"Lay-ah..." gumam Suho sebelum akhirnya ia ambruk pingsan.

Namja yang berdiri di belakang Suho itu menyeringai senang.

"Di saat terakhir pun lo masih sempat-sempatnya nyebutin nama sepupu gue, orang yang membuat keadaan lo seperti sekarang. Gue turut prihatin, Kim Joon Myun hyung."

Daehyun melirik ke sekitarnya, lalu mulai membopong Suho untuk pergi dari sana sebelum ada yang melihatnya.

.

.

.

I'll Get You, KIM JOON MYUN!

Author : Mir

Main Cast : Lay, Suho EXO

Support Cast : All of member EXO, Daehyun BAP

Warning : typo, gaje

.

.

.

HUWAAAAAAAAAAAA /guling2 di jalan tol/

MAAFKAN DIRIKUH READERS TERCINTAAA T_T

Mir lagi diluar kota skrg, maaf banget ya telat update T_T

Untung aja Mir bawa file ff nya, jadi Mir bisa lanjutin di pc kakaknya Mir T_T

Buat yg nunggu entah itu TaoRis, HunHan, ChenMin, BaekYeol, KaiDO moment, sabar yaa. Pasti ada kok!

Buat chap ini TaoRis moment dulu ya ^^

Trus maaf juga Mir ga bisa bales review, soalnya Mir ga bisa on lama2 T_T

Tapi Mir udah baca semua reviewnya dan Mir seneng banget banyak yg mendukung Mir!

i lov u readers!

.

.

.

CHAPTER SIX - CHANHYUN (?) /gatau judulnya mau apalagi -"/

.

.

Sudah sekitar 2 jam murid-murid kelas A berpencar untuk mencari Suho. Tetapi nihil, tidak ada satupun dari mereka yang bisa menemukan sang wakil ketua kelas. Sekarang mereka semua sedang berkumpul di kamar Suho dan Sehun.

Dio terisak pelan. "Ini salah gue hiks! Gue pasti gak sengaja masukin bumbu seafood ke nasi goreng itu hiks!" ucap Dio sambil sesekali menyeka air matanya. Kai mengusap rambut Dio, menyalurkan ketenangan.

"Berhenti lah menyalahkan diri lo Kyungsoo! Lo gak mungkin bisa masukin bumbu seafood karena gue, Sehun dan Lay tadi nggak ada yang membeli bumbu terkutuk itu!" ucap Luhan sambil memegang kedua bahu Dio.

Tangisan Dio semakin menjadi dan Luhan segera memeluk dongsaengnya yang sangat pendiam itu. Kai menatap roomate nya prihatin.

Kris yang sedari tadi mondar-mandir, mendudukkan dirinya di kasur milik Sehun. "Gue yakin ada orang lain yang ingin mencelakakan Suho. Bagaimana bisa Suho tiba-tiba menghilang seperti di telan angin? Ini pasti sudah di rencanakan sejak awal! Shit!" umpat Kris kesal. Ia merasa gagal sebagai ketua kelas, karena tidak bisa melindungi anggota kelasnya.

Lay ikut-ikutan memasang tampang prihatin dan khawatir. Padahal dalam hatinya, ia bersorak senang karena rencananya berjalan sangat lancar! Daehyun pasti sudah mengurus Suho dengan tuntas, jadi Lay tidak perlu khawatir lagi. Dasar bermuka dua -_-

Tilililililit~

Tiba-tiba HP Kris berbunyi. Dengan segera Kris mengangkat telpon nya.

"Yoboseyo?" tanya Kris.

"Hallo Kris hyung, ini gue Woohyun dari Kelas C. Gue nemuin Suho sedang pingsan tak sadarkan diri di gudang bawah asrama. Sebaiknya lo cepat kesini, kelihatannya keadaannya kritis banget!" ucap seorang namja yang bernama Woohyun itu dengan nada panik.

Kris berdiri dari tempatnya, membuat namja lain yang ada disana menoleh kaget.

"Oke, thanks banget Woohyun-ah! Gue akan segera kesana sekarang, tolong jagain Suho disana arraseo?" pesan Kris sebelum memutuskan sambungannya.

"Kris gege, apa Suho hyung sudah ditemukan?" tanya Tao langsung.

Kris mengangguk pasti. "Ne, dia ditemukan oleh Woohyun di gudang bawah asrama. Tao, lo segera telfon ambulans sementara gue, Kai dan Chanyeol akan pergi kebawah ketempat Suho. Yang lain nya tunggu disini aja dan tunggu kabar dari kami, arraseo?" ujar Kris pada anggota nya.

"Ne, Kris/Kris gege!" sahut semua serempak.

Lay membulatkan mata nya tidak percaya.

'Woohyun katanya tadi? Mengapa anak itu ada disini?' batin Lay masih melongo kaget.

Setelah Kris, Chanyeol dan Kai pergi keluar, Lay pun ikut menyusul pergi.

"Lay-ah, lo mau kemana?" tanya Luhan.

"Gue segera kembali hyung!" teriak Lay sambil menutup pintunya dari luar.

.

.

.

"Hosh hosh hosh..."

Napas Lay terengah-engah karena ia berlari dari lantai 3 sampai ke lantai dasar asrama. Entah karena amnesia atau apa, Lay lupa kalau ada alat transportasi canggih yang bernama 'lift' yang bisa membuat kita naik-turun lantai dalam hitungan detik.

Lay berlari keluar asrama. Ia menemukan mobil ambulans yang sudah berjalan semakin menjauh untuk menuju ke rumah sakit. Lay berani bertaruh ada Suho di dalam ambulans itu. Lay tidak menemukan Kris, Kai maupun Chanyeol, sepertinya mereka bertiga ikut dalam ambulans itu.

Saat Lay melempar pandangan nya ke sekitar, ia menemukan orang yang menelfon Kris tadi. Namja yang bernama Nam Woo Hyun.

"Woohyun-ah!" panggil Lay kuat.

Mata Woohyun melebar saat menemukan orang yang tak seharusnya ada di Korea, malah ada di depan matanya sekarang.

"Zhang Yi Xing? Lo benar-benar ada di Korea?" ucap Woohyun tak percaya.

"Apa gue bilang! Lo sih nggak mau dengerin gue!" protes Daehyun —yang tidak di sadari keberadaannya— dengan posisi duduk di tanah dengan tangan terikat.

Lay melongo melihat kedua sepupunya itu. Dengan spontan ia menarik kedua nya untuk masuk ke dalam asrama, supaya ia bisa minta penjelasan sejelas-jelasnya.

.

.

"Jadi begini... tadi gue mengurung Suho hyung di gudang bawah, tetapi malah ketahuan oleh anak ini." Kesal Daehyun sambil melirik Woohyun. Woohyun ini adalah sepupu mereka juga dan 91-line juga seperti Lay. Namja tampan itu akrab dengan panggilan 'Namu'.

"Bagaimana mungkin gue bisa diam aja saat Daehyun mengurung calon tunangannya sepupu gue di gudang!" balas Woohyun tak kalah menatap Daehyun tajam.

Lay angguk-angguk, mulai mengerti kejadian yang sebenarnya. Saat Daehyun sedang menculik Suho dan mengurungnya di gudang bawah, Woohyun yang tidak tahu apa-apa memergokinya dan langsung menyingkirkan Daehyun dengan kekuatannya. Woohyun pun segera menelfon Kris dan berakting seolah ia menemukan Suho pingsan di gudang tanpa melibatkan nama Daehyun sedikitpun. Hey, bagaimana pun ia adalah sepupu nya Daehyun. Ia tidak mungkin dengan tega mengatakan pada Kris bahwa Daehyun lah yang menculik Suho.

"Dae, lo nggak pernah bilang kalau Namu juga 1 sekolah sama kita." Ucap Lay pada Daehyun.

"Gue lupa, sorry!" sahut Daehyun sambil menggaruk kepalanya.

Woohyun menatap kedua sepupunya dengan tatatan tajam. "Sekarang lo berdua jelasin sama gue. Kenapa Lay yang sudah menyandang tingkat 2 bisa kembali bersekolah?" tanya Woohyun dengan nada mengintrogasi.

Daehyun dan Lay saling menatap, bingung mau menjelaskan dari mana.

"Begini, kami bermaksud untuk membunuh Suho hyung.." jelas Lay langsung ke intinya.

Woohyun membulatkan matanya lagi. "MWOYA?! Lo bermaksud untuk membunuh calon tunangan lo sendiri?!" teriak Woohyun tidak percaya. Daehyun sampai menutup telinganya saking kuatnya suara Woohyun.

"Lo nggak ngerti Namu... ini satu-satu nya jalan agar gue nggak jadi di jodohin ama Suho hyung! Gue nggak mau di jodohin!" jelas Lay lagi dengan raut wajah sedih.

"Tetapi tetap aja Lay, lo gak boleh ngebunuh Suho! Pasti ada cara lain untuk menghentikan pertunangan kalian, jika seandainya lo benar-benar nggak mau di jodohin!" ucap Woohyun.

"Percuma saja Nam! Nggak ada yang bisa menghentikan ucapan Heechul eomma!" lawan Lay lagi. Woohyun sedikit tersentak melihat sepupunya yang begitu keras kepala.

Daehyun menatap kedua sepupunya bingung. Ia tidak tahu harus berkomentar apa dan memihak pada siapa.

Lay menatap Woohyun dalam-dalam. "Namu, lo adalah sepupu gue. Lo harus ngedukung apapun yang gue lakukan, meski sekalipun itu salah. Setelah berhasil melenyapkan Suho hyung, gue berjanji gue bakal langsung pergi dari sekolah ini."

Woohyun membalas tatapan Lay dengan ragu. Kalau Lay sudah seperti ini, tidak akan ada yang bisa menghentikan nya. Sebenarnya Woohyun sangat tidak menyetujui perbuatan Lay, tetapi di sisi lain ia tidak bisa mengkhianati orang yang berstatus sebagai sepupunya.

"Terserah lo aja Lay. Gue nggak bakal ngelarang lo buat ngelakuin perbuatan jahanam itu, tetapi gue juga nggak bakal ngedukung lo." Ucap Woohyun yang akhirnya memilih jawaban fifty-fifty. Chen banget -_-

Lay menghembuskan napas lega. Cepat lambat ia yakin Woohyun akan berpihak kepadanya. Setidaknya saat ini dia masih bisa memikirkan rencana lain untuk membunuh Suho tanpa ada halangan dari orang lain.

Lay menoleh ke Daehyun, membuat Daehyun memiringkan kepalanya seolah berkata 'apa?'.

"Dae, gue harus nuntasin semua ini dengan kekuatan gue. Gue bakal bunuh Suho hyung malam ini juga!" ucap Lay pasti dan yakin. Daehyun menatap Lay dalam diam, sedangkan Woohyun sedikit geleng-geleng melihat kelakuan sepupunya itu.

.

.

.

Seoul Town Hospital

Kamar rawat No. 452

Nama pasien : Kim Joon Myun.

Lay melihat papan nama yang tertera di samping pintu. Ia pun membuka pintunya, lalu menutup pelan dari dalam. Lay menemukan orang yang akan menjadi calon tunangannya sedang terbaring lemah di kasur.

"Kim Joon Myun..." lirih Lay melangkah pelan ke kasur dimana Suho berbaring. Namja angelic itu sudah tampak lebih tenang. Keadaan Suho sekarang belum sadar, masih dalam tahap pingsan. Ini sangat memudahkan Lay karena dengan kekuatannya ia bisa membuat Suho menjadi sekarat kembali.

Lay mengarahkan tangan kanannya tepat ke kepala Suho, setelah itu ia genggam tangannya dengan kuat. Setelah mendapatkan titik fokusnya, Lay mulai berkonsentrasi sambil memejamkan matanya. Saking fokusnya, Lay sampai tidak mendengar suara pintu di buka oleh seseorang.

"L-Lay hyung?"

Lay membulatkan matanya kaget, seketika konsentrasinya hancur lebur. Suara itu menghilangkan konsentrasi Lay. Namja itu menoleh kebelakang, melihat siapa orang yang memanggil namanya tersebut.

"S-Sehun-ah?" panggil Lay gugup.

Sehun mengangguk pelan lalu menutup pintunya dari dalam. Jantung Lay berdegup kencang, takut kalau tadi Sehun menyadari perbuatan jahatnya tadi. Tetapi raut wajah Sehun tampak biasa saja, tidak memperlihatkan ekspresi kaget atau kecewa sekalipun.

"Hyung sedang menjenguk Suho hyung juga? Syukurlah ternyata hyung perhatian juga dengan Suho hyung." Ucap Sehun sambil duduk di sofa yang tak jauh dari kasurnya Suho.

Lay menghelakan napas lega. Sepertinya Sehun tidak menyadari perbuatannya tadi.

"Sehun-ah, ini sudah malam. Ngapain lo pergi menjenguk Suho hyung segala?" tanya Lay sambil mendudukkan dirinya di samping Sehun.

Sehun menggeleng pelan. "Hyung, kenapa lo memanggil nama gue? Seharusnya hyung masih memanggil gue 'bocah', karena Luhan hyung belum menjadi milik gue.."

"Eh? Waeyo? Luhan hyung nolak lo?" tanya Lay kaget.

"Ani, gue bahkan belum nyatain perasaan gue. Mental gue belum siap hyung..." ucap Sehun sambil menundukkan wajahnya.

Saking kesalnya dengan jawaban Sehun yang tidak memuaskan, Lay sampai memukul kepala Sehun dengan kepalan tangannya.

"Aw! Appo hyung!" ringis Sehun sambil mengelus-elus kepala jeniusnya.

"Huh dasar, sekali bocah tetap saja bocah. Kalau lo benar-benar mencintai Luhan hyung, lo harus nyatain perasaan lo yang sebenarnya tanpa peduliin jawaban Luhan hyung nanti! Di terima atau enggaknya itu soal belakang, yang penting lo udah nyatain perasaan lo! Ngerti nggak sih?!" oceh Lay panjang lebar.

"Ani, hyung salah! Jika Luhan hyung menolak gue, hubungan kami akan semakin menjauh!" lawan Sehun.

"Yaudah, kalau begitu selama-lamanya nggak usah nyatain perasaan lo ke Luhan hyung!"

"Yaah mana bisa begitu. Gue udah mendam cinta ke Luhan hyung bertahun-tahun, tetapi gue ngerasa Luhan hyung itu terlalu jauh untuk di gapai.."

"Terlalu jauh apaan? Lo datangin aja kamar gue, trus gapai tuh si Luhan hyung!"

"Aigoo hyung, bukan itu maksud gue -_-"

"Huh dasar, lo udah buta karena cinta. Gue sendiri sebenarnya masih bingung kenapa orang-orang begitu terobsesi dengan yang namanya cinta? Bahkan di perencanaan masa depan gue bertahun-tahun kemudian, gue nggak sedikitpun berencana akan jatuh cinta!" ucap Lay tak habis pikir. Mungkin alasan ini lah yang membuat Heechul dan Hangeng begitu terobsesi untuk menjodohkan Lay -_-

"Jadi... menurut hyung, gue harus PD buat nyatain perasan ke Luhan hyung?" tanya Sehun sedikit takut karena melihat emosi Lay yang menggebu-gebu.

"Ne tentu saja! Lo boleh mogok ngomong ama gue, jika seandainya si Luhan hyung menolak lo! Sepakat, 'bocah'?" tanya Lay menantang.

Sehun mengangguk sambil tersenyum senang. "Ne, setuju hyung. Kalau begitu ayo kita keluar, kita biarkan Suho hyung beristirahat!" ucap Sehun sambil menggandeng tangan Lay keluar kamar.

"E-eh, tunggu dulu bocah!" teriak Lay yang ditarik oleh Sehun. Tetapi magnae itu tidak mempedulikan ucapan Lay dan tetap terus menarik Lay keluar dan menjauhi kamar Suho. Lay pun menatap kamar rawat Suho yang semakin lama semakin menjauh itu dengan miris.

'Kali ini lo bisa selamat Kim Joon Myun. Tetapi lain kali, jangan harap!' batin Lay dengan nada sarkastik dalam hati.

.

.

.

Sudah 1 minggu sejak kejadian insiden 'Suho memakan seafood', dan Suho sudah sembuh total sejak 4 hari yang lalu. Dalam seminggu itu juga Lay berkali-kali untuk mencoba membunuh Suho. Tetapi selalu adaaa aja halangan. Entah karena nasib Suho yang terlalu beruntung, atau karena takdir yang sedang mempermainkan Lay.

'Hiks dear diary... tau nggak? 2 minggu lagi adalah pertunangan gue ama si Kim Joon Myun itu... gue nggak mau T_T gue masih pengen free! Umma dan appa jahat banget deh udah ngehancurin hidup gue seenaknya huhuhu :'(

Misi gue buat ngebunuh Kim Joon Myun pun gak ada yang berhasil satupun... Minggu lalu gue naruh bubuk seafood ke masakan Kyungsoo supaya alergi Suho hyung jadi kambuh, eh si Namu malah nyelamatin Suho hyung. Trus saat Suho hyung lagi di rumah sakit, pas gue mau bunuh dia, eh malah hampir kepergok oleh Sehun.. Trus 2 hari yang lalu, saat gue ngelemparin pot bunga dari lantai atas tepat ke kepala Suho hyung yang sedang di bawah, eh si Tao malah sadar ada pot bunga yang jatuh dan langsung menendang pot itu dengan kekuatan wushu-nya..

Hey diary... apa lagi yang harus gue lakuin? T_T'

Lay menulis diary itu sambil sesekali terisak(?).

Ceklek!

Tiba-tiba pintu kamar Luhan-Lay itu terbuka. Dengan spontan Lay langsung menyelipkan diary nya di tengah-tengah buku pelajaran, lalu menghapus air matanya dengan cekatan.

Ternyata yang masuk itu adalah Luhan.

"Lay? Lo menangis?" tanya Luhan khawatir.

"A-ani hyung, sedikit kelilipan aja." Dusta Lay sambil mengucek-ucek matanya. Kelilipan? Gak mutu amat jawaban si Lay -_- /diseruduk tanduk unicorn Lay/

Karena tidak percaya dengan ucapan Lay, Luhan menghampiri roomatenya itu dan langsung memeluknya.

Lay membulatkan matanya kaget. "L-Luhan hyung?"

Luhan mengusap rambut Lay lembut. "Jangan sedih Lay-ah.. gue tau lo lagi rindu ama orangtua lo kan? Gue juga kayak elo pas awal-awal masuk asrama ini.. tetapi lama-lama lo akan terbiasa, tenang aja!" ucap Luhan dengan nada menghibur. Oh Luhan salah paham ternyata. Sangat salah paham. Lay malah sangat senang tinggal di asrama dan bisa jauh-jauh dari orangtua nya yang sangat menyebalkan -_-

"Ne hyung.. gumawo.." sahut Lay (sok) manis. Biar sajalah Luhan salah paham, yang penting penyebab Lay menangis yang sebenarnya tidak terbongkar.

Luhan pun melepaskan pelukannya. "Lay-ah.. lo tahu tidak? Barusan Sehun menyatakan cinta ke gue..." ucap Luhan malu-malu.

Mendengar itu, aura gosip Lay pun menjadi ON. Lay menatap Luhan semangat, padahal baru beberapa detik yang lalu ia menangis -_-

"Jinja? Lalu bagaimana? Hyung pasti menerima dia kan?" tanya Lay tak sabaran.

Luhan menggeleng sambil tersenyum miris. "Nggak."

Lay terdiam. "Nggak? Nggak salah lagi maksud hyung?"

"Bukan Lay, gue nggak nerima perasaan Sehun. Gue tolak dia." Ucap Luhan sejelas-jelasnya.

Lay cengo.

Seketika muka Lay langsung pucat.

What the...

'Mati gue... si Sehun pasti mogok bicara ama gue!' batin Lay ketakutan.

"Hyung kenapa nolak Sehun? Bukan kah hyung juga suka ama dia?" tanya Lay histeris sambil menggoyang-goyangkan bahu Luhan ke depan dan ke belakang.

"Y-ya! Lo tau dari mana kalau gue suka ama Sehun?" tanya Luhan kaget.

"Dari Tao..." jawab Lay jujur.

"Aish, panda nya duizhang itu, benar-benar!"

"Sekarang jawab gue hyung, mengapa hyung menolak Sehun?" tanya Lay sekali lagi.

Luhan terdiam sejenak, tampak menimbang-nimbang apakah ia harus cerita atau tidak.

"Ayolah hyung, cerita ke gue... gue kan roomate nya hyung..." pinta Lay dengan mata berbinar.

Luhan menghelakan napas pasrah. Sepertinya Lay ini sifatnya tidak menerima penolakan. "Gue menolak Sehun... karena jarak umur kami yang terlalu jauh. Beda umur kami 4 tahun, bayangkan lah."

Lay memiringkan kepalanya tidak mengerti. "Lalu kenapa?"

"Sehun itu masih sangat muda, masih labil dan bocah. Gue takut... jika seandainya nanti dia menemukan yang lebih baik dari gue, dia bakal ninggalin gue begitu aja..." ucap Luhan dengan nada bergetar dan ketakutan.

"Itu gak mungkin terjadi hyung. Sehun bilang ke gue kalau dia udah memendam perasaan ke hyung selama bertahun-tahun, itu artinya dia setia kan? Bukan kah hyung sudah mengenal Sehun lebih lama dari gue? Apa menurut hyung dia orangnya tidak bertanggung jawab seperti yang hyung bilang?" tanya Lay berturut-turut.

Luhan menggeleng cepat. Ia sangat mengenal Sehun dan ia sangat tahu Sehun itu orangnya sangat bertanggung jawab. Pikiran negatif itu datang begitu saja karena kekhawatiran Luhan terhadap Sehun yang masih terlalu muda.

"Lalu apa lagi yang hyung ragukan? Meski Sehun masih bocah, tetapi dia nantinya akan dewasa juga seperti kita kan? Yang hyung perlu lakukan adalah menemani Sehun sampai akhirnya ia mencapai jenjang dewasa, dan hyung akan bisa mempercayai dia sepenuhnya." Ucap Lay dengan wajah sebijak mungkin. Mir sendiri nggak menyangka ternyata Lay sebijak ini -_-

Luhan mengangguk mengerti dengan ucapan Lay. "Lo benar Lay... nggak seharusnya gue menolak Sehun... gue harus percaya ama dia..." ucap Luhan yakin dan pasti, membuat Lay tersenyum senang.

"Nah ayo kita ke kamar Sehun sekarang! Hyung harus balas perasaannya Sehun!" ajak Lay sambil menarik tangan Luhan keluar.

.

.

.

Suho-Sehun room

Tok Tok Tok!

Lay mengetuk pintu kamar nomor 314 itu dengan hati-hati. Di sampingnya sudah ada Luhan yang memegang tangannya erat.

Ceklek!

Muncul lah Suho dari dalam. Lay hanya bisa menatap Suho dengan pandangan datar. Entahlah, ia sudah terlalu bosan mencari rencana untuk membunuh namja di depannya ini.

"Oh kalian berdua, ada apa datang kemari?" tanya Suho ramah.

"Ehm, apakah Sehun ada di dalam?" tanya balik Lay tak kalah ramah.

Suho langsung mengarahkan kepala nya ke dalam kamar. "Sehun-ah, ada yang nyari lo!"

"Siapapun itu asalkan bukan Lay hyung, suruh dia masuk!" sahut Sehun dari dalam.

Muncul segi empat siku-siku di pelipis Lay. 'Dasar bocah sialan!' geram Lay dalam hati.

"Ya! Mogok bicara sih mogok bicara, tapi masa lo gini amat ama gue?!" teriak Lay membalas ucapan Sehun.

"Bodo amat!" sahut Sehun lagi dari dalam.

Suho maupun Luhan menatap Lay kebingungan. Apa yang sedang terjadi di antara Lay dan Sehun?

"Luhan hyung, lebih baik lo masuk ke sana sekarang, sebelum gue lepas kendali untuk melempar bocah itu dari tingkat 3 ini." Ucap Lay sambil mendorong Luhan pelan.

Luhan memilih untuk menuruti Lay saja dan masuk ke dalam kamar Suho-Sehun itu.

Suho masih menatap Lay bingung. "Lay, apa yang terjadi?"

Lay menghelakan napasnya. "Akan gue ceritakan, tapi nggak disini. Ayo kita ke kamar gue hyung." Ajak Lay sambil berjalan duluan mendahului Suho.

.

.

Luhan-Lay room

Lay pun menceritakan semuanya dari A sampai Z. Dari pertemuan nya dengan Sehun di kamar rawat Suho, sampai dengan ia membujuk Luhan untuk menerima Sehun. Suho mendengakan penjelasan Lay dengan seksama tanpa menyela sedikitpun. Suho adalah anak aktor besar yang sudah di didik dengan baik sejak kecil, jadi ia tahu tata krama bersopan santun.

"Yah jadi begitulah... Gue mengatakan bahwa Sehun boleh mogok bicara ama gue kalau seandainya Luhan hyung nolak dia. Makanya dia kayak gitu tadi." Ucap Lay di akhir kalimatnya.

"Hmpfh... huahahahahahaha!" tawa Suho langsung lepas begitu Lay menyelesaikan curhatnya. Lay menatap Suho bingung. Apa yang lucu?

Perlu lama bagi Suho untuk menghentikan tawanya, sekitar 10 menit. Suho menghapus sedikit air matanya, efek dari tertawa tadi.

"Hyung, apa yang lucu?" tanya Lay sambil mempoutkan bibirnya.

"Menurut gue pembicaraan lo dengan Sehun benar-benar lucu! Kalian berdua sangat cocok! Gue jadi salut ama lo, bisa ngatasin kekanak-kanakannya Sehun dengan bawaan lo yang kekanak-kanakan juga, hahaha!" jelas Suho sambil dengan sedikit tawa lagi.

Baru kali ini Lay melihat Suho tertawa begitu lepas. Hal itu mau tak mau membuat bibir Lay menyunggingkan senyuman manis.

"Entah lah hyung, mungkin ini efek karena gue gak punya dongsaeng. Gue jadi langsung cocok begitu saja dengan Sehun." Ucap Lay sambil menerawang ke atas. Suho ikutan tersenyum melihat Lay.

"Gue jadi bersyukur udah jadi bagian dari asrama ini... gue jadi bisa punya dongsaeng seperti Sehun dan punya hyung yang baik seperti Luhan hyung... Apalagi ternyata di sekolah ini ada sepupu gue yaitu Daehyun dan Namu, semua nya jadi bertambah lengkap.." ucap Lay tulus.

"Kelihatan nya hidup lo sempurna banget ya Lay.. gue jadi iri sama lo." Tutur Suho sambil menatap udara hampa.

"Eh?" Lay menoleh kaget ke Suho.

"Pertunangan yang waktu itu gue bicarain ke lo... dimajuin jadi 2 minggu lagi. Gue nggak tahu, rasanya gue belum siap.. apalagi gue belum bertemu dengan calon tunangan gue itu." Ucap Suho tersenyum miris. Belum bertemu? Bahkan calon tunangan mu sedang tepat berada di depan mu Suho -_-

"Mengapa orangtua hyung tidak memberitahu nama calon tunangannya hyung?" tanya Lay tidak mengerti. Ia saja langsung diberi tahu nama dari calon tunangan nya, lantas mengapa Suho tidak?

"Kata mereka sih... surprise -_-" jawab Suho singkat. Tetapi satu detik kemudian, dengan sigap Suho mengeluarkan HP dari kantongnya dan menunjukkan HP itu pada Lay.

"Handphone?" tanya Lay bingung.

"Ne! Dongsaeng gue yang bernama Gongchan(?) berhasil menemukan nomor HP calon tunangan gue!" ucap Suho riang.

'M-mwo...?!'

"G-gimana bisa Gongchan menemukan nomor gue—eh maksudnya nomor HP nya calon tunangannya hyung?" tanya Lay terbata-bata.

"Saat Gongchan sedang memakai HP Kibum eomma, ia melihat kontak 'calon menantu' di HP itu. Dengan cekatan ia langsung mengirimkan nomor itu ke HP gue, benar-benar dongsaeng yang pintar bukan?" jelas Suho dengan bangganya.

'Ya... pintar... pintar ngebuat gue berada dalam masalah baru...' batin Lay lemas.

"Dengan begini gue bisa nge-sms calon tunangan gue dan menanyakan namanya. Yah minimal gue harus tahu nama calon tunangan gue!" ucap Suho lagi, semakin membuat Lay tersudut.

"Yah... semoga beruntung hyung..." sahut Lay masih berusaha tetap tegar.

"Yaudah, kalau begitu gue keluar dulu ya. Bisa bahaya jika ninggalin Sehun dan Luhan hyung lama-lama dalam satu ruangan tertutup. Bye Lay!" pamit Suho yang di balas dengan anggukan Lay.

Blam!

Lutut Lay lemas seketika dan ia ambruk ke lantai.

'Huwaaaa~ Otthokeo?'

.

.

.

2 jam kemudian...

Lay keluar kamar dengan lemas. Luhan belum balik-balik dari kamar Sehun. Pasti sedang sibuk bermesraan, huh dasar pasangan baru!

Lay dengan sengaja meninggalkan HP nya di kamar. Ia sangat takut ada SMS muncul dari Suho yang menanyakan soal namanya. Ia harus memikirkan nama samaran!

Saat sedang di lorong, tiba-tiba Lay bertemu dengan Chanyeol. Karena tatapan mereka bertemu, Lay memaksakan senyuman sapaan yang dibalas dengan senyuman tampan Chanyeol. Selama berada di asrama ini sepertinya Lay belum pernah berbicara dengan namja jakung itu.

"Lay hyung sedang apa?" tanya Chanyeol ramah.

"Sedang memikirkan nama..." jawab Lay tanpa harus berpikir dulu. Otaknya terlalu buntu untuk di ajak berpikir sekarang.

"Nama? Ahh nama anaknya hyung buat masa depan ya? Betul juga, gue dan Baekki hyung belum pernah memikirkan sampai sejauh itu!" ucap Chanyeol ngawur. Lay langsung menatap Chanyeol malas. 'Wajahnya emang tampan, tetapi kelakuan nggak jauh-jauh dari Sehun.' Batin Lay.

"Bagaimana kalau Park Yun Joo? Atau Park Sang Rim? Park Jung Woo? Park Chae Ri? Park Hyun Jae?" tanya Chanyeol terus-terusan.

"Mengapa marga nya Park semua?" tanya Lay.

"Tentu saja, karena nama gue Park Chan Yeol!" ucap Chanyeol dengan cengiran khasnya.

"Huft terserah lo aja deh." Tanggap Lay malas.

"Eh atau bagaimana dengan nama Park Chan Hyun? Gabungan dari nama Chan Yeol dan Baek Hyun!" ucap Chanyeol lagi.

Lay berpikir sejenak. Park Chan Hyun? Bukan nama yang buruk, sungguh.

"Hmm... boleh juga saran lo..." ucap Lay sambil angguk-angguk. Sepertinya saran dari Chanyeol boleh juga.

"Hyung beneran mau ngasih nama Park Chan Hyun ke anaknya hyung? Emangnya hyung akan menikah dengan namja bermarga Park?" tanya Chanyeol bertubi-tubi.

Lay melirik Chanyeol yang dalam mode KEPO sejenak. "Ya, gue bakal nikahin lo!" ucap Lay sebelum pergi meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol menatap kepergian Lay dengan ekspresi bengong. "Jadi orang ganteng emang susah, banyak yang mau." Ucap Chanyeol ke-PD-an, entah pada siapa.

.

.

.

Xiumin-Tao Room

Tok tok tok!

Terdengar suara ketukan dari pintu. Satu-satunya orang di ruangan itu alias Huang Zi Tao sedang tertidur lelap.

Tok tok tok!

"Aishh... Min hyung buka pintunya dong..." gumam Tao karena ketukan itu terus terdengar. Sepertinya panda itu lupa kalau Xiumin tadi sempat pamit karena mau pergi ehem kencan ehem bareng Chen.

Setelah jeda beberapa detik suara ketukan pintu terdengar lagi. Mau tak mau Tao pun harus bangkit dari tidurnya. "Ck, menyebalkan!" kesal Tao.

Brak!

Dengan kasar Tao pun membuka pintunya. "Siapa sih?! Gak tau apa Tao lagi tidur apa?!" teriak Tao tepat di depan pelaku 'pengetuk pintu' itu. Nyawa Tao belum sepenuhnya terkumpul sehingga ia tidak peduli siapa orang yang mengetuk pintu itu.

"E-eh. Maaf Tao, gue nggak tau kalau lo lagi tidur." Jawab namja yang diteriakin Tao barusan. Ia sedikit kaget melihat Tao yang biasanya pemalu dan polos sekarang malah teriak-teriak kayak gini.

Deg

Ketika mendengar suara si pelaku, tiba-tiba saja nyawa Tao langsung terkumpul dalam sekejap. Tao kenal dengan suara itu, sangat kenal! Itu adalah suara...

"K-Kris gege...?" panggil Tao takut-takut. Ckck, aura pemalunya kembali.

"Ne baby waeyo?" tanya Kris ramah.

Blushh

Wajah Tao memerah padam begitu Kris memanggilnya 'baby'. Memang sih hampir rata-rata namja di Kelas A seperti Luhan, Baekhyun, Chen dan terkadang Kai(?) memanggil Tao dengan panggilan 'baby'. Tetapi entah mengapa saat Kris yang mengucapkan panggilan itu wajah Tao selalu memerah.

"A-ani, gwenchana gege.. Gege ada apa datang kemari? Xiumin hyung sedang pergi..." ujar Tao dengan wajah yang masih memerah. Ckck ketahuan banget si Tao lagi salting, Xiumin itu kan sedang pergi dengan Chen sementara Chen itu adalah roomatenya Kris. Jadi sudah pasti Kris tahu kalau mereka berdua sedang pergi kencan.

"Gue bukan cari Xiumin hyung, tapi gue mau bertemu dengan lo Tao." Ucap Kris tegas. Ucapannya malah terkesan kaku, menandakan yang mengucapkan sedang gugup.

'K-Kris gege... mau bertemu gue...?' gumam Tao sambil cengo dalam hati. Ia masih tidak percaya namja yang selama ini menjadi pujaan hatinya malah datang siang bolong untuk bertemu dengannya. Mimpi apa dia barusan?

"Ehm... gue boleh masukkan?" tanya Kris membuyarkan lamunan Tao.

"Ah, ne Kris ge! A-ayo masuk kedalam..." jawab Tao gugup sambil mempersilahkan Kris masuk kekamarnya dan Xiumin. Kris pun melangkah masuk dan duduk di kursi meja belajar Tao. Tao sendiri duduk di kasurnya yang jaraknya tak terlalu jauh dengan meja belajarnya.

"Jadi... gege mau bicara apa?" tanya Tao langsung to the point.

"Ehm... itu..."

Namja bermata panda itu mengerunyutkan dahinya bingung. Apa yang terjadi dengan Kris?

"Waeyo ge? Kenapa gege jadi gugup begitu?" tanya Tao memberanikan diri.

"A-ani... bagaimana kabar lo Tao?" tanya Kris balik, membuat Tao semakin bingung.

"Kabar gue baik ge..." jawab Tao seadanya.

"Oh... hahaha..."

"..."

Krik krik

Tiba-tiba suasana menjadi awkward banget =.=

"Gege... sebenarnya mau bicarain apa sih...?" tanya Tao memecah keheningan.

Tiba-tiba Kris menatap Tao dalam-dalam, membuat yang ditatap semakin salting.

"Ge?" panggil Tao sekali lagi.

"TAOGUESUKASAMALO, LOMAUGAKJADIPACARGUE?!" ucap Kris dengan sekali tarikan napas. Begitu singkat, padat dan tidak jelas. Ia mengucapkan kalimat itu dengan cepat kayak laju kereta api.

"..."

Krik krik

Tao cengo.

Kris juga ikutan cengo.

Mir juga cengo.

Readers pasti juga cengo.

Melihat reaksi Tao yang cengo, Kris merutuki dirinya dalam hati. 'Aish... Kris babo! Padahal lo udah latihan nembak berkali-kali dengan Chen sebagai korbannya! Kenapa sekarang malah gagaaaaal?' batin Kris frustasi.

Tao masih cengo. "Kris gege... tadi ngomong apa sih? Cepat amat ngomongnya..." tanya Tao polos sambil memiringkan kepalanya, membuat Kris semakin gemas.

Kris menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Dengan gerakan yang lambat, Kris beranjak dari duduknya dan berlutut dihadapan Tao.

"K-Kris gege..."

Kris tampak mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, lalu mendekatkan benda itu ke arah Tao. Tao menatap benda kecil itu lekat-lekat.

"Cincin... dengan hiasan wajah naga?" gumam Tao pelan.

Ha? Cincin? Wajah naga? -_- (Kris : Mir sirik aja lu -_-)

"Huang Zi Tao... would u be mine?" tanya Kris memecah keheningan.

Tao membulatkan matanya kaget, sama sekali tidak menyangka Kris akan mengatakan itu.

"Gege serius?" tanya Tao tanpa menyentuh cincin itu sama sekali.

Kris mengangguk pelan. "Kalau lo nerima gue, ambil cincin ini dan pasang di jarimu baby... tapi kalau lo nolak gue, hmmm jangan sampai lah." Ucap Kris lagi. Eh? -_-

(Mir : emang ada nembak macam gitu? -_- | Kris : /bekap Mir/)

"Intinya... Gege tidak menerima penolakan gitu?" tanya Tao.

Kris mengangguk sambil menunjukkan smirknya. "Benar baby panda, jadi apa jawaban lo?"

Tanpa mengulur-ulur waktu lagi, Tao langsung berdiri dari tempatnya dengan cepat, membuat Kris yang masih berlutut hampir terjatuh kehilangan keseimbangan.

"YA! JANGAN MEMPERMAINKAN TAO YA GE! TAO NGGAK SUKA!" teriak Tao sambil menunjuk Kris.

Kris membulatkan matanya kaget. "M-maksudmu apa baby panda?" tanya Kris gugup. Keringat segede jagung mengalir di dahinya. Tao sangat menyeramkan!

"KENAPA GEGE MENEMBAK TAO?! TAO TAU KOK KALAU GEGE SEBENARNYA SUKANYA SAMA LAY HYUNG!"

Mata Kris semakin membulat. "WHAT THE HELL?! Jangan bercanda baby, gue gak pernah suka dengan Lay!" protes Kris sambil berdiri dari tempatnya dan menyamakan tingginya dengan Tao. Oh mungkin lebih tinggi dari Tao.

Tao mempoutkan bibirnya, semakin membuat Kris gemas dengan tingkah panda yang satu ini. "Sudah lah ge, lebih baik gege pergi sana." Usir(?) Tao sambil membuang muka.

Entah Kris tuli, gak dengar atau pura-pura gak dengar, namja kece itu tidak menanggapi usiran Tao. "Baby... percayalah, gege tidak pernah suka dengan Lay..." ucap Kris dengan nada memohon meminta Tao supaya percaya padanya.

Tao masih membuang mukanya. Kris pun kembali memanggil Tao. "Baby..."

Lama-lama Tao jadi kasihan juga pada Kris. Yaah sebenarnya didalam lubuk hati yang paling dalam Tao senang banget pas Kris nembak dia. Tapi... begitu mengingat kedekatan Kris dan Lay... ukh jangan diingatin lagi. Readers pasti juga udah mules melihat moment mereka kan? Begitu juga dengan Tao -_-

"Baby panda..." panggil Kris lagi.

Tao melirik Kris sejenak, lalu menghelakan napas. Sesungguh nya ia tidak tega bersikap cuek seperti ini kepada sang 'pujaan hati'. Begitu melihat Tao meliriknya, Kris seolah mendapat harapan dari Tao. Harapan palsu /plak/

Tiba-tiba kedua tangan Kris bergerak memegang kedua pundak Tao. Tao menatap Kris kaget.

"G-gege?"

"Huang Zi Tao! Jika lo benar-benar nolak gue, katakan kalau lo nggak mencintai gue sekarang juga!" tantang Kris dengan tegas sambil menatap Tao dalam-dalam.

"M-mwo? Gege bicara apa sih? Tao nggak mau ah!" tolak Tao mentah-mentah. Mir rasa Tao bukannya nggak mau, tetapi nggak bisa -_- /Mir disepak Tao ke jurang/

"Ucapkan itu Tao, dan gege akan pergi dari kamar ini." Ucap Kris lagi.

"Aish... baiklah kalau itu mau gege..." ujar Tao sambil menghelakan napas. Kris membulatkan matanya kaget. 'Mwo? Baby Tao serius mau mengucapkan kalimat itu? Gue kan cuma bercandaaaaaaaa ;A;' batin Kris dalam hati.

"Hhh... nih sekarang Tao ucapin. TAO CINTA SAMA KRIS GEGE!" teriak Tao tepat di depan Kris.

Krik krik

Eh?

O-ow...

Tao membungkam mulutnya sendiri. 'Gawat... Tao salah ngomong!' batin Tao gelisah. Sementara itu, mari kita lihat wajah Kris yang sudah cling-cling kaya piring baru dicuci.

'Itu... kalimat paling indah yang pernah gue denger selama hidup...' batin Kris lebai.

Tao tampak gugup, ingin mengoreksi kalimatnya sebelumnya.

"K-Kris gege... t-tadi Tao salah bicara... sebenarnya..."

Grep

Tanpa membiarkan Tao melanjutkan kalimatnya, Kris langsung membawa panda itu kepelukannya. Acieeeeeeee /plak/

"Terimakasih banyak Tao... Xie xie... Gege berjanji tidak akan membuat Tao cemburu lagi, gege bakal membuat Tao menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini..." ucap Kris tulus sambil menuntup matanya sambil mencium harum Tao yang begitu ia sukai.

Wajah Tao langsung memanas. Ia menjadi menyesal tadi sudah memperlakukan Kris begitu jahat, padahal Kris serius mencintainya. Perlahan-lahan tapi pasti tangan Tao bergerak membalas pelukan Kris.

"Maafkan Tao tadi sudah berkata kasar ge... sebenarnya Tao juga sangat mencintai gege, bahkan udah lama banget Tao nyimpan perasaan ke gege..." ucap Tao tulus juga.

Kris pun melepaskan pelukannya dan menatap mata panda favoritnya.

"Kalau begitu baby panda... pasang lah cincin ini di jarimu sebagai tanda ikatan kita..." ujar Kris sambil menyematkan cincin berhiaskan muka naga(?) itu ke jari Tao. Wajah Tao kembali memerah. Ia tidak tahu kalau Kris begitu romantis!

Setelah menyematkan cincin itu, Kris menunjukkan jarinya yang juga tersemat cincin dengan hiasan muka panda(?). "Gege juga punya cincin yang sama dengan Tao. Jangan dilepas ya sebelum gege benar-benar melamarmu.." ujar Kris sambil tersenyum lembut.

Tao mengangguk polos. "Pasti ge... kalau begitu sekarang Tao sudah menjadi pacar gege?" tanya Tao.

"Sudah pasti dong baby... dan biasanya seorang namja boleh mencium namjachingu nya." ucap Kris ehem sangat pervert. Dasar modus -_-

"E-eh..."

Perlahan-lahan Kris mendekatkan wajahnya ke wajah Tao, sampai hidung mereka bersentuhan. Lalu saat jarak mereka tinggal beberapa mili lagi...

...

...

BUAGH!

"YA DASAR KETUA KELAS PERVERT! MAU LO APAIN PANDA POLOS GUE HAH?!" teriak Xiumin setelah menjitak kepala Kris sangat keras, diikuti Chen yang cengo dibelakangnya.

"X-Xiumin hyung?" kaget Tao, sementara Kris memegang kepalanya yang kena sasaran jitak oleh Xiumin.

"Ya! Xiumin hyung apa-apaan sih?!" protes Kris sambil mengelus-elus kepalanya.

"MASIH NANYA-NANYA LAGI! JANGAN PERNAH LO SENTUH TAO ATAU LO BERURUSAN DENGAN PETIRNYA CHEN!" teriak Xiumin lagi sambil menoel kepala Kris. Ckck, lama-lama habis juga tuh kepala.

Xiumin segera menoleh ke arah Tao. "Baby Tao, lo nggak apa-apa kan?" tanya Xiumin melunak. Tao mengangguk kaku menjawab pertanyaan Xiumin.

Tiba-tiba Chen yang dari tadi hanya menonton mengeluarkan suara. "Hey Kris ge! Bagaimana, sukses nggak nembak si Tao?" tanya Chen enteng tiba-tiba sambil nyengir ke Kris.

"Hah?! Kris nembak Tao?!" sahut Xiumin.

"Ne chagi. Baru-baru ini Kris ge bilang ke gue kalau sebenarnya dia cinta sama Tao, tapi dia malu buat ngungkapin. Trus karena gue baik hati dan rajin menabung, akhirnya gue rela menjadi korban tembak si gege. Dan baru tadi pagi gege bilang mau ngungkapkan isi hatinya ke Tao!" jelas Chen sejelas-jelasnya, membuat Kris ingin membawanya terbang lalu menghempaskannya di samudara pasifik karena mengumbar aibnya. Dasar -_-

"What?! Wuahahaha pasti lo ditolakkan sama Tao? Gue turut prihatin Kris, sorry tadi gue menjitak kepala lo. Gue nggak tau lo lagi patah hati!" ucap Xiumin bertubi-tubi sambil cengengesan.

Kris menatap Xiumin kesal. "Siapa bilang? Baby Tao nerima gue kok!"

"Hahaha jangan bercanda Kris, gak lucu. Baby panda, lo nggak nerima naga pervert ini kan?" tanya Xiumin dengan senyuman manisnya berharap Tao meg-iya-kan ucapannya.

Tetapi miris, Tao malah menggeleng. "Ani hyung, Tao nerima Kris gege sebagai pacar Tao. Ini buktinya!" jawab Tao polos sambil menunjukkan cincin dengan hiasan wajah naganya.

"..."

Xiumin terdiam dan...

...

...

...Bruk!

"Huwaaaa chagi! Jangan pingsan!" –chen.

.

.

.

.

.

Malamnya...

Ternyata Suho tidak main-main dengan ucapannya. Lay benar-benar mendapatkan SMS dari Suho yang mengaku-ngaku sebagai calon tunangannya dan menanyakan namanya.

'Huft, untung gue udah mikirin nama samaran. Jangan panik Zhang Yi Xing, tenang saja..' batin Lay menguatkan diri. Dengan lincah Lay menekan beberapa tombol dan mengirim pesan berupa : Nama gue Park Chan Hyun.

Beberapa detik kemudian datang balasan SMS lagi. Cepet banget si Suho ngebalas -_-

From : Orang yang bakal gue bunuh

Baiklah Chanhyun. Ternyata lo orang Korea juga toh. Apa pendapat lo tentang pertunangan kita yang mendadak ini?

Lay sedikit menyunggingkan senyum liciknya. Pertanyaan ini sudah di tunggu-tunggu nya sejak lama! Dengan cekatan dan berapi-api, Lay memencet beberapa tombol untuk mengetik tulisan yang akan dikirimkan pada Kim Joon Myun. Oh ya, jangan lupa Lay sudah mengganti kontak nama Suho menjadi 'Orang yang bakal gue bunuh'.

To : Orang yang bakal gue bunuh

Menurut pendapat gue, kalau boleh jujur gue sangat menolak pertunangan kita. Apalagi gue belum melihat wujud lo yang sebenarnya kan? Tetapi emang dasarnya eomma gue keras kepala, jadi gue nggak bisa berbuat apa-apa.

Lay membaca isi SMS itu sekali lagi sebelum ia menekan pilihan SEND.

1 menit kemudian, SMS balasan datang.

From : Orang yang bakal gue bunuh

Gue juga belum pernah melihat wujud lo, gimana kalau kita ketemuan aja? Lo tinggal dimana?

Glek.

Lay menelan salivanya dengan payah. Dengan hitungan detik ia mengetik SMS balasan dan mengirimkannya.

To : Orang yang bakal gue bunuh

Sorry gue lagi sibuk minggu ini. Mungkin kalau gue lagi ada waktu, gue bakal hubungin lo.

Lay menghelakan napasnya. Ternyata Suho cukup mengerikan juga, meski berwajah angelic gitu.

SMS balasan pun kembali datang, dan terus lanjut begitu sampai larut malam. Lay pun mulai bisa menikmati ber-SMS dengan Suho karena bawaan Suho yang begitu terbuka. Mereka saling bercerita tentang kehidupan masing-masing, meski ada kebohongan dari Lay karena ia memainkan peran sebagai 'Chanhyun' di SMS itu.

Akhirnya setelah mata mereka mendemo untuk di tutup(?), Suho dan Lay mengakhiri SMS nya. Tanpa sadar, Lay tersenyum sendiri saat memikirkan kembali SMS nya dengan Suho tadi. Ternyata Suho cukup menyenangkan juga, tidak seburuk yang ia kira.

.

.

.

TBC

.

.

.

CCE

Mir : tjieeeeeeeeeeeeeeeeeeeee Lay dan Suho SMS-an xDDD /plak/

Lay : norak amat lu Mir -_- /sepak Mir/

Daehyun : tjieeeeeeeeeeeeee para readers banyak yg kangenin gue ternyata :') Mir sering2 munculin gue duuung! trus semua member2 BAP dijadiin cast sekalian!

Mir : ya, sekalian aja ganti main cast jadi lo Dae -_-

SuLay : ANDWAE! Kami tetap harus jadi main cast! /sepak Dae dan Mir surga/

Mir : /balik kedunia/ gimana? cukup panjang kan? eh ya Mir beribu-ribu minta maaf kalau adegan KrisTao tak memuaskan T_T /guling2 lagi/

mianheee TaoRis shipper T_T loph u deh muah T_T

ditunggu reviewnya para readers T_T /flying kiss from Mir/ /para readers muntah2/