Main Cast :

EXO Couple

Pairing :

Find by yourself ^^

Genre : Romance

Ratting : PG-17

WARNING...! EXO Fanfiction YAOI...!
Gak suka,, segera klik EXIT ^^

FF ini murni bikinan author..! ^^
Sebelumnya pernah di share di Fanpage FB EXO For EXOtic INA
No COPAS…! No SILENT READER..! ^^

Happy read…!

Krrriinnggg… Krrriiinnnggg…

"Eeuunnghh?" namja itu menggeliat dari tidur indahnya karna bunyi nyaring dari jam weker di sebelah tempat tidurnya. Dengan mata terpejam, namja itu mencoba menggapai weker tersebut, alhasil, weker itu berhasil ia ambil dan dengan masih mata tertutup, namja itu sukses mematikan weker itu. Kembali namja tadi tidur.

Ceklleekk….

Muncullah namja dengan perawakan kecil bahkan lebih mirip dengan sosok tubuh wanita ke dalam kamar namja yang tidur itu. Namja mungil itu menghela nafas panjang melihat namja tampan yang tertidur itu. Perlahan namja mungil itupun melangkah mendekati kasur sang namja tampan yang tertidur.

"Ya, palli ireona." Namja mungil itu mengguncang-guncang tubuh namja yang tertidur. Dengan sedikit paksaan, namja tampan itu terbangun dari tidurnya. Sedikit melirik siapa yang membangunkannya, dan kembali keposisi awal, tidur.

Namja mungil itu mendengus kesal dengan tingkah namja ini. Dengan tarikan yang kuat, namja mungil itu berhasil merebut selimut yang membungkus tubuh namja yang tertidur itu.

"YAAAKK MAGNAE MALAS! PALLI IREONA!" Teriaknya yang membuat namja yang tertidur itu mau tak mau harus bangun. Dengan mengucek matanya, namja itu mendengus lagi.

"Hyung, kau berisik!" ucapnya seraya berjalan keluar kamarnya.

"YAAK! Oh SEHUN!" bentaknya. Namja itu menghela nafas panjang lagi. Sesaat dia melihat kasur tempat namja bernama oh Sehun itu tertidur tadi.

"Aisshh,, kenapa selalu aku yang membereskan kamar magnae ini sih?" gumamnya sambil memulai membereskan kasur Sehun.

Sehun melangkah keluar kamar, dengan masih mengucek-kucek matanya lucu [?]. Dia mengarahkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan itu. Sampai di satu titik, dia tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju sudut itu.

"Morning…" ucap Sehun lembut sambil memeluk pinggang namja yang sedang sibuk mengoles roti dengan selai coklat.

"Ommo!" Pekik namja itu terkejut. Sehun terkekeh mendengarnya.

"Ya, oh Sehun, lepaskan aku, dan cepatlah mandi!" perintah namja itu

"Shireo,, hyung, kamu curang mandi duluan. Kita kan bisa mandi bersama." Jawab Sehun manja. Namja yang sedang di peluk Sehun langsung mengeluarkan rona merah di pipinya mendengar ucapan Sehun.

"Yyaaa..! Jangan ngaco!" Pluukk! Namja itu mendaratkan sendok selainya ke kepala Sehun. Sehun hanya bisa mengusap kepalanya.

"Yaa hyuunng! Appo!" keluh Sehun.

Plluuukk! Belum semenit Sehun mendapatkan pukulan sendok dari namja yang sedang di peluknya, sekarang Sehun mendapatkan pukulan lagi di kepalanya.

"YAA! Berhentilah menyuruh Kyungsoo hyung membereskan kamarmu, bodoh!" namja berkulit tan menawan itu sukses membuat Sehun meringis kesakitan akibat pukulan di kepalanya.

"YAAAKK! Aku tak pernah menyuruhnya, Kyungsoo hyung sendiri yang ingin melakukannya!" sanggah Sehun sambil mengusap-usap kepalanya.

"Isshh,, dasar cadel gila! Luhan hyung, beritahu dia untuk tidak lagi merepotkan Kyungsoo hyung lagi" ucap namja berkulit tan itu kepada namja yang sedang disebelah Sehun, Luhan. Luhan hanya menghela nafas panjang.

"Sebelum kamu marah ke Sehun, sebaiknya kau marahi dirimu sendiri dulu Kkamjong, kamupun membuatku selalu membersihkan kamarmu itu." Namja bernama Kyungsoo itu keluar dari kamar Sehun dan bergabung dengan Luhan yang menyiapkan sarapan mereka.

"Ah hyung, saranghae!" ucap Sehun ber-aegyo-ria seraya memeluk Kyungsoo.

Namja berkulit tan yang dipanggil Kkamjong atau Kai, geram melihat pemandangan itu, langsung menarik paksa Sehun dari tubuh Kyungsoo, "Ayo mandi, magnae bodoh" geramnya.

"YAAKK, kamupun magnae disini, item!" berontak Sehun sambil melepaskan tangan Kai. Mereka berhadapan dan saling melempar death glare.

"Cadel!" teriak Kai

"Item!" Sehun tidak mau kalah.

"CADELLL!"

"IIIITTTEEEMMM"

"Diiaaaam kalian magnae!" bentak seorang namja tinggi yang baru muncul. Dibelakangnya berdiri Namja dengan mata yang mirip dengan panda sedang mengucek-kucek matanya.

Seketika mulut Kai dan Sehun terdiam mendengarnya. Luhan dan Kyungsoo menghela nafas panjang melihat adegan itu.

"Kalian sungguh berisik di pagi hari. Kai, Sehun, cepat mandi! Dan kau juga, Tao, mandilah" di akhir kalimat, nada namja tinggi tadi merendah dan terkesan lembut terhadap namja bermata panda bernama Tao yang dibelakangnya.

"Nee, Kris gee. Kajja, It's time to Magnae's SHOWER!" Ucap Tao riang dengan menggandeng Kai dan Sehun.

'Aiishh, lagi-lagi aku harus mandi bersama Tao.' Batin Kai

'Luhan hyung, kau tega!' batin Sehun seraya melihat tajam Luhan yang terkekeh.

"Kyungsoo, bangunkan member yang lain, ne?" ucap namja tinggi itu ketika para magnae menghilang.

"Arraseo, Kris hyung" jawab Kyungsoo kepada namja tinggi bernama Kris itu sambil pergi ke arah tengah lorong yang menghubungkan kamar-kamar memberdeul yang lain. Dengan menarik nafas terlebih dahulu…

Brraangg brrraaanngggg brrraaaaaannggggg!

"IREONA!" teriak Kyungsoo yang sontak menimbulkan bunyi gaduh dari dalam kamar masing-masing memberdeul. Luhan yang melihatnya tertawa, itulah cara Kyungsoo membangunkan 6 namja yang tertidur. Menurut Kyungsoo, lebih menghemat waktu membangunkan dengan cara seperti itu dari pada mendatangi kamar satu-persatu.

Dengan senyum mengembang, Kyungsoo kembali ke meja makan dan menyiapkan sarapan bersama Luhan dan Kris.

"YAA! Dio babo….! Tidak adakah cara lain membangunkan kami..?" omel namja bernama Baekhyun yang baru saja keluar dari kamar bersama roomatenya, Chanyeol.

"Kau sadis, Dio-ah.." ucap namja dibelakang Chanyeol dan Baekhyun, dengan mata yang masih menyipit karena baru bangun namja itu keluar kamarnya bersama dengan roomatenya juga.

"Mianhae, Xiumin hyung, Chen hyung. Tapi cara itu cara paling hemat waktu." Tawa kyungsoo pecah bersama Luhan.

Setelah itu, muncul lagi sepasang namja yang keluar dari kamarnya juga, pasangan Suho dan Lay, mereka setengah terpejam berjalan ke arah meja makan.

"YAAK, mengapa kalian berkumpul disini? Sana cepat mandi" teriak Kris.

"Eooh? Kkeundae, aku lapar hyung" jawab Baekhyun yang langsung di-iyakan oleh Chanyeol.

"Nado, nado" kompak Chen, Xiumin, Suho dan Lay.

Kris geram melihatnya, "YAAKK, setidaknya kalian bersihkan muka kalian dulu!" tunjuk Kris.

"Hyung, hyung juga serahusnya juga mandi dulu." Ucap kyungsoo pada Kris.

"Ah, YAAK! Kamu pun belum mandi ternyata" Suho mulai angkat bicara. Kris hanya acuh.

"Aku disini beda dengan kalian, aku membantu Dio juga Luhan menyiapkan makanan." Sanggah Kris.

"Gee, kamu harus mandi dulu!" Ucap Tao yang baru saja muncul selesai mandi. Kris, Luhan dan Dio melihat kearah sumber suara, terpampanglah Tao dan dibelakang Tao berdiri Sehun juga Kai yang juga selesai mandi. Mereka bertiga kompak hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggulnya, atau toples.

Kris, Kyungsoo, dan Luhan terperangah melihat Tao, Kai, dan juga Sehun topless,, Kris langsung membuang muka dengan menutupi hidungnya mencegah mimisan, sedang Luhan dan Kyungso…

"GGGYYYAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Dan itulah suasana pagi hari dorm EXO. -_-

"Nan deug daego non minyeo!"

"kyyyaaaaaaa" "Opppaaaaaaaa!" "Oppppppaaaaaaaaaaa!"

Studio tempat EXO perform itu bergemuruh hebat saat EXO on stage.

"HunHaaaaannn!" "Kyyaaaa… KaiSoo!" "ChanBaeeekkk oppaaa!" "ChenMiiiiiiiinnn" "TaoRis TaoRis!" "SuLaaaaaaayyyyyyyyyy!"

Member EXO tersenyum mendengar teriakan fans mereka satu persatu, memang sangat bising. Tetapi member tau jika tanpa adanya fans, EXO bukanlah apa-apa.

Sehun mendekati Luhan, Luhan tersenyum kearah Sehun, dan Sehun membalasnya, mereka saling tertawa, entah karena apa yang jelas mereka senang. Begitu pula couple-couple official lainnya. Karena memang sejak awal, alasan dijadikan official couple karena mereka sudah dekat.

Sampai pada akhirnya…

"Kyyaaaaa KaiLuuuuuuuuuu!"

Sontak Sehun melihat fans dengan terkejut. Luhan juga tampak membulatkan matanya lucu [?]. Kai yang mendengar juga tampaknya sangat terkejut. Sesaat kemudian, Luhan yang ternyata ada di sebelah Kai, saling pandang bingung.

"GGyyyyyaaaa! KaiLu Moment!"

KLIIIIKKK KLIIIIKKK KLLLIIIKKKK!

Seketika studio itu semakin bising oleh teriakan fans KaiLu.

"KaiLu? Ciihhh" dengus Sehun sebal. Sedangkan Luhan masih terlihat kebingungan. Ini baru pertama kali dirinya mengetahui bahwa terdapat KaiLu Shipper.

AT BACKSTAGE

"Fiiuuhhh!" Gumam Chanyeol. Ia mengelap keringat yang ada di keningnya dengan tangannya.

"Jjaaa" baekhyun menyodorkan air mineral ke Chanyeol, sontak chanyeol tersenyum dan menerimanya dengan senang hati.

"Hyung, sejak kapan muncul shipper KaiLu?" Baekhyun bertanya ke Luhan yang kebetulan lewat disebelahnya.

"Ah, nee,, aku juga tadi mendengarnya, KaiLu KaiLu,, wah shipper baru hyung!" ucap Chanyeol sambil menepuk-nepuk pundak Luhan.

"Aku tidak sadar kalian ternyata punya shipper, Luhan" Kris ikut nimbrung.

Luhan makin bingung, dia sendiri tidak mengerti kenapa muncul shipper KaiLu. Kai yang berada tak jauh dari sana, hanya bisa mengangkat bahunya tanda tak paham juga.

"Sudahlah, lebih baik kita pulang dan istirahat, otte?" tengah Suho yang muncul belakangan bersama Lay.

"Ne,, aku setuju, aigoo, Kris ge, aku capek sekali." Ucap Tao manja kepada Kris dan dibalas tawa renyah Kris.

"Kkeundae,, bisakah nanti mampir di café biasanya? Aku sangat ingin memakan Baozi." Ujar Xiumin.

"Hyungg! Jangan terlalu banyak makan itu!" Chen disebelahnya kesal. Xiumin hanya terkekeh melihat couplenya kesal. ChanBaek yang melihatnya juga tertawa.

"Hyung, aku tidak ikut mobil kalian, aku akan pulang bersama Minho hyung. Ne? Annyeong" ujar Sehun seraya pergi dari sana.

"Yaak, magnae, tunggu!" cegah Suho tetapi sudah terlambat karena Sehun sudah pergi bersama Minho yang saat itu menjadi MC acara yang EXO kunjungi.

"Tumben-tumbennya Magnae itu tidak bersamamu, hyung?" celetuk D.O ke Luhan yang masih saja menatap pintu tempat Sehun menghilang barusan.

"Molla…" ucap Luhan pelan.

Grrreeeppp…. "Yaa hyung,, jangan lemas begitu, kajja senyum, Hannie hyuunngg!" Goda Kai seraya memeluk pundak Luhan. Luhan pun terkekeh karenanya..

Krrriiieeeettt… "Hyung tidak liat smartphone... kkuuu…?" suara itu merendah di akhirnya.

Semua member EXO menengok sumber suara. Sehun.

Sehun sempat melihat sesaat Luhan dan Kai yang masih memeluk pundak Luhan. Tatapan Sehun berubah menjadi tajam namun terkesan kosong. Sehun menyebar pandangannya mencari manajer EXO dan segara menghampirinya. Dia mengambil HP nya dan kembali keluar tanpa suara.

Blaaam..

Suara pintu itu menyadarkan Luhan bahwa dia harus menyusulnya. Dan tanpa aba-aba lagi Luhan berlari menghampiri Sehun keluar. Para member EXO lain hanya bisa berpandangan dan mengangkat bahu masing-masing tanda tak paham dengan situasi yang tengah terjadi.

"Hunnie…" Teriak Luhan saat sudah ada di luar.

Sehun membalikan badannya mendengar namanya dipanggil oleh Luhan, ya dia sangat hafal dengan suara Luhan.

Luhan setengah berlari ke Sehun yang sudah ada di depan mobil Minho. Sehun mengetok jendela pintu mobil Minho dan meminta ijin untuk bicara sebentar dengan Luhan.

"Wae hyung?" ucap Sehun datar.

"Hunnie, benar tidak pulang bersama hyung dan yang lain?" Tanya Luhan dengan mata yang bisa diartikan kesepian.

"Ani, aku akan pulang dengan Minho hyung." Jelas Sehun singkat.

Luhan mengerti Sehun sedang tidak ingin bertemu dengannya walau diapun tidak tahu apa masalahnya. Luhan menganggukkan kepalanya. Dan sesaat kemudian, Sehun pun masuk ke dalam mobil Minho dan melaju meninggalkan Luhan yang menatap mobil yang meninggalkannya itu sendu.

"Hahahaha, Sehun, apa kamu tidak kasian melihat wajahnya barusan?" Minho membuka suara saat mobil sudah cukup jauh dari tempat tadi.

Sehun menengok Minho yang sedang menyetir sekilas, dan menghela nafas. Sehun mengangkat bahunya tanda dia juga bingung. Minho semakin terkekeh dibuatnya.

Drrrttt dddrrrtttt….

"Yeobboseyo, Ne Minnie.." Minho menerima telepon yang ternyata dari Taemin. Sesaat kemudian, Minho tertawa sendiri dengan Taemin di teleponnya.

Sehun yang merasa kesepian, mengambil Handphonenya dan membuka situs fanbase EXO. Dan betapa terkejutnya dia dengan adanya tema baru di situs itu.

Dengan kasar dia banting keras HP nya di dashboard mobil Minho yang sontak membuat Minho terkejut karenanya. Minho melihat Sehun, tampak wajah Sehun memerah menahan emosi dan menutup erat matanya kesal.

"Taeminie, chakamman, bisa kita lanjutkan di dorm saja? Hyung ada sesuatu yang harus hyung urus." Setelahnya Minho menutup sambungan telephonnya dengan Taemin itu. Dengan masih menyetir mobilnya, Minho mengambil HP Sehun yang tergeletak tak berdaya [?] di dashboard mobilnya. Minho menghentikan mobilnya di tepi jalan sejenak dan tidak direspon Sehun karena Sehun sudah tidak peduli dengan sekitarnya. Minho membuka page terakhir yang dibuka Sehun, dan langsung minho membulatkan matanya. Secapat kilat Minho langsung menengok Sehun disebelahnya dan menepuk-nepuk pundak hoobae kesayangannya itu.

"Gwaenchana sehunnie, Gwaenchana…" ujar Minho pelan.

"Hyung,, kenapa kamu terus berdiam diri sih? Gak asik ah" dengus Kai yang jengah melihat Luhan terus berdiam diri di mobil dalam perjalanan pulang menuju dorm EXO.

"Hyung gwaenchana?" Chen mendekat ke arah Luhan dan memeluk pundaknya.

"Magnae cadel itu, pasti dia yang menyebabkan hyung seperti ini kan? Awas saja kalo sudah sampai dorm, tidak ada kata ampun!" celetuk lucu [?] Baekhyun yang juga sebal melihat Luhan yang berubah drastis.

"Gwaenchana, aku hanya capek saja kok." Luhan mencoba tersenyum. Tidak bisa berbohong, Luhan sangat mengkhawatirkan Sehun. Sehun kenapa? Dimana? Sedang apa? Luhan bisa merasakan aura aneh saat bersama Sehun terakhir tadi. Seperti Sehun sedang marah dengannya.

Luhan menghembuskan nafas panjang. Semoga saja tidak begitu.

Drrrtt Drrrrttt…

"Mwo..?" "Baiklah..." piip

"Guys,, Sehun akan menginap di dorm SHINee malam ini" ucap Manajer EXO yang baru saja mendapat massage dari Sehun.

Luhan membulatkan matanya. Sedangkan member yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak paham dengan Sehun.

"Hunnie.. Ada apa denganmu?" lirih Luhan nyaris tak bersuara. Tetapi masih dapat di dengar Kai yang duduk berselahan dengannya. Kai menarik Luhan di dekapannya, menarik kepala Luhan bersandar di bahunya.

"Gwaenchana hyung, Sehun mungkin hanya ingin bermain dengan Minho hyung dan Taemin hyung saja" ucap Kai sambil mengelus surai rambut Luhan lembut.

Luhan mengangguk dalam diam. Pikirannya masih penuh dengan Sehun. Entah mengapa, Luhan ingin sekali bertanya mengapa Sehun meninggalkannya.

"uhhhuukk uhhhuukkk!" D.O tiba-tiba tersedak hingga HP yang dipegangnya terjatuh.

"Yaaa, gwaenchana?" Lay dengan sigap mengelus-elus punggung D.O yang memang duduk disebelahnya. D.O mengangguk sebentar dan kembali mengambil HPnya yang terjatuh barusan. Seketika, D.O membulatkan matanya melihat HP itu.

Lay yang kebingungan dengan reaksi aneh D.O melihat HPnya itu, akhirnya ikut melihatnya. Sontak Lay membulatkan matanya juga. Bahkan dia sampai menutup mulutnya agar tidak memekik terkejut.

Lay dengan sigap memberi tahu Suho dan Kris yang duduk di depannya, dia membisikkan sesuatu, mata Suho membulat dan sedetik kemudian dia ambil HP disakunya, setelah itu Suho membuka apa yang disuruh Lay barusan, Kris disampingnya penasaran dan ikut melihat. Sontak keduanya tercengang.

Dan disaat yang sama ternyata D.O telah memberi tahu ChanBaek couple dan Tao yang berada dekat dengannya. Dan hal itu dengan mudah sampai di telinga Chen juga Xiumin yang berada di belakang mereka.

Suho, Kris, Lay, D.O, Chanyeol, Baekhyun, Chen, Xiumin, Tao serempak mencuri pandang ke arah Luhan dan Kai yang duduk dibelakang bersebelahan. Luhan tampak tertidur di bahu Kai dan Kai pun sepertinya sama tertidurnya.

"Sepertinya ini akan sulit…" gumam Kris dan Suho yang berada di depan.

Ceklekk…

"Hyyuuuunnnggg!" Huuuup!

"Aigoo Taeminnie, kau manja sekali eum..?" ujar Minho yang baru saja menangkap tubuh Taemin yang tiba-tiba melompat ke arahnya.

"kekekkeke~ mian.. Eung? Annyeong Sehunnie…" Taemin turun dari gendongan Minho dan menyapa Sehun yang berada di belakang Minho.

"Annyeong Hyung" sapa Sehun canggung. Dia merasa merusak suasana 2MIN couple saja.

Prrraaanngg!

"Yakkk dasar dino babo! Chagiyaaaaaaaa! Lihatlah dino babo ini lagi-lagi merusak masakanku!" teriak seseorang dari dalam. Sehun membulatkan matanya heran.

"Ya Jjong! Berhentilah mengganggu Kibum!" ucap seseorang lain dengan suara yang agak berat.

"ahahahaha…"

drap.. drap… draapp… terdengar suara larian seseorang mendekat ke pintu depan.

"Mwo? Ommo! Sehun? sedang apa kamu disini? Apa kamu akan menginap?" Namja bernama Jonghyun itu mendekati Sehun dan menepuk pundaknya.

"Ne hyung,, malam ini aku menginap dengan Minho hyung, bolehkah?" Ucap sehun ramah.

"Dengan si koddok? Yess! Berarti kodok aku tidak akan tidur denganmu, biarkan aku tidur dengan Taeminnie saja. Otte?" celetuk Jonghyun. Minho hendak memukul Jonghyun tetapi…

Buuugghh! Sebuah sendok sayur mendarat dengan keras di kepala Jonghyun.

"Yaaakk,, appo kim kibum!" jonghyun meringis.

Kim kibum atau Key hanya bisa membuang muka dari Jonghyun. "Annyeong Sehunnie.." sapanya ramah dan dibalas senyum oleh Sehun.

"Chagi, kita kedatangan tamu!" teriak Key kepada seseorang di dalam dan itu pastinya Onew.

"Waahh,, Sehun kamu akan menginap ya? Semoga tidak keberatan ya dengan keadaan dorm SHINee ini. Disini sangat ribut. Hahahahha" Tawa khas Onew keluar. Sehun pun akhirnya tertawa juga. Tetapi bagaimanapun dia tertawa, hatinya masih saja terasa sakit. Luhan.

Brruuukkkk

"akhirnya sampai juga di dorm!" ucap Kai sambil tiduran di kasurnya. D.O yang sekamar dengannya hanya bisa mendengus melihat sikap Kai yang seperti anak-anak ini.

Kai melirik D.O yang masih beres-beres pakaiannya. Kai berjalan menghampiri D.O.

"Kyungsoo hyung…"

"Euumm? Waee?"

"Hyung, bolehkan aku tidur dengan Luhan hyung malam ini?" ucap Kai. D.O langsung terkejut mendengarnya.

"Mwo..? Kkeundae, waeyo jongin?" Tanya D.O

"Ani, aku hanya merasa Luhan hyung sedang tidak ingin sendiri saja. Melihat sikap Sehun yang seperti tadi, rasanya aku tidak tega dengan Luhan hyung" jelas Kai.

D.O mengangguk, "Baiklah, tidurlah dengan Luhan hyung malam ini" ucap D.O yang membuat Kai senang.

"Jinjja? Aigoo kyungsoo hyung yang terhebat pokoknya!" Kai memeluk D.O dan sesaat kemudian Kai berganti pakaian dan menuju ke kamar Luhan, tepatnya kamar HunHan.

D.O melihat Kai yang pergi dari kamarnya dan meninggalkannya sendiri sendu. Perlahan tangannya bergerak ke dadanya. Meremasnya pelan dan menggigit bibir bawahnya.

"Gwaenchana Dio-ah.. Gwanchana" ucapnya lirih.

"Hyunnggg!" Kai membuka pintu kamar Luhan. Luhan yang sedang memainkan rubiknya menengok Kai.

"Kai? Waeyo eum?" sapa Luhan lembut.

"Aniyo, hyung aq menginap malam ini eum? Otte?" ujar Kai seraya berjalan memasuki kamar Luhan.

"Mwo? Euum,, ne, boleh saja.." Senyum Luhan. Kai pun langsung tidur di kasur tempat Sehun biasa tidur membelakangi Luhan. Luhan yang melihat Kai tidur di kasur itu, mengingatkannya pada Sehun.

"Hyung, aku bukan Sehun, jadi hentikan tatapan itu" tiba-tiba Kai berujar dengan masih tetap membelakangi Luhan. Luhan tersentak dan tersenyum miris.

"Mianhae, Kai-ah" ucap Luhan dan sesaat kemudian Luhan menaruh rubiknya dan mengambil posisi tidur di kasurnya.

Kai bangun dari tidurnya dan menghampiri Luhan. Awalnya Luhan terkejut, tetapi Kai tersenyum. Kai menutupi Luhan dengan selimut Luhan dan merapihkannya.

"Tidurlah, lupakan semuanya hyung" ucap Kai sambil mengusap lembut surai Luhan. Luhan tersenyum dan menutup kedua matanya.

'Hunnie,, selamat tidur' batin Luhan

Kai masih setia di sebelah tempat tidur Luhan. Dan dia masih setia memperhatikan wajah tidur Luhan. Kai tersenyum dan perlahan kai mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan. Kai mengecup pelan kening Luhan yang masih tertidur.

"Jaljjayo, hyung" ucap Kai seraya kembali di tempat tidur Sehun dan tidur.

Tanpa di duga, sepasang mata menangkap momen itu dikarenakan pintu kamar HunHan yang tidak tertutup sepenuhnya. Jemari kecil itu langsung menutup pelan pintu itu hingga tidak menimbulkan bunyi.

Srreeggg…

Namja itu meremas dadanya keras.. Baju bagian dadanya pun tampak kusut. Ia menggigit bibir bawahnya menahan isakan yang mungkin akan keluar.

"Hikkss…"

Sebuah isakan lolos dari bibir mungil itu. Namja itu menutup kedua matanya.

Dan tiba-tiba,, sebuah tangan terulur membawa namja yang sedang terpuruk itu ke dalam pelukannya. D.O terkejut pada awalnya. Sampai dia mendengar suara yang sangat dia kenal.

"Gwaenchana Dio-ah.. Gwaenchana" ucapnya sambil mengelus rambut namja yang tengah terpuruk, yaitu D.O itu.

"Kenapa.. hikkss… sakit yeolli .. hikkss..?" isaknya dalam dekapan namja tinggi yang ternyata adalah Chanyeol. Chanyeol tersenyum simpul. Chanyeol yang bertujuan mengambil air minum di dapur, tidak sengaja melihat D.O yang mematung di depan kamar Luhan. Dan jelas Chanyeol tahu apa sebabnya.

"Gwaenchana, Dio-ah…" hanya itu yang bisa keluar dari bibir Chanyeol melihat D.O yang terisak sendiri. Chanyeol merasa sangat iba dengan keadaan D.O itu. Chanyeol mempererat pelukannya ke D.O berusaha agar D.O merasa tenang.

Cekleekk…

Sebuah pintu tertutup sangat pelan. Seorang namja kini tengah bersandar di belakang pintu kamarnya. Kepalanya mengadah menatap langit kamar. Tanpa disadari air matanya menggenang di pelupuk matanya. Pemandangan yang baru saja tidak sengaja dia lihat. Tangannya mengepal kuat. Perlahan ia tutup kedua matanya.

"Yeolli.." lirih Baekhyun menahan isakannya.

"Hunnie…" Sehun menengok ke asal suara itu dan menemukan Taemin sedang menatapnya.

"Nee hyung?"

Taemin tersenyum sekilas. Lalu taemin mendudukan dirinya di sebelah Sehun. ini seudah malam, tapi Sehun maupun Taemin tidak juga tidur dan memilih bersandar di balkon dorm SHINee ini.

"Kamu tahu, Minho sangat marah disaat awal munculnya Jongtae." Taemin membuka suara. Sehun tertegun mendengarnya.

"Kekekeke~ Minho hyung sangat marah denganku dan tak ingin melihatku maupun Jonghyun hyung. Dan saat itu Minho pergi ke dorm Suju menginap dengan Siwon Hyung." Ucap Taemin sambil terkekeh.

"Dan ternyata kejadian ini terulang, dan bedanya saat ini, posisi Minho sedang ada di dirimu kan?" Lanjut Taemin sambil menatap Sehun. Sehun tertunduk.

"Skin ship dengan crack couple memang sangat menyakiti couple official kita pada awalnya. Jadi aku mengerti apa yang kamu rasakan sekarang saat melihat,, euum.. Kai dan Luhan hyung bersama" ucap Taemin hati-hati takut menyinggung perasaan Sehun.

Sehun melihat Taemin sekilas. Taemin tersenyum lembut ke Sehun.

"Aku yakin, tidak ada yang lebih dari sekedar fan service KaiLu" tambah Taemin

"Kkeundae hyung, artikel itu.." ucapan Sehun terhenti. Taemin paham dan menganggukkan kepalanya.

"Artikel KaiLu, Fan Art KaiLu, Video KaiLu Momen, Fanfict KaiLu sampai... euumm... Pict Edited by KaiLu shipper..?" ucap Taemin.

Deegg…! Sehun teringat kembali dengan artikel yang menayangkan pict KaiLu yang merupakan editan para KaiLu shipper dimana foto aslinya saat Luhan mencium Xiumin karena sebuah game di radio, begitu pula dengan Kai yang juga mencium Xiumin disana digabung dan diedit menjadi ciuman panas Kai dan Luhan. Ditambah dengan Fanfict KaiLu yang sangat banyak tak terhitung. Dengan dihiasi berbagai pict edited tentunya yang menguras hati. Sehun mengepalkan tangannya.

"Percayalah pada Luhan hyung." Taemin menggenggam sesaat tangan Sehun yang mengepal. Taemin tersenyum sesaat dan pergi ke dalam dorm untuk tidur.

Sehun menghela nafas panjang. Menela'ah perkataan Taemin perlahan. Dan memejamkan matanya.

"Luhannie hyung, mianhae"

03:30 AM

"Hyung… Minho Hyung…! Ireona" Sehun membangunkan Minho dari tidurnya.

"Sehun? eeunngg… Wae?" Minho mengucek-kucek matanya pelan. Rasa kantuknya sangat menguasai matanya. Minho melirik jam kamarnya, bahkan ini masih dini hari.

"Hyung, bisakah hyung mengantarku pulang sekarang?" bujuk Sehun.

"Mwoooo?"

Kai terbangun dari tidurnya. Rasa haus yang sangat sangat menyiksa tenggorokannya membuatnya terpaksa dari tidur indahnya. Kai berjalan menuju dapur untuk mengambil air.

"hikkkss…."

Kai terperanjat, ia yakin mendengar isakan seseorang. Kai mempertajam pendengarannya. Sesaat kemudian pintu kamar Chen terbuka. Chen terkejut melihat Kai yang sedang berdiri sendiri di lorong kamar.

"hyung, apa kau mendengarnya?" ucap pelan Kai pada Chen.

"Ah, ne,, oleh karena itu aku terbangun" jawab Chen tak kalah pelan.

Kai dan Chen mempertajam pendengaran mereka. Dan pada akhirnya mereka menemukan sumber suara isakan itu, yang tak lain adalah, kamar Chanyeol dan Baekhyun.

Kai dan Chen saling tatap, mereka mendekat ke kamar ChanBaek itu.

"Baekhyun hyung?" ucap Kai pada Chen. Chen pun hanya bisa mengangkat pundaknya tanda ia pun tak paham.

"Sebaiknya kita tinggalkan dulu mereka, mungkin ada masalah diantara ChanBaek, besok kita bahas bersama Suho hyung dan Kris hyung." Chen menengahi. Kai setuju dan menganggukan kepala.

Kai merasa ada yang mengganjal jika ia tidak segera menceritakan hal ini kepada D.O,, ya Kai terbiasa untuk menceritakan apapun yang dia alami kepada D.O. Kai pun melangkahkan kakinya ke kamarnya dengan D.O.

Ceklek…

"IGE MWOYA?" Teriak Kai lantang yang sontak mengejutkan Chen yang hendak kembali masuk kamarnya.

Kai, melihat dikamarnya dan D.O,, D.O tertidur dengan menggenggam tangan Chanyeol yang tidur dengan posisi duduk di samping kasur D.O. Tangan itu saling bertautan dimata Kai.

D.O yang terkejut mendengar suara lantang Kai langsung terbangun dan begitu pula dengan Chanyeol disebelahnya. Mata Kai memerah menandakan ia sedang menahan emosi.

"Ada apa ini?" Chen meghampiri Kai yang tengah mengepalkan tangannya. Chen pun akhirnya sadar mengapa Kai teriak baru saja. Dan sebersit gambaran pun muncul, mengapa Baekhyun terisak di kamarnya.

"Apa ini ribut-ribut dini hari? Kai, Chen? Ada apa?" ucap Kris yang baru keluar bersama Tao. Diikuti dengan Suho dan keluar kamar bersama Lay dan dibelakangnya ada Xiumin.

"Lihat saja mereka!" Kai menunjuk D.O dan Chanyeol di dalam kamarnya. D.O dan chanyeol hanya bisa berpandangan tanda mereak tak mengerti.

Kris menghela nafas berat. 'Apalagi ini?' benaknya

"Euunng.. ada ribut-ribut apa sih?" Luhan yang baru saja bangun dari tidurnya berjalan menghampiri tempat dimana member EXO berkumpul.

"Hyung, kau bisa tanyakan sendiri pada Chen hyung, bagaimana mereka tidur bersama!" ucap pedas Kai sambil menunjuk Chanyeol yang berjalan mendekat.

"Ya! Bisa sopan sedikit tidak sih kamu magnae!" Chanyeol tersulut emosinya. D.O yang dibelakang Chanyeol hanya bisa tertegun melihat situasi ini.

"Apa maksudmu, Kai?" Suho mencoba menengahi.

Kai menarik tangan yang seraya paling dekat dengan dirinya. Dan menggenggamnya tepat di dadanya. Lalu meletakkan tangan itu di bibirnya.

"Seperti itukah kalian semalaman?" ucap pedas Kai sambil menatap tajam Chanyeol dan D.O bergantian.

"atau seperti ini?"Kai memeluk tubuh itu erat serta mencium kening sosok itu. Pandangan tajam Kai masih saja mengarah ke Chanyeol dan D.O yang semakin tak mengerti dengan Kai.

"App..pa.. Appaan..nn.. in..nnii…ii?"

Lantas semua pandangan mengarah ke sumber suara yang tenyata itu adalah Sehun yang baru saja datang bersama Minho di belakangnya. Mata Sehun membulat menyaksikan apa yang baru saja terjadi.

"Hunnie!" Sontak Luhan melepas pelukan Kai.

Kai baru menyadari bahwa sosok yang ia tarik daritadi adalah Luhan yang memang berdiri paling dekat dengan Kai.

Mata Sehun menatap tajam Luhan dan Kai. Kai yang sedang tersulut emosi, semakin emosi ketika mendapat pandangan tajam Sehun.

Sedetik kemudian, Sehun membuang muka dan pergi keluar dorm, bahkan Minho yang dibelakangnya sempat ia tabrak.

Luhan merosot ke bawah,, "Andwae… Hunnie…" tangan Luhan bergetar..

"Yeolli…" SUara lirih itu membuat pandangan Chanyeol mengarah pada sumber suara itu. Baekhyun berdiri dengan mata yang sembab menatap sendu Chanyeol yang sedang bersebelahan dengan D.O.

"Hikks.. Ja..dii..ii… begi..tu.. kali..iiann.. hikss.. semalam…?" Tangis Baekhyun pecah, Baekhyun menutup kembali kamarnya dengan keras..

Blllaaaammm!

Kai segera mengambil kunci mobil yang tergeletak di meja, dan keluar dari dorm.

BLAMMMM..!

Chanyeol dan D.O terdiam di tempatnya, bibir mereka kelu.. bahkan untuk menjelaskan apa yang terjadi mereka tidak mampu.. Mereka sangat terkejut akan semua kejadian ini.

Minho berjalan mendekati Kris dan Suho yang sudah memijit-mijit kepalanya.

"Ini tugas kalian sebagai leader mereka.." senyum Minho, lalu pamit pergi.

Chen memeluk Luhan yang bergetar di lantai. Sedangkan Lay mencoba membujuk Baekhyun untuk membuka kamarnya untuk menenangkannya. Tao menepuk-nepuk pundak Kris untuk merelaxkan Kris serta Suho yang terus menerus menghela nafas berat!

"INI BENAR BENAR SULIT!" gumamnya.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Bagaimana ceritanya…? Mian kalo gak suka ya…? #BOWED

Part selanjutnya menyusul ya? ^_^

REVIEW Jusseyo... ^^