STAND BY U
Cast: Yunjae and others
Genre:Romance/Hurt
Author:Lovara
Summary: kim jaejoong seorang namja cantik namun memiliki kekurangan,karena sebuah kecelakaan ia kehilangan penglihatannya sejak kecil. Jung yunho putra pemilik jung corp yang selalu hidup dengan kemewahan,namun ia merasa hanya menjadi boneka dari kedua orang tuanya.
Ff ini merupakan hasil pemikiran autor setelah melihat arti lagu Stand By U DBSK,jadi kalau ada yang ngaku-ngaku ini ff orang lain,jamban please -_-
Kalau menemukan ff yang hampir sama anggap saja kesamaan pemikiran para author ^^
...
"Tinggalkan namja buta itu sekarang jung yunho!"Seru appa jung.
Suasana kediaman jung akhir-akhir semakin kurang harmonis. Setiap hari terdengar suara teriakan pertengkaran antara appa jung dan yunho. Yunho tetap bersikeras mempertahankan hubungannya dengan jaejoong.
"Sampai mati pun aku tidak akan pernah meninggalkan jaejoong sedetik pun".
"Baiklah kalau itu mau mu,mulai sekarang appa tidak akan membiarkan kau keluar rumah selangkah pun"Ancam appa jung.
.
.
.
.
.
Hari ini jaejoong diperbolehkan pulang kerumah,meskipun masih menggunakan kursi roda untuk sementara,jaejoong terlihat sangat senang saat mengetahui bahwa ia sudah diperbolehkan pulang. Yoo jin dan changmin terlihat sedang membereskan beberapa barang-barang jaejoong. Sedangkan namja cantik itu sudah siap dikursi rodanya sambil memeluk boneka hello kitty.
"Kajja kita pulang,appa dan umma sudah menunggu dirumah"Yoo jin membawa sebuah tas besar dan changmin yang mendorong kursi roda jaejoong.
"Selamat datang kerumah joongie"Sambut appa dan umma kim. Rupanya kedua orang tua jaejoong sudah menunggu didepan rumah.
"Gomawo appa,gomawo umma"Ujar jaejoong dengan senyum manisnya.
"Nah sekarang kita akan merayakan kepulangan mu sayang,umma sudah membuat semua makanan kesukaan mu"Ujar umma kim sambil mendorong kursi roda jaejoong. Sedangkan changmin entah menghilang kemana setelah mendengar kata makanan.
"Yak monster food,ini perayaan untuk joongie bukan untuk mu"Tegur yoo jin melihat changmin makan dengan brutal.
"Ah noona,jangan banyak bicara saat makan"Balas changmin dengan mulut penuh makanan.
"Pelan-pelan saja min,tidak ada yang akan merebut makanan mu"Kata umma kim lembut.
"Apa kepala mu masih sering sakit hyung?"Tanya changmin.
Setelah makan malam,jaejoong dan changmin duduk ditaman belakang rumah jaejoong. Mungkin jika jaejoong dapat melihat ia akan mengagumi keindahan taman kecilnya ini. Lampu taman yang nampak tidak terlalu menyilaukan,bunga-bunga yang tumbuh subur disetiap pojok taman dan ayunan yang cukup untuk menampung 3 orang.
Jaejoong hanya duduk saja dikursi rodanya,sedangkan changmin nampak tiduran pada ayunan.
Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Sudah lumayan,meskipun terkadang sakit".
"Kau tahu hyung,aku tidak pernah melihatmu tertawa lepas seperti saat kau bersama yunho hyung". Changmin memandang langit yang berhiaskan bintang yang bersinar terang.
"Aku merasa nyaman saat bersama dia,entah kenapa sikapnya yang terkadang berlebihan itu membuat ku seakan aku ini berharga untuknya".
"Kau memang berharga untuk yunho hyung,meskipun aku belum lama mengenalnya tapi aku yakin hanya yunho hyung yang mampu membuat mu tersenyum seperti dulu".
"Ku harap begitu,tapi setelah orang tuanya mengetahui hubungan kami,aku tidak yakin bisa bersama yunho". Suara jaejoong terdengar sedikit bergetar,rupanya namja cantik itu sedang menahan tangisnya.
"Hyung,uljima". Changmin segera mendekap erat jaejoong yang mulai terisak pelan. "Kami semua ada untuk mu hyung,aku tidak suka melihatmu menangis,tertawalah seperti biasa untuk kami hyung,itu yang jadi kekuatan kami untuk selalu berada didekat mu". Tak dapat dibendung lagi,air mata changmin mengalir dengan deras,seolah ia juga merasakan apa yang jaejoong tengah rasakan saat ini.
.
.
.
.
.
"Eh,appa dan noona tidak berangkat bekerja?"Tanya jaejoong heran.
Pagi ini jaejoong bangun sedikit lebih siang,namun saat sedang makan ia masih mendengar suara appa dan noonanya dimeja makan.
"Appa mengambil cuti,joongie"Jawab appa kim.
"Cuti?bukan kah appa mendapat cuti hanya saat natal tiba?".
"Nde,tapi setelah appa meminta ijin dari atasan,appa diperbolehkan cuti"Sahut appa kim.
"Apa kau juga cuti noona?"Tanya jaejoong pada yoo jin.
"Ani~ noona mengerjakan semua perkerjaan noona dirumah,lagipula sekalian noona menjaga mu"Jawab yoo jin mengelus pelan kepala jaejoong.
"Jinjja,jadi hari ini joongie tidak sendirian dirumah?"Seru jaejoong senang karena noona dan appanya akan dirumah bersamanya.
"Bukankah selama ini joongie memang tidak sendirian dirumah hum?yunho selalu menemani joongie kan?"Goda yoo jin membuat wajah jaejoong nampak merona.
Hari ini senyuman jaejoong tampak selalu terlihat diwajah cantiknya. Jaejoong yang sangat jarang sekali menghabiskan waktu bersama noonanya kini seharian mereka selalu bersama. Bahkan saat makan siang tiba,jaejoong mengusulkan agar makan siang dihalaman belakang dengan menggunakan tikar.
"Sayang umma masih bekerja,jadi tidak bisa ikut piknik dadakan ini"Ujar yoo jin.
"Bagaimana kalau nanti malam kita makan seperti ini lagi?"Tanya appa kim.
"Aku setuju appa,jangan lupa ajak changmin juga"Sahut jaejoong.
"Aish monster food itu hanya akan membuat kita cepat bangkrut"Gerutu yoo jin mengingat porsi makan changmin yang diluar porsi manusia normal.
"Aku heran kemana semua makanan itu pergi,sedangkan sebanyak apapun changmin makan badannya tetap saja kurus"Tambah yoo jin.
"Semua makanannya lari ke tinggi badannya,lihatlah ia sekarang bahkan melebihi tinggi jaejoong"Ucap appa kim coba membandingkan.
"Appa benar,dulu saat masih SD tubuhnya sangat kecil sekali".
"Kau benar noona,saat itu changmin hanya sepundak ku"Kata jaejoong mengingat kembali masa kecilnya. Tentu saja saat itu ia masih bisa melihat.
"Kau tahu joongie,sekarang ia bahkan lebih tinggi dari mu".
"Jinjja noona?ah apa mungkin joongie harus makan banyak seperti changmin agar tinggi lagi?".
"Yah kau sudah tinggi joongie,kau ingin membuat noona mu ini terlihat sangat pendek eoh?"Kesal yoo jin. Saat ini saja yoo jin hanya sepundak jaejoong,bagaimana jika jaejoong bertambah tinggi lagi?Jika berjalan bersama mungkin orang-orang akan mengira yoo jin adalah sang adik.
.
.
.
.
.
Sudah beberapa hari ini yunho tidak mengunjungi jaejoong,sejak jaejoong pulang kerumah. Bahkan tidak ada telpon yang masuk kedalam ponsel jaejoong. Hal ini membuat jaejoong sangat khawatir. Sempat jaejoong berpikir kalau yunho menyerah dan meninggalkannya,namun setelah mendapat kabar dari changmin bahwa yunho juga tidak terlihat dikampusnya,jaejoong sedikit lega. Setidaknya yunho tidak sengaja menghindari jaejoong.
Tapi tetap saja jaejoong khawatir karena tak seorangpun yang mengetahui keberadaan yunho. Bahkan yoochun dan junsu sekalipun,mereka berdua juga mengatakan kalau ponsel yunho tidak aktif selama beberapa hari.
"Apa kalian tidak pergi ke rumahnya?"Tanya jaejoong pada yoochun dan junsu yang sedang berkunjung kerumah.
"Kami sempat ingin kesana,tapi sesampainya digerbang ada penjaga yang mengusir kami"Jawab yoochun.
"Aku curiga kalau yunho tidak diperbolehkan keluar oleh appanya"Sahut junsu.
"Kenapa kau berpikir seperti itu?"Ujar changmin.
"Molla,hanya pemikiran ku saja"Jawab junsu acuh.
Sementara jaejoong terlihat cemas,bagaimana kalau yang junsu katakan itu benar?.
"Jangan kau pikirkan hyung,yunho hyung pasti baik-baik saja"Ujar changmin seolah dapat membaca isi hati jaejoong.
"Bagaimana kalau kau bertanya pada jessica noona?bukan kah yoo jin noona bekerja dibutiknya?"Ucap junsu.
"Yoo jin noona hari ini tidak masuk kerja,mungkin nanti akan kusuruh menghubungi sica noona untuk menanyakan keadaan yunho"Ujar jaejoong.
.
.
.
.
.
"Appa,bukan kah ini sudah keterlaluan?mengurung yunho dirumah tidak akan menyelesaikan masalah"Ucap jessica pelan.
"Jangan ikut campur,ini masalah appa dan yunho"Tegas appa jung.
"Apa appa masih menganggap ku anak?kenapa selalu yunho?apa aku ini hanya boneka yang appa jalankan sesuka hati appa?".
"Kau...!"Seru appa jung.
"Sejak kami kecil,appa selalu mendahulukan yunho,segala sesuatu yang yunho lakukan begitu berharga dimata appa,aku tidak pernah merasakan iri pada yunho,tapi lihatlah aku sebagai anak appa dan umma juga". Air mata jessica mulai turun membasahi pipinya
"Keluar sekarang juga dari ruang kerja appa"Bentak appa jung.
"Ingatlah appa,kami ini anak mu,darah daging mu kami punya masa depan sendiri bukan appa dan umma yang tentukan".
"Appa bilang cepat keluar sekarang jessica jung..!". teriakan appa jung sampai membuat sekretaris pribadinya terlonjak kaget.
"Aku akan pergi appa,Tuhan tidak pernah tidur,semoga appa menyadari kesalahan appa sebelum semuanya terlambat". Jessica menyeka air matanya dan keluar dari ruangan kerja sang appa.
"Mianhe yun,noona tidak bisa menjaga mu".
.
.
.
.
.
Jaejoong menggeliat pelan,rupanya setelah ia mengobrol panjang dengan yoochun,junsu dan changmin,jaejoong tertidur. Setelah berhasil menemukan tongkatnya jaejoong berjalan keluar kamar untuk mencari minum. Jika perkiraan jaejoong tidak salah ini sudah hampir jam makan malam.
Mendekati dapur,jaejoong mendengar appa,umma dan noonanya sedang berbicara dengan suara setengah berbisik. Karena penasaran jaejoong mendengarkan dengan seksama dibalik tembok yang memisahkan ruang keluarga dan dapur.
"Apa itu benar yeobo?"Suara umma kim terdengar sedikit bergetar menahan tangis.
"Aku tidak melakukannya,tapi entah kenapa semua bukti mengarah pada ku"Sahut appa kim pelan.
"Appa,pasti ada orang yang menjebak appa aku yakin appa tidak menggelapkan uang itu"Ujar yoo jin.
Deg...
Jaejoong tersentak mendengar pembicaraan yang tidak sengaja ia dengar itu. Dari pembicaraan itu jaejoong tahu bahwa ada orang yang memfitnah appanya. Jaejoong kembali teringat akan ucapan umma jung saat itu.
"mungkin aku akan membuat appa mu itu menjadi tersangka penggelapan uang?"
Brugh..
Jaejoong jatuh tersungkur saat teringat kembali ucapan umma jung. Rupanya umma jung tidak main-main dengan perkataannya.
"Omo joongie,ada apa?"Seru umma kim melihat jaejoong yang jatuh terduduk.
"Joongie gwenchana?"Yoo jin membantu jaejoong berdiri dan mendudukan jaejoong pada sofa ruang keluarga.
"Appa-katakan pada joongie apa yang terjadi"Ujar jaejoong dengan tatapan kosong.
"Maafkan appa joongie,appa membuat kalian bersedih"Sahut appa kim memeluk jaejoong.
"Apa appa dipecat dari perusahaan?"Tanya jaejoong.
"Bukan kah itu bagus?appa jadi punya waktu untuk joongie seharian?"Ujar appa kim tegar,meskipun air matanya tidak berhenti mengalir.
"Appa maafkan joongie appa"Jaejoong memeluk appanya sambil menangis. Jaejoong merasa dialah penyebab appa nya dipecat dari perusahaan tempat appanya bekerja selama ini.
"Hey,kenapa joongie meminta maaf?joongie tidak salah apa-apa,mulai sekarang kita akan bersama seharian sayang". Appa kim mengelus penuh kasih sayang punggung putra satu-satunya itu.
"Ini semua karena joongie menjalin hubungan dengan yunho,seandainya joongie tidak bertemu dengan yunho,appa tidak akan kehilangan pekerjaannya"Tangis jaejoong semakin kencang mengingat ini semua karena hubungannya yang ditentang oleh orang tua yunho.
"Chagi,berhentilah menyalahkan dirimu sendiri Tuhan sudah merencanakan ini semua untuk kita"Ujar umma kim sambil tersenyum lembut.
.
.
.
.
.
"Argh..!"Teriak yunho frustasi karena beberapa hari ini ia berada dikamar. Appanya tidak memperbolehkan yunho untuk keluar,bahkan untuk kuliah. Ponselnya pun turut disita oleh appanya.
Karena beberapa hari yang lalu yunho mencoba untuk kabur,kini didepan kamar yunho terdapat dua orang penjaga.
"Joongie,bagaimana keadaan mu?"Bisik yunho pelan
"Apa kau sudah sembuh baby?mianhe,aku tidak bisa menemani mu saat ini".
Terdengar suara ribut-ribut dari depan kamar yunho. Sepertinya penjaga itu sedang berdebat dengan seseorang.
"Apa kalian tidak mengetahui siapa aku hah?!"Bentak seorang yeoja. Ternyata jessica yang mencoba bertemu yunho.
"Tapi kata tuan besar tidak seorang pun yang boleh menemui tuan muda"Sahut salah seorang dari penjaga itu.
"Aku kakak kandung yunho!apa aku harus memanggil appa ku agar kalian membuka pintu ini"Teriak jessica.
Tak lama kemudian pintu kamar yang terkunci dari luar terbuka. Jessica segera masuk dengan terburu-buru dan mendapati keadaan yunho yang bisa dibilang sangat memperihatinkan.
"Noona..."Yunho menghambur kepelukan jessica.
"Mianhe yun,noona tidak bisa berbuat apa-apa".
"Aku tidak tahu apa yang terjadi,tapi tiba-tiba saja yoo jin memberikan surat pengunduran diri dan sebuah surat ini untuk mu"Yoo jin memberikan sebuah surat pada yunho.
"Surat?"Yunho menerima surat itu dengan perasaan bingung.
Yunho mengepalkan tangannya menahan emosi setelah membaca isi surat itu.
"Kau baik-baik saja yun?"Tanya jessica menyadari perubahan raut wajah yunho.
Merasa tidak mendapat jawaban dari yunho,jessica merebut surat yang tengah digenggam oleh yunho.
"Yun-jaejoong..."Jessica tak dapat melanjutkan kata-katanya setelah membaca isi surat dari jaejoong.
"Apa yang harus aku lakukan noona?"Yunho terlihat sangat frustasi sekarang.
"Gunakan mobil ku,ini kuncinya carilah jaejoong sebelum semuanya terlambat".
Tanpa pikir panjang yunho segera berlari menuju mobil jessica yang terparkir didepan rumah. Beberapa orang penjaga yang ditugasi menjaga yunho nampak kewalahan mengejar yunho yang berlari kesetanan.
Segera ia memacu mobil jessica dengan cepat tak memperdulikan berapa banyak lampu lalu lintas yang ia langgar. Hanya satu yang ada dipikirannya,menemui kim jaejoong.
Rumah keluarga kim terlihat kosong,bahkan semua jendela sudah ditutup dengan korden putih. Yunho berusaha membuka pintu gerbang namun nihil,karena pintunya tergembok.
"Apa kau mencari keluarga kim?"Tanya seorang ahjuma saat melihat yunho mondar-mandir.
"Nde,apa ahjuma tahu kemana mereka?".
"Tadi mereka berpamitan akan pergi ke jepang,kasihan sekali keluarga kim saat putranya baru mendapat musibah,kini appanya ku dengar dipecat karena dituduh menggelapkan uang"Sahut ahjuma itu.
"Mwo?appa kim dipecat?"Seru yunho terkejut.
"Itu yang kudengar dari para tetangga,oya apa kau teman dari jaejoong?".
"Ahjuma bisa beritahu aku sudah berapa lama mereka meninggalkan rumah?".
"Mungkin sekitar 1 jam yang lalu mereka pergi kebandara,hei anak muda kau mau kemana?"Teriak ahjuma itu karena yunho lari begitu saja.
.
.
.
.
.
"Apa pesawat ke jepang sudah berangkat?"Tanya yunho tanpa memperdulikan tatapan aneh dari semua orang.
"Pesawat ke jepang sudah berangkat sekitar 20 menit yang lalu tuan".
Yunnie bear...
Terasa hangat dikala kau ada disampingku
Menebarkan pesona yang ada ke dalam hatiku
Membuatku tahu akan artinya cinta
Didalam cinta yang bergelombang
Hanya kau dihatiku selamanya...
Mianhe aku pergi tanpa berkata padamu,kuharap kau bisa mengerti.
Untuk sementara kami akan menetap dijepang,kumohon jangan cari aku
Suatu hari aku sendiri yang akan mencari mu yun...
Bertahanlah tanpa aku disamping mu,selama beberapa waktu kedepan...
Saranghe jung yunho my bear...
Yunho meremas surat dari jaejoong yang sedari tadi ia pegang.
"Argh!"
Tbc-
'_')/ mianhe telat update
Author lagi galau skripsi TT_TT
Chapter kemarin buruk ya?Author rasa juga gitu *Pundung*
Gak tau chapter ini gimana hasilnya,semoga lebih baik '_')9
Lee sunri hyun: Author usahain cepet update nih *_*
Phantomirotic: TTATT emak jae harus pertahanin hubungannya sama babeh yun.. lempar ke sungai han aja gimana -_-
Ifa. : Nde ini udah lanjut :* novel versi FF?belum ada kan novel versi FF XD
Danactebh: tapi jangan timpuk author yah,yang bikin mereka jadi jahat -_-?
Hanasuke: kejutan (?) ahra emang dibikin 'baik' diawal chapter,tapi akhirnya keluar sifat aslinya. Mianhe kalo chapter kemarin jelek T_T gomawo buat kritiknya *-*
Adindapranatha: arraseo *_* tapi jangan bunuh author yah ._.?
Yunholic: *ambil lagi cipok basahnya* '_')? Tapi ntar endingnya gak menderita kok \(o.o)/
Buat yang review gomawo yah :* #CipokBasahLagi
Buat yang baca tapi enggak review gomawo juga ^^ #BertobatlahNak
