Acute (Chapter 3)

"Siapa orang itu?" Tanya Miku kepada Luka.

Luka tak menjawab pertanyaan Miku hanya menghampiri perempuan yang duduk sambil mengarah kearah memegang baju perempuan tadi dan - baju perempuan itu, Luka memegang kepala perempuan itu dan menarik rambut perempuan , jika dilihat dari hasilnya, seoserang itu bukanlah seorang seorang terkejut melihat , Luka pun - bajunya berdua tampak seperti bermesraan berdua di hadapan Miku.

Miku merasa kesal bertanya pada seorang lelaki itu, "Kamu!Kaito, kan!?" Tanya Miku dengan kesal.

"BINGGO!" Jawab Luka.

"Kalau gitu, kenapa kalian mengajakku ke dalam kamar ini untuk melihat kalian bermesraan berdua dihadapanku?Sungguh menjijikkan!" Kata Miku kesal dan marah.

"Bagaimana kamu bisa melihatnya?" Tanya Kaito.

"Jendela itu terbuka, kan?Bukankah itu pengganti lampu karena cahaya lampu dari kendaraan,jalanan, dan rumah-rumah yang lain?"Tanya Miku kesal sekaligus hampir mengeluarkan air mata.

"Kalau gitu, akan kututup kaca ini." Kata Kaito sambil menutupi kaca jendela.

Miku memegang tangan Luka dan mengajak Luka keluar dari kamar ini.

"Cepatlah Luka." Ajak Miku sambil menarik tangan Luka keluar dari kamarnya Kaito.

Lalu, pada akhirnya, mereka selamat keluar dari kamarnya keluar, Miku berkata pada Luka, "Luka-san, lebih baik aku akan mengantarkanmu pulang."."Terima kasih." Kata Luka sambil tersenyum.

Keesokan harinya, ketika Miku berada di Cafe, seperti biasa Kaito selalu mengunjungi Cafe merasa kesal yang selebih-lebihnya karena kemarin Kaito melakukan hal-hal yang negatif terhadap Kaito menghampiri Miku dan duduk bersama Miku, Miku langsung bertanya, "Apa yang kamu lakukan disini?!".

"Seperti biasa, ingin mengobrol denganmu."

"Buat apa kau mengobrol kamu sudah punya orang lain."

"Aku tidak punya siapa-siapa."

"Apanya tidak punya siapa-siapa?Bukankah kamu mengajak Luka masuk kedalam kamar berduaan?"

" tidak pernah mengajak satu orangpun kedalam kamu karena aku yang ajak."

"Jadi siapa orang itu?"

"Orang itu?"

" , Luka dan orang itu bermesraan berdua di dalam sebuah kamar hotel."

"Kapan kamu melihat mereka?"

"Kemarin."

"Kamar no berapa dan apa nama hotelnya?"

" Vocaloids."

Tanpa berpikir panjang, Kaito langsung bergegas pergi ke hotel itu."Tunggu!Kamu mau kemana?!" Teriak Miku yang masih didalam Cafe.

"Aku ingin mencari tahu tentang orang itu."

"Apa jangan-jangan, kamu menyukai Luka?"

Seketika, Kaito diam sekaligus terkejut dari pertanyaan Miku tadi.