Happy Reading!

Keesokan harinya~

Hari senin yang cerah, jam telah menunjukkan pukul 6 pagi dan Taufan masih terbaring diranjang kesayangannya. Tapi, bukan berarti dia belum bangun, ia sudah terbangun sejak tadi. Ia hanya sedang memikirkan dimana adiknya berada sekarang. Yap, benar sekali. Taufan memiliki adik laki – laki bernama Air, sejak kemarin ia tidak berada dirumah.

"Air, kau sebenarnya ada dimana, apa yang terjadi padamu sebenarnya?"

Taufan bangun dari tidurnya dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi.

SKIP~

Taufan sudah selesai mandi dan memakai seragam sekolahnya, ia membawa jaket kesayangannya dan memakai topinya seperti biasa (posisi miring ke kanan). Taufan berjalan cepat menuju ruang makan, Taufan tersenyum miris saat melihat meja makannya kosong. Ia kembali ke kamarnya dan membuka lemarinya dan mengambil amplop berisi uang yang diberikan orang tuanya, setelah mengambil sejumlah uang dari amplop tersebut lalu berangkat ke sekolah.

Taufan telah sampai di sekolah. Saat ia baru saja memasuki gerbang sekolah, ia dikejutkan dengan sebuah teriakan yang menyebutkan namanya.

"TAUFAN!" Taufan menoleh ke arah orang tersebut, ternyata ia adalah (nk).

"Oh, kau rupanya" ujar Taufan saat (nk) sudah berada disebelahnya.

"Hehe, mmm... kau berangkat sendiri, mana Air?" tanya (nk) yang emlihat Taufan sendirian.

"Dia... tidak pulang lagi" Taufan menundukkan kepalanya.

"Apa?!" (nk) terkejut karena inilah sudah ketiga Air tidak pulang kerumah.

Taufan mengangkat wajahnya dan mencoba tetap tersenyum pada (nk), (nk) menatap Taufan.

"Sudahlah, lagipula diakan laki – laki, dia pasti bisa jaga diri"

"Tapi-". "Ayo kita masuk ke kelas saja!" Taufan berjalan mendahului (nk), (nk) masih menatap punggung Taufan lalu menyusulnya.

Kelas IX-B

Taufan sudah berpisah dengan (nk) karena kelas mereka berbeda, (nk) telah pergi ke kelasnya lebih menjumpai beberapa temannya, yang sudah datang.

"Pagi, Taufan" sapa gadis berhijab teman Taufan, Yaya. Ia adalah ketua kelas di kelas Taufan, Yaya juga adalah gadis yang baik, lemah lembut namu juga tegas.

"Pagi, Yaya" balas Taufan sambil tersenyum.

"Yo, Taufan, kau sudah sembuh?" tanya Api sambil merangkul bahu Taufan.

"Ya, begitulah, ngomong – ngomong kau tau darimana kalau aku sakit kemarin?" Api nyengir, dan memperlihatkan beberapa 'chat'nya dengan (nk) kemarin.

"Oh" ujar Taufan santai sambil meletakkan tasnya ditempat duduknya yang tepat didepan Api.

"Lho kok, cuma oh?" Api bingung mendengar jawaban Taufan yang terdengar sangat santai.

"lalu, aku bilang apa?" tanya Taufan santai sambil mengambil Hpnya dan memainkan game.

"Hei, orang aneh, lihat apa yang dikatakannya!" ujar Api sambil menyodorkan Hpnya ke Taufan, namun, Taufan tak menghiraukannya.

"Ih" Api geram, ia pun mengambil Hp Taufan dan menyodorkan Hpnya ke wajah Taufan.

"ck" Taufan mendecakkan lidahnya, dan membaca 'chatan' Api dengan (nk).

Mata Taufan membulat karena membaca beberapa kalimat yang dikirimkan (nk) ke Api.

...

From: (nama panggilanmu)

Aku sangat sayang sama Taufan, karena itu aku sedih melihatnya sakit seperti ini. Bahkan mungkin aku bukan hanya menyayanginya tapi aku sangat MENCINTAINYA, Api.(,).

To: (nama panggilanmu)

Kalau begitu katakan saja padanya, tunggu apa lagi?"

From : (nama panggilanmu)

Aku takut, Api. Soalnya dia bilang, dia hanya menanggapku sahabatnya, dan ia pasti sudah memiliki orang yang yang disukai (T_T).

...

Taufan membeku setelah membaca 'chatan' Api dan (nk), Api mengambil kembali Hpnya dan mengembalikan Hp Taufan ke tangan empunya.

"Sudah masuk, nanti lagi ngelamunnya" Api menepuk bahu Taufan dan duduk ditempat duduknya karena pelajaran akan segera dimulai.

SKIP~

Beberapa jam sudah berlalu, Taufan masih memikirkan semua kalimat dalam 'chatan' Api dan (nk) tadi. Taufan terus melamun sampai ia lupa kalau ini sudah waktunya untuk istirahat. (nk) datang ke kelas Taufan untuk mengajaknya ke kantin.

"Taufan" panggil (nk) dari depan pintu kelas, namun Taufan tetap tak berkutik.

"Taufan!" (nk) mengeraskan suaranya, namun hasilnya nihil. (nk)pun memutuskan untuk menghampiri pemuda sahabatnya tersebut.

"Taufan" Taufan terkejut karena tiba – tiba saja wajah (nk) ada dihadapannya. Wajah Taufan langsung memerah.

"Dari tadi dipanggil masa' gak denger sih?, Ayo ke kantin" (nk) menarik tangan kanan Taufan.

Mereka berdua pergi ke kantin sambil berpegangan tangan, wajah Taufan masih saja memerah.

Kantin Sekolah

Taufan dan (nk) tengah duduk berdua disalah satu meja di kantin, Taufan terus memperhatikan (nk) sambil tersenyum.

"kenapa?, kau tidak bilang saja waktu itu kalau memang menyu- ah, tidak mencintaiku" (nk) yang tengah menyantap roti bakarnya terhenti, karena Taufan terus memperhatikannya.

"Taufan, kenapa tidak dimakan?" tanya (nk), namun hanya tatapan lembut yang ia dapat dari Taufan. (nk) memerah karena tatapan tersebut. Taufan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan mulai menyantap makanan miliknya.

Namun, dari meja di sebelah kanan mereka, terlihat seorang pemuda bertopi merah-hitam yang tengah mentap kearah mereka, tapi mereka tak menyadarinya. Tatapan dingin yang sangat mengerikan, pemuda tersebut adalah Halilintar, seorang teman sekelas (nk) yang terkenal dingin dan keras kepala, ketua klub Bela diri (Pencak Silat, Karate, dan Taekwondo) disekolah. Tapi, meskipun begitu ia terus saja tak bisa menyembunyikan rasa cemburunya kalau Taufan dan (nk) sedang berdua, karena ia menyimpan perasaan yang sangat dalam pada (nk), Yap, ia mencintai (nk).

"Taufan"

"(nk)" mereka saling memanggil nama satu sama lain bersamaan dan mengambil makanan masing – masing, lalu menyuapi ke satu sama lain. Dan mereka tertawa bersama.

Halilintar mengertakan giginya, rahangnya mengeras, dan matanya mulai panas dengan adegan yang ia lihat sejak tadi. Ia pun memutuskan untuk pergi dari kantin. Dan juga disisi lain ada seorang gadis yang juga geram dengan pemandangan tak enak tersebut (menurut Halilintar dan gadis tersebut).

SKIP~

Kelas IX-A

Waktu istirahat telah berakhir sejak 5 menit yang lalu, kelas (nk) baru saja memulai pelajaran IPS.

"Baiklah, anak – anak, ibu ingin kalian bekerja dalam 1 tim yang berisikan 2 orang!" ujar sang guru pada murid – muridnya. "masing – masing tim kalian yang menentukan anggotanya, ibu mau keluar dan ibu minta jangan ada berisik, mengerti?" "MENGERTI, BU" jawab murid – murid serempak.

"Baiklah" Gurupun meninggalkan ruang kelas.

Kelas menjadi riuh, namun, tidak untuk Halilintar karena ia tidak pernah bergnati pasangan selain dengan Iwan, tapi sayangnya tidak masuk hari ini karena sakit. Halilintar menghela napas, tiba – tiba saja ada seseorang yang menghampirinya. Halilintar mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang menghampirinya, ia terkejut, namun tak ia tunjukkan dengan ekspresi wajah.

"Hali, kau sudah punya pasangan yang akan 1 tim denganmu?" tanya (nk), YAP, BENAR.

"Belum" jawabnya singkat dengan nada yang datar.

"Kalau begitu, aku satu tim denganmu ya" tanya (nk) lagi.

"kenapa kau tidak dengan yang lain?" tanya Halilintar dingin namun, sebenarnya jantungnya sedang berdegup kencang saat ini.

"Hmm... Ying tidak masuk hari ini, dia izin pulang ke China selama 1 minggu. Lagipula, Iwan juga tidak masuk, kan?" (nk) menarik kursi dan duduk di sebelah Halilintar.

"Ya sudah, tapi jangan menyusahkan" kata Halilintar ketus.

"Iya, tidak akan kok" (nk) mengangkat jari telunjuk dan tengahnya membentuk 'V'

"Hn, baiklah kita satu tim"

"Terima Kasih, Halilintar" ujar (nk) sambil memeluk Halilintar dari samping. Jantung Halilintar berdegup lebih kencang.

"Ups, maaf ya, aku lupa kalau kau tak suka disentuh" ujar (nk) yang buru – buru melepaskan pelukannya.

"Tak apa, kok" balas Halilintar sambil menurunkan topi yang ia gunakan untuk menutupi wajahya yang memerah.

Sisi lain

Taufan baru saja kembali dari toilet, ia melewati depan kelas (nk). Ia melihat ke dalam kelas yang ramai tersebut, mengintip dan melihat guru tak ada, Taufan berniat memanggil (nk). Namun, saat melihat (nk) sedang memeluk Ketua Klub Bela Diri, yang merupakan teman sekelas (nk). Taufan merasa hatinya seperti ditusuk beribu – ribu pedang.

"Apa?!, tapi (nk) bilang pada Api, ia mencintaiku"

Taufan juga melihat (nk) terlihat berbicara dan lumayan akrab dengan Ketua Klub Bela Diri. Taufanpun tersenyum miris melihat pemuda tersebut.

"Bisa sajakan ia hanya bercanda dengan Api. Lihatlah,laki –laki itu, dia memiliki banyak fans dan menjadi kekasih idaman para siswi di sekolah, mana mungkin kau bisa menandinginya"

"Baiklah, (nk) aku mengerti, aku hanya pengganggu kalau aku terus bersamamu, aku akan membiarkanmu bahagia dengannya."

Taufanpun kembali ke kelasnya sambil berlari dan menahan sesak di dadanya.

.

.

.

.

.

TBC~

Maaf ya, semuanya. Aku gak bisa update kilat (T_T), soalnya aku harus banyak belajar dan ga boleh terlalu sering pegang laptop atau tablet, cuma boleh pegang HP itu juga ga dibeliin pulsa (-_-"). Dan mungkin juga chapter depan bakalan lama updatenya. Dan Thanks ya buat yang udah review, jangan lupa review lagi yang banyak. Oh ya, maaf juga kalau ga suka jalan ceritanya.