STAND BY U
Cast: Yunjae and others
Genre:Romance/Hurt
Author:Lovara
Summary: kim jaejoong seorang namja cantik namun memiliki kekurangan,karena sebuah kecelakaan ia kehilangan penglihatannya sejak kecil. Jung yunho putra pemilik jung corp yang selalu hidup dengan kemewahan,namun ia merasa hanya menjadi boneka dari kedua orang tuanya.
Malam itu acara makan malam dikeluarga jung terlihat sedikit berbeda. Seorang yeoja bertubuh mungil dengan rambut sebahu nampak duduk diantara yunho dan jessica. Sedikit terdengar tawa dari keluarga itu. Nampaknya yeoja itu membawa suasana hangat yang sangat jarang terlihat dikediaman jung.
"Aigo~ ahjuma tidak menyangka sekarang kau secantik ini ahra"Puji nyonya jung pada yeoja bernama Go ahra.
Go ahra merupakan anak satu-satunya dari pendiri Go Corp. Ahra dulu merupakan teman bermain yunho dan jessica. Status keluarga jung yang sangat dihormati membuat jessica dan yunho dijaga ketat oleh para pengawal. Hanya orang tertentu sajalah yang bisa bermain dekat dengan mereka berdua,dan salah satunya ahra.
"Ahjuma juga masih terlihat cantik seperti dulu"Sahut ahra.
"Oya,bagaimana kabar appa dan umma mu?"Tanya appa jung.
"Mereka baik-baik saja ahjushi,untuk sementara appa dan umma tinggal di kanada untuk mengurus bisnis disana".
"Apa kau kembali ke korea seorang diri?"Kali ini giliran jessica bertanya.
"Ani~ eonnie,kemarin aku pulang bersama appa,tapi kemudian appa langsung pergi ke kanada menyusul umma".
"Yun,setelah ini kau antar ahra pulang,umma khawatir kalau ahra pulang sendiri"Ujar umma jung.
"Arraseo umma"Jawab yunho pelan.
Yunho masih memikirkan kejadian tadi siang,saat ia menyatakan perasaannya pada jaejoong,namja yang baru dikenalnya itu. Entah kenapa wajah cantik jaejoong selalu membayangi pikiran yunho. Yunho yakin bahwa jaejoonglah takdirnya. Dan bersama jaejoong lah ia menghabiskan seluruh sisa hidupnya.
"Oppa,gwenchana?"Tegur ahra yang melihat yunho melamun.
"Oh~ gwenchana"Sahut yunho tersadar dari lamunannya.
Kediaman keluarga kim nampak sedikit meriah dari biasanya. Berbagai macam hidangan tersaji diatas meja makan yang sederhana itu. Umma kim nampak sibuk mengatur letak makanan dimeja makan,sedangkan yoo jin terlihat membawa berbagai makanan dari dapur. Jaejoong dan sang appa hanya bisa duduk menanti semua makanan siap dimeja.
"Makanan siap,kajja kita makan"Seru yoo jin semangat.
Dengan perlahan appa kim menggandeng jaejoong,kemudian membantunya duduk di kursi makan.
"Gomawo appa"Ujar jaejoong tersenyum lembut.
"Nde,sekarang bisa kalian jelaskan apa yang terjadi disini?kenapa hari ini kita makan mewah seperti ini?". Appa kim memang belum mengetahui kalau yoo jin diterima bekerja disebuah butik ternama.
"Apa umma belum menceritakannnya pada appa?"Tanya yoo jin pada sang umma.
Umma kim menggelengkan kepalanya pelan. "Lebih baik kau yang menceritakan sendiri pada appa".
"Appa,sekarang appa tidak perlu bekerja terlalu keras,begitu juga dengan umma,aku sudah mendapat pekerjaan tetap sebagai desaigner di butik ternama"Jelas yoo jin menatap sendu ke arah appa dan ummanya.
Selama ini kedua orang tuanya membanting tulang agar yoo jin dan jaejoong hidup berkecukupan. Mereka tidak ingin anak-anak mereka merasakan hidup kekurangan. Beruntunglah appa dan umma kim yang mempunyai anak-anak pengertian,sejak kecil jaejoong dan yoo jin tidak pernah meminta sesuatu yang diluar kemampuan orang tuanya.
"Benarkah itu?"Ucap appa kim terharu.
"Nde appa,mulai sekarang kurangi jam lembur appa,aku tidak ingin appa jatuh sakit"Sahut yoo jin menggenggam tangan appanya.
"Nah sekarang kita makan,sebelum dingin"Ujar umma kim sambil menghapus air matanya.
"Joongie makanlah telur ini yang banyak"Yoo jin dengan cekatan mengambilkan makanan untuk jaejoong.
"Gomawo noona"Sahut jaejoong dengan senyum manisnya.
...
"Oppa siapa tadi namja cantik yang bersama mu?"Tanya ahra yang sedang diantar pulang oleh yunho.
"Dia kenalan oppa saat kemarin dirumah sakit"Jawab yunho masih fokus dengan kemudinya.
"Dia cantik sekali oppa,siapa namanya?".
"Jaejoong,kim jaejoong".
"Ah~ nama yang sangat cantik seperti orangnya,apa dia sekampus dengan mu oppa?".
"Anio~ dia kehilangan penglihatannya sejak kecil".
"Jinjja?sayang sekali wajahnya sangat cantik".
Keheningan menyelimuti mobil yang yunho kemudikan. Tak sampai satu jam mobil yunho berhenti di depan sebuah rumah yang sangat mewah.
"Kita sudah sampai"Ujar yunho memparkirkan mobilnya.
"Kau tidak ingin mampir oppa?"Tanya ahra.
"Ani~ sudah malam kau masuklah lekas istirahat".
"Nde,gomawo sudah mengantar ku oppa".
Namja cantik itu bergelung kesana kemari membuat seprei diranjangnya nampak berantakan. Meskipun lampu kamar sudah mati,namun tetap saja jaejoong tidak bisa memejamkan matanya. Sepertinya ia memikirkan perkataan yunho tadi siang.
Kalau aku bersedia menjadi kekasih mu apa kau mau menerimanya?.
"Aish~ pabbo kenapa joongie masih memikirkan perkataan yunho?"Gumam jaejoong sambil memeluk boneka gajah kesayangannya.
"Bagaimana kalau ternyata yunho itu ahjushi tua,berambut botak,bergigi ompong,pendek" Jaejoong menerka-nerka seperti apa sosok seorang jung yunho.
"Apa perlu aku menanyakannya pada changmin?aish nanti changmin curiga dan bertanya macam-macam,eothokhae?".
"Joongie,gwenchana?apa mata mu sakit lagi?"Tanya umma kim khawatir melihat jaejoong belum tertidur.
"Anio~ umma,joongie baik-baik saja". Jaejoong mendudukan badannya merasakan sang umma duduk ditepi ranjangnya.
"Memikirkan donor untuk mata mu hmm?"Umma kim mengusap lembut pucuk kepala jaejoong.
"Bukan itu umma". Jaejoong merasakan nyaman saat ummanya membelainya dengan lembut.
"Lalu apa yang membuat joongie umma yang cantik ini tidak bisa tidur?".
"Joongie tampan umma bukan cantik".
"Arraseo,joongie tampan apa yang membuat mu masih terjaga selarut ini?".
"Umma apa umma mengenal yunho?Tanya jaejoong pelan.
"Yunho?ah~ umma ingat dia namja teman junsu bukan?wae?".
"Bagaimana rupanya umma?"Jajeoong terlihat antusias karena sang umma ternyata mengetahui bagaimana rupa yunho.
Umma kim tersenyum penuh arti,ah bukan sepertinya itu sebuah smirk. Entah dari mana yeoja cantik paruh baya itu mempelajarinya.
"Yunho?dia itu pendek,perut buncit,dan oh jangan lupakan matanya seperti seekor musang"Goda umma kim.
"Whuaaa umma eothokhae tadi siang yunho menyatakan perasaannya pada joongie"Tangis jaejoong mengetahui 'sosok' seorang yunho.
Umma kim tersenyum,saat jaejoong memeluknya dengan erat.
"Jadi yunho menyatakan perasaannya pada joongie?"Umma kim menghapus setetes air mata yang mengalir dimata jaejoong. "Lalu apa jawaban joongie?".
"Joongie belum menjawabnya umma,setelah yunho menyatakan perasaannya ada seorang yeoja yang datang setelah itu yunho dan yeoja itu pamit".
"Yunho itu sangat tampan sayang".
"Eh..?".
"Umma hanya menggodamu tadi"Ujar umma kim terkekeh melihat wajah kaget jaejoong.
"Umma..."Rengek jaejoong karena jadi korban kejahilan sang umma.
"Sekarang tidurlah sudah larut malam".Umma kim menyelimuti tubuh jaejoong agar hangat.
"Arraseo,umma juga tidur kasian appa kedinginan dikamarnya". Kini jaejoong yang menggoda ummanya.
"Anak nakal"Sahut umma kim sambil mencium kening jaejoong.
...
Yoo jin menatap kagum butik tempatnya ia bekerja kini. Butik itu memang tidak terlalu besar,namun terkesan sangat berkelas. Berbagai macam model baju terpajang didalamnya. Desainnya yang sederhana membuat butik itu seakan memanggil para pengunjung untuk sekedar melihat berbagai koleksi desaignernya.
"Yoo jin?".Panggil seorang yeoja cantik saat melihat yoo jin mengagumi butik miliknya.
"Ah~ mian jessica-ssi aku tidak segera masuk ke dalam"Ujar yoo jin membungkukkan badannya.
"Hei bukan kah sudah ku bilang panggil eonnie saja?"Sahut jessica ramah.
"N-nde eonnie".
Yoo jin menatap bos barunya itu dengan pandangan kagum. Diusia yang masih muda,jessica sudah mempunyai butik sendiri dan akan berencana membuka cabangnya yang ke 3. Wajah cantik,tubuh yang terbilang sangat sempurna bagaikan seorang model,hidup yang terjamin itulah sosok jessica dimata yoo jin yang menurutnya sangat sempurna.
"Nah ini meja kerja mu,untuk sementara ini kau menyesuaikan dirimu dahulu"Ujar jessica mengantarkan yoo jin pada meja kerjanya.
"Gomawo eonnie,aku akan bekerja keras"Sahut yoo jin sopan.
"Jangan sungkan pada ku,disini hanya kita yang usianya hampir sama,sedangkan semuanya rata-rata sudah memiliki keluarga".
"Nde,sekali gomawo sudah mempercayakan ku menjadi salah satu desaigner di JJ Boutique".
"Aku menerima mu disini karena kemampuan mu,jadi jangan merasa berhutang budi padaku".
"Changmin...!"Panggil yunho saat melihat changmin sedang makan siang di kantin kampus.
"Nde hyung?"Jawab changmin menghentikan acara makannya.
"Ehm..aku ingin bertanya..mengenai jaejoong".
"Joongie hyung?wae?".
"Bisa kau beri tahu penyebab ia tidak bisa melihat?"Tanya yunho ragu-ragu.
"Penyebab joongie hyung tidak bisa melihat?".
...
"Jadi jaejoong tidak bisa melihat karena sebuah kecelakaan?Ujar yunho setelah changmin memberitahunya.
"Untung saja wajah cantiknya tidak terkena percikan air keras itu".
Changmin kembali mengingat saat jaejoong tertimpa kecelakaan yang membuat jaejoong menjadi buta. Saat itu memang changmin masih sangat kecil untuk mengerti bagaimana rasanya kehilangan penglihatan. Namun melihat jaejoong yang terlihat rapuh,changmin berjanji akan menjaga hyung kesayangannya itu apa pun yang terjadi. Sayangnya saat menginjak usia 17 tahun,changmin terpaksa pindah ke jepang mengikuti appa dan ummanya. Dan baru sekaranglah changmin kembali ke korea setelah beberapa tahun meninggalkan jaejoong.
"Apa kau menyukai jaejoong,hyung?"Tanya changmin to the point.
"Mwo?wae?apa kau juga menyukai jaejoong?"Sahut yunho.
"Aku hanya menganggap joongie hyung seperti hyung ku sendiri tidak lebih,aku tidak melarang mu menyukai jae hyung karna itu hak mu,tapi jika kau membuat jae hyung menangis sekali saja,aku tidak akan segan untuk menghajarmu"Ujar changmin penuh penekanan.
"Kau tenang saja,aku akan menjaga jaejoong sebisa ku"Jawab yunho tegas.
"Nah sekarang kau ingin bertanya apa lagi hyung?tapi informasi tadi tidak gratis".
"Mwo?maksudmu?"Ujar yunho heran.
"Kau harus membayar semua makan yang aku pesan ini".
Yunho membelalakan matanya setelah mendengar penuturan changmin. Namja sekurus changmin ternyata mempunyai nafsu makan yang terbilang sangat besar. Lihatlah meja kantin yang cukup untuk 6 orang kini penuh dengan makanan,dan hanya ada 1 orang yang menghabiskannya.
"Wae hyung?kau tidak sanggup membayar semua makanan ini?akan ku beri tahu semua tentang jaejoong hyung luar dalam"Ujar changmin tersenyum licik.
"Pesan semua makanan di kantin sesukamu,aku akan membayarnya"Sahut yunho akhirnya.
Tbc-
Gomawo buat readers yang udah sempet ripiuw *Cipok satu-satu*
Mianhae gak bisa bales satu-satu ripiuwnya,tapi tetep author baca kok semuanya ^^
Riview,kritik,dan saran akan author terima dengan senang hati.
