CHAPTER 7
Warning : typo(s), abal-abal, dan biasa aja
DON'T LIKE? YA DON'T READ AJAXD
OCE…have a nice read ajalah
Sahabat?..
Itachi pun masuk ke dalam ruangan dan melihat 2 orang polisi bersama Sakura sedang membicarakan sesuatu. Itachi pun lantas mendekat ke arah mereka.
"ini adalah kakak dari Sasuke-san", ucap Sakura pada kedua polisi tersebut.
"oh..selamat pagi Uchiha-san, kami datang kemari untuk menanyakan tentang kecelakaan yang menimpa adik anda.", ujar salah seorang polisi tersebut.
"hn.. tentu.. anda berdua bisa menanyakan detailnya pada dokter Haruno, karena yang saya tau, dokter Haruno ada di tempat kejadian kecelakaan yang menimpa adik saya", balas Itachi.
"baiklah, akan saya jelaskan", jawab Sakura.
"waktu saya pulang dari rumah sakit ini, saat saya tengah mengendarai mobil saya diarah perempatan kedua jalan masuk rumah sakit, saya melihat mereka berdua dengan kendaraan mereka yaitu Sasuke-san dan Sesame-san melaju dengan arah yang sama. Namun tiba-tiba motor Sesame-san berbelok ke arah kanan yang mungkin membuat Sasuke-san mungkin secara reflex mengarahkan mobilnya kearah kanan dan menabrak pembatas jalan", jelas Sakura.
"kenapa motor Sesame-san tiba-tiba oleng ke kanan?", tanya Itachi.
"saya juga tidak mengetahuinya, mungkin saja karena kondisi jalanan yang rusak. Karena yang saya tau ada lubang yang cukup besar yang berada di jalan tersebut", jawab Sakura.
"lantas bagaimana hasil penyelidikan dari pihak kepolisian sendiri?", tanya Itachi pada kedua polisi yang ada di ruangan itu.
"kami sependapat dengan dokter Haruno, memang ada lubang pada jalan tersebut yang belum di perbaiki, kemungkinan besar memang kondisi jalan itulah penyebab kecelakaan ini, dan soal kerahasiaan kejadian ini sesuai dengan permintaan dari pihak rumah sakit dan pihak Sasuke-san sendiri, kami akan mengusahakannya", jawab salah seorang polisi itu.
"baiklah.. sepertinya pembicaraan telah selesai.. mohon maaf bila saya kurang sopan pada anda sekalian, karena saya ada pertemuan sebentar lagi.", kata Sakura.
"ah.. tentu tidak apa-apa dokter, kami permisi", ujar polisi itu tersenyum.
Setelah mengatakan itu, mereka pun bersalaman dan kedua polisi itu pun pergi dari ruangan Sakura meninggalkan Sakura bersama Itachi yang masih ada diruangan itu.
"baiklah Uchiha-san, apa yang ingin anda tanyakan?", tanya Sakura pada Itachi setelah mereka berdua kembali duduk kembali.
Itachi menutup matanya sebentar lalu membukanya kembali. "kau terlalu formal Sakura..", kata Itachi pada Sakura pelan.
Sakura menghela nafas. "baiklah.. Itachi-san, adik an..", belum sempat Sakura menyelesaikan ucapannya Itachi menyela ucapan Sakura.
"masih formal", ujar itachi kalem sambil menutup matanya dan menunduk sedikit.
'..da…",ucapan Sakura yang terpotong terdengar.
'jiitt!' Sakura cemberut, muncul 2 kedutan seperti perempatan di kepala Sakura.
"Baiklah.. baiklah niisan!..", jawab Sakura kesal.
Itachi yang sedari tadi menunduk tersenyum lebih tepatnya menahan tawanya melihat tingkah Sakura.
"itu baru panggilan yang cocok.. imotou~..", ucap Itachi pada Sakura menaikan kepalanya yang menunduk dan tersenyum senang pada Sakura.
Sakura membuang muka dari Itachi," ck..aku serius niisan!."
"baiklah.. baiklah Sakura.. sudahlah ngambeknya Sakura, aku mau tau bagaimana keadaan Sasuke.. ", pinta Itachi mengalah.
"baiklah..", jawab Sakura tenang.
Hening..
"Sasuke mengalami luka yang cukup parah di kepalanya akibat benturan yang cukup keras dengan kaca dan stir mobil. Keadaan kaki dan tangan kanannya juga tak begitu baik, aku yakin niisan juga sudah tau posisi benturan mobil", jelas Sakura sambil melihat berkar yang ada di hadapannya.
"begitu ya..-Itachi menutup matanya sejenak-..lantas keadaan Sesame-san?", tanya itachi.
"hmm?.. secara fisik dia tidak terlalu parah, tapi psikisnya yang kurang begitu baik", jawab Sakura.
"maksudnya?", tanya Itachi.
"dia punya trauma pada kecelakaan, kenapa niisan menanyakannya?", balas Sakura.
"entahlah.. aku hanya merasa ada yang aneh dengan anak itu", ucap Itachi.
"begitu ya.. dan niisan soal mereka, aku sudah merekomendasikan mereka pada dokter Inoichi, dia ahli saraf yang terba…", ucapan Sakura terhenti kala melihat Itachi.
"tidak.. aku tidak mau.. kau juga sudah berjanji pada anak itu kalau kau akan berusaha menyelamatkan Sasuke. Apa kau lupa? lagi pula aku lebih percaya jika kau yang jadi dokternya Sasuke. Kau sahabatnya kan Sakura..", ujar Itachi sambil menatap Sakura yang kini tengah menunduk.
SAKURA POV
Dari mana Itachi-nii tau tentang janji itu? Kapan dia mendengarnya? Dari siapa?.. aku bingung.
"Kau sahabatnya kan Sakura..", ujar Itachi-nii padaku.
'nyut..'
Sahabat ya..
Aku… sahabat.. nya?..
Aneh.. rasanya jantungku perih, sakit, sesak rasanya.. mendengar perkataan Itachi-nii..
Benarkah..
Apa benar aku ini sahabatnya niisan?.. aku bingung..
apa dia pernah menganggapku ada niisan? aku tak ingin seperti dulu lagi niisan.. tidak mau…
Rasanya sakit.. sakit sekali…
Dulu.. Aku selalu.. aku selalu ingin dia bisa tersenyum.. aku selalu mencoba untuk ada disampingnya saat dia terluka, aku ingin kami dapat bahagia bersama, tertawa bersama, tersenyum bersama..
Aku.. dia.. juga Naruto.. aku selalu menyayangi mereka berdua niisan..
"Sasuke-kun.. jangan diam terus.. ayo kita harus cepat, Naruto dan sensei udah nungguin dari tadi…"
"kyyaaaa! Na..naruto.. Sa..sasuke-kun.. apa yang kalian lakukan! Ka..kali..an y..ya.. kalau yaoian jangan disini!..."
PLETAK! PLETAK!
"sakit.. sakura.."
"apa yang kau lakukan.. mana mungkin itu sengaja! Apa kau kira itu ga sakit?!"
"betuh tuh si Teme.. kau jahat sekali Sakura-chan.. kau mau bunuh kami ya! Itu ga sengaja tau!.."
"g..gomen n..ne.."
Tes.. tes..
"hehehehehe.. jangan marah dong Sasuke, aku kan cuma bercanda.. ck..kau ini serius sekali sih!.."
"Ini akan jadi foto yang bagus, ya kan sensei.. Naruto.. Sasuke-kun.. ayo senyum, jangan sinis begitu.. hihihi…"
"kita pasti akan jadi tim yang paling hebat.. ya kan Sasuke.. Sakura-chan.. Kenapa sensei senyum-senyum begitu?!.. mencurigakan!"
Naruto selalu ada untukku, dia begitu memperhatikan keadaanku seperti aku selalu memperhatikan Sasuke.. tapi aku malah sering kesal pada perhatian Naruto, entah kenapa Naruto selalu saja tertawa, aku mengabaikan dia demi membuat Sasuke juga bisa tersenyum dan tertawa bebas seperti Naruto..
Aku sadar.. itu bukan salah Naruto.. aku sudah begitu jahat pada Naruto, aku tak ingin melukai Naruto terus-menerus karena aku pun menyayanginya. Tapi..
Sasuke?..
Pernahkah kami di hatinya niisan.. rasa sayangku dibalas rasa sakit darinya..
Pernahkah kami di hatinya niisan.. pernahkah?!..
Kami bersama sejak kecil.. aku, dia dan Naruto..
Tapi dia malah melukai kami.. dia jahat..
Memangnya kami punya salah apa padanya niisan..
Aku ingat kalau dulu dia tak ingin bicara pada kami, kami sama sekali tak tau apa salah kami padanya..
Dia.. menjauhi kami..
Tiba-tiba dia marah pada kami sampai-sampai ia dulu tega mendorong Naruto ke tengah jalan..
Sampai-sampai Naruto masuk rumah sakit..
Dia bahkan ga menjenguk.. jangankan menjenguk, meminta maaf saja tidak..
Dia malah pergi.. entah kemana..
Segitu tak berhaganyakah kami di matanya niisan..
Tes..
"cih.. kau pikir kau siapa bisa mengatakan itu, siapa kau hingga kau pikir kau bisa menghentikanku? Jangan menghalangiku!.."
Tes..
"Sasuke-kun.. kenapa bertengkar dengan Naruto.. kitakan teman Sasuke-kun.."
"cerewet! diamlah.. dasar menyebalkan.."
Tes…tes…
"ayo cepat Sasuke-kun, nanti kita terlambat!.."
"lepaskan! Aku bisa jalan sendiri.. jangan sok akrab denganku, payah!"
Tes… tes..
"pergi.. aku tak mau melihat kalian lagi!.."
"sa..sasuke-kun.. kenapa?"
"Jangan sok baik padaku!.."
Tes.. tes…
"Teme.. apa yang kau lakukan pada Sakura!"
"jangan ganggu aku!"
"ASTAGA… NARUTO!"
"hiks.. kenapa.. hiks.. kenapa kau jahat Sasuke.."
Tes..tes..tes…
"Sakura.."
"Sakura.. kau tak apa?", panggilan Itachi-nii mengembalikan aku dari lamunanku.
"Sakura, kau.. menangis..", perkataan Itachi-nii membuatku terkejut.
"aku.. menangis?..", ucapku tak yakin.
Ku pengang dan ku usap lembut wajahku, pipiku basah. Itachi-nii benar.. aku memang menangis. Tapi kenapa? Kenapa aku menangis, padahal itu sudah lama kan..
"maaf", ucap Itachi-nii membuatku bingung.
Kuangkat kepalaku, kulihat dia juga tengah melihat diriku.. matanya.. ya.. mata Itachi-nii membuatku sadar kalau dia juga tengah terluka..
Aku tau dia juga terluka.. bukan kami saja..
Bukan aku saja.. yang terluka.. Aku tau..
Kenapa.. kenapa aku sejahat ini..
'Maafkan aku niisan..'
"untuk apa?", ucapku parau, ku hapus air mataku yang masih setia mengalir di pipiku.
"maaf, karena Sasuke.. telah membuat kalian terluka", ucap Itachi-nii padaku parau.
Aku memang terluka niisan.. tapi bukan karena salahmu.. bukan..
"aku tak apa-apa niisan, jangan khawatir", jawabku.
Maaf.. maafkan aku niisan.. aku… berbohong…
"eum.. niisan.. aku harus melihat keadaan mereka", pamitku pada Itachi-nii setelah membereskan sisa air mataku.
"tentu..", balas Itachi-nii.
Aku pun pergi dari ruanganku menuju ruangan Sesame dan Sasuke untuk memeriksa keadaan mereka. Semoga saja aku dapat melalui hari ini dengan baik, aku tak mau kalau sampai menangis lagi, cukup tadi saja.
POV END
"tak bisakah.. kau jadi Hana kami yang biasanya.. Sakura.."
'BLAM!'
Tbc..
: alurnya terlalu cepat ya? Hahahaha world? Mungkin maksud kamu wordnya kali ya.. gomen ne kalau fict ini kurang memuaskan..
Triya Chan : hahaahha.. maaf menunggu lama.. fict ini bagus? Makasiiiihhh.. akhirnya ada yang suka fic ini T-T# lebay!XD kalau soal review sih aku ga tau.. coba kita tanya pada kambing yang berjogetXDv
Guest : kuharap chap ini kau suka.. n_n
Ricchi : ku harap juga begitu..
Hotaru Keiko : hahahaha di usahakan ya..
