STAND BY U
Cast: Yunjae and others
Genre:Romance/Hurt
Author:Lovara
Summary: kim jaejoong seorang namja cantik namun memiliki kekurangan,karena sebuah kecelakaan ia kehilangan penglihatannya sejak kecil. Jung yunho putra pemilik jung corp yang selalu hidup dengan kemewahan,namun ia merasa hanya menjadi boneka dari kedua orang tuanya.
"Aku tak bisa membayangkan bagaimana keluarganya memberi makan changmin"Rutuk yunho setelah menghabiskan beberapa ribu won untuk mentraktir changmin makan.
"Awas saja kalau informasi yang ia berikan tidak ada yang benar".
Yunho berjalan menyusuri lorong kampus yang panjang menuju parkiran mobil. Kini ia memikirkan semua kata-kata changmin mengenai jaejoong,namja yang beberapa hari ini selalu mengganggu pikirannya.
"Jae hyung sangat suka hello kitty,gajah dan beruang".
"Hello kitty,gajah dan beruang?apa aku harus membawa jaejoong ke kebun binatang?ah pabbo jaejoong tidak bisa melihat,mana mungkin aku membawanya ke kebun binatang untuk melihat gajah dan beruang". Yunho merutuki dirinya sendiri.
Dua orang mahasiswi lewat didepan yunho dan percakapan mereka memberikan sebuah ide untuk yunho.
"Kau mendapat kado dari namjachingu mu?"Ujar yeoja berambut hitam legam.
"Nde,kemarin merupakan hari jadi kami,dan ia memberikan ku sebuah boneka lucu"Jawab yeoja berambut pirang.
Segera saja yunho berlari menuju mobilnya,toko boneka merupakan tujuannya sekarang. Yunho menekan beberapa tombol pada ponselnya,mencoba menghubungi seseorang yang ia rasa dapat membantunya memilihkan boneka untuk jaejoong.
"Ahra,apa kau dirumah?".
"...".
"Apa aku boleh minta tolong pada mu?".
"...".
"Aku ingin memberikan kado boneka untuk teman ku,bisakah kau membantu ku memilihkannya?".
"...".
"Baiklah sekarang aku ke tempat mu".
"..."
Tak sampai 1 jam ahra dan yunho sudah berdiri disebuah toko boneka yang terlihat sangat besar.
"Kajja oppa kita masuk". Ahra menggandeng tangan yunho agar segera masuk ke dalam toko itu.
"Kau ingin menghadiahkan boneka apa oppa?"Tanya ahra sambil melihat-lihat berbagai macam boneka yang ada disana.
"Ehm,teman ku sangat menyukai gajah dan beruang"Jawab yunho ragu-ragu.
"Kita belikan saja boneka gajah"Usul ahra.
"Baiklah".
"Kalau boleh tahu,siapa teman mu itu?apa ia seorang yeoja?"Tanya ahra sambil memilih boneka yang ada didepannya.
"Ani~ dia seorang namja".
"Pasti jaejoong oppa bukan?"Tebak ahra asal,namun sangat tepat.
"Jangan sungkan seperti itu oppa,kalau kau ingin menceritakannya pada ku,ceritakan saja"Ujar ahra geli melihat ekspresi kaget yunho.
"Gomawo,ahra kau memang bisa diandalkan sejak dulu"Sahut yunho sambil tersenyum.
"Oya,apa aku boleh ikut ke rumah jaejoong oppa?".Pinta ahra penuh harap.
Rumah minimalis itu nampak sangat terawat,dengan berbagai macam bunga yang tumbuh dihalaman depannya. Meskipun tidak semewah rumah yunho,tapi entah mengapa yunho justru merasa nyaman saat memasuki halaman rumah jaejoong.
"Rumahnya sangat nyaman oppa,pasti umma jaejoong oppa sangat pintar memilih dekorasi rumah"Ujar ahra kagum melihat halaman rumah yang menurutnya sangat nyaman itu.
Ting..Tong..
Dengan tak sabar yunho menekan bel rumah jaejoong. Butuh waktu yang cukup lama sampai pintu itu terbuka sedikit.
"Nugu?"Tanya jaejoong dari celah pintu.
"Aku yunho,kau masih ingat bukan?"Sahut yunho cemas sekaligus takut jaejoong lupa akan dirinya.
"Oh yunho". Suara jaejoong terdengar sangat senang,ia bahkan membukakan pintu agar yunho dapat masuk.
"Annyeong oppa". Sapa ahra ramah. "Mian kemarin aku tidak sempat memperkenalkan diriku,aku Go ahra teman yunho oppa dan sica eonnie dari kecil".
"Kim jaejoong imnida,kajja kita masuk".
Jaejoong sedikit menggeser tubuhnya agar yunho dan ahra dapat masuk. Jaejoong berjalan pelan dengan sebuah tongkat ditangannya,sesekali tangannya meraba-raba apa yang ada didepannya. Melihat hal itu yunho segera membantu jaejoong agar namja cantik itu tidak terjatuh atau menabrak sesuatu.
"Duduklah dulu,akan ku ambilkan minum". Jaejoong beranjak dari ruang tamu rumahnya dan berjalan menuju dapur.
"Oppa biar aku bantu". Ahra,yeoja itu segera menyusul jaejoong yang telah mendahuluinya kedapur.
"Jadi ada keperluan apa kalian kemari?"Tanya jaejoong penasaran.
"Kami..."
"Yunho oppa membelikan mu boneka gajah oppa"Seru ahra sebelum yunho sempat menjawab pertanyaan jaejoong.
"Jinjja?darimana kau tahu aku menyukai gajah yun?".
"Ehm-hanya asal menebak saja".
Tentu saja yunho berbohong,sangat tidak elit mengakui bahwa ia mendapat semua informasi mengenai jaejoong dari changmin.
"Gomawo yun"Ucap jaejoong senang dengan tangan mendekap sebuah boneka gajah yang cukup besar.
"Aku ikut memilihkannya untuk mu oppa".Ujar ahra tak mau kalah.
"Gomawo juga untuk mu ahra"Sahut jaejoong dengan senyum manisnya.
"Omo oppa wajah mu sangat cantik sekali,yunho oppa bisakah kau memfoto kami dengan ponsel ku?". Ahra menyerahkan ponselnya pada yunho.
JEPRET...
Satu foto terambil dengan sempurna. Ahra memeluk lengan jaejoong sambil tersenyum ke arah kamera. Sedangkan jaejoong hanya mengarahkan pandangan kosong dengan sedikit senyum,namun tetap membuat jaejoong terlihat sangat sempurna.
"Kajja oppa kita foto bertiga".Ajak ahra kemudian memasang timer pada ponselnya.
JEPRET...
"Woaaa ini bagus sekali oppa,kalian terlihat sangat serasi"Seru ahra melihat hasil foto itu. Ahra yang memeluk lengan jaejoong disebelah kiri dan yunho yang sedikit mendekatkan wajahnya pada jaejoong,seakan ingin mencium pipi jaejoong yang terlihat sangat halus itu.
.
.
.
.
.
"Darimana saja kau seharian?kenapa tidak mampir ke kantor untuk melihat bagaimana nanti kau akan bekerja?"Ujar appa jung yang melihat yunho baru pulang kerumah saat hari hampir malam.
"Untuk apa aku kesana?bukankah ada park ahjushi yang mengurusi semua?"Sahut yunho malas.
Baru saja ia merasakan kesenangan yang luar biasa karena hampir seharian tadi ia dan ahra dirumah jaejoong,menemani sang namja cantik itu dirumah. Namun saat kembali kerumahnya tiba-tiba saja appanya membahas hal yang sangat yunho benci. Sebagai pewaris jung corp yunho harus belajar sejak dini bagaimana cara mengelola perusahaan besar itu. Dan itulah yang yunho tidak suka,karena ia sama sekali tidak menaruh minat pada dunia bisnis seperti appanya.
"Manajer park hanya sementara,setelah itu kaulah yang akan menjadi presdir diperusahaan"Ujar appa jung tegas.
"Kalau begitu berikan saja jabatan presdir pada park ahjushi".
"Jung yunho...!" Appa jung kini terlihat sangat emosi,ia bahkan sempat membanting buku yang ia baca sedari tadi.
"Seharusnya kau bersyukur karena kau adalah pewaris perusahaan terbesar dikorea..!".
"Dan tidak seharusnya appa memaksa ku untuk mewariskan perusahaan appa itu,sica noona lebih pantas menyandang jabatan itu".Balas yunho yang kini sama-sama tersulut emosi.
"Dalam sejarah keluarga jung tidak ada seorang pemimpin perempuan...!".
Suasana dirumah jung semakin memanas,baik appa jung ataupun yunho sama-sama tidak mau mengalah. Mereka tetap pada egonya masing-masing. Appa jung menganggap bahwa pemegang jabatan tertinggi diperusahaan haruslah seorang namja. Sedangkan yunho yang sama sekali tidak menyukai bisnis lebih memilih noonanya yang memegang jabatan itu,karena yunho tahu noonanya sangat tertarik pada bisnis,namun sayang appa jung masih memegang prinsip bahwa namja lebih tinggi derajatnya daripada yeoja.
"Ada apa ini?". Umma jung datang setelah mendengar ribut-ribut dari arah ruang tamu.
"Lihat perbuatan anakmu,sekarang dia berani membantah appanya" Tunjuk appa jung murka didepan wajah yunho.
"Yunho,kau harus mematuhi semua perkataan appamu ini semua demi kebaikan mu sayang"Ujar umma jung yang sepertinya lebih membela suaminya.
"Terserah kalian saja...".
"Yunho kau mau kemana?"Seru umma jung melihat putranya keluar kemudian mengendarai mobil mewahnya.
.
.
.
.
.
"Bertengkar dengan appa mu lagi?".
Yunho kini berada di apartement milik yoochun. Sempat ia berpikir akan menginap diapartement jessica,namun tentu saja orang tuanya akan menelpon jessica dan menyuruh yunho pulang.
"Appa ku terlalu kekanakan"Ujar yunho yang kini duduk dibalkon kamar yoochun.
"Kenapa tidak kau coba saja menuruti perkataan appamu?".Saran yoochun seenaknya.
"Dan berakhir perusahaan menjadi bangkrut?lalu memecat semua pegawai?aku masih punya hati untuk tidak melakukan hal itu"Tolak yunho tegas.
"Oya,bagaimana dengan namja cantik mu itu?".Yoochun mencoba mengalihkan pembicaraan karena tahu sahabatnya ini sedang dalam mood yang sangat buruk.
"Jaejoong?kau tahu seharian aku berada dirumahnya". Cerita yunho antusias seakan melupakan pertengkaran dengan appany.
"Mwo?kau dirumahnya seharian?apa yang kau lakukan pada anak orang jung yunho,aku tahu jaejoong tidak bisa melihat tapi tidak seharusnya kau melakukannya"Seru yoochun membuat yunho sedikit tersentak.
"Yah apa yang sedang kau pikirkan park jidat,aku datang bersama ahra"Sahut yunho tak kalah kencang.
"Eh,kau bersama ahra"Ujar yoochun sedikit kembali dari lamunannya yang tidak-tidak.
"Apa yang kau pikirkan huh,kalau aku berdua saja bersama jaejoong?"Tanya yunho menyelidiki pikiran pervert yoochun.
"Yah kau tahu sendiri yun"Jawab yoochun tanpa rasa bersalah.
"Chunnie..apa kau didalam?". Suara teriakan atau lebih tepatnya lengkingan terdengar sangat nyaring dari ruang tamu apartement yoochun.
"Aish untuk apa bebek berisiki itu kemari"Ujar yoochun menghampiri junsu yang sudah masuk apartementnya.
Yoochun memang memberikan password apartementnya pada yunho dan junsu.
"Chunnie,apa yunho disini?"Tanya junsu sebelum sempat yoochun bertanya padanya.
"Wae?"Yoochun justru balik bertanya.
"Tadi umma jung menelepon umma ku,ia mengatakan kalau yunho pergi dari rumah,ku pikir yunho akan kemari"Sahut junsu.
"Apa kau mengatakan pada umma ku kalau aku berada disini?"Ujar yunho tiba-tiba berada dibelakang yoochun.
"Tentu saja tidak"Sahut junsu sedikit lega mengetahui bahwa yunho berada di apartement yoochun.
"Lalu untuk apa kau membawa tas begitu besar?"Tanya yoochun penasaran dengan isi tas punggung yang dibawa junsu.
"Tentu saja aku juga akan menginap disini"Jawab junsu dengan senyul lebarnya.
"Mwo?tidak ada kamar untuk mu disini".
"Siapa bilang kita akan tidur,kita akan mengadakan piyama party"Teriak junsu senang. "Lihat aku bahkan membawa banyak makanan dari cafe umma ku". Junsu memperlihatkan bungkusan besar yang ia tenteng dari tadi.
.
.
.
.
.
"Umma,tadi yunho datang kerumah"Ujar jaejoong saat sedang bersama ummanya ditaman mungil belakang rumah mereka.
"Jinjja?"Seru umma kim sedikit tidak percaya.
"Nde,bahkan yunho membelikan joongie boneka gajah umma".
"Apa itu boneka gajah besar yang kini ada kamar joongie?".
Jaejoong menganggukkan kepalanya semangat,membuat poninya yang sedikit panjang itu jatuh menutupi mata indahnya.
"Apa joongie menyukai yunho?"Tanya umma kim merapikan poni jaejoong dengan lembut.
"Molla umma,joongie takut kalau ternyata yunho hanya main-main"Ucap jaejoong lirih.
"Umma yakin yunho tidak main-main dengan perasaannya sayang,umma bisa melihat tatapan matanya saat menatap mu saat kalian dicafe kemarin".
"Jinjja umma?jadi umma setuju kalau joongie dan yunho- ehm-berpacaran?"Tanya jaejoong setengah tidak percaya dengan ucapan ummanya.
"Tentu saja sayang,umma selalu mendukung,asal joongie bahagia umma,appa bahkan noona pasti akan mendukungmu"Sahut umma kim dengan tatapan teduh.
"Gomawo umma,joongie sayang umma"Jaejoong menghambur kepelukan ummanya.
Tanpa mereka berdua sadari,appa kim dan yoo jin memandang dari kejauhan.
"Rasanya sudah lama kita tidak pergi bersama"Ujar appa kim menghapus air matanya karena terharu.
"Appa benar,kalau ada waktu libur bagaimana kalau kita pergi bersama-sama?"Sahut yoo jin yang juga menetaskan air mata haru melihat bahwa dongsaengnya kini telah tumbuh dewasa.
"Sepertinya bulan depan appa mendapat jatah libur".
Tbc-
Gomawo buat readers yang udah sempet ripiuw *Cipok satu-satu*
Mianhae gak bisa bales satu-satu ripiuwnya,tapi tetep author baca kok semuanya ^^
Boleh juga kalau mau ripiu lewat twitter,mention aja ke .chuLieya
Riview,kritik,dan saran akan author terima dengan senang hati.
