Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi
.
.
.
.
Aku.. Bukan tipe orang yang dapat menyatakan perasaanku secara gamblang
Bahkan terhadap mu, aku masih tak dapat melewati batasku
Namun tanpa harus kuungkapkan, ku yakin kau pun mengerti
Bahwa aku menikmati setiap waktu yang kita lewati bersama
.
.
.
.
Aku tak tahu mengapa
Aku pun sudah berusaha semaksimal mungkin
Namun semua itu berakhir sama
Yaitu kita akan pulang bersama
Entah aku atau kau yang menunggu
.
.
.
.
Aku tak pernah benar-benar mengerti dirimu
Bagaimana kau dapat menjalankan semua kegiatanmu tanpa mengganggu belajarmu?
Bagaimana kau selalu mendapat nilai yang sempurna bahkan menyentuh bukupun kau jarang?
Bagaimana kau bisa sesempurna itu?
.
.
.
.
Berasal dari kalangan elit
Memiliki wajah yang tak dapat dikategorikan biasa saja
Jenius dalam segala hal
Sempurna.. Mungkin itu kata yang tepat untuk mendeskripsikan mu
Namun aku tak setuju dengan kata sempurna
Karena ku tahu kau tak sesempurna itu
.
.
.
.
Entah mengapa, namun (terkadang) aku dapat melihatnya dengan jelas
Kekosong yang terpancar di mata delimamu
Begitu dingin dan hampa
Seolah kau akan menghilang jika masuk ke dalamnya
.
.
.
.
Dan kau pun (terkadang) memang menghilang
Ada waktu dimana aku merasa kau bukanlah orang yang ku kenal
Kau bagaikan orang asing yang baru saja ku temui
Dan aku pun mulai bertanya
Siapa di antara kalian yang asli?
.
.
.
.
Jika ada orang yang ingin sekali ku mintai pendapat
Orang itu adalah kau
Hanya kau satu-satunya orang yang ingin ku ajak berdiskusi tentang ini
.
.
.
.
Namun sekali lagi, aku bukan orang yang dapat menyatakan perasaanku secara gamblang
Maka dari itu, aku hanya dapat memendam semuanya sendiri
Hanya dapat melihat tanpa dapat bertindak
.
.
.
.
Ingin sekali aku memaki diriku sendiri
Meneriakkan betapa bodohnya aku
Betapa pengecutnya diriku yang hanya dapat membiarkan semuanya terjadi
Betapa tak berdayanya aku untuk menolongmu
Dan betapa lemahnya aku yang dapat mencegah semuanya terjadi
.
.
.
.
.
-TBC-
