakure. Aku ke sini hanya ingin menghrup udara bebas," jawab Mobuza mencari alasan. Tokuyomi terlihat mengkerutkan alisnya.
"Sepertinya aku kenal dengan dirimu. Kau Mobuza benar kan?" tanya Tokuyomi.
"Aku tidak kenal dengan orang yang kau sebutkan itu. Heh, lebih baik aku pergi dari sini," jawab Mobuza tak perduli. Saat Mobuza ingin melewati Tokuyomi, Tokuyomi menarik masker yang digunakan oleh Mobuza sehingga penyamarannya terbongkar.
"Sudah kuduga, ini adalah kau. Oh ya satu lagi, kau pikir bisa membodohiku. Aku tahu, kalau pengedar narkoba dari Kirigakure sudah tertangkap. Jadi, kau tak punya alasan lain," kata Tokuyomi setelah membuka masker yang digunakan oleh Mobuza. "Sekarang jawab pertanyaanku, kenapa kau datang ke sini?" lanjut Tokuyomi dengan sebuah pertanyaan.
"Kan sudah aku jawab kalau aku mengantarkan pengedar narkoba dari Kirigakure," jawab Mobuza.
"Jangan berbohong padaku! Kau pikir aku tidak tau kalau kau sudah ditangkap oleh polisi Konoha," kata Tokuyomi sambil menodongkan pistolnya ke arah Mobuza.
"Sial, ketahuan," kata Mobuza dalam hati.
Di tempat transaksi
Orocimaru dan beberapa keenam anak buahnya baru saja masuk.
"Maaf aku terlambat. Aku perlu menambah penjagaan disekitar sini," kata Orocimaru meminta maaf. "Oh ya sepertinya aku baru saja melihatmu. Siapa kau?" tanya Orocimaru saat melihat Kakashi.
"Aku adalah pengedar narkoba dari Kirigakure," jawab Kakashi singkat.
"Tunggu sebentar, bukannya pengedar narkoba dari Kirigakure sudah ditangkap?" tanya Kimimaru. Semua orang yang ada disana mengkerutkan sebelah alis mereka, kecuali Orocimaru dan anak buahnya serta Kakashi dan seluruh polisi yang ada disana.
"Jangan – jangan kalian ini polisi yang sedang menyamar?" tanya Orocimaru sambil menyeringai licik.
"Kau jangan menfitnah bosku seperti itu," kata Naruto untuk menutupi.
"Sudahlah mengaku saja kalian. Di ruangan ini banyak sekali pengedar narkoba yang sangat berbahaya," kata Orocimaru untuk mendesak mereka.
Keringat dingin mulai bercucuran keluar dari tubuh Naruto dan kawan – kawannya yang sekarang berada di ruangan itu. Sementara para polisi masih menunggu di luar tempat transaksi.
TBC
Author : Sorry banget kalau nunggunya kelamaan. Mudah – mudahan bisa menghibur dengan adanya chapter ini.
Oke yang mau kirim saran, kritik atau pertanyaan silakan review saia atau langsung PM saia.
Thanks udah membaca fic saia yang jauh dari kata sempurna ini.
