Author= Imsoojung
Genry= mistery, friendslip, and other
Cast= Shin donghoo(ukiss), Kang minhyuk (Cn blue), lee sungyeol (infinite), Lee Minho, Leeteuk, Songjoongki, young ah, Shin kyungri, park minji, Kim Hyesung, Hongki and other..
Disclamer= semua cast yang author tulis diatas milik tuhan dan keluarga masing masing serta para fans, namun khusus yang bernama SHIN DONGHO HE IS MINEEE!#maksa*PLAKK ditabok Dongholick.
Warming= abal, Eyd yang tidak sempurna, membuat kaki Minus dan mata keseleo, gaje stadium 12, dan beberapa kesalahan dalam fanfic ini.
sorry lama publish hehe, sudah berapa lama kah author tinggalkan? wkwwkwk,,, makasih yang udah baca
_Happy Reading_
"Kau yakin?" Joongki bertanya kemudian berdiri dari duduknya. Tangannya mengacak rambutnya prustasi kemudian menatap berbalik kearah sungyeol.
"Mwo.. mwo~ya?!" Sungyeol mencoba menatap kearah lain kemudian pada akhirnya matanya menetap menatap Dongho.
Dongho mengangguk dan mengatakan 'eoh' dengan gugup dan kembali membenamkan kepalanya dalam dalam. Ia menahan seluruh air matanya. Namun matanya bahkan tak tahu bahwa ia sedang menangis, dan tubuhnya membiarkan ia terisak begitu saja. Joongki menghela napas dan kembali duduk dengan kasar.
"Kalung iniā¦" Dongho mengerahkan sebuah kalung pada Joongki dan perkataannya tertahan saat matanya menatap Jongki yang sedang meraih kalung itu, "aku yang menemukan di dekat tempat Kyungri mati."
"Kau tahu ini milik siapa?" Joongki menyenderkan punggung ke kursi seolah tubuhnya sedang dipenuhi beban berat.
"Aku tahu," Dongho menatap Joongki dalam setelah ia memberanikan diri menangkat kepalanya, "dia mati 1 tahun yang lalu."
Joongki terdiam. Mulutnya menggumamkan sesuatu tanpa suara. Ia duduk tegak kembali, kemudian terlihat sedang mengingat ingat sesuatu. Ia menatap Dongho lagi.
"Maksudmu murid yang mati bunuh diri itu?" Joongki berkata sebentar kemudian menoleh kearah Sungyeol. "Iya kan?"
Sungyeol tak membalas ia hanya terdiam kemudian menunduk seperti tahu sesuatu. Dongho menoleh ke arah hyung-nya menunggu Sungyeol bicara sesuatu, namun anak berpipi chubby itu hanya diam.
"Ia bukan bunuh diri," Joongki tertegun menatap Dongho setelah Dongho mengatakan hal itu. "Anak anak itu membunuhnya."
"Mwo!" Joongki berseru tertahan, ia berdiri dan mengacak rambutnya membuatnya terlihat seperti orang yang sangat depresi.
"Aku tidak bisa diam terus! Aku melihat semuanya, bahkan sungyeol hyung juga! Semua orang yang tahu menyalahkan adikku padahal dia tak melakukan apapun!" Dongho berteriak, entah apa yang membuatnya begitu sangat marah. Walaupun memang seharusnya ia begitu.
"Nama anak itu Hyesung," Sungyeol bergumam. Ia menunduk dalam dalam, "Ia sudah menjadi bahan pembicaraan orang lain sejak ia masuk, ia sudah terlalu sering dibully oleh orang orang gila itu."
Dongho menatap tak berkedip ke arah sungyeol. Joongki masih tak mau berbicara setelah itu, membiarkan sungyeol menceritakan semuanya.
- flashback -
"Ya! Kau kemari!" Seorang namja menarik keras tubuh Hyesung dengan menjambak rambutnya. Tangannya bergerak hendak menampar namun matanya teralih pada surat yang dipegang Hyesung.
Hyesung menunduk kemudian tangannya mempererat surat yang sedari tadi dipegangnya. Tubuhnya mundur tak betah dipeloti namja bernama Jaejoong itu.
"Huh! Kau namja bodoh yang tak berguna!" Hyeri menendang sepatu Hyesung hingga anak itu kehilangan keseimbangan dan membentur dinding. "Jadi kau berencana pindah?! Kemarikan surat itu!"
Hyeri menarik surat yang sedari tadi dipegang oleh Hyesung erat erat, namun Hyesung tak merespon hanya menyembunyikan surat itu dibelakang tubuhnya.
"Ya! Kenapa kau? Takut?!" Yonghwa menjambak kembali rambut namja itu kemudian mendorongnya agar maju menuju jaejoong, "berikan kertasnya!"
Hyesung menggeleng namun Jaejoong merebutnya dengan mudah, tanpa perlawanan apapun. "Kemari kau!"
"Huh?! Pernyataan pindah karena tindak kekerasan?!" Hyeri berdecak kemudian menampar siswa itu hingga ujung bibir namja itu memar. "Kau melaporkan kami, eoh?!"
"Ani!" Seorang namja datang, berseru tertahan kemudian mendekat pada 5 orang yang mengelilingi Hyesung itu.
"Aku yang melaporkannya!" Namja berambut coklat itu datang menghampiri mereka. "Dia tidak melakukan apapun pada kalian!"
"Kang Minhyuk," Jonghyun bergumam pada namja itu, "coba jadi pahlawan ya?"
"Ani, aku hanya ingin membelanya," Minhyuk berkata datar, tanpa ekspresi apapun.
"Kau pikir kau siapa, huh!" Hyuuna memukul pelipis Minhyuk dengan kepalan tangannya.
"Jangan ganggu dia!" Hyesung berseru, mendorong Hyuuna hingga yeoja itu terjungkang ke belakang. "Biarkan dia pergi!"
"Apa maumu bocah tengik!" Yonghwa menarik rambut Hyesung hingga anak itu berjalan mendekat pada Jaejoong.
Jaejoong menarik tangan Hyesung kemudian membawanya menuju atap tak peduli pada Minhyuk yang berusaha mengikuti mereka.
"Oppa!" Suara melengking Yeoja itu terdengar dari beberapa anak tangga dibawah Hyesung, membuat kelima orang beserta Minhyuk itu terhenti saat mendengar seruannya. "Kalian ingin membawanya kemana?!"
"Jangan ikut campur!" Yonghwa berjalan menuju yeoja bernama Kyungri itu kemudian berbisik pelan, "kau kembalilah, jangan ada campur tanganmu disini!"
Kyungri tak membantah dan tubuhnya mundur. Matanya melirik kearah Minhyuk, berusaha menanyakan sesuatu lewat matanya.
Mereka berlalu menuju atap. Namun tak sadari oleh mereka, yeoja itu berjalan pelan pelan dibelakang mereka tanpa suara.
"Kemari kalian!" Yonghwa menarik tangan Hyesung dan Minhyuk dengan bersamaan. "Kalian mau dapat masalah?"
Hyesung menggeleng. Tubuhnya gemetar, tangannya memegang ujung bajunya.
Minhyuk terdiam namun matanya menyempatkan diri menatap kearah Hyesung. Tangannya sendiri juga sedikit bergetar, walaupun ia sama sekali tidak takut pada orang orang didepannya itu.
Jonghyun menoleh kearah pintu, dilihatnya Kyungri datang. Tangannya meninju pelan lengan atas Yonghwa.
"Mau apa kau kemari?!"
"Kenapa kau mempermainkan anak itu?"
"Tidak ada hubungannya dengan mu."
Yonghwa berbalik dan dalam beberapa saat kepalanya menoleh menengok apa Kyungri akan pergi. Tidak, yeoja itu tidak pergi.
BUGG
Jaejoong memberikan pukulan telak pada Hyesung hingga namja itu tersungkur.
"Apa yang kalian lakukan!" Kyungri memekik. Tangannya menutup kedua mulutnya tak percaya.
"Kyungri-ah!" Seruan itu terdengar dan Kyungri menoleh, melihat Sungyeol dengan kamera ditangannya. Matanya khawatir. Seseorang mendekatinya dari belakang. Dongho.
Braak!
Semua orang terkesima. Semuanya. Kyungri dan Minhyuk bergerak. Hanya mereka yang bergerak dan tak ada lagi selain mereka.
Dongho terkesima. Ia dan Sungyeol sedang berada pada atap gedung yang berbeda, jadi ia tak bisa melakukan apapun.
Sungyeol merekam semuanya, ya semuanya.
"Yaa! Kalian harus menolongnya!" Dongho berseru setelah tadi yang terdengar hanya desiran angin.
"A..aku tidak! Aku tidak bermaksud! Itu.. Itu kecelekaan!" Yonghwa mundur dari posisinya dan matanya terlihat takut.
Minhyuk tak bergeming hanya menatap Hyesung takut takut. Ia kemudian beralih pada yang lainnya, berharap ada ide untuk menjangkau tangan Hyesung.
Ya, anak itu terjatuh. Untunglah tangannya reflek memegang salah satu jendela kelas. Mulut Hyesung bergetar, ia tak bisa berbuat apa pun.
Suara angin memecah, tak ada suara lagi. Tangannya berkeringat, ia tak tahu lagi kapan ia bisa bertahan.
"Aku akan menolongnya," Jonghyun bersuara, ia menatap sekeliling dan kemudian berakhir pada Dongho. "Dimana Hyesung berada Dongho-ssi?"
Dongho tak langsung menjawab dan kemudian matanya menatap Hyesung. "Lantai 3 kelas 1-4."
Jonghyun segera melangkah. Kakinya menuruni tangga. Dan ia menatap sebuah kelas.
"Hyesung-ssi.." Kyungri bergumam miris.
"Tolong aku," Hyesung berkata namun hampir tak terdengar.
Saat suara 'tap tap tap' itu terdengar. Dan Jonghyun mulai terlihat. Saat dimana jonghyun hampir bisa menangkap genggaman Hyesung. Anak itu sudah terjatuh.
BRAAKK
"Kyaa!" Suara yeoja itu terdengar memekik, dan semua orang diatap menoleh kebawah.
"Yaoung ah-ya.." Minhyuk bergumam.
Hyesung tak bergerak. Darah menyeruah keluar dari tubuhnya. Namun mukanya masih sama polosnya. Matanya tertutup dan napasnya terhenti disitu, diwaktu itu juga.
Sungyeol menatap kebawah, bersama Dongho disampingnya. Ia memegang erat kameranya, ia merekam seluruh kejadian. Seluruhnya.
Trakk (?)
Sungyeol termangu, ia menatap kameranya yang hancur. Lalu tatapannya beralih pada Jaejoong. Sebuah seriangaian terpampang diwajah jaejoong.
"Diam dan jangan berbicara apapun tentang ini."
Young memandangnya bergetar. Jaejoong mendelik menatap Young ah. Polisi tak menyadari perbuatan mereka, dan Young ah tak mengira bahwa ia harus terlibat dalam ini. Padahal ia hanya ingin mengambil bukunya kembali. Dan kemarin ia harus terlibat dalam semuanya.
"Stt, jangan beritahu siapa siapa kalian semua!"
Dongho mengumpat dan kemudian menatap Jaejoong marah, namun namja itu tak menyadarinya. Mereka bubar dan meninggalkan kelas.
Sungyeol menatap kebelakang, saat ia melihat sebuah bayangan terlintas. Ya, hanya sebuah bayangan.
Kelas sudah terlalu jauh, namun ia penasaran. Ia kembali, dan mendapati kelas kosong. Ia baru menyadari sesuatu, dan saat itu ia sadar kameranya menghilang.
-Flashback end-
Dongho menatap Joongki penuh harap. Kemudian menatap Sungyeol yang ketakutan.
"Jadi anak itu tak bunuh diri eh?" Joongki terdiam dan matanya menatap kedua orang didepannya, mencari tahu kebenaran dari matanya.
"Ya," Dongho mengiyakan dan kemudian ia menunduk memainkan jari jarinya, "dan hanya satu kemungkinan yang bisa aku ambil."
Semua terdiam dan mata tertuju pada Dongho.
"Pelakunya adalah saudara kandung dari Kim Hyesung."
_TBC_
Wkwkwk
Halloooo
Sorry ya semakin gaje dan tidak memiliki alur yang benar.
Maaf setelah setengah tahun author tinggalkan ini menjadi terbengkalai. Author Soo sangat minta maaf.
Minta review yang banyak dong... Jangan jadi reader yang pendiam...
Hehehe..
Gimana? Sebenarnya pas kameranya yeol jatuh author soo bingung harus pakek bunyi apa, Trakk (?), Braak(?), Buug (?), Ceket(?).
Review ya,,
