STAND BY U
Cast: Yunjae and others
Genre:Romance/Hurt
Author:Lovara
Summary: kim jaejoong seorang namja cantik namun memiliki kekurangan,karena sebuah kecelakaan ia kehilangan penglihatannya sejak kecil. Jung yunho putra pemilik jung corp yang selalu hidup dengan kemewahan,namun ia merasa hanya menjadi boneka dari kedua orang tuanya.
Ff ini merupakan hasil pemikiran autor setelah melihat arti lagu Stand By U DBSK,jadi kalau ada yang ngaku-ngaku ini ff orang lain,jamban please -_-
Kalau menemukan ff yang hampir sama anggap saja kesamaan pemikiran para author ^^
...
Setelah menerima 'kunjungan' tak terduga dari nyonya jung,kini yunho tidak memperbolehkan jaejoong berada diluar rumah sendiri. Setidaknya ada 1 orang yang menemani agar nyonya jung dan para pengawalnya tidak sampai mencelakakan jaejoong.
"Kau yakin joongie,tidak apa-apa ku tinggal sendiri"Ujar junsu sedikit khawatir.
"Tidak apa-apa,lagipula aku berada dicafe mu bukan?"Sahut jaejoong coba meyakinkan junsu.
"Arraseo,kalau ada apa-apa kau segera panggil aku,ne?".
Sepeninggal junsu,jaejoong hanya mendengarkan music lewat ponselnya. Sesekali ia bersenandung untuk menghilangkan rasa bosan. Sampai seseorang menepuk pelan pundaknya,membuat jaejoong melepaskan headset yang dipakai.
"Nugu?"Tanya jaejoong.
"Ini aku ahra,oppa"Sahut ahra kemudian duduk didepan jaejoong.
"Ah,ahra sudah lama sekali kita tidak bertemu"Jaejoong tersenyum senang karena akhirnya ia mendapatkan teman untuk sekedar mengobrol.
"Nde,oppa aku harus mengurus cabang perusahaan appa diseoul,bagaimana hubungan mu dengan yunho oppa?".
"Eh?em- kami sudah resmi menjadi kekasih sekarang"Ujar jaejoong tampak malu-malu.
"Jinjja oppa?whoaa selamat kalau begitu,oppa bagaimana kalau kau menemani ku berbelanja didekat sini?".
"Apa aku tidak merepotkan untuk mu nanti?".
"Sama sekali tidak oppa,ayolah oppa temani aku"Pinta ahra.
"Baiklah,tapi aku harus berpamitan dengan junsu".
"Ah tunggu disini oppa,aku yang akan menemui junsu".
Tak lama kemudian ahra kembali lagi,dan berkata bahwa junsu sudah mengijinkan mereka untuk pergi bersama. Sepanjang perjalanan menuju tempat perbelanjaan ahra dan jaejoong banyak mengobrol. Sepertinya mereka memang cocok untuk menjadi teman.
"Kajja oppa kita sudah sampai"Ahra menggandeng tangan jaejoong dan menuntun namja cantik itu agar tidak terjatuh.
Ahra membawa jaejoong berkeliling sekitar pusat perbelanjaan. Tak jarang mereka berhenti karena ada sesuatu yang harus ahra beli. Tidak terasa sudah hampir melewati jam makan siang,ahra dan jaejoong berencana untuk pergi makan siang.
"Kita cari makan dulu oppa,sepertinya dilantai 1 tadi ada tempat makan yang enak"Ujar ahra.
Jaejoong hanya mengangguk saja dan mengikuti ahra,karena yeoja itu selalu menggandeng tangannya.
"Ah oppa liftnya rusak,bagaimana kalau kita turun lewat tangga darurat saja?".
"Apa eskalatornya juga rusak?"Tanya jaejoong.
"Eskalatornya penuh oppa,bisa-bisa kita mati kelaparan"Sahut ahra.
"Baiklah kalau begitu,kita lewat tangga darurat saja".
.
.
.
.
.
Yunho nampak berlari sekuat tenaga dilorong kantor. Ia tidak memperdulikan beberapa karyawan yang ia tabrak,lagipula siapa yang berani marah pada seorang anak direktur. Dengan terburu-buru yunho menghubungi sebuah nomor.
"Argh sial,diluar jangkauan"Geram yunho.
Dengan tidak sabar ia menekan tombol lift. Kembali ia menekan bebrapa tombol diponselnya.
Tuutt...Tutt..
"Ayo cepat angkat".
"Yeoboseyo"
"Ah chun,apa kau bersama jaejoong?"Tanya yunho langsung.
"Ani~ wae?"
"Aish bisa kau cari tahu dimana dia sekarang?".
"Hei ada apa?kenapa kau terdengar buru-buru"
"Aku mengetahui siapa orang yang mengirimkan foto itu pada appa ku".
"Siapa orangnya?"
"Ahra,dia yang melakukan ini semua"Sahut yunho terdengar emosi.
"Jinjja? Ah aku baru saja mendapat pesan dari junsu kalau jaejoong tiba-tiba saja menghilang dari cafenya"
"Mwo?"
.
.
.
.
.
"Aku hanya meninggalkannya sebentar yun,setelah ku lihat kembali jaejoong sudah tidak ada"Junsu merasa bersalah pada yunho karena telah lalai menjaga jaejoong.
"Tapi apa benar ahra yang melakukan semua ini hyung?"Tanya changmin yang datang bersama yoochun tadi.
"Nde,aku sudah memeriksa kamera CCTV diruangan appa ku,dan satu-satunya orang yang masuk adalah ahra"Jawab yunho khawatir terjadi sesuatu dengan jaejoong.
"Apa ponselnya masih tidak bisa dihubungi?"Tanya junsu khawatir.
"Ia pasti berada disuatu tempat yang tidak terjangkau jaringan ponsel,tapi dimana?". Yunho terlihat sangat frustasi sekarang.
"Tunggu,ada pegawai appa ku yang melihat ciri-ciri seperti jaejoong sedang berjalan bersama dengan seorang yeoja di Mirotic mall"Ujar yoochun.
Tanpa banyak bicara yunho,junsu,yoochun dan changmin segera pergi menuju mirotic mall. Sengaja junsu tidak memberitahukan pada ummanya bahwa jaejoong menghilang,ia tidak mau memperkeruh suasana jika sampai ummanya tahu jaejoong hilang,maka otomatis umma jaejoong yang bekerja disana juga mengetahuinya.
"Aku akan cari dilantai 2,kalian bertiga berpencar"Ujar yunho setelah sampai di mirotic mall.
Sementara itu ditempat lain,ahra dan jaejoong masih menuruni tangga darurat satu persatu.
"Hati-hati oppa"Ujar ahra.
Tanpa jaejoong ketahui bahwa ahra diam menaruh sebuah botol tepat dibawah anak tangga yang akan jaejoong pijak.
Dan benar saja,begitu jaejoong melangkah kan kakinya,ia segera terpeleset dan jatuh sampai pada dasar tangga,ia bahkan sempat menabrak tembok yang sangat keras itu.
"Ah-ahra..."Ditengah kesadarannya jaejoong mencoba memanggil ahra,berharap yeoja itu menolongnya.
"Wae oppa?kenapa kau tidak melihat ada botol dibawah hmm?"Ujar ahra terdengar sangat sinis. "Ah mianhe oppa,aku tidak ingat kalau kau buta".
"A-apa maksud-mu".
"Maksudku?tentu saja agar kau menjauh dari yunho oppa,kau sama sekali tidak pantas untuknya,namja buta sepertimu seharusnya tahu diri"Bentak ahra.
Jaejoong tidak menyangka bahwa selama ini sikap ahra padanya hanyalah kedok belaka.
"Setelah kau mati,aku akan merebut hati yunho kemudian aku akan menyandang status sebagai nyonya jung,dan seluruh kekayaan milik keluarga jung menjadi milikku"Seru ahra tepat didepan wajah jaejoong.
"Sayang sekali wajah cantik ini harus mati mengenaskan"Ahra menepuk pipi jaejoong yang kini berlumuran darah.
Setelah jaejoong pingsan,ahra segera meninggalkan jaejoong yang tergeletak tak berdaya dengan kepala yang mengeluarkan banyak darah.
"Hyung,ada yang melihat joongie hyung pergi lewat tangga darurat"Ujar changmin.
Secepat kilat 4 namja itu menelusuri tangga darurat. Sampai pada lantai 7 tangga darurat yoochun melihat sesosok tubuh yang tergeletak dengan darah yang sangat banyak.
"Astaga bukankah itu jaejoong?"Teriak yoochun.
"Boo/joongie hyung". Changmin dan yunho dengan sigap menghampiri jaejoong yang tak sadarkan diri.
"Boo...bangun,mianhe aku terlambat" Yunho memangku tubuh jaejoong dan menepuk pipinya perlahan,ia tidak memperdulikan kemejanya yang penuh dengan darah.
"Yu-yunnie..."Sahut jaejoong pelan.
"Nde,aku disini baby,kau harus bertahan junsu sudah memanggil pertolongan"Yunho menggenggam erat tangan jaejoong.
.
.
.
.
.
"Bagaimana keadaan jaejoong dok?"Tanya umma kim khawatir. Setelah mendengar bahwa jaejoong masuk ruang ICU umma jaejoong segera meninggalkan pekerjaannya dan menuju rumah sakit.
"Beberapa tulang punggungnya patah,kalau tidak dilakukan operasi pasien bisa lumpuh selamanya,kemudian ada benturan kecil dikepalanya".Jelas dokter yang menangani jaejoong.
"Segera lakukan operasi,lakukan semua yang bisa kalian lakukan untuk menyelamatkan jaejoong"Ujar yunho yang nampak frustasi.
"Yunho.."Panggil umma kim lembut.
"Mianhe ahjuma aku tidak bisa menjaga jaejoong dengan baik"Yunho berlutut didepan umma jaejoong.
"Bangunlah,ahjuma tidak akan menyalahkan mu karena kejadian ini"Umma kim membantu yunho berdiri dan duduk tepat didepan ruang ICU.
"Ahjuma...".
"Panggil umma saja ne,changmin juga memanggil begitu"
"Ba-baiklah umma".
"Umma tahu sebenarnya kalau orang tua mu tidak setuju dengan hubungan kalian".
Perkataan umma jaejoong sedikit membuat yunho terkejut.
"Waktu itu umma tidak sengaja mendengar kalian berbicara"Sahut umma kim seolah mengerti pikiran yunho.
"Mianhe umma,tapi aku tidak akan meninggalkan jaejoong aku janji".
"Umma tahu,umma sangat berterima kasih karena kau mencintai jaejoong apa adanya"Ujar umma kim lembut.
"Hyung,ini kau ganti dulu baju mu semoga saja pas dengan ukurannya"Changmin datang membawa baju ganti untuk yunho. Kemeja biru yunho kini penuh dengan darah jaejoong yang mulai mengering.
"Appa dan noona akan segera menyusul kesini umma"Ujar changmin setelah yunho pergi untuk mengganti bajunya.
Jaejoong kini sudah berada dikamar khusus yang yunho pesankan. Tadinya umma kim ingin jaejoong berada dikamar biasa,tapi yunho menolak dengan alasan akan sangat berisik jika dikamar biasa dan akhirnya yunho memesan kamar VVIP untuk jaejoong.
Setelah melakukan operasi jaejoong masih belum sepenuhnya sadar,perban putih menutup sebagian wajah cantiknya,tangan dan kakinya penuh luka yang membuat kulit mulus jaejoong ternoda. Yunho duduk disebelah ranjang jaejoong sambil menggenggam tangan jaejoong,berharap jaejoong segera sadar.
"Makanlah dulu yun"Ujar yoo jin dengan mata sembab.
"Letakkan saja dimeja noona aku sedang tidak ingin makan"Sahut yunho.
"Kau harus makan yun,agar bisa menjaga jaejoong"Tambah jessica.
"Apa kita bisa melaporkan kejadian ini pada polisi?"Tanya junsu
"Percuma saja,keluarga ahra salah satu pejabat dipemerintahan,kalaupun kita melaporkannya ahra akan bebas dengan mudah"Sahut yunho.
"Eungh...". jaejoong mulai tersadar dari pengaruh obat biusnya.
Sontak semua orang yang berada dikamar menghampiri ranjang jaejoong.
"Boo kau sudah sadar?"Ujar yunho menyeka keringat yang ada dikening jaejoong.
"Sa-sakit"Keluh jaejoong.
"Sabar sayang,lukanya akan sembuh beberapa hari lagi"Ujar umma kim.
"Umma sakit"Rintih jaejoong sambil memegangi kepalanya.
"Akibat benturan yang terjadi,ada gumpalan darah yang sedikit menyumbat syaraf pada otaknya"Ujar dokter Lee yang bertugas merawat jaejoong.
Semua orang yang mendengar hal itu terisak pelan. Tidak cukupkah penderitaan jaejoong selama ini?. Namja cantik itu bahkan hanya bisa melihat indahnya dunia selama 10 tahun,sedangkan sisanya ia hanya melihat kegelapan.
"Hanya operasi yang dapat dilakukan untuk mengambil gumpalan darah itu"Tambah dokter lee.
"Kalau begitu tunggu apa lagi,cepat lakukan operasi itu sekarang"Seru yunho.
Umma kim nampak menenangkan yunho dengan mengelus pelan punggungnya.
"Maaf,tapi fasilitas rumah sakit ini masih minim untuk melakukan operasi besar seperti ini,hanya rumah sakit jepang yang mempunyai fasilitas dan tenaga ahli dalam proses pembedahan tempurung kepala"Jelas dokter lee.
Sudah hampir sebulan jaejoong menjalani perawatan dirumah sakit. Untuk menghilangkan rasa sakit dikepalanya jaejoong hanya mengkonsumsi obat-obatan saja. Namun terkadang itu tidak membantu. Kondisi jaejoong yang sangat lemah tidak memungkinkan ia untuk terbang ke jepang untuk menjalani operasi.
Yunho berusaha sekuat tenaga untuk membawa jaejoong ke jepang agar jaejoong dapat menjalani operasi,namun kedua orang tuanya terlebih appanya tidak memberikan waktu sedikitpun bagi yunho untuk menemani jaejoong dirumah sakit. Saat ini jaejoong hanya sendirian dikamar sambil mendengarkan musik kesukaannya. Suara pintu yang dibuka sedikit membuat jaejoong menolehkan kepalanya.
"Yunnie kau kah itu?"Ujar jaejoong.
"Hentikan memanggil nama anak ku dengan panggilan menjijikan itu".
Deg...
Rupanya umma jung yang datang dan sepertinya ia tidak sendiri. Dari suara langkah kakinya jaejoong menebak kalau umma jung datang bersama seorang yeoja.
"Beruntung sekali namja buta seperti mu masih bisa bertahan hidup". Ternyata umma jung datang bersama ahra,yeoja yang sudah mencelakakan jaejoong.
"Kau rupanya tidak menyerah untuk mendapatka putra ku huh?sepertinya ancaman ku tidak berpengaruh pada mu"Ujar umma jung memandangi jaejoong dengan pandangan jijik.
"Baiklah,sepertinya ini memang jalan satu-satunya,aku tahu yoo jin kakak perempuan mu bekerja pada butik anak ku,bagaimana kalau ku fitnah saja dia,atau mungkin aku akan membuat appa mu itu menjadi tersangka penggelapan uang?"
Jaejoong terkejut mendengar ucapan umma jung. Ia tidak menyangka umma jung akan melukai keluarganya.
"Ku mohon jangan lakukan itu"Isak jaejoong.
"Mudah saja,pergi dari hidup yunho selamanya atau ku buat keluarga mu berantakan"Ancam umma jung.
.
.
.
.
.
"Joongie,mianhe noona baru datang"Ujar yoo jin yang datang membawa beberapa bungkus makanan.
"Noona.."Panggil jaejoong pelan.
"Nde?apa ada yang joongie inginkan?"Yoo jin mengusap rambut halus jaejoong.
"Aku ingin pergi ke jepang noona"
Tbc-
Tolong jangan timpuk author pake batu karna udah bikin emak jaejoong menderita dichapter ini -_-
Buat yang review gomawo yah :* #CipokBasah
Buat yang baca tapi enggak review gomawo juga ^^ #BertobatlahNak
Lee sunri hyun: whoaaa kamu bener chingu \(o.o)/ hadiahnya changmin yah dibungkus ^^
Js-ie: oke ^^ ditunggu reviewnya yah ^^
Ifa. : kalo sepanjang sinetron tersanjung nanti jadinya novel bukan FF lagi ._.
Yunholic: TT_TT tipe emak-emak jahat banget yaa~
Zoldyk: aaa~ gomawo :*
Nunoel31: nah ini baru masuk konflik yang utama ^^
Review lagi ya ^^
