Acute (Epilog)

"Apa jangan-jangan, kamu menyukai Luka?" Tanya Miku penasaran.

Kaito hanya bisa diam tanpa menjawab pertanyaan Miku tadi.

"Jangan pergi." Kata Miku yang hampir menangis.

Kaito terkejut.

"Kumohon, jangan pergi, Kaito, kun." Kata Miku sambil memeluk Kaito dari belakang.

Kaito hanya bisa diam seperti es yang membeku.

"Kumohon, ... apa kamu ingin mengejar perempuan itu karena dia sudah punya yang lain? Hiks..." Tanya Miku sambil terisak.

"Maaf, lebih menyukainya dari yang Miku, chan."Kata Kaito sambil melepaskan tangan Miku yang memeluk Kaito tadi dan langsung bergegas pergi ke hotel itu.

"Luka itu, enak ya." Gumam Miku.

Kaito pun berlari-lari menuju hotel itu untuk bertemu dengan orang penasaran dengan orang takut kalau itu adalah kembarannya.

Sesampainya di hotel kamar 219, Kaito mengetok pintu , pintu itu dibukakan oleh kesal, Kaito langsung memukul orang yang membukakan pintu ! Orang itu terjatuh sambil memegang pipinya.

"Ternyata ."

Kaito langsung memegang leher Akaito sambil berkata, "Apa yang telah kau lakukan pada Luka?!"

Akaito tidak menjawab hanya diam dengan raut wajah , tiba-tiba Luka muncul dihadapan Kaito yang sedang memegang leher merasa senang dan mengatakan pada Kaito, "Kaito, -long aku." Kata Luka terisak.

Kaito tidak tahu apa yang sedang , karena Luka yang meminta untuk menyelamatkannya, maka Kaito pun menolong Luka keluar dari kamar keluar dari kamar Akaito sang langsung memeluk Luka.

"Luka, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Kaito khawatir.

"Aku, tidak apa-apa." Kata Luka sambil melepaskan pelukannya dengan Kaito.

"Kaito, lebih baik kita tidak usah berhubugan sebagai teman ataupun sahabat, ya." Kata Luka yang menangis sambil pergi meninggalkan Kaito sendirian.

Kaito tidak tahu apa yang hanya terkejut dengan perkataan Luka , keesokan harinya, Kaito pergi lagi ke Cafe untuk bertemu dengan Miku dan mengobrol tentang kejadian hanya menganggap biasa-biasa hanya menikmati secangkir teh panas untuk menghangatkan dirinya dari cuaca yang dingin ini.

" kamu menjawab seperti itu?"

"Kaito!Apa kamu tidak tahu kalau aku menyukaimu lebih dari siapapun?" Kata Miku sambil menangis.

"Tapi, aku tidak hanya menganggapmu sebagai teman curhatku." Kata Kaito dingin.

"Jadi, kamu tidak tahu kalau kita berteman sejak kecil?"

"Aku ingin sekarang aku ingin menempuh hidup begitu, ini pertemuan terakhir jumpa, Miku."

Miku sangat kesal karena Kaito langsung menolaknya dengan cara tahu kalau Kaito seperti itu karena ia cemburu dengan Akaito yang sudah pernah menyentuh Luka dengan tangannya , dengan tampang menyerah, Miku mengejar Kaito dan memeluknya dari , tiba-tiba pelukan itu, ditolak oleh Kaito.

Miku terkejut dengan perbuatan Kaito begitu, Miku berniat untuk mengikuti Kaito hingga Kaito menjadi , ketika Kaito sudah pergi dari Cafe yang pernah ia kunjungi, selanjutnya ia pergi ke langsung mengikutinya karena ia ingin Kaito berada dipelukannya.

Lalu, sesampainya di Bar, Kaito melihat Luka sedang duduk sendiri di meja menghampirinya dan yang melihat kejadian itu, langsung mencoba untuk menelepon Kaito, "Kaito, kamu ada dimana sekarang?" Tanya Miku lewat telepon.

"Aku ada di rumah."

Tit!

Telepon itu langsung dimatikan oleh malah bertambah tak menyangka bahwa Kaito orang yang ia percayai berbohong padanya karena hanya untuk melakukan hal ini kepada tahu kalau Luka sebenarnya memendamkan rasa sukanya pada , Luka tidak suka dengan orang yang suka melakukan berhubungan diluar bergitu, Miku meminjam barang kepada seseorang dan bertemu dengan Miku sudah menghampiri mereka, dengan rasa kesal yang sangat besar, Miku langusng menancapkan pisau ke punggung terkejut, karena Kaito dibunuh tepat kesal Luka terhadap Miku ternyata lebih besar, dibandingkan dengan rasa kesal terhadap Akaito yang telah memperlakukan hubungan dengannya diluar batas.

"Apa yang kau lakukan, Miku?!"Tanya Luka dengan kesal.

"Aku aku tidak ingin ia hidup bahagia denganmu."

"Apa kamu tidak sakitku yang telah kau lakukan tadi terhadapnya?"

"Aku aku mengalaminya."

Luka terkejut.

"Rasa sakitku lebih besar, karena kau telah melakukan hubungan dengannya tepat dihadapanku tadi."

"Maksudmu kau cemburu, gitu?"Tebak Luka.

"Aku hanya membagikan rasa sakitku kamu telah membuat rasa sakitku muncul di dalam hatiku."

"Dasar Miku, BODOH!" Kata Luka kesal sambil menancapkan pisau yang tadi dipunggung Kaito ke perut Miku.

"Asal kamu tahu, orang pertama yang telah berbuat seperti ini padaku karena masalah cinta yang tak terbalas." Kata Luka sambil menahan nangis dan pergi dari tempat Bar.