STAND BY U

Cast: Yunjae and others

Genre:Romance/Hurt

Author:Lovara

Summary: kim jaejoong seorang namja cantik namun memiliki kekurangan,karena sebuah kecelakaan ia kehilangan penglihatannya sejak kecil. Jung yunho putra pemilik jung corp yang selalu hidup dengan kemewahan,namun ia merasa hanya menjadi boneka dari kedua orang tuanya.

Meskipun tidak ada pernyataan resmi bahwa mereka adalah sepasang kekasih,namun sebulan ini yunho sering kali berkunjung ke rumah jaejoong,sekedar untuk menemani namja cantik itu saat sendirian dirumah. Tak jarang pula yunho ikut makan malam bersama keluarga jaejoong yang tentu saja berbeda dengan suasan makan malam di keluarganya.

Terkadang yunho menitipkan hadiah-hadiah untuk jaejoong pada yoo jin. Setelah mengetahui bahwa pegawai baru dibutik noonanya adalah kakak perempuan jaejoong,yunho sering kali menitipkan hadiah untuk jaejoong. Yunho juga sering mengunjungi butik jessica,untuk sekedar menanyakan kabar jaejoong jika ia tidak sempat menemui jaejoong.

"Kau datang lagi,huh?"Tegur jessica saat melihat yunho diruang kerjanya.

"Wae?apa noona tidak senang melihat kedatangan ku?"Sahut yunho melihat-lihat berbagai macam desaign baju dimeja jessica.

"Kau itu datang hanya untuk mengetahui keadaan jaejoong lewat yoo jin bukan?"

Jessica sudah mengetahui bahwa yunho menyukai jaejoong,meskipun jessica belum pernah bertemu dengan jaejoong namun ia mendukung dongsaengnya itu.

"Tugas kuliah dan appa selalu membuat ku sibuk noona,aku tidak sempat mampir ke rumahnya"Keluh yunho merasa penat dengan rutinitasnya.

"Hei noona penasaran dengan jaejoong,secantik apa dia sampai-sampai kau jatuh cinta padanya?"Sedikit banyak jessica juga merasa penasaran dengan bagaimana rupa seorang kim jaejoong yang sampai-sampai membuat dongsaengnya itu tergila-gila.

"Dia sangat cantik noona,ah kurasa kau bahkan kalah cantik".

"Yah..." Jessica melemparkan beberapa lembar kertas ke arah yunho.

Tok..Tok..

Suara ketukan pintu membuat acara lempar kertas yang dilakukan jessica dan yunho terhenti. Yoo jin memasuki ruangan jessica dengan setumpuk kertas hasil rancangannya.

"Mian mengganggu,tapi rancangan untuk katalog minggu ini sudah selesai"Ujar yoo jin yang kemudian meletakkan kertas-kertas itu dimeja jessica.

"Woahh kau sangat hebat,aku menyukai semua rancangan mu hari ini"Puji jessica yang meneliti hasil rancangan yoo jin.

"Go-gomawo".

"Ah~ noona bagaimana kalau nanti malam kita makan bersama-sama?"Ujar yunho sebelum yoo jin keluar dari ruangan jessica.

"Mwo?"Yoo jin nampak sangat terkejut dengan permintaan yunho.

"Iya~ ajak jaejoong juga,jadi kita makan ber 4,bersama sica noona?"Jelas yunho seakan menyadari keterkejutan yoo jin.

"Arraseo,nanti aku akan memberitahu jaejoong"Ujar yoo jin.

"Ah~ nanti biar aku yang menjemput jaejoong,pukul 7 kita bertemu direstoran 5 blok dari sini"Pesan yunho.

.

.

.

.

.

"Hyung...?"Panggil changmin saat berada dikamar jaejoong.

"Hmm?"Jawab jaejoong yang sepertinya sedang melamun itu.

"Sejak kapan kamar mu jadi toko boneka?"Tanya changmin yang melihat kamar jaejoong kini penuh dengan boneka berukuran besar.

"Eh-em itu...".

Jaejoong terlihat gugup menjawab pertanyaan changmin. Haruskah ia mengatakan bahwa semua boneka itu merupakan hadiah dari yunho?.

"Apa ini semua hadiah dari yunho?"Tebak changmin.

"Ba-bagaimana kau bisa tahu minnie?"Jaejoong terkejut mendengar tebakan changmin yang seratus persen benar.

"Ha-hanya menebak saja,lalu apa kalian sekarang sedang menjalin hubungan?".

"Molla".

"Wae?apa yunho tidak mengatakan bahwa ia menyukai mu?".

"Waktu itu dia pernah berkata kalau mau menjadi kekasih ku".

"Lalu apa kau menolaknya hyung?".

"Anio~,aku bahkan tidak memberikan jawaban saat itu".

"Kau tidak memberikan jawaban,tapi yunho tetap memberikan mu hadiah hyung?".

Jaejoong menganggukkan kepalanya,setuju dengan perkataan changmin.

"Kenapa kau tidak menjadikan yunho sebagai kekasih mu hyung?"Tanya changmin penasaran.

"A-aku takut,kalau yunho hanya mempermainkan namja buta seperti ku".

Jaejoong terlihat sedikit takut dengan perkataannya sendiri. Hanya karena jaejoong seorang namja buta,yunho bisa saja dengan mudah mempermainkan perasaannya.

"Dengarkan aku baik-baik hyung" Changmin mengenggam erat tangan jaejoong,mencoba memberikan kekuatan untuk namja cantik itu.

"Aku yakin bahwa yunho tidak main-main dengan perasannya,kalau kau juga mempunyai perasaan yang sama sebaiknya katakan padanya,ku dengar yunho sangat populer di kampus".

"Jinjja?apa yunho setampan itu?".

"Ya,dia cukup tampan,tapi tidak setampan aku"Ujar changmin yang terlalu percaya diri.

"Aku percaya kau tampan,shim changmin"Gerutu jaejoong.

Drrrttt...Drrttt...

Ponsel dalam pangkuan jaejoong bergetar. Changmin sedikit mengintip siapa yang menelepon hyung tersayangya itu. "Itu yoo jin noona hyung".

"Yeoboseo noona?".

"..."

"Nde?Jinjja"

"..."

"Nde,changmin yang menemaniku hari ini".

"...".

"Kenapa tidak mengatakannya dari tadi?".

"..."

"Arraseo,aku akan segera bersiap-siap".

"..."

"Ada apa hyung?"Tanya changmin penasaran.

"Em,yoo jin noona mengajakku makan malam bersama yunho dan noonanya"Jawab jaejoong.

"Jinjja?kalau begitu lekas kau mandi,aku akan membantu menyiapkan pakaian untuk mu,atau perlu aku sekalian memandikanmu hyung?".

"Y-yah aku buta bukan lumpuh"Protes jaejoong.

Setengah jam lagi yunho datang menjemput jaejoong,sedangkan namja cantik itu masih berdebat dengan changmin mengenai warna pakaian yang akan dipakai jaejoong.

"Kau terlihat sangat cantik memakai kaos ungu ini hyung"Ujar changmin dengan sebuah kaos polo berwarna ungu.

"Shireo,ungu terlihat gelap min"Tolak jaejoong.

"Aish~ bagaimana kalau hijau muda ini?".

"Hijau muda?itu terlalu terang changminnie". Lagi-lagi jaejoong menolak semua usul changmin mengenai warna baju yang akan dipakainya.

"Apa ada warna yang sedikit menenangkan min?"Tanya jaejoong.

"Menenangkan?tunggu akan kucarikan,ah hyung bagaimana kalau biru muda dengan aksen awan ini?".

"Apa itu kaos v-neck kesukaanku min?".

"Em,sepertinya iya hyung?"Jawab changmin sedikit ragu apakah kaos yang ditangannya ini merupakan kaos kesayangan jaejoong atau bukan.

"Berikan pada ku,aku akan memakainya".

"Chagi,apa kau sudah siap?yunho menunggu mu dibawah" Umma kim melongokkan kepalanya kedalam kamar jaejoong.

"Aigo~ putra umma cantik sekali"Puji nyonya kim melihat penampilan jaejoong yang menurutnya sangat cantik. Kaos v-neck warna biru muda dengan aksen awan putih,serta celana panjang putih yang membungkus kaki jenjang jaejoong dengan sempurna.

"Bagaimana umma,aku yang memilihkan baju untuk joongie hyung?"Ujar changmin merasa bangga.

"Kau hebat changminnie,jangan lupa membawa jaketmu joongie" Umma kim memakaikan jaket putih agar putra kesayangannya itu tidak kedinginan.

"Kajja hyung kita turun" Changmin menggandeng satu tangan jaejoong dan menuntunnya menuruni tangga.

"Hay hyung"Sapa changmin yang melihat yunho duduk diruang tamu.

"Changmin?" Yunho terlihat terkejut dengan keberadaan changmin dirumah jaejoong,terlebih changmin menggandeng tangan jaejoong dan jangan lupakan bahwa changmin dan jaejoong berada dikamar berdua saja.

"Aku hanya membantu joongie hyung mempersiapkan semuanya"Ujar changmin seolah mengerti ekspresi wajah yunho yang sedikti heran dengan keberadaan dirinya.

"A-apa kau sudah menunggu lama yun?"Tanya jaejoong sedikit gugup.

"Ani~ aku baru saja datang,dan umma mu berkata kalau kau sedang dikamar"Sahut yunho yang sangat mengagumi sosok cantik didepannya.

"Ahjuma titip joongie ne"Ujar umma kim melepas kepergian jaejoong dan yunho.

.

.

.

.

.

"Nde ahjuma,kami pergi dulu"Pamit yunho kemudian mengemudikan mobilnya keluar dari halaman rumah jaejoong.

"A-apa noona mu galak yun?"Tanya jaejoong mencoba memecah keheningan.

"Ani~ dia sangat baik,kau pasti akan menyukainya".

Membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai direstoran yang yunho tuju. Setelah memastikan mobilnya terparkir ditempat yang aman,yunho dengan cepat membukakan pintu untuk jaejoong. Ia bahkan membantu jaejoong memasuki restoran yang terbilang sangat mewah.

"Yun,kenapa kau tidak memberitahuku kalau akan makan direstoran mewah seperti ini?"Ujar jaejoong

"Eh,kenapa kau bisa mengetahuinya?".

"Dari ucapan selamat datang para pelayan didepan,kalau tahu akan kesini aku akan memakaian pakaian formal bukan kaos seperti ini".

"Apapun yang akan kau pakai kau terlihat sangat sempurna jae"Bisik yunho pelan membuat jaejoong berblushing ria.

"Nah itu yoo jin dan sica noona"Yunho memapah jaejoong dengan hati-hati menuju meja yang telah ditempati yoo jin dan jessica.

"Omo,yoo jin adik mu sangat cantik"Puji jessica senang.

"A-anyeong kim jaejoong imnida"Salam jaejoong sopan.

"Jangan terlalu formal joongie,eh apa aku juga boleh memanggil mu joongie?".

Jaejoong menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Pantas saja yunho sampai tergila-gila pada mu joongie,kau tahu tiap malam dia selalu menelpon ku untuk menceritakan bagaimana cantiknya seorang kim jaejoong".

"Yah noona siapa yang menyuruh mu menceritakan itu semua"Kesal yunho karena noonanya telah membuka rahasia terbesarnya.

Yoo jin dan jaejoong hanya tertawa mendengar pertengkaran kakak adik yang terkesan sangat akrab itu.

Meja yang yunho pesan sepertinya memang di desaign untuk 4 orang saja. Meja berbentuk lingkaran itu nampak penuh dengan makanan yang terhidang dengan aroma yang membuat siapa saja akan menghabiskannya dengan sekejap.

"Joongie kau makan yang banyak ne,noona tidak ingin melihat kau begitu kurus"Ujar jessica.

"Jangan berlebihan noona"Tegur yunho yang merasa noonanya terlalu perhatian pada jaejoong.

"Wae?sudah lama aku ingin mempunyai adik yang cantik seperti jaejoong,tapi kenapa adik ku justru seperti kau,yun?"Protes jessica yang mengundang gelak tawa dimeja itu.

Sesekali yoo jin membantu jaejoong mengambilkan makanannya,nampaknya jaejoong malam itu sangat berlimpah kasih sayang. Yunho,jessica dan yoo jin noonanya sangat memperhatika jaejoong,seakan jaejoong adalah keramik yang rapuh sehingga bisa pecah kapan saja.

"Eonnie gomawo atas makan malam hari ini"Ujar yoo jin setelah acara makan malam mereka selesai.

"Jangan sungkan padaku,di tempat kerja aku memang atasan mu,tapi diluar itu kita adalah teman,terlebih lagi sepertinya kita akan jadi saudara ipar" Jessica melirik kearah yunho dan jaejoong yang tengah asik dengan dunia mereka sendiri.

"A-apa eonnie setuju kalau yunho menjalin hubungan dengan joongie?"Tanya yoo jin.

"Tentu saja kau setuju,asal kau tahu,yunho dididik untuk jadi pewaris perusahaan appa dari kecil ia selalu menuruti semua perintah appa,kurasa sekarang saatnya ia mengambil keputusan sendiri untuk hidupnya"Cerita jessica.

"Emh yun apa aku boleh bertanya sesuatu?".

Kini yunho dan jaejoong sedang berada dibalkon restoran yang mengarah langsung pada pemandangan kota seoul yang indah. Mereka berdua duduk disebuah bangku yang memang dikhususkan untuk pengunjung restoran.

"Apa yang akan kau tanyakan?".

"Me-mengenai ucapan mu sewaktu kita dicafe milik junsu" Jaejoong terlihat menggenggam erat ujung bajunya,menandakan namja cantik itu sedang gugup.

"Ucapan ku?" Yunho sedikit tidak ingat mengenai apa yang pernah ia katakan pada jaejoong.

"Ah~ aku ingat sekarang,waktu itu aku mengatakan mau menjadi kekasih mu bukan?"Seru yunho setelah mengingatnya.

"Nde,a-apa itu ma-masih berlaku?"Tanya jaejoong menundukkan wajahnya yang kini memerah.

"Jae?jangan bilang kau...?".

"Ka-kau boleh menjadi ke-kekasih ku"Ucap jaejoong akhirnya.

"Jinjja?kau tidak sedang mempermainkan aku kan?" Yunho terlihat senang juga takut mendengar perkataan jaejoong berusan.

"Justru aku yang takut kau yang mempermainkan namja buta seperti aku"Lirih jaejoong.

"Dengarkan aku kim jaejoong,aku benar-benar menyukai mu bahkan mencintai mu,aku tidak perduli meskipun kau lumpuh atau bisu sekalipun,bagiku kau adalah kim jaejoong yang aku cintai"Ucap yunho menangkupkan kedua tangannya diwajah jaejoong.

"Jeongmal?" Jaejoong terlihat menitikkan airmatanya setelah mendengar perkataan yunho yang menurutnya sangat menyentuh itu.

"Saranghae kim jaejoong" Yunho membawa jaejoong kedalam pelukannya.

"Na-nado saranghae yun"Balas jaejoong mengeratkan pelukannya pada yunho.

Tanpa mereka sadari seseorang telah melihat dengan tatapan benci.

"Tidak akan ku biarkan kalian bersatu,bagaimana pun caranya kalian harus berpisah meskipun aku harus jadi seorang pembunuh".

Tbc-

Gomawo buat readers yang udah sempet ripiuw *Cipok satu-satu*

Boleh juga kalau mau ripiu lewat twitter,mention aja ke /chuLieya

Riview,kritik,dan saran akan author terima dengan senang hati.

Author akan coba membalas review dari reader dichapter sebelumnya ^^

Vic89: gomawo udah mau review ^^

Yoochun pikirannya emang kemana-mana (?) karena mereka baru kenal jadi joongie sama changmin nggak ikut piyama party ^^

Nunoel31: cheonmayo chingu :* gomawo juga udah mau review,bikin aku semangat ngelanjutin FF nya.

Lee minji elf: Nde ini sudah dilanjut ^^ review lagi ya :*

De: gomawo,nanti author siapin kerikil (?) buat bumbuin kisah percintaan yunjae *_* keep review ya gomawo :*

Author bikin FF ini karena terinspirasi dari lagu DBSK yang berjudul sama,Stand By U kalau diterjemahin ke liriknya sedih banget TT_TT

Ada readers yang bilang kalau baca FF ini sambil dengerin lagunya KRY yang your eyes,nanti akan author coba ^^