"Ahh gue capek. Gue tidur dulu ya hyung." Pamit Lay sambil menguap.

"Eh, tunggu dulu!" tahan Luhan.

"Wae?"

"Ehmm... nama lo siapa tadi? ... Zi Xing atau Zhai?"

"..."

.

.

.

I'll Get You, KIM JOON MYUN!

Author : Mir

Main Cast : Lay, Suho EXO

Support Cast : All of member EXO, Daehyun BAP

Warning : typo, gaje

.

.

Sebelumnya Mir mau ngebales review dulu

Shin Zi Tao : beneran ff Mir gak aLAY? /plak/ Lay umma masih labil sih disini :3 /ikutan kena serunduk unicorn/

Love Couple : maaf ya Mir nggak update kilat -_-v

putriii : iya si Lay bakal bunuh Suho :') mari kita selamatkan Suho! /plak/ Dio dingin kayak es yak xD

aurel choi : syukurlah Mir kira ceritanya bakal ngebosenin xD

mitatitu : gak elit banget ya bunyi dering hp Lay xD Suho nanti munculnya spesial edision (?)

BabySuLayDo : ehcoba kamu baca baik2 lagi di chapter 1. Disana Lay bilang 'balik bersekolah lagi' bukan 'balik ke sekolah nya lagi' :D

kalau soal tingkatan penyihir bakal dijelasin di bawah :D

ttalgibit : aa kalau gitu Mir juga mau bantu bunuh Suho~ /plak/

Brigitta Bukan Brigittiw : Mir sih gabisa bikin ff yg serius dan berat xDv hehe disini banyak member EXO yg OOC :3

hibiki kurenai : iyaaa gapapa kan member EXO jadi OOC? xD

Rin Rin Kim ChenMin EXOtic : tau tuh si Luhan mentang2 main vocal jadi tereak2 gak jelas /plak/

zhehoons : masa sih lucu? xD Mir juga suka SuLay, sedih banget lihat ff mereka menipis T_T gara2 SuLay shipper jarang dikasih fanservice kali ya (?)

ferina. refina : waa makasih xD ini emg ff gaje haha

Azura Lynn Gee : yeah Mir berhasil bikin para readers penasaran /plak/

Ryu ryungie : iya tuh si Lay umma masih labil -_-"

springfaith : hehe Mir juga suka Kris yg OOC xD Suho munculnya belakangan (?) Sehun pasti ada dong xD

dianhaniehunie : ne pasti bakal dilanjut xD

Jaylyn Rui : aloha Rui xD maaf ya kalau ff Mir berbelit2 xD iyaa Mir baru aja selesai UN :3 Mir bakal usahain update asap ^^

Boowan : Lay ketemu aa' Suho mungkin di chapter depan atau depannya lagi (?) mari kita bully Lay xD

.

.

Buat para reviewers dan readers, makasih banyak ya udah dukung ff Mir xD

Gak nyangka bakal banyak yg review serius! hehehe

Mir ngebales review kalian sambil senyum2 kayak orang ga waras xD (Readers : bukannya emg ga waras? -_-)

Tanpa review dan semangat dari kalian, ff ini tak mungkin lanjut /tebar kacang bareng Xiumin/

.

.

CCM (Cuap-cuap Mir) :

CHAPTER 2 IS COMING!

Ada yang bingung sama alur ceritanya ya? hohoho -_-"a

Jadi begini, tingkat di dunia sihir versi Mir itu yang paling tinggi tingkat 1. makin kebawah tingkatannya berarti semakin rendah gitu

Kalau Lay tingkat 2 dan Suho tingkat 5, berarti Lay lebih hebat dari Suho :D

Trus kalau soal Lay itu seme atau uke... so pasti Lay itu always uke haha xD /digampar Lay/

Disini emang sengaja Mir bikin beberapa member EXO OOC, soalnya bosen lihat Dio kalem mulu, trus Luhan feminim mulu, Kris cool mulu...

Sekali-sekali mereka boleh tampil beda dong? hohoho (?)

Ah kebanyakan bacot, nyok cekaidot xD

.

.

.

CHAPTER DUAAA~ (?) - CLASS A

.

.

Esoknya...

KELAS A

Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk saenim —wali kelas Kelas A— masuk kekelas dengan anggunnya, diikuti Lay dibelakang. Setelah Eunhyuk duduk di tempatnya, Kris langsung berdiri dari tempatnya.

"Beri salam pada Eunhyuk saenim!" teriak Kris yang ternyata adalah ketua kelas.

"Selamat pagi cek gu!" sahut seluruh murid dengan gaya ala upin ipin. Luhan paling semangat sampai lompat dari bangkunya.

Eunhyuk sweatdrop melihat murid-muridnya yang selalu jauh dari waras.

Lay ikutan sweatdrop melihat teman-teman sekelasnya.

"Apaan, ulang-ulang! Kalian ini warga korea, jangan sok bergaya malaysia ya! Atau kalian mau saya lempari sepatu satu-satu?!" ancam Eunhyuk sembari mencopot sepatu nya.

Kris bergidik ngeri. "ULANGI! BERI SALAM PADA EUNHYUK SAENIM ALA KOREA!" teriak Kris.

"SELAMAT PAGI EUNHYUK SONGSAENIM!" sahut seluruh murid langsung tobat.

Eunhyuk tersenyum senang.

Lay masih sweatdrop, entah kenapa.

"Selamat pagi semuanya." sahut Eunhyuk, membuat Kris duduk dibangkunya kembali.

Lay menatap teman-teman sekelasnya satu persatu. Jumlah murid dikelas itu adalah 11 orang. 10 namja dan 1 yeoja. 'Apa-apaan ini? Masa jumlah namja ama yeoja gak sebanding!' protes Lay dalam hati, mengingat dirinya juga namja.

"Yi Xing-ah, perkenalkan diri cepat." Suruh Eunhyuk tanpa basa-basi.

Lay membungkuk. "Annyeonghaseyo, Zhang Yi Xing imnida. Lo semua bisa panggil gue Lay. Gue line 91, tingkat 4. Tolong perlakukan gue dengan sewajar-wajarnya karena gue masih waras oke? Terimakasih!" Lay membungkuk kembali.

"Baiklah, saya rasa itu cukup. Lay, kamu duduk di..."

'Please tempat kan gue duduk disamping Kim Joon Myun biar gue mudah bunuh dia!' batin Lay harap harap cemas.

"Disamping... Kim..."

Joon Myun!

"Jong Dae..."

Yah. Pupus sudah harapan Lay.

"Ya, silahkan duduk disamping Kim Jong Dae. Chen, harap mengangkat tangan supaya si Lay bisa tau kamu yang mana." Perintah Eunhyuk. Chen pun mengangkat tangan nya.

'God... semoga Chendol itu normal kayak gue. Tampang nya sih tampang-tampang waras.' Doa Lay dalam hati. Semoga saja kali ini doa Lay dikabulkan.

"Baiklah, kita mulai pelajaran. Buka buku kimia halaman 79!" perintah Eunhyuk lagi.

Katanya ini sekolah sihir. Kok ada pelajaran kimia segala sih? -_-

.

.

.

"Jongdae... pinjem tipex dong!" pinta Lay berbisik keteman sebangku nya.

Chen tidak menoleh alias tidak mendengar. Ternyata Chen sedang asyik mencerna pelajaran kimia.

"Jongdae-ah!" panggil Lay sekali lagi sambil menyenggol tangan Chen.

"Ne?" sahut Chen akhirnya.

"Ehm, pinjam tipex!"

"Panggil gue Chen aja biar akrab."

"Ne."

Chen kembali memfokuskan matanya ke arah papan tulis.

Krik krik.

Lay menggeram kesal.

Mana tipex nya?!

"YA! GUE MAU MINJEM TIPEX LOH CHEN!" teriak Lay tepat ditelinga Chen.

Eunhyuk yang sedang asyik menjelaskan langsung menatap Lay dan Chen. "Sedang apa kalian berdua?" tanya Eunhyuk sambil berkacak pinggang.

Lay dan Chen serempak menoleh ke Eunhyuk.

"Hiks gue mau minjem tipex aja napa susahnya ampe setengah idup?!" kesal Lay.

"Oh lo mau minjem tipex? Bilang dong, gue kirain tadi lo nanyain nama gue. Nih tipex nya, jangan dipake banyak-banyak. Harus hemat!" oceh Chen panjang lebar sampai muncrat kemuka Lay.

Eunhyuk geleng-geleng. "Chen emang begitu. Ngga usah diambil hati napa. Ayo perhatiin papan tulis lagi! Sekali lagi lo pada ribut, gue smekdon satu-satu!" ancam Eunhyuk serius dan kembali menerangkan pelajaran kimia nya.

Lay menghelakan napas pasrah. 'Sabar Lay.. ingat misi lo.. semakin cepat lo bunuh Kim Joon Myun, semakin cepat juga lo keluar dari sekolah aneh ini!' batin Lay menyemangati diri. Ia benar-benar sedang butuh Daehyun untuk menjadi tempat curhat.

.

.

.

Jam istirahat...

"Huwaaaa gue lapar Sehunnie!" adu sang princess alias satu-satunya yeoja dikelas itu. Namja yang dipanggil 'Sehunnie' atau biasa kita panggil Sehun menatap yeoja itu malas.

"Kalo lapar ya makan sana! Buku yang gue baca belum selesai nih!" balas Sehun kejam yang ternyata sedang membaca buku setebal buku Harry Potter.

Yeoja itu mempoutkan bibirnya kesal. "Kapan sih buku lo pernah abis? Kalau itu buku udah lo baca sampai tamat, pasti bakal ada buku baru yang bakal lo baca lagi dan begitu seterusnya! Capek gue ngadepin lu Hun!"

"..."

Sehun tidak mempedulikannya karena sudah terlarut dalam buku bacaannya.

"Ck dasar magnae menyebalkan!" umpat sang yeoja kesal sambil mengibaskan rambut panjangnya.

Tiba-tiba Lay yang duduk didepan mereka menyela. "Ehm, gue juga pengen kekantin. Gimana kalau kita bareng?" tawar Lay tumben-tumbennya baik hati. Atau sebenarnya modus untuk mendekati yeoja?

Yeoja itu mengangguk semangat. "Ayo Lay oppa!"

.

.

"Ehm... Lay oppa..." panggil sang yeoja dengan nada manja.

"Ne?"

"Gue pengen ke toilet dulu. Mau temenin kan?"

Lay mengangguk. Lagi pula ia tidak tahu jalan kekantin, lebih baik menuruti kemauan yeoja ini. Saat mereka berdua sampai didepan pintu toilet (pintu namja dan yeoja bersebelahan) langkah Lay terhenti.

"Gue tunggu disini. Cepetan ya." Ucap Lay.

Yeoja itu tampak tidak rela. "Eh anni, oppa belum pernah melihat toilet di sekolah ini kan? Ayo masuk bareng gue!" ujar sang yeoja kembali menggandeng tangan Lay.

"M-mwo?"

'Eh buta ya lo, udah jelas gue namja! Ngapain gue pake ikutan masuk toilet lu!' batin Lay geram. Tenaga yeoja ini cukup kuat juga untuk menarik seorang Lay.

Tetapi diluar dugaan Lay, yeoja ini malah menariknya memasuki toilet namja. Loh, apa seorang yeoja memasuki toilet namja itu sudah dihalalkan disini?!

"E-eh disini toilet namja!" seru Lay sebelum terlambat. Lay baru menyadari kalau ia tidak tahu nama yeoja itu, sehingga susah untuk memanggilnya.

"Trus kenapa?" tanya yeoja itu balik sambil membuka pintu toilet nya. Oh terlambat lah sudah~

"K-kenapa? Lo masih nanya kenapa?!"

Dan akhirnya mereka berdua sampai didalam toilet namja yang cukup luas itu. Ternyata toilet di sekolah ini cukup mewah juga dengan fasilitas yang memadai. Dan yang lebih aneh lagi, tidak ada yang menegur keberadaan sang yeoja yang memasuki toilet namja. Lay benar-benar sangat bingung sekarang!

Yeoja itu menatap Lay sambil tersenyum manis. "Kenapa? Kita berdua kan sama-sama namja." Ucapnya sambil melepaskan wig panjang yang selama ini menutupi kepala nya. "Ah panas juga pakai wig. Ini gara-gara rambut asli gue gak kunjung panjang.." lanjut nya sedih menyentuh rambutnya yang pendek seperti namja normal.

Kalian ingin tahu bagaimana keadaan Lay sekarang? Terlalu mengenaskan, lebih baik tidak usah diceritakan.

"Lay oppa? Lo sehat?" tanya yeoj—eh namja cantik itu.

"YA! GIMANA BISA SEORANG NAMJA MEMAKAI ROK KAYAK LO HAH?! DAN BERHENTI MANGGIL GUE 'OPPA'! INI WIG APAAN LAGI, BUANG!" teriak Lay udah kayak orang kesurupan sambil menendang wig itu jauh-jauh.

"Oppa jangan marah! Meski gue adalah namja, gue bisa berubah jadi seorang yeoja yang sangat manis loh! Oppa aja tadi sampai tertipu karena ngira gue yeoja kan? Hehehe, ini bakat terpendam gue!"

Lay menatap namja itu ngeri. Bakat terpendam apaan?!

"Siapa lo sebenarnya?!" tanya Lay bagaikan Olga di pesbukers (?).

Namja cantik itu mengibaskan rambutnya bangga. "Kenalin, gue Byun Baek Hyun. Line 92, tingkat 5. Kekuatan gue adalah Light."

Baekhyun berjalan mendekati Lay, membuat Lay berjalan mundur perlahan sampai akhirnya ia mentok di pintu keluar. "JANGAN DEKATI GUEEEE!" teriak Lay lalu keluar dari toilet dengan tergesa-gesa.

"Hmpfh...Huahahahahahaha!" tawa Baekhyun lepas seusai Lay membanting pintu nya.

"Hey Baekki, jangan mengerjai anak baru itu berlebihan. Kasihan kan dia?" ucap seseorang yang ternyata memperhatikan mereka sejak tadi.

Tanpa menoleh kebelakang, Baekhyun sudah tahu siapa yang berbicara barusan. "Hehehe, dia lucu sekali, cantik lagi! Tetapi tetep nggak bisa ngalahin kecantikan gue sih, benarkan Channie?"

Chanyeol sedikit tertawa melihat pacarnya yang begitu ke-PD-an. "Ne, lo namja paling cantik yang pernah gue temuin!" ucap Chanyeol sambil mengacak rambut pendek Baekhyun.

"Aish Channie jangan di acak! Rambut gue jadi jelek!" kesal Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya.

Chanyeol terkekeh. "Lo tetap sempurna di mata gue, Baekki hyung." Gombal Chanyeol yang membuat wajah Baekhyun sedikit memerah.

Oke, mari kita tinggalkan kedua sejoli yang tengah dilanda kasmaran ini -_-

.

.

.

KELAS B

Kelas ini adalah kelas nya Daehyun. Saat ini Daehyun tengah asyik mengobrol dengan dua teman sekelasnya yaitu Himchan dan Zelo sambil memakan makanan yang mereka bawa dari kantin.

Seakan mendapat firasat buruk, tiba-tiba bulu Daehyun tegak semua. 'Duh, pertanda buruk nih. Apa Lay baik-baik aja?' batin Daehyun sedikit khawatir. Meski Lay adalah penyihir tingkat 2, Daehyun tahu kalau Kelas A itu bukan kelas biasa. Kelas itu terkenal dengan keunikan masing-masing per-orang nya, makanya Daehyun sedikit khawatir mengingat sifat Lay yang suka meledak.

Mata Himchan terfokus kearah pintu kelas. "Eh itu siapa deh? Kok dari tadi ngeliatin kesini mulu, serem ah." Ucap Himchan.

Daehyun segera menoleh kearah pintu dan BINGO! Ia menemukan seseorang yang dikhawatirkan nya sejak tadi tengah berdiri didepan pintu kelas mereka dengan aura yang sangat mengerikan.

"Himchan hyung, Zelo, gue duluan ya. Sepupu gue kayaknya lagi kena masalah, annyeong!" pamit Daehyun sedikit membungkuk.

"Sepupu?" tanya Himchan bingung.

"Anak baru yang masuk kelas A, Zhang Yi Xing. Sepupunya Daehyun hyung." Jawab Zelo sebelum meminum air di botolnya.

"Gimana nggak kena masalah. Semua namja dikelas A kan bermasalah." Komentar Himchan sambil melanjutkan makannya.

.

.

"Dae, bunuh gue sekarang!" perintah Lay seperti orang yang sudah kehilangan harapan hidup.

"Ha? Lo kesini kan buat bunuh Kim Joon Myun, bukan buat gue bunuh! Jangan mengada-ada deh!"

"Bisa-bisa sebelum gue membunuh, gue udah terbunuh duluan ama sifat-sifat itu anak murid kelas A! Mana gue belum tau mana orang yang bernama Kim Joon Myun lagi!"

"Astaga Lay, kelas lo itu hanya berisi 12 orang! Mencari orang yang bernama Kim Joon Myun semudah membalikkan telapak tangan!"

"12 orang? Terasa kayak ribuan orang bagi gue. Nggak ada yang normal! Apalagi si Byun Baek Hyun sialan itu, gue kirain dia yeoja!"

Daehyun mengerunyutkan dahi nya. "Byun Baek Hyun? Manusia 2 kepribadian itu? Dia itu hebat menyamar loh Lay. Meski anak-anak kelas lo terkesan nggak waras, tetapi kemampuan mereka juga lumayan hebat! Meski tingkat mereka nggak tinggi-tinggi amat."

"Gue nggak peduli! Gue pindah kekelas lo ya plis jebaaal~" pinta Lay dengan sangat.

"Hmm... yaudah deh biar gue coba. Gue mau keruang kepsek dulu, lo masuk ke kelas lo sana." Ucap Daehyun pasrah. Mau gimana lagi, ia belum siap melihat Lay benar-benar berubah jadi orang gila.

"Semoga berhasil Dae! Hwaiting! Saranghae!" teriak Lay sambil membuat simbol love.

Daehyun dan Lay pun berpisah menuju arah yang berbeda. Tanpa mereka sadari, ada 3 namja yang menyimak atau bahasa kasarnya menguping pembicaraan mereka.

"Ehh si Daehyun mau mindahin Lay dari kelas kita!" ucap seorang namja berpipi chubby dengan tangkai permen lolipop yang terselip diantara bibirnya.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya seseorang dengan mata pandanya.

Namja manis yang dari tadi hanya diam memunculkan smirknya. "Gue nggak akan biarin dia bawa roomate gue. Tao, kekuatan lo sangat berguna saat ini. Hentikan waktu, lalu lempar Daehyun keluar dari sekolah ini. Lempar sejauh-jauh nya! Mengerti?"

Namja panda mengangguk. "Mengerti, Luhan hyung."

.

.

.

Dengan jantung yang berdebar-debar, Lay duduk manis sambil sesekali melirik ke arah pintu menunggu kedatangan Daehyun. Semoga saja Daehyun datang dengan kabar baik!

Lay melirik jam tangan nya. 'Ck 5 menit lagi bel masuk. Lama banget si Daehyun!' pikir Lay tak sabaran. Beberapa menit kemudian, Lay mengubungi HP Daehyun.

Tuuut...tuuut...tuuut... *bunyi nada sambung(?)*

Tit!

"Yoboseyo?"

"Dae, lo kemana aja? Gue udah nunggu lo dari tadi, lo malah nggak muncul-muncul!"

"Lay untung lo nelfon! Lo pasti nggak bakalan percaya kalau gue lagi di asrama sekarang!"

"Ha? Jangan bercanda lo!"

"Gue serius Lay sayang! Tadi pas gue mau ke ruang kepsek, tiba-tiba aja gue udah berada di dalam asrama tepatnya dikamar gue sendiri. Gue terpaksa ngebolos sekolah deh, gara-gara lo nih!"

"Eh kok lo malah nyalahin gue? Gue daritadi udah duduk manis nungguin lo di kelas!"

"Lo pikir gue tiba-tiba berada di asrama gini secara kebetulan? Nggak mungkin! Pasti ini ulah salah satu temen sekelas lo yang pada unik semua itu. Udah ah, gue nggak mau ngurus lagi! Ppai!" Daehyun pun memutuskan hubungan mereka sepihak (?).

Lay meremas HP nya kuat sambil komat-kamit nyumpahin sang pelaku yang sudah membuat rencananya pindah kelas menjadi gagal!

Tanpa Lay sadari, ada 3 namja yang menyimak percakapannya dengan Daehyun barusan. Ketiga namja itu saling tersenyum penuh kemenangan karena mereka telah berhasil mencegah Lay pindah kelas. 3 namja yang bernama Luhan, Tao dan Xiumin.

Hahaha!

.

.

.

Bel masuk sudah berdering beberapa menit yang lalu dan sudah dipastikan seluruh murid kelas A sudah duduk dibangku nya masing-masing. Termasuk Lay. Tak lama kemudian sang guru alias Lee Dong Hae saenim pun datang. Donghae ini juga wali kelas dari Kelas A, partner nya Eunhyuk.

"Annyeonghaseyo!" sapa Donghae pada murid-muridnya sambil melambaikan tangan yang disambut sorakan hampir semua murid. Hampir semua? Berarti bukan semua murid. Hanya Lay yang tidak ada respon sama sekali.

"Siapa tuh? Sok asik banget." tanya Lay pada Chen.

Chen menoleh ke Lay. "Itu guru bahasa inggris kita, Donghae saenim. Guru idola di sekolah ini!"

"Oh." Tanggap Lay singkat sambil mencoret-coret bukunya kembali.

"Baiklah, saya bakal bagi kelas ini jadi 4 kelompok untuk membuat karangan bahasa inggris berjenis narative text! Satu kelompok berjumlah 3 orang. Saya bakal bacain kelompok nya, jadi simak baik-baik!" ucap Donghae tegas, membuat murid-murid membuka telinga mereka lebar-lebar.

"Kelompok 1 : Kim Jong Dae, Huang Zi Tao dan Park Chan Yeol. Nama-nama yang udah saya sebutin langsung berkumpul dengan kelompoknya."

"Kelompok 2 : Wu Yi Fan, Lu Han, Oh Se Hun."

"Kelompok 3 : Zhang Yi Xing, Do Kyung Soo, Kim Jong In."

"Dan kelompok terakhir yaitu kelompok 4 : Kim Joon Myun, Byun Baek Hyun dan Kim Min Seok. Ada yang masih ragu dengan kelompoknya?" tanya Donghae memastikan. Seluruh murid menggeleng sebagai sahutan.

"Baiklah, kalau begitu sudah jelas semuanya. Silahkan berdiskusi!"

.

.

.

"Annyeong, Lay imnida!" sapa Lay pada teman-teman satu kelompoknya yaitu, Kai dan Dio.

"Udah tau." Jawab Dio singkat sambil menopang kepalanya dengan tangannya. Lay menatap Dio tajam. Namja yang benar-benar menyebalkan!

Berkebalikan dengan sikap Dio yang dingin, Kai yang berada disamping Dio malah tersenyum hangat. "Annyeong Lay hyung, gue Kim Jong In. Panggil Kai aja biar akrab!" sapa Kai balik dengan senyuman yang membuat wajahnya semakin tampan. Lay terpaku melihat aura Kai yang benar-benar menyambut, berkebalikan dengan aura Dio yang seperti membuat tembok disekitarnya.

"Ahh ne. Yok kita bikin karangan masing-masing dulu, ntar kita gabungin!" usul Lay. Kai dan Dio mengangguk bersamaan. Mereka bertiga pun langsung sibuk menulis di buku masing-masing dengan pikiran yang berbeda-beda.

5 menit kemudian, Lay dan Kai menyerah. Hanya Dio yang masih asyik lanjut menulis.

"Gue emang sejak lahir nggak bakat bahasa inggris." Ucap Kai sambil menidurkan kepala nya diatas meja.

"Padahal gue dari london. Tapi gue emang nggak pandai bikin cerita!" ucap Lay ikutan frustasi. Dari tadi, dibanding menuliskan cerita, mata Lay lebih sering curi-curi pandang kearah kelompok 4 yang berada disamping kelompok mereka. Kelompok 4, kelompok yang ada Kim Joon Myun nya. Tetapi Lay masih belum tahu yang mana Kim Joon Myun itu.

"Hey Kai, yang namanya Kim Joon Myun yang mana?" tanya Lay dengan nada menyelidik pada Kai.

"Itu tuh, yang ada dikelompok 4. Yang bantet." Jawab Kai tanpa menoleh sama sekali. Untung ia masih mengingat Suho ada dikelompok berapa.

Lay melirik ke kelompok 4 lagi. Disana ada Baekhyun, Xiumin dan Suho. Lay hanya mengenal Baekhyun.

"Semuanya mah bantet." Komentar Lay. Bantet-bantet tapi salah satu dari mereka bakal jadi suami lo tuh -_-

Lay menoleh ke Kai. Ternyata namja itu malah tertidur beneran -_-

'Lihat aja sampai gue laporin lo ke Donghae saenim.' batin Lay dalam hati mengarah ke Kai.

Tiba-tiba ga ada angin ga ada ujan, Donghae menepukkan tangan nya 3 kali. "Yak pelajaran hari ini selesai! Silahkan dilanjutkan di asrama masing-masing, selamat siang!" pamit Donghae. Donghae pun membereskan barang-barangnya di meja, lalu beranjak keluar kelas.

Lay menepuk meja nya kuat, membuat Kai terbangun dan Dio tersentak. "Ya, bangun Kai!" teriak Lay kuat.

"Huaaahm, pelajaran udah usai?" ucap namja bekulit tan itu sambil menguap dan meregangkan tangannya. Huh serasa dikamar sendiri -_-

"Iya udah selesai! Nanti kerja kita mau dilanjutin dimana?" tanya Lay berusaha tetap sabar sambil mengelus-elus dadanya.

"Eh? Nanti nggak bisa, gue ada kencan sama Eunji!" tolak Kai.

Lay mendengus kesal. "Yaudah, besok."

Kai menggeleng. "Nggak bisa juga, ada janji sama Suzy."

Lay menatap Kai tajam. "Lusa?"

Kai masih menggeleng. "Lusa gue udah janji ke taman bermain bareng Minah... eh atau bareng Minah atau Yoona ya?" tanya Kai pada Lay dan Dio. Dan sudah pasti mendapat tatapan membunuh dari Lay dan tatatapan datar dari Dio.

Lay menepuk meja nya sekali lagi, lebih kuat dari yang tadi.

"YA! PACAR LO ADA BERAPA SIH?!" tanya Lay sambil menunjuk Kai dengan telunjuk nya. Telunjuk Lay hanya berjarak 1 cm dari batang hidung Kai.

Mata Kai melihat keatas, mencoba menghitung jumlah pacarnya #yaelah -_-#. Beberapa detik kemudian Kai menyerah. Ia sendiri tidak tahu jumlah pacarnya -_-

"Huft gue gak mau tau dan gak mau peduli. Pokok nya nanti kita kerja kelompok, batalkan kencan lo dengan Eunji, Suzy, Minah dan yang lain-lain nya itu!" teriak Lay garang tepat di wajah Kai. Mata Kai sampai melotot saking seramnya wajah Lay sekarang.

Tiba-tiba Dio yang sedari tadi hanya menonton, akhirnya bersuara. "Lay hyung, lebih baik gue aja yang ngerjain tugasnya nanti."

"Eh?" Lay dan Kai serempak menoleh ke Dio.

"Gue aja yang ngerjain. Jadi kita nggak usah kerja kelompok." Ulang Dio sekali lagi dengan suara yang tenang.

"Ani! Ini adalah kerja kelompok yang artinya kita harus kerjakan bertiga! Untuk apa Donghae saenim membagi-bagi kelompok jika nanti dikerjakan oleh individu? Pokok nya nanti sore kita kerjakan tugas ini! Dan elo Kai..." Lay kembali menatap Kai dalam-dalam. Kai menelan saliva nya dengan susah payah.

"...Jangan harap lo bisa kabur nanti!" lanjut Lay. Lay pun menjauhkan wajah nya dari Kai dan kembali keposisinya semula.

"Baiklah, nanti kita kerjain di kamar siapa?" tanya Lay dengan senyuman paksaannya.

"Terserah aja." Jawab Dio.

"Kita pilih kamar yang strategis aja deh. Kamar gue no 312, kalau kalian berdua?" tanya Lay lagi.

"Nomor 311." Jawab Kai.

"311." Jawab Dio.

Lay menghembuskan napas nya dalam-dalam, mencoba untuk tetap tabah menghadapi cobaan ini. "JADI LO BERDUA ROOMATE?! KENAPA GAK BILANG DARI AWAL HADOOOH!"

"E-eh, sabar Lay hyung!" ucap Kai kaget.

"Nggak nanya sih." Sahut Dio tetap tenang.

"ARGH, KALIAN INI BENAR-BENAR! Ya sudah lah, kalau gitu nanti sore gue bakal ke kamar lo berdua! Kita kerjain tugas nya, arraseo?!"

"Ne!/ne." Sahut Kai dan Dio berbarengan dengan nada yang berbeda.

Sepertinya lahir dan batin nya Lay benar-benar di uji disini.

.

.

.

TBC ._.

.

.

CCE (Cuap-cuap EXO)

Kris : gak tau diri lo Mir, udah telat update ceritanya pendek lagi!

Mir : sorry u.u

Suho : gue setuju ama review dari mitatitu dan springfaith! dari chapter 1 gue udah dibikin jadi main cast, tapi sampai skrg belum muncul2 -_-

Mir : hehe emang sengaja biar si Lay tambah kepo xDDD

Lay : si Mir ga puas2 nge-bully gue -_- readers tulungin gue dong T_T

Mir : /abaikan Lay/ oh ya chap depan mungkin banyakan KaiDO karena Suho gak muncul2, ayo KaiDO shipper merapat xD /plak/

Mind to review? xD