I'll Get You, KIM JOON MYUN!
Author : Mir
Main Cast : Lay, Suho EXO
Support Cast : All of member EXO, Daehyun BAP
Warning : typo, gaje
.
.
.
Balesan review :
Kopi Luwak : wkwk tau tuh si Luhan kebelet pengen jadi seme xD
Azura Lynn Gee : iyadong cast nya aja jenius apalagi authornya 8) /plak/
HyunieKyungie : halo reader baru, makasih udah mau review yak xD kalau Luhan jadiin Dio uke, terpaksa Sehun sama Mir aja /eh
evilkyvng : waduh serem -_- makasih ancamannya, Suho pasti keluar di chap ini ;_;
Shin Zi Tao : pasti mikirin yadong ya xD SuLay munculnya spesial dong :3
Historia Rain : yeaaa /kibar bendera HunHan/ (?)
mitatitu : ehem nanti foto topless Kai bakal disebar di google /plak/ oke bakal Mir kabulkan permintaan dirimu mitatu -u-
aurel choi : ne semoga chap ini cukup panjang :3
Riyoung Kim : iya pasti dilanjut :D
springfaith : waduh reader2 disini pada yadong /plak/ iya ini Suho bakal dimasukin tenang ajah -u-
Love Couple : ciee (?) iya disini ada Suho kok ;)
hibiki kurenai : bener juga, Mir gak kepikiran sampai sana (?) Luhan mau jadi seme? langkain mayat Sehun dulu (?)
Brigitta Bukan Brigittiw : iyanih Suho nggak sabar pengen ikutan akting jadi cast (?) gimana mau bunuh Suho kalau Suho nya ga muncul2 -u-
dian deer : HunHan pasti ada kok tenang aja -u-
Kazuma B'tomat : super sekali -u-
fetwelve : Suho bakal muncul kok tenang aja ;)
zhehoons : wkwk Mir jadi ikutin ngakak liat review mu xD
XiuBy PandaTao : salahnya Suho dong. siapa suruh jadi calon tunangannya Lay? -u-
BabySuLayDo : salah sayang(?), yg udah pacaran itu baru BaekYeol dan ChenMin :*
Rin Rin Kim ChenMin EXOtic : bener ini SuLay! KaiDO itu cuma pembukaan aja kok (?)
Univorn : iya Jongin playboy -u- pokoknya Suho seme disini (?)
rae : jahat banget si Lay bilangin semuanya bantet wkwk
ajib4ff : ne disini emg sengaja dibikin OOC supaya jadi beda dgn ff2 lain :3
DevilFujoshi : Suho dihati Mir! /plak/
Flory KaiSoo 121401 : ne pasti :3
Lian Park : waduh kamu reader ke-3 yg berpiran seperti itu xD maap ya Mir gabisa bikin ff yadong -_-v
Kim Haerin-ah : Lay juga bias Mir, gak bakal disiksa terus kok ._.v Suho chap ini muncul x) panggil Mir aja, Mir line 94 :3
ferina. refina : yah jangan nangis dong, ntar Mir ditimpuk bias kamu ._. Thehun pasti muncul kok :D
nilam. bestfriend : ne gapapa :3 yah kalau Lay gantung diri ini ff langsung tamat dong (?) lov u too :* /plak. Chap ini Suho ada kok :D
ZiTao99 : SuLay moment aja belum ada, gimana mau TaoRis? hahaha
ajib4ff : saksikan aja disini SuLay akhirnya ketemu :D mereka emg cucok banget eomma dari EXO-M dan appa dari EXO-K :D
AYUnhomin : kayaknya pada nggak sabar lihat si Suho muncul xD disini muncul kok :D
Park Ri Yeon : hallo new reader :D Chen emg stress gitu haha /ditimpuk Chen/ kamu reader ke-4 yg berpikiran seperti itu xD iya kasian banget si Lay dinistakan wkwk
.
Sekali lagi tak bosan-bosannya Mir mengucapkan banyak terimakasih buat reviewers setia dan reviewers baru :3
Semoga silent readers yang membaca ini jadi tobat /plak/
Maaf ya telat update, Mir baru pulang dari liburan hehe /ditimpuk readers/
Kemaren pas Mir jalan2 ke toko buku, Mir kaget ternyata ada fanfiction yg dijadikan novel :O salah satu covernya foto Kangin hyung :O /kampungan/
Tapi sayang banget rata2 novel fanfiction disana straight. Coba aja kalau yaoi pasti Mir beli (?)
Eh kok jadi curcol gini. Karena sudah terlalu banyak readers yg gak sabar kepengen Suho muncul, AKHIRNYA SUHO MUNCUL DI CHAP INI! /tebar menyan/ (Suho : I love you readers :****)
Oke deh cekaidot!
.
.
.
CHAPTER FOUR - FIRST MEET
.
.
Malamnya...
Luhan-Lay room
"Lay, ayo ke ruang makan buat makan malam bersama!" ajak Luhan.
Lay yang sedang PW di kasurnya merespon malas. "Perasaan kemaren gak ada makan malam, kenapa sekarang ada?"
"Setiap hari ada tradisi makan malam bersama. Sebenarnya kemaren juga ada, tetapi lo keburu tidur. Gue gak tega bangunin lo, kayaknya lo capek banget habis dari perjalanan." Jelas Luhan.
"Gue juga capek sekarang, hyung aja deh yang turun!" tolak Lay.
Luhan menggeram kesal. Ia menggerakkan jari lentiknya seakan sedang menyuruh kasur yang sedang di tiduri Lay itu untuk berdiri agar Lay terjatuh.
Kasur itu menuruti perintah Luhan dan ...
BRUK!
"Ya! Hyung apa-apaan sih!" kesal Lay dengan posisi yang tidak elit.
"CEPAT KELUAR ATAU LO BAKAL GUE SERET PAKE TELEKINESIS!" teriak Luhan garang sambil menunjuk pintu keluar. Sumpah, wajah Luhan sekarang sangat sangat sangat menyeramkan!
"N-ne hyung!"
Tanpa ba-bi-bu lagi, Lay segera keluar kamar terbirit-birit, bahkan sebelum sempat mengganti bajunya -_-
Luhan geleng-geleng melihat kelakuan Lay.
"Umurnya aja sebaya dengan Suho, tetapi sifat mereka sangat bertolak belakang!" ucap Luhan sebelum akhirnya ia menyusul Lay.
.
.
.
"Annyeonghaseyo..." ucap Lay saat sudah tiba di ruang makan.
Beberapa orang yang sudah duduk di tempat menyapa Lay balik. Lay mengerunyutkan dahi nya bingung. Rasa nya orang-orang yang berada di ruangan ini adalah teman sekelas nya semua!
"Lay hyung, ayo duduk di sini!" ucap Tao sambil menepuk-nepuk bangku sampingnya. Lay mengangguk dan duduk disamping kanan Tao. Tetapi entah mengapa Lay langsung ngerasa ada tatapan naga entah dari mana yang kini sedang menatapnya dengan tatapan membunuh. Bulu kuduk Lay sampai pada berdiri -_-
'Perasaan gue aja kali.' Batin Lay sambil bersikap seolah tidak ada kejadian apa-apa. Zhang Yi Xing sadarlah! Saat ini namja berkharisma nan kece yang bernama Kris sedang men-deathglare-mu!
'Huh berani nya dia duduk di samping my panda Tao! Lihat aja Lay, lo bakal gue jadiin santapan sarapan Nonem* besok!' batin Kris berapi-api. Chen yang duduk di samping Kris sampai berkeringat karena kepanasan -_-
(*Keterangan : Nonem adalah nama naga nya Kris. #ini ngarang sumpah#)
"Tao, kok yang makan anak kelas A semua?" bisik Lay.
"Di setiap lantai ada dapur dan ruang makan nya hyung. 1 lantai itu berisi 1 kelas, jadi hanya anak kelas A yang makan di lantai 3 ini!" jelas Tao.
Lay pun mengangguk-angguk gaje, entah paham atau tidak.
Tiba-tiba Dio datang dari arah dapur sambil membawa sepanci(?) besar berisi sup hangat yang baru saja ia buat, di susul Luhan —yang entah sejak kapan sudah ada di sana— membawa beberapa piring untuk di bagikan pada teman-teman nya.
"Hari ini lo buat apa, Kyungsoo-ah?" tanya Baekhyun yang sudah tidak sabar untuk mengisi perutnya. Malam ini Baekhyun berpenampilan normal layaknya namja biasa, tidak memakai wig.
"Hanya sup daging hyung, tadi Kai bilang ia ingin makan makanan yang berkuah." Jawab Kyungsoo seadanya.
"Oooh begitu...HAH? KAI?!" teriak Baekhyun refleks dengan matanya yang membulat. Ekspresi Chanyeol, Kris, Chen dan yang lain-lain nya tak jauh beda dari Baekhyun. Mereka semua kaget mendengar perkataan Dio, sejak kapan Kai dan Dio pernah berbicara?!
Kai menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Hehehe makasih hyung, hari ini gue emang lagi pengen sup." Ucap Kai cengengesan.
"Ne Kai, lain kali kalau lo ingin makan sesuatu, bilang aja sama gue." Balas Kyungsoo dengan senyuman manisnya.
Oh lihat lah, Kai dan Dio benar-benar sedang berkomunikasi tepat di depan mata anak-anak yang lain. Bahkan Kris yang terkesan cool dan tampan, wajahnya juga ikutan kelihatan cengo sama dengan yang lain karena melihat fenomena yang sangat langka.
"Sumpah... baru kali ini gue liat si Kai dan Dio bicara." Ucap Chanyeol sambil mengucek-ucek matanya lebay.
"Gue juga baru kali ini lihat si Kyungsoo tersenyum.." tambah Chen yang masih cengo.
Dio balas menatap teman-teman nya yang kini sedang memandangnya seakan-akan sedang memandang ikan sedang memanjati pohon. Eh jadi keingat EunHae couple lagi deh.
"Eh udahan dong cengo nya! Ayo kita segera makan!" teriak Xiumin memecah keheningan. Ia sudah melihat senyuman Dio yang lebih menggelegar(?) tadi siang, jadi ia tidak terlalu terkejut sekarang.
"Oh iya iya. Ayo sebelum makan mari kita berdua menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa mulai!" perintah Kris selaku ketua mereka. Semua namja yang ada disana langsung khusyuk menunduk dengan mulut mereka yang komat-kamit membaca doa. Terkecuali untuk Xiumin yang sesekali melirik ke arah sup nya.
Kris menegakkan kepalanya. "Doa selesai." Ucapnya, di ikuti ucapan amin oleh yang lain.
"SELAMAT MAKAAAN!" teriak mereka semua dengan semangat. Di antara semua suara, suara Xiumin lah yang paling terdengar keras. Maklum, efek lapar.
Ke-12 namja itu pun menikmati makanan mereka masing-masing. Sesekali terdengar candaan dari arah Baekhyun dan Chanyeol yang terkenal memang tidak bisa diam. Seolah-olah, mereka akan mati kalau diam.
Dari awal makan sampai sekarang, Lay terus melirik ke arah Kim Joon Myun, mangsa nya. Wajah Suho tampak damai, tentram, dewasa, berwibawa dan benar-benar bukan Lay banget deh pokoknya! 'Huh kok appa dan umma pilih nya yang kayak gini sih? Lumayan ganteng sih... /eh/ tapi gue kan pengen nikah ama seseorang yang separtai gue. Sifat nya harus sama kayak gue. Kalau si Kim Joon Myun ini kayak orang-orang alim yang membosankan. Huft, gue pasti bakal bunuh lo secepatnya!' curhat Lay dalam hati. Tanpa sadar ia mencengkram sendoknya terlalu kuat, untung tidak sampai patah.
"Kris ge, bagaimana kabar Presiden Kangin? Pasti semakin sukses aja ya." Ucap Suho tiba-tiba.
"Oh iya, beliau sempat nelfon gue tadi malam. Katanya dia rindu ama gue." Sahut Kris yang sama sekali tidak nyambung dengan pertanyaan Suho -_-
Lay mengerunyutkan dahi nya tidak mengerti. "Hey Tao, apa hubungan Presiden Kangin dengan Kris?" bisik Lay pada si panda. Siapa sih yang tidak kenal Kangin? Lelaki itu adalah presiden di negara mereka, bisa di bilang presiden termuda yang menjabat sampai saat ini.
Tao menoleh ke Lay. "Hyung gak tau? Presiden Kangin itu adalah ayah nya Kris gege."
"Oh? Anaknya toh..." sahut Lay sambil angguk-angguk gak jelas.
1
2
3
4
5
"MWO?! ANAK NYA PRESIDEN KANGIN?! ORANG KAYAK DIAAAA?!" teriak Lay sangat kuat, membuat teman-teman nya yang lain sampai menutup telinga mereka.
Kris menatap Lay tidak suka. "Apa maksud lo 'orang kayak dia'? Emangnya gue kayak mana?" tanya nya dengan nada menantang.
"Gue kira anak presiden itu tampan, berkharisma, rendah hati, baik hati dan lain-lain. Ternyata asli nya kayak gini toh." Ucap Lay meremehkan.
Oke, coret kata-kata rendah hati dan baik hati. Tetapi ayolah, kurang tampan apa Kris?!
"Heh tunjukkan rasa hormat lo! Gue ini anaknya presiden!" balas Kris meremehkan juga.
"Gue anaknya papa gue! Mau ape lo?!" lawan Lay dengan tangan kanan yang mencengkram kuat sendoknya, seakan-akan ia akan melemparkan sendok itu ke mulutnya Kris. Ucapan Lay barusan sama sekali tidak berbobot, benar kan? -_-
"Trus gue harus bilang 'WOW' gitu?!" balas Kris lagi dengan mata melotot.
"Iya! Sambil salto sekalian!"
"Eh emang siapa elo nyuruh-nyuruh gue?"
"Alah ngeles lo, bilang aja gak bisa salto!"
"Emang lo bisa?"
"Bisa lah! Di London gue sering di juluki dewa dance!"
"Itu kan di London bukan di sini!"
"Jangan remehin London!"
"Bla bla bla!"
"...!"
"..."
Kris dan Lay terus saling mencaci maki satu sama lain, Mir sampai capek nulis perdebatan mereka, jadinya cuma tertulis titik-titik (?). Oke, back to story.
Dari Xiumin sampai Sehun hanya bisa cengo melihat ketua mereka dan anak baru itu saling menghina dan mencaci maki. Baru kali ini ada yang berani melawan ketua mereka, dan baru kali ini juga ketua mereka bertingkah kayak anak kecil yang tak mau kalah. Padahal biasanya Kris itu dewasa banget loh! Meski agak songong karena dia anak presiden. /Mir dikubur Kris/
"Kris, Lay, tenang lah! Kalian membuat makan malam kita berantakan!" lerai Xiumin.
"DIA YANG MEMULAI!" teriak Lay dan Kris bersamaan sambil menunjuk satu sama lain.
"Sesuka kalian lah -_-" ucap Xiumin pasrah. Lebih baik ia melanjutkan makannya tanpa peduli dengan kedua orang bodoh itu. Masa bodoh jika mereka emang mau adu fisik sekalian, toh itu bukan urusan Xiumin.
Seorang namja tampan yang duduk disamping kanan Lay yang sedari tadi hanya diam saja, akhirnya mengeluarkan suara. "Lay hyung dan Kris hyung kayak suami istri aja." Komentarnya sambil tersenyum evil.
"S-suami istri?" ulang Tao dengan mata yang membulat. Hati Tao langsung hancur berkeping-keping. Sebenarnya ia sudah lama menyukai Kris, tetapi dirinya terlalu malu untuk hanya sekedar bersapa dengan ketua kelas nya itu. Ia merasa dirinya tidak pantas untuk seorang anak dari presiden. Ia bukan anak pengusaha seperti Chanyeol, Baekhyun, Sehun dan Chen. Ia bukan anak aktor terkenal seperti Suho. Ia hanya seorang Huang Zi Tao.
"Heh, dengar ya bocah! Meski Kris adalah satu-satu nya manusia yang tersisa di permukaan bumi, gue gak bakalan pernah jadiin dia istri gue!" teriak Lay pada namja tampan yang memulai perbincangan suami-istri itu. Lay seme, Kris uke gitu?
Si namja tampan alias Oh Se Hun mempoutkan bibirnya karena di panggil bocah.
Kris menokok meja nya kesal. "Hey anak baru! Yang ada mah elu jadi istri gue, bukan gue yang jadi istri lu!"
"Eh enak aja! Gue seme tau!"
"Muka lu aja kayak gitu, gak ada aura seme nya sama sekali!"
"Emang lu siapa bisa ngatur-ngatur gue seenak jidat lu?!"
"Gue ketua kelas! KETUA KELAS!"
"Trus? Gue harus bilang 'WOW' gitu?" balas Lay mengulangi ucapan alay Kris tadi.
Kris terdiam. Capek juga berdebat dengan anak baru ini. Saking capek nya ia sampai ngos-ngosan sekarang, padahal dari tadi hanya adu mulut saja dengan Lay.
Chen menepuk-nepuk pundak Kris. "Sudah lah ge, lanjutkan saja makan mu, tidak baik berdebat saat sedang makan.." ucap Chen yang tumben-tumbennya bijak. Semua orang langsung menatap haru ke arah sang pemegang kekuatan petir. Xiumin sampai meneteskan air mata saking bahagianya.
"..nanti kalau gege berdebat terus dengan Lay hyung, makanan gege nggak akan habis. Kalau tidak habis, itu nama nya mubazir ge. Allah sangat benci orang yang mubazir dan menyia-nyia kan makanan. Coba gege pikirkan, di luar sana banyak orang yang kelaparan sementara kita di sini sudah dapat makan enak. Jadi gege harus bersyukur dan—hmpfh!"
Baekhyun yang duduk disamping Chen langsung membungkam mulut namja itu. Masalahnya jika tidak dihentikan, Chen tidak akan berhenti mengoceh dan ceramah nya bisa berlangsung sampai berjam-jam! Kris yang berstatus sebagai roomate nya Chen harus ekstra hati-hati menjaga ucapan nya agar tidak kena ceramahnya Chen.
Chen menatap Baekhyun yang masih membungkam mulutnya. "Jangan ceramah sekarang Chen, tak baik bicara panjang lebar saat makan." Ucap Baekhyun dengan muka angelic ala Suho. Tak lupa di sertai kedipan mata berkali-kali yang membuat Chen hampir muntah. Namja tampan itu pun mengangguk pelan agar Baekhyun melepas bungkamannya dan berhenti mengedipkan matanya.
Suasana pun kembali hening. Kris menatap satu persatu wajah hyung dan dongsaengnya yang sedang menikmati makanan mereka masing-masing. Lalu ia sedikit menghelakan napasnya.
'Lain kali akan gue bikin peraturan dilarang bicara selama makan.' Batin Kris.
.
.
.
Esoknya...
Lay berjalan menelusuri koridor sekolah. Hari ini Luhan berangkat duluan ke sekolah karena ia ada jadwal piket. Memang jarak dari asrama ke sekolah bisa di bilang sangaaaat dekat, jadi Lay tidak akan tersesat. Saat di tengah koridor, Lay bertemu dengan salah satu wali kelas nya, yaitu Lee Dong Hae.
"Selamat pagi Donghae saenim." Sapa Lay sambil menunduk.
"Selamat pagi juga Yi Xing. Bagaimana kelas baru mu? Tidak terlalu buruk bukan?" tanya Donghae sambil tersenyum tampan.
"Yaah tidak terlalu buruk." Jawab Lay seadanya. 'Tidak terlalu buruk, tetapi SANGAT BURUK!' tambah Lay dalam hati.
"Sangat buruk? Yah memang kelas A terkenal kelas yang unik. Tetapi aku yakin lama-lama kau akan menyatu dengan mereka, tenang saja." Ucap Donghae masih tersenyum.
Lay cengo. Bukan kah tadi ia menjawab tidak terlalu buruk?
"Jangan kaget begitu Yi Xing-ah. Aku bisa membaca pikiran mu." Kata Donghae seolah mengerti dengan arti tatapan kaget Lay. Lay pun semakin membulatkan matanya.
Mengerikan!
"Karena status mu masih sebagai murid baru di kelas, ada baiknya aku menyuruh ketua kelas mu untuk menemani mu mengitari sekolah. Duh dimana si Kris yah?" ucap Donghae sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
'What?! Ngitari sekolah bareng Kris? Lebih baik gue mati!' batin Lay ketakutan. Kelihatan nya kali ini Donghae tidak membaca pikiran Lay lagi karena terlalu fokus mencari Kris.
"Nah itu dia Kris. KRIS, KESINI!" panggil Donghae kuat ke arah Kris. Kris menoleh kaget ke wali kelas nya. Entah mengapa ia merasakan firasat buruk.
"Ada apa Donghae saenim?" tanya Kris sopan. Ia berusaha untuk mengabaikan seseorang yang berada di samping Donghae (Lay).
"Begini, kau kan ketua kelas di kelas A. Mumpung sekarang masih pagi, temani lah Yi Xing untuk berjalan-jalan mengitari sekolah. Kau mau kan?" tanya Donghae.
Glup.
Kris menelan saliva nya dengan susah payah. Tentu saja jawaban nya OGAH!
"Ehem, sebelum nya aku mau minta maaf dulu Songsaenim. Aku sebenarnya ingiiiiiiin sekali mengantar Lay mengitari sekolah kita ini, tetapi aku ada urusan penting. Lebih baik jika..." Kris menolehkan kepalanya ke sekitar, mencari orang yang tepat untuk di lempari beban.
"Ah! Itu ada Suho! Lebih baik dia saja yang menemani Lay, dia kan wakil ketua. Bagaimana Donghae saenim?" tanya Kris penuh harap. Jika seandainya dia adalah Tao, dia akan mengeluarkan buing-buing nya agar Donghae luluh dan membiarkan nya pergi sekarang. Tetapi jurus buing-buing sangat tidak pantas di wajah Kris, semua orang tahu itu.
Donghae menatap Kris dan Lay bergantian. Sebenarnya Donghae tau kalau Kris hanya berusaha menghindar dari tugasnya. Apa sih yang bisa luput dari mata Donghae? Tetapi yang namja tampan itu bingung kan adalah, mengapa Kris menghindar? Apa Kris ada masalah dengan Lay?
"Yasudah, kalau begitu kau suruh lah Suho untuk menemani Lay. Mengerti?" tanya Donghae sebelum pergi ke ruangannya.
"Ne Songsaenim!" jawab Kris sambil mengangguk.
Lay sedikit menyenggol lengan Kris. "Suho itu yang mana sih? Gue gak tau."
Kris mengabaikan pertanyaan Lay dan lebih memilih untuk memanggil namja yang bernama Suho itu. "Suho-ya! Kemari lah!" teriak Kris sambil melambai-lambai. Untung saja Suho melihatnya dan langsung datang ke arah nya.
Melihat itu, mata Lay langsung melotot. 'Bukan kah itu Kim Joon Myun? Tetapi mengapa ia di panggil Suho? Berarti gue salah orang dong T_T' batin Lay sedih. Kalau begitu Kim Joon Myun itu yang mana?
Kris pun berbicara dengan Suho, memberitahu pesan dari Donghae untuk menemani Lay berkeliling sekolah. Suho mengangguk mengerti, setelah itu Kris langsung pergi setelah menjulurkan lidahnya ke arah Lay sekilas. Lay menggeram kesal. 'Presiden Kangin.. bersiap-siap lah menyiapkan satu kuburan untuk anak lelaki mu tersayang.' Batin Lay kesal.
Suho yang melihat Lay melamun langsung melambai-lambaikan tangan nya tepat di depan muka Lay, membuat Lay tersadar. Lay pun menoleh ke Suho.
"Seperti nya gue belum perkenalin diri. Gue Suho, line 91. Kekuatan gue water." Ucap Suho sambil mengulurkan tangan kanan nya.
Lay pun menyambut tangan itu. "Salam kenal Suho. Gue Lay, line 91 juga." Balas Lay memperkenalkan diri dengan singkat. Ia kan sudah memperkenalkan diri di depan kelas kemaren, untuk apa mengulang hal yang sama dengan panjang lebar?
"Sepertinya kita sesama line 91. Lo lahir bulan apa?"
"Bulan Oktober."
"Kalau gitu panggil gue hyung, gue lahir bulan May. Ayo gue temenin keliling sekolah sekarang, mumpung bel masuk belum bunyi." Ucap Suho sambil mulai berjalan. Lay hanya bisa menurut dan mengikuti namja di depan nya itu.
.
.
"Yang ini ruang UKS dan di depan nya adalah gudang olahraga tempat menyimpan bola dan peralatan olahraga lain nya." jelas Suho sambil menunjuk pintu-pintu itu. Lay mengangguk mengerti.
Mata Lay mengarah ke sebuah pintu yang terletak di ujung lorong. Entah mengapa pintu itu menarik perhatian nya.
"Suho hyung, kalau yang itu pintu apa?" tanya Lay sambil menunjuk pintu di ujung lorong itu.
Mata Suho mengikuti arah tunjukan Lay. "Oh pintu itu untuk menuju atap sekolah. Gue sering kesana, pemandangan yang di lihat dari sana sangat indah." Jelas Suho sedikit tersenyum.
"Gue juga boleh kesana?"
"Tentu saja, ayo kita kesana!" ajak Suho.
Kedua namja itu pun melangkah menuju pintu itu dan menaiki tangga menuju atap sekolah.
"Suho hyung, lo benar. Pemandangan yang di lihat dari sini sangat indah!" komentar Lay saat melihat pemandangan hijau yang berada tepat di depan matanya. Bukan hanya indah, tetapi suasana di sana sangat segar. Karena hanya ada mereka berdua di sini, Lay merasa tempat ini hanya milik nya dan Suho.
"Hyung, bagaimana kalau kita istirahat sebentar disini? Gue capek dari tadi jalan terus..." pinta Lay penuh harapan. Suho tertawa melihat reaksi Lay yang seperti anak kecil. Benar kata Kris, Lay sama sekali tidak ada aura seme nya (?).
"Ayo kita duduk, sekalian kita bercerita untuk mengakrabkan diri karena kita sebaya." Sahut Suho ramah. Mereka berdua pun duduk bersampingan sambil menyandar di dinding, menghadap pemandangan hijau yang indah itu.
Eh, kok bel masuk nya nggak bunyi-bunyi ya? #abaikan.
"Hyung, gue boleh tanya sesuatu gak?" tanya Lay ragu-ragu.
"Ne tanyakan saja. Gue bakal jawab semampu gue." Jawab Suho.
"Hmm, hyung tahu sama yang nama nya Kim Joon Myun gak?"
Suho terdiam. Readers pasti tau kenapa Suho terdiam kan? -_-
"Suho hyung?"
"Itu nama gue, Lay." Jawab Suho.
"Eh? Nama hyung kan Suho?"
"Iya panggilan gue Suho, tapi nama lengkap gue Kim Joon Myun." Jelas Suho sejelas-jelas nya. Oh, Lay merasa seperti orang bodoh sekarang -_-
"Kok bisa di panggil Suho?"
"Sama dengan lo. Nama lengkap lo Zhang Yi Xing, tetapi di panggil Lay kan?" ucap Suho membuat Lay mati kartu. Lay pun nyengir sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
'Ternyata orang ini benar-benar Kim Joon Myun! Horaaay!' sorak Lay dalam hati. Aura membunuh Lay pun berkibar kembali (?). Tanpa sadar Lay tersenyum sendiri, membuat Suho bingung.
"Ngomong-ngomong lo ngapain nanyain nama gue Lay? Ada masalah dengan nama gue?" tanya Suho penasaran.
"Eh itu... kemaren Donghae saenim membagi kita jadi 4 kelompok kan? Saat Donghae saenim menyebut nama Kim Joon Myun, gue gak tahu Kim Joon Myun itu yang mana.. Maka nya gue tanya ama hyung!" ujar Lay mencari alasan.
"Oh begitu.. memang nya lo udah kenal ama yang lain?"
"Sudah, beberapa orang. Seperti Luhan hyung, Tao, Xiumin hyung, Kai, Kyungsoo, Chen, Baekhyun..." Ucap Lay mengingat-ingat.
"Lo lupa nyebutin Kris gege."
"Emang sengaja." Ucap Lay sambil melipat kedua tangan nya, membuat Suho tertawa lagi.
"Sebenarnya lo ada masalah apa dengan Kris gege? Kelihatan nya tadi malam akrab banget."
"Gue juga gak tau apa masalah dia ama gue. Tetapi entah lah hyung, lebih baik kita bahas yang lain -_-" ucap Lay tidak tahan.
Suho tersenyum melihat sikap Lay. "Kemaren Tao cerita sama gue, tentang usaha lo untuk nyatuin Kai dan Dio. Lo benar-benar hebat Lay! Berkat lo, sekarang Kai tidak se-playboy yang dulu dan Dio pun tampak lebih ceria sekarang. Entah mengapa, sejak kehadiran lo suasana kelas A menjadi semakin membaik. Gumawo Lay-ah.." ucap Suho tulus.
Lay balas tersenyum. "Gue cuma lakuin apa yang gue bisa."
"Kalau tidak ngingat gue udah punya calon tunangan, gue pasti bakal suka ama lo." Ucap Suho jujur, membuat mata Lay membulat. Ucapan Suho barusan entah mengapa membuat hati Lay berdetak kencang. Lay merasakan perasaan senang dan malu disaat yang bersamaan. Apa kah yang sedang Lay rasakan sekarang? Cinta? *eaaaa (?)
"Ehm, hyung sudah bertunangan?"
Suho menggeleng. "Ani, tetapi orangtua gue udah milihin calon buat gue. Tetapi sampai sekarang gue belum bertemu dengan dia, bahkan gue nggak tau nama nya siapa."
"Kok hyung mau-mau aja di jodohin? Mana tau calon hyung itu nggak sesuai dengan harapan hyung!" ucap Lay. Curhat eoh? -_-
"Apapun itu, gue yakin orangtua gue bakal milihin calon yang terbaik. Suka gak suka, gue harus suka. Meski sebenarnya gue juga nggak mau di jodohin kayak gini, tetapi kalau ini bisa membuat orangtua gue senang, apa salahnya?" ucap Suho sangat bijaksana.
Namja angelic itu benar-benar dewasa! Beda sekali dengan Lay yang menolak perjodohan itu mentah-mentah, bahkan sampai berencana akan membunuh calon tunangan nya itu.
'Gue gak nyangka akan membunuh namja yang tak berdosa kayak Suho hyung.. Ini cobaan berat!' batin Lay sambil menghelakan napas. Ia harus cepat-cepat membunuh Suho sebelum akhirnya ia benar-benar tidak tega membunuh Suho!
'Maafin gue Kelas A. Sepertinya kalian harus mencari wakil ketua kelas yang baru untuk menggantikan Suho hyung.'
.
.
.
"Mwo? Kai putus dengan Suzy?"
"Eunji-ah, serius Kai mutusin lo kemaren?!"
"Krystal bagaimana dengan lo? Di putusin juga ama Kai?"
"Ne, dia mutusin gue tadi malam lewat telpon."
"Lalu? Siapa pacar Kai yang tersisa sekarang?"
"Eunji, Suzy, Krystal, Yoona, Sulli, Minah, Kevin, Sungjong, Seohyun dan yang terakhir gue dapat informasi si Amber(?) juga udah di putusin Kai tadi malam. Apa playboy itu udah tobat?"
Pagi ini sekolah penuh dengan gosip hangat dengan tersangka utama, yaitu Kim Jong In alias Kai. Semua heboh dengan berita 'Kai memutuskan semua pacarnya tadi malam'. Semua langsung bertanya-tanya siapa pacar Kai yang tersisa? Masa nggak ada?
Tetapi sang tersangka utama itu sama sekali tidak terusik mendengar gosip dari kanan dan kiri yang terus membicarakan tentang dirinya. Namja berkulit tan itu hanya terus berjalan dengan dagu terangkat, di ikuti Sehun dan Baekhyun di sebelah kanan dan kiri nya.
"Jongin hyung, bersiap-siap lah wajah lo kena serangan dari sana dan sini karena sudah memutuskan anak orang seenaknya." Ucap Sehun melirik Kai yang terlihat santai-santai saja.
"Tenang saja Sehun-ah, gue udah beli P3K tadi malam buat jaga-jaga." Jawab Kai sambil bersiul senang.
"Lantas pacar lo sekarang siapa? Jangan sampai bilang nggak ada. Semua orang juga tahu kalau lo gak bisa hidup tanpa yang nama nya 'pacar'." ucap Baekhyun mengintrogasi.
"Baekki hyung, gue udah bilang berkali-kali kalau gue emang lagi single! Kenapa pada gak percaya sih? Suudzon amat ama gue!" kesal Kai sambil melipat kedua tangan nya.
Gak ada angin gak ada ujan, tiba-tiba langkah Baekhyun terhenti. Kai dan Sehun memandang Baekhyun bingung, lalu mengarahkan pandangan mereka ke arah padangan Baekhyun. Ternyata ada Eunhyuk saenim yang sedang berlari ke arah mereka!
"BYUN BAEK HYUN! UDAH GUE BILANG BERAPA KALI UNTUK TIDAK MEMAKAI WIG BODOH MU ITU DI SEKOLAAAAAAH!" teriak Eunhyuk sambil membawa golok yang entah ia dapat dari mana.
"GYAAAAAAAAAA!" Baekhyun dengan rambut panjangnya berlari ke belakang untuk menghindari wali kelas nya yang satu itu. Baekhyun memang sering sekali kena tegur oleh guru-guru karena wig dan rok nya, tetapi ia tidak pernah mau mendengarkan.
Kai dan Sehun hanya bisa diam di tempat sambil memandang Hyukjae saenim dan Baekhyun yang kejar-kejaran. Dalam hati mereka berdoa semoga roomate nya Chanyeol itu masih bisa lihat mentari di esok hari.
"Yo Kai-ah, Sehun-ah! Sedang apa lo berdua disini? Gak masuk ke kelas?" tanya Chanyeol dengan sapaan khasnya. Chanyeol panjang umur -_-
"Kita lagi nungguin si Baekhyun hyung. Dia lagi kejar-kejaran dengan Eunhyuk saenim." Jawab Sehun seadanya.
Chanyeol mengangguk paham, seakan itu sudah hal yang wajar. Ia sudah bertahun-tahun menjadi namjachingu nya Baekhyun, mendengar Baekhyun di kejar guru itu sudah menjadi makanan pokok Chanyeol sehari-hari.
"Eh Kai, beneran lo mutusin semua pacar lo semalam? Kesambet Sehun ya lo?" tanya Chanyeol.
"Kesambet setan kali hyung." Koreksi Kai.
"Setan ama Sehun apa bedanya? Kkk~" canda Chanyeol, membuat Sehun men-deathglare nya tajam.
Kai mengembangkan senyuman tampan nya. "Entah lah hyung, kayaknya gue kena sambet ama Dio hyung." Ucap nya enteng sambil melangkah mendahului Sehun dan Chanyeol.
Sehun dan Chanyeol pun menatap Kai yang semakin lama semakin menjauh. Sehun menatap Kai kaget tak berkedip, sedangkan Chanyeol menatap Kai bingung.
"Kesambet Dio? Emangnya Dio itu setan apa?" tanya Chanyeol.
Sehun melirik Chanyeol malas. "Bukan itu maksudnya, Chanyeol hyung. Itu hanya perumpamaan, sepertinya hati Jongin hyung berhasil di rebut oleh Kyungsoo hyung. Makanya Jongin hyung memutuskan semua pacar-pacarnya." Jelas Sehun panjang lebar. Beruntung sekali Kelas A mempunyai magnae jenius —sekaligus evil— seperti Sehun.
"Woah, itu arti nya Kai jatuh cinta pada Dio? Benar-benar tak terduga!" heboh Chanyeol dengan cengiran khas nya. Akhirnya kesampaian juga melihat playboy cap kerbau itu merasakan yang namanya 'cinta'!
Sehun pun mulai melangkah menuju kelas. "Ayo kita ke kelas, Chanyeol hyung. Gue berani bertaruh Baekhyun hyung sudah kehilangan wig nya karena di rampas oleh Hyukjae saenim."
Chanyeol ikutan melangkah mengikuti Sehun. "Yeah, dan nanti sore anak itu bakal nyeret gue untuk menemani nya membeli wig baru." Ucapnya sambil menghelakan napas pasrah.
Kedua namja itu pun memasuki kelas mereka, tanpa menyadari sejak tadi ada namja manis yang memperhatikan mereka berdua dari jauh. Namja manis itu menghelakan napas panjang.
'Kapan ya gue bisa jalan barengan Sehun?' batin Luhan menyedihkan.
.
.
.
TBC ._.
.
.
TBC macam apa ini ._.
.
.
CCE
Luhan : eh Mir kok endingnya gue menggantung kayak gitu? GAK TERIMA GUEEE!
Mir : Mir juga kaget kok bisa TBC nya kayak gitu ._. Mir mau munculin sedikit HunHan moment karena para readers banyak yg gak setuju pas Luhan mikir pengen jadiin Dio uke xD
Suho : yeyelalala akhirnya gue keluaar \(^o^)/
Mir : norak amat ni satu lider -_-
Atas permintaan dua readers yaitu mitatitu dan aurel choi , Mir udah panjangin chap ini jadi 4000-an words. Bagaimana mitatitu dan aurel choi? Kalian puas? ^^ /plak/
Baiklah di akhir kalimat, mind to review? :D
