STAND BY U

Cast: Yunjae and others

Genre:Romance/Hurt

Author:Lovara

Summary: kim jaejoong seorang namja cantik namun memiliki kekurangan,karena sebuah kecelakaan ia kehilangan penglihatannya sejak kecil. Jung yunho putra pemilik jung corp yang selalu hidup dengan kemewahan,namun ia merasa hanya menjadi boneka dari kedua orang tuanya.

Ff ini merupakan hasil pemikiran autor setelah melihat arti lagu Stand By U DBSK,jadi kalau ada yang ngaku-ngaku ini ff orang lain,jamban please -_-

Kalau menemukan ff yang hampir sama anggap saja kesamaan pemikiran para author ^^

...

"Kau sudah memberitahu jaejoong tentang hal ini?"Tanya jessica khawatir.

Setelah bertengkar dengan appa nya,yunho lebih memilih untuk tidur di apartement jessica.

"Be-belum,aku takut jaejoong akan terluka mendengarnya,meskipun aku tidak akan meninggalkannya"Sahut yunho terlihat sangat lemas.

"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?".

"A-aku tidak tahu noona,bisakah kau membantu ku kali ini?".

"Sebaiknya kau memberitahu jaejoong mengenai masalah ini".

"Tapi noona jaejoong akan merasa terluka jika aku memberitahu masalah ini"Sergah yunho.

"Dia akan lebih terluka lagi jika sampai appa atau bahkan umma yang memberitahu masalah ini yun".

"Aku akan cari waktu yang pas untuk membicarakan hal ini dengan jaejoong"Ucap yunho akhirnya.

.

.

.

.

.

"Hei bagaimana keadaan mu,kau sudah baikan dengan appamu?"Tanya yoochun.

Saat ini mereka berdua sedang berada dikantin universitas.

"Sangat buruk,sica noona bahkan menyuruhku untuk memberitahu jaejoong mengenai masalah ini".

"Mwo?bukankah itu justru akan membuat jaejoong terluka?".

"Aku juga berpikiran sama dengan mu,tapi kata sica noona ini lebih baik daripada jaejoong harus mengetahui hal ini dari mulut orang lain".

"Lalu kapan kau akan mengatakan pada jaejoong?".

"Mungkin hari ini"Jawab yunho lemas.

.

.

.

.

.

"kau terlihat lemas hari ini,kau sakit yun?"Tanya jaejoong membelai lembut wajah yunho karena hanya dengan cara menyentuhnyalah ia dapat 'melihat'.

"Ani~ hanya saja ada yang ingin kukatakan padamu". Yunho menarik jaejoong dan membawanya dalam pelukan.

"He-hei ada apa?"Jaejoong mengusap punggung yunho pelan,saat merasakan kekasihnya itu menangis.

"Appa ku mengetahui hubungan kita".

"..."

"Dan ia menyuruhku untuk mengakhiri hubungan ini".

"La-lalu a-pa keputusan mu?apa kau akan benar-benar meninggalkan ku?". Kini jaejoong mulai terisak.

"Baby~" Yunho menangkupkan wajah jaejoong dengan kedua tangannya dan menghapus jejak air mata yang mengalir. "Bukankah sudah pernah kukatakan padamu,apa pun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan mu,bahkan jika kau sendiri yang meminta aku tidak akan meninggalkan mu".

"Hiks..tapi bagaimana dengan appa mu?".

"Boo~ appa ku orang yang sangat keras ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan,jadi kumohon bertahanlah jika appa ku melakukan sesuatu untuk memisahkan kita,karna aku juga akan bertahan".

"Aku takut tidak bisa bertahan yun..."Ujar jaejoong lemah.

"Ingat jae,bahwa aku akan bertahan sama seperti berdua akan bertahan dengan cara masing-masing".

"Nde,akan kucoba".

"Saranghe baby boo"Kecup yunho pelan dikening jaejoong.

"Nado saranghe bear".

.

.

.

.

.

"Joongie?gwenchana?kau terlihat pucat"Tanya umma kim saat sedang makan malam.

"Gwenchana umma"Jawab jaejoong memaksakan untuk tersenyum.

Ia tidak mau melihat keluarga kecilnya itu kembali bersedih. Sudah cukup keluarganya merasa terbebani dengan kondisi jaejoong saat ini. Namun changmin yang sudah mengetahui semua permasalahan hyungnya itu hanya menghela napas,ia tidak mengerti kenapa jaejoong sering sekali mengabaikan perasaannya sendiri demi keluarganya.

"Kau sakit minnie?"Tanya yoo jin melihat changmin hanya mengaduk-aduk makanannya saja.

"Eh?ani noona hanya saja aku tadi sudah makan bersama teman ku".Bohong changmin.

"Jinjja?kalau kau sakit kau harus memberitahu umma min,umma akan sangat sedih jika sampai kau sakit sementara appa dan umma mu dijepang"Ujar umma kim lembut.

"Nde umma,aku baik-baik saja,oya joongie hyung malam ini aku tidur dengan mu ya".

"Boleh saja min"Jawab jaejoong.

"Jangan tidur terlalu larut malam arra?"Pesan appa kim.

"Arraseo appa"Jawab jaejoong dan changmin.

"Hyung..."Panggil changmin yang kini sedang tiduran diranjang milik jaejoong.

"Ada apa?".

"A-apa yunho hyung sudah memberitahu mu?"Tanya changmin takut-takut.

"Kau mengetahui hal ini?".Jaejoong justru balik bertanya.

"Yoochun hyung sudah menceritakan semuanya pada ku dan junsu,jadi apa yunho hyung...".

"Nde yunho sudah memberitahu semuanya,ia minta agar aku berjuang sama seperti dirinya"Jawab jaejoong lirih seakan menahan tangis.

"Menangislah hyung kalau itu membuat mu lega". Changmin segera memeluk hyung kesayangannya itu.

"Hiks...aku tidak tahu min,apa aku sanggup bertahan...hiks...aku takut yunho akan menyerah dan meninggalkan ku..."

"Aku berani jamin yunho hyung tidak akan meninggalkan mu hyung"Changmin menepuk pelan punggung jaejoong seolah memberi kekuatan untuk jaejoong.

"Seharusnya aku memang tidak boleh menerima pernyataan cinta yunho"Ujar jajeoong disela tangisnya.

"Jangan berkata seperti itu hyung,tidak hanya kalian saja yang akan berjuang,aku,yoochun dan junsu juga akan berjuang untuk membantu kalian sebisa kami,kau harus selalu ingat bahwa ada aku yang akan selalu melindungi hyung".

.

.

.

.

.

Siang ini jaejoong sedang berada diperpustakaan kota sendirian. Karena jadwal kuliah yunho yang padat,ia tidak bisa menemani jaejoong. Pagi tadi appanya yang mengantarkan jaejoong menuju perpustakaan kota dan nanti changmin yang akan menjemput jaejoong disini. Suasana perpustakaan yang sepi membuat jaejoong merasa nyaman. Sejujurnya ia tidak begitu suka dengan keramaian. Setumpuk buku sudah jaejoong siapkan agar ia tidak merasa bosan sembari menunggu changmin.

Greekk..

Sepertinya ada yang menduduki kursi yang berada diseberang jaejoong.

"Kim jaejoong?". Suara diseberang jaejoong memanggilnya,sepertinya seorang yeoja paruh baya.

"N-nde?Nugu?"Sahut jaejoong merasa tidak mengenali suara didepannya.

"Jauhi anak ku..".

"Eh..?".

"Jauhi jung yunho anak ku".

Ternyata umma jung yang menemui jaejoong. Sepertinya anak buah nyonya jung sempat membuntuti jaejoong sewaktu ia berangkat bersama appanya.

"Ta-tapi ahjuma..."

"Apa kau menggoda anak ku dengan tubuh mu itu hah?".

"..."

"Katakan berapa uang yang kau butuhkan?aku akan memberikannya sekarang juga".

"A-anda salah sangka,aku tidak mendekati yunho karena harta".

"Cih ! kau pikir aku percaya dengan ucapan mu,kau butuh uang untuk mengobati mata mu yang buta itu kan?cepat katakan berapa banyak yang kau butuhkan?"Ujar umma jung emosi.

"Mianhe ahjuma aku benar-benar tidak seperti itu"Sahut jaejoong lirih,ia tidak mau seluruh pengunjung perpustakaan mengetahui apa yang sedang terjadi padanya.

"Jadi seperti ini caramu menggoda putra ku?berpura-pura sok suci,baiklah akan kuberi waktu kau seminggu untuk memikirkannya,setelah itu katakan berapa banyak uang yang kau butuhkan"Ujar umma jung kemudian pergi meninggalkan jaejoong yang tengah terisak pelan.

Drrrtttt...Drrttt...

Ponsel yang tergeletak disamping tangan jaejoong bergetar.

"Hyung kau apa kau masih diperpustakaan?"

"Minnie...". Tangis jaejoong pecah setelah mengetahui siapa yang menelponnya.

"Ada apa hyung,kau dimana?jangan membuatku takut"

"Aku..masih diperpustakaan..kota".

"Arraseo,tunggu aku jangan pergi kemana-mana"

Tak sampai 15 menit,changmin sudah sampai diperpustakaan kota. Segera saja ia memasuki gedung perpustakaan dan mencari jaejoong. Changmin menemukan jaejoong tengah terisak dipojok ruangan perpustakaan.

"Hyung ada apa,apa seseorang menyakiti mu?"Tanya changmin duduk disebelah jaejoong.

"Ta-tadi nyonya jung datang".

"Jinjja?apa ia memukul mu hyung?"Tanya changmin khawatir.

"Ani ia hanya bilang agar aku menjauhi yunho"Sahut jaejoong.

"Gwenchana hyung,tenanglah jangan menangis lagi,sebaiknya kita pulang kau istirahat saja dirumah".

.

.

.

.

.

"Jadi umma ku pergi menemui jaejoong?"Seru yunho setelah mendengar cerita dari changmin.

"Nde,joongie hyung sempat menangis saat aku menjemputnya diperpustakaan kota"Sahut changmin.

"A-apa umma ku memukul jaejoong?"Tanya yunho.

"Sepertinya tidak hyung,umma mu hanya menyuruh joongie hyung untuk meninggalkan mu,ia bahkan menawarkan sejumlah uang pada joongie hyung".

"Aigo~ umma mu mengerikan yun"Ujar junsu.

Kali ini mereka ber 4 berada dirumah junsu. Setelah mendapat kabar bahwa umma jung pergi menemui jaejoong,yunho segera pergi menyusul changmin dan yoochun yang sudah lebih dulu sampai.

"Appa ku sengaja menambahkan jadwal kunjungan ku diperusahaan agar aku tidak bisa menemui jaejoong"Geram yunho.

"Jangan takut yun,aku akan ikut menjaga jaejoong saat kau tidak bersamanya"Ujar junsu mencoba meringankan beban sahabatnya.

"Oya,apa kau sudah menemukan siapa orang yang mengirimkan foto itu pada appamu?"Tanya yoochun.

Yunho menggelengkan kepalanya. "Belum,kurasa hanya beberapa orang saja yang bisa memasuki ruang kerja appa dengan bebas".

"Kurasa kau harus tanyakan pada sekretaris appa mu"Saran junsu.

"Nde,nanti akan aku tanyakan"Sahut yunho.

Tbc-

Mian atas keterlambatan update /

Idenya tiba-tiba aja ngilang kalo udah didepan lepi TT_TT

Chapter ini pendek banget

Kalau FF ini sampai chapter 10 lebih apa masih ada yang mau baca?takutnya udah pada bosen TT_TT

PhantoMirotic: huhuhu...noona juga pengen liat mereka ber 5 kumpul lagi kayak dulu T_T,iya biar ceritanya gregetan (?) disini appa jung dibuat ganas :D

Nunoel31: hehehe...ini baru konfilk pembuka lhoo konflik yang sebenarnya belum muncul #EvilSmirkBarengChangmin.

De: iya bener ini gara-gara manusia misterius yang selalu muncul saat tbc (?) tenang aja appa sama umma gak bakal putus kok ^^.

Yunholic: untung aja yunho bukan anak durhaka,jadi waktu ditampar nggak balik nampar :D

Ifa. : Nde gomawo udah mau review ^^

Kim jihye: Gomawo ^^ ini udah lanjut,keep review ya :*

Geelovekorea: tenang aja nanti bakalan happy ending kok ^^ author masih ga tega kalo mau bikin sad ending..

Danactebh: Nde ^^ ini udah lanjut

Gomawo buat yang review *Cipok Brutal*

Semoga FF nya nggak ngebosenin ya,ada kritik atau saran?akan author terima dengan senang hati ^^