"Argh... lo harus cepat Lay, sebelum terjadi apa-apa pada Suho hyung..." gumam Lay lemah menyemangati dirinya. Dengan sekuat tenaga Lay bangun dan keluar kamar tanpa sepengetahuan Luhan yang sedang berada di kamar KaiDO.
.
.
.
I'll Get You, KIM JOON MYUN!
Author : Mir
Main Cast : Lay, Suho EXO
Support Cast : All of member EXO, Daehyun BAP, Woohyun Infinite, EunHae SuJu
Warning : typo, gaje
.
.
.
Maaf banget Mir sangat telat update, otak Mir lagi buntu banget!
Soalnya kemaren hari-hari Mir penuh dengan kegalauan, entah itu galau lulus UN dan lulus SNMPTN. Jadi Mir nggak fokus buat nulis ff :(
Maaf ya udah ngecewain readers sekalian
Trus pas tau mv teaser EXO keluar, hati Mir sedikit terobati (?)
Mir langsung buru2 buka yutub. Tetapi begitu melihat adegan Kai mencium yeoja lain... nyeseknya nggak nahan!
Dan Mir langsung buat ff oneshoot 'I'm Jealous' versi KaiSoo. Ada yg udah baca? ^^ /promosi/ *plak*
Mir tau Chap 9 ini hancur. Mir bakal perbaiki semua di Chap 10.
Meski chap 9 ini 4000-an words, setelah Mir baca lagi kok jadi terasa singkat ya? entah lah -_-
Makasih banyak buat reviewers di chap-chap yang sebelumnya! Maaf Mir nggak bisa bales lagi huhuhu :'(
.
CeKaiDOt! Happy reading!
.
.
.
CHAPTER 9
.
.
Woohyun dan Daehyun kini telah sampai didepan kamar Suho dan Sehun. Daehyun menatap Woohyun yang tampak sedang mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Itu apa Nam?" tanya Daehyun bingung. Ia memang belum mengetahui apa rencana Woohyun untuk membunuh Suho.
Woohyun menunjukkan benda itu tepat ke wajah Daehyun. Wajah Daehyun langsung pucat seketika. "S-s-s-s-s-suntik?" ucap Daehyun ketakutan sambil melangkah mundur jauh-jauh dari Woohyun.
Woohyun segera menarik baju Daehyun sebelum bocah itu benar-benar pergi. "Huahaha maaf gue lupa lo paling takut sama suntik! Kalau begitu lo tunggu aja diluar, biar gue yang ngejalanin rencana ini sendiri. Lo harus pastiin jangan sampai ada yang masuk kekamar Suho-Sehun ini. Arra?" ujar Woohyun sambil menyembunyikan suntik itu di belakangnya agar tak kelihatan oleh Daehyun.
"Lo mau apain suntik itu Nam?" tanya Daehyun ketakutan.
"Tentu saja ini adalah senjata yang akan kita gunakan untuk membunuh Suho. Suntik ini sudah berisikan cairan racun yang bisa membunuh seseorang dalam jangka waktu 30 menit. Gue bakal gunain kekuatan gue yaitu menghilangkan jati diri, lalu gue masuk kekamar itu dan gue tinggal menyuntik Suho secara diam-diam. Jika sudah lewat 30 menit, Suho langsung mati." Jelas Woohyun dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Daehyun saja saking kecilnya suara itu.
"Woah... darimana lo dapat racun itu?" tanya Daehyun.
"Itu sih... rahasia. Kepo amat sih lu. Pokoknya jaga diluar, jangan sampai ada yang masuk!" perintah Woohyun sebelum menghilangkan jati dirinya.
Dan sekarang, tinggal lah Daehyun sendirian di depan pintu kamar Suho-Sehun. "Semoga rencana kali ini berhasil." Gumam Daehyun.
.
.
.
Dengan langkah yang terhuyung-huyung, Lay berusaha membawa dirinya menuju kamar Suho-Sehun. Sesampainya disana ia menemukan Daehyun yang tengah berdiri di depan kamar.
"Daehyun-ah..." panggil Lay lemas.
Daehyun yang awalnya sedang melamun, begitu mendengar suara Lay langsung membulatkan matanya. "Lay?"
"Kalian apakan Suho hyung?" tanya Lay langsung to the point.
"Ani... hanya melakukan sedikit permainan..." jawab Daehyun asal. Lay tampak tak puas dengan jawaban Daehyun sehingga Lay menatap Daehyun dalam-dalam. Yang ditatap pun merasa risih dan akhirnya menyerah.
"Oke oke aku menyerah. Ini rencananya Namu, dia sekarang sedang menghilangkan wujudnya untuk masuk ke dalam kamar Joonmyun hyung." Jawab Daehyun dengan suara pelan, takut ada yang mendengar selain Lay.
"Untuk...apa?" tanya Lay lagi. Kondisi Lay semakin lemas. Bagi seorang healer, kondisi tubuh yang buruk adalah kelemahan terbesar.
Daehyun menyadari kondisi Lay yang tidak biasa. "Lay, gwenchana?"
"Daehyun-ah, jawab pertanyaan gue tadi..."
Daehyun tampak ragu-ragu sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Lay. "Untuk menyuntikkan cairan beracun kedalam tubuh Joonmyun hyung. Dalam waktu 30 menit Joonmyun hyung akan meninggal."
DEG
Mata Lay membesar dan mulutnya terbuka menatap Daehyun tak percaya.
Suho hyung akan meninggal?
"Dae katakan ke gue kalau lo bohong!" teriak Lay sambil mencengkram kedua bahu Daehyun dengan lemas.
"Ani Lay, gue nggak bohong. Bukannya ini tujuan awal lo datang ke sekolah ini?" ujar Daehyun. Saat jemari Lay menyentuh bahu Daehyun, Daehyun merasakan panas yang luar biasa merambat ke bahu nya. Tangan Daehyun pun langsung menempel pada kening Lay.
"Lay lo panas banget! Lo demam?" tanya Daehyun hampir berteriak saking khawatirnya.
Lay mengangguk lemah. "Sepertinya begitu. Entah karena gue stress berat atau apa membuat kondisi gue melemah sehingga muncul penyakit dari dalam. Ini penyakit khusus pemegang kekuatan 'healer'. Dan seorang healer tidak bisa menyembuhkan penyakit yang datang dari dalam dirinya sendiri." Jelas Lay dengan nada yang lambat.
Daehyun menatap Lay khawatir. "Ayo kita kerumah sakit sekarang!"
Lay menggeleng. "Nggak! Biarkan gue masuk ke dalam kamar Suho hyung sebelum Namu berhasil menyuntik Suho hyung!" ucap Lay sambil mendorong Daehyun.
Daehyun sedikit shock melihat perubahan sikap Lay. Bukankah dulu sepupunya itu lah yang paling bersemangat untuk membunuh Suho?
"Lay... jangan-jangan lo—"
"GYAAA SUHO HYUUUNG! HYUNG BERTAHANLAH!" tiba-tiba terdengar teriakan Sehun dari dalam kamar itu. Lay dan Daehyun refleks menolehkan wajah mereka ke arah pintu. Pasti Woohyun sudah berhasil menyuntik Suho dengan cairan beracun itu!
"S-Suho hyung..." panggil Lay lemas sambil berusaha menyeret kakinya untuk masuk kedalam kamar itu.
Sreeet
Tiba-tiba saja tubuh Lay berhenti bergerak. Lay tidak bisa menggerakkan tubuhnya sendiri. Ada apa ini?
"Gue nggak bakal biarin lo masuk ke kamar itu Lay. Joonmyun hyung sudah terlanjur kena racun, sekarang lo mau berbuat apa dengan kondisi lemah seperti itu?" tanya Daehyun.
Lay melirikkan matanya ke arah bawah, dan benar saja! Bayangannya terikat oleh bayangan Daehyun sehingga dirinya akan selalu mengikuti gerakan Daehyun layaknya sebuah bayangan. Ini adalah kekuatan Daehyun. Sang pengunci bayangan.
"Dae lepasin gue.. Suho hyung sedang membutuhkan kekuatan gue.." pinta Lay memelas.
"Nggak akan! Menyembuhkan seseorang itu membutuhkan energi yang besar! Lo mau jadi sekarat demi nyelamatin Joonmyun hyung?!" omel Daehyun.
"Akan gue lakukan! Cepat lepasin gue sekarang Jung Dae Hyun!" emosi Lay meledak. Wajah Daehyun menjadi cengo melihat sepupunya yang seperti ini. Seumur hidup, belum pernah dia melihat Lay begitu bersikeras ingin menyelamatkan nyawa seseorang sampai rela mengorbankan dirinya. Apalagi jika melihat sifat Lay yang kelewat cuek.
Disaat suasana yang mencekam dan menegangkan itu, tiba-tiba terdengar suara langkah yang mendekat yang ternyata adalah suara langkah dari Luhan. "Lay? Lo disini rupanya!" suara Luhan mengintrupsi keduanya. Melihat ada orang lain, mau tak mau Daehyun terpaksa melepas ikatan bayangannya pada Lay. Begitu mendapati dirinya bebas, tanpa menyahuti pertanyaan Luhan, Lay langsung menerobos masuk ke kamar Suho dan Sehun. Setibanya didalam ia sudah menemukan Suho tergeletak tak berdaya di atas pangkuan Sehun.
Mata Sehun langsung berbinar begitu menemukan Lay berdiri di ambang pintu. "Lay hyung!" panggilnya sedikit berteriak. Woohyun yang sedang berada disana dengan wujud yang tak tampak langsung menjadi kaget begitu Lay masuk.
'Ck mengapa Lay bisa masuk kesini? Bukannya tadi ia masih frustasi?' batin Woohyun bingung.
Lay segera menghampiri Suho dan Sehun. "Tenang saja Sehun-ah… gue bakal selamatin Suho hyung…" ujar Lay sambil menatap Sehun yakin. Sehun mengangguk ragu.
Setelah itu, Lay langsung berkonsentrasi sambil meletakkan tangannya tepat di atas perut Suho. Cahaya berwarna hijau kebiruan pun mulai keluar dari telapak tangan Lay dan masuk ke dalam tubuh Suho. Setelah cukup lama melakukan itu, tiba-tiba Suho terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya. Sehun sangat kaget saat keluar darah dari mulut Suho. Refleks ia segera menggapai kain terdekat untuk mengelap mulut Suho.
Sehun menatap Lay khawatir. "Lay hyung, apa ini tidak apa-apa?" Tanya Sehun.
Lay masih konsentrasi pada kerjaannya. Keringat semakin bercucuran di wajahnya. "Tidak apa-apa Sehun, yang keluar itu adalah darah yang sudah tercampur oleh racun." Jawab Lay seadanya.
Daehyun, Luhan dan Woohyun—yang ternyata masih stay di kamar—menatap kejadian itu tanpa berkedip dengan makna tatapan yang berbeda. Daehyun semakin khawatir melihat kondisi Lay apalagi melihat banyak keringat bercucuran di wajahnya. Luhan yang tidak mengerti apa-apa itu hanya bisa cengo. Sedangkan Woohyun, namja tampan itu masih tidak percaya Lay yang dulunya berambisi membunuh Suho sekarang malah berbuat kebalikannya.
Beberapa menit kemudian akhirnya telapak tangan Lay berhenti mengeluarkan cahaya. Suho pun sudah berhenti batuk dan mulai membuka matanya. Sehun langsung mengeluarkan napas lega.
"Ukh… Apa yang terjadi?" Tanya Suho sambil memegang kepalanya karena pusing.
"Hyung sudah sadar? Tadi saat hyung sedang mengerjakan tugas tiba-tiba saja hyung pingsan." Jelas Sehun sambil membantu Suho mengubah posisi menjadi duduk.
"Oh ya… entah mengapa tiba-tiba tadi tubuh gue nggak bisa tergerak, seperti habis di racuni, dan semuanya menjadi gelap." Ucap Suho, membuat Woohyun sedikit terbatuk-batuk karena ia lah dalang dari semua ini. Untung saja yang lain tidak bisa mendengar suara Woohyun.
Beberapa saat kemudian, Lay semakin tidak bisa mengendalikan dirinya sehingga ia tumbang kebelakang. Untung saja refleks Daehyun cepat sehingga ia langsung menahan tubuh Lay agar tidak jatuh.
"Lay hyung!" panggil Sehun tertahan. Entah kesialan apa yang menimpa dirinya sehingga hari ini ia harus melihat 2 hyungnya jatuh pingsan.
Suho yang belum sepenuhnya sadar langsung melihat kearah kanannya dan ia menemukan sang pujaan hati /ups/ maksudnya menemukan sang dongsaeng sudah lemas pingsan tak berdaya dalam dekapan Daehyun.
"Lay?" panggil Suho.
"Luhan hyung! Tolong bantu gue bawa Lay ke rumah sakit sekarang!" ujar Daehyun pada Luhan yang masih membeku di ambang pintu. Luhan yang awalnya sedang melamun sedikit tersentak kaget, lalu ikutan masuk ke kamar dan membantu Daehyun untuk menopang tubuh Lay keluar kamar.
"Hun, apa yang terjadi dengan Lay?" Tanya Suho -ehem- khawatir.
Sehun menaikkan kedua bahunya bersamaan. "Molla hyung, gue mau susul Lay hyung. Hyung istirahat aja dulu disini, gue bakal kasih kabar ke hyung nanti." Pamit Sehun sebelum akhirnya ia menyusul Daehyun, Lay dan Luhan. Woohyun—yang masih dalam wujud transparan—pun mengikuti Sehun dari belakang untuk menyusul Lay dan yang lainnya.
Suho menunduk, lalu memegang dadanya.
Sakit.
'Kenapa bisa sesakit ini saat melihat kondisi Lay yang seperti itu?' batin Suho dengan raut wajah yang gelisah. Ada apa dengan dirinya?
.
.
.
Hospital
"Laaaaay! Kok lo bisa berbuat nekad kayak gitu sih? Untung saja di rumah sakit ini masih ada dokter handal, jadi nyawa lo bisa terselamatkan! Dasar babo asdfghjkl—"
"Ya Namu! Lay baru aja sadar malah langsung lo marahin kayak gitu!" tegur Daehyun.
"Lagian siapa suruh kalian membunuh Suho hyung hah?!" lawan Lay. Elah baru sembuh juga Lay -"
Woohyun menoel kepala Lay. "Heh bukannya itu tujuan utama lo datang ke sekolah ini?!" kesal Woohyun.
Daehyun angguk-angguk tanda setuju. "Namu benar, lo kenapa malah nyelamatin hidupnya Joonmyun hyung sih Lay?" Tanya Daehyun bingung.
Lay menundukkan wajahnya, tak berani bicara. Masa ia harus bilang kalau sebenarnya ia mencintai…...….ah lupakan.
"Nggak kenapa-kenapa kok. Gue cuma nggak mau aja ada orang lain selain gue yang membunuh Suho hyung." Dusta Lay sambil buang muka.
Tangan Woohyun langsung memegang wajah Lay dan memaksanya untuk menghadap dirinya. "Tatap mata sayaaaa~ jujur lah wahai Zhang Yi Xing! Buat apa lo menyelamatin Suho hah?!" Tanya Woohyun sekali lagi. Udah kayak peramal aja ni orang -_-
"Jangan-jangan…. Lay sudah jatuh cinta pada Joonmyun hyung?" ucap Daehyun tiba-tiba. Woohyun dan Lay langsung serempak mengalihkan wajah ke namja imut itu.
"Apa?! Jangan bercanda!" teriak Lay dengan semburan merah di wajahnya.
"Hmm alasan yang masuk akal Daehyun. Lay pasti sudah jatuh pada pesona Suho. Yahh gue sebenarnya nggak kaget banget sih, soalnya Suho emang ganteng." Ujar Woohyun.
"Nee gue setuju Nam! Selain ganteng dia juga berhati malaikat! Kulitnya putih mulus trus juga sifatnya dewasa, pokoknya oke banget buat di jadiin pacar!" tambah Daehyun.
"Bener banget. Nggak salah dia jadi salah satu idola di sekolah ini."
Lay mempoutkan bibirnya lucu begitu mendengar kedua sepupunya memuji-muji calon ehem tunangannya. Hey Lay sadarlah, Woohyun dan Daehyun hanya sedang memanas-manaskan dirimu -_-
"Yaa kenapa kalian malah memuji Suho hyung?!" teriak Lay nggak terima.
Woohyun dan Daehyun langsung nyengir bersamaan. Mudah banget Lay ini di pancing.
"Ups ada yang cemburu." Ucap Daehyun terkikik geli.
Wajah Lay memerah padam. "S-siapa yang cemburu? Ngawur aja lo Dae!" sangkal Lay.
"Udah deh jangan berakting lagi Lay. Udah jelas banget di jidat lo tertulis 'JEALOUS'. Jujur aja sama kami, lo sebenarnya emang cinta kan ama Suho?" Tanya Woohyun langsung to the point. Lay menelan salivanya dengan susah payah. Ia harus jawab apa?
"G-gue…" ucap Lay tergugup.
"Gue apaaaa?" goda Woohyun dan Daehyun bersamaan. Atau mungkin mulai sekarang bisa kita panggil 2hyun evil.
"Gueeeeeeeeeeeee…"
"Apaaaaaaaa?" Tanya 2hyun semakin menjadi.
'Ni dua orang semangat banget ngerjain gue -_-' kesal Lay dalam hati.
"Gue…nggak jadi ah." Ucap Lay gaje, membuat Daehyun dan Woohyun jadi cengo.
"Kok lo gitu sih Lay… Php banget sama kita berdua…" ucap Woohyun sedih.
"Iya nih… Lay nggak asyik banget…" tambah Daehyun.
Lay menarik napasnya dalam-dalam lalu mengeluarkan nya dengan sekali hentakan. "IYA! GUE SUKA SAMA SUHO HYUNG! GUE CINTA AMA DIA! PUAS LO BERDUA?" teriak Lay sekuat-kuatnya, nggak nyadar kalau lagi di rumah sakit.
Dan senyuman pun mengembang pada bibir Daehyun dan Woohyun.
"Hihihi akhirnya uri Lay jatuh cinta~" ucap Daehyun sambil memeluk Lay.
"Lay hwaiting! Lusa lo bakal tunangan dengan Suho! Aah gue nggak nyangka bakal didahuluin Lay…" kata Woohyun sambil menerawang (?).
Hati Lay 'sedikit' lega saat sudah mengakui perasaannya pada kedua sepupunya itu. Tetapi belum sepenuhnya lega, karena ia belum menceritakan semua kesalahannya pada Suho, termasuk kebohongannya mengaku sebagai 'Chanhyun' saat di SMS.
"Daehyun-ah… Namu… di ruangan ini hanya ada kita bertiga kan?" Tanya Lay tiba-tiba.
Woohyun mengangguk. "Ne, tadi Luhan hyung sempat ikut mengantar lo kesini. Tetapi tiba-tiba dia ada urusan mendadak sehingga harus pergi. Dia titip salam buat lo." Jelas Woohyun.
Lay menelan salivanya dengan perlahan, sebelum akhirnya ia memulai cerita. "Gue… mau cerita ke lo pada. Tolong dengerin baik-baik." Ucap Lay, membuat Woohyun dan Daehyun mendekatkan diri mereka ke Lay.
Lay pun mulai menceritakan semuanya dengan jelas dan detail.
.
.
.
Tap tap tap
Suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar di koridor rumah sakit. Dia adalah Oh Se Hun yang sedang mencari kamar rawat no 211—kamar Lay—yang barusan ia tanya pada resepsionis. Masih ingat kan tadi Sehun berkata pada Suho bahwa ia akan menyusul Lay?
"Kondisi Lay hyung emang parah banget ya sampai-sampai harus dibawa ke rumah sakit?" gumam Sehun dengan suara kecil sambil tetap fokus mencari kamar rawatnya Lay. Sampai akhirnya ia berhasil menemukan kamar itu.
"Nah itu dia!" girang Sehun. Maknae itupun mempercepat langkah kakinya menuju pintu. Saat ia mau menyentuh kenop pintu, gerakannya terhenti saat mendengar suara Lay dari dalam kamar.
"Gue… mau cerita ke lo pada. Tolong dengerin baik-baik."
DEG
Tiba-tiba rasa kepo Sehun muncul saat mendengar Lay berkata seperti itu. Ayolah, siapa yang tidak penasaran saat mendengar kalimat seperti itu?
Seakan baru tersadar dari lamunan, Sehun menggelengkan kepalanya kuat.
'Andwae Sehun-ah! Ini privasi Lay hyung! Lo nggak boleh menguping!' batin Sehun sambil menatap pintu itu.
'Tapi…. Apa salahnya mendengar sedikit? Apalagi selama ini gue udah curiga sama Lay hyung…' batin Sehun lagi. Selama ini Sehun memang sudah mulai curiga dengan gerak-gerik Lay. Kalian masih ingat saat di pulau Jeju, lutut Lay sempat berdarah kan karena baru keluar dari hutan?
Flashback
Sehun sedikit meringis saat melihat ada luka di lutut Lay yang cukup besar yang dari tadi tertutup oleh celana panjang Lay. Sepertinya itu bekas goresan ranting atau benda-benda lain yang ada di hutan tadi. Berbeda dengan Sehun, Lay yang merasakan luka itu malah tampak tenang-tenang saja.
"Apakah itu sakit hyung?" tanya Sehun hati-hati.
Lay melirik ke arah lukanya. "Gwenchana Sehun, lo lupa kalau gue seorang healer?" ucap Lay sambil meletakkan telapak tangannya beberapa cm di atas luka tersebut. Lalu keluar lah sinar berwarna biru dari telapak tangan itu, dan lama kelamaan luka Lay tertutup tak berbekas.
Sehun membulatkan matanya kaget. "Hyung bisa menyembuhkan diri sendiri?"
Lay mengangguk. "Tentu saja. Makanya sekarang jangan khawatir lagi, ayo kita segera tidur. Benarkan Suho hyung?" tanya Lay sambil melirik Suho.
Flashback END
Nah mulai disana lah Sehun mulai curiga dengan Lay. Seingat Sehun, yang bisa menyembuhkan diri sendiri itu hanya bisa dilakukan oleh healer minimal tingkat 3. Jika Lay bisa menyembuhkan lukanya sendiri lantas mengapa Lay berkata dirinya healer tingkat 4? Saking penasarannya Sehun sampai ke perpustakaan untuk membuktikan bahwa dugaannya itu benar. Dan ternyata dugaannya memang benar! Itu artinya Lay sudah berbohong mengatakan dirinya healer tingkat 4.
Oh betapa jeniusnya maknae kita yang satu ini =_=
.
.
Setelah lama bertempur dengan pikiran sendiri, akhirnya Sehun memutuskan untuk menguping pembicaraan ketiga sepupu yang berada di dalam itu.
Ia mendengar Lay menceritakan semua kebohongannya selama berada di kelas A, tepatnya kebohongan pada Suho. Sehun pun tidak bisa menyembunyikan raut wajah kagetnya saat mendengar cerita Lay yang diluar dugaannya itu. Ia memang curiga pada Lay, tetapi sangat tidak berpikiran bahwa Lay adalah calon tunangannya Suho!
Calon. Tunangan. Suho.
Calon tunangan? Suho?
CALON TUNANGAN LOH! TUNANGAAAN!
'OH MY GOD! WHAT THE HELL? LAY HYUNG ITU CALON TUNANGAN SUHO HYUNG?' kaget Sehun dengan wajah lebainya sampai lompat-lompat di koridor rumah sakit.
Setelah menarik napas dalam-dalam dan menenangkan diri, Sehun kembali mendekat ke pintu dan mulai menguping lagi.
"Tetapi... seiring waktu berjalan gue lama-lama jadi nyaman berada didekat Suho hyung. Apalagi saat melihat wajah angelicnya, dari awal gue emang nggak tega buat bunuh dia. Dan akhirnya... setelah melihat ketulusan hatinya gue jadi cinta beneran deh sama dia..." ucap Lay panjang lebar dengan suara yang memelas.
'Lay hyung suka pada Suho hyung?' batin Sehun sedikit cemas. Sebenarnya sih tidak ada yang perlu dicemaskan karena Lay dan Suho akan bertunangan lusa. Yang jadi masalah adalah apa Suho bisa menerima ini semua?
'Huft... lebih baik gue balik ke asrama sekarang. Orang dewasa itu emang ribet.' Batin Sehun lagi sambil berjalan menjauhi kamar rawat Lay. Niat awalnya yang ingin menjenguk hilang entah kemana.
.
.
.
Careless, careless. Shoot anonymous, anonymous. Heartless, mindless. No one who care about me~
HP Suho berdering keras, membuat sang empu tersadar dari lamunan panjangnya. Apa yang sedang kau lamunkan Suho? -_-
"Ne yoboseyo?" tanya Suho mengangkat panggilannya.
"Ya hyung! Ini gue Gongchan! Hyung nanti malam jadi pulang kerumah kan?" tanya Gongchan, dongsaengnya Suho.
Suho menepuk jidatnya pelan. Bagaimana bisa ia lupa kalau nanti malam ia akan pulang ke rumah? Rumah Suho dan asrama tidak terlalu jauh, jadi ia bisa pulang kapan saja. Tetapi tujuan Suho pulang kali ini adalah karena lusa ia harus bertunangan.
"Ne Gongchannie, tentu saja hyung ingat. Nanti malam hyung pasti pulang." ucap Suho sambil cengengesan. Padahal sebenarnya dia lupa tuh -_-
"Baiklah hyung, gue tunggu dirumah! Annyeong!" ucap Gongchan sebelum menutup sambungan telponnya.
Tubuh Suho langsung menjadi lemas seketika. Ia tidak menyangka waktu berjalan secepat ini. Suho pun menundukkan wajahnya. "Mengapa... rasanya gue jadi nggak pengen di jodohkan?" gumam Suho pelan. Tiba-tiba saja wajah Lay melintas di pikiran Suho.
"Lay... apa ini gara-gara lo? Apa gue salah karena...udah jatuh cinta sama lo?" tanya Suho sambil menerawang kedepan. Sungguh, Suho belum pernah segalau ini sebelumnya.
Ceklek!
Mata Suho langsung terarah kepintu begitu terdengar bunyi pintu dibuka. Ternyata yang masuk adalah roomatenya, Sehun.
"Sehun, bagaimana keadaan Lay?" tanya Suho tanpa basa-basi.
"Hmm… sepertinya baik-baik saja. Dia sudah sadar." Jawab Sehun.
"Oooh..." sahut Suho masih tetap memandang maknae itu.
Suho merasakan ada yang lain dengan Sehun. Ia sudah 6 tahun menjadi roommate Sehun, jadi ia sudah paham betul dengan sifat Sehun.
"Lo kenapa Hun? Ada masalah?" tanya Suho lagi.
"A-anni hyung, tidak ada apa-apa."
Suho mengerunyutkan dahinya. Pasti ada sesuatu yang Sehun sembunyikan darinya.
"Hhh yasudah lah. Bagus deh kalau tidak ada apa-apa." Ucap Suho kemudian. Kalau sudah saatnya nanti, Sehun pasti akan cerita padanya. Itu pasti.
Sehun segera merebahkan dirinya dikasur yang super empuk itu. Suho pun mulai beranjak mengambil tasnya sebagai tempat mengemasi beberapa barangnya.
"By the way Hun, gue nanti malam mau pulang kerumah."
"Ooh iya, besok sudah mulai liburan musim panas ya. Tetapi tumben sekali hyung pulang, apa Gongchan hyung mengajak hyung bermain?" tanya Sehun sambil melihat langit-langit kamar. Jika sedang libur musim panas kebanyakan murid-murid biasanya akan pulang ke rumah masing-masing untuk melepas rindu pada keluarga. Tetapi biasanya Suho tidak pulang karena ia bisa pulang kapan saja dengan jarak rumah yang tidak terlalu jauh dari asrama.
Suho menggeleng kecil. "Ani, ini karena lusa hyung akan bertunangan. Lo lupa?"
"Aihh iya. Hyung akan bertunangan dengan….. Chanhyun…." Ucap Sehun tertahan. Tiba-tiba ia teringat semua ucapan Lay saat dirumah sakit tadi.
Tunangan Suho bukan Chanhyun! Tapi Lay!
Suho melirik Sehun, tetapi tangannya masih tergerak untuk memasukkan beberapa baju yang akan ia bawa pulang. "Iya, hyung akan bertunangan dengan Chanhyun." Ulang Suho lagi.
"Ne hyung gue tau. Semoga pertunangan hyung nanti berjalan dengan lancar…" ucap Sehun pelan.
"Hahaha itu pasti. Lo akan datang kepertunangan gue kan Hun?"
"Ne hyung. Nggak mungkin gue gak datang dihari bahagianya hyung…" jawab Sehun.
Suho pun tersenyum lembut pada dongsaeng yang paling ia sayangi itu.
"Gumawo ya Hun."
"Cheonma hyung…"
Sehun menutup kedua matanya, lalu menghembuskan napas panjang.
'Di hari bahagianya hyung..? Gue ragu apakah hyung akan bahagia di hari itu…' gumam Sehun dalam hati.
Dan tanpa Sehun ketahui, diam-diam Suho juga ikut menghembuskan napas panjang.
'Hari bahagia gue? Benarkah gue akan bahagia?' gumam Suho pasrah.
.
.
.
.
.
Malamnya...
Kini seluruh murid kelas A sedang makan malam bersama seperti biasanya. Suasana terus hening sampai akhirnya Kris selaku ketua kelas membuka pembicaraan.
"Seperti yang kita semua tahu, mulai besok kita sudah liburan musim panas. Pasti akan banyak yang pulang kerumah masing-masing, so siapa yang akan berangkat malam ini?" tanya Kris pada ke-11 namja yang ada dihadapannya.
Suho mengacungkan tangannya. Begitu juga dengan Lay.
Kris menatap keduanya bergantian. "Suho, tumben sekali lo pulang? Biasanya lo selalu stay di asrama ini. Dan Lay? Lo kayak punya rumah aja di Seoul, gak usah sok-sok mau pulang!" ucap Kris tajam di kalimat akhirnya.
"Gege lupa? Lusa gue tunangan, gue harus pulang." Sahut Suho disambut anggukan oleh Kris.
"Dasar Kris sialan -_- gue pulang ke rumah Daehyun!" ucap Lay kesal sambil mempoutkan bibirnya. Lay tidak berbohong, ia memang akan pulang ke rumah Daehyun untuk mempersiapkan pertunangannya juga -_-
"Hmm baiklah, jadi malam ini yang pulang cuma Suho dan Lay. Yang lainnya kalau mau pulang juga tolong lapor ke gue ya!" ujar Kris yang disambut anggukan ke-11 namja yang ada disana.
Tiba-tiba Suho bersuara. "Oh ya, kalau hari sabtu lusa kalian punya waktu luang silahkan datang ke pertunangan gue yang diadain di Hotel ELF(?) oke?" tanya Suho pada teman-temannya.
"Ne hyung, gue pasti datang!" sahut Kai cepat.
"Hmm gue lihat dulu ya hyung..." sahut Dio.
"Tao nggak bisa hyung, kayaknya musim panas kali ini Tao nggak pulang ke rumah. Tao mau pakai baju apa kesana coba -_-" datang sahutan dari Tao.
"Gue sama kayak Tao -_-" ucap Luhan.
"Kalau gue pasti datang hyung!" sahut Sehun.
Suho tersenyum tipis mendengar sahutan hyung dan dongsaengnya. "Nggak papa kalau nggak bisa datang semua, yang penting ada perwakilan dari Kelas A yang datang..." ucap Suho kemudian.
Lay sama sekali tidak menyahut. Ia terus memakan makanannya dengan wajah yang tegang. Sehun yang duduk tepat didepan Lay menatap hyungnya itu dengan pandangan maklum. Pasti Lay risih dengan obrolan pertunangan ini.
Suho menatap Lay. "Lay... lo bakal datang kan ke pertunangan gue?" tanya Suho membuat gerakan Lay yang sedang makan terhenti. Lay mengangkat wajahnya menatap Suho dengan kaku.
"N-ne hyung... gue datang kok..." ucap Lay dengan senyuman palsunya.
'...kalau gue nggak datang, lo mau bertunangan dengan siapa -_-' batin Lay sambil menghelakan napas.
"Yaudah, kalau begitu silahkan lanjutkan makan kalian. Suho, nanti hati-hati dijalan ya!" pesan Kris bijak pada Suho. Just for Suho.
"Ne gege, gumawo." Sahut Suho.
"Cuma Suho hyung aja? Buat gue mana Kris?" sela Lay tidak terima.
"Oh ya lupa. Buat lo juga Lay. By the way lo manggil Suho dengan embel-embel 'hyung' sementara gue cuma lo panggil nama aja, apa-apaan tuh -_-"
"Maaf Kris, udah kebiasa. Habisnya lo nyebelin banget!"
"Se-nyebelin nya gue, lo jauh lebih nyebelin."
"Lo kali yang nyebelin."
"Elo Lay."
"Lo."
BRAK!
"WOY UDAH WOOOY! MAKAN GAK LU BEDUA, ATAU GUE LEMPAR KELUAR!" teriak Luhan sambil meninju(?) meja makan yang tidak bersalah itu.
"N-ne Luhan hyung..." sahut Lay dan Kris bersamaan, sementara yang lain hanya geleng-geleng.
"Ciee... Kray moment."
Krik Krik
Semua mata menatap tajam ke arah namja yang baru saja berbicara, yakni Kim Jong In. Ucapan Kai barusan membuat Kris merasa bersalah. Pasti Tao akan ngambek padanya! Waduuh!
"Y-ya Kai! Lo jangan ngomong sem—"
"DASAR KAI BAWEL! KRIS GEGE ITU PUNYA TAO, SEKALI LAGI LO NGOMONG 'KRAY MOMENT' GUE WUSHU LO!" teriak Tao menghentikan ucapan Kris yang mau mengelak barusan. Semua pandangan mata terarah pada panda yang baru saja marah itu. Serius, baru kali ini mereka melihat Tao marah!
Sementara Kai? Ia sudah terjelapak kebelakang saking shocknya.
"B-baby Tao..." gumam Kris cengo.
Tao balas menatap Kris, lalu tersenyum manis. "Tenang aja ge, Tao sangat tahu kok kalau cinta gege cuma buat Tao. Nggak ada yang lain. Nih sebagai buktinya!" ujar Tao sambil memperlihatkan cincin naganya. Ciyus Tao gemesin banget!
Kris terhura eh terharu menatap namjachingunya yang ternyata lebih dewasa dari perkiraannya. Kalau sekarang tidak ada orang lain, mungkin Kris sudah meng-'iya iya' kan Tao (?).
"Tao... lo so sweet banget sih..." puji Baekhyun dengan mata berbinar. Ia membayangkan jika seandainya Tao adalah ukenya, pasti bahagia banget! (?) Trus Chanyeol mau lo kemanain Bek? -_-
"Hehehe.. mempercayai pasangan itu adalah point yang paling penting. Tao baca kemaren itu di bukunya Sehun." Aku Tao sepolos-polosnya, membuat seluruh pasang mata yang awalnya menatap dirinya kini berbalik menghadap ke arah sang maknae alias Sehun.
"M-mwo?" tanya Sehun gugup.
"..."
"..."
"HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!" Seketika disaat waktu yang bersamaan, tawa murid-murid Kelas A meledak hebat. Termasuk Lay juga.
"BUAHAHAHAHAHA! LO BACA YANG GITUAN JUGA TERNYATA HUN?" tawa Chanyeol lepas, membuat Sehun mempoutkan bibirnya lucu. Mereka semua memang sudah tahu watak Sehun yang suka membaca buku. Tetapi mereka baru tahu kalau Sehun juga membaca buku yang berkaitan dengan 'cinta'!
"Hahahaha... uri Sehun sudah dewasa... pasti karena jadian sama Luhan!" tanggap Xiumin sambil tersenyum geli.
"Aigoo Sehun-ah! Hahahahaha! Lo lucu banget sih, gue kirain lo cuma tertarik sama buku tebal gak jelas gitu aja!" sahut Chen sambil memegang perutnya karena kebanyakan tertawa.
"Ih, emang salah kalau gue baca buku yang kayak gitu? -_-" tanya Sehun masih mempoutkan bibirnya.
"Hey kalian semua! Kok malah ketawain Sehunnie? Bagus tuh baca buku-buku tentang cinta... kan bisa semakin jadi mesra dengan pasangan masing-masing..." ucap Luhan menenangkan semuanya. Sehun menatap Luhan terharu, ternyata namjachingunya tidak menertawakan dirinya!
"Luhan hyung..." ucap Sehun senang.
"...tapi... kalau Sehunnie yang baca buku cinta kayak gitu, kedengarannya tetap aja menggelikan! HAHAHAHAHAHHAA!" tawa Luhan kembali lepas, disambut gelak tawa oleh yang lainnya.
Sehun menatap Luhan malas. Ternyata namjachingunya sama saja! Malah lebih parah -_-
"Hahahaha yasudah semua, ayo lanjutin makan kalian! Nanti malah nggak selesai-selesai lagi!" ucap Kris menghentikan semuanya. Suasana pun kembali tenang dan semuanya kembali fokus pada makanan mereka masing-masing.
Lay menatap hyung-hyung dan dongsaeng-dongsaengnya satu persatu dengan tatapan sendu. Berada di Kelas A benar-benar membuat hari-harinya menjadi berwarna! Apalagi mereka semua sudah menyatu seperti layaknya sebuah keluarga sekarang. Karena sebentar lagi Lay akan bertunangan dengan Suho, apa itu artinya malam ini adalah malam terakhirnya bersama Kelas A?
Hahaha... memikirkan itu membuat hati Lay sedih. Kalau ada peri yang datang pada Lay dan menawarkan 1 permintaan... Lay pasti akan meminta untuk mengulang semuanya dari awal.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Last, mind to review? ^^
Mir tau chap 9 ini sangat gagal hehe, bagi yg punya inspirasi buat chap kedepan tolong sampaikan di review ^^
