"MJ corp?"Ujar yunho setelah membaca profil perusahaan yang mencoba bekerja sama dengan perusahaannya.
"Nde,sepertinya pemilik perusahaan itu asli orang jepang hyung"Jelas changmin.
"Lalu apakah kita harus pergi kejepang untuk menyelesaikan kontrak kerja?"Tany yunho.
"Emh sepertinya tidak perlu hyung,adik dari tuan jun sendiri yang akan datang ke korea untuk membahas kontrak ini".
"Lalu kapan ia akan datang?".
"Sepertinya minggu-minggu ini,nanti akan ku hubungi lagi setelah utusan tuan jun datang".
"Baiklah".
.
.
.
.
.
"Bagaimana kabar mu yun?"Tanya siwon saat yunho menjenguk appa jung dirumah sakit.
Sudah sebulan ini appa jung terpaksa dirawat dirumah sakit,karena penyakit yang ia derita semakin parah.
"Baik-baik saja hyung,kau sendiri?".
"Seperti yang kau lihat aku semakin tampan setiap hari".
"Sifat narsis mu tidak berubah hmm"Sahut yunho disambut gelak tawa siwon.
"Daddy~" Panggil dua bocah kembar berusia 6 tahun.
"Aigo~ kalian menyusul daddy hmm,mana mommy kalian?"Siwon membawa kedua bocah kembar itu kedalam pelukannya.
"Mommy dibelakang tadi"Jawab salah satunya.
"Hei kalian tidak ingin memeluk hyung?"Ucap yunho didepan dua bocah kembar itu.
"Yunho hyung/jushi"Teriak keduanya bersamaan lalu memeluk yunho.
"Junnie~ panggil oppa,ne". Yunho mencubit pelan pipi yeoja mungil didepannya.
"Shireo,yunho jushi"Kukuh yeoja itu.
"Minki,junnie" Seorang namja cantik nampak berlari menghampiri yunho dan siwon yang berada ditaman rumah sakit.
"Mommy"Seru keduanya kompak.
"Annyeong hyung"Sapa yunho pada kibum,namja cantik yang merupakan istri siwon.
"Ah~ yunho?mengunjungi appa mu lagi?"Ujar kibum ramah.
"Nde hyung,kau sendiri mengunjungi dokter narsis ini?"Balas yunho.
"Minki dan juniel yang memaksa untuk melihat daddy mereka dirumah sakit"Jawab kibum tersenyum ramah.
"Jushi ayo main bersama kami". Choi jun hee yeoja manis tengah merajuk agar yunho menemaninya dan saudara kembarnya bermain.
"Junnie mau main apa eoh?"Tanya yunho mensejajarkan tingginya dengan juniel,nama panggilan jun hee.
"Kita lihat ikan jushi,disana bersama minki"Juniel nampak menarik tangan yunho agar mengikuti langkah mungilnya.
"Hati-hati jangan sampai kalian tercebur ke kolam"Pesan kibum.
"Oke mommy"Jawab minki dan juniel.
.
.
.
.
.
"Yun,bukan kah umurmu sudah cukup untuk memiliki seorang pendamping?"Ujar umma jung.
Umma jung dan yunho tengah berada diruang rawat appa jung. Umma jung nampak sedang menyiapkan makan untuk suaminya yang kini tengah terbaring lemas.
"Aku sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan siapa-siapa umma"Jawab yunho malas.
"Appa dan umma mu sudah semakin tua yun,kami ingin menggendong cucu sebelum waktu kami habis".
"Apa kau masih memikirkan namja menjijikkan itu?"Ujar appa jung tiba-tiba.
"Jangan membahasnya lagi appa,aku tidak ingin berdebat soal itu"Jawab yunho menahan amarahnya.
"Sepertinya ahra menyukai mu yun,3 hari lagi ia akan kembali dari jepang,umma rasa ia cocok dengan mu".
"Umma,sudah kubilang aku tidak ingin berhubungan dengan siapa-siapa"Yunho terlihat menahan emosinya. Terlebih mengingat ahra dulu yang menyebabkan jaejoong sampai terluka sangat parah.
Umma jung terlihat ingin menyampaikan sesuatu,namun yeoja paruh baya itu terpaksa menundanya saat melihat dua orang namja memasuki ruang rawat suaminya.
"Annyeong ahjuma"Sapa yoochun ramah.
Umma jung terlihat tidak suka dengan kedatangan yoochun serta junsu. Ia menganggap yoochun dan junsulah penyebab yunho bisa menyukai jaejoong. Namun karena pengaruh orang tua yoochun dan junsu,umma jung tidak berani mengusir mereka berdua.
"Annyeong ahjuma,umma menyuruhku membawakan makanan untuk kalian"Ujar junsu.
"Letakkan saja dimeja"Jawab umma jung sedikit ketus.
"Bagaimana keadaan ahjushi sekarang?"Tanya yoochun mencoba mencairkan suasana yang sedikit kaku itu.
"Sudah lebih baik,oya sampaikan salam dan terima kasih ku pada orang tua kalian"Sahut umma jung basa-basi.
Keluarga yoochun dan junsu merupakan satu kolega bisnis dengan keluarga jung. Ketiga keluarga ini bisa dikatakan 3 besar dalam sejarah perkembangan bisnis dikorea. Oleh karena itu dalam kasus yunho,keluarga jung tidak berani mengusik keluarga park dan keluarga kim. Mereka sadar bahwa kekuatan kedua keluarga itu sangatlah besar,terlebih sekarang yoochun dan junsu sudah resmi bertunangan.
"Yun,ajaklah yoochun dan junsu makan siang,umma akan menjaga appa"Ujar umma jung.
Kantin rumah sakit pada jam makan siang cukuplah ramai. Tentu saja para dokter dan perawat serta para keluarga pasien yang mendominasi kantin ini. Yunho memilih duduk dipojokan kantin bersama junsu dan yoochun.
"Sepertinya umma mu tidak suka melihat kami datang"Ujar yoochun mengaduk segelas kopi yang ia pesan.
"Mianhe"Sahut yunho dengan raut wajah menyesal.
"Hei untuk apa kau meminta maaf?kau sama sekali tidak melakukan kesalahan pada kami".
"Chunnie benar,appa dan umma mu lah yang bersikap kekanakan"Tambah junsu.
Mereka bertiga menyantap makan siang nya dalam diam. Sesekali yunho memperhatikan para pengunjung kantin yang sama dengan dirinya,menikmati makan siang. Entah kenapa tiba-tiba saja yunho kembali teringat pada jaejoong saat melihat dua orang namja duduk bersebrangan sedang makan siang,sesekali namja berambut pirang menyeka makanan yang menempel diwajah namja satunya,membuat namja itu sedikit merona. Mungkin mereka sepasang kekasih,seperti dulu ia dan jaejoong.
.
.
.
.
.
"Hyung,2 hari lagi kita akan bertemu dengan utusan tuan jun"Ujar changmin yang entah kenapa kini seperti sekretaris yunho.
"Apa kau sudah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan?"Tanya yunho.
"Semuanya sudah siap hyung"Jawab changmin.
"Oya,siapa nama utusan itu?".
"Kudengar namanya hero hyung".
"Hero?nama yang unik,kuharap dia mudah untuk diajak berbisnis".
"Em hyung?"Panggil changmin pelan.
"Nde,apa ada yang belum ku ketahui?".
"Bu-bukan itu hyung".
"Lalu?"
"Apa kau masih mencintai joongie hyung?"Tanya changmin pelan.
Yunho meletakkan dokumen yang sedari tadi ia baca. Kemudian ia melepaskan kacamatanya dan memandang changmin.
"Aku sampai kapan pun akan terus mencintai jaejoong,dan aku percaya kami akan kembali bersama seperti dulu".
Bandara Incheon waktu setempat.
Pesawat dari jepang sudah mendarat sekitar 15 menit yang lalu. Para penumpang terlihat keluar dengan barang bawaan masing-masing. Dua orang namja berjalan menyeret koper besar ditangan mereka.
"Yah hyung tunggu aku"Seru seorang namja dengan rambut coklatnya.
"Cepatlah kyu,aku ingin cepat tidur"Sahut namja satunya.
"Selama perjalanan tadi kau tertidur pulas sekali hyung"Sungut namja bernama kyuhyun pada orang yang ia anggap sebagai hyungnya itu.
"Siapa suruh kau hanya bermain dengan Psp mu itu". Namja berambut almond itu mempercepat langkahnya meninggalkan kyuhyun yang menggerutu.
"Yah joongie hyung tunggu"Teriak kyuhyun menarik perhatian sebagian besar orang dibandara.
.
.
.
.
.
"Jadi cinta pertama mu itu tertarik dengan penawaran kita?"Ujar kyuhyun setelah sampai dirumah jaejoong yang dulu.
"Namanya jung yunho kyu,kenapa kau selalu memanggilnya cinta pertama ku"Protes jaejoong.
"Kau sendiri yang bilang hyung,kalau dia cinta pertama mu".
"Nde,tapi jangan kau panggil dia dengan sebutan seperti itu".
"Arraseo arraseo,jangan sering mempoutkan bibirmu seperti itu hyung,kau terlihat semakin cantik".
"Yah aku ini tampan dan keren bukan cantik".
"Tidak ada namja tampan yang hobi mempoutkan bibir seperti itu hyung,seperti aku ini tampan dan keren".
"Kau itu manis kyunnie~".
"Hentikan memanggil ku dengan panggilan seperti itu hyung"Protes kyuhyun.
"Aish sudahlah kajja kita makan malam hyung sudah membuatkan makanan untuk mu".
"Kau tidak menghubungi yoo jin noona hyung"Tanya kyuhyun.
"Omo aku lupa,kau makan dulu kyu aku akan menghubungi mereka"Ujar jaejoong kemudian masuk kedalam kamarnya.
"Moshi moshi".
"Noona?joongie sudah sampai dikorea"Ujar jaejoong yang kini tengah menelpon noonanya.
"Apa kau baru saja sampai joongie?" Nada suara yoo jin terdengar khawatir.
"Kami sampai tadi sore noona,mianhe joongie baru bisa menghubungi noona".
"Gwenchana,yang penting kau sudah sampai dengan selamat,oya apa si evil itu merepotkan mu?"
"Noona kalau kyu mendengarnya ia bisa mengamuk"Jawab jaejoong dengan tawanya.
"Tendang saja dia ke sungai han kalau berani merepotkan mu".
"Nde,akan ku lakukan itu noona".
"Baiklah sekarang kau istirahat,noona tidak ingin kau sakit sementara noona,appa dan umma tidak bersama mu"
"Arraseo".
"Joongie?"
"Nde noona,wae?".
"Kau harus menerima apa pun keputusannya nanti,meskipun itu sangat menyakitkan".
"Aku mengerti noona,tapi aku yakin perasaannya tidak berubah".
"Kembali lah ke jepang jika ia menolak mu".
"Nde,saranghae"
"Nado saranghe".
Jaejoong menutup sambungan telpon dan merebahkan tubuhnya pada ranjang. Ia menatap langit-langit kamar yang sudah beberapa tahun ia tinggalkan. Tidak ada yang berubah dari suasana kamar ini. Hanya saja terasa kosong karena tidak adanya tumpukan boneka yang menggunung seperti kamar jaejoong saat dijepang.
"Sepertinya aku harus membeli beberapa boneka"Ujar jaejoong.
"Kau sudah selesai hyung?"Tanya kyuhyun melihat jaejoong duduk didepannya.
"Nde,aku sudah mengabarkan pada noona kalau kita sudah sampai".
"Apa katanya?".
"Dia bilang aku boleh menendangmu kesungai han kalau kau merepotkan ku".
"Mwo?lihat saja kalau aku kembali kejepang akan ku culik anaknya".
"Yah kau mau menculik keponakan ku huh?"Seru jaejoong.
.
.
.
.
.
Cuaca seoul saat ini sedikit mendung. Angin bertiup pelan membuat semua orang merapatkan mantel yang mereka pakai agar tidak kedinginan. Jaejoong terlihat sedang menyiapkan sarapan untuknya dan kyuhyun. Beberapa tahun meninggalkan seoul membuat jaejoong merindukan kota ini. Setelah sarapan rencannya ia akan mengajak kyuhyun untuk berkeliling seoul.
"Tidur mu nyenyak kyu?"Tanya jaejoong saat melihat kyuhyun masih menggunakan piyamanya.
"Kalau tidak ada janji menemani mu aku ingin tidur seharian hyung"Jawan kyuhyun sambil menguap.
Jaejoong menjejalkan sepotong roti saat kyuhyun menguap dengan sangat lebar. Membuat kyuhyun sedikit kaget dibuatnya.
"Kau ingin membunuh ku hyung"Seru kyuhyun tentunya setelah mengunyah dan menelan roti yang masuk kemulutnya.
"Mandilah setelah sarapan hyung akan membawa mu jalan-jalan"Ujar jaejoong tanpa memperdulikan tatapan mematikan dari kyuhyun.
Kediaman keluarga jung.
Semenjak appa jung dirawat dirumah sakit,keadaan rumah jauh lebih baik. Tidak ada suara pertengkaran antara yunho dan appanya. Bahkan jessica lebih sering dirumah daripada di apartementnya. Yeoja cantik itu selalu membantu yunho dalam menyelesaikan masalah yang terjadi pada perusahaan. Butik miliknya kini dikelola oleh sekretaris pribadinya yang dulu,hanya sesekali jessica menengok butiknya.
"Apa kau sudah bertemu dengan pengusaha dari jepang itu yun?"Tanya jessica.
"Mungkin dalam beberapa hari kedepan noona,wae?apa ada masalah?".
"Ani~ hanya saja noona merasa proyek ini akan berjalan sangat lancar"Sahut jessica.
"Kenapa kau bisa yakin noona?"Tanya yunho.
"Molla hanya perasaan noona saja"Jawab jessica.
"Yun,sica umma pergi kerumah sakit,mungkin akan pulang malam"Ujar umma jung yang sudah menenteng tas besar berisi pakaian untuk suaminya.
"Apa umma perlu ku antar?"Tawar jessica.
"Tidak perlu,umma bersama sopir,oya kau berangkat kerja hari ini yun?"
"Nde umma,sebentar lagi aku beramgkat"Sahut yunho.
"Baiklah kalau begitu,umma berangkat dulu"
"Hati-hati umma"Ujar yunho dan jessica.
.
.
.
.
.
"Kita ini mau kemana hyung?"Tanya kyuhyun yang sedari tadi hanya diajak berkeliling pusat perbelanjaan oleh jaejoong.
"Jalan-jalan"jawab jaejoong tanpa mengalihkan pandangannya pada sederet toko yang berjejer.
"Aku tahu hyung,tapi setidaknya tentukan tujuan kita kaki ku sudah pegal sekali"Gerutu kyuhyun.
"Ah~ itu dia,ayo kyu". Jaejoong segera menarik tangan kyuhyun setelah menemukan sebuah toko yang ia cari dari tadi.
"Toko boneka"Seru kyuhyun saat memasuki sebuah toko yang cukup besar.
"Nde,aku akan membeli beberapa boneka hari ini"Ujar jaejoong kelewat senang.
"Kau ingin memberikan boneka untuk keponakan mu hyung?"
"Tentu saja tidak,ini untuk koleksi dikamar ku nantinya"Sahut jaejoong sibuk memilih boneka yang ada didepannya.
Kyuhyun sweatdrop melihat kelakuan hyungnya yang lebih mirip seorang anak berumur 6 tahun saat memasuki toko boneka. Jaejoong terlihat sibuk memilih boneka yang menurutnya sangat lucu,kebanyakan dari pilihannya adalah boneka hello kitty dan boneka gajah.
"Ck dia itu tidak mau disebut seperti yeoja tapi kelakuannya seperti yeoja"Gumam kyuhyun.
"Eh apa kau mengatakan sesuatu kyu?".
"Ha?ti-tidak hyung"Jawab kyuhyun gugup.
.
.
.
.
.
"Jam berapa kita akan bertemu dengan utusan tuan jun itu?"Tanya yunho pada changmin.
"Sebelum makan siang hyung,jadi kita sekalian makan siang bersama kalau kontrak itu benar-benar sudah ditanda tangani"Sahut changmin. "Tapi ngomong-ngomong kenapa aku jadi seperti sekretaris mu hyung?". Changmin sepertinya tidak terima dengan perkerjaan tambahannya ini.
"Karena aku hanya percaya pada mu min"Jawab yunho enteng.
"Tapi pekerjaan ku dibagian keuangan jadi terbengkalai hyung"Protes changmin.
"Kalau begitu kau tidak usah mengurus bagian keuangan lagi".
"Ma-maksudmu kau memecatku hyung?". Changmin menatap horor yunho mengira yunho telah memecatnya.
"Pabbo,mana mungkin aku memecatmu?mulai sekarang kau yang jadi sekretaris pribadi ku saja,daripada para yeoja berbedak tebal yang menjadi sekretaris ku"Ujar yunho.
"Haa~ terserah kau saja hyung"Ucap changmin pasrah.
Dirumah jaejoong. Terlihat namja cantik itu sedang mondar mandir didalam rumahnya. Kyuhyun yang menatap kelakuan hyungnya ini dengan jengah.
"Bisakah kau berhenti mondar mandir hyung?"Ucap kyuhyun terganggu dengan kegiatan mondar mandir yang jaejoong lakukan selama 1 jam ini.
"Aku gugup kyu,bagaimana kalau dia tidak mengenali ku lagi setelah 4 tahun?apa ia akan marah pada ku?"Ucap jaejoong dengan nada cemas.
"Hyung,yang ku tahu kau hanya melakukan operasi pada mata,bukan wajahmu jadi kemungkinan kalau dia tidak mengenali mu sangatlah kecil,kalau marah,mungkin saja ia akan marah karena dulu kau meninggalkannya tanpa pamit". Ucapan kyuhyun justru membuat jaejoong semakin tidak tenang.
"Arh kyu,kau membuat ku semakin stres"Ujar jaejoong mempoutkan bibirnya.
"Daripada kau terus mondar mandir tidak jelas lebih kau mandi hyung,setengah jam lagi kita bertemu dengan cinta pertama mu itu"Ujar kyuhyun.
Jaejoong menatap horor kyuhyun yang dengan seenaknya menyebut yunho dengan panggilan cinta pertama jaejoong.
.
.
.
.
.
Yunho dan changmin terlihat sedang menikmati teh yang mereka pesan. Mereka kini berada disebuah restoran didekat kantor yunho. Yunho sengaja datang lebih awal dari waktu yang dijanjikan,ia tidak ingin membuat kesan pertama yang buruk dimata orang yang akan menjadi rekan kerjanya nanti.
"Kita disini untuk membicarakan bisnis,bukan untuk makan min"Ujar yunho melihat changmin tengah melahap berbagai macam makanan didepannya.
"Makanan ini yang terus menggoda ku hyung"Sahut changmin enteng.
"Cepat habiskan makanan mu sepertinya sebentar lagi mereka datang"Yunho melihat arlojinya,pukul 11 siang itu artinya calon rekan kerjanya akan datang sebentar lagi.
Dari arah pintu masuk terlihat seorang namja berpakain resmi tengah mengedarkan pandangannya ke semua arah. Sampai ia menemukan seseorang yang ia cari. Kyuhyun berjalan cepat mendekati dua orang namja yang tengah duduk di dekat sebuah piano yang lumayan besar.
"Tuan jung yunho?"Sapa kyuhyun ramah.
"Oh,nde apa kau adik dari tuan matsumoto jun?"Tanya yunho menyambut uluran tangan kyuhyun.
"Adik tuan matsumoto jun akan datang sebentar lagi,yunho-ssi"Jawab kyuhyun.
Changmin yang tengah sibuk membereskan beberapa lembar kertas yang berserakan tidak menatap kearah namja yang kini duduk tepat didepannya.
"Oya,ini sekretaris pribadi ku"Ujar yunho memperkenalkan changmin.
"Shim chang-"
Changmin menatap orang yang ada didepannya dengan pandangan kaget sekaligus terkejut.
"KAU"Teriak kyuhyun dan changmin sambil menunjuk satu sama lain.
"Kalian saling mengenal?"Ucap yunho melihat dua namja didekatnya saling teriak.
"Apa terjadi sesuatu kyu?"Tanya jaejoong yang muncul tiba-tiba.
"KAU..". kini giliran yunho yang berteriak melihat jaejoong berdiri didepannya.
Tbc-
Heuheuheu *ketawa bareng jiji*
Semoga chapter ini nggak menyecewakan ya ^^
Ada yang nanya changmin ada pasangannya gak?nanti author berniat masangin changmin sama kyuhyun ._.
Semoga suka sama pair changkyu,yang menurut author sama-sama evil.
Banyak yang menebak itu perusahaannya jaema,sebenarnya itu bukan perusahaannya jaema. #NgakakEvil
Dichapter depan akan dijelasin semuanya.
Kalau ada yang bingung soal matsumoto jun,itu bias pertama author ^^ #Curcol
Dia member boyband jepang Arashi.
Gwangsim84: mungkin chwang akan author pasangin sama kyuhyun karena mereka sama-sama evil ^^' nih~ jaema udah muncul lagi ^^
Ifa. : sayangnya ini bukan perusahannya jaema :p nde ini dan lanjut chingu :*
Zoldyk: Gomawo ^^
Gothiclolita89: wahhh feeling kamu bener^^ #BungkusChangmin
Yunholic: bukan punya jeje ya :p eh jinjja?beberapa hari yang lalu emang ff.n agak error mungkin karna itu ga masuk?author juga ga tau :D
Danatebch: ini udah lanjut ^^
Zhe: kabar emak jeje baik-baik aja noh ^^ kalo 10 taun ntar keburu authornya lupa ceritanya ._. *ngeles*
Lee sunri hyun: ini jaema udah muncul lagi ^^,chap depan bakal dijelasin itu perusahan punya siapa ^^
Sani: gomawo udah review ^^
Lee minji elf: ini udah lanjut ^^
Hanasukie: jaema lagi bertapa dulu buat perang ngelawan appa jung o.o,sayangnya bukan perusahaan milik jaema ^^
. 1272: maaf anda salah point saya potong 5 #ApaDeh
: nde ini lanjut chingu ^^
De: bukan perusahaannya jeje tapi dia yang mengurus ^^
Phantomirotic: *pukpuk* duh itu bukan punya jeje ya sayang *Kibas rambut* iya jeje udah bisa ngeliat sekarang *Dance mirotic bareng junsu*
pandaMYP: anda salah ya :D bukan punya jeje =3=
nanajunsu: gomawo chingu udah sempetin review :* tenang aja yunho gak bakal nyerah kok ^^
big thanks buat para readers yang udah mau review :*
buat yang jadiin FF ini favorit :*
sampai jumpa dichapter selanjutnya^^
#NgilangBarengChangmin
