Sehun pun mulai melangkah menuju kelas. "Ayo kita ke kelas, Chanyeol hyung. Gue berani bertaruh Baekhyun hyung sudah kehilangan wig nya karena di rampas oleh Hyukjae saenim."
Chanyeol ikutan melangkah mengikuti Sehun. "Yeah, dan nanti sore anak itu bakal nyeret gue untuk menemani nya membeli wig baru." Ucapnya sambil menghelakan napas pasrah.
Kedua namja itu pun memasuki kelas mereka, tanpa menyadari sejak tadi ada namja manis yang memperhatikan mereka berdua dari jauh. Namja manis itu menghelakan napas panjang.
'Kapan ya gue bisa jalan barengan Sehun?' batin Luhan menyedihkan.
.
.
.
I'll Get You, KIM JOON MYUN!
Author : Mir
Main Cast : Lay, Suho EXO
Support Cast : All of member EXO, Daehyun BAP
Warning : typo, gaje
.
.
.
Balesan review ^^
Byun Soo Ra : waa gumawo :3 mau culik Dio? langkahin dulu mayat Kai muahahaha (Kai : kok gue yg kena -_-)
fetwelve : chap depan Mir usahain panjang ^^ Suho belum mati, jgn cepat2 pengen dia mati dung T_T
mitatitu : wah yg minta malah lupa -_- /jitak/ bener2, semoga om Sooman baca ini ff dan suruh mereka skinship xDD /ngarep/
BabySuLayDo : hehe dimana2 pasti muncul orang ketiga. tapi disini Kris dan Lay cuma sebatas teman aja kok, gak Mir bikin lebih :p
Riyoung Kim : siiip :D
ferina. refina : syukur deh kalau ff Mir menghibur :D
Love Couple : iya akhirnya Suho muncul -_- syukur deh kalau menghibur :D
HyunieKyungie : huwaaa itu gak boleh terjadi! ini ff SuLay, bukan KRAY! /Mir stress/. Lay uke disini :)
Shin Min Hwa : annyeong reader baru :D karena Lay ga mau dijodohin dan kebetulan jodoh Lay itu si Suho, makanya Lay kebelet pengen bunuh Suho xD
Brigitta Bukan Brigittiw : tau tuh baru ketemu aja udah langsung mojok di atap :p (SuLay : masalah buat lo? | Mir : kaga -_-)
XiuBy PandaTao : (Suho : /sepak Mir/ *salamin* makasih ya baby panda ^^)
Jaylyn Rui : senyum Dio kan manis kayak Mir xD /plak/ amiin semoga Lay luluh :3
aurel choi : (Suho : /sepak Mir/ iya kasian banget gue udah baek kayak malaikat gitu masih juga ada yg pengen bunuh T_T)
baby kyungie : siapapun yg berada di posisi Lay pasti stress berat xD
ayulopetyas11 : annyeong reader baru ^^ tenang aja Mir cuma bikin Lay dan Kris sebatas teman, gak lebih ^^ mianhe kalau chap ini pendek :'
baby kyungie : SuLay dan KaiDO akan moment banyak berkembang seiring jalan cerita /? Apalagi si Suho udah muncul ^^
SiDer Tobat : maaf Mir mau ngedahuluin SuLay moment dulu ne? ^^ syukurlah udah tobat :D
zhehoons : iya iya selow bro ._. pasti lanjut kok xD
dian deer : Mir juga pernah baca Luhan jadi seme, tapi ujung2nya dia di ukein juga sama Sehun xD maaf chap ini pendek Dx /guling2/
yuliafebry : ga suka sama SuLay nya? T_T ne annyeong reader lama yg baru bangkit ^^
Kopi Luwak : kalau Luhan jadiin Dio uke yg bakal jadi masalah :p TaoRis dihatimu /?
Shin Zi Tao : tenang aja Mir juga ga rela mereka jadi suami-istri -_- Kris dan Lay disini cuma sebatas teman ^^
evilkyvng : iya ntar Mir bakal bikin KaiDO jadian '-' kasian ntar Kai udah item makin item '-' okedeh ^^
Kim Haerin-ah : tembak Mir juga gapapa /? iya Mir saudara kembar Kai dan Sehun /? annyeong saeng ^^
Azura Lynn Gee : hoho Chen turunan Siwon hyung /?
Gita Safira : nee gapapa ^^ yg baca aja nyesek, gimana yg bikin? T^T Mir sebenarnya males dan mules buat KRAY moment, tapi demi berlangsungnya cerita terpaksa dibuat. gak seru kan kalau ga ada orang ketiga u.u
Park Ri Yeon : aduh gawat, bakal Mir kurangin deh KRAY moment nya T_T
Rin Rin Kim ChenMin EXOtic : KURANG PUAS? SILAHKAN KE-PM DAN SAMPAIKAN SUARA MU /? xD
Akita Fisayu : wah hoobae /? humornya berkurang ya? soalnya ceritanya udah berlanjut ke tahap 'sedikit' serius, mianhe u.u
.
.
YEEEEEE REVIEWERS NYAMPE 100-AN! I LUV U READERS :*
Kalau nggak ada kalian nggak mungkin cerita I'll Get You, KIM JOON MYUN ini bisa sampai chap 5 :')
Oh ya chap 5 ini singkat banget, soalnya chap 6 mau dipanjangin. gapapa kan? ^^ (readers : gak boleeeh!)
Bagus deh kalau gapapa ^^ para readers memang paling perhatian deh muah /?
Nyok cekaidot! :3
.
.
.
CHAPTER FIVE - FIRST PLAN
.
.
KELAS A
Luhan memasuki kelas sambil menundukkan kepala nya. Kepalanya semakin menunduk saat melewati meja Sehun. Lay yang melihat roomatenya yang tiba-tiba murung, mengerunyutkan dahi nya bingung.
"Tao-ah, Luhan hyung kenapa tuh?" tanya Lay pada Tao yang duduk di belakangnya.
"Pasti karena Sehun lagi." Jawab Tao.
"Sehun? Yang mana tuh?"
"Itu loh, yang duduk disebelah kanan hyung saat makan malam kemaren."
"Oooh bocah itu. Memangnya ada apa dengan bocah itu?"
Tao menyamankan posisi duduknya. "Kayaknya Luhan hyung menyukai Sehun."
Lay membulatkan matanya. "MWO?! Jinja?! Wow banyak banget cinlok di kelas ini! By the way di kelas ini siapa-siapa aja yang udah pacaran?" tanya Lay semangat. Para uke gosiper nih -_-
"Hmm... Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung, lalu Xiumin hyung dan Chen hyung." Jawab Tao sambil mengingat-ingat.
Sekali lagi, Lay membulatkan matanya. "Xiumin hyung dan Chendol itu pacaran?! Kok gue kayaknya gak pernah lihat mereka bicara ya? Jangan-jangan kayak KaiDO lagi!"
"Xiumin hyung dan Chen hyung memang jarang mengumbarkan kemesraan mereka di tempat umum. Tetapi jika sedang berdua saja, mereka bakal jadi pasangan ter-romantis di dunia ini! Buktinya, tak jarang Chen hyung minta gue buat bertukar kamar karena gue adalah roomate nya Xiumin hyung." Jelas Tao sambil geleng-geleng.
"Kalau gak salah roomate nya Chen itu si Kris kan? Berarti lo harus tidur sekamar ama Kris dong? Haduuuuh, lo harus hati-hati ama dia Tao! Kalo si Chendol minta tukar kamar lagi, lo boleh ngungsi ke kamar gue ama Luhan kok! Dari pada entar lo di terkam dan di siksa oleh anak presiden abal-abalan itu!" oceh Lay dengan semangat dan menggebu-gebu. Lay sama sekali tidak menyadari wajah Tao bersemu merah saat Lay mengatakan 'tidur sekamar ama Kris'.
"Heh anak baru gak tau diri! Apa maksud lo dengan 'anak presiden abal-abalan'? Lo kayak nya pengen banget jadi sarapan nya naga gue ya?" ucap Kris yang entah sejak kapan ada disana, dengan muka yang sangat-sangat-sangat sangar. Muka nya saat biasa saja udah terlihat sangar, apalagi yang sekarang?
Lay dan Tao tersentak begitu menyadari ada Kris di dekat mereka. Kedua uke itu pun menoleh menggigil ke arah Kris.
"A-apa maksud lo Kris? GR banget sih lo, kan anaknya presiden Kangin bukan elo aja." Ucap Lay membela diri.
"Gue anak tunggal. Siapa lagi yang lo maksud kalau bukan gue?"
"I-itu, maksud gue anak yang sedang dalam kandungan emak lo.."
Kris menatap Lay semakin tajam, membuat Lay semakin menciut.
Sejak kapan eomma nya Kris hamil?!
"K-Kris gege sudahlah... kasihan Lay hyung..." lerai Tao terbata-bata sebelum akhirnya mereka berdua bertengkar seperti tadi malam. Agak sulit bagi Tao karena berbicara kepada sang 'pujaan hati'.
Kris pun mengalihkan pandangan nya ke Tao, membuat Tao semakin gugup dan salting. Tatapan Kris langsung melembut dan penuh kasih sayang (?). "Baiklah Tao... lain kali jangan sering-sering bergaul dengan anak baru ini, nanti lo ketularan gila nya." ucap Kris semanis-manisnya, membuat kharismanya meningkat berlipat ganda.
Kris tampak sangat bersinar(?) di mata Tao. Tao pun mengangguk-angguk menjawab pertanyaan Kris, meski sebenarnya ia tidak menyimak karena terlalu sibuk memandangi wajah tampan sang 'pujaan hati'.
Lay menatap Kris sambil mempoutkan bibirnya. "Kenapa sikap lo ke Tao ama ke gue beda banget?"
Kris balas menatap Lay dengan tatapan meremehkan. "Karena jika di bandingkan, lo ama Tao itu kayak nenek sihir dan Putri Salju. Gue serius gak bohong."
Jleb!
Nusuk gilak!
Lay menatap Kris penuh kebencian. Dalam hati ia berjanji untuk membunuh Kris seusai membunuh Suho. Ia berjanji!
"Dasar ketua kelas gila, lo pasti masuk neraka." Rutuk Lay dengan suara yang kecil.
"Apa lo bilang?" tanya Kris.
"Ani, tidak apa-apa."
.
.
.
Saat ini Kelas A sedang belajar tentang sejarah sihir di dunia. Omona, ini adalah pelajaran yang Lay benci setelah Matematika! Tetapi dari pada ia memasang tampang bengong dan babo, lebih baik ia memakai wajah —pura-pura— mengerti.
"Yak jadi begitulah sejarah sihir di dunia ini. Baiklah, saya akan memberi pertanyaan. Apa pengertian sihir pada abad-abad yang lalu?" tanya Hyukjae di akhir kalimat panjangnya.
Sehun mengangkat tangan nya.
Hyukjae melihat seisi kelas itu dengan tajam, berusaha menemukan siswa selain Sehun yang ingin menjawab pertanyaan nya. Terdengar kejam eoh?
"Hahh kalian ini, kenapa selalu Sehun yang aktif dalam pelajaran? Okay Sehun, silahkan menjawab." Ucap Hyukjae.
Sehun berdehem pelan sebelum memulai pidato(?) nya. "Ehm, pada abad-abad silam bahasa sihir memiliki beberapa makna, diantaranya as-shorf (memalingkan), al-istimaalah (menarik perhatian), al-bayan wal fashohah ( kefasihan dan keindahan tutur kata), al-khofa' ( tersembunyi ), al-akhdzah ( mengambil/menguasai ), al-khida' ( tipuan ). Secara istilah sihir adalah Ilmu yang tersembunyi dan abstrak yang dipraktekan oleh orang-orang jahat dengan tujuan menipu dan mencelakai orang lain, dengan bantuan setan, melalui perbuatan-perbuatan maksiat, atau melalui jampi-jampi, mantara-mantra dan jimat." Ujar Sehun panjang lebar (sumber : google /?). Maklum, Mir gak tau apa-apa soal sihir.
Hyukjae mengangguk-angguk mendengar jawaban dari Sehun, sedangkan murid yang lain bertepuk tangan. Sehun memang terkenal sebagai magnae jenius di sekolah ini. Wajah tampan di padukan dengan otak jenius nya, membuat Sehun menjadi salah satu idola di sekolah. Pantas saja Luhan sampai jatuh hati.
Lay sampai cengo melihat kejeniusan Sehun, namja yang selalu ia panggil 'bocah'. Benar-benar hebat dan brilian! Mengapa Sehun tidak lulus sekolah di umur muda seperti Lay?
"Hey Chen, pintar sekali bocah itu! Dia penyihir tingkat berapa?" bisik Lay pada Chen.
"Sehun itu... penyihir tingkat 6." Jawab Chen.
"Mwo? Tingkat 6? Sejenius itu masa baru tingkat 6?"
Chen menghelakan napasnya. Ia mencoba memaklumi karena Lay belum mengenal Sehun sampai ke dalam-dalam. "Sehun itu memang sangat jenius, tetapi di bidang teori saja. Praktek nya 'nol' besar! Bahkan setahun yang lalu ia pernah membuat Tao melayang dengan kekuatan angin nya, udah jelas Tao itu takut ketinggian. Untung saja Kris gege cepat tanggap dan langsung menggunakan kekuatan terbang nya untuk menyelamatkan Tao." Jelas Chen panjang lebar.
Oh ternyata itu lah alasan mengapa Sehun belum lulus sekolah, meski ia sangat jenius.
"Ckck benar-benar berbahaya, kekuatan anginnya bocah itu masih labil. Ternyata Kris punya sisi baik juga ya." Komentar Lay sambil angguk-angguk.
Chen tersenyum geli mendengar komentar Lay. "Sebenarnya Kris gege itu baik meski tampang nya tidak baik."
"Chen, lo mau dukung Kris atau ngajak dia berantem? Jawaban lo fifty-fifty banget -_-"
"Gue ini orangnya netral hyung, tidak memihak."
"Itu sih namanya tidak punya pendirian."
"Terserah hyung saja lah." Ucap Chen mengalah.
Mereka berdua pun terdiam. Mata mereka memandang ke arah Hyukjae yang masih berkoar menjelaskan pelajaran, tetapi pikiran mereka sedang melayang entah kemana.
"Aaaah gue lapar, jadwal istirahat masih lama ya?" keluh Xiumin yang duduk di belakang Chen.
"Tahan lah Xiumin hyung, setengah jam lagi kita akan istirahat." Sahut Tao yang berstatus sebagai teman sebangku Xiumin.
"Hihihi pokoknya pas keluar main nanti gue mau makan semua yang berjenis seafood! Laper banget gue!"
"Nee setuju, gue juga lagi kangen banget ama seafood. Di asrama, Dio hyung nggak pernah masakin seafood sih!"
Lay yang mendengar percakapan Xiumin dan Tao, memasang wajah bingung. Lay pun menghadapkan wajah nya ke belakang. "Kenapa Kyungsoo gak pernah masakin seafood?" tanya Lay pada kedua orang itu.
"Itu karena... Suho hyung alergi seafood. Jika sedikit saja ia memakan seafood, dia akan menjadi sesak napas dan harus dilarikan ke rumah sakit. Jika terlambat akan sangat bahaya untuk kondisi Suho hyung." Jelas Tao.
"Separah itu kah?" tanya Lay lagi.
"Ne, gue jadi kasihan ama si Suho. Padahal seafood kan enak..." ucap Xiumin sambil membayangkan udang rebus, kepiting, cumi-cumi goreng dan makanan kesukaan nya yang lain. Membayangkan nya saja sudah bikin ngiler!
"Hyung ingat, kita masih belajar loh..." ucap Tao mengingatkan.
"Chennie, nanti sore kita pergi ke restaurant seafood yuuk! Mau kan?" tanya Xiumin sambil menggoyangkan bahu Chen yang duduk di depannya. Chen pun menoleh ke belakang.
"Andwae! Makanan disana sangat mahal hyung, mubazir kalau kita makan disana!" tolak Chen mentah-mentah.
"Ayolah chagi~ pliissssssssssss..." pinta Xiumin dengan puppy eyes andalan nya.
Chen pun terpesona melihat namjachingu nya yang paling imut sedunia itu.
"Ne baiklah, buat hyung apa yang enggak..." ucap Chen yang langsung terhasut oleh rayuan Xiumin. Kedua sejoli itu pun saling bermesraan di tengah pelajaran.
Tao dan Lay saling melirik satu sama lain. Tao melirik Lay dengan tatapan 'sudah pernah gue bilang kan kalau dua orang ini pacaran?'
Lay membalas nya dengan tatapan 'ya, untung gue masih ingat.'
.
.
.
Sorenya...
Luhan-Lay room
Bosan.
Itu lah yang sedang di rasakan Lay sekarang. Saking tidak ada kerjaan nya, Lay sampai berguling-guling di kasurnya selama hampir 1 jam. Dari tadi Luhan sedang berada di kamar mandi, entah sedang apa Mir juga tidak tahu. Biarlah itu menjadi urusan Luhan dan yang di atas (?).
Tililililit~ *bunyi HP* (?)
Lay melirik HP nya.
Heechul eomma calling...
"Eomma waeyo?" tanya Lay setelah mengangkat telpon nya tanpa basa-basi.
"Annyeong Lay anak eomma tersayang! Apa kabar mu nak?"
"Ayolah eomma, gak usah basa-basi segala. Apa tujuan eomma nelfon gue?"
"Ih dingin banget sih. Eomma jadi ragu kamu ini anak kami atau bukan."
"..."
"Lay?"
"Akan ku putuskan sambungannya, bye eomma."
"YA! Tunggu dulu Zhang Yi Xing, eomma ada kabar baik buat kamu!" teriak sang eomma sebelum Lay betul-betul memutuskan sambungannya.
Lay menghelakan napasnya. Kabar baik bagi Heechul pasti kabar yang buruk bagi Lay.
"Kabar 'baik' apa?" tanya Lay ogah-ogahan.
"Pertunangan mu akan di majukan menjadi 3 minggu lagi! Kau senang kan?" tanya Heechul.
"Hah?"
1 detik.
2 detik.
3 detik.
"MWOOO?! EOMMA BERCANDA?!"
"Yaa! Mengapa kau berteriak sekeras itu? Tentu saja eomma tidak bercanda! Appa mu sangat senang saat mendengar kau rela masuk ke sekolah lagi demi Kim Joon Myun calon tunangan mu itu, makanya appa mu langsung mempercepat hari pertunangan kalian! Kabar yang baik bukan?"
"..."
"Hallo Lay? Kau masih disana? Lay? Laaaay?"
Tiiit... tiiit... tiiit...
Ternyata Lay sudah memutuskan sambungan nya pemirsah.
Bisa bayangkan bagaimana wajah Lay sekarang kan?
"AAAAAAAAAAAH!" teriak Lay frustasi sambil melempar HP nya ke sembarang arah. Kasihan, padahal HP itu tidak salah apa-apa.
"Laay, lo kenapa?" teriak Luhan dari dalam kamar mandi.
"Gwenchana hyung," jawab Lay singkat padat dan jelas. Luhan tidak menyahut.
Lay merebahkan dirinya di kasur miliknya. Ia harus memikirkan rencana untuk membunuh Suho secepatnya sebelum hari pertunangan itu tiba.
Ceklek!
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan muncul lah kepala penghuni kamar depan alias Dio.
"Kyungsoo-ah, waeyo?" tanya Lay.
"Ng... boleh minta tolong tidak hyung? Persediaan di kulkas hampir habis, jadi ada beberapa barang yang perlu di beli di supermarket. Gue lagi nggak bisa pergi karena harus mengobati luka Kai yang habis di keroyok oleh mantan-mantan nya. Hyung bisa pergi tidak?" tanya Dio penuh harap.
"Gue mau-mau aja, tapi gue nggak tahu dimana supermarketnya." Jawab Lay.
"Ah soal itu hyung gak usah khawatir! Bawa aja anak ini!" ucap Dio sambil menarik Sehun yang ternyata ada di sampingnya, tetapi tidak nampak oleh Lay karena ketutupan pintu.
"Kenapa tidak bocah itu saja yang pergi?"
"Jarak supermarket dari asrama lumayan jauh hyung, harus menggunakan mobil. Sehun akan mati muda jika ia yang mengendarai mobil." ucap Dio lagi.
"Hmm yasudah lah, sekalian gue mau jalan-jalan keluar. Kalau begitu gue ajak Luhan hyung sekalian ya!" ucap Lay mengingat Luhan menyukai bocah di depannya ini.
Ceklek!
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah Luhan sedang topless karena baru siap mandi. Hanya handuk yang menutupi bagian bawah nya.
Tatapan Luhan bertemu dengan Dio dan Sehun.
1
2
3
"GYAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak Luhan sangaaaaaaaaat kuat sambil lari terbirit-birit masuk ke dalam kamar mandi lagi. Ia malu bertemu dengan Sehun dengan keadaan topless begini. Muka Sehun pun memerah, entah mengapa.
Lay sedikit tertawa melihat kelakuan roomate nya. Ia pun mengusir(?) Dio dan Sehun agar Luhan dapat keluar dari kamar mandi dan mengenakan baju nya.
Saat melihat Luhan topless, reaksi Lay biasa saja. Tetapi mengapa saat melihat Kai topless reaksi Lay langsung berteriak? Entah lah, mungkin karena Kai adalah seme (?).
.
.
.
"Nah itu supermarket nya hyung!" ucap Sehun sambil menunjuk sebuah supermarket yang cukup besar. Lay yang berperan sebagai supir pun segera memarkirkan mobilnya.
"Turun lah kalian berdua, gue tunggu disini." Ujar Lay sambil melirik kedua orang yang duduk di bangku belakang. Kenapa tidak ada yang mau duduk di samping pengemudi? -_-
"Lo gak ikut turun?" tanya Luhan bingung.
"Tidak. Gue nggak mau jadi obat nyamuk di antara kalian berdua, jadi cepat lah turun!"
"Ya! Gue ama Luhan hyung kan nggak ada hubungan apa-apa! Lay hyung juga harus ikutan turun!" protes Sehun.
Jlebbb
Ucapan Sehun barusan menusuk hati Luhan.
Nyesek sumpah -_-
Wajah Luhan langsung murung. Lay yang melihat hal itu jadi merasa bersalah.
"B-baiklah gue bakal ikutan kalian. Ayo turun!" ucap Lay sambil membuka pintu mobilnya. Lebih baik ia mengalah dari pada memperburuk keadaan.
.
.
"Kecap sudah... Bumbu nasi goreng sudah... ah Lay hyung, boleh minta tolong ambilkan 2 kaleng sarden tidak?" pinta Sehun.
"Neee..." sahut Lay malas sambil melangkah menjauh dari sana. Mata Lay mencari-cari kaleng sarden yang di mintai Sehun.
"Ah ini dia!" seru Lay saat menemukan nya. Lay segera menggapai kaleng sarden itu, dan tidak sengaja matanya melihat bungkusan yang bergambar udang.
"Apa itu? Bumbu seafood? Tambahkan bumbu ini ke masakan mu dan rasa nya akan terasa seperti memakan seafood." Ucap Lay sambil membaca keterangan yang tertera pada bungkusan itu.
Tiba-tiba Lay teringat perkataan Tao tentang alergi seafood nya Suho. Senyuman pun mengembang di bibir Lay.
'Ini kesempatan gue. Ternyata ada berkah di balik musibah!'
"Lay hyuuung sudah ketemu belum?" teriak Sehun yang tak jauh dari sana.
Lay segera menyembunyikan bumbu seafood itu di belakangnya. Ia pun menghampiri Sehun.
"Bocah, ini kaleng sarden nya. Gue baru teringat ada urusan di sekitar sini, lo bisa pulang duluan bareng Luhan hyung." Ujar Lay pada Sehun.
Sehun melirik Luhan yang berada di dekat kasir sambil memegang keranjang belanjaan mereka. "Pulang berdua saja dengan Luhan hyung?" ulang Sehun dengan sedikit semburan merah yang menghiasi pipinya.
"Memangnya kenapa? Luhan hyung pandai mengendarai mobil kan?"
"Pandai sih... tapi gue belum nyiapin mental hyung!"
"Eh? Nyiapin mental?" Lay berusaha mencerna perkataan Sehun. Beberapa detik kemudian, baru lah ia menyadari arti maksud dari ucapan Sehun barusan. Lay pun tersenyum menggoda.
"Lo suka pada Luhan hyung?" ucap Lay.
"Mwoya?! Aish suara hyung jangan kuat-kuaaat!" teriak Sehun sambil membungkam mulut Lay.
Lay sweatdrop. Menurutnya malah suara Sehun yang terlalu kuat -_-
"Lo jadi seme jangan pengecut dong, dasar bocah! Ini kesempatan yang bagus buat lo, gue rasa Luhan hyung juga suka sama lo." Ucap Lay sambil melepaskan bungkaman tangan Sehun.
"Ehh jinja? Darimana hyung tau?"
"Lo aja yang terlalu bodoh buat menyadari perasaan Luhan hyung. Cepat pergi sana!" usir Lay sambil mendorong pelan Sehun.
"Hyung, berjanji lah pada gue satu hal." Ucap Sehun sebelum pergi.
"Apa?"
"Jangan memanggil gue 'bocah' lagi kalau gue berhasil bikin Luhan hyung jadi milik gue, setuju?" tantang Sehun dengan smirknya. Bocah-bocah tapi smirk nya boleh juga.
Lay hampir tertawa melihat kelakuan bocah nya Sehun. Sekali bocah tetap bocah.
"Oke, gue setuju. Pergi cepetan!"
Sehun pun berlari dengan langkah riang menuju Luhan. Tak lupa Sehun melirik sebentar ke arah Lay dengan makna mengucapkan 'terimakasih'. Lay membalasnya dengan jempolan.
Setelah Sehun dan Luhan pergi ke kasir, Lay meraih handphone nya. Ia menekan beberapa tombol dan mendekatkan HP itu ke telinga nya. Ternyata Lay bermaksud menelfon seseorang.
Tiiit... tiiit... tiiit...
"Yoboseyo?"
"Hallo Dae, ini gue Lay."
"Oh elo. Selamat atas di majukan nya pertunangan lo menjadi 3 minggu lagi. Hoaahm!" tampaknya Daehyun baru bangun tidur.
"Bagus deh kalau lo udah tahu tentang kabar buruk itu. Sekarang cepat jemput gue di supermarket di Jalan Sukajati, arraseo?"
"Hmm ne ne. Tunggu gue disana, bye."
Lay memutuskan sambungannya. Ia menghelakan napas panjang sambil memejamkan mata indahnya. Sekarang, ia hanya perlu saran dari Daehyun bagaimana untuk bisa memberikan bubuk ini ke makanan Suho.
.
.
.
Malamnya...
Malam ini seperti biasanya, anak murid kelas A makan bersama di ruangan makan mereka. Menu hari ini adalah nasi goreng ala chef Kyungsoo (?).
"Mari makaaan!" teriak Xiumin senang setelah mereka semua selesai berdoa.
"Mari makaaan!" sahut yang lainnya mengikuti ucapan Xiumin.
Saat yang lainnya sudah mulai menyuapkan nasi goreng ke mulut mereka, Lay sama sekali tidak bergerak dan terus melirik Suho. Sama seperti yang lain, Suho menyuapkan nasi ke mulutnya.
Lay tersenyum senang saat Suho mengunyah nasi goreng itu, yang bahkan mungkin bisa merenggut nyawa nya.
"Lay hyung tidak makan?" tanya Chen yang kali ini duduk di samping Lay.
Lay tersadar dari lamunannya. "Ah ne, gue baru mau makan kok." Ucap Lay sambil meraih sendoknya dan mulai menyuap sesendok nasi ke mulutnya. Hati Lay berdebar-debar menunggu reaksi 'menyenangkan' yang akan di berikan Suho sebentar lagi. Mungkin saja ini adalah malam terakhirnya makan bersama murid kelas A.
.
.
Flashback...
(Tadi sore)
"Dae, gue mendapat kabar kalau Suho hyung itu alergi terhadap seafood. Jika ia memakan seafood, ia akan menjadi sesak napas." Lapor Lay pada sepupunya yang kini sedang mengendarai mobil menuju asrama.
Daehyun melirik sekilas ke arah Lay. "Lalu?"
"Ini kesempatan bagus. Gue bisa membunuh dia dengan kelemahan nya itu tanpa harus menggunakan kekuatan gue."
Mendengar itu, Daehyun baru paham kemana arah pembicaraan Lay.
"Kalau begitu, lo masukin aja bumbu seafood yang udah lo beli itu saat Kyungsoo hyung sedang memasak. Dengan begitu semua beres kan? Gue bakal ngurus kepergian lo dari sekolah ini secepatnya." Sahut Daehyun tanpa mengalihkan pandangannya.
Lay terdiam sejenak, menimbang-nimbang rencana Daehyun yang tidak terlalu buruk itu. Beberapa menit kemudian Lay akhirnya mengangguk setuju.
"Oke Dae, gue bisa ngandalin lo."
.
.
Flashback end...
Memikirkan pembicaraannya dengan Daehyun saat dalam perjalanan pulang tadi, Lay tak henti-hentinya tersenyum senang. Sebentar lagi penderitaannya akan berakhir! Kalau calon tunangan nya sudah tiada, otomatis pertunangan yang sudah di majukan itu akan gagal kan? Ckck, Lay tidak menyangka rencananya akan berjalan semulus ini.
Prang~!
Tiba-tiba sendok yang ada di genggaman Suho terjatuh ke lantai. Hal itu tentu mengundang perhatian yang lain —terutama Lay— untuk menoleh ke arah Suho.
"Suho hyung, waeyo?" tanya Dio yang duduk di samping Suho.
"Aniyo, sedikit pusing saja. Kalian lanjutkan saja makan nya, gue mau ke toilet sebentar." Ucap Suho sambil berdiri. Dengan napas yang tersengal-sengal dan langkah yang di paksakan, Suho pun meninggalkan ruang makan.
Smirk Lay muncul. Sepertinya alergi Suho sudah mulai bereaksi.
"Sepertinya kondisi Suho hyung sedang gak baik, gue mau lihat dulu." Ucap Dio sambil berdiri juga.
Dengan sigap, Kai segera menahan lengan Dio. "Suho hyung hanya ke toilet, hyung tidak perlu secemas itu." Ucap Kai bermulut manis. Ups ada yang cemburu ternyata.
Xiumin yang masih asyik mengunyah, tiba-tiba merasakan ada yang aneh. Ia memejamkan matanya kuat.
Chen menoleh khawatir ke Xiumin. "Waeyo hyung? Ada yang salah?" tanya Chen.
Xiumin menggeleng pelan. Ia terus berpikir keras mencari tahu apa sesuatu yang aneh itu.
Dio ikutan khawatir melihat Xiumin. "Xiumin hyung, gwenchana? Ada yang salah dengan masakan gue?"
DING DONG!
Itu dia!
Xiumin menatap Dio dalam-dalam. "Kyungsoo-ah, bahan-bahan apa aja yang lo masukin untuk membuat nasi goreng ini?" tanya Xiumin.
Dio membulatkan matanya. "Eeh? Gue masukin bahan-bahan yang kayak biasa, gak ada yang lain."
"Kalau begitu... kenapa gue ngerasa nasi goreng ini ada rasa seafood nya?" tanya Xiumin lagi.
Dio semakin membulatkan matanya, sementara yang lain angguk-angguk setuju dengan ucapan Xiumin. Lay melirik Xiumin sambil mengerunyutkan keningnya. 'Hebat juga insting orang ini. Tetapi lo terlambat baru menyadari sekarang!' batin Lay.
"Gue setuju ama Xiumin hyung. Seperti rasa seafood!" tambah Chanyeol.
Kris langsung berdiri dari tempatnya. "Kalau begitu Suho dalam bahaya! Cepat kejar Suho sekarang!" perintah Kris pada teman-teman nya. Semua langsung menuruti ucapan Kris. Kai segera berteleportasi sementara yang lain beranjak untuk menemukan Suho.
.
.
.
"Ukh,"
Dengan langkah yang terseret-seret, Suho tetap berusaha menuju kamarnya. Lama kelamaan ia merasa semakin susah bernapas, makanya tadi ia permisi dari ruang makan dan beralasan ingin ke toilet. Suho mengira asma nya kambuh lagi.
Bruk!
Suho terjatuh ke karpet. Padahal jarak ke kamarnya dan Sehun tinggal sedikit lagi!
Tap tap tap
Terdengar bunyi langkah yang semakin mendekat ke Suho. Suho tidak bisa melihat nya karena ia terlalu susah untuk menoleh ke belakang. Suho hanya bisa berharap semoga yang datang itu salah satu dari temannya yang datang untuk menolongnya. Suho berharap yang datang itu adalah...
"Lay-ah..." gumam Suho sebelum akhirnya ia ambruk pingsan.
Namja yang berdiri di belakang Suho itu menyeringai senang.
"Di saat terakhir pun lo masih sempat-sempatnya nyebutin nama sepupu gue, orang yang membuat keadaan lo seperti sekarang. Gue turut prihatin, Kim Joon Myun hyung."
Daehyun melirik ke sekitarnya, lalu mulai membopong Suho untuk pergi dari sana sebelum ada yang melihatnya.
.
.
.
TBC
.
.
CCE
Suho : udah seneng gue muncul, eh malah kena siksa ama Lay. ckck
Lay : itu suruhan dari author Mir, chagi
Suho : ne yeobo... gue maafin kok ^^ /sepak Mir/
Mir : /tersepak dgn kecenya/
Sekali lagi mianhe kalau chap ini singkat soalnya chap depat mau dipanjangin hehehe
Mind to review? ^_^
