STAND BY U

Cast: Yunjae and others

Genre:Romance/Hurt

Author:Lovara

Summary: kim jaejoong seorang namja cantik namun memiliki kekurangan,karena sebuah kecelakaan ia kehilangan penglihatannya sejak kecil. Jung yunho putra pemilik jung corp yang selalu hidup dengan kemewahan,namun ia merasa hanya menjadi boneka dari kedua orang tuanya.

"Kau tidak ingin pulang ke rumah yun?"Tanya jessica saat melihat yunho berada di apartementnya.

"Ani~ malam ini aku menginap disini saja"Ujar yunho sambil merebahkan tubuhnya disofa.

"Tidurlah dikamar tamu,sudah ku bereskan tadi"Ujar jessica yang kembali sibuk dengan laptopnya.

"Nanti saja,kau sedang mengerjakan apa?"Tanya yunho penasaran.

"Sedang menyeleksi pegawai baru dibutik"Jawab jessica.

"Kau ingin makan apa?"Tanya jessica yang menyadari bahwa mereka berdua belum makan malam.

"Apa saja"Jawab yunho yang kini sudah memakai kaos lengan pendek dan celana pendek.

"Tunggu sebentar akan aku hangatkan makanannya".

"Noona..?"Panggil yunho saat makan malam.

"Hmm?".

"Apa kau marah pada ku kalau appa benar-benar memberikan perusahaannya padaku?".

"Marah?untuk apa?aku bukan yeoja yang gila harta,justru noona akan mendukungmu kalau itu sampai terjadi".

"Tapi,bagaimana kalau ditangan ku perusahaan justru akan bangkrut?aku sama sekali tidak tertarik dengan bisnis".

"Apa kau lupa kau masih punya noona mu ini?noona akan membantu mu yun".

"Gomawo noona".

"Nde,sekarang makanlah noona tidak mau maag mu kambuh lagi,umma dan appa bisa marah".

...

"Changmin?kau masih disini?"Ujar Yoo jin yang baru sampai dirumah saat makan malam tiba.

"Orang tua ku pergi ke london dan mereka melupakan anaknya yang tampan ini"Sahut changmin.

"Kau baru pulang noona?"Tanya jaejoong yang muncul dari arah dapur.

"Nde,noona harus melakukan wawancara kerja seharian ini"Jawab Yoo jin.

"Kajja kita makan malam"Ujar umma kim "Kau juga changmin,makan malamlah disini".

"Dengan senang hati ahjuma"Sahut changmin girang.

"Shim changmin,hentikan cara makan mu yang seperti orang kelaparan itu"Tegur Yoo jin.

"Mian noona,tapi masakan ahjuma sangat lezat"Ujar changmin dengan mulut penuh.

"Kau bisa makan disini setiap hari minnie"Ujar umma kim lembut.

"Jinjja?gomawo ahjuma kau memang yang terbaik".

"Kau harus membayar uang makan setiap hari padaku"Goda Yoo jin.

"Aish kau kejam sekali noona"Gerutu changmin.

"Oya bagaimana hasil tesnya joongie?"Tanya appa kim.

"Seperti biasa appa,ternyata tidak cocok"Jawab jaejoong.

"Jangan sedih joongie,umma yakin suatu saat akan ada donor mata untuk mu". Umma kim mengusap lembut pundak jaejoong.

"Hei hyung ceritakan bagaimana rasanya memegang gajah"Ujar changmin mencoba membuat suasana kembali meriah.

"Omo,kau memegang gajah joongie?"Seru umma kim terkejut.

"Nde umma,changmin tadi mengajak joongie ke kebun binatang"Cerita jaejoong antusias.

...

Getaran ponsel dimeja kecil,membangunkan sang empunya ponsel,yunho. Namja tampan itu segera membuka matanya dan mengambil ponsel yang sejak tadi berdering nyaring.

"Yeoboseyo?"Ucap yunho dengan suara parau khas orang bangun tidur.

"Yah beruang kutub dimana kau"Seru sang penelpon diseberang.

"Di apartement sica noona,wae?"Tanya yunho.

"Beruang pabbo,kau lupa huh akan membantu ku dicafe"Kini giliran namja bersuara nyaring yang berteriak.

"Biaskah kalian berdua tidak berteriak"Seru yunho yang sepertinya sudah 100% tersadar.

"Cepat ke cafe ku,5 menit kau harus sampai"

Tut...Tut...Tut..

"Aish~ bebek dan jidat pabbo"Gerutu yunho pada dua sahabatnya itu.

"Kau sudah bangun yun,noona sudah siapkan sarapan untukmu"Ujar jessica yang sudah berpakaian rapi.

"Kau berangkat ke butik noona?"Tanya yunho sambil menyantap sarapannya.

"Nde,ada pegawai baru yang harus diwawancara,kau sendiri akan kemana?".

"Membantu junsu dicafenya".

"Baiklah noona berangkat,jangan lupa kunci pintunya,kau bawa saja kuncinya noona ada cadangan"Ujar jessica.

"Arraseo".

...

"Umma,joongie boleh ikut umma ke cafe?"Pinta jaejoong dengan nada manja.

"Wae?umma disana bekerja chagi tidak akan ada waktu untuk menemani mu"Ujar umma kim lembut.

"Joongie tidak akan mengganggu umma,joongie akan duduk diam sambil membaca buku"Ujar jaejoong mencoba meyakinkah ummanya.

"Memangnya kemana changmin?".

"Changmin pergi bersama temannya,noona pergi keluar wawancara kerja".

"Baiklah,joongie boleh ikut tapi ingat jangan merepotkan arra?".

"Nde umma"seru jaejoong senang.

Cafe tempat umma jaejoong bekerja tidak terlalu besar,namun disaat jam-jam tertentu cafe akan sangat ramai. Umma jaejoong bertugas sebagai chef direstoran itu. Oleh karenanya ia tidak bisa mengawasi jaejoong secara penuh.

"Apa dia anak mu yang sering kau ceritakan itu fanny,eonnie?"Tanya seorang yeoja yang terlihat sedikit lebih muda daripada umma jaejoong.

"Nde,ini putra bungsu ku kim jaejoong"Jawab umma kim. "Joongie beri salam pada sunny ahjuma,ia pemilik cafe ini".

"Annyeong ahjuma"Sapa jaejoong ramah.

"Aigo~ dia cantik sekali,sepertinya seumuran dengan anak ku"Ujar sunny. "Nah jaejoong,kau boleh duduk dimana pun kau mau,panggil ahjuma kalau ada apa-apa nde?".

"Nde ahjuma gomawo"Sahut jaejoong.

"Sebentar lagi anak ahjuma akan datang bersama teman-temannya,semoga kalian bisa berteman".

Jaejoong memilih duduk didekat jendela dipojok cafe. Ia mengeluarkan sebuah buku tebal yang menjadi bahan bacaannya. Dengan lincah jari jemari jaejoong membaca setiap huruf di setiap bait.

Tanpa jaejoong sadari ada seorang namja yang memperhatikan setiap gerak-geriknya selama beberapa saat.

"Kau sedang melihat apa?"Tanya yoochun bingung karena sedari tadi yunho hanya diam.

"Chun,kurasa aku sedang jatuh cinta"Jawab yunho dengan tatapan lurus kedepan.

"Mwo?siapa?ahjuma berbaju merah itu?"Seru yoochun sambil menunjuk ahjuma genit yang ada didepan mereka.

Plak...

Dengan kasih sayang yunho memukul kepala yoochun yang seeenak jidatnya asal menunjuk ahjuma-ahjuma genit bermake up tebal.

"Lihatlah namja dipojok cafe itu"Tunjuk yunho kearah jaejoong sedang duduk membaca.

"Bukankah ia namja yang waktu itu diparkiran kampus?"Ujar yoochun.

"Nde,bukan kah ia sangat cantik hmm?"Ucap yunho yang masih setia memandangi jaejoong.

"Kenapa kalian selalu berbicara tanpa aku?"Gerutu junsu yang tiba-tiba berada diantara yunho dan yoochun.

"Yah kim junsu bisakah kau tidak tiba-tiba muncul begitu saja"Teriak yunho kaget.

"Kali ini apa yang kalian bicarakan?"Tanya junsu antusias.

"Yunho sedang jatuh cinta"Sahut yoochun.

"Whoa..Jinjja?"Teriak junsu dengan suara melengking.

Sepertinya setelah ini yunho dan yoochun harus pergi ke THT.

"Kau lihat namja dipojok sana?ia yang berhasil mengambil hati yunho"Jelas yoochun.

"Eh,bukan kah itu anak tifanny ahjuma?"Gumam junsu.

"Kau mengenalnya?"Ujar yunho.

"Tenti saja,tifanny ahjuma bekerja sebagai koki dicafe ini?"Jawab junsu.

"Mwo?".Kini giliran yunho dan yoochun yang berteriak.

"Aku akan menemuinya,kalian mau ikut?"Tanya junsu.

"Kim jaejoong?"Sapa junsu yang sudah duduk didepan jaejoong.

"Nde,nuguya?"Tanya jaejoong bingung sama sekali tidak mengenali suara yang ada didepannya.

"Aku kim junsu,anak dari sunny pemilik cafe ini"Jawab junsu ramah.

"Ah~ junsu-ssi,aku kim jaejoong".

"Hei jangan terlalu formal begitu,panggil saja junsu".

"Jadi kalian sudah bertemu dengan jaejoong sebelum ini?"Ujar junsu setelah mengobrol banyak dengan jaejoong.

"Nde,kami bertemu pertama kali di rumah sakit"Sahut yunho.

"Ah~ yunho bagaimana kakimu,apakah sudah sembuh?"Tanya jaejoong.

"Nde,gipsnya sudah lepas kemarin sepertinya lebih cepat sembuh dari perkataan dokter"Jawab yunho.

"Su-ie ayo bantu umma didapur sebentar"Panggil sunny,umma junsu.

"Nde umma,kalian ngobrollah dulu aku tinggal sebentar".

"Jadi kau disini menunggu umma mu selesai bekerja?"Tanya yoochun memulai pembicaraan.

"Ya,bisa dibilang seperti itu daripada hanya dirumah"Jawab jaejoong.

"Namja yang kemarin itu dongsaengmu?"Tanya yunho memastikan.

"Changmin maksud mu?dia itu sudah seperti dongsaeng joongie sendiri".

"Chun,bisa bantu aku menjaga kasir sebentar?pengunjung sudah mulai ramai"Pinta junsu dengan celemek merahnya.

"Aku tinggal dulu,kalian ngobrol saja"Ujar yoochun sambil mengedipkan matanya ke arah yunho,namun sebelum yunho melempar botol saus dimeja yoochun sudah terlebih dahulu pergi menjauh.

"Ehm,jae apa kau lapar?"Tanya yunho.

Tak terasa sudah memasuki jam makan siang. Pantas saja cafe junsu terlihat sangat ramai. Banyak orang yang datang untuk menghabiskan waktu makan siangnya disini.

"Apa sudah jam makan siang?".

"Nde,cafe semakin ramai sekarang".

"Baiklah,kita pesan makanan aku yang akan mentraktirmu".

"Mwo?biar aku saja yang mentraktirmu,anggap saja untuk perkenalan kita".

"Tapi..?".

"Ah,begini saja hari ini aku yang akan mentraktirmu,lain kali kalau kita makan bersama giliran kau yang mentraktirku,arra?".

"Baiklah kalau begitu".

Tak lama kemudian pesanan yunho dan jaejoong datang. Yunho yang duduk didepan jaejoong selalu memperhatikan semua yang dilakukan jaejoong. Jaejoong pun melakukan kegiatannya nampak seperti orang normal pada umumnya,yang membedakan hanyalah tatapan mata jaejoong yang terlihat kosong.

Ponsel jaejoong yang tergeletak begitu saja,berdering dengan nyaring. Segera saja jaejoong mengangkat ponselnya.

"Yeoboseo?".

"..."

"Nde,joongie sedang dicafe umma sekarang".

"..."

"Jinjja?kita harus merayakannya kalau begitu".

"..."

"Anio~ nanti joongie pulang bersama umma".

"..."
"Nado saranghae".

Setelah pembicaraan yang cukup singkat itu jaejoong kembali meletakkan kembali ponselnya. Sedangkan yunho menatap jaejoong dengan pandangan penuh arti,mungkin kah yang menelpon jaejoong itu kekasihnya?

Bukankah di akhir pembicaraan tadi ia mengucapkan saranghae?atau namja yang kemarin bersama jaejoong itu kekasihnya?saat dirumah sakit namja itu juga yang mengantar jaejoong. Haruskah yunho mengubur perasaannya ini?Tak mau berpikiran buruk yunho mencoba mencari jawabannya langsung dari mulut jaejoong.

"Apa kekasihmu yang menelepon barusan?"Tanya yunho pelan.

"Mwo?tadi itu noona joongie,ia mengabarkan kalau kini ia bekerja disebuah butik"Jawab jaejoong.

Yunho nampak salah tingkah dengan jawaban jaejoong itu.

"Wae?apa kau mengira kalau tadi itu kekasih ku?".

"Y-ya bisa dikatakan seperti itu".

Jaejoong tertawa pelan mendengar perkataan yunho.

"Yah,kenapa kau tertawa?".

"Mana mungkin namja buta seperti joongie memiliki kekasih?Ujar jaejoong disela tawanya.

"Kalau aku bersedia menjadi kekasih mu apa kau mau menerimanya?"Tanya yunho langsung.

"Mw-mwo?".

"Yunho oppa?"

Tbc-

Gomawo readers yang udah sempet review ^^

Mian kalau telat update