Acute (Chapter 2)
"Hah!Apa-apaan ini?!"
"Mereka seenaknya saja berdua di depan gerbang kampus?" Batin Miku yang merasa tak percaya.
"Arrrgghh... rasaya, aku ingin membunuhnya." Batin Miku yang sudah tak karuan.
Lalu, Miku berjalan menuju gerbang kampus itu, tanpa melihat menganggap mereka adalah angin yang berhembus dan pergi menjauh dari hadapannya.
Miku hanya sekedar melewati mereka dan berjalan menjauhi rasa iri kepada Luka, Miku berniat ingin membunuhnya.
Setiap malam pukul 22.00, Miku selalu pergi ke Cafe untuk menenangkan , bukannya untuk menenangkan diri, melainkan Miku selalu diganggu oleh Kaito yang hampir sering mengunjungi Cafe itu untuk benci seperti dihina, Miku hanya duduk diam sambil menikmati secangkir teh hangat.
Lalu, tiba-tiba Kaito datang ke Cafe seperti merasa kesal mencoba mengalihkan , itu mengetahui Miku yang sedang duduk menyendiri di tempat menghampir Miku dan berkata "Hai biasa, kau selalu duduk di tempat ini." Kata Kaito sambil duduk yang semeja dengan Miku.
"Kenapa kamu kesini?" Tanya Miku dingin.
"Seperti ingin mengobrol denganmu saja."
"Tidak adakah orang lain yang bisa kau ajak ngobrol?"
"Kau aku ingin mengobrol seperti teman yang tak bisa ditandingi oleh orang lain." Kata Kaito sambil memandangi lingkungan yang berada di luar jendela.
"Kalau begitu..." Kata Miku sambil bangkit dari kursinya."Apa kamu sudah punya orang lain?" Tanya Miku sambil mendekati Kaito.
"Apa maksudmu?"Tanya Kaito bingung.
"Tak perkataanku tadi."Kata Miku sambil membawa tas kecilnya dan pergi dari Cafe itu.
Setelah Miku keluar dari Cafe.
"Apa maksudnya sudah punya orang lain?.Jangan-jangan..." Batin Kaito sekaligus terkejut.
Miku berjalan menuju , tiba-tiba ia melihat Luka tepat yang menyadari ada Miku, langsung menolehnya dan menyapanya.
"Hai Miku!" Sapa Luka dengan senyum manisnya.
"Hai."."Kamu itu enak, ya?" Gumam Miku.
"Kamu ngomong apa?"
"Tidak -ngomong, kenapa kamu ada disini?Apa kamu tidak pulang?"
"Seperti mengkhawatirkanku, ya?"
"Siapa yang... " Kata Miku kesal.
"Mengkhawatirkanku, kan?" Tebak Luka.
"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Miku penasaran.
"Aku menunggu seseorang."
"Seseorang?" Batin Miku.
Luka melihat jam tangannya."Sudah pukul 21. dimana ya?" Kata Luka sambil , ketika ia melihat seseorang yang berada dibelakang Miku, ia berkata "Itu dia!" sambil yang penasaran, ikut menengok ke , seseorang itu, maksudnya adalah, Kaito.
Luka berlari-lari menghampiri Kaito dam berbincang-bincang merasa kesal jika mereka berpikir panjang, hawa kegelapan Miku pun muncul.
Ketika di kampus, Miku duduk di kelas dekat dengan jendela sambil melihat , Luka menghampirnya dan berkata, "Hai Miku!Kamu mau ikut festival?" Tanya Luka sambil tersenyum.
"Buat apa?"Kata Miku yang tak peduli.
"Kita bisa lihat cowok-cowok keren, lho!Sangat disayangkan jika kamu tidak ikut ke festival."
"Mungkin ini akan lebih aku bisa melupakan Kaito." Pikir Miku dalam hati." ikut." Kata Miku memutuskan.
Ketika di festival, Miku dan Luka berjalan-jalan berdua sambil berkeliling melihat-lihat , mereka pun melanjutkan perjalan, untuk , setelah melihat-lihat, Luka mengajak Miku ke suatu tempat di sebuah pemandangan yang sangat orang-orang yang berkunjung ke tempat -orang sedang melihat keindahan langit yang diterangi oleh cahaya-cahaya yang tertakjub melihat kembang api teringat dengan masa kecilnya yang ingin melihat kembang api , sekarang bukan bertiga yang melihat kembang api , mereka hanya merasa kecewa pada saat itu.
"Kenapa Miku?"Tanya Luka tadi, Luka melihat Miku menampakkan rasa kekecewaanya ketika melihat kembang api.
" apa-apa." Jawab Miku sambil menunduk.
Lalu, setelah melihat hanabi, Luka mengajak Miku di suatu tempat, mereka tiba di hotel kamar 219, Luka mengajak Miku untuk masuk kedalam kamar , mereka berdua pun masuk.
Setelah masuk, Miku melihat seorang perempuan dengan rambut panjang sedang melihat pemandangan malam yang sangat hanya penasaran pada orang , karena lampunya mati, maka Miku tak bisa , ketika seorang perempuan itu menoleh tak bisa Miku lihat karena wajah orang itu tertutup kain hitam.
"Siapa orang itu?" Tanya Miku kepada Luka.
