Main Cast :
HunHan Couple
Baekyeol Couple
Kaisoo Couple
Support Cast :
EXO member - Find by yourself ^^
Ratting :
PG-17
Leight : Part 2 of …. [?]
WARNING…! EXO FANFICTION YAOI with OFFICIAL COUPLE…!
Gak suka,, klik EXIT secepatnya…!
No COPAS..! No PLAGIAT…! NO SILENT READER…!
Review…! Review….! ^^
Review Part 1 :
Chanyeol dan D.O terdiam di tempatnya, bibir mereka kelu.. bahkan untuk menjelaskan apa yng terjadi mereka tidak mampu.. Mereka sangat terkejut akan semua kejadian ini.
Minho berjalan ke arah Kris dan Suho yang sudah memijit-mijit kepalanya.
"Ini tugas kalian sebagai leader mereka.." senyum Minho, lalu pamit pergi.
Chen memeluk Luhan yang bergetar di lantai. Sedangkan Lay mencoba membujuk Baekhyun untuk membuka kamarnya untuk menenangkannya. Tao menepuk-nepuk pundak Kris untuk merelaxkan Kris serta Suho yang terus menerus menghela nafas berat!
"INI BENAR BENAR SULIT!" gumamnya.
.
.
.
.
.
-SEHUN POV-
Masih jelas gambaran itu di pikiranku. Bagaimana tubuhnya berada di dekapan namja itu. Dengan mudahnya namja itu mendaratkan bibir kotornya di kening Hannieku. Damn!
Masih saja ku langkahkan kakiku di tengah suhu pagi hari sedingin ini? Peduli apa dengan tubuhku yang menggigil ini? Hatiku lebih beku saat ini. Marah? Kesal? Sangat. Sakit melihatnya. Saat sudah kuputuskan bahwa aku salah, aku yang terlalu mengada-ngada, ternyata bukti nyata itu terpampang di depan mataku sendiri.
Hassshh,, bagaimana bisa aku sangat buta selama ini? KaiLu…? Damn,, ternyata fans memang sangat jeli. Mereka dapat jelas melihat apa yang memang sedang terjadi. Shit! Aku memang namja bodoh yang buta akan segalanya.
Kulirik jam tanganku, sudah pukul 6 pagi, berarti sudah 2 jam aku berjalan tanpa arah? Kuedarkan pandanganku keselilingku, ini dimana? Sial, bahkan aku tak tahu dimana diriku sekarang. Kuambil HP ku untuk melihat dimana posisiku lewat GPS. Mataku menyipit.
Plug HP ku jelas langsung tertangkap oleh kedua mataku. Plug Hello Kitty, pemberian Luhan hyung. Sama seperti yang dia punya, karna kami memang membelinya bersama. Ku genggam HP ku erat.
"hyung.. mengapa?" ucapku lirih menahan emosiku.
Kutaruh kembali HPku dalam saku, lebih baik aku sekarang ke SM building. Aku ingat hari ini ada jadwal EXO, dan aku terlalu tega jika melewatkannya. Kuhela nafas panjang, dan segera melangkahkan kakiku menuju halte terdekat.
-SEHUN POV END-
.
.
.
.
.
-KAI POV-
Buuuggghhh!
"DAMN!"
Entah sudah berapa kali aku memukul setir mobil ini. Tanganku pun sudah tampak merah karenanya. Tapi ini bukan apa-apa jika dibandingkan perasaanku yang saat ini sudah… hancurr… ya hancur.
Bahkan aku dapat melihat sendiri chanyeol hyung menggengam erat tangannya. Kyungsoo hyung, kenapa kamu mau disentuh seperti itu olehnya? Bukannya aku? Mengapa?
Ckiiiittttttttttttttttttttt…
Mataku membulat sempurna. Ku injak rem ku dengan cepat dan menepikan mobil di pinggir jalan.
"ha..haha..ha…hhaa.." tawa hambarku keluar, kutundukkan wajahku dengan masih tertawa.
Gambar itu tiba-tiba melintas dipikiranku baru saja. Dimana EXO melakukan kegiatan di China, Happy Camp untuk debut Wolf kemarin. Saat Chanyeol hyung yang langsung memilih Kyungsoo untuk menjadi pasangan hukumannya. Bagaimana Kyungsoo hyung melompat manja ke Chenyeol hyung saat memulai hukuman itu. Jadi, mereka sudah lama seperti itu? Dimana saja aku saat itu?
"hhaa..hha..ha…" tawa piluku,, semakin ku tundukan wajahku. Tanpa kusadari lelehan air itu telah keluar dan mengotori wajahku.
"Damn…"
Ku injak lagi gas mobilku. Dan ku usap kasar lelehan air diwajah ini. Entah akan kubawa kemana lagi mobil ini. Yang jelas, aku ingin menenangkan pikiranku dulu sebelum on stage nanti siang.
-KAI POV END-
.
.
.
.
.
-AT EXO CAR-
"Gee" Tao menarik pelan baju Kris yang duduk disebelahnya. Merasa Tao memanggilnya, Kris pun menengok ke Tao.
"Waeyo, eum?" sapa Kris sambil tersenyum.
"Sampai kapan situasi seperti ini berlangsung" ucap Tao sambil lesu. Sesaat kemudian arah pandang Tao mengarah pada Luhan, yang duduk di tengah bersama Baekhyun serta D.O yang duduk dibelakang dengan Chanyeol.
Kris pun mengikuti arah pandang Tao. Disana keempat membernya itu memasang ekspresi yang sangat tertekan, bahkan bisa dibilang lesu. Bahkan terdapat kantung mata di bagian bawah mata Baekhyun. Kris menggelengkan kepalanya, dia pun tak habis pikir dengan apa yang tadi pagi terjadi. Suho yang duduk di depan bersama Kris dan Tao juga ikut menghela nafas berat mengetahui situasi EXO yang bisa dikatakan sedang tidak baik.
"Yaa, Jongin-ah! Segera ke SM Building, 2 jam lagi kita akan ON STAGE! Dimana kamu daritadi pagi, ha?" Manajer EXO yang menyetir itu tampaknya sedang menghubungi Kai lewat telephon. Mendengar nama Jongin disebut, D.O langsung menatap manajernya itu.
"Arraseo, jangan terlambat eum?" ucapnya sambil mematikan sambungan telephon itu.
"Kai akan segera menyusul, dia sedang dalam perjalanan menuju SM Building juga. Jangan khawatir" terang sang manajer kepada Suho dan Kris yang dibalas dengan anggukan dari keduanya. Sesaat kemudian sang manajer terlihat menekan sambungan telephon baru.
"Yeobboseoyo sehun-ah? Dimana posisimu? …. Ah Arraseo, kita bertemu di SM Building ne? kami masih dalam perjalanan kesana." Lalu manajer itu menutup sambungan telephonnya.
"Sehun sudah berada di gedung SM." Terangnya kemudian.
Luhan tampak tersenyum tipis mendengar Sehun sudah berada di SM Building. Ada sebersit rasa lega mendengar kabar Sehun barusan. Luhan menghela nafas panjang. Lay yang duduk disebelahnya langsung mengusap-usap punggung Luhan lembut, tujuannya satu, menenangkan Luhan.
"Baekhyun-ah. Angkat wajahmu, jangan menunjukkan ekspresi mengerikan seperti ini di depan fans kita." Xiumin mengelus pundak Baekhyun. Baekhyun tersenyum tipis mendengarnya.
"Ne, hyung" ucapnya singkat dan mencoba mengangkat wajahnya. Sesaat pandangan Baekhyun bertemu dengan pandangan Chanyeol dari kaca spion tengah mobil. Baekhyun langsung terpejam dan membuang muka lemas. Dia masih tak ingin bertemu pandang dengan Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya bisa menghela nafas berat mengetahui Baekhyun nya bahkan tidak ingin memandangnya.
Brrruuummmm. Ceklek. Pip..
Kai keluar dari mobilnya. Segera ia melangkahkan kakinya menuju SM building ini. Raut wajah Kai memang sudah agak tenang sekarang. Ia bahkan sudah bisa melempar senyum kepada setiap orang yang dia lewati.
"Yaa, Jongin-ah" sebuah suara berhasil membuatnya menengok ke sumber suara itu.
"Hyung…" Kai melempar senyum dan melangkahkan kakinya menuju sosok yang baru saja memanggilnya.
"A-yoo wolf..! Sudah lama tidak bertemu, ne?" ucap namja itu seraya memeluk pundak Kai akrab.
"Hyung sendiri yang terlalu lama promo di jepang. Pulang-pulang sibuk dengan WGM hyung dengan Naeun noona." Dengus Kai pada namja itu.
"Apa kamu merindukanku eum,?" namja itu mengelus rambut Kai.
"Tidak sebesar rindu Minho hyung padamu, Taemin hyung. Dan jika hyung terus begini, aku yakin sebentar lagi tamat riwayatku hyung." Ucap Kai kepada namja yang bernama Taemin itu.
Kai melirik namja yang dibelakang Taemin yang sedang melihatnya dengan tatapan tajam. Minho men-death glare Kai yang sedang dirangkul oleh Taemin. Taemin pun membalikkan badannya melihat Minho yang daritadi bersamanya sedang menatap tajam Kai. Kai bergidik sekilas. Melihat reaksi kedua namja itu, tawa Taemin pun pecah.
"Ahahaha, aigoo hyung, hentikan tatapan itu pada Kai." Ujar Taemin kepada Minho dengan masih terkekeh. Minho hanya melihat Taemin sekilas sambil kesal.
"Kalo begitu, lepaskan tanganmu itu Minnie. Aku rasa pundak KAI meras T" jelas Minho dengan penuh penekanan. Taemin semakin terkekeh sedangkan Kai hanya bisa bergidik ngeri melihat tatapan dari Minho itu.
"Aigoo hyung, aku masih kangen dengan Kai. Jongin-ah… bogoshipposeo!" dengan manja Taemin memeluk Kai di depan Minho yang membuat Minho semakin membulatkan mata besarnya. Sedangkan Kai hanya bisa terkekeh kecil melihat hyung kesayangannya manja seperti itu. Dan pada akhirnya, Kai memeluk balik Taemin.
"Jongin…."
Kai dan Taemin pun langsung menengok ke arah sumber suara. Minho juga melihatnya. Disana seorang namja sedang melihat sendu ke Kai dan Taemin yang sedang berpelukan. Taemin dengan cepat melepaskan pelukannya pada Kai sedangkan Kai terdiam ditempatnya. Minho pun menarik Taemin mendekat padanya dan menggenggam tangan Taemin erat.
Namja itu masih terdiam di tempatnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Yang terlihat hanya genangan liquid di sudut mata bundarnya. Kai yang menyadarinya tertegun. Sedangkan namja itu akhirnya tertunduk dengan mengepalkan genggaman tangannya. Sedetik kemudian namja itu berlari meninggalkan Kai yang diam mematung menatap punggung yang menjauh itu.
"YAA Namja Babo! Cepat kejar dia!" bentakan dari Minho berhasil menyadarkan Kai. Kai berbalik pada Minho dan Taemin sekilas dan membungkukkan badannya pamit. Sesaat kemudian Kai langsung berlari mengejar namja tadi.
"D.O hyung,, kajima!" teriaknya.
.
.
.
.
.
"D.O eodiga?" Kris bertanya pada Suho saat semuanya telah berkumpul di ruang berlatih berbackgroud gambar langit biru ini.
"D.O hyung tadi pamit ke toilet, gee" Tao yang disebelah Suho langsung memberikan jawabannya. Kris dan Suho pun menganggukkan kepalanya.
Krriiiieeeettt… BLAAAAMMM!
Semua member langsung melihat ke pintu yang baru saja ditutup keras atau lebih tepatnya di banting oleh D.O. Chanyeol yang mengetahui D.O seperti sedang baru dikejar seseorang langsung ingin menghampirinya. Tapi sebuah tangan menghentikannya. Chanyeol melihat siapa itu, dan ternyata Lay yang mencegahnya. Lay tersenyum sekilas ke Chanyeol sambil menggeleng pelan.
"Biarkan dulu. Kamu juga sedang bermasalah bukan?" ucap Lay lembut sambil mengarahkan kedua matanya kepada sesosok namja yang berada di sudut ruangan yang juga tampak terkejut karena pintu yang baru saja dibanting itu. Chanyeol mengikuti arah pandang Lay dan menemukan Baekhyun. Chanyeol mengangguk pelan dan setelahnya Lay tersenyum dan melepaskan genggaman tangannya di lengan Chanyeol.
"Hyuuunngg.. Jebal, buka pintunya. Hyung salah paham.. hyungggg!"
D.O masih saja menekan pintu agar pintu itu tidak terbuka. Suara ketokan dari luar masih saja terdengar. Kai masih berusaha meyakinkan D.O agar bisa membuka pintunya agar dia dapat menjelaskan semuanya. D.O tidak bergeming dari posisinya.
Sampai akhirnya Kris jengah melihat situasi ini. Kris mendekat ke D.O yang sedang menekan pintu itu sambil terisak. Kris menyentuh pelan kepala D.O dan tersenyum.
"Buka pintu itu, eum? Bukannya tadi pagi dia yang marah denganmu. Kamu bilang, kamu ingin menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi denganmu dan Chanyeol semalam kan? Ini momen yang tepat untukmu agar dia bisa mendengar apa alasanmu. dan sepertinya ada yang harus dia jelaskan juga sekarang" ucap Kris dengan bijak pada D.O yang sedang terisak itu.
"Hyuuunngg,, jebal hyyuunngg…" suara Kai diluar tampak melemah.
D.O meresapi kalimat yang diucapkan Kris. Ada benarnya juga. D.O mengangguk sekilas pada Kris dan dibalas dengan senyuman khas Kris. D.O membalikkan tubuhnya dan dengan pelan ia membuka pintu itu. Kai dengan cepat memeluk D.O saat pintu itu terbuka.
"Hyung, jeongmal, ini tidak seperti yang hyung bayangkan. Taemin hyung hanya bercanda denganku tadi. Hyung jebal, jangan salah paham denganku. Aku tidak ada apa-apa dengan Taemin hyung. Taemin hyung Cuma milik Minho hyung. Kyungsoo hyung, percayalah denganku. Aku…" Kai bicara dengan terengah-engah sambil memeluk D.O erat.
"Nappeun.. hikkss.. Jongin nappeun saram.. Hikss.. Kamu salah paham denganku dan hikss Chanyeol dengan mudah.. kkeundae,, kamu tidak membiarkan hikss aku salah paham juga denganmu hikss dengan Taemin.. euum? Hiks… Tidak adil…" ucap D.O terbata-bata.
Kai membulatkan matanya mendengar penuturan D.O padanya. Ia lepaskan pelukannya dan menatap wajah D.O yang sedang terisak sekarang.
"Sakit hikss bukan jika dituduh melakukan yang hiks tidak dilakukan? Hikkss.. Nappeun… Nappeun…" D.O terisak sambil memukul Kai berkali-kali.
Kai tersenyum miris melihatnya. Ia mengusap liquid yang telah berjatuhan itu lembut.
"Mianhae hyung.. jeongmal,, mianatta. Aku percaya hyung. Hyung tidak akan mengkhianatiku dengan namja lain." Bisik Kai lembut pada D.O
"Hikkss.. nappeun…" D.O memeluk Kai erat. Kai membalas pelukannya.
Sedangkan member EXO lain yang melihatnya tersenyum. KaiSoo sudah kembali seperti biasanya. Chanyeol melirik Baekhyun sekilas, dan pada saat yang sama Baekhyun juga melirik Chanyeol. Dengan cepat Baekhyun membuang mukanya. Chanyeol menghela nafas panjang.
"Fighting!" bisik Lay pada Chanyeol yang dibalas dengan senyuman oleh Chanyeol.
.
.
.
.
.
"Sehun? Sedang apa disini?"
Sehun yang baru saja memasuki ruang berlatih terkejut saat isi ruangan itu bukanlah EXO. Melainkan F(x) yang sedang berlatih.
"Ahh, tampaknya aku terlambat. Mungkin memberku sedang rapat dengan manajer." Ucap Sehun sambil masuk ke ruangan itu.
"Oh, benar, tadi memang member EXO berkumpul disini. Kamu tunggulah disini, mungkin sebentar lagi mereka kembali." Ujar seorang yeoja berambut merah kepada Sehun.
"Ah, ne, Krystal-ssi" sapa Sehun yang dibalas senyuman dari yeoja yang bernama Krystal itu.
"Krystal, aku akan kebawah sebentar ne? Sepertinya ada masalah dengan mobil kita, aku baru mendapat sms dari assistenku. Eum, Sulli, tarrawa!" leader F(x), Victoria menarik tangan Sulli sedang Sulli langsung terbangun dan mengikuti jejak leadernya.
"Ah, damn, air mineralku tertinggal di dorm, sepertinya aku harus keluar sebentar untuk membelinya." Keluh Amber.
"Eonni, aku titip snack, ne?" celetuk Krystal. Dan dibalas anggukan oleh amber, lalu amber menghilang di balik pintu. Hanya tinggal Sehun dan Krystal sekarang.
"Luna noona eodiga?" ucap Sehun memecah keheningan.
"Oh, Luna eonni sedang latihan vocal. Kemarin dia absen karena sakit, jadi sekarang dia absen latihan dance, dan memilih latihan vocal." Jelas Krystal yang dijawab anggukan dari Sehun.
Setelah itu Krystal dan Sehun sudah mengobrol sambil sesekali tertawa. Sehun yang sedang kalut tadi pagi, menjadi lebih relax sejak mendapatkan teman bicara seperti Krystal.
"Ya, sehun, aku sangat penasaran dengan part Tree Of Life di Wolf kalian itu. Apa lagi yang di depan. Tidakkah mereka jatuh dengan hanya bergandengan tangan itu?" ucap Krystal.
"Maksudmu part Baekhyun hyung dan Luhan hyung kah? Sebenarnya itu sangat mudah. Apa kamu ingin mencobanya?" Sehun yang sejak awal duduk santai dengan Krystal langsung berdiri. Krystal menganggukan kepalanya dan ikut berdiri.
Lalu Sehun menjelaskan singkat bagaimana posisi tangan dan kaki yang benar di part Tree of life EXO wolf itu pada Krystal. Krystal mengangguk-anggukan kepalanya paham dengan penjelasan Sehun. lalu Sehun dan Krystal pun mencobanya.
Sehun menggenggam tangan Krystal dan membenarkan posisi kaki mereka. Sesaat kemudian, Krystal mencoba mendorong tubuhnya kebelakang seperti part Baekhyun dan Luhan itu. Sehun mengeratkan genggamannya pada Krystal agar tidak terjatuh.
"Ah, Sehunnie, aku rasa, aku akan jatuh?" ucap Krystal dengan sudah payah.
"Aniyo, tenanglah, jangan banyak bergerak" jelas Sehun agak panik karena Krystal yang tidak bisa diam karena takut jatuh. Dan bisa ditebak, genggaman tangan Krystal terlepas dari Sehun dan Krystal dan Sehun terjatuh.
"Arggghh" erang Krystal saat punggungnya menyentuh lantai kasar. Krystal memengangi punggungnya.
"Appo…." Keluh Krystal. Sehun sebenarnya juga merasa sakit. Tapi dia bangkit dan melihat keadaan Krystal.
"Gwaenchana?" ucap Sehun sambil memegang punggung Krystal. Posisi mereka berhadapan, dan dengan tangan Sehun yang memegang punggung Krystal, menyebabkan posisi meraka seperti sedang berpelukan. Krystal memejamkan matanya, menahan sakit yang jelas.
Srreegg… Brruukkk! Drap.. drap.. drap…
"Awwwwhhhh…."
"Baekie!" Grrreeeppp
Chanyeol dengan sigap menangkap tubuh Baekhyun yang akan terjatuh akibat tubrukan badan Luhan yang berbalik tiba-tiba dan berlari. Sehun dan Krystal langsung menengok pada arah pintu yang ternyata sudah menampilkan all member EXO disana. Kris berbalik dan berlari menyusul Luhan.
"Yoo Wolf! Sedang apa kalian di depan pintu? Ayo masuk! Ah iya, aku barusan papasan dengan Luhan oppa. Kenapa dengannya? Sepertinya terisak.." Amber yang baru saja datang, melangkahkan kakinya memasuki ruangan berlatih SM itu.
Sehun yang mendengar penuturan Amber, membulatkan mata sipitnya itu. Luhan terisak? Sehun masih terdiam di tempatnya.
"Ya bodoh! Kenapa kau diam saja eoh? Cepat susul Luhan hyung!" bentak Chanyeol jengah melihat Sehun yang hanya terdiam. Sehun melihat sekilas Chanyeol dan kemudian dia berbalik mengejar Luhan.
"Baekie,, Gwaenchana?" Tanya Chen pada Baekhyun yang sedang dipapah Chanyeol. Baekhyun mengangguk. Tetapi sesaat kemudian ia sadar berada dalam rangkulan Chanyeol, Baekhyun meronta sekilas membuat Chanyeol harus melepaskan tangannya di bahu Baekhyun.
"A..Aku ke toilet sebentar.." ucap Baekhyun dan langsung pergi menuju toilet dengan langkah yang terhuyung.
"Hyung, sepertinya kaki Baekhyun terkilir." Lay menepuk pundak Xiumin yang di sebelahnya. Sontak Xiumin dan yang lain memperhatikan Baekhyun sesaat sebelum ia menghilang di balik belokan menuju toilet. Dan sedetik kemudian Chanyeol berlari menyusul Baekhyun ke toilet.
"Ada apa sebenarnya dengan kalian, wolf?" Tanya Amber yang kebingungan dengan atmosfer aneh EXO sejak awal. Krystal yang dibelakang Amber juga tampak bingung.
"Gwaenchanayo. Krystal-ssi, bisakah kamu jelaskan ada apa kamu dengan Sehun tadi?" ucap Suho pada Krystal. Dan setelahnya Krystal menjelaskan apa yang terjadi diantara Sehun dan dia.
.
.
.
.
.
"Hikkss… Appo…" lirih Baekhyun sambil memegangi kaki kirinya.
"Gwaenchana?" suara berat itu berhasil mengejutkan Baekhyun. Baekhyun langsung melihat sumber suara itu. Dan benar, Chanyeol masuk ke dalam toilet itu dan langsung mendekat ke Baekhyun dan melihat intens kaki kiri Baekhyun.
Baekhyun menepis tangan Chanyeol pelan, dan setelahnya Baekhyun mencoba berdiri dan berbalik akan meninggalkan Chanyeol.
Sreeegg! Bruukkk!
Dengan satu tarikan, Chanyeol mengunci badan Baekhyun di dinding toilet dengan tangannya. Chanyeol menatap tajam mata Baekhyun. Sedangkan Baekhyun mengalihkan pandangannya kearah samping.
"Tatap aku Baekie.. Segitu bencinya kah kamu padaku?" lirih Chanyeol berkata pada Baekhyun, tetapi, Baekhyun masih diam tidak menjawabnya.
"Segitu tidak percayakah dirimu padaku?" tatapan mata Chanyeol mengendur sendu. Baekhyun masih saja terdiam sambil membuang mukanya.
"Hyung, jebal.. Aku tidak mungkin dengan kyungsoo hyung…"
"Aku melihatnya, kamu memeluknya.. kamu mengusap rambutnya. Jelas dimatamu, Kamu menyayanginya CHANYEOL-Ssi!" sela Baekhyun dengan sedikit teriak pada Chanyeol. Chanyeol membulatkan matanya. Baekhyun saat ini menjatuhkan liquid dari kedua matanya.
"Baekiee…" ucap Chanyeol lirih.
"Pada akhirnya kamu meninggalkan ku sendiri untuk tidur bersama dengannya? Apa ada yang salah dari kata-kataku? Park CHANYEOL?" kedua mata Baekhyun memerah, menatap tajam Chanyeol dihadapannya.
Chuu~
Chanyeol membungkam bibir Baekhyun dengan bibirnya cepat. Hanya sebatas saling menyentuh. Chanyeol menarik wajahnya dari Baekhyun yang sedang membulatkan matanya.
"Kamu benar, semuanya benar. Mianhae, kkeundae, kamu salah dalam arti menyayangi. Yang aku sayang dengan sepenuh hati Cuma Baekie.. Byun Baekhyun.. ChanBaek.. BaekYeol.." Ucap Chanyeol getir. Ia menatap sendu Baekhyun dihadapannya.
"Kyungsoo hyung hanya aku anggap sebagai saudaraku. Aku tidak bisa melihat saudaraku sendiri menangis. Tapi aku lebih tidak bisa membiarkan cintaku tersakiti.. Jebal, percayalah padaku, baekie.. " pada akhir kalimatnya, Chanyeol tertunduk. Bahunya bergetar.
Baekhyun menatap namja didepannya. Bahunya bergetar. Baekhyun menggigit bibir bawahnya, menahan isakan. Terngiang percakapan D.O dan Kai tadi di ruang berlatih. Jelas D.O mengatakan bahwa Kai salah paham. Dan pada akhirnya Kai percaya. Baekhyun malu, mengapa Kai bisa percaya dengan pasangannya sedangkan dia tidak?
Greep..
Baekhyun memeluk tubuh Chanyeol. Membawa tubuh namja yang lebih tinggi darinya itu ke dalam dekapannya.
"Aku percaya. Jangan membuatku salah paham lagi, yeolli"
"Baekie.. Gomawo.." Chanyeol memeluk Baekhyun erat. Baekhyun menganggukan kepalanya.
Chuu~
Chanyeol mengecup pelan kening Baekhyun. Baekhyun tersipu, dan muncul rona merah di kedua pipinya. Chanyeol terkekeh melihat itu sedangkan Baekhyun menggembungkan pipinya sebal.
.
.
.
.
.
.
Greep..
"Luhan!"
"Lepaskan aku"
"Hentikan, kamu hanya salah paham dengan Krystal!"
Luhan menatap tajam Kris yang sedang menggenggam erat lengannya. Kris bisa melihat ekspresi Luhan yang sedang menahan emosinya. Kris bergidik pelan. Luhan jarang mengeluarkan ekspresi itu. Yang dia tahu, Luhan merupakan namja lembut yang selalu tertawa, bukan ekspresi yang sedang ia keluarkan ini. Kris membawa Luhan dalam dekapannya. Luhan meronta meminta Kris melepaskannya. Tetapi dengan tubuh yang jauh lebih kecil dibanding Kris, jelas Luhan tidak bisa dengan mudah melepaskannya.
Kris semakin mempererat pelukannya. Luhan akhirnya berhenti meronta dan terdiam dalam pelukan Kris.
"Aku ingat terakhir kali kamu marah, saat kamu mengetahui EXO dipecah menjadi 2 sub grup EXO K - EXO M yang mengharuskan kamu dan Sehun terpisah. Dan hanya dengan ini kamu bisa meredamkan emosimu saat itu" jelas Kris dengan masih memeluk Luhan.
Luhan yang berada dalam dekapan Kris hanya bisa terisak. Dia mencengkram erat baju Kris. Ia benamkan wajahnya di dada Kris.
"Hunnie babo.. Babo…" lirih Luhan sambil terisak.
Kris meletakkan telapak tangannya di kepala Luhan. Mengelus surai Luhan lembut.
"Aku percaya padanya. Sebaiknya sebagai couplenya, kamu juga harus percaya dengannya" Ucap Kris yang telah melepaskan dekapannya pada Luhan. Luhan menatap Kris sesaat.
Prook prrookk prrrookk….
Sontak Kris dan Luhan melihat siapa yang sedang bertepuk tangan itu.
"Apakah aku mengganggu kedua couple EXO-M ini?" ucapnya dingin pada Kris dan Luhan.
"Sehun.. Hentikan.." sanggah Kris melihat Sehun yang ternyata berbicara dengannya.
"Wae, hyung? Apa hyung kira aku tidak mengetahui tentang kedekatan kalian di EXO-M? bukankah kalian Couple EXO-M..?" sangat tajam ucapan Sehun pada Kris.
"Magnae bodoh, kamu kira Luhan couple ku? Aku hanya bersama Tao." Kris yang terpancing emosi akhirnya meninggikan nada bicaranya.
"Kamu bilang, kamu couple nya bukan? Kenapa kamu selalu membuatnya mengeluarkan isakan eoh? Couple macam apa kamu magnae!" bentak Kris yang sukses membuat Sehun terkejut. Sehun melihat Luhan yang disebelah Kris. Mata Luhan yang mengeluarkan liquid bening itu memerah sembab.
"Diaa… bukan coupleku.." lirih Sehun yang sontak membuat mata Kris dan Luhan membulat seketika.
"Hunnie…" ucap Luhan bergetar. Sedangkan Kris telah mengepalkan tangannya.
"Apa yang kamu katakan Magnae?" ujar Kris dengan penuh penekanan.
"Dia.. Xiao Luhan.. bukan coupleku.. HunHan tidak pernah ada." Gumam Sehun tajam pada Luhan yang sedang tertegun mendengarnya.
"OH SEHUN!" bentakan Kris menggema di lorong itu.
"Ada apa ini?" Suho datang bersama Lay menghampiri Sehun Kris dan juga Luhan yang sedang memiliki atmosfer sedikit panas itu.
Luhan hampir saja terjatuh jika saja Kris tidak menangkapnya. Luhan lemas mendengar perkataan Sehun yang baru saja keluar dari bibir namja yang Luhan sayangi itu. Bahu Luhan bergetar hebat, Kris hanya bisa memegangi kedua lengan Luhan agar dapat berdiri. Mata Kris menatap Sehun tajam.
"Apa yang terjadi disini?" muncul 4 namja yang melangkah mendekati Sehun, Kris, dan Luhan itu. Sehun melihat sekilas, disana berdiri Kai, D.O, Taemin juga Minho.
Mata Taemin membulat melihat Luhan yang seperti hancur itu. Taemin langsung menghampiri Luhan dan Kris.
"Hyung, Gwaenchana?" ucap Taemin getir. Kai shock melihat keadaan Luhan yang tambah parah, hampir ia menghampiri Sehun dengan penuh amarah, tetapi sebuah tangan menghentikannya. Tangan D.O mencegah Kai untuk mendekati Sehun. Dilihatnya D.O, tampak D.O menggelengkan pelan kepalanya.
"Hunnie.. Waeyo..?" Luhan mencoba mengeluarkan suaranya. Sehun menatap Luhan sekilas. Sehun membalikan badannya. Kini Sehun menatap Suho dan Lay yang berada di belakangnya. Sehun hendak melangkah pergi, tiba-tiba Luhan memberanikan diri mendekati Sehun. Kris dan Taemin sedikit terkejut melihat pergerakan Luhan yang tiba-tiba.
Luhan menarik baju belakang Sehun. Sehun berhenti melangkah.
"Hikkss.. Hunnie.. Jebal.. jangan seperti ini.."
"Kau yang memulainya hyung…" jawab Sehun tanpa membalikan tubuhnya.
"Jeongmal, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Kai, Kris ataupun siapapun. Cuma Hunnie couple hyung…" Luhan semakin erat mencengkram baju belakang Sehun. Wajahnya menunduk.
"Lepaskan bajuku, hyung"
"Shireo.. hikss.."
"Hyung…"
"Hunnie jebal, percayalah.."
"HYUNG LEPASKAN!"
Brruukk,,
Hentakan Sehun membuat tubuh Luhan yang memang lebih kecil darinya terjatuh keras ke lantai. Sesaat Sehun terkejut dengan sikapnya sendiri yang membuat Luhan terjatuh.
"YAAK OH SEHUN!" jerit Kai, sedetik kemudian Kai menepis tangan D.O yang menahannya dari tadi. Melangkah mendekati Sehun yang terdiam melihat Luhan di bawahnya.
Buuaaaggghh!
Sehun jatuh tersungkur. Bogem mentah itu sukses membuatnya terjatuh ke lantai. Semua mata yang melihat itu terkejut bukan main.
"KRIS…!" Minho langsung menahan tangan KRIS yang hendak menghajar Sehun lagi.
"Kau! Beraninya dengan Luhan! Magnae kurang ajar!" dengan nafas yang tersenggal-senggal, namja itu mengepalkan tangannya. Ingin rasanya ia memberikan tinjuannya sekali lagi pada Sehun yang sedang terduduk di lantai memegangi mulutnya yang sedikit lebam akibat tonjokan itu.
"Kriss! Tahan Emosimu! Ingat kamu LEADER…!" Minho akhirnya menengahi. Ia memegangi tubuh Kris agar tidak kembali memberikan tonjokannya pada Sehun.
Kai yang semula berniat memukul Sehun ternyata kalah cepat oleh Kris. Mata Kai membulat sempurna melihat Kris, Leader yang biasanya diam tenang itu akhirnya meledak melihat Luhan yang tersungkur.
"Kris, jaga sikapmu! Dia membermu!" Bentak Suho sambil membantu Sehun berdiri.
"Luhan hyung, Gwaenchana?" Taemin dan Yixing membantu Luhan berdiri. Sedang Kris semakin emosi dengan bentakan dari Suho. Ia mengepalkan tangannya sangat erat sampai terlihat merah.
"Hentikan kalian semua!" bentak Xiumin yang baru muncul bersama Chen, Baekhyun, Chanyeol dan Tao.
"Kris kendalikan emosimu, Suho jangan terbawa emosi. Kalian leader EXO, kenapa juga gampang tersulut emosi eoh?" Xiumin yang merupakan member tertua akhirnya menengahi keadaan.
"Ada apa ini?" Manajer EXO akhirnya datang.
Kris dan Suho sempat terlihat kikuk dihadapan manajernya. Keduanya menunduk menyesali perbuatannya. Luhan masih tetap menatap Sehun yang masih dipapah oleh Suho. Luhan memejamkan matanya sejenak. Mengambil nafas dalam-dalam.
Luhan melangkahkan kakinya mendekati Manajer EXO. Semua mata member tidak terkecuali Minho dan Taemin yang ada disana, tertuju kepada Luhan.
"Waeyo Luhan? Apa ada yang ingin kamu sampaikan?" ucap tegas sang manajer.
"Ini semua ulahku, hyung. Mianhae." Ucap Luhan.
Kris tampak ingin menyela, tetapi Tao yang sudah berada di dekatnya menahannya. Tao paham dengan sifat manajernya, percuma bicara dengannya jika ia sedang berbicara serius dengan yang lain. apalagi ini sudah menyangkut kekerasan yang diterima sang magnae. Sehun.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan, Luhan-ssi? Sudah jelas dikatakan di awal, jangan ada kekerasan antar sesama member." Sangat tajam ucapan sang manajer. Luhan tersenyum miris, ia menatap Sehun sekilas. Dan memberikan senyum, terkesan miris.
Sehun sedikit terkejut melihatnya. Hey, ini semua berawal darinya dan mengapa Luhan yang harus bicara dengan manajernya? Sehun mengepalkan tangannya. Seakan mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya.
Luhan menatap manajernya lagi..
"Hyung, aku akan keluar dari EXO segera…"
"MWOOOOOOOO…..?"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
