Happy Reading~
Jam menunjukkan pukul 5.30 namun, Taufan sudah berada di koridor rumah sakit, tepat nya didepan kamar rawat Air, ia melihat Yura tengah duduk menunggunya, segera saja ia menghampiri gadis itu.
"Yura!" Panggil Taufan.
"Kak Taufan, kau masuk dulu?" Yura menunjuk pintu kamar rawat Air.
"Tidak aku langsung saja, oh ya, berikan ini pada Air ya!" Taufan memberikan sebuah tas jinjing pada Yura. "Terima kasih, Yura" kemudian Taufan pergi dari rumah sakit itu.
(Nk)'s house
(Nk) baru saja selesai berpakaian dan tengah menyisir rambutnya.
Tring~
'New message'
From : Taufan
Ada sebuah pesan masuk di Hp (nk), ia mengambil Hpnya dan melihat nama Taufan tertera disana. Ia membuka pesan tersebut.
From : Taufan
"(Nk), hari tak bisa bersamamu. Kuharap kau tidak ya padaku. Sekali lagi maaf!"
(Nk) membalas pesan tersebut.
To : Taufan
"Iya tak apa, Taufan. Kalau begitu sampai disekolah nanti ^^" setelah membalas pesan dari Taufan, (nk) melanjutkan aktivitasnya lagi.
Skip time~
Kini (Nk) sedang duduk dimeja makan dan tengah menyantap sarapan paginya, meski cukup sederhana tetapi bergizi. (Nk) meminum susunya dan kemudian beranjak dari tempat duduknya.
"Ibu, kak Gempa mana?" Tanya (nk) pada ibunya yang sedang mencuci piring didapur.
"Sepertinya dia sudah berangkat duluan!" Sahut sang ibu dari dapur.
"Kalau ayah?" Kini (nk) menghampiri sang ibu didapur.
"Ayah berangkat lebih awal tadi subuh. Kenapa?" Ibu (nk) membalik badannya menghadap (nk).
"Taufan tidak bisa kesini, kalau begitu aku akan berangkat sendiri... hah... ya sudah, bu, aku berangkat dulu ya" (nk) pamit pada ibunya.
"Ya sudah, hati - hati ya!" "Iya"
(Nk) melangkah keluar dari rumah berjalan menuju sekolah. Namun, ketika sampai dipertigaan, Halilintar muncul dari arah kiri. Ia terlihat tengah berjalan santai sendiri sembari mendengarkan musik dari earphone yang tersambung di Hpnya.
"Halilin~" panggil (nk), Halilintar menoleh.
"(Nk)? Selamat pagi!" Sapa Halilintar, (nk) menghampiri Halilintar.
"Boleh aku berangkat bersama denganmu?" Tanya (nk) dengan wajah polos, tiba - tiba saja Halilintar merasa wajahnya panas.
"Ee... Y-ya tentu, Ayo!" Halilintar berjalan lebih dulu. (Nk) tersenyum kemudian berlari dan mensejajarkan langkahnya dengan Halilintar.
"Terima kasih!" Ujar (nk) tersenyum.
"Hmm!"
Mereka berjalan dalam keheningan, (nk) dan Halilintar sama - sama merasa canggung karena ini pertama kalinya mereka berangkat sekolah bersama. (Nk) mencoba mencari bahan pembicaraan agar bisa mengajak Halilintar berbicara namun, belum sempat ia berpikir, Halilintar sudah bertanya lebih dulu.
"Kau sudah tau kenapa Taufan pergi kemarin?" Tanya Halilintar tiba - tiba, awalnya (nk) tersentak namun, ia langsung menjawab.
"Belum, aku belum tanya padanya" jawab (nk) agak canggung. Kemudian mereka saling terdiam lagi.
(Nk) memperhatikan Halilintar yang sedang serius menikmati lagu yang sedang didengarkannya. Halilintar yang merasa diperhatikan jadi merasa agak risih dan wajahnya mulai memerah, Tentu saja! Siapa yang tidak memerah dipandangi oleh orang yang kau cintai.
"Ada apa?" Ujar Halilintar tiba - tiba.
"Eh, tidak kok, aku hanya merasa sepertinya kau sangat menikmati lagu itu," (nk) yang agak tersentak menjawab Halilintar "Boleh aku tau itu lagu apa?" (Nk) menunjuk earphone ditelinga Halilintar.
"Tentu!" Halilintar melepas satu earphonenya dan memasangkannya ditelinga (nk). (Nk) mulai menikmati lagu tersebut dan menyenandungkannya.
"Kau tau lagu ini?" Tanya Halilintar, (nk) mengangguk.
"Mm... aku sangat suka lagu ini!"
Mereka terus mendengarkan lagu itu bersama sampai tak terasa mereka sudah sampai di sekolah. Ketika memasuki gerbang sekolah, segerombolan gadis yang diduga adalah fansgirl Halilintar menatap keduanya tak percaya.
"Eh, itu kan Halilintar. Kenapa dia sama (nk)?"
"Apa mereka pacaran?"
"Mana mungkin, (nk) itu kan, pacarnya Taufan atau jangan - jangan mereka udah putus dan (nk) sekarang mendekati Halilintar"
"Dasar (nk) itu, setelah CoGan club sepak bola sekarang dia ngejar Pangeran Sekolah"
"Ish, dasar playgirl!" Kira - kira begitulah yang mereka bincangkan.
Ketika mereka sampai dikelas, teman - teman sekelas mereka menatap keduanya dengan tatapan heran. Ying, teman baik (nk) yang selalu menjadi pasangan satu kelompok, melongo menatap temannya itu karena penasaran iapun menghampiri mereka.
"Hai!" Sapa Ying sambil melambaikan tangan.
"Hai, Ying! Kau sudah pulang dari China rupanya!" Balas (nk) seraya melepas melepas earphone Halilintar dan pemiliknya langsung memilih duduk ditempatnya.
"(Nk), kau kenapa berangkat dengan Halilintar?" Tanya Ying penasaran.
"Taufan tidak bisa bareng hari ini, lalu aku bertemu Halilin dijalan jadi, aku putuskan untuk berangkat bersama dengannya" ujar (nk) seraya meletakkan tasnya dikursinya.
"Kau tidak salah? Dia kan, 'dingin'" ujar Ying dengan suara yang dikecilkan.
"Diluar memang tapi, sebenarnya baik kok, Ying" (nk) mengambil Hpnya dari tas "Ya sudah, aku mau berikan sosmedku dulu ke dia, dah, Ying!" (Nk) pergi meninggalkan Ying dan menghampiri Halilintar, meninggalkan Ying yang melongo kebingungan.
Ying berlari menuju ke kelas Taufan, ia bermaksud ingin bertanya apa ia dan (nk) sedang mengalami masalah atau tidak.
"Taufan!" Taufan yang tengah bersama Api menoleh kearah Ying.
"Ying, ada apa?" Tanya Taufan pada Ying yang kini duduk di meja Taufan.
"Kau sedang 'slek' dengan (nk)?" Taufan terdiam.
"Kenapa kau bertanya begitu?" Api memandang Taufan "Apa yang terjadi antara kau dan (nk)?"
"Kami tak apa - apa kok, Ying" ujar Taufan seraya tersenyum namun, lebih terlihat dipaksakan.
"Kau yakin?" Ying masih belum yakin.
"Iya, Ying" Taufan meyakinkan.
"Baiklah. Tapi, kenapa kau dan (nk) tidak berangkat bersama tadi?" Ying kembali melontarkan pertanyaan.
"Tadi aku pergi ke rumah sakit dulu, jadi, kupikir tidak akan sempat menjemput (nk) dan memutuskan untuk tidak berangkat bersamanya" jelas Taufan pada Ying.
"Rumah sakit? Buat apa? Siapa yang sakit? Kau sakit?" Api melontar pertanyaan secara bertubi - tubi.
"Iya, aku kesana untuk menjenguk Air. Dia baru saja kecelakaan kemarin" Ying dan Api terkejut.
"Kecelakaan?"
"Iya, dia ikut balapan liar, lalu entah bagaimana ia masuk rumah sakit" Taufan dengan wajah agak lesu.
"Dia tidak pulang ke rumah selama seminggu lalu, tiba - tiba malah masuk rumah sakit. Aku jadi khawatir padanya, Taufan" ujar Api prihatin.
"Ya, aku juga. Tapi, aku akan berusaha untuk membawanya pulang nanti, doakan aku ya" Taufan nyengir.
"Doakan memangnya kau mau menghadapi ujian! Hah, ada - ada saja kau ini!" Ujar Api diselingi tawa kecil.
"Hahaha... kau ini Taufan" Ying juga tertawa.
"Sudah bel masuk, aku kembali ke kelas dulu ya, dah" Kemudian Yingpun pergi dari kelas mereka.
Skip time~
Bel istirahat sudah berbunyi 5 menit yang lalu. Semua murid di sekolah itupun berkumpul disebuah markas atau biasa disebut kantin untuk melepas lapar dan dahaga. Namun, Taufan masih duduk santai di tempat duduknya, ia bertopang dagu. Ia sedang menunggu (nk).
"Hahaha~" Taufan mendengar tawa (nk) dari dalam kelas, seera ia bangkit dan ketika (nk) berada di depan pintu. Taufan terkejut, (nk) ternyata tertawa bersama Halilintar dan yang lebih membuat Taufan kaget (nk) bahkan, tak berhenti melainkan ia melewati kelasnya.
"Ternyata (nk) benar - benar melupakanku. Ia sudsh dekat dengan Halilintar sekarang. Kau benar - benar ingin melupakanku... baiklah (nk) kalau itu yang kau inginkan, aku akan mengikutimu meski sakit tapi, kalau untuk kebahagiaanmu aku ikhlas"
TBC~
.
.
.
Mohon buat yang sebelumnya apabila tidak jelas, karena ada masalah dengan otak author -_-.
