CHAPTER 2

Dia..

Don't like ya Don't read..

Warning : typo(s),jelek,dan abal-abal.

Tapi inilah karya nyata saya dan ini bukan plagiat..

Oke..Have a nice read hehehehe

Sakura pun pergi mengendarai mobil hitamnya dengan tujuan kesebuah rumah makan sederhana yang cukup terkenal akan kelezatan masakannya.

Mobilnya melaju dengan kecepatan yang biasa,cukup aman untuk melintas di jalan yang lumayan sedikit kendaraan melaju di dalamnya.

Sakura mengendarai mobilnya dengan konsentrasi,tapi tiba-tiba..BRAAKKK!..ada kecelakaan yang terjadi kurang lebih 8 meter dari posisi pun menghentikan mobilnya,terkejut dengan apa yang yang terjadi karena sebuah sepeda motor yang melaju tiba-tiba dihadapan sebuah mobil sedan yang cukup mewah yang mengakibatkan mobil sedan mewah tersebut melaju miring kearah pembatas jalan tanpa sempat menghentikan laju dalam mobil itu keluar sosok manusia yang kemudian jatuh tak sadarkan di pinggir jalan.

Sakura pun bergegas menuju lokasi kecelakaan dengan mobilnya secara perlahan dan keluar melihat apa yang sebenarnya terjadi Sakura melihat seorang pengendara dari motor yang melintas tadi yang juga terjatuh bersama motornya yang oleng namun kondisinya tak separah kondisi sedan mewah itu dan pengemudinya berteriak kepada orang-orang yang berdatangan sambil mendekati sosok tubuh,seorang pria berbalut tuxedo yang terkapar di pinggir jalan tanpa mempedulikan kondisi motornya yang teronggok di sisi jalan lain..dapat dipastikan bahwa sosok tubuh yang di kerumuni orang-orang adalah pengendara mobil tersebut.

Tanpa pikir panjang lagi,Sakura melewati kerumunan orang yang berdatangan ke tempat kejadian dan berusaha menerobos kerumunan orang yang semakin bertambah saja yang membuat tempat tersebut sesak dan susah untuk di pun mengambil ponselnya di saku celananya dan menelepon seseorang.

"Halo Konoha hospital,ini dokter haruno..tolong kirimkan ambulan ke perempatan kedua di arah jalan masuk Rumah sakit,terjadi kecelakaan disini,serta siapkan semua peralatannya,Cepat!"

Dengan usaha yang lumayan keras,sakura pun dapat melawati kerumunan orang dan berdiri tepat dihadapan dua orang yang menjadi pelaku dan korban kecelakaan ini.

"TOLONG!..SIAPA SAJA!..AMBULAN!..PANGGILKAN AMBULAN!..HUBUNGI RUMAH SAKIT!",teriak seorang pemuda berpakaian sekolah yang di balut dengan jaket berwarna coklat senada dengan celana seragamnya dengan nada panik dan ketakutan kepada kerumunan orang.

"JANGAN ADA YANG MEMINDAHKAN DIA DARI POSISINYA!"perintah sakura atau lebih tepatnya teriak sakura pada orang-orang serta pada pemuda yang berteriak tadi saat Sakura melihat mereka yang mencoba memegang dan memindahkan korban tersebut.

Semua orang yang berada disana termasuk pemuda sekolahan tersebut terkejut dan mereka melihat Sakura dengan pandangan penuh mengerti akan arti dari tatapan mereka sakura pun menjelaskan maksudnya.

"Saya ini seorang dokter,jadi anda semua tolong jangan ada yang memindahkan korban karna itu akan berdampak buruk apabila ada bagian dari tulangnya yang retak atau patah,saya sudah menelepon pihak rumah sakit dan kau anak sekolahan..berhentilah berteriak dan ikut kami kerumah sakit untuk merawat lukamu!",ucap Sakura dengan nada lebih tenang namun masih dapat di dengar oleh semua orang yang berada disana".

Sakura pun melihat korban yang kini kepalanya di banjiri oleh pun menyibakkan helaian rambu bagian depan atau lebih tepatnya poni panjang korban yang menghalagi Sakura melihat keseluruhan dari wajah pria yang menjadi korban kecelakaan terkejutnya Sakura begitu melihat siapa korban tersebut.

'Dia..'

Saat Sakura mengamati wajah korban tersebut,tiba-tiba tubuh sang korban bergerak-gerak kecil sepertinya dia mencoba mengumpulkan Sakura lihat,dia mencoba membuka kedua matanya dan dia memfokuskan penglihatannya.

"Saku..ra..",ucap korban tersebut lemah dan kemudian ia kembali tak sadarkan diri,meninggalkan sakura yang terduduk dengan wajah tegang di sampingnya.

Pemuda sekolahan yang berada didekat Sakura pun bingung dengan sikap Sakura dan mencoba memanggilnya."Dokter..dokter!..",panggil pemuda Sakura seperti tak sadar akan posisinya,dan Sakura pun kembali tersadar saat suara sirine ambulan terdengar pun,Sakura dan dua orang terkait dalam kecelakaan ini serta pihak rumah sakit yang datang,pergi ke rumah sakit tempat Sakura bekerja dan meninggalkan tempat kejadian dan kerumunan orang serta dua kendaraan milik korban dan pelaku dalam kecelakaan ini pada pihak kepolisian yang telah hadir ke lokasi untuk mengamankan area kecelakaan tersebut serta mengumpulkan informasi yang berkaitan.

"Kalian pergilah bersama korban itu dengan ambulan,biar saya pergi dengan anak sekolahan ini dengan mobil,sepertinya dia shock melihat korban itu",ucap Sakura."dan kau..-tunjuk sakura pada anak sekolah itu-..ikut denganku dan tak ada penolakan",tegas Sakura.

"Ha..ha'i ",jawab anak sekolahan itu dengan terbata.

Di lain pihak…

"haduhh..Saku kau lama,sebenarnya kau kemana sih?"keluh seorang pemuda beriris saphire bersurai pirang."kenapa teleponku ga dijawab..hufftt….apa dia ga datang ya?ck..menyebalkan!",racau pemuda pirang itu panggil saja dia bosan,Naruto pun mengirimkan SMS pada sakura,'ne..saku,aku makan diluan,kalau memang kau masih lama,lebih baik ga usah datang soalnya sehabis makan aku langsung pulang..tenang aja..aku ga marah kok..'.

"Nah sudah beres,ha~..oJi-san!ramen pedasnya satu ya.."teriak naruto pada pejual disana.

Tbc..

Thanks for your review Desy...