CHAPTER 5
Kau beruntung Sasuke..
Back to Sakura..
"baiklah Sesame, saya permisi dulu ya.. saya akan datang besok.. istirahatlah", ucap Sakura pada Sesame yang tengah berbaring.
"ia.. baiklah Dokter…", balas itu Sakura pun keluar dari ruangan Sesame dan menutup pintunya, sebelum benar-benar beranjak pulang Sakura menoleh ke kamar sebelah, kamar Sasuke. Setelah itu sakura beranjak dari posisinya dan pulang kerumah.
"aduh! Apa Sakura-chan masih disini ya? Itu mobil juga kok bisalah bensinnya abis, ck..", gerutu Naruto sambil berjalan ke arah meja yang di sana ada 2 resepsionis dengan wajah kusut sambil meninting sebuah kantung plastik putih ukuran sedang.
"lihat, ada cowok ganteng tuh keren lagi", bisik seorang pegawai wanita kepada temannya sambil melihat Naruto dengan mata berbinar-binar.
"mana?", tanya temannya.
"itu yang rambut pirang..-tunjuk wanita pertama-..ada untungnya juga hari ini dapat jam malam hahahha", tawa wanita pertama yang disambut cengiran dari temannya. Naruto pun sampai ke meja resepsionis menjadi bingung melihat 2 resepsionis itu cekikikan.
'gila kali ya', batin Naruto Naruto, padahal itu gara-gara dia -_-".
"permisi.. saya mau tanya, pasien yang baru dirawat di sini dengan nama Uchiha Sasuke karena kecelakaan ada di kamar nomor berapa ya?", interupsi Naruto pada 2 wanita itu dengan nada sopan sambil tersenyum. Seketika 2 wanita itu terdiam dan salah seorang dari mereka pun merespon pertanyaan Naruto.
"Oh.. Uchiha-san ada ada di ruangan nomor 205 tuan", jawabnya dengan sopan, sedangkan wanita yang satu lagi malah blushing ga jelas saat melihat senyum Naruto yang sehangat mentari, astaga! Dan Naruto ga sadar, haisshh!
"baiklah, arigatou", balas itu Naruto pun berbalik meninggalkan para pegawai wanita itu. Tak lama kemudian Naruto pun sampai kekamar 205, tak sulit untuk menemukannya karena kamar itu dekat dengan lift.
Naruto pun masuk kedalam kamar itu dan melihat ada seseorang yang menunggui pasien yang ada di ranjang yang diketahui Naruto merupakan aniki dari pasien. Itachi uchiha. Naruto pun mendekat ke arah meraka berdua dan melihat kondisi pasien yang berada diatas ranjang itu dengan pandangan melembut. 'akhirnya kau kembali, kawan', batin Naruto.
"hei.. Itachi.. bangunlah..", panggil naruto sambil memegang pundak Itachi. Terdengar erangan kecil dari Itachi, kemudian Itachi bangun dan sepertinya melakukan peregangan pada tubuhnya yang terasa pegal.
"kau datang Naruto", tanya atau lebih tepatnya tegas Itachi dan hanya di jawab anggukan oleh Naruto. Naruto pun menyerahkan kantung plastik putih yang sedari tadi di pegangnya pada Itachi.
"Makanlah, kau pasti belum makan kan, tadi aku ditelepon sama Kisame, katanya kau pergi tiba-tiba setelah menjawab telepon dariku, dan jarak dari Kota Hoshi(?) memakan waktu yang cukup lama, dan aku tau kau pasti mengebut dengan mobilmu", ujar Naruto panjang lebar.
"hn.. arigatou Naruto", balas Itachi.
'Ototou.. kau sangat beruntung mempunyai teman-teman yang baik seperti mereka, tapi kenapa sepertinya kau sama sekali tak melihat dan menyadarinya', miris Itachi dalam hati.
'hemmmtt.. mungkin Saku udah pulang atau mungkin udah tidur, udah jam setengah dua pagi ternyata biar besok sajalah, dia harus istirahat', batin Naruto. Akhirnya Naruto dan Itachi pun menginap diruangan Sasuke karena mereka juga terlalu lelah untuk pulang lagi kerumah.
Pagi pun datang, dapat kita lihat dua sosok pria tertidur dalam ruangan inap 205 di Konoha hospital di ruangan Uchiha Sasuke yang tengah terbaring masih tak sadarkan diri. Di sampingnya Itachi tertidur dengan posisi duduk dan menyandarkan kepalanya pada bed Sasuke, dan yang terakhir Namikaze Naruto yang tidur di satu-satunya sofa untuk ukuran satu orang dengan posisi yang sungguh jauh dari kata nyaman. Tiba-tiba terdengarlah lagu houki boshi( hehehe) dari ponsel Naruto yang membuat dia terlonjak dan terbangun dan mengubah posisinya menjadi duduk, begitu juga dengan Itachi yang ikut terbangun karena suara itu.
Naruto pun melihat siapa yang menelepon dia saat ini.
"Hoammm… siapa sih? I..ru..ka?", ucap Naruto. Naruto pun melihat jam tangannya, 'ohh…udah jam 7 ternyata, pantas saja', batin Naruto. Naruto pun mengangkat telepon itu. klik..
"ya Sensei..", kata Naruto.
"Naruto-sama, apa anda masih dirumah sakit?", tanya Iruka.
"ya, ada apa menelepon? bukannya sudah kukatakan pada Kakashi kalau aku di jemput jam 9, ada apa lagi?", ucap Naruto dengan sedikit kesal.
"bukan begitu, tadi kami mendapat telepon dari Hyuuga-sama, mereka meminta tolong agar meetingnya di percepat saja, soalnya dia akan menjemput adiknya dari bandara, dan mereka akan mengadakan acara penyambutan, begitu..", jawab Iruka. " apa Naruto-sama menyetujuinya? Inikan meeting pertama Naruto-sama secara langsung", tanya Iruka.
"tidak apa-apa, kuberikan toleransi karena kedua anak mereka temanku hehehehe", jawab Naruto asal
"Oh ya.. Hyuuga-sama yang mana, Neji atau Hiashi Hyuuga? Apa acara penyambutannya acara yang besar", tanya Naruto balik.
"Neji Hyuuga, sepertinya tidak.. hanya acara kecil saja. Mungkin makan-makan atau jalan-jalan..", jawab Iruka kalem.
"emm.. baiklah aku akan pulang sekarang, tolong siapkan segalanya ya Sensei, dokumen-dokumen yang perlu kubawa ada di rumah, di ruang kerjaku", ujar Naruto.
'adik dari Neji, Hinata atau Hanabi ya? sudah lama juga aku gak melihat mereka", batin Naruto.
"baiklah Naruto-sama", jawab Iruka. Percakapan Naruto dan Iruka pun selesai, Naruto pun berpamitan pada Itachi.
"Itachi, aku diluan ya, ada urusan mendadak.. oh ya ini nomor ponsel Sakura siapa tau kau ada perlu", ujar Naruto sambil menyerahkan secarik kertas pada Itachi.
"baiklah", balas Itachi. Naruto pun keluar dari ruangan Sasuke dan beranjak pulang.
Selepas Naruto pergi, Itachi langsung menyimpan nomor Sakura dan kemudian langsung menelepon dia. "tuutt..tuutt…", telepon dari Itachi pun tersambung. Di seberang telepon tepatnya di tempat Sakura terdengarlah lagu wind() dari ponsel Sakura.
SAKURA'S POV
Aku terbangun dari tidurku yang singkat karna ponselku berbunyi, aku pun beranjak dari tidurku dan kekamar mandi untuk mencuci muka lalu menggosok gigi, untung saja kamarku ada kamar mandinya, setelah itu aku mengambil ponselku dan melihat siapa yang meneleponku pagi ini. 'Aneh.. kok gak ada namanya, nelpon berulang-ulang lagi, trus inikan nomor khusus keluarga, ga semua orang tau nomor ini bahkan pihak rumah sakit kecuali Shisou tentunya', pikirku. Ah.. udah ah angkat aja.
"halo ini siapa ya?", ku sapa sekaligus ku tanya saja orangnya.
"halo Sakura ini Itachi, kakak Sasuke", jawab orang itu. Oh ternyata Itachi..
"ada apa?", tanyaku, yang langsung di jawab olehnya.
"apa kau ada kunjungan pasien hari ini? aku ingin tau kondisi adikku", jawabnya. Dari nada bicaranya semua pasti akan tau seberapa khawatirnya Itachi pada adiknya, dan aku tau seberapa sayangnya dia pada Sasuke, adik yang bahkan mungkin benci padanya.
"sebenarnya aku tidak ada jadwal kerja hari ini, aku hanya bekerja disana hari senin sampai kamis dan ini hari jumat, tapi tenanglah.. aku akan datang sekitar jam 9 karena aku juga ada janji disana", jawabku dengan sopan.
"baiklah.. arigatou Sakura.. aku akan menunggu", ucapnya.
Seperti yang ku duga tadi, dia begitu menyayangi Sasuke, bahkan menunggu 2 jam pun dia rela, kau terlalu beruntung Uchiha Sasuke, mempunyai aniki sebaik Itachi.
"douita", balasku dan aku pun memutuskan percakapan kami.
Aku pun pergi mandi dan bersiap-siap. Selesai dengan itu, aku turun dan melihat ke meja makan bahwa makanan telah tersedia disana. Aku pun menyapa kedua orang tuaku yang telah berada disana.
"ohayou tou-san, kaa-san", sapaku.
"ohayou mo Sakura", balas mereka berdua, wah..kompak! setelah sapaan itu kami pun berdoa dan sarapan.
"kau kerja Sakura?", tanya kaa-san. "ya.. aku ada janji dengan pasienku, dia sedikit trauma, kecelakaan..", jawabku yang hanya di balas kaasan dengan 'oh'.
Aku pun menyelesaikan sarapanku dengan cepat dan meninggalkan kaasan dan tousan yang masih bergelut dengan makanan mereka.
"aku diluan ya", pamitku.
Sebelum aku pergi ku sempatkan mencium pipi kaasan dan tousan seperti biasanya. Tidak butuh waktu lama buatku untuk sampai ke KH, karena jaraknya yang dekat dengan rumahku, cuma butuh 15 menit saja kalau tidak macet. Aku pun menggunakan mobilku menuju KH.
END POV
Ricchi : hahahaha.. dengan kamu baca fict aku, aku udah sangat senang kok.. hahaha ia nih… soalnya ngetiknya buru-buru jadinya begitu-alasan-, penasaran? Kita liat aja ntar.. pasti bakalan di beritahu kok..
hanazono yuri : maaf baru bisa post sekarang.. habisnya sibuk kuliah hehehehehe..
