Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Author: hani yuya
Judul: sakura's and team adventure
Rate: T
Pairing: sasusaku, naruhina, shikatema, saiino, nejiten, gaara,uchiha itachi, sasori.
Genre : Fantasi, Adventure, Au, Romance, Friendship.
Warning: seperti biasa cerita ini jauh dr kata sempurna,Typo bertebaran di mana-mana .don't like don't read.
Aku masih tak bergeming ,tatapan matanya bagai menghipnotis tubuhku sampai tak bisa bergerak .
"Kau, si pemegang kunci? " ucapnya sambil memasukkan pedang miliknya ke sarungnya.
"Ah, Seperti nya begitu, ha-ha-ha " aku menggaruk kepalaku yang tak gatal sambil tertawa dipaksakan menutupi sikapku yang sedikit salah tingkah dihadapannya.
"Hn, kuharap kau tidak menyusahkanku nantinya " ucapnya lalu pergi meninggalkanku.
"Eh? " aku syok mendengar perkataan terakhir nya. Aku langsung patah hati, kami-sama dingin sekali sikap pria itu. Lalu sosok kecil yang berada di pundakku mulai bicara lagi.
"Apa yang kau lakukan Sakura-chan, cepat kejar Sasuke-kun! " perintahnya. Aku segera bangun dan berjalan di belakangnya.
"Anoo, siapa pria itu?" Tanyaku berbisik pada sosok kecil yang dengan santai duduk di punggung ku.
"Uchiha Sasuke yang akan menjadi pasanganmu dalam perjalanan hidup dan matimu, hanya dengan nya kau bisa mengisi chakra kehidupanmu ,kalian saling membutuhkan" ucapnya.
"Bagaimana Caranya?" tanyaku bingung.
"Pengisian chakra kehidupan hanya bisa disalurkan melalui bibir pasangannya"
"Heeeee! " mataku terbelalak tak percaya, apa yang tadi dikatakannya di bibir. Aku belum pernah berciuman, pacar saja aku tak punya apalagi ciuman.
"Apa tidak ada cara lain? " tanyaku lagi.
"Ada, kau bisa mengisi cakra kehidupanmu dengan makan yang banyak dan istirahat yang cukup "
"Hah, baiklah... lebih baik makan daripada jantungku copot berciuman dengannya" ucapku kecil.
"Haahhh, terserah kau saja Sakura-chan, tapi menurutku lebih cepat mengisi cakra dengan berciuman di waktu yang terdesak, oh ya panggil aku Saku " sosok kecil itu menghela nafas.
Aku masih berjalan dibelakangnya, jalannya cepat sekali membuatku sedikit berlari dibuatnya.
"Ne, Saku - aku masih belum mengerti sepenuhnya bisa kau jelaskan lagi, lalu sekarang kita berada dimana ini?" Tanyaku pada sosok kecil yang bernama Saku.
"Baiklah dengarkanlah baik-baik" dia mulai menjelaskan lagi.
"Un " jawabku singkat.
"Di sini adalah dunia bayangan, yaitu dunia paralel yang terhubung ke duniamu dan dunia orang mati. Seperti yang kau lihat, terdapat orang yang sudah mati dan orang yang keadaan kritis di duniamu."
"Kenapa di dunia ini terdapat orang mati "tanyaku
"Itu karena keinginan mereka di dunia nyata masih ada yang belum terpenuhi, kebanyakan dari mereka ingin hidup kembali di sana "
"Hah ! memangnya bisa? orang yang mati hidup lagi "jawabku terkejut
"Sakura-chan aku sudah pernah menjelaskan padamu sebelumnya, jika mereka mendapatkan 5 kepingan jiwa maka mereka hidup kembali, dan ingatan nya di dunia ini akan terhapus begitu juga orang yang di dunia nyata, ingatan kematian tentang orang tersebut akan terhapus seakan -akan tidak pernah terjadi apa-apa "
"Lalu bagaimana caraku menemukan kepingan jiwa Saku, Bentuknya pun aku tak tau, sedangkan aku tidak tau apa-apa tentang dunia ini! "Jawabku frustasi.
"Kepingan jiwa berada di 5 desa, yaitu desa tsuchi , desa ame, desa yuki , desa hi dan desa kaze dan bentuknya seperti permata, setiap desa memiliki warna yang berbeda, kau harus memiliki semua warna "
"Errr... jadi meski aku sudah punya 5 keping jiwa, tapi ada warna yang sama tetap tidak bisa? "
"Iya"
"Lalu kenapa mereka tak mengumpulkan sendiri? "
"Hanya sang pemegang kunci yang dapat mengetahui keberadaan kepingan jiwa tersebut dan kau itu wadah Sakura-chan hanya kalung sang pemegang kunci yang dapat menyimpan kepingan jiwa "
"Ehhhh "
"Makanya mereka semua menyerang sang pemegang kunci untuk memiliki kalungmu, kalung tidak akan terlepas jika sang empunya masih hidup, karena orang yang sudah mati tidak bisa hidup kalau tidak memiliki 5 keping jiwa, lain halnya dengan orang kritis di dunia sana yang bisa kau ajak kembali jika 5 keping jiwa kau miliki "
"Jika aku mati? apa yang akan dilakukan oleh orang yang ikut denganku? "
"Mencari sang pemegang kunci lainnya, ! Masalahnya pemegang kunci jarang ditemui bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami "
"Lalu bagaimana aku membedakan orang yang sudah mati dengan orang yang krisis di duniaku, di dunia ini? "Tanyaku
"Kau bisa membedakannya dengan kalung yang mereka pakai "
"Kalung? Maksudmu seperti kalung yang kupakai? "
"Ya, tapi agak lebih sederhana dibandingkan dengan punyamu, hanya ada bandul hati di kalungnya , lalu yang memakainya orang yang bisa kau ajak turut serta dalam perjalananmu nanti . karena mereka semua orang yang dalam keadaan kritis di dunia nyata "
"Jadi mereka sama denganku, diantara hidup dan mati? "
"Ya,karena itu mereka mencari pemegang kunci dan ikut membantumu mencari kepingan jiwa nanti "
"Haaah, Aku memang menginginkan tantangan dalam hidupku tapi bukan berarti sesulit ini sampai harus mengorbankan hidupku antara hidup dan mati, kami -sama doakan semoga smuanya baik-baik saja " Teriakku frustrasi.
Bruuk
Tiba-tiba pria tampan yang berjalan di depanku, errr pria bernama Sasuke berhenti tiba-tiba. Sehingga aku menubruk punggungnya.
"Ada apa Sasuke-kun? "Tanyaku padanya.
"Ada seseorang yang mengikuti kita! "jawabnya, mata Onyx tajamnya mengedarkan pandangannya sekeliling kami.
"Ehhhh! Apakah orang yang sudah mati lagi ? "
"Entahlah dan kau jangan jauh-jauh dariku "Perintahnya
Aku terbelalak tak percaya, ternyata dia orang yang baik , 'kyaaaa, keren ' innerku berteriak senang.
"Karena jika terjadi sesuatu padamu ,aku juga yang akan susah!" lanjutnya .
Jlebbb, perkataan nya benar-benar menohok hatiku. Tapi entah kenapa aku tidak bisa membencinya, kenapa aku bisa jatuh cinta padanya hiks- Innerku menjerit.
Sreet bluushh
Sasuke langsung menggendongku di pundaknya dan melompat menghindari pisau yang tiba-tiba datang menghampiri kami.
"Tsk... KELUARLAH! " teriaknya marah. Lalu menurunkan ku dari gendongannya, kupegang erat baju yang sasuke pakai. Ini seperti di film-film action yang sering kutonton , jantung ku berdetak sangat kencang ,badanku gemetar.
Triinkkk
Tiba-tiba seorang muncul dengan sebilah pedang yang menyerang Sasuke tapi Sasuke dengan sigap menangkis dengan pedangnya.
Seorang pria berambut kuning jabrik dengan manik sapphire nya berada tepat di depan Sasuke . Mata Onyx dan Sapphire saling memandang, aku melihat mata Shapphire itu terbelalak kaget ketika mata mereka bersibobrok.
"TEME!" ucapnya terkejut.
"DOBE! " Sasuke pun tak kalah kagetnya.
Ah, mereka sepertinya saling mengenal. Pria dengan manik sapphire itu terbelalak kaget ketika dia berhadapan dengan Sasuke. Entah ada hubungan apa diantara mereka berdua. Tapi seperti nya mereka cukup dekat.
"Teme, kenapa kau juga ada di sini? " tanyanya bingung sambil memasukkan pedangnya kembali ke sarungnya.
"Hn " Sasuke hanya memberikan jawaban absurd nya.
Lalu pandangan kami pun bertemu, manik shappire nya memandang manik emeralku intens. Lalu tiba-tiba sebuah cengiran menghiasi wajahnya.
"Wah, teme kau tidak pernah bilang padaku kalau kau sudah mempunyai kekasih,haha ?" Pria itu menepuk-nepuk bahu Sasuke. Dan mendapatkan deathglare darinya.
Mataku melotot mendengar penuturan pria berambut kuning ini tentang kami. Kuakui aku senang dia beranggapan jika kami sepasang kekasih,hehehe. Tiba-tiba dia menggenggam tanganku dan mulai memperkenalkan namanya.
"Namaku Uzumaki Naruto, salam kenal nona cantik, siapa namamu? "Tanyanya padaku.
"Haha, Haruno Sakura " jawabku malu-malu. Siapa yang tidak senang dipuji cantik oleh seorang pria,he.
Tiba-tiba mata sapphire naruto membulat saat pandangannya tertuju pada kalung yang menempel di leherku .
"Heeeee... Sakura-chan, kau- kau si pemegang kunciii?! " pria bernama Naruto itu langsung menghambur memelukku. "Akhirnya aku menemukan si pemegang kunci, ttebayo " senyum sumringah tercetak jelas di wajahnya. Nafasku sesak. Naruto terlalu erat memelukku sampai aku sulit bernafas.
"Kau membuatnya sulit bernafas,dobe ! " ucap Sasuke menarik baju Naruto menjauh dariku.
"Hehehe, bilang saja kau cemburu teme " tangannya menyenggol2 tubuh Sasuke. Sasuke langsung mengarahkan pedang ke arah leher pria berambut kuning itu dan mengancamnya.
"Kalau kau bicara lagi, kupenggal kepalamu, Naruto!" Ancamnya .
"Tunggu teme, aku hanya bercanda. Cepat turunkan pedangmu! " keringat dingin bercucuran di wajah Naruto.
"Hn " Sasuke langsung menurunkan pedangnya dari leher Naruto. Tapi matanya masih mendelik tak suka pada Naruto.
Sret... sret... sret
Sebuah suara gesekan kaki terdengar dibalik pohon besar yang berada di belakang Naruto. Secara refleks aku kembali memegang erat baju Sasuke. Sasuke yang juga menyadarinya langsung mempersiapkan pedang miliknya.
"Keluarlah, siapa disana! "Teriak Sasuke.
Nihil tidak ada tanggapan sama sekali. Sasuke yang geram mulai melangkah mendekati asal suara tersebut. Tapi baru beberapa langkah Naruto langsung mencegahnya.
"Tunggu teme!" Cegahnya
"Hn, kau mengenalnya Naruto?" Sasuke mengernyit kan dahinya.
"Kau pun mengenalnya Teme,hehe " lagi-lagi cengiran rubah menghiasi wajahnya.
"Hinata-chan keluarlah, ternyata mereka Teme dan pacarnya, ttebayo" Teriaknya. Lalu sosok gadis cantik berambut hitam panjang dengan tubuh yang molek, memakai baju dan celana berlengan panjang muncul dari balik pohon itu. Cantik - kata itu yang pertama keluar dari mulutku. Gadis itu terus melangkah lalu berhenti di samping Naruto. Naruto langsung melingkarkan sebelah tangannya di pinggang sang gadis.
"Hehe, namanya Hyuuga Hinata. Dia pacarku,Sakura-chan" ucapnya sumrigah.
"Heee, gadis semanis dia pacarmu, Naruto! " teriakku tak percaya. Gadis yang memiliki manik lavender itu hanya tersipu malu mendengar pengakuan Naruto. Wajah cantiknya sangat merah semerah tomat.
"Nah, Hinata chan perkenalkan dia Sakura pacarnya teme si pemegang kunci, ttebayo "
Wajahku pun ikut memerah gara-gara mendengarnya menyebutku kekasih Sasuke. senyum sumringah pun tercetak jelas di wajahku.
Pletakk. Sebuah jitakan dari Sasuke mendarat sempurna di atas kepala Naruto.
"Itaaaaiiiii!" Naruto meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.
"Sudah kubilang kami bukan sepasang kekasih! " jawabnya dingin.
Jlebb lagi-lagi pernyataan Sasuke membuatku patah hati, senyumku pun pudar .
*Skura pov off *
*Normal pov *
Senyuman sumringah gadis bersurai pink itu pudar ketika mendengar penolakan langsung dari pemuda berambut raven itu.
"Lalu kenapa kalian bisa disini?" Tanya gadis bersurai pink itu.
"Etoo, sebenarnya kami-!" belum sempat naruto menyelesaikan kalimatnya.
Sosok kecil bernama Saku yang sempat terlupakan tadi mulai bicara. Diangkat tangannya ke atas dan jari telunjuknya mengeluarkan cahaya putih lalu sebuah layar yang cukup besar muncul menggambarkan sosok Naruto dan Hinata. Layar itu membeberkan waktu kejadian di dunia nyata yang menyebabkan mereka berada di dunia bayangan ini.
"Uzumaki Naruto dan Hyuuga Hinata, mereka berdua mengalami kecelakaan. Yang terjadi tepat pukul 12 tengah malam di kota Tokyo, Naruto membonceng hinata dengan motor nya. Dengan kecepan tertinggi 200km/jam dalam keadaan mengantuk. Lalu akhirnya mereka terjatuh dan tubuh mereka menghantam jalanan sangat keras. Mereka berdua mengalami pendarahan cukup parah dan patah tulang yang cukup serius. Membuat keadaan mereka kritis saat ini " Lalu layarnya menghilang seiring selesainya ucapan Saku.
Manik Shappire Naruto membulat mendengar penuturan Saku dan semua yang telah dilihatnya.
"Hwaaa, Tadi ada layar seperti tv disana?"Naruto menunjuk udara kosong yang tadi terdapat layar video flashback tentang dirinya dan hinata "Dan kau makhluk apa?" tanyanya dengan wajah pucat.
"Panggil aku Saku bodoh, aku tau semua yang terjadi pada kalian sebelum berada di dunia ini " ucapnya sambil mendelik tak suka pada Naruto.
"Dasar bodoh " ujar Sasuke datar.
Wajah Naruto langsung pucat . Karena perbuatannya dia sampai membahayakan jiwa Hinata. Dia baru sadar ternyata dia benar-benar bodoh. Bulir keringat jatuh di wajah nya, cengiran rubahnya pun tidak terlihat merutuki perbuatan bodohnya, Dia menjambat rambut kuningnya frustasi . Dan suasana menjadi hening.
"Anoo,jadi kalian berdua mau ikut dengan kami mencari kepingan jiwa "tanya gadis bersurai pink yang menjadi pemegang kunci itu memecah keheningan.
"Ahh, iya, sudah 2 hari kami disini "
Sasuke mengernyit."Dobe,bukankah kemarin kita masih bertemu?" tanya Sasuke heran kepada sahabat kuningnya ini.
"Ah, Saku lupa memberitaukan pada kalian, waktu di dunia kalian dengan dunia bayangan selisih 8 hari. Jika di sini 1hari di dunia kalian baru 3 jam. Begitu juga sebaliknya . jika di dunia kalian 1 hari di dunia bayangan 8 hari . Begitulah, jadi Naruto dan Hinata mengalami kecelakaan 6 jam sebelum Sakura dan Sasuke mengalami kecelakaan " jelas Saku sosok kecil yang mengaku tercipta dari separuh jiwa Sakura.
Mereka semua hampir tidak percaya dengan penuturan saku.'tapi memang dunia ini penuh keanehan apapun bisa terjadi dan bukan hal aneh lagi ' batin Sakura.
"Tidak!" Sebuah penolakan terdengar dari mulut Sasuke. Semua mata langsung tertuju padanya. "Aku tidak setuju jika mereka berdua ikut dalam perjalanan kita " lanjutnya.
"TEME, aku ini sahabatmu. kau tega membiarkanku mati di sini ttebayo?! " cerca Naruto dengan jari telunjuknya mengarah ke wajah tampan Sasuke.
"Tsk, kau hanya akan mengganggu perjalananku,bodoh! " timpal Sasuke tak mau kalah.
"Apa,katamu? Kau selalu saja menganggapku bodoh,Teme. Kau berada disini juga karena ulah bodohmu kan! "
"Tsk, kau nengataiku bodoh dobe ?" Alis sasuke terangkat "kau taukan keturunan Uchiha tidak ada yang bodoh!" Sasuke mencengkram baju Naruto.
Hinata yang berada di sebelah Naruto hanya diam melihat mereka bertengkar. Sedangkan Sakura tidak tau harus bagaimana memisahkan mereka berdua.
"Sasuke-kun mereka berdua temanmu kan?biarkan mereka berdua ikut dengan kita " Bela Sakura.
"Tsk, kau yakin ingin membawa mereka?" Sasuke melepaskan cengkraman tangannya dari baju Naruto, mata Onyxnya mendelik kesal memandang manik emerald sang gadis.
"Ehm, ya " jawabnya gugup, mengontrol jantungnya yang berdebar keras karena pandangan intens Sasuke.
"Hn" jawaban absurd keluar dari mulut Sasuke. "Aku tidak bertanggung jawab kalau suatu saat nanti kau mengalami kesulitan karena ulah bodohnya" lalu pandangannya mengarah kepada sahabat kuningnya "Dan kau Dobe, kuharap jangan berulah atau kukeluarkan otak bodohmu dari kepalamu itu "Setelah selesai bicara Sasuke langsung melengos pergi meninggalkan Sakura, Naruto dan Hinata.
"Hwaaaa, terimakasih Sakura chan, tak kusangka Sasuke penurut sekali padamu" Naruto langsung memeluk gadis bersurai pink itu .manik shappire nya berbinar-binar saking senangnya.
"Ah, terimakasih Sakura chan" gadis dengan manik lavender itu membungkukkan badannya dalam-dalam. Dia pun merasa lega akan keputusan Sasuke memperbolehkan mereka ikut serta.
"Ya, aku juga senang punya teman wanita" Sakura bersyukur karena kini dia tidak hanya berdua dengan Sasuke. Karena jika hanya berdua dengannya, itu semua membuat dia menderita penyakit jantung mendadak, jika setiap Onyx Sasuke memandang emerald miliknya.
"Sebaiknya kalian segera menyusul Sasuke, kalau tidak,Sakura yang akan susah " ucap saku yang sejak tadi diam. jari telunjuknya mengarah ke arah Sasuke yang sudah mulai menjauh.
-0000-
Waktu pun berlalu dengan cepatnya, matahari yang bersinar terang kini tertidur. Digantikan dengan cahaya bulan yang menyinari langkah sang pemuda pemudi yang sudah berjam -jam berjalan menyusuri hutan yang tak dikenalnya. Mereka hanya mengandalkan cahaya bulan yang minim disana.
"Hosh,hosh,hosh- teme kita istirahat dulu ya aku lelah " Pinta Naruto dengan keringat yang bercucuran di wajahnya. Pantas saja sejak mereka memulai perjalanan tak sedikitpun mereka beristirahat walau sebentar.
"Hn,Tidak " jawabnya datar.
"Kau gila Teme! sekarang sudah malam kami butuh istirahat, ttebayo "
"Sudah jangan bertengkar, kita memang harus istirahat dulu Sasuke, lihat Sakura-chan dan Hinata chan juga sudah lelah " ucap Saku khawatir dengan keadaan Sakura. Karena kalung yang dipakainya sudah berubah berwarna hijau, yang artinya chakra kehidupan nya tinggal setengah.
Pandangan Sasuke langsung teralihkan pada Sakura yang sejak tadi menyenderkan tubuhnya di sebuah pohon yang berada di belakang punggungnya. Dadanya naik turun mengatur nafas yang sudah diujung tenggorokan saking lelahnya.
"Hn, baiklah kita bermalam di sini, tapi ingat kalian harus tetap hati-hati dan kau Sakura, jangan jauh-jauh dariku. Karena banyak pembunuh yang mengincar kau sebagai pemegang kunci " perintahnya.
"Baiklah teme,jya aku duluan" Naruto langsung menggendong Hinata bridal style dan pergi ke semak-semar menjauhi Sakura dan Sasuke.
Sakura mengernyit kan dahinya 'mau kemana mereka? Jika ingin beristirahat bukankah disini juga bisa?' batinnya.
Sakura lalu memposisikan diri menjadi duduk masih dengan menyender pada pohon dibelakang punggungnya. Kakinya dia biarkan berselonjor. Dan mulai mengatur nafasnya agar kembali normal.
Sasuke mulai melangkah mendekatinya."Bagaimana keadaanmu" Tanyanya saat berada tepat di depan Sakura.
"Entahlah, tubuhku terasa berat sekali lalu kepalaku agak sedikit pusing " jawabnya tanpa menatap Sasuke. Karena tiba-tiba dia merasakan sakit yang amat sangat terasa di kepalanya.
Sasuke mensejajarkan tubuhnya dan sedikit berjongkok di hadapan Sakura. Lalu tangannya terulur memegang jidat lebar gadis bersurai pink itu. Mata onyxnya membulat,dia merasakan panas di telapak tangannya saat menyentuh kening sang gadis. "Dia demam " gumamnya pelan.
"AH, Sasuke lihat" sosok kecil yang bernama Saku menunjuk kalung yang dipakai Sakura " Warna kalungnya berubah menjadi merah " lanjutnya.
Sasuke terbelalak tak percaya, karena demam, chakra kehidupan gadis bersurai pink ini dengan cepatnya tersedot . Dan juga membuat keadaan sang gadis terkulai lemah, hampir kehilangan akan kesadarannya.
"Tsk, apa yang harus kulakukan sekarang?" Tanyanya panik pada sosok kecil bernama Saku.
"Kau harus mengisi chakra kehidupannya sekarang, kalau tidak Sakura chan akan mati! " jelasnya.
Sasuke nampak menimbang-nimbang saran sosok kecil itu. Onyx nya masih tetap memperhatikan gadis bersurai pink itu, yang semakin lama semakin melemah.
"Cepatlah kau putuskan Sasuke!" Sosok kecil itu semakin panik .lalu berubah menjadi segumpal cahaya putih dan masuk ke dalam kalung yang dipakai Sakura.
"Tsk,sial" akhirnya Sasuke menggendong Sakura bridal style dan mencari semak rumput untuk membaringkan tubuh gadis bersurai pink itu. Tanpa berfikir lagi Sasuke langsung mengalirkan chakra kehidupan pada sang gadis melalui bibirnya. Yang tadinya sebuah kecupan menjadi lumatan kecil, Sasuke harus melakukannya sampai chakra kehidupan sang gadis kembali penuh.
-0000-
Cuit cuit cuit
Matahari terbit di ufuk timur, cahayanya yang terang menyinari seluruh bagian bumi. Burung-burung pun mulai berkicau merdu menikmati udara segar sekitarnya. Keadaan hutan yang tadinya gelap sekarang terlihat jelas karena sinar matahari menyinari hutan sekitarnya. Serta burung-burung yang berterbangan dari pohon satu ke pohon lainnya.
Cahaya matahari yang menyilaukan itu , masuk melalui celah-celah manik emerald sang gadis bersurai pink yang terbaring di atas semak rumput. Sang gadis mulai mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke manik emerald nya. Saat kesadarannya mulai pulih Sakura memposisikan dirinya menjadi duduk.
'Lho, dimana aku ini. Seingatku tadi malam tubuhku bersandar di pohon? ' batinnya. Sakura mengingat -ingat apa yang terjadi semalam. Tapi nihil, dia tak ingat apa yang terjadi semalam pada dirinya. Hal terakhir yang diingatnya saat dia bicara dengan Sasuke selebihnya dia tak ingat.
"Sakura,bagaimana keadaanmu? Apa sudah baikan? " suara bariton pemuda berambut raven ini membuyarkan lamunan Sakura. Sasuke mendekati Sakura dan berjongkok mensejajarkan tubuhnya di depan sang gadis. Lalu wajahnya mendekati wajah gadis bersurai pink ini, sampai tak ada jarak diantaranya, Sasuke menempelkan keningnya di jidat lebar sang gadis.
"Hn, syukurlah demammu sudah turun " ucapnya lega masih dengan keningnya yang menempel.
Sakura hampir tak bisa bernafas. Dia bisa merasakan hembusan nafas Sasuke di wajahnya. Mungkin sekarang wajahnya berubah sangat merah seperti buah tomat kesukaan Sasuke. Jantungnya berpacu sangat cepat. 'Gawat, klo terus begini aku bisa mati mendadak' batinnya.
"Akhhhhh... Teme apa yang kalian lakukan pagi-pagi begini, ttebayo ?" teriak Naruto yang tiba-tiba datang. Dengan refleks Sakura langsung mendorong Sasuke. Sakura mendorong Sasuke dengan tenaga super kuatnya dan akhirnya Sasuke jatuh terjungkal kebelakang.
"Uwaa, maafkan aku Sasuke-kun" Sakura langsung membantu Sasuke berdiri. Tapi malah langsung dihadiahi deathglare dari pemuda berambut raven ini.
"HAhaha, dasar kau Teme, belum cukupkah kau semalam bersama Sakura ber-uuppph!" belum sempat Naruto selesai bicara, Sasuke langsung membungkam mulut Naruto dengan tangannya.
"Kalau kau bicara lagi, aku akan benar-benar mengeluarkan semua isi kepalamu, Dobe " ancamnya. Dengan hawa membunuh. Naruto mengangguk pasrah. 'Dasar Uchiha gengsinya besar sekali' batin Naruto.
Sakura tak mengerti apa yang terjadi semalam sampai Sasuke semarah itu jika Naruto mengatakannya. Uhhhh otak pintarnya pun tak berfungsi sekarang.
Deg,deg,deg ... tiba-tiba jantungnya berdetak kencang tak seperti biasanya. Kalungnya pun tiba-tiba mengeluarkan cahaya coklat.
Pandangan Sasuke, Naruto dan Hinata langsung teralihkan ke arah Sakura. Lalu tiba-tiba sosok kecil bernama Saku muncul.
"Kepingan jiwa sudah tak jauh dari sini ,kau mulai merasakan keberadaannya kan Sakura ?" Tanya Saku dengan raut wajah serius.
"Ya,Aku merasakannya " Sakura mengangguk .
"Kalungmu mengeluarkan cahaya coklat yang berarti kepingan jiwa terdapat di desa tsuchi. Tak salah lagi. Setelah melewati hutan ini terdapat desa tsuchi disana "lanjutnya. Seraya menunjukkan arah keberadaan desa tersebut.
"Yoshhh ... ayo cepat kita ambil kepingan jiwa pertama, ttebayo" dengan kecepatan penuh Naruto berlari sambil menggenggam tangan Hinata mendahului Sasuke dan Sakura.
"Tsk, dasar bodoh memangnya dia tau dimana kepingan jiwa berada?" Sasuke mulai berjalan dan Sakura ikut berjalan disampingnya. Baru beberapa langkah mereka berjalan Naruto berlari balik ke arah mereka.
"Anoo, kalian duluan saja, kami ikuti dari belakang. Aku lupa kalau hanya pemegang kunci yang tau keberadaan kepingan jiwa. Ha-ha-ha " Naruto menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil dipaksakan tertawa menutupi kebodohannya.
"Hn, kau memang orang paling bodoh,Dobe " Sasuke tersenyum meremehkan, lalu meneruskan langkahnya. Sakura pun ikut tertawa melihat tingkah konyol Naruto. Sedangkan wajah Hinata memerah menahan malu melihat tingkah bodoh Naruto.
-0000-
Sementara di Desa Tsuchi. Seorang wanita berambut blonde yang dikuncir poni tail , serta kedua manik sapphire dengan lekuk tubuh yang molek menggunakan baju biru yang terlihat sexi ,bersama pasangannya pria berwajah pucat yang selalu memamerkan senyum palsunya dikelilingi segerombolan orang yang sudah mati. Mereka ingin merebut kepingan jiwa yang berada di tangan gadis blonde itu. Mereka bertarung mempertahankan kepingan jiwa yang ada padanya. Dengan sisa chakra kehidupan keduanya yang sudah berwarna hijau.
'Cepatlah datang pemegang kunci 'lirih gadis blonde itu.
.
.
.
.
TBC
Arigatou buat yang udah baca semoga kalian suka dan maaf lama updateT_T. Aku minta kritik dan saran dari lupa R&R
Top of Form
Bottom of Form
