CHAPTER 4
Kau tidak sendirian..
Konoha Hospital
Setelah memastikan keadaan sasuke di UGD,Sakura pun masuk ke dalam ruangan kerjanya,ia pun mendudukan dirinya di kursinya dan mengangkat gagang telepon diruangan kerjanya dan menekan tombolnya.
"suster,tolong pindahkan korban kecelakaan yang berada di UGD atas nama Uchiha Sasuke ke ruangan inap dan bawa laporan kesehatan milik uchiha-san,dan juga milik anak sekolahan yang ikut bersama dengan kami tadi",perintah Sakura pada seorang suster diseberang telepon."baik dokter",balas suster tersebut.
Tak lama kemudian,terdengarlah bunyi ketukan pada pintu ruang kerja Sakura."masuk",perintah Sakura dan suster itu pun masuk sambil membawa dua buah map yang di pegangnya di tangan kanannya.
"ini data-datanya dokter",kata suster tersebut sambil menyerahkan map-map tersebut pada sakura.
"oh ya suster,bagaimana keadaan anak sekolahan itu?",tanya Sakura.
"hemm..ia..anak itu ternyata seorang perempuan dok,namanya Sesame Fuma,pada saat kecelakaan itu dia memakai wig,keadaan fisiknya tidak terlalu parah namun harus tetap di rawat dengan baik,terdapat luka kecil pada bagian pelipis kirinya,lalu lengannya yang terkilir dan bagian sendinya di lutut kanannya yang salah tempat atau bergeser,mungkin awalnya tidak begitu keadaannya,bagian sendinya jadi berpindah mungkin karena dia memaksakan dirinya berlari padahal kakinya tak memungkinkan dirinya untuk berlari,mungkin itulah penyebab kondisinya sekarang yang harus di rawat inap,yang di perparah lagi dengan traumanya karna kecelakaan ini dok,dalam map itu sudah tertera data pribadinya,oh ya Dok dia dirawat di kamar 206 disamping ruangan inap uchiha-san diruangan 205 ",jawab suster itu pada Sakura.
Sakura tersenyum."Seperti biasa suster Amaru..kau sangat detail..baiklah saya akan keruangan mereka sebentar lagi,jika ada orang yang datang menemui saya,tolong antarkan ke ruangan saya,saya mau melihat data-data ini sebentar",ujar Sakura.
"baik Dokter",jawab Amaru sambil tersenyum,siapa yang tidak tersenyum saat usahamu di puji oleh dokter hebat seperti suster Amaru keluar dari ruangan Sakura,Sakura lantas membaca isi map tersebut dengan teliti,dimulai dari milik Sasuke sampai data-data pribadi Sesame fuma.
"Hooaaammmm!ngantuk lapar lagi...aku harus keluar mendinginkan otak!",racau Sakura.
Sakura pun keluar dari kantornya dan berjalan menuju kantin rumah sakit,saat di perjalanan menuju kantin banyak yang menyapanya,baik itu suster-suster yang sedang ada jam malam,maupun keluarga dari pasiennya,yang di balasnya dengan anggukan,senyum manis,atau ucapan 'ya'.
Sesampainya sakura di kantin dia pun membeli 2 roti dengan selai strawberry dan teh hangat dalam cup dan setelah membayar itu semua Sakura pun kembali ke ruangan kerjanya dan melahap makanannya dan menandaskan minumannya.'Yah..paling nggak bisa nge-ganjal ini perut',Sakura selesai dengan makanan dan minumannya dia pun beranjak dari ruangannya menuju ruangan kedua pasien barunya hari ini.
"tok…tok..tok…",sakura pun mengetuk pintu sebuah kamar,kamar yang bernomor pun masuk kedalam ruangan tersebut."belum ada yang datang ya",gumam Sakura.
Sakura pun menutup pintunya dan mendekat kearah pasien dan berdiri tepat di samping kanan pasien tersebut dan melihat pasien yang terlihat sangat tak sehat karna mukanya yang pucat dengan luka lecet di pipi kanan yang di plester,dahi yang di perban dengan sedikit noda darah dan anti-septiknya yang berwarna oranye,lengan kanan yang di gips,kaki kanan yang di perban,selang infuse yang jarumnya tertancap di punggung tangan sebelah kiri dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Sasuke Uchiha,orang yang dingin dan arogan,menganggap semuanya tidak penting selain ambisinya,tega melukai orang-orang yang menghalagi jalannya bahkan orang yang dekat dengannya..-menghela nafas sejenak-..termasuk 'sahabat'nya sendiri..-tambah sakura dengan menekankan kata 'sahabat'-..,kenapa harus aku yang jadi Doktermu?",ujar Sakura dengan nada rendah pada Sasuke yang kondisinya tak memungkinkan untuk membalas ucapan Sakura.
Sakura pun lantas memeriksa kondisi Sasuke,dan setelah memastikan bahwa kondisi Sasuke memang telah di rawat dengan baik oleh para perawat,Sakura pun keluar dari ruangan Sasuke dan masuk ke ruangan 206.
"Bagaimana keadaanmu,Sesame?",tanya Sakura pada seorang perempuan remaja yang memakai baju pasien diatas tempat tidur dengan ramah.
"a..aku..aku…hiks..-gadis itu menangis inisiatifnya Sakura mendekat dan mengusap kepala gadis itu dengan lembut,seperti seorang ibu yang menenangkan anaknya yang ketakutan karna mendengar suara petir.
"ssshh..sudah..tidak apa-apa..semua akan baik-baik saja..aku ada disini..kau tidak sendirian kok..",ujar Sakura dengan lembut dan penuh sabar sambil mengusap-usap kepala Sesame,kontras sekali dengan caranya di kamar sebelah.
Karena perlakuan Sakura yang seperti itu,Sesame pun memeluk Sakura dengan tak menampik atau pun menolak perlakuan Sesame,dia malah membalas pelukan Sesame seakan-akan melindungi Sesame dari bahaya yang mengancamnya.
"aku..aku pembunuh..hiks..hiks..kakak itu berdarah..banyak sekali",racau Sesame.
"bukan..kau bukan pembunuh,kak Sasuke masih hidup kok,dia sedang istirahat,dan kau juga harus istirahat,oke..",balas Sakura.
"hiks..tapi,kalau kak Sasuke itu mati seperti Arashi-nii bagaimana..hiks..",ujar ! Sakura terkejut.'jadi karena ini,dia trauma karena kakaknya',batin Sakura.
"tidak!..Kakak itu tidak akan mati..aku akan berusaha menolongnya,jadi sekarang tidurlah supaya kau cepat sembuh.."janji Sakura sambil pun bahkan terkejut bahwa ia baru saja berjanji menyelamatkan Sasuke tapi sudah terlanjur janji jadi yah..harus di pun melepaskan pelukan itu dan memposisikan Sesame berbaring diatas kasur.
"arigatou Dokter",ucap Sesame.
"sama-sama,jangan lupa berdoa ya",balas Sakura yang dibalas anggukan oleh Sesame yang sekarang sudah lebih tenang.
'begitu ya..terimakasih Sakura,kau memang berhati lembut'batin seorang lelaki bermata oniks berambut hitam panjang dikucir satu pada Uchiha,yang sedari tadi mendengarkan percakapan Sakura dengan seorang pasien yang diketahui Itachi sebagai seseorang yang terkait pada kecelakaan yang menimpa adiknya dengan perasaan yang bercampur aduk antara marah,sedih,iba,dan lega bercampur jadi satu,tak terdefinisikan.
Itachi pun pergi dari depan pintu itu dan masuk keruangan adik kesayangannya,karna sejak ia sampai didekat kamar adiknya dia mendengar suara tangisan dan teriakan yang terdengar dari kamar sebelah yang pintunya tak tertutup dengan rapat yang membuat Itachi menahan posisinya,dan mendengarkan percakapan bahkan melihat siapa yang berbicara didalam sana melalui celah pintu,dimana ia tau kalau salah seorang dalam percakapan itu adalah seorang Sakura Haruno yang hubungannya merupakan penanggung jawab adiknya bahkan mungkin juga lebih dari itu dalam pikiran Itachi.
'Cklek',suara pintu yang ditutup Itachi dengan lantas mendekat ke arah Sasuke,sama seperti posisi Sakura saat visit ke kamar Sasuke."ototou..",lirih Itachi saat melihat bagaimana kondisi kau melihat mimik muka Itachi dengan lebih teliti saat ini,maka kau akan dapat melihat ada genangan air mata di permata oniksnya itu.
Tbc..
Thanks for read..
Agezia : heheehe..di usahain yo..
hanazono yuri :hahaha..yang sabar atuh..ku usahain ya….
