STAND BY U
Cast: Yunjae,Yoosu,Changkyu
Genre:Romance/Hurt
Author:Lovara
Summary: kim jaejoong seorang namja cantik namun memiliki kekurangan,karena sebuah kecelakaan ia kehilangan penglihatannya sejak kecil. Jung yunho putra pemilik jung corp yang selalu hidup dengan kemewahan,namun ia merasa hanya menjadi boneka dari kedua orang tuanya.
Ff ini merupakan hasil pemikiran autor setelah melihat arti lagu Stand By U DBSK,jadi kalau ada yang ngaku-ngaku ini ff orang lain,jamban please -_-
Kalau menemukan ff yang hampir sama anggap saja kesamaan pemikiran para author ^^
"Boo,jebal jangan tinggalkan aku sendiri" rengek yunho,sementara jaejoong tengah membereskan pakaiannya ke dalam sebuah koper besar.
"Ini harus ku lakukan yun" ucap jaejoong sibuk memilih pakaian dilemarinya.
"Kau bisa mengutus kyuhyun untuk menggantikan mu"
"Kyu sudah cukup sibuk mengurus cabang dikorea,aku tidak tega membiarkannya bekerja terlalu keras"
"Kalau begitu aku akan ikut pergi dengan mu"
"YAH HYUNG, JIKA KAU BERANI PERGI AKAN KU TENDANG KAU..." teriakan changmin terdengar begitu dahsyat dirumah jaejoong.
"Kau dengar? Changmin akan membunuh mu jika kau sampai meninggalkan kantor besok"
Jaejoong berusaha membujuk yunho yang tengah merengek padanya.
"Jangan berlebihan hyung,jae hyung hanya akan pergi ke jeju selama 3 hari" ucap kyuhyun jengah melihat tingkah yunho yang seperti anak kecil menurutnya.
Yunho mengirimkan deathglare nya pada kyuhyun, namun kyuhyun hanya menanggapi santai tatapan mematikan dari yunho itu.
"Besok appa mu akan datang berkunjung ke kantor hyung, kalau sampai kau tidak ada dikantor entah apa yang akan terjadi pada mu nantinya" ujar changmin dengan sebungkus keripik kentang ditangannya.
"Yah tiang kau mengambil jatah snack ku lagi" teriak kyuhyun melihat snacknya kini berada dalam genggaman monster food changmin.
"Berbagilah sedikit dengan ku kyu, apa kau tega membiarkan sahabat dan partner crime mu ini kelaparan?"
"Kau sudah menghabiskan semua jatah snack ku shim changmin...!" teriak kyuhyun emosi.
"Lihatlah sekarang siapa yang kekanakan sekarang" balas yunho pada kyuhyun.
.
.
.
.
.
Brak...
Pintu kantor yunho terbuka dengan kasar, appa jung yang berada dikursi roda memasuki ruangan yunho dengan wajah terlihat sangat marah.
"Bisakah kau membuka pintunya dengan pelan appa?" ujar yunho dingin.
"Kau..! berani sekali kau masih menjalin hubungan dengan namja brengsek itu" appa jung menatap yunho arogan.
"Namja brengsek?siapa maksud appa?"
"Jangan berlagak bodoh jung yunho..! appa mengetahui semuanya,namja buta itu kembali ke korea dan kau masih berhubungan dengannya..!"
"Jadi appa sudah tahu,kalau jaejoong kembali ke korea?" ucap yunho tenang,ia sama sekali tidak takut menghadapi appanya yang sedang marah saat ini.
"Batalkan kontrak kerja sama dengan perusahaan jepang itu sekarang juga..!" perintah appa jung mutlak.
"Baiklah,akan ku batalkan tapi apa appa sanggup membayar denda yang mencapai triliunan dollar?"
Yunho membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan sebuah dokumen yang berisi surat kontrak kerjasama dan sebuah surat perjanjian resmi. Dengan wajah santai yunho memberikan beberapa berkas-berkas itu kepada appanya. Appa jung membukan berkas-berkas itu dan membacanya dengan seksama.
"Apa-apaan ini" teriak appa jung setelah membaca surat perjanjian itu.
"Seperti yang sudah appa baca,jika salah satu perusahaan membatalkan kontrak kerja tanpa alasan yang tepat,maka 80% saham akan menjadi jaminan dan membayar sejumlah uang pada perusahaan lain"
"Jangan membodohi appa,yunho..!"
"Kalau appa tidak percaya dengan surat perjanjian ini,appa bisa membawanya ke pengadilan untuk membuktikan bahwa surat ini asli" tantang yunho.
"Kau akan menyesali perbuatan mu ini jung yunho" ucap appa jung kemudian keluar dari ruangan yunho.
"Haahhh..." Yunho menghela napasnya lega. Rupanya ide changmin untuk membuat surat perjanjian itu ada gunanya.
"Bagaimana ide ku hyung?bukankah sangat berguna?" Changmin memasuki ruangan yunho setelah appa jung dan bodyguardnya pergi.
"Ku akui ide mu sangat cemerlang,kali ini aku berhutang budi pada mu"
"Ini semua kulakukan demi jaejoong hyung juga,cepat atau lambat appa mu akan mengetahui semuanya"
"Tapi darimana appa tahu kalau perusahaan jepang itu milik jaejoong?" tanya yunho heran.
"Ah~ aku ingat hyung,waktu itu jaejoong hyung pernah bertemu dengan ahra" ucap changmin mengingat pertemuan jaejoong dan ahra.
"Mwo?kenapa kau tidak menceritakan hal itu pada ku?"
"Ku kira jae hyung sudah menceritakan hal ini?"
"Apa yang mereka bicarakan saat itu?"
"Entahlah,saat aku bertemu dengan mereka, mereka sudah sudah saling melemparkan tatapan membunuh" sahut changmin.
"Jadi pasti yang memberitahu semuanya pada appa pastilah ahra" ucap yunho.
.
.
.
.
.
"Ahjuma,apa yang sedang kau lakukan dirumah jaejoong hyung?" tanya kyuhyun melihat seorang yeoja mondar-mandir didepan rumah jaejoong.
"Mwo?kau memanggil ku ahjuma?" teriak yeoja itu tidak terima.
"Dandannan mu mirip dengan umma ku,jadi bukankah wajar jika aku memanggil mu ahjuma?" balas kyuhyun tak mau kalah.
"Yah..! panggil aku noona bocah kurang ajar" teriak yeoja itu –ahra-.
"Noona?kau terlihat seperti ahjuma bagaimana aku bisa memanggil mu noona?"
"Ada apa kyu?" tanya changmin yang mendengar suara ribut-ribut didepan rumah.
"Ada ahjuma yang mengintip rumah jae hyung" jawab kyuhyun sinis.
Changmin memperhatika 'ahjuma' yang berdiri didepan kyuhyun dengan seksama. Dicuaca yang cukup dingin seperti ini,yeoja itu mengenakan coat coklat yang tidak terlalu panjang,sebuah syal mengelilingi lehernya,sebuah topi lebar menutupi sebagian wajahnya dan kacamata hitam bertengger dihidung.
"Dia orang gila?" cetus changmin setelah puas memperhatikan penampilan yeoja itu.
"Kalian bocah tengik berani sekali memanggil ku ahjuma dan orang gila" seru ahra murka.
"Omo ternyata kau yeoja gila itu" ucap changmin setelah berhasil melihat wajah ahra.
"Ku perhatikan dia mondar-mandir didepan rumah" kyuhyun menatap ahra dengan pandangan tidak suka.
"Ah sayang sekali jae hyung sedang pergi,kalau saja dia disini pasti akan seru" ucap changmin.
"Jinjja?benarkah namja itu pergi?akhirnya dia pergi merelakan yunho dengan ku" ujar ahra terlalu percaya diri.
"Astaga~ seharusnya kau pergi ke psikiater untuk melihat apakah otak mu masih ada ditempatnya atau tidak" sindir changmin.
"Jae hyung pergi untuk meminta restu dari orang tuanya,mungkin beberapa minggu lagi kau akan menerima undangan dari jaejoong dan yunho hyung" ujar kyuhyun puas melihat wajah ahra yang ketakutan.
"I-itu tidak mungkin,yunho akan menikah dengan ku. Appa jung bahkan sudah setuju dengan rencana ini" ucap ahra panik.
"Ah~ itukan menurut appa jung,yang akan menjalani hidupnya yunho hyung,kalau dia tidak setuju kau mau apa lagi?" changmin semakin semangat membuat ahra merasa tertekan.
Ahra menghentakkan kakinya dengan keras. Sepertinya usaha changmin dan kyuhyun untuk membuat yeoja itu merasa tertekan cukup berhasil.
"Ka-kalian akan mendapat balasan atas semua ini" ujar ahra kemudian pergi meninggalkan duo evil itu dengan perasaan kesal.
Sepeninggal ahra,changmin dan kyuhyun tertawa puas. Mereka bahkan tidak perduli dengan teriakan para tetangga yang terganggu oleh suara tawa mereka.
"Seharusnya kau rekam kejadian tadi dan berikan pada jaejoong hyung" ucap changmin disela tawanya.
"Kau lihat wajahnya?itu sangat lucu sekali" tambah kyuhyun
.
.
.
.
.
Sementara itu dipulau jeju,jaejoong sedang terlihat membicarakan sesuatu yang serius dengan seorang ahjushi.
"Jadi ini penawaran yang kau berikan pada ku?" ucap ahjushi itu setelah membaca beberapa lembar dokumen yang diberikan jaejoong padanya.
"Nde, kuharap anda mau menjalin kerja sama dengan kami"
"Baiklah sepertinya kerja sama ini sangat menarik,apa kau tidak keberatan kalau hari ini aku melihat tempat proyeknya?"
"Oh tentu saja tidak,hari ini juga anda bisa meninjaunya"
Jaejoong dan ahjushi itu kini berada disebuah tanah lapang yang akan dibangun sebuah resort mewah.
"Aku tidak menyangka kalau rekan bisnis ku seorang namja yang masih muda seperti mu" ucap ahjushi itu sembari melihat lokasi pembangunan resort.
"Saya hanya mengurus cabang milik kakak ipar saya tuan" jawab jaejoong sopan.
"Kau boleh memanggil ku ahjushi,jangan terlalu sungkan seperti itu"
"Nde tu- ahjushi"
"Jadi,kau masih muda dan tampan kurasa kau sudah memiliki kekasih bukan,apa kekasih mu tidak marah saat kau bepergian seperti ini?"
"Aniyo~ dia mengerti posisi saya diperusahaan ini" sahut jaejoong tersenyum membayangkan kenyataannya yunho justru merengek ingin ikut bersamanya.
"Ah seorang yeoja yang pengertian"
"Mian,tapi kekasih saya seorang namja" ujar jaejoong pelan.
"Benarkah itu?sepertinya kau sangat mencintai kekasih mu joongie,bolehkah aku memanggil mu joongie?"
"Tentu saja,semua orang memanggil saya joongie"
"Jadi bagaimana kekasih mu itu"
"Dia namja yang sangat perhatian,bahkan terkadang dia terlalu perhatian. Kami sempat berpisah selama 4 tahun" jaejoong terlihat membalas senyuman para pekerja bangunan.
"Pasti rasanya sangat sulit berpisah dengan orang yang dicintai" ahjushi itu menepuk punggung jaejoong pelan.
"Tapi pada akhirnya kami bisa bersatu kembali,meskipun orang tuanya tidak merestui hubungan kami"
"Sejujurnya aku tidak mempermasalahkan hubungan seperti kalian,bukan kah semua orang diciptakan untuk berpasangan?"
"Anda benar,hal itulah yang membuat kami bertahan sampai sekarang"
"Aku terkesan mendengar cerita mu joongie,jika suatu hari kau membutuhkan bantuan kau bisa menghubungi aku"
"Benarkah?ah terima kasih banyak..."
.
.
.
.
.
"Hey kenapa kau disini?" tanya jessica melihat yunho datang ke apartementnya.
"Tadinya kau ingin menginap dirumah yoochun,tapi namja jidat itu mengusirku" gerutu yunho.
"Tentu saja yoochun mengusir mu,bagaimana jaejoong apa dia belum pulang?"
"Sepertinya dia akan pulang besok"
"Noona dengar appa marah-marah dikantor?" jessica memberikan segelas coklat hangat pada yunho.
"Appa sudah tahu kalau jaejoong kembali dan menjalin kerja sama dengan perusahaan,bagaimana dengan umma?"
"Sepertinya umma sudah mengetahuinya juga,kemarin saat dirumah kulihat ahra sedang berbicara dengan umma" sahut jessica.
"Aku harap ahra tidak menyakiti jaejoong seperti dulu"
"Oya,bukan kah appa Go pernah memanggil mu kerumahnya?" tanya jessica penasaran.
"Kau pasti tidak akn percaya ini noona" yunho meletakkan cangkir coklatnya diatas meja.
"Apa?"
"Saat aku mengatakan sudah memiliki kekasih,appa Go sama sekali tidak marah dia bahkan mendukung ku"
"Uhukk...Uhuk..." jessica tersedak coklat yang diminumnya
"Be-benarkah itu?kau tidak bohong kan?"
"Aish untuk apa aku berbohong pada mu noona"
"Kuharap appa juga seperti appa Go" ujar jessica pelan.
"Aku juga berharap seperti itu"
Tbc-
Author minta maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan FF ini *bow*
Semoga masih ada ingat sama FF ini dan mau membaca chapter ini T_T
Harap maklum kalau chapter ini mengecewakan,entah kenapa sama sekali nggak dapet feel buat lanjutin FF ini
Gomawo buat readers yang masih setia review FF ini,buat readers baru selamat datang dan selamat menikmati hasil karya author ^^
Kalau ada kritik dan saran silahkan ^^
YunHolic: sengaja author buat baik,biar ada yang ngedukung yunjae ^^
ayyaLaksita: mianhe kalo update lama *Bow*
.1272: demi babeh yun,emak pasti kuat '_')/
ifa. : tenang aja ntar ahra dapet balasan atas perbuatannya ^^
hanasukie: ntar juga bakal kapok sendiri si ahra ^^ nde ini udah lanjut,mian kalo telat update *Bow*
nunoel31: lagi susah nyari ide buat yunjae momentnya TT_TT
lee sunri hyun: mian kalo telat update ^^ *bow*
Guest: ini udah lanjut ^^ jaema nggak bakal kesiksa lagi kok^^
Jaena: gomawo buat sarannya ^^ mian kalo masih banyak salah-salah soalnya jarang aku edit lagi kasih saran lagi ya *Bow*
nickeYJcassie: annyeong ^^ tenang aja di FF ini bakal happy ending semua :*
narayejea: ini udah lanjut ^^ gomawo ^^
big thanks buat para readers yang udah mau review :*
buat yang jadiin FF ini favorit :*
sampai jumpa dichapter selanjutnya^^
#NgilangBarengChangmin
