Small Changes

Disclaimers : This Story is fiction. All the Characters, names and places belong to their respective owners.

Warning : OOC, Typo, kata-kata tidak baku dan lain-lain.

XxXxXxXxXxX

Hiruzen Sarutobi tahu hari ini akan datang, hari di mana ia harus bertarung dengan mantan murid nya sendiri. Dan juga, hari di mana ia akan mati di tangan mantan murid nya. Diri nya sangat tahu akan itu, ia telah mempersiapkan segala sesuatu nya untuk hari ini tiba. Agar nanti nya tidak ada yang perlu ia khawatirkan jika hari ini telah tiba. Namun, diantara semua persiapan yang telah ia lakukan itu, satu hal yang tidak pernah ia capai:

Melindungi anak yang telah ia anggap sebagai cucu nya sendiri.

Hanya alasan ini lah yang membuat Hiruzen bertarung sekuat tenaga hari ini untuk bertahan hidup. Bertahan hidup lebih lama, hanya untuk memastikan Naruto sudah terlindungi. Namun, semua itu masih belum cukup untuk mengalahkan mantan murid nya yang bahkan menggunakan tekhnik terlarang untuk melawan diri nya.

"Menyerahlah Pak Tua! Kau tidak akan menang!" Ia menatap mantan murid nya, yang sedang ia coba tarik jiwa nya. "Bahkan jika kau berhasil menang, semua itu tidak akan ada gunanya! Pada akhirnya Konoha akan tetap hancur karena semua keburukan yang sudah ada di dalam nya!"

Sang Hokage terdiam untuk sejenak.

"Memang benar, Konoha sudah di penuhi oleh banyak keburukan. Namun … Konoha tidak akan pernah hancur." Sebuah senyum tercipta di antara wajah yang penuh akan darah itu. "Karena, pada akhirnya …. Hujan akan datang dan membasuh Konoha dari semua keburukan nya."

x-x-X-x-x

Pada awal nya, perpaduan biru dan orange itu sangat lah indah di mata Jiraiya. Melihat warna biru itu berkedip-kedip seperti bintang, dengan langit berwarna orange. Sungguh, ini adalah pemandangan yang sangat indah. Bahkan untuk diri nya yang telah melihat banyak hal. Kemudian, perpaduan orange dan biru itu mulai jatuh seperti hujan,

Dan semua nya berubah menjadi Neraka.

Telinga nya mulai mendengar beberapa teriakan dari Shinobi Suna-Oto di sekitar nya. Teriakan itu, semakin terdengar dengan keras bersamaan dengan semakin banyak nya Naruto-Naruto yang jatuh. Shinobi Konoha menatap dengan tidak percaya, saat tubuh musuh yang sedang mereka hadapi terhantam oleh sesuatu berwarna orange yang segera berubah menjadi asap. Saat asap menghilang, mata mereka membulat saat melihat tubuh (bekas) musuh mereka telah terbelah.

Beberapa Jounin berpengalaman segera melihat ke arah di mana "sesuatu" itu berasal, yaitu atas. Hal ini juga diikuti oleh Shinobi lain nya. Mata mereka membulat saat melihat, warna orange dan biru menutupi Konoha. Tidak beberapa lama kemudian, teriakan bahagia mulai terdengar. Diikuti oleh yang lain, sorakan bahagia pun memenuhi Konoha.

Kemenangan sudah mereka miliki.

x-x-X-x-x

Kiyoshi Hirosuke adalah seorang pemalas. Jadi, saat Raikage menyuruh nya untuk mengawal Daimyo Kaminari no Kuni menuju Konoha untuk menonton Ujian Chuunin yang diadakan di sana. Tanpa pikir dua kali ia langsung menerima Misi itu. Karena ia menduga ini akan menjadi pekerjaan mudah.

Dia salah.

Predikat Konoha sebagai Desa yang tidak dapat diduga, memang benar ada nya. Pria bersurai pirang itu tidak pernah menyangka bahwa di tengah-tengah Ujian akan terjadi Invasi. Jadi, dengan setengah hati ia harus membantu pengawal yang lain nya membawa sang Daimyo ke tempat aman di luar Konoha.

Entah ini memang hari sial nya atau Tuhan mulai membenci nya. Di tengah perjalanan menuju ke luar Desa mereka dihalang oleh beberapa Ninja Suna. Dengan terpaksa, ia harus bertarung melawan mereka dan memerintah kan pengawal lain nya untuk pergi membawa Daimyo, setelah melihat wajah ketakutan pengawal lain nya.

Setelah menyelesai kan pertarungan dengan lebih dari sepuluh Ninja Suna (Hey, walaupun dia pemalas bukan berarti dia lemah) ia segera mencoba mencari tempat aman untuk bersembunyi. Bukan nya ia takut, ia hanya terlalu malas untuk bertarung. Lagi pula ini bukan pertarungan diri nya. Lalu mata nya menangkap sebuah tempat aman untuk bersembunyi.

Yeah, di mana lagi tempat terbaik untuk bersembunyi selain di dekat katak raksasa?

Tanpa pikir dua kali, karena ia terlalu malas untuk berpikir, ia segera membawa kaki nya meloncat menuju ke sana. Setelah menendang, memukul atau melempar Ninja Suna atau Oto yang ia temui, akhir nya pria beriris hitam itu sampai di dekat katak tersebut. Di sebuah atap rumah, yang ia yakini tidak akan terjadi apa-apa di sana.

Mendudukan diri nya, ia menatap ke arah Katak tersebut. Lebih tepat nya, orang yang berada di atas nya. Dua orang di sana langsung ia kenali sebagai Jiraiya dan Ibiki, sedangkan yang satu nya ia membutuhkan sedikit usaha untuk mengenali nya. Setelah berusaha mencoba mengingat, ia akhir nya mengenali bocah itu sebagai Naruto, salah satu peserta Ujian Chuunin.

Mata nya terus menatap mereka sembari terus merasakan daerah sekitar, kalau-kalau ada Ninja Oto atau Suna yang datang. Hitam itu sedikit membulat ketika melihat bocah itu, Naruto, di lempar ke atas oleh Katak merah itu. Mata itu terus mengikuti Naruto, yang membuat lebih dari ratusan Kage Bunshin dan …. Melakukan hal gila. Lagi.

Mulai hari ini, ia putuskan untuk menyukai anak ini.

Sebelum ia pergi mengawal Daimyo, Raikage dengan jelas mengatakan pada nya untuk melihat apakah ada Shinobi yang perlu mereka waspadai ke depan nya di Ujian ini. Ia hanya mengangguk dengan malas, lagi pula ia ragu jika ada yang akan menarik perhatian nya. Hanya bocah pirang itu, Naruto, yang sedikit menarik perhatian nya. Itu pun karena cara gila nya untuk memenangkan pertarungan dengan seorang Hyuuga. Namun itu belum cukup untuk membuat nya melaporkan ini pada Raikage.

Dan sekarang hal yang menarik perhatian nya dengan sepenuh nya ada di depan mata nya. Saat Naruto-Naruto itu mulai jatuh, ia segera mendirikan tubuhnya dan segera memutar badan untuk segera menuju ke Kumogakure.

Langkah nya segera berhenti ketika mengingat ia memerlukan data tentang bocah itu. Ia tidak mungkin dapat dengan mudah mengambil data seorang Shinobi dari Desa lain di perpustakaan yang di jaga ketat oleh ANBU. Ia kemudian menatap sekeliling, hampir di setiap tempat masih terjadi pertarungan.

Meh, ini akan mudah.

x-x-X-x-x

Senyum bangga tercipta di wajah Sage tua itu. Melihat bagaimana murid (Anak angkat) nya dapat mengakhiri sebuah Invasi dengan satu Jutsu, sungguh merupakan hal yang membanggakan. Ia benar-benar tidak menyangka, murid nya yang satu ini bahkan bisa menyamai pencapaian murid pertama nya, Minato, Yondaime Hokage.

Kepala nya kemudian mendongak, masih tersisa beberapa Naruto yang belum jatuh dari langit. Mata nya kemudian mendapati Naruto, yang ia yakini sebagai Naruto asli, mulai jatuh dari langit. Tampak kehilangan kesadaran nya, kemungkinan besar kehabisan Chakra. Setelah merasa Naruto sudah dalam jangkauan lompatan nya, ia segera melompat kemudian menangkap Naruto. Melakukan beberapa maneuver, kemudian mendarat dengan mulus di atas kepala Katak tersebut.

Setelah mendarat, ia segera membuat Kage Bunshin untuk membawa Naruto ke Rumah sakit. Mata nya kemudian melihat Orochimaru dibawa oleh beberapa Shinobi Oto, sebuah senyum tercipta di bibir nya.

'Nampak nya kakek tua itu sudah berhasil.' Batin nya.

Tak lama kemudian, beberapa ANBU telah berada di belakang tubuh nya. "Jiraiya-sama, Hokage-sama telah tewas di tangan Orochimaru." Nada datar itu memasuki telinga nya.

Senyum itu menghilang.

Wajah datar dan dingin menggantikan.

x-x-X-x-x

Naruto menatap malas ke arah langit-langit salah satu kamar rumah sakit yang selama satu minggu ini tinggali. Lebih tepat nya empat hari, karena tiga hari ia tidak sadarkan diri karena kehabisan Chakra.

Berita kematian Sandaime Hokage, Kakek baginya, telah sampai ke telinga Naruto. Berita itu disampaikan sendiri oleh sang ayah angkat. Walaupun sedikit sedih mendengar nya, Naruto sama sekali tidak terganggu dengan berita itu. Karena diri nya tahu, kematian merupakan resiko bagi pekerjaan mereka sebagai Shinobi. Setidaknya ia tidak mensia-siakan usaha kakek nya dengan mengakhiri Invasi tersebut.

Walaupun bisa dibilang keberhasilan nya hanya lah karena keberuntungan yang kebetulan ia miliki. Jujur, jika perhatian Ninja Suna dan Oto itu tidak teralihkan oleh musuh yang ada di depan nya, ia tidak akan berhasil melakukan semua itu. Karena tehknik itu, seperti nama nya "Hujan", merupakan tehnik yang memiliki cara kerja sama seperti hujan, yaitu satu arah. Tidak akan berubah dengan sendiri nya, terkecuali diubah oleh sesuatu.

Arti nya, saat Naruto menggunakan tehknik ini ia sama sekali tidak dapat merubah arah serangan nya. Salahkan tekanan angin yang kuat dan gaya gravitasi, yang menyebabkan Naruto tidak bisa melakukan itu. Yang arti nya, Jika musuh yang sedang ia hadapi perhatiannya tidak teralihkan dari diri nya, mereka akan mudah menghindar. Yang akan dengan sangat jelas membuat nya membentur tanah, dan mati.

Alasan ini juga lah yang membuat cukup banyak Shinobi Suna dan Oto, yang ia yakini merupakan veteran, selamat dari tehnik nya. Terima kasih pada insting mereka yang telah menyadari keberadaan Naruto.

Satu lagi keuntungan yang ia miliki adalah Jiraiya bersama nya, dengan sebuah katak besar. Dengan ada nya katak besar tersebut, ia dapat berada lebih tinggi di udara. Dan dengan begitu, efek yang dihasilkan oleh tehknik Kenjutsu nya itu akan jauh lebih kuat. Kemudian, satu-satu nya alasan ia berani menciptakan lebih dari ratusan Bunshin tanpa takut kehabisan Chakra dan mati menghantam tanah, adalah kehadiran Jiraiya bersama nya. Entah kenapa, atau bagaimana, kehadiran sang Sage membuat nya merasa aman. Merasa ia dapat melakukan segala hal, jika Pria itu ada di dekat nya.

Mungkin inilah perasaan saat bersama seorang Ayah.

Mungkin di pikiran orang lain, Jiraiya hanya lah orang bodoh yang beruntung mendapatkan gelar sebagai salah satu dari Tiga Sannin. Namun, bagi Naruto pria itu jauh dari anggapan orang-orang bodoh tersebut. Bagi nya, Jiraiya adalah orang yang peduli akan sesama. Dan akan berusaha menolong dengan cara nya sendiri.

Orang lain hanya melihat Jiraiya pergi ke tempat pelacur-pelacur itu, hanya lah untuk bersenang-senang. Namun mereka salah, satu-satu alasan Jiraiya pergi ke tempat seperti itu adalah untuk melihat dan membantu mereka. Naruto berani mengatakan hal tersebut, karena ia telah melihat itu dengan mata nya sendiri.

Dulu, dalam perjalanan nya bersama Jiraiya. Naruto pernah mengikuti Jiraiya ke sebuah klub pelacur, dengan alasan iseng. Saat sudah berada di dalam, Naruto mendapati lebih dari sepuluh laki-laki sudah berada di dalam terlebih dahulu. Amarah langsung merasuki diri nya saat melihat bagaimana keras dan kasar nya mereka memperlakukan wanita-wanita, sehingga hampir membuat nya keluar dari persembunyian nya. Namun sebelum ia berbuat apa-apa, Jiraiya sudah terlebih maju. Pria itu membuat beberapa Kage Bunshin untuk membawa wanita-wanita tersebut.

Yang selanjut nya Naruto lihat tidak pernah bisa ia lupakan. Jiraiya dengan tanpa kasihan mengahajar, lebih dari sepuluh pria tersebut. Wajah nya sama sekali tidak terdapat cengiran lebar yang biasa nya ada di sana, melainkan wajah dingin yang benar-benar menakutkan. Pria itu sama sekali tidak menghiraukan jeritan minta ampun dari pria-pria tersebut.

Pada malam itu, Naruto mulai melihat Jiraiya dari arah yang berbeda.

Dan jika seseorang bertanya pada nya, apakah hal terbaik yang pernah terjadi pada mu, Naruto?

'Bertemu dengan ayahku, Jiraiya.' Itu akan menjadi jawaban dari nya.

x-x-X-x-x

Tepat di tengah-tengah wilayah Sunagakure, Menara Kazekage lebih tepat nya. Para Tetua Desa tersebut tengah merundingkan masalah yang sedang dihadapi oleh Desa mereka.

Sebuah kesepakatan telah di setujui oleh Tetua Desa tanpa Kage ini. Bahwa Otogakure, terutama Orochimaru, dan segala hal yang memiliki hubungan dengan Desa tersebut merupakan musuh mutlak bagi Sunagakure. Pada awal nya, beberapa anggota Dewan ini menolak keputusan ini. Bagaimanapun, Orochimaru dan Otogakure telah menipu, membunuh Kage mereka. Dan yang paling parah adalah memperdayai mereka untuk menyerang sekutu mereka, yang berujung untuk kekalahan Suna.

Pilihan untuk berperang dengan Oto telah dicetuskan oleh beberapa anggota Dewan, namun melihat bagaimana keadaan mereka yang sekarang. Opsi tersebut segera disingkirkan.

Dan sekarang, mereka tengah focus untuk memperbaiki hubungan dengan Konoha, yang entah kenapa masih berdiri dengan kokoh walaupun telah di serang oleh dua Desa secara bersamaan.

"Aku masih tidak percaya mereka masih bisa menang dari kita dan Oto." Gumam salah satu anggota.

Mereka yang mendengar hal ini, secara tidak sadar menganggukan kepala secara bersamaan. Memang benar, Konoha telah di serang oleh orang-orang terbaik dari Suna dan Oto. Namun Konoha masih bisa menang, bahkan dengan kehilangan yang jauh lebih kecil, jika dibandingkan dari dengan Suna yang kehilangan lebih dari setengah pasukan nya.

"Kurasa itu disebabkan oleh si 'Kuning itu'." Kali ini anggota yang berperang sebagai pemimpin di antara para Dewan tersebut yang berbicara.

Hal ini mendapat beberapa persetujuan dari anggota yang lain. Memang benar, saat ini di Suna beredar rumor bahwa Konoha memiliki seorang Shinobi yang sekaliber dengan Minato, 'The Yellow Flash'. Kabar nya orang ini memiliki kecepatan yang sama saat Minato menggunakan Hiraishin, sehingga Shinobi misterius ini disebut dengan nama 'The second Yellow flash'. Tentu nya kabar ini, bukan berasal dari sembarang sumber. Shinobi-shinobi yang selamat dari Konoha lah yang menyebarkan berita ini.

Mereka, yang pada dasarnya merupakan Ninja elite Suna, mengatakan bahwa orang ini lah yang bertanggung jawab akan kekalahan Suna akan Konoha. Shinobi tersebut mengatakan bahwa, orang ini meluncur dari atas langit dalam blur orange, dan membelah Shinobi Suna dan Oto dalam satu kali tebasan. Yang membuat mereka resah adalah, mereka sama sekali tidak dapat melihat wajah Shinobi ini, karena setelah 'membelah' teman-teman mereka, sosok ini segera berubah menjadi kepulan asap.

Tentu saja, kabar ini dengan cepat sampai ke telinga Dewan Desa. Pada awalnya, mereka sama sekali tidak mempercayai hal ini. Namun pada saat Baki, Ninja terpercaya mereka, masuk dan mengklarifikasi hal ini. Mereka mulai ketakutan.

Mereka semakin mengutuk Orochimaru yang telah memperdayai mereka untuk menyerang Konoha.

"Lalu, apa kalian sudah mendengar kalau Gaara dikalahkan pada Invasi itu?" Pertanyaan itu dilayangkan oleh sang ketua.

"Apa?! Anda serius?" Tanya seorang anggota, dengar keterkejutan yang sama sekali tidak tertutupi di wajahnya.

Sang ketua mengangguk, "Aku serius, Temari sendiri yang melaporkan nya padaku."

Kabar ini membuat anggota-anggota Dewan tersebut semakin panik. Sungguh, jika senjata terkuat mereka dapat dikalahkan, apa yang bisa mereka lakukan untuk melawan Konoha? Dan ditambah dengan adanya 'The second Yellow flash' itu, mereka akan benar-benar hancur jika Konoha memutuskan untuk membalas dendam.

Satu tangan kemudian terangkat ke udara, "Jika boleh bertanya, siapakah yang mengalahkan Gaara?" Telinga yang mendengar ini segera berdiri, bersiap untuk mendengar.

Sang ketua tidak menjawab, melainkan mulai mencari sesuatu di antara tumpukan kertas yang ada di depan nya itu. Tidak berapa lama kemudian, ia menemukan apa yang ia cari. "Dari laporan yang Temari berikan, orang yang mengalahkan Gaara adalah seorang anak dari Ujian Chuunin. Nama nya adalah Uzumaki Naruto." Ujar nya. Ia mendengar beberapa tarikan nafas terkejut dari anggota-anggota Dewan tersebut.

"Uzumaki Naruto?" Tanya salah satu anggota.

Sebuah anggukan, "Apa kau mengenal nya?" Tanya nya.

"Tidak, hanya saja kontak ku mengatakan bahwa Jiraiya dari tiga Sannin mengangkat seorang murid pada tahun ini. Dan kalau tidak salah namanya, Uzumaki Naruto." Dewan berambut pirang itu menjawab.

Lagi, suara keterkejutan terdengar dari parang anggota. Jiraiya dari tiga Sannin, mengangkat seorang murid bukanlah hal yang biasa. Apalagi jika murid nya sebelumnya adalah Minato, Yondaime Hokage, yang merupakan salah satu Ninja terkuat yang pernah hidup. Mereka tidak dapat membayangkan akan jadi sekuat apa murid nya sekarang, apalagi setelah mengetahui umurnya yang masih tergolong muda.

Sang ketua mengangguk, ia kemudian melanjutkan. "Dalam laporannya, Temari mengatakan bahwa anak ini secara tiba-tiba muncul saat si Uchiha mulai terdesak oleh Gaara, yang sudah hampir berubah menjadi Ichibi. Anak itu mengalahkan Gaara dengan kombinasi, apa yang Temari sebut 'Bunshin super' dan Kenjutsu yang luar biasa kuat." Beberapa mata membulat ia hiraukan, "Lalu, saat Gaara akhirnya berubah sepenuhnya menjadi Ichibi, anak itu masih dapat mengalahkan nya. Dalam penjelasan Temari, anak itu memanggil 'katak-merah-sebesar-gunung' untuk mengalahkan nya."

Semua anggota Dewan Suna tersebut langsung mengerti apa yang dimaksud dengan 'katak-merah-sebesar-gunung' tersebut. Tidak salah lagi, yang dimaksud Temari adalah Gamabunta. Satu-satunya hewan Kuchiyose yang dapat mengimbangi Kyuubi, selain Bijuu lain nya.

Hal ini tentu saja membuat mereka menyadari sesuatu, bahwa anak itu telah dipercayai untuk menjadi salah satu pemanggil kaum katak untuk bertarung bersamanya. Dan jika hal itu benar, tidak diragukan lagi, Jiraiya pasti sangat mempercayai bahwa anak ini sangat kuat. Sehingga ia mempercayakan anak ini menjadi pemanggil hewan Kuchiyose terkuat yang pernah ada.

Fakta ini membuat mereka semakin panik.

"Aku tidak percaya Konoha selama ini menyimpan kartu AS nya." Gumam salah satu anggota, disambut dengan anggukan dari yang lain.

Sang ketua menghela nafas, "Mari kita singkirkan itu terlebih dahulu, hal pertama yang harus kita prioritaskan adalah; membuat Konoha percaya bahwa kita bukan merupakan musuh." Ujar nya.

"Tapi apa yang harus kita lakukan?"

Benar, semua nya telah mereka lakukan untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Konoha. Beruntungnya, Konoha dengan senang hati menerima semua itu. Dengan alasan bahwa Suna telah diperdayai oleh Orochimaru.

"Kurasa aku tahu apa yang harus kita lakukan," Semua kepala melihat ke arah seorang anggota Dewan yang terlihat lebih tua dari yang lian nya. "Kita harus menjodohkan salah satu Shinobi kita dengan salah satu Shinobi dari Konoha." Ujar nya, wajah nya datar sama sekali tidak menyiratkan emosi apapun.

Satu tangan menggebrak meja, "Apa?! Kita tidak mungkin melakukan itu."

"Benar, kita sama sekali tidak akan mendapatkan apa-apa jika melakukan itu!"

"Diam semuanya!" Sang ketua akhirnya menghentikan argument-argument tersebut.

"Hal yang terpenting bagi Desa, harus selalu kita utamakan. Dan sekarang, memperbaiki hubungan dengan Konoha adalah hal yang paling penting bagi Desa ini." Dia berhenti sejenak, "Untuk keuntungan, kita pikirkan nanti. Yang terpenting adalah itu. Jadi mau tidak mau, kita harus mau melakukan perjodohan ini."

"Benar," Yang memberikan usul ini kembali berbicara. "Tapi siapa yang akan kita jodohkan? Kita tidak boleh sembarangan memilih orang yang akan kita pilih. Orang ini harus lah kompeten, dan yang paling penting, dapat dipercaya." Ujar nya.

Perkataan itu disetujui oleh yang lain nya. Memang benar, jika mereka sembarangan memilih orang, kemungkinan dapat membuat Konoha murka. Dan mereka tidak mau hal itu sampai terjadi.

"Temari," Semua kepala melihat kearah sang ketua. "Temari lah yang cocok untuk pekerjaan ini."

Ketika melihat banyak yang akan protes, ia segera melanjutkan. "Sebelum kalian protes, aku sudah tahu. Aku tahu dia merupakan salah satu Genin terbaik yang dimiliki oleh Desa ini. Aku juga tahu, dia merupakan putri Kazekage kita." Dia berhenti sejenak, terlihat mencari kata-kata yang cocok. "Tapi karena itu lah, dia merupakan pilihan terbaik yang kita miliki. Konoha pasti telah mengetahui tentang asal-usul Temari, dan dengan begitu, mereka pasti menganggap kita serius, bukan hanya untuk menyelamatkan Desa kita yang sedang krisis ini." Ujar nya.

Mulut-mulut yang hampir terbuka tadi, segera menutup. Perkataan yang di sampaikan oleh sang Ketua memang benar adanya. Karena, biasanya perjodohan seperti ini memang hanya untuk menguntungkan salah satu pihak. Biasanya pihak yang mengusulkan rencana ini. Namun, dengan mereka memberikan Temari, yang merupakan salah satu Genin terbaik dan putri Kazekage mereka, Konoha pasti tidak akan berpikir, Suna hanya ingin mengambil keuntungan.

"Kalau begitu, kita akan menjodohkan Temari dengan bocah bernama Uzumaki Naruto itu." Dewan pirang, yang memberikan sedikit informasi tentang Naruto tadi, berkata.

Satu tangan terangkat, "Kenapa bukan Uchiha terakhir itu saja? Atau laki-laki dari klan-klan besar lain, seperti Hyuuga Atau Sarutobi mungkin. Kurasa itu lebih baik dibandingkan bocah itu." Komentarnya.

Dewan pirang itu menghela nafas, "Sekali lagi, ini untuk membuat Konoha percaya bahwa kita tidak hanya mencari keuntungan dari perjodohan ini." Ia berkata dengan tegas, "Jika memilih si Uchiha atau Hyuuga, Konoha bisa dipastikan tidak akan setuju dengan rencana ini. Mereka pasti beranggapan kita hanya ingin mendapat kan Doujutsu yang dimiliki kedua klan ini. " Ia menjelaskan.

"Benar, lagipula kalian sudah tahu kan seberapa kuat bocah Uzumaki ini?" Tanya Dewan tertua itu, anggukan menjadi jawaban. "Sekarang bayangkan, jika dia sekarang saja sudah sekuat itu, apa yang akan terjadi jika di besar nanti? Kemungkinan besar kita akan melihat kelahiran kedua dari Yondaime Hokage." Ujar nya dengan sebuah seringai.

"Dan dengan begitu, Konoha tidak akan bisa menggunakan bocah ini untuk melawan kita. Dan satu lagi, bisakah kalian bayangkan anak seperti apa yang akan dia dan Temari miliki?" Tambah Dewan pirang itu dengan sebuah seringai lebar.

Semua orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam. Sadar tidak sadar, membayangkan apa yang akan terjadi jika semua itu memang terjadi di masa depan nanti.

Sang ketua yang melihat tidak ada lagi argument yang akan dibicarakan segera angkat bicara. "Kalau begitu, sudah diputuskan. Kita akan menjodohkan Sabaku no Temari dengan Uzumaki Naruto." Ia mendeklarasikan dengan suara keras, "Aku akan memanggil Baki, untuk membawa berita ini kepada Sabaku bersaudara. Dan secepatnya kita akan memberitahukan Konoha tentang ini."

x-x-X-x-x

Raikage mengangkat alisnya. Begitu pula Asisten nya, Mabui.

Mereka bedua tahu, mungkin yang paling tahu, bahwa Kiyoshi Hirosuke adalah Shinobi paling pemalas di Kumogakure. Mungkin orang termalas di Kaminari no Kuni. Pria itu tidak akan mau datang ke Raikage Tower, kecuali di panggil oleh A sendiri. Hell, pria itu bahkan tidak akan bergerak satu hari penuh karena terlalu malas.

Jadi, merupakan hal wajar bagi mereka untuk heran ketika, Kiyoshi secara tiba-tiba datang ke Raikage Tower suatu hari dengan cara menendang pintu masuk hingga lepas.

Raikage dan Mabui sedikit berkeringan jatuh, saat melihat kedua Ninja penjaga pintu itu terkapar tidak berdaya. Tidak salah lagi, mereka pasti terkena tendangan dahsyat itu.

"Apa mak–"

"RAIKAGE!"

Sang Raikage naik pitam.

"JANGAN BERTERIAK DI RUANGANKU, BODOH!"

"SIAPA YANG BERTERIAK?! DAN SIAPA YANG KAU BILANG BODOH, HAH?!"

"TENTU SAJA KAU BODOH! SIAPA LAGI YANG BERTERIAK DI SINI?!"

"KAU JUGA BERTERIAK!"

"KAU LEBIH BESAR!"

"TIDAK, KAU!"

"KAU!"

"KALIAN BERDUA! BISA DIAM TIDAK?!"

x-x-X-x-x

A dan Kiyoshi menggosok kepala mereka yang benjol sembari meringis. Memang tidak salah Mabui mendapat julukan sebagai 'Sadistic Queen', karena dia memang akan melakukan hal sadis jika sudah kesal. Dalam hati, A dan Kiyoshi berjanji tidak akan melakukan hal bodoh di depan si sadis itu lagi.

Mabui berdehem sedikit untuk menarik perhatian, "Jadi, untuk apa kau kemari Kiyoshi? Jujur saja, bahkan aku terkejut melihat mu malakukan hal seperti tadi."

Raikage mengangguk, "Benar, rasanya tadi itu bukan kau sama sekali. Apa kau tadi dirasuki oleh setan? Dan kalau boleh tahu, setan apa tadi?" Pertanyaan itu berbanding terbalik dengan wajah nya yang entah kenapa bisa se-serius itu.

Mabui menjitaknya, "Mohon berhenti main-main, Raikage-sama." Ujar nya dengan wajah datar.

Sungguh, ia akan menjadi lebih gila jika terus berinteraksi dengan kedua orang ini, apa lagi jika ditambah dengan Bee. Lebih gila, karena ia memang sudah gila karena orang-orang gila ini.

"Baik lah, sekarang serius. Untuk apa kau kesini, Kiyoshi?" Tanya Raikage.

Kiyoshi membuat wajah merajuk yang diimut-imutkan, namun tidak berhasil. "Awwwww, apa aku tidak boleh melihat Mabui-chanku yang cantik?" Tanya nya.

Sebuah kursi cukup besar melayang. Beruntungnya, Kiyoshi masih dapat menghindar.

"Baik-baik, kali ini serius." Ujar nya, "Raikage, apa kau ingat, kau pernah memberi misi kepadaku untuk mencari bakat baru di Konoha, sebelum akau pergi?" Tanya nya.

Raikage mengangguk, "Apa ada yang cukup kuat menurutmu?"

"Tidak, mereka semua payah."

Raikage dan Mabui keringat jatuh.

"Tapi…." Raikage melihat wajah Kiyoshi yang entah kenapa tersenyum, "Aku menemukan yang lebih baik dari kuat. Aku menemukan anak yang luar biasa." Ucap nya dengan semangat.

Walupun pemalas, Kiyoshi merupakan salah satu Ninja terkuat dan paling dihormati di seluruh Kumogakure. Jadi akan sulit sekali untuk membuat pria ini tertarik atau terkesan, terakhir kali Kiyoshi tertarik dan mau melatih adalah pada bocah bernama Darui.

Jadi, wajar bila Raikage dan Mabui bertanya-tanya apa yang bisa membuat Kiyoshi sangat tertarik seperti ini.

"Detail nya panjang, jadi aku akan ceritakan itu nanti." Ujar Kiyoshi. "Namun yang pasti, anak ini sangat, sangat kuat. Aku punya firasat anak ini bahkan bisa melebihi Yondaime Hokage."

Raikage terlihat lebih tertarik lagi saat nama rival abadinya itu diucapkan. Di sampingnya, Mabui mendesah. Laki-laki memang begitu.

"Karena itu, aku mau bocah ini dimasukkan ke dalam buku itu." Raikage yang mengerti maksud dari Kiyoshi hanya mengangguk. "Dan aku mau anak ini di klasifikasikan sebagai kelas 'A'." Ujar nya.

"Apa itu tidak berlebihan, Kiyoshi?" Tanya Mabui.

Pria itu menggeleng, "Tidak, itu tidak berlebihan saat kau tahu apa yang bocah ini lakukan." Pria itu kembali menatap Raikage. "Dan aku mau anak ini diberi nama….

x-x-X-x-x

"Jadi … untuk apa kau memanggilku ke sini?" Tanya Jiraiya.

Tidak berapa lama sebelumnya, Jiraiya sedang melakukan 'research' milik nya. Namun, secara tiba-tiba Bunshi dari Naruto datang dan memintanya untuk datang bersama Bunshi tersebut. Tentu saja awal nya ia menolak, namun itu tidak bertahan lama. Karena Naruto segera menggunakan 'Sexy no Jutsu' milik nya. Yang membuat Jiraiya segera setuju, dengan satu kondisi. Yaitu, Naruto harus menunjukan Jutsu itu lagi pada nya.

Dan di sinilah Jiraiya sekarang, duduk di jendela menghadap Naruto, yang duduk di ranjang rumah sakit tersebut.

"Sebelum itu, apa Dewan sudah memilih Hokage selanjutnya?" Tanya Naruto.

Jiraiya menggeleng, "Belum, namun kurasa tidak lama lagi mereka akan memutuskan." Ujar nya.

Walaupun begitu Jiraiya sebenarnya, sudah tahu siapa yang akan dipilih oleh Dewan untuk menjadi Hokage. Namun, jika itu memang terjadi, ia akan langsung menolak. Bagimana pun, ia punya tugas lain, yang jauh lebih penting.

"Kalau begitu, aku punya proposal yang aku ingin ajukan padamu." UNaruto berkata.

Jiraiya menaikkan alisnya, tidak biasanya Naruto berkata begitu. Biasanya, jika Naruto menginginkan sesuatu dari nya, bocah itu akan langsung mengatakan. Tanpa mengatakan hal seperti ini. Ini membuat dirinya merasakan firasat buruk.

"Oh? Dan apa itu?" Ia bertanya.

Naruto hanya diam, tidak membalasnya. Namun, mata Naruto terus menatap mata nya dengan tatapan yang aneh, menurut nya.

"Aku ingin kau menjadi Hokage."

xXxXxXxXxXx

Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan, tapi yang pasti adalah, MAAF.

Sungguh, saya benar-benar meminta maaf atas keterlambatan saya untuk update. Sebenarnya, saya ingin cepat-cepat update. Namun, sial nya, saya kehilangan ide. Anda bisa bilang saya terkena WB.

Sial nya lagi, saat saya kembali mendapatkan ide, itu adalah saat saya sedang merenung di dalam Ujian. Yeah, Ujian.

Jadi, saya sungguh-sungguh minta maaf.

Lalu, terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada anda-anda sekalian yang sudah mau membaca,me-riview, dan mem-fav/fol. Terima kasih.

Saya hanya berharap, Chapter kali ini dapat membayar semua kesalahan saya pada anda-anda sekalian.

Sekian dan Terima kasih.

RnR?

Silver M.