Cast : Xiao Luhan EXO,, Oh Sehun EXO,, Another EXO member
Support Cast : Find by yourself ^^
Genre : Romance ,, Angst [?]
Akhirnya keluar juga Between Part 4 ini.. XD
Maaf banget buat reader yang harus nunggu lamaaaaaaa.. Min Hannie sibuk kuliah ini.. -"
Perlu min Hannie ingatkan lagi,,
DON'T BE SILENT READER…..! Ok,, enjoy all.. ^^
Warning :
Sepertinya min Hannie kasih peringatan aja dehh,, ini YAOI… ^^ Kkeundae, ada juga yg bilang ini persahabatan.. Jadi terserah reader sajah… ^^
Review Part 3" .." mata Sehun sedikit demi sedikit mulai tertutup. Namja bermasker itu masih tertegun melihat darah yang keluar dari dahi Sehun.
"Annd..dww..aa. .." Namja yang diselamatkan Sehun itu bergetar hebat melihat Sehun. Sehun masih mengelus pipi namja itu dan tersenyum ditengah kesadarannya yang menipis. Liquid bening itu telah menggenang di sudut mata namja itu.
"Kem…ba..li..laah..hhh" setelah kata itu Sehun kehilangan kesadarannya. Tangannya terjatuh dari pipi namja itu.. dengan bersamaan dengan jatuhnya tangan Sehun, jatuhlah pula masker namja yang ditolong Sehun itu.
Liquid itu menetes jatuh di wajah Sehun. Lay Taemin dan Minho tertegun melihat wajah namja yang tengah menjerit histeris memeluk Sehun yang telah tak sadarkan diri itu. Karena namja yang diselamatkan Sehun itu adalah..
LUHAN….
. m. /notes/exo-for-exotic-ina/between-part-4/619252794804131
Link Part 1 -
notes/exo-for-exotic-ina/-between-/594673277262083
Link Part 2 -
notes/exo-for-exotic-ina/-between-part-2/596396380423106
Link Part 3 -
notes/exo-for-exotic-ina/-between-part-3/597919430270801
"hikkss… Hunnie… hikss…"
Namja berambut hitam itu terisak sambil memeluk kedua lututnya dan menyembunyikan kepalanya diantara kedua lututnya itu.
"Gwaenchana hyung, Sehun pasti selamat. Sehun itu kuat hyung." Lay mengelus punggung namja itu. Sedangkan namja itu masih saja meringkuk menenggelamkan kepalanya.
"Hyung,, aku takut.." Taemin yang tak jauh dari Lay dan Namja berambut hitam itu mendekat pada Minho. Minho tersenyum tipis, ia bawa Taemin kedalam dekapannya, mengelus punggung namja yang disayanginya itu.
"Ssshhh,, kita harus mendoakannya.."
Draapp drraaappp ddrrraap…
"Taemin hyung, Minho hyung." Kai dan member EXO yang baru sampai di rumah sakit langsung menyapa Taemin dan Minho.
"Minho sunbae, bagaimana dengan keadaan Sehun?" kini Kris yang berbicara.
"mollayo, Sehun masih berada di ICU, dokter masih menanganinya." Jelas Minho.
"Keadaan macam apalagi ini!" Xiumin mengacak rambutnya kasar. Chen langsung mengelus punggung Xiumin, menenangkannya. D.O terus saja menggenggam tangan Kai, sungguh saat ini dia sangat khawatir akan keadaan dongsaeng EXO, Sehun yang sedang berada di ICU itu.
"Lay, dimana dia?" Suho akhirnya angkat bicara. Minho langsung menunjuk keberadaan Lay. Suho mengerutkan keningnya, tampak Lay sedang menenangkan seorang namja disana.
Baekhyun langsung terkesiap,, matanya membulat melihat namja yang sedang meringkuk itu. Chanyeol memiringkan kepalanya bingung dengan ekspresi Baekhyun.
"Waeyo chagi..?"
"Lu..hann… hyuunng?" Baekhyun tak yakin. Sedetik kemudian, dia berlari mendekat kearah Lay dan namja yang tengah meringkuk itu.
"Hyung,, Luhan hyung..?" Ucap Baekhyun memastikan.
Lay melihat Baekhyun dan tersenyum, dia berdiri mempersilahkan Baekhyun mendekat.
"Hyung, itu benar kamu kan, Luhan hyung?" Baekhyun menyentuh pundak namja yang masih saja terisak itu.
"Sehun… Sehun… hikkss…" Namja itu masih saja terisak sambil meringkuk ditempatnya. Mendengar suara namja itu, Baekhyun langsung yakin itu adalah Luhan. Langsung saja ia peluk namja itu.
Semua member yang melihat dan mendengar suara namja itu langsung membulatkan matanya kompak. Suho dan Kris langsung menatap Minho mencari kebenaran apakah itu benar-benar Luhan. Minho yang mengerti, langsung menganggukan kepalanya.
Cklleekk…
Seorang dokter keluar dari ruang ICU tempat Sehun berada. Luhan yang menyadari itu langsung bangkit menghampiri dokter tersebut, bangkitnya Luhan membuat badan Baekhyun sedikit tersentak kebelakang.
"Dokter… Sehunn,, bagaimana keadaan Sehun..?" ucap Luhan.
"Luka dikepalanya cukup parah, dia banyak kehilangan darah. Tapi kami masih bisa menyelamatkannya. Tapi.." dokter itu menghentikan penjelasannya.
"Tapi apa dok? CEPAT KATAKAN!" Luhan sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Iya dok, tapi apa?" Kris ikut khawatir juga mendengar dokter berhenti menjelaskan keadaan Sehun.
"Benturan di kepala Sehun cukup keras, saat ini Sehun kami nyatakan gagar otak ringan. Imbasnya, dia.. koma.. Maaf, saya harus mengurus pasien lain." dokter itu mengakhiri penjelasannya.
Brruukkk
Luhan terjatuh seketika. Dia shock mendengar Sehun koma. D.O langsung memeluk Kai dan dibalas oleh Kai. Begitu pula Tao dan Kris. Lay gemetar mendengar penjelasan dokter itu, bagaimanapun dia yang menyaksikan langsung Sehun ditabrak. Suho mendekati Lay, dan membawa Lay kedalam dekapannya. Lay awalnya terkejut, tetapi sedetik kemudian, ia terisak di dalam dekapan Suho.
"Hunniie.. andwaaee.." Luhan terisak. Tubuhnya bergetar hebat.
"Hyunngg.." Baekhyun memeluk Luhan yang masih duduk terpaku sambil menangis.
"Gwaenchana Lu, Sehun pasti dapat melewati masa komanya." Xiumin menenangkan Luhan yang masih shock dipelukan Baekhyun. Chanyeol menepuk-nepuk pundak Baekhyun juga Luhan.
Sudah 3 hari lewat dari kejadian Sehun yang tertabrak itu. Dan selama itu pula Sehun dinyatakan koma oleh pihak dokter yang menangani Sehun. Pihak SMent sudah mengabarkan kondisi Sehun belum sadar di rumah sakit, dan untuk itu semua jadwal EXO terpaksa dibatalkan untuk seminggu kedepan. Kabar tentang Luhan keluar seketika sirna, ini juga dikuatkan oleh Luhan yang selalu menjenguk Sehun dirumah sakit bersama member EXO yang lain.
Grrepp.
"Hunnie, sampai kapan kamu akan tidur, eum?" Luhan menggenggam tangan Sehun yang tertidur. Hati Luhan mencelos melihat banyak alat yang menempel di tubuh Sehun.
"Hunnie,, ayo buka matamu. Hikkss,," Luhan sudah tidak bisa menahan isakannya. Tapi ia masih berusaha tersenyum dihadapan Sehun yang tertidur itu.
"YOO MAGNAE! Palli irreona,, rekor game mu telah aku taklukkan! Ayo kita tanding lagi." Chanyeol yang berada di ruangan itu berusaha membuat suasana ruang rawat Sehun ceria.
"Yaak cadel, tak bosankah dirimu tertidur? Bisa bisa cadelmu tambah parah..! aaaauuuwwkkhh" Ucapan Kai langsung terhenti saat D.O dengan ganasnya menginjak kaki Kai.
"Apa salahku? Dia memang cadel." Ucap Kai tanpa dosa, yang langsung dihadiahi death glare D.O dan tawa renyah member EXO lain.
Hunnie, bangunlah. Aku merindukanmu, hyungdeulmu pun merindukanmu. Batin Luhan sambil menatap Sehun.
Saat ini Luhan masih berada di ruang rawat Sehun, member EXO yang lain pamit pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang memberontak minta diisi.
"Hunnie… Apa hunnie bermimpi sangat indah? Seindah apa mimpimu sehingga membuatmu enggan membuka matamu?" Luhan berdialog sendiri melihat Sehun yang masih tertidur.
"Hunnie.. Irreona.. Hyung merindukanmu…" Luhan menggenggam tangan Sehun erat. Tetapi Sehun masih saja tertidur pulas. Luhan menggigit bibir bawahnya menahan tangisannya.
"Hunnie.. Irreona,, hyung ingin minum bubbletea bersama hunnie.. Irreona.."
Luhan memperhatikan wajah Sehun. Dahi Sehun terlilit perban. Wajahnya pucat pasi. Dihidungnya terdapat selang yang menghubungkan oksigen. Luhan sendu melihat namja yang sangat ia sayang itu tertidur lemah disana. Sedetik kemudian, setetes liquid pun menetes dari mata rusa itu.
Luhan berdiri dari duduknya. Didekati wajah Sehun yang tertidur itu. Pelan tapi pasti, jarak antara wajah Sehun dan wajah Luhan menipis. Semakin dekat, dan sampai pucuk hidung Sehun bersentuhan dengan hidungnya sendiri. Luhan memiringkan wajahnya, memejamkan kedua matanya dan..
Chhuu~
Luhan mencium bibir Sehun lembut. Mendiamkan bibir mereka bertemu sejenak. Hanya menempel. Berharap Sehun sadar akan kehadirannya. Luhan menarik bibirnya menjauh beberapa centi dari bibir Sehun.
"Jebal, irreona…" bisik bibir Luhan tepat di depan bibir Sehun.
Luhan mengecup kedua mata Sehun. Dan setelahnya Luhan menjauhkan wajahnya dari wajah Sehun. Ia genggam tangan Sehun erat dan duduk disamping ranjang Sehun. Ia sembunyikan kepalanya di tepi tempat tidur Sehun. Memejamkan matanya dan mendekap tangan Sehun. Terisak, sungguh melihat keadaan Sehun membuat hatinya sakit.
Mianhae, hyung yang menyebabkan hunnie seperti ini.. jeongmal mianhae.. Luhan masih terisak.
Tiiiit..
Tiiitt…
Tiiittt….
Sreg..
Luhan terbangun. Dia merasakan adanya pergerakan di tangan Sehun.
"Hunnie.. Oh Sehuunn? Kau dengar aku?" Luhan berdiri dan mengecek kedua mata Sehun.
Ttiiiittt.. tttiiittt…
Luhan mengamati alat yang menampilkan detak jantung Sehun itu. Alat itu menampakkan adanya getaran jantung Sehun yang lebih kuat dari sebelumnya. Dan saat itu juga, Luhan kembali merasakan adanya gerakan tangan Sehun yang tengah ia genggam.
"Sehun? Kau sadar hunnie?" Luhan semakin berharap bahwa Sehun sadar dari komanya.
Dan dengan pasti, kedua kelopak mata Sehun sedikit bergerak. Melihat pergerakan itu, Luhan semakin menggenggam tangan Sehun. dan dengan perlahan, Sehun membuka kedua matanya. Sehun mengerjapkan kedua matanya, menetralisir cahaya yang masuk kedalam matanya.
"Hunnie? Hunnie.. Kamu dengar aku?" Luhan menitikkan air mata bahagianya melihat Sehun yang telah bangun dari komanya itu.
"Luu…" ucap Sehun lemah.
"Nee.. ini aku Hunnie.. hikkss.. Sehunnie.. hikss… Syukurlah kamu sudah sadar.." Luhan tak dapat lagi menahan tangis bahagianya. Sehun tersenyum tipis melihat Luhan.
"Hunnie, aku panggilkan dokter ne..?" Luhan berbalik hendak pergi memanggil dokter, tetapi tangan Sehun mencegahnya.
"Kajim…maa.." Sehun berkata pelan. Ia masih belum mempunyai tenaga yang cukup untuk berbicara seperti biasanya. Luhan yang mengerti itu, mengurungkan niatnya untuk pergi memanggil dokter.
"Kkeundae, aku harus…"
"Sshhhh… Ka… ji… maa.." ucap Sehun lirih menatap Luhan. Luhan terdiam melihat tatapan Sehun yang sangat ia rindukan itu.
"Lu…" dengan pelan, Sehun menarik tangan Luhan agar ia mendekat pada Sehun. Seakan mengerti, Luhan mendekati Sehun.
.
.
.
"Hyung aku belikan-" ucapan Baekhyun langsung terhenti melihat pemandangan di depannya.
"Waeyo Baekhyun-ah? Jangan berhenti di tengah pin-" Chen yang bermaksud masuk kamar Sehun pun seketika membatu melihatnya.
"YAK! TAK BISAKAH KALIAN MING… giirr.." Suho juga terkejut melihatnya.
"Ommo..?" D.O tak percaya.
Ternyata, member EXO memasuki ruang Sehun disaat Luhan dan Sehun tengah berciuman.
Luhan langsung saja menarik diri menjauh dari Sehun, lantas wajahnya memerah.
"CADEEELLL! KAU SADAR!" Kai berlari mendekati Sehun yang langsung dihadiahi death glare oleh Sehun.
"Kkamjong,, kau.. mengganggu sekali.." ucap Sehun masih lemah.
"AAAA… MAGNAE KITA KEMBALI….!" Chanyeol juga berteriak histeris dengan suara bass nya itu.
"Bisakah kalian tidak berisik? Ini dirumah sakit!" Kris menengahi acara berisik Kai dan Chanyeol itu. Setelah itu Kris keluar dan bermaksud memanggil dokter.
"Sehun-ah…" Lay mendekati Sehun yang telah dikerubungi oleh member EXO lain paska kehebohan suara Chanyeol yang menyadarkan keterkejutan Baekhyun, Chen, Suho dan D.O tadi. Sehun yang mendengar ada yang memanggilnya, segera melihat Lay. Lay tersenyum manis kepada Sehun yang dibalas oleh Sehun.
"Syukurlah kamu telah sadar." Ucap Lay sambil tersenyum pada Sehun.
Dua jam setelah kesadaran Sehun, keadaan Sehun sudah berangsur membaik. Walaupun begitu Sehun masih harus menggunakan selang pernafasan. Tenaganya berangsur pulih. Kini mereka terlihat tertawa bersama.
Sesaat kemudian, Sehun menggenggam tangan Luhan. Luhan awalnya sedikit terkejut. Semua member yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Akhirnya hubungan mereka membaik walau harus ada kejadian seperti.
Drrtt ddrrrttt….
Pip
"Yeobboseo? Hyung…" Kris menerima panggilan di smartphone nya. Kris memberi isyarat pada Suho kalau yang sedang berbicara dengannya adalah manajer EXO. Suho mengerti dan mempersilahkan Kris untuk keluar ruangan.
"Terima kasih, hyung" Sehun tibatiba berbicara pada Lay. Lay memiringkan kepalanya, tidak mengerti dengan maksud Sehun.
"Karena Lay hyung, aku jadi tahu jika Luhan hyung mengikuti jadwal kita selama ini." Ucap Sehun yang masih agak lemah itu. Lay dan Luhan yang mendengar itu mengerjapkan matanya bingung.
"Ha? Maksudmu apa, magnae? Mengikuti?" Ucap Chanyeol. Sehun semakin menggenggam tangan. Ia menatap Luhan dalam sambil tersenyum.
"Luhan hyung, aku tahu selama ini hyung tidak pernah jauh dari kami. Hyung selalu mengikuti kami kan? Aku tahu, hyung berada di China saat EXO jadwal perform di China Big Love Concert kemarin kan?" jelas Sehun yang membuat Luhan langsung membulatkan terkekeh melihat Luhan yang seperti itu.
"Mwo? Apa itu benar hyung?" Kini D.O yang tidak percaya dan melihat Luhan. Luhan menunduk.
"Hyung, apa.. saat itu… hyung.. emm.. cemburu?" ucap Sehun yang langsung membuat Luhan merona merah di kedua pipinya. Sehun tersenyum melihat reaksi Luhan.
"Mianhae…" Sehun mengelus tangan Luhan sekilas. Sedangkan Luhan masih setia menundukkan kepalanya.
"CHAKAMMANNYO! Adakah yang bisa menjelaskan ini..?" Chanyeol merasa tidak paham dengan situasi ini.
Sehun tersenyum, "Luhan hyung, walaupun hyung mengganti warna rambutmu, aku dapat melihatnya dari banyaknya fans yang lain. dan aku mengetahuinya karna itu." Sehun menunjuk kearah tas Luhan yang tergeletak di tempat duduk tak jauh dari ranjang Sehun. Semua orang yang ada disana melihat arah yang ditunjuk Sehun, dan terlihat bingung. Luhan juga tampaknya bingung, dia memiringkan kepalanya bingung.
"Little deer…" ucap Sehun. Dan setelah itu, semua member membentuk huruf 'O' di bibirnya, paham. Yang dimaksud Sehun adalah gantungan tas Luhan, Rusa Kecil yang merupakan kado dari Sehun. Luhan yang menyadari itu kembali memperlihatkan rona merahnya.
"Dan dari itu, aku meminjam kamera Lay hyung untuk melihat, apa benar Luhan hyung selalu melihat kami selama ini. Dan ternyata lagi-lagi aku melihatnya disela-sela banyaknya fans. Terima kasih Lay hyung, karena kebiasaan Lay hyung memotret fans, aku sadar keberadaan Luhan hyung." Sehun tersenyum kearah Lay, dan Lay juga tersenyum.
"Kebiasaan aneh hyung ternyata membawa kabar baik juga.. haha.. aaaarrgghhhh!" perkataan Chanyeol langsung terhenti saat sebuah tangan berhasil menjitak kepalanya. Dan pemilik tangan itu adalah Suho. Suho langsung men-death glare Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya bisa meringis mengelus kepalanya.
"Eum, yang terakhir, terima kasih hyung, untuk menyelamatkanku dan Lay hyung dari tomat itu." Sehun kembali menggenggam tangan Luhan erat. Tatapan Sehun sangat mengisyaratkan bahwa ia sangat berterima kasih pada Luhan.
"MWO? Jadi namja itu, Luhan hyung?" Chen terkejut mendengar Sehun. Sehun hanya terkekeh sedangkan Luhan sudah tidak usah ditanya, malu.
"Hyung? Benarkah itu? Aaa…. Gomawo hyung, hyung sampai rela terkena tomat itu." Lay memeluk Luhan sekilas. Luhan tersenyum malu pada Lay.
"Jadi intinya, Luhan hyung tidak pernah meninggalkan kita?" Baekhyun dengan manja bergelayut di lengan Luhan dan dibalas dengan senyum lembut Luhan padanya.
"Benarkah itu, Luhan-ssi?"
Semua pandangan langsung tertuju pada sumber suara, dan disana ternyata manajer EXO yang datang bersama dokter dan Kris. Luhan haya bisa menunduk mengetahui manajer EXO yang datang.
"Bisakah kalian keluar dahulu? Saya akan memeriksa keadaan Sehun sekarang." Ucap dokter yang langsung membuat semua orang disana keluar.
"Luhan-ssi,, bisakah kau jelaskan semua ini?" ucap Manajer EXO pada Luhan sekeluarnya mereka dari ruang Sehun. Luhan yang merasa dipanggil, langsung mendekati manajernya tersebut. Hal ini juga menarik perhatian member EXO yang lainya.
"Maafkan aku, hyung." Ucap Luhan kepada manajernya itu.
"Haasshhh… Bagaimana ini bisa terjadi, Luhan-ssi?" manajer itu tampak memijat pelipisnya. Sedangkan Luhan hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Chakamman, memangnya ada apa hyung?" Suho yang tampaknya tak paham dengan situasi tersebut akhirnya ikut angkat bicara.
"Luhan melanggar perjanjian untuk tidak ikut campur urusan EXO selama masa peralihannya itu." Jelas sang manajer.
"Memangnya kenapa hyung? Bukankah Luhan hyung masih dapat memilih untuk tetap menjadi bagian dari EXO? Sejak 3 hari yang lalu juga Luhan hyung telah menampakkan diri di depan media, bahkan CEO SMent sudah memberikan konfirmasi jika Luhan hyung tidak keluar dari EXO bukan?" ucap Lay membela Luhan.
"Ya aku tahu. Luhan-ssi, jangan lupa besok adalah hari keputusanmu. Pikirkan dengan baik." Akhirnya manajer EXO tersebut mengakhiri percakapannya itu dan pergi. Kris yang merasa ada yang aneh dengan manajernya, akhirnya mengikuti langkah sang manajer.
Luhan sedikit memberikan senyumnya kepada Lay yang sudah membelanya.
"Gwaenchana hyung, semuanya akan lebih baik sekarang." Chen menepuk-nepuk pundak Luhan dan dibalas dengan senyum oleh Luhan.
"Katakan, apa yang sebenarnya terjadi?" sesampainya di kantin rumah sakit, Kris memberanikan untuk bertanya kepada manajernya.
"Ternyata kau peka juga, wufan." Ujar sang manajer singkat. Kris menampilkan smirk khasnya mendengar nama aslinya yang dipanggil sang manajer.
"Wufan? Katakan hyung, apa masalah besarnya." Tanpa basa basi, Kris langsung menanyakan perihal apa yang sampai membuat manajernya menggunakan nama asli Kris. Pasalnya, Kris yang sudah dekat dengan manajernya itu sangat hafal akan sifat manajernya tersebut. Sang manajer akan memanggil nama aslinya jika adanya satu hal yang sangat pelik untuknya.
"CEO SMent, sudah menyiapkan… member pengganti untuk Luhan." Ucap Manajer itu dengan nafas berat. Kris membulatkan matanya.
"Jinjja?"
"Ne, dan sepertinya CEO sudah pasti akan memasukkan 'dia' dalam member EXO."
"Kkeundae, jika Luhan membatalkan keluar dari EXO, bagaimana?"
"Terpaksa, EXO beranggotakan 13. Kau paham sendiri dengan pendirian para CEO kita? Ingat sunbae kalian Super Junior? Bukankah mereka awal hanya 12 member? Tetapi masuk Kyuhyun lagi. Setelah itu Henry juga Zhoumi walaupun pada akhirnya mereka hanya di sub-grup Super Junior. Jadi tidak menutup kemungkinan, EXO menjadi 13 member." ucap manajer dengan sedikit menghela nafas menatap Kris.
Kris memijat pelipisnya pelan. Pusing. Ia menghela nafas berat mendengar penuturan sang manajer. Bagaimana bisa EXO akan bertambah 1 anggota lagi? Kris benar-benar tidak habis pikir dengan CEO SMent itu.
"Nuguya? Apakah kamu mengenalnya?" ucap Kris dengan masih memijat pelipisnya dan tak melihat wajah sang manajer.
Sang manajer meminum kopi yang dipesannya. Diletakkannya cangkir itu di meja dan tampak menghembuskan nafas sejenak.
"Dia… Xi Yan Siasji"
"MWOOO?"
FLASHBACK
"Hyung.. Hyungie…!" Sehun mendekati Luhan di practice room SMent Build
"Eum? Waeyo Sehun-ah?" ucap Luhan tanpa melihat Sehun, ia sibuk membenarkan tatanan rambutnya.
"Hyung mau keluar, eoh?" Tanya Sehun dengan memperhatikan penampilan Luhan yang menurutnya sangat euumm… keren.
"Ah, ne. Hyung akan keluar. Otte? Penampilan hyung?" Luhan terkekeh.
"Dengan sapa hyung? Bolehkah aku ikut? Hyung aku lapaaar…" Sehun pun mengeluarkan aegyo-nya.
"Geeeggeeeeee…..!"
Teriakan itupun sontak membuat Luhan dan Sehun meliat ke pintu masuk ruang latihan SMent itu. Disana berdiri namja dengan penampilan yang.. err.. cute sedang melihat Luhan dan Sehun dengan pandangan yang sedikit.. eum.. sebal.
"Gege,, kau lama ge..!" namja itu menghentak-hentakkan kaki jenjangnya sambil berjalan mendekati Luhan. Sehun melihatnya dengan sinis. Setelahnya ia menatap Luhan.
"Hyung, kau ingin keluar dengannya?" tunjuk Sehun tepat di depan wajah namja itu.
"YAK! Sopan sedikit!" namja itu menepis tangan Sehun kasar. Sehun mendengus melihatnya. Luhan terkekeh melihat tingkah namja itu dan Sehun.
"Gege, palli.. aku lapar." Namja itu menarik tangan Luhan untuk mendekat. Seketika Sehun menarik tangan Luhan yang satunya untuk tidak pergi.
"Hyung, aku ingin bubbletea! Hyung denganku saja!" ucap Sehun. Namja tadi tampak memberikan death glare pada Sehun, dan Sehun juga membalasnya. Luhan tampak bingung melihat kedua orang itu.
"Bagaimana jika kita pergi bertiga? Otte?" Ucap Luhan ceria.
"ANDWAE! – SHIREO!" Namja dan Sehun itu berteriak kompak membuat Luhan harus menutup kedua telinganya.
"Gege, kau udah janji untuk pergi denganku. Gege harus pergi denganku. Palli, aku sudah lapar ge…! Dan kau…" Namja itu melirik sinis Sehun. Sedetik kemudian ia menepis tangan Sehun yang menahan Luhan pergi dengannya. "Jangan merusak acaraku dengan Lu Gege!" lalu ia menarik paksa Luhan pergi dengannya.
"YAAKKK! XI YAN…! AKU MEMBENCIMU!" Teriak Sehun sangat kencang.
"NADO…! OH SEHUN!" balas namja yang ternyata bernama Xi Yan itu tak kalah sengit. Dan ia pun pergi dengan Luhan meninggalkan Sehun yang mengacak rambutnya frustasi.
"AKU BENAR-BENAR MEMBENCINYA!" teriak Sehun.
FLASHBACK OFF
Keesokan harinya, semua member EXO bersama sang manajer berkumpul di ruang rawat Sehun. Tampak disana Sehun menggenggam tangan Luhan yang duduk disebelah ranjangnya dengan erat. Ia tahu bahwa hari ini adalah hari hyung kesayangannya itu memberikan keputusan tentang karirnya di EXO. Sempat Sehun bersyukur karena walaupun kondisinya lemah, tapi setidaknya dia sudah sadar dari komanya yang membuat dia bisa mengikuti rapat ini walaupun terpaksa di ruang inap Sehun.
Suho berdiri disebelah Kris. Kris tampak menunjukkan raut wajah yang sulit ditebak. Hal itu sempat membuat Suho bingung dengan Kris, tetapi ia hiraukan perasaan itu. Lay duduk bersebelahan dengan Tao dan D.O. Baekhyun, Chanyeol duduk berdampingan dengan Chen dan Xiumin. Dan Kai berdiri dekat sang manajer.
Ceklek..
"Selamat siang."
CEO SMent yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang dalam ruangan itu. Semua member membungkuk hormat kepada sang CEO tersebut. Sehun sedikit menundukkan kepalanya, posisinya yang sedang tiduran membuatnya hanya bisa menggerakkan kepalanya.
CEO tersenyum dan melangkah mendekati Sehun. "Bagaimana kondisimu, Sehun-ssi?"
"Aku sudah mendingan. Gomawo" Ucap Sehun dengan senyum yang melekat di bibirnya. CEO itu kembali tersenyum. Setelahnya, ia memandang Luhan yang berdiri di sebelah ranjang Sehun. Luhan yang mengetahui ditatap, hanya bisa memberikan senyum tipisnya.
CEO itu berjalan agak menjauh dari ranjang Sehun dan berdiri di tengah-tengah member EXO dan manajernya itu.
"Kedatangan saya kesini, pastinya sudah kalian ketahui. Sesuai perjanjian awal, hari ini tepat 2 minggu untuk Luhan-ssi memikirkan keputusannya. Dan saya rasa tidak perlu basa basi lagi. Luhan-ssi, bagaimana keputusan akhirmu" ucap CEO itu dengan melihat Luhan. Semua member EXO juga ikut melihat Luhan, menunggu apa jawaban Luhan.
Luhan menatap Sehun yang berbaring di sebelahnya. Sehun tersenyum lembut padanya. Ia menganggukan kepalanya pada Luhan. Luhan tersenyum, dan setelahnya, ia melihat CEO itu.
"Sebelumnya maafkan kesalahanku yang telah membuat situasi yang sulit untuk semuanya. Maafkan aku yang telah membuat kekacauan baik di EXO maupun di SMent sendiri. Setelah aku pikirkan, posisiku masih sangat dibutuhkan di EXO, EXO dan SMent sudah aku anggap sebagai keluarga sendiri. Dan untuk itu, aku tetap menjadi bagian EXO." Jelas Luhan yang langsung membuat seluruh member disana terharu dengannya. Baekhyun dan D.O langsung memeluk Luhan. Member lain tersenyum lembut pada Luhan. Dan Sehun akhirnya menggenggam tangan Luhan dan tersenyum ke arahnya.
"Baiklah, jika begitu. Luhan-ssi,, saya harap, besok kembalilah ke dorm EXO. Aku harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi." Jelas CEO yang langsung dibalas Luhan dengan membungkuk hormat padanya.
"Tapi…" CEO itu kembali meneruskan kalimatnya yang membuat Kris langsung membuang muka. Tanpa didengarkan pun, Kris telah mengetahui arah pembicaraan ini. Lain halnya dengan member EXO yang lain. Mereka menatap CEO SMent itu dengan wajah bingung.
"Kami telah setuju untuk memberi sedikit perubahan untuk lini EXO." Kalimat itu semakin membuat member yang ada disana bingung. Sebenarnya apa maksud CEO ini? Perubahan?
"Kami akan menambah 1 member dalam posisi EXO."
"MWO?" dengan kompaknya semua member EXO terkejut mendengar perkataan sang CEO. Tidak percaya lebih tepatnya. Suho menatap Kris yang berdiri disebelahnya.
"Apa kau tahu soal ini?" Suho berbisik pada Kris. Bagaimanapun Suho curiga dengan ekspresi Kris yang tidak terkejut dengan kabar ini. Kris melihat Suho sekilas, ia membuang nafas berat dan menutup kedua matanya. Acuh. Suho menghela nafas berat juga. Sudah kukira. Batinnya.
Luhan dan Sehun saling pandang. Begitupun dengan member lain. Keputusan ini sangat membuat mereka shock. Bagaimana bisa mereka bertambahkan 1 anggota lagi? Dan setelah itu…
Ceklek.
"Annyeong hasimikka"
Semua pandangan terarah pada sudut pintu masuk ruang inap Sehun itu. Disana berdiri seorang namja dengan penampilan casual, celana blue jeans dengan atasan kemeja putih tipis dan menggunakan topi. Semua orang minus Kris dan Manajer EXO, membelalakkan matanya melihat namja yang baru memasuki ruang itu. Apalagi Sehun dan Luhan yang tampak sangat terkejut.
"Kenalkan, EXO member ke 13" ucap CEO sambil merangkul pundak namja itu.
"Annyeong hasimikka, joneun Xi Yan Siasji. Chinese member. Bangapseumnida." ucap namja itu sambil tersenyum pada semua orang disana.
"Xi Yan?" Luhan, Lay, dan Tao yang member Chinese langsung mengenalinya. Sehun memicingkan matanya melihat Xi Yan itu. Pikirannya campur aduk.
"Sementara, Xi Yan akan tinggal di dorm kalian juga. Untuk itu…" CEO langsung melihat Manajer EXO. Merasa diperhatikan, sang manajer pun mengambil secarik kertas dari saku bajunya.
"Dia akan tinggal bersama kita. Akan ada perubahan kamar di dorm EXO. Pembagian kamar EXO yang terbaru, Kamar 1 akan ditempati Xiumin, Chen, Kris dan saya. Kamar 2, Chanyeol, Baekhyun dan Tao. Kamar 3 Kai, D.O, Lay dan Suho. Dan kamar 4 Sehun, Luhan dan Xi Yan." Ucap manajer itu dan disambut senyum oleh sang CEO.
"Semoga kalian cepat akrab, ne?" CEO itu pamit keluar, manajer EXO mengikuti langkah sang CEO keluar.
Blam.
Pintu tertutup menyisakan ruangan yang ber 13 namja yang masih terdiam akibat ketidakpercayaan atas apa yang baru saja terjadi.
Sreg..
"Gege, bogoshipposeo.." Xi Yan mendekati Luhan dan langsung bergelayut manja pada Luhan. Luhan agaknya terkejut dengan tingkah Xi Yan yang tiba-tiba.
"Xi Yan, sejak kapan kau mengetahui ini? Kenapa tidak memberitahu gege?" Lay bertanya pada Xi Yan. Sesama Chinese, Lay, Tao, Kris, Luhan dan Xi Yan sebenarnya sudah saling mengenal.
"Jika aku memberitahukannya, bukannya tidak menjadi kejutan, ne, Lu gege?" ucap Xi Yan sambil menatap Luhan yang masih saja ia peluk lengannya. Luhan tersenyum padanya. Sedangkan Lay hanya mendengus mendengarnya.
Sehun menatap sinis Xi Yan. Menyadari itu, Xi Yan melihat Sehun sekilas.
"Bagaimana kabarmu, Oh Se Hun?" ucap Xi Yan dengan penuh penekanan di nama Sehun.
"Sangat baik, bahkan akan lebih baik jika tanpamu, Xi Yan." Ucap Sehun pedas. Xi Yan menatap Sehun tajam begitupun Sehun.
"Sehun, jaga ucapanmu. Bagaimanapun, dia lebih tua darimu." Ucap Suho menengahi. Suho telah merasa adanya hawa tidak baik diantara Sehun dan Xi Yan.
"Hanya 2 bulan." Potong Sehun cepat dengan masih menatap Xi Yan tajam.
"Setidaknya aku lebih tua darimu, Magnae" ujar Xi Yan dengan penekanan kata Magnae. Xi Yan tersenyum sinis pada Sehun. Setelahnya, ia kembali menggelayut manja pada Luhan.
"Gege, aku merindukanmu." Xi Yan menaruh kepalanya di pundak Luhan. Semua yang ada disana membulatkan matanya melihat tingkan Xi Yan terhadap Luhan. Tidak percaya. Sedangkan Luhan tampak bingung harus berbuat apa.
"Nado.." akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulut Luhan. Ia mengelus lembut rambut Xi Yan dan tersenyum tanpa Luhan sadari Sehun menatapnya tajam.
Xi Yan melirik ke arah Sehun, dan ternyata Sehun tengah menatapnya tajam. Xi Yan mengeliarkan Smirk nya kepada Sehun.
Lulu Gege,, kau pasti akan kembali padaku. Batin Xi Yan
Tidak akan aku biarkan ini berlanjut! Batin Sehun
"Apalagi ini….." lirih Suho menatap Kris. Kris mengangkat kedua bahunya, dia pun tak tahu bagaimana ini bisa terjadi. Sebagai Leader ini merupakan tugas baru bagi mereka. Dan tampaknya, akan semakin membuat mereka frustasi.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
