I'll Get You, KIM JOON MYUN!

Author : Mir

Main Cast : Lay, Suho EXO

Support Cast : All of member EXO, Daehyun BAP, Woohyun Infinite, EunHae SuJu

Warning : typo, gaje

.

.

.

Yo annyeong! Mir kambek! (^o^)/

Uwaa akhirnya MV EXO keluar juga! Ckck Suho ganteng banget disitu.. pas bagian dia nyanyi Mir ulang berkali2 loh (?)

Trus juga Lay ganteng maksimal pakai headband(?) argh udah kayak seme aja tu unicorn! .

Tapi ada yg bikin Mir sedih. Pas lihat komen2an EXO-wolf live diyutub, kayaknya fans BAP dan EXO bertengkar

Oh my God! Fans nya Kelas A dan Kelas B bertengkar!

Yaudah anggap angin lalu aja deh, disini Lay dan Daehyun nggak Mir bikin ikut bertengkar kok (?)

Trus juga Mir minta maaf atas keterlambatan update. Tolong maklumin Mir yang baru aja lulus SMA, jadi harus sibuk ngurus ini dan itu DX *curcol*

Lalu di part akhir-akhir ini Mir nggak berani naruh comedy lagi karena udah ketahap serius. Jadi mianheee DX

Yuk langsung tanpa basa-basi lagi, cekaidot!

.

.

.

Oh ya! Disini lumayan banyak karakter lama dan ada karakter baru yang bermunculan, jadi Mir bakal kasih penjelasan bagi yang lupa:

- Kelas A : Member EXO

- Kelas B : Member BAP

- Kelas C : Member Infinite

- Hangeng & Heechul : Orangtua Lay

- Siwon & Kibum : Orangtua Suho

- Jung Jinyoung : Hyungnya Daehyun

- Kim Gongchan : Dongsaengnya Suho (marga diubah demi keselamatan cerita /?)

.

.

.

CHAPTER TEN - ENGAGEMENT

.

.

.

.

Esoknya...

Daehyun's House

TOK TOK TOK!

"YAA! ZHANG YI XING BANGUN LO!" teriak Daehyun sambil menggedor-gedor pintu. Sudah berulang-ulang ia melakukan hal itu tetapi tetap tidak ada sahutan dari dalam.

Ceklek!

"Eh... ternyata nggak dikunci toh kamarnya. Tau gini gue udah masuk dari tadi -_-" gumam Daehyun seraya menggaruk-garuk kepalanya. Namja itu langsung memasuki kamar hyung kandungnya yang kini sedang ditempati Lay. Hyung kandung Daehyun memang jarang pulang dan lebih sering menginap di apartementnya sendiri karena ia punya usaha butik yang terletak jauh dari rumah.

"Lay... bangun, udah jam 8 bro!" teriak Daehyun sambil berkacak pinggang, menatap Lay yang masih terbungkus selimut kayak kepompong.

"Ehm... tunggu Luhan hyung... 5 menit lagi..." sahut Lay dari balik selimut.

Daehyun menghelakan napas dalam-dalam. "Gue Daehyun, bukan Luhan hyung! Nggak ada nego-nego, cepetan bangun! Kita mau pergi nyari baju lo buat tunangan besok!" ucap Daehyun dengan lantang. Tampak selimut yang membungkus tubuh Lay itu mulai bergerak, menandakan Lay sudah mulai bangun. Karena kesal dengan gerakan Lay yang lamban, Daehyun menarik selimut yang membungkus Lay itu dengan sekali tarikan.

"Huaaaaahm! Hmm... apa yang lo bilang tadi Dae? Gue nggak denger." Tanya Lay sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.

"Kita akan pergi nyari baju buat lo tunangan besok. Ngerti?" ulang Daehyun sekali lagi.

"Mmh... begitu ya...haaaaAAAAAH?!"

'Huh akhirnya dia sadar juga.' Batin Daehyun sambil geleng-geleng.

Lay menatap Daehyun dengan mata bulat. "Mwo?! Gue tunangan besok sementara kita baru mau nyari baju sekarang?! Hahahaha... bercanda lo nggak lucu..."

Daehyun menghelakan napas sebal. "Gue nggak bercanda Lay. Tanya aja sama Heechul ahjumma kalau nggak percaya, tuh dia lagi duduk santai di ruang tengah bareng Jaejoong eomma."

Lay membulatkan matanya lebar-lebar, diikuti dengan mulutnya yang mulai melebar juga (?). Tangannya mengepal kuat.

"EOMMAAAA!"

.

.

Ruang Tengah...

Begitu mendengar teriakan Lay, kedua uke yang sedang asyik menggosip itu sontan mengalihkan pandangan mereka.

"Kelihatannya anakmu udah bangun hyung..." ujar Jaejoong.

"Huh... lihat saja, gak sampai 5 detik lagi dia pasti bakal protes ke gue. Emang dasar Lay itu bandelnya minta ampun! Entah mirip siapa ya gue nggak tau!" omel Heechul sambil geleng-geleng sendiri.

'Nggak salah lagi, Lay mirip elo hyung... -_-' batin Jaejoong dalam hati. Jaejoong dan Heechul memang sudah kenal sejak kecil, dan semua nya juga tau kalau Heechul itu brutalnya gak ketulungan.

BRAK! *suara pintu dibuka kasar (?)*

Lay muncul dengan gagahnya di ambang pintu kamar.

"EOMMA! GIMANA BISA BARU NYARI BAJU BUAT TUNANGAN SAAT H-1?! EOMMA MIKIR GAK SEEEH?" protes Lay tanpa mengambil napas.

"PERCUMA PROTES LAY! CEPETAN MANDI SANA TRUS PERGI BUAT NYARI BAJU TUNANGAN!" balas Heechul berteriak juga.

"NGGAK MAU!" balas Lay lagi.

Jaejoong tampak bingung melihat pertengkaran eomma-anak itu. Ia pun segera mengambil tindakan sebelum rumahnya hancur hanya karena Heechul dan Lay bertengkar.

"Ahh Lay-ah... jangan khawatir, Daehyun akan mengantarmu ke toko baju berbintang 5 (?). Dae, kamu antar Lay ke butik Jinyoung ne?" tanya Jaejoong pada Daehyun yang masih setia bertengger di kamar hyungnya.

Jinyoung aka Jung Jin Young adalah nama dari hyung kandungnya Daehyun. Jinyoung memang mempunyai usaha butik yang cukup terkenal di Seoul. Kamar yang ditempati Lay sekarang adalah kamar milik Jinyoung.

"Nee eomma..." sahut Daehyun dari kamar Jinyoung.

Tanpa basa-basi lagi, Lay segera berbalik kekamarnya dan menyambar handuk untuk segera mandi. Tidak ada waktu lagi untuk berdebat dengan eommanya, dia harus mencari baju yang terbaik untuk besok agar Suho terpukau dengan penampilannya! *eaaaaa /plak.

.

.

.

.

.

Didalam sebuah butik yang terletak di tengah-tengah kota, tampaklah seorang namja tampan biasnya Mir *abaikan* yang sedang sibuk menggambar sesuatu di atas kertas. Mungkin sedang menggambar desain baju untuk menambah koleksi di butiknya. Namja tampan itu adalah Jinyoung, hyung dari Daehyun. Saat ini adalah jam makan siang jadi tidak ada pengunjung di butik itu. Jinyoung bekerja sendirian, ia memang memutuskan tidak merekrut karyawan untuk bekerja dibutik ini.

Jinyoung terus fokus pada desain bajunya sampai akhirnya terdengar suara pintu dibuka. Namja tampan itu pun mengalihkan pandangannya ke pintu dan menemukan dongsaeng dan sepupunya masuk kedalam butik.

"Hyung!" teriak Daehyun kuat sambil lari-lari ke arah Jinyoung dan meninggalkan Lay. Daehyun memang sudah lama sekali tidak bertemu dengan hyungnya yang super sibuk itu.

"Daehyun-ah!" sahut Jinyoung seraya memeluk dongsaengnya yang sangat manja. Kehadiran Lay pun tak luput dari penglihatan Jinyoung. "Hai Lay, udah lama banget gue nggak lihat lo! Kapan lo tiba di Seoul?" tanya Jinyoung pada Lay.

"Sudah cukup lama.. gimana kabar butik lo?" tanya Lay sambil melangkah menyusul Daehyun mendekati Jinyoung. Lay dan Jinyoung sama-sama 91 line, alasan mengapa Jinyoung tidak bersekolah karena ia ingin mendalami dunia fashion. Sifat Jinyoung bisa dibilang dewasa dan cukup serius, makanya Lay lebih dekat ke Daehyun yang sifatnya blak-blakan.

"Lumayan Lay, cukup sukses. Oh ya Heechul ahjumma udah suruh gue nyiapin beberapa jas untuk pertunangan lo. Gue udah bikin sepasang jas, lo tinggal pilih aja!" ujar Jinyoung membuat hati Lay sedikit lega. Setidaknya ia hanya tinggal memilih, bukan mencari.

Jinyoung pun beranjak dari duduknya dan masuk kesebuah ruangan tempat ia menyimpan pakaian-pakaian yang sudah dipesan. Beberapa saat kemudian Jinyoung kembali dengan 2 jas ditangannya.

"Waah daebak! Selera fashion hyung memang nggak diragukan lagi, Lay pasti cocok dengan kedua jas itu!" komentar Daehyun kagum. Jinyoung tersenyum puas mendengar komentar dari dongsaengnya.

Lay mengambil salah satu jas yang berwarna putih dari genggaman Jinyoung. "Daehyun benar, lo benar-benar jenius Jinyoung!"

"Hahaha gue belum sejenius lo yang lulus sekolah diumur yang sangat muda. Pertunangannya besok kan Lay? Apa lo udah bertemu dengan calon tunangan lo?" tanya Jinyoung penasaran.

"Hahahaha tentu saja sudah! Bahkan Lay sudah jatuh hati pada calon tunangannya itu!" sahut Daehyun yang langsung mendapat jitakan dari Lay.

"Syukurlah kalau begitu. Jadi lo milih jas yang mana Lay?" tanya Jinyoung balik ke topik awal. Lay pun terdiam sambil melihat-lihat kedua jas itu bergantian. Desain keduanya begitu cocok dan pas, hanya berbeda warna saja.

"Ehm... gue pilih yang warna putih ini aja Young." Ucap Lay sambil sedikit mengangkat jas yang ada digenggaman tangannya.

"Baiklah, gue bungkus dulu ke dalam. Sebentar ya, lihat-lihat saja dulu!" pesan Jinyoung yang dibalas anggukan oleh Lay dan Daehyun. Jinyoung pun masuk kesebuah ruangan yang bisa diduga ruangan itu tempat privasinya.

"Gue rasa keputusan Jinyoung untuk keluar dari sekolah dan fokus di dunia fashionnya benar-benar tepat! Ia pasti akan menjadi seorang desainer yang terkenal." Ucap Lay sambil mengagumi pakaian-pakaian yang terpajang di butik itu.

"Ne Lay! Dengan begitu juga Jinyoung hyung nggak bakal deket-deket sama namja atau yeoja centil yang tertarik sama ketampanannya!" sahut Daehyun.

"Loh emangnya lo nggak pengen Jinyoung punya pacar?" tanya Lay sambil menyandarkan tubuhnya di meja tempat Jinyoung mendesain tadi.

Daehyun pun menggeleng kuat. "Tidak akan! Gue nggak akan biarin Jinyoung hyung punya pacar!"

"Gue tau lo single, tapi jangan bawa-bawa Jinyoung juga dong!"

"Tau deh yang udah mau tunangan -_-" balas Daehyun tajam.

"Ck kalau gue disuruh memilih antara mati atau tunangan, gue lebih pilih mati!" kata Lay sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. Memikirkan pertunangan yang akan dijalaninya besok membuatnya semakin stress!

"Yah jangan begitu dong Lay.. bukannya elo udah cinta sama Joonmyun hyung?"

"Gue emang cinta sama Suho hyung, tetapi belum tentu dia mencintai gue balik dan mau menerima semua kebohongan dan kekejaman yang udah gue lakukan ke dia." Lanjut Lay dengan suara yang lirih. Menyedihkan banget.

"Benar juga... Pertama-tama lo naruh bubuk seafood kemakanan dia. Trus pas dia dirumah sakit lo hampir aja ngilangin nyawa dia, untung Sehun segera datang. Trus lo ngelemparin pot bunga dari lantai atas—"

"DIEM AH! LO PENGEN NGEHIBUR GUE ATAU MALAH BIKIN GUE TAMBAH STRESS SIH?!" teriak Lay menghentikan ocehan Daehyun yang terus membuatnya flashback pada masa-masa dimana ia masih semangat membunuh Suho.

Tililililit~

Ditengah keributan itu tiba-tiba HP Lay berdering. Namja manis itu segera merogoh sakunya dan mengangkat panggilannya.

"Ne, waeyo eomma?" tanya Lay langsung.

"Bagaimana? Udah ketemu pakaian yang cocok untuk bertunangan?"

"Sudah. Jas nya sudah satu set dengan pakaian sekaligus kan?"

"Tentu saja! Kalau begitu cepatlah kau pulang dan istirahat. Biar eomma yang membawa pulang pakaian itu, sekalian eomma ingin mengecek apakah bagus atau tidak."

Lay tampak berpikir sejenak sebelum ia membalas ucapan Heechul. "Oh baiklah.. kalau begitu aku langsung pulang ne. Bye!"

Ceklek!

Tepat saat Lay selesai berbicara dengan Heechul, pintu ruangan yang dimasuki Jinyoung tadi terbuka dan muncul lah Jinyoung dengan sebuah kotak digenggamannya. "Ini pakaian lo Lay." Ujar Jinyoung singkat.

"Ah ani, nanti eomma gue yang akan membawa pulang pakaian itu." Sahut Lay sambil menaruh kembali HP disakunya.

"Ohh yasudah kalau begitu. Lalu apa yang akan kalian lakukan setelah ini?" tanya Jinyoung seraya meletakkan kotak itu ditempat yang aman.

"Entah lah, mungkin jalan-jalan? Lo mau ikut?" tawar Lay.

Jinyoung menggelengkan kepalanya pelan. "Ani, gue setelah ini ada janji dengan seorang pelanggan yang istimewa. Selamat bersenang-senang!" ucap Jinyoung sambil tersenyum tampan.

Telinga Daehyun sedikit bergerak begitu mendengar kata 'istimewa' dari mulut hyungnya. "I-istimewa? Bukan pacar kan hyung?" tanya Daehyun memastikan.

"Eh... itu..."

"Ah sudahlah itu tidak penting! Ayo Dae kita keluar sekarang, Jinyoung sedang sibuk!" ujar Lay sambil menarik lengan Daehyun untuk keluar dari butik.

"A-aniii, Jinyoung hyung belum menjawab pertanyaan gue! Hyuuuuung!" panggil Daehyun yang terseret sambil menggerakkan tangannya seakan ingin menggapai Jinyoung. Tetapi Jinyoung hanya tertawa kecil sambil melambaikan tangannya.

Blam!

Jinyoung menghelakan napas lega. "Hahhh... bisa gawat kalau Daehyun tahu sebenarnya gue udah punya pacar..." ucap Jinyoung sambil mengelus-elus dadanya. Namja berkulit putih itu pun melangkahkan kakinya untuk kembali duduk keposisinya semula sebelum Lay dan Daehyun datang kebutik. Beberapa menit kemudian terdengar bunyi pintu kembali terbuka.

Ceklek!

"Jinyoung hyung!" seru orang yang membuka pintu masuk butik itu.

Saat melihat siapa yang datang, seketika wajah Jinyoung langsung berubah menjadi segar. "Gongchannie!" seru Jinyoung yang langsung berdiri dari posisinya. Namja yang dipanggil Gongchan itu pun masuk kedalam butik dan berlari menghampiri Jinyoung.

"Hyungie aku kangen..." manja Gongchan sambil memeluk Jinyoung.

"I miss you too Channie... by the way siapa namja yang ada dibelakang mu itu?" tanya Jinyoung sambil menatap namja berwajah angelic yang mengikuti Gongchan masuk kesini. Ternyata Gongchan tidak datang sendirian.

"Oh ne, kenalin ini Suho hyung! Hyungku yang waktu itu kuceritakan akan bertunangan!" seru Gongchan sambil melepaskan pelukannya perlahan.

Jinyoung membungkuk sopan sebagai kebiasaan orang korea saat bertemu. "Annyeong, Jinyoung imnida.."

Suho pun balas membungkuk. "Suho imnida. Jadi ini namjachingunya Gongchan? Hmm pandai juga lo milih Chan." Puji Suho membuat Gongchan sedikit salting. Ia memang sudah menceritakan banyak hal tentang Jinyoung pada Suho.

Syukurlah sepertinya hyungnya Gongchan tidak menentang hubungan kami... tidak seperti Daehyun yang gue yakin 100% tidak akan membiarkan gue pacaran. Batin Jinyoung sambil menghelakan napas.

"Gumawo ne.. sebenarnya sejak tadi gue sudah kagum melihat pakaian-pakaian yang dipajang dibutik ini. Ini semua hasil karya desain lo?" tanya Suho pada Jinyoung.

"Ahh ne! Kalau ada yang hyung minati silahkan dipilih untuk pertunangan hyung nanti!" ucap Jinyoung ramah.

Suho pun melangkah lambat sambil melihat-lihat pakaian mana yang cocok untuk dia pakai dipertunangan nanti. Namja angelic itu terus melangkah sampai matanya menemukan sebuah jas yang terlihat menarik dimatanya. "Wah... gue suka jas hitam ini." Kata Suho sambil menyentuh sebuah jas hitam yang terletak dimeja Jinyoung.

Jinyoung menatap jas itu lekat-lekat. Itu kan pasangan jasnya Lay... batinnya.

"Ehm hyung yakin mau jas yang itu? Sebenarnya jas itu gue buat sepasang, tetapi pasangannya udah diambil oleh sepupu gue.. kalau hyung mau jas itu ambil saja!" ucap Jinyoung sambil menghampiri Suho.

"Eh jinja? Apa tidak apa-apa kalau jas gue sama dengan sepupu lo itu?" tanya Suho kaget.

"Ne gwenchana hyung.. lagi pula kalian tidak akan bertemu karena kalian sama-sama akan bertunangan besok." kata Jinyoung menjawab pertanyaan Suho. Jinyoung memang tidak tahu bahwa namja didepannya ini adalah calon tunangan Lay.

"Hmm baiklah. Gue ambil yang ini. Nanti bayarannya lewat transfer aja ya!" ujar Suho yang dibalas dengan anggukan Jinyoung. Hah sok banget si Suho pakai transfer-transfer segala! (Suho: masalah buat lo? -_-)

"Ne hyung, gumawo! Biar gue simpan dulu jasnya." Ujar Jinyoung sambil mengambil jas hitam yang dipilih Suho tersebut.

"Suho hyung, lo pulang duluan aja ya? Gue mau main-main sama Jinyoung hyung dulu hehe.." ucap Gongchan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Suho pun menatap dongsaengnya malas. Ia sudah menduga akan jadi begini.

"Hahh yasudah lah. Nanti jangan lupa bawain jas gue, jangan sampai rusak! Oh ya main nya jangan 'kasar' ne. Gue pulang duluan, byee!" pamit Suho sambil melambaikan tangan ke Gongchan dan Jinyoung yang wajahnya sudah memerah.

"Y-ya! Apa maksud hyung jangan kasar? Dasar hyung pervert!" teriak Gongchan yang dibalas dengan tawa kecil Suho karena sudah sukses menjahili dongsaengnya. Suho pun segera keluar dari butik.

"Bagusnya gue ngapain ya? Kalau pulang pasti disuruh istirahat." Gumam Suho sambil melangkah pelan. Namja yang tingginya semampai (semeter tak sampai *dibunuh Suho*) itu terus melangkah dengan pikiran yang melayang, sampai akhirnya ia sampai pada sebuah taman. Taman itu cukup ramai dengan beberapa keluarga yang bertamasya(?) dan bahkan ada beberapa couple yang bermesraan disana. Mata Suho terus memperhatikan wajah orang-orang ditaman itu sampai akhirnya ia menemukan wajah seseorang yang ia kenal.

Mata Suho membulat kaget. "L-Lay?" gumamnya gugup.

Aigoo ada Lay! Bagaimana ini? Bagusnya gue samperin atau pura-pura nggak lihat ya? Pikir Suho galau, sampai-sampai ia tidak menyadari ada orang lain yang mendekati dirinya.

"Hey Suho hyung!" sapa orang yang mendekatinya tadi sambil menepuk pelan pundak Suho. Namja angelic itu sampai sedikit tersentak kaget karena sedang melamun. Suho pun menolehkan wajahnya kebelakang untuk melihat siapa sang pelaku yang sudah membuyarkan lamunannya.

"Lo... Youngjae kan? Dari kelas B?" tanya Suho ragu-ragu.

"Ne! Hyung sedang melihat apa? Why so serious? *eaa(?)" tanya namja yang bernama Youngjae itu sambil melihat kearah tatapan mata Suho tadi. Ia pun menemukan Lay dan Daehyun, salah satu teman sekelasnya.

"Wah ada Daehyun. DAEEEE!" teriak Youngjae, membuat Suho membulatkan matanya kaget. Kalau saja ia mempunyai kekuatan teleportasi seperti Kai, Suho pasti sudah berteleportasi detik ini juga.

Merasa namanya dipanggil Daehyun segera menoleh kesumber suara, begitu juga dengan Lay. "Hey Youngjae-ah!" balas Daehyun sambil melambaikan tangannya. Berbeda dengan Daehyun, mata Lay malah langsung menangkap adanya Suho disana. Namja unicorn itu pun tercengang kaget.

Suho hyung? Mengapa dia ada disini?! batin Lay panik.

Youngjae pun menarik tangan Suho untuk melangkah mendekati Daehyun dan Lay. Tanpa ada yang menyadari, ternyata detak jantung Lay maupun Suho berdebar keras seiring semakin mendekatnya diri mereka.

Daehyun yang baru menyadari ada Suho juga ikut tercengang. Tetapi ia langsung bersikap biasa seolah tidak ada apa-apa. "Eh ada Joonmyun hyung juga toh.." sapa Daehyun canggung.

"Ne Daehyun. Gue baru aja pulang membeli jas untuk pertunangan besok!" sahut Suho dengan senyum yang dipaksakan.

Sama dong... batin Lay dan Daehyun bersamaan -_-

"Suho hyung akan bertunangan besok? Sama dong dengan La—hmpfh!" ucapan Youngjae terputus karena Daehyun langsung membungkam mulutnya yang baru saja akan mengumbar rahasia TERBESAR Lay. Daehyun memang pernah bercerita pada Youngjae bahwa sepupunya yaitu Lay akan bertunangan, karena mereka adalah roomate. Tetapi Youngjae tidak mengetahui bahwa calon tunangannya Lay itu adalah Suho.

"Sama dengan apa Jae?" tanya Suho sambil memiringkan kepalanya bingung, sementara wajah Lay udah pucat banget. Nyaris saja Youngjae kelepasan!

"A-ani hyung, bukan apa-apa! Jae, gue tahu kedai es krim yang enak banget disekitar sini, kita kesana yuk?" tawar Daehyun masih membungkam mulut Youngjae. Daehyun sangat tahu bahwa roomatenya ini pecinta es krim. Tindakan terbaik yang bisa ia lakukan saat ini adalah menjauhkan Youngjae sejauh-jauhnya dari Suho!

Karena mulutnya yang masih dibungkam Daehyun, Youngjae hanya bisa mengangguk sebagai jawaban atas tawaran Daehyun.

"Baiklah kalau begitu kami pergi dulu! Bye Lay dan Joonmyun hyung!" pamit Daehyun sambil menyeret Youngjae pergi dari sana. Lay langsung cengo melihat Daehyun yang tega meninggalkan dirinya berdua saja dengan Suho. JUNG DAEHYUUUUUUN! Geram Lay sambil mengepalkan tangannya kesal. Lay pun melirik namja berwajah angelic yang ada disampingnya yang sepertinya sama gugup dengannya.

"Selamat siang Suho hyung..." sapa Lay memecah keheningan diantara mereka berdua. Ia benar-benar tidak tahu lagi harus berucap apa.

"Siang juga Lay, kebetulan banget kita bertemu disini ya. Memangnya rumah Daehyun disekitar sini?" tanya Suho bersikap seperti biasa.

"B-bukan... kami kesini hanya ingin mengunjungi Jinyoung, hyungnya Daehyun." Jawab Lay sambil tersenyum hambar. Mendengar nama yang tak asing itu, tiba-tiba Suho teringat akan namjachingu Gongchan yang bernama Jinyoung juga.

Mungkin hanya kebetulan namanya sama. Batin Suho tanpa ingin mengetahui lebih lanjut.

"Lay kita duduk dulu yuk sambil menunggu Daehyun dan Youngjae kembali!" ujar Suho sambil menunjuk sebuah kursi yang cukup panjang. Lay mengangguk setuju dan mereka pun duduk bersampingan di kursi itu.

"Ehm... bagaimana perasaan hyung sekarang? Besok malam hyung akan bertunangan kan?" tanya Lay membuka pembicaraan kembali. Bohong kalau bilang Lay tidak penasaran dengan perasaan Suho sekarang. Apakah sedang gugup sepertinya? Atau malah senang? Atau sedih?

Mata Suho beralih menatap rumput sambil tersenyum miris. "Entahlah, perasaan gue gak menentu sekarang. Kalau mau dibilang senang, ya gue pasti senang karena sebentar lagi akan bertunangan. Tetapi kalau dibilang sedih, gue juga sedih karena gue bertunangan dengan orang yang gak gue cintai.." ucap Suho menggantung.

Lay membulatkan matanya perlahan. "H-hyung menyukai seseorang?" tanyanya takut-takut.

Suho mengangguk pelan. Matanya terus memperhatikan rumput yang cukup panjang sehingga bergerak jika ada angin yang berhembus. Entah kenapa ia sendiri tidak berani menatap namja di sampingnya itu.

"Ahh jangan khawatir. Gue bakal terus memendam perasaan ini demi kebaikan semua. Namja yang gue cintai itu pantas mendapatkan yang lebih baik dari gue." Ucap Suho di iringi sedikit tawa. Mungkin untuk memecah suasana yang begitu kaku dan serius.

"Gue nggak yakin didunia ini ada orang yang lebih baik lagi dari Suho hyung. Kalau pun ada, dia pasti benar-benar seorang malaikat." Gumam Lay sambil menatap langit yang berwarna biru cerah.

"Hahaha lo bisa aja Lay. Makasih ya, gue anggap itu pujian."

"Ne hyung.. gue harap lo akan bahagia dengan orang yang akan menjadi tunangan hyung nanti.. gue yakin dia nggak akan menyia-nyiakan namja sebaik hyung." Ucap Lay tulus, sangat tulus! Entah itu bermaksud ingin mendoakan atau malah curhat (?). Suho membalas ucapan Lay dengan senyuman manis. Hanya berbicara dengan Lay saja sudah membuat rasa cinta dan sayangnya menjadi semakin besar. Apa ini yang dinamakan cinta yang sebenarnya?

"Yixing-ah..." panggil Suho dengan nada sangat sangat sangat rendah. Lay menoleh kearah Suho dengan raut wajah kaget sekaligus heran. Selama ini belum pernah Suho memanggilnya dengan panggilan itu!

Suho menggenggam kedua tangan Lay erat, seakan tidak ingin melepas tangan yang halus dan indah itu. Kedua mata Suho menatap mata Lay dalam-dalam, membuat yang ditatap merasa bingung. Ada apa dengan Suho?!

"S-Suho hyung..."

"Tolong, hari ini saja biarkan gue ngelupain pertunangan besok dan berduaan dengan namja yang gue cintai... berduaan dengan namja yang bernama Zhang Yi Xing..." kata Suho dengan lambat.

O_O (pinjem mata Dio)

Lay tercengang kaget.

Suho mencintai dirinya?

Benarkah?

Dengan tangan yang masih menggenggam kedua tangan Lay, Suho mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Lay. Semakin lama semakin mendekat...sampai akhirnya bibir mereka bersentuhan. Suho mencium Lay! Memang awalnya hanya bersentuhan, tetapi lama kelamaan bibir Suho mulai bergerak melumat bibir manis milik Lay. Lay pun sepertinya kehilangan akal sehat dan mulai menikmati ciuman ini. Tangan yang awalnya berada digenggaman Suho kini beralih memeluk leher Suho untuk memperdalam ciuman mereka. Ciuman yang panjang itu terus berlangsung sampai akhirnya mereka berdua kehabisan pasokan udara di paru-paru.

"Hosh.. hosh..."

Dengan napas yang masih terengah-engah Suho tersenyum lembut sambil mengusap rambut halus Lay. Lay sendiri masih sibuk menenangkan jantungnya yang berdetak keras tak karuan.

"Lay... apa lo mencintai gue?" tanya Suho tiba-tiba. Jantung Lay yang detakannya mulai mereda kini berdetak kencang lagi begitu pertanyaan itu terlontar dari mulut Suho.

Mulut Lay langsung tertutup rapat. Ia harus menjawab apa?

"Lay?" panggil Suho lagi.

Tanpa menyahut pertanyaan Suho yang membuatnya semakin serba salah itu, Lay langsung berdiri dari tempatnya dengan satu gerakan cepat. Mata indahnya menatap kedua mata Suho dengan tajam.

"Jangan pernah mencintai gue, karena itu hanya akan membuat kebencian hyung semakin besar kepada gue!" kata Lay masih menatap Suho tajam.

Suho pun ikut berdiri menyejajarkan tingginya dengan Lay. "Apa maksud lo Lay? Gue nggak pernah benci ama lo."

"Benarkah? Kita buktikan besok. Gue pulang duluan hyung, selamat tinggal." Kata Lay dingin sambil melangkahkan kakinya menjauhi Suho. Namja angelic itu hanya bisa memandang kepergian Lay yang semakin menjauh tanpa bisa berkata apa-apa. Ia sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Lay!

.

.

.

"Dae-ah, lihat! Suho hyung mencium Lay hyung!" seru Youngjae excited sambil memperhatikan SuLay dari balik semak-semak, diikuti Daehyun dibelakangnya. Mereka berdua baru saja pulang dari makan es krim.

Mata Daehyun membulat kaget. Ada rasa kekhawatiran yang tersirat diwajahnya yang untungnya tidak tampak oleh Youngjae. Mereka berdua terus memperhatikan SuLay sampai akhirnya Lay pun meninggalkan Suho dengan wajah yang sulit ditebak.

"Loh Lay hyung mau kemana?" tanya Youngjae pada Daehyun.

"Jae gue mau nyusul Lay dulu ya! Nanti gue bakal cerita sama lo semuanya kalau masalah ini udah kelar. Lebih baik jangan dekatin Joonmyun hyung dulu, arraseo?" tanya Daehyun dengan raut wajah yang resah. Saat melihat wajah Daehyun, Youngjae langsung tahu ada masalah yang tidak bisa dianggap enteng yang sedang melanda roomatenya.

"Gue mengerti Dae. Cepat susul Lay hyung sana!" ujar Youngjae sambil mendorong pelan Daehyun. Namja bersurai coklat itupun tersenyum lega karena Youngjae bisa dibilang cukup pintar membaca suasana. Untung saja namja itu tidak bertanya-tanya lebih lanjut tentang apa yang sedang terjadi.

"Ne gumawo Jae." Balas Daehyun sebelum berlari menyusul Lay.

.

.

.

"LAY!" panggil Daehyun kuat karena Lay tak henti-hentinya berlari. Mungkin mereka sudah cukup jauh dengan parkiran tempat mereka memarkirkan mobil. Butik milik Jinyoung dan rumahnya memang bisa dibilang cukup jauh sehingga Daehyun dan Lay menggunakan mobil untuk pergi ketempat Jinyoung.

Langkah kaki Lay langsung terhenti begitu mendengar suara Daehyun yang memanggil namanya. Namja cantik itu pun menoleh perlahan kebelakang. Daehyun tak bisa menyembunyikan raut wajah kagetnya saat melihat mata Lay sudah berlinangkan air mata.

"L-Lay..." ucap Daehyun sambil menghampiri Lay. Lay pun langsung memeluk sepupunya.

"Hiks... gue nggak tahu harus gimana lagi Dae... gue merasa bersalah banget dengan Suho hyung!" curhat Lay di ikuti dengan isakan tangisnya. Daehyun pun mengusap-usap punggung Lay untuk menyalurkan ketenangan.

"Semuanya akan baik-baik saja Lay, jangan menangis... Ayo kita pulang sekarang..." ajak Daehyun. Untung saja Lay tidak banyak bertingkah dan langsung menyetujui ajakan Daehyun.

Sungguh belum pernah Daehyun melihat Lay yang sehancur ini. Ia sudah mengenal Lay sejak kecil dan ia tahu Lay adalah namja yang sangat kuat. Kalau Lay seperti ini, artinya namja itu memang sangat tertekan dan butuh seseorang untuk menjadi sandarannya.

Tenang aja Lay... meski Joonmyun hyung atau satu dunia benci ama lo, gue akan selalu tetap ada disisi lo... Lo harus kuat!

.

.

.

.

.

Malam ini adalah hari pertunangan Lay dan Suho. Kini Lay sudah sampai ditempat pertunangan dengan mobilnya bersama dengan kedua orangtuanya.

"Bagaimana perasaan mu sekarang nak?" tanya Hangeng setelah membukakan pintu mobil agar Lay bisa turun.

"Entah lah appa, aku sendiri tidak tahu." Jawab Lay seadanya sambil melangkahkan kakinya keluar mobil. Entah mengapa Lay merasa aneh karena hotel tempat ia bertunangan bisa terbilang cukup sepi. Apa tamu undangan yang lain belum datang?

"Heeey Lay hyung! Cepatlah kemari, calon tunangan lo udah nunggu dari tadi!" teriak seorang namja dengan jas abu-abunya. Lay merasa familiar dengan suara itu. Tentu saja, itu adalah suara milik Oh Se Hun.

"Sehun-ah... lo udah tahu kalau gue adalah calon tunangannya Suho hyung?" tanya Lay sambil menghampiri Sehun. Namja tampan itu mengangguk semangat. "Tentu saja, seluruh kelas A juga pada udah tahu kalau hyung itu adalah tunangannya Suho hyung."

Mata Lay membulat kaget mendengar penjelasan Sehun. Apa ini mimpi? Jadi Suho sudah tahu?

Tanpa Lay sadari ada seseorang yang berjalan mendekatinya dan memeluk tubuhnya dari belakang. Namja manis itupun tercengang kaget.

"Hai calon tunangan... akhirnya kita bertemu Lay..." bisik namja itu dengan suara yang sangat rendah. Membuat badan Lay merinding saking ketakutannya. Sudah pada bisa tebak kan siapa namja itu?

Ya, dia adalah Kim Joon Myun.

Suho semakin mengeratkan pelukannya membuat Lay tidak bisa bernapas. Dengan kekuatan maksimal Lay berusaha melepaskan pelukan namja angelic itu tetapi ia tidak berhasil. Apa Suho memang sekuat ini?

Tolong seseorang! Sadarkan Lay!

.

.

.

"GYAAAAAAAAAAAAA!"

Lay berteriak sekuat-kuatnya bersamaan dengan bangkitnya ia dari tidur. Namja manis itu melihat kesekitar. Ini adalah kamar Jinyoung. Apakah yang tadi itu hanya mimpi?

BRAK!

"WAEYO LAY?!" teriak Daehyun langsung begitu membuka pintu kamar. Ia pun menemukan Lay terduduk dikasur dengan raut wajah yang seperti habis mimpi buruk.

"D-Daehyun-ah? Ini kamar Jinyoung kan? Tadi malam gue belum bertunangan kan? Aigoo alhamdulillah(?) ternyata yang tadi cuma mimpi!" ucap Lay sambil mengelus-elus dadanya ketakutan.

Daehyun menatap sepupunya bingung. "Lo mimpi buruk?"

Lay mengangguk kuat. Tubuhnya lemas seketika. "Tolong jangan tanya apa-apa lagi. Sekarang jam berapa?" tanya Lay sambil melirik sekitar, mencari jam. Daehyun melirik kearah jam tangannya. "Sudah jam setengah 7, ayo cepat mandi."

"Apa yang harus gue lakuin siap mandi?"

"Entah lah, beristirahat mungkin? Heechul ahjumma berpesan agar nanti siang lo pergi kesalon langganannya."

"Aish.. gue masih nggak percaya hari ini akan tiba juga.. hari pertunangan gue... huweeeeee Dae-aaah!" rengek Lay sambil beranjak dari kasurnya dan berlari memeluk Daehyun. Namja manis itu hanya bisa mengusap lembut rambut sepupunya sebagai rasa prihatin.

Tiba-tiba datang suara dari arah belakang Daehyun.

"Kalian sedang apa?"

Sontan Lay dan Daehyun langsung melihat kearah suara yang begitu familiar ditelinga mereka. Tentu saja. Itu adalah suara Woohyun.

"Namu-ah lo disini ternyata? Gue gak nyangka ternyata lo peduli juga sama gue huhuhu!" seru Lay sambil beralih memeluk Woohyun.

"Y-Ya! Jangan peluk-peluk gue, menjauh sana!" teriak Woohyun sambil berusaha melepaskan pelukan Lay, tetapi ternyata tenaganya tidak cukup kuat untuk itu. Daehyun sendiri hanya bisa geleng-geleng karena melihat kelakuan childishnya Lay. Beberapa detik kemudian barulah Lay melepaskan pelukannya.

"Haaaah akhirnya gue bisa napas!" teriak Woohyun lebai.

"Dih kelaut aja lo sana Nam!" kata Daehyun sambil melirik malas kearah Woohyun. Tetapi tatapannya berubah begitu menghadap ke Lay. Bibir Daehyun menyunggingkan senyuman tipis. "Are you ready for today Zhang Yi Xing?" tanya Daehyun.

Lay membalas senyuman Daehyun dengan senyuman manisnya. Ia melihat kearah Daehyun dan Woohyun secara bergantian. "Yes, I'm ready."

.

.

.

"HUAAAA GUE NGGAK SIAAAP!" teriak Lay frustasi saat Daehyun dan Woohyun menyeretnya kesalon yang dimaksud oleh Heechul. Perlu tenaga ekstra bagi Daehyun dan Woohyun untuk menyeret 'calon tunangan Suho' itu. Untung saja mereka berhasil.

"Katanya tadi ready, apa-apaan tuh!" sindir Woohyun begitu mereka sampai tepat didepan pintu salon.

"Tau tuh! Ayo masuk kedalam, pakaian lo buat pertunangan juga udah disediain didalam!" ucap Daehyun sambil mendorong Lay masuk kedalam salon.

"ANDWAEEE!" teriak Lay kuat. Tetapi terlambat karena Daehyun dan Woohyun sudah menahan pintunya dari luar agar Lay tidak bisa kabur. Benar-benar butuh kekompakan untuk mengatasi unicorn yang sudah beradaptasi menjadi wolf ini! (?)

"Gyaaaaaa! Dae-ah, Namu-ah! Tunggu aja pembalasan dari gueeee!" teriak Lay lagi begitu beberapa karyawan disalon itu menariknya kedalam untuk segera didandani. Daehyun dan Woohyun hanya bisa terkikik geli menanggapi perkataan konyol dari sepupu mereka.

"Pembalasan apanya? Dasar, sudah mau tunangan masih juga seperti itu." Ucap Woohyun sambil tersenyum geli. Daehyun ikut tersenyum mendengar ucapan Woohyun.

"Tapi untunglah dia masih bersikap seperti biasa. Gue kira dia bakal frustasi sampai-sampai nggak mau bicara!" lanjut Woohyun sambil duduk dikursi panjang yang ada didekat sana. Daehyun pun menyusul dan duduk disamping Woohyun.

"Lay hanya sedang berusaha bersikap seperti biasa. Dia nggak mau terlihat lemah." Sahut Daehyun. Matanya memandang lurus kearah depan.

"Gue penasaran dengan reaksi Suho nanti. Apalagi ia sudah dekat dengan Lay, pasti sulit untuk menerima ini semua." Ucap Woohyun lagi sambil memandang Daehyun.

"Lo salah Nam, Joonmyun hyung bukan hanya sekedar dekat dengan Lay. Tetapi namja itu memang sudah mencintai Lay." Kata Daehyun balas menatap Woohyun sekilas.

Seketika wajah Woohyun pun berubah menjadi kaget. Ia memandang Daehyun dengan tatapan tidak percaya. "Lo serius? Aigoo apa rasanya dibohongi oleh orang yang kita cintai? Kasihan banget kisah cinta si Lay..." ucap Woohyun prihatin.

"Lay lah yang memulai semua permainan ini dan dia juga yang harus mengakhirinya. Kita sih cuma pemeran pembantu(?)." kata Daehyun sambil tertawa kecil. Ia merasa tidak nyaman dengan suasana yang terlalu serius.

Woohyun mengangguk setuju atas ucapan namja manis yang ada disampingnya ini. "Kita doakan saja yang terbaik untuk Lay." Ucap Woohyun mengakhiri percakapan mereka. Suasana hening langsung menyapa kedua namja itu. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing dengan prediksi apa yang akan terjadi nanti malam.

Apakah Lay akan baik-baik saja?

Atau...

Apakah Suho akan baik-baik saja?

Kepada siapakah pertanyaan itu layaknya diberikan?

.

.

.

.

.

Sore menjelang malam...

Tok tok tok!

Krek...

Suho menoleh kebelakang begitu mendengar suara pintu kamarnya dibuka. Tiba-tiba kepala Gongchan nyempil dari balik pintu. "Hey hyung... Boleh gue masuk?" tanya Gongchan hati-hati. Suho mengerunyutkan dahinya bingung. Pasalnya belum pernah dongsaengnya meminta izin sebelum masuk kekamarnya, biasanya malah langsung masuk ngeloyor tanpa peduli yang didalam sedang ngapain.

"Masuk saja Chan." Jawab Suho sambil tersenyum tampan. Saat ini Suho benar-benar terlihat sangaaat tampan dengan jas hitamnya dan rambutnya yang dinaikkan ke atas (bayangin rambut Suho di MV wolf). Gongchan saja sampai terpesona sendiri melihat perubahan hyung satu-satunya itu.

"Hyung... you're so handsome...really..." ucap Gongchan jujur sambil memandang Suho dari atas sampai bawah. Benar-benar perfect!

"Jadi biasanya gue nggak ganteng?" tanya Suho pura-pura kesal.

"Hehe kalau nggak ganteng bukan hyungnya Gongchan namanya! Oh ya, kata Kibum eomma kita akan berangkat 30 menit lagi. Apa hyung sudah siap?" tanya Gongchan.

Suho menyunggingkan senyuman di bibirnya. "Lebih dari siap."

"Waah hyung kelihatan tenang sekali. Apa hyung sudah melupakan namja yang hyung ceritakan kemaren ke gue? Namja yang bernama Zhang Yi—"

"Jangan menyebutkan namanya." Potong Suho langsung. Gongchan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Apa ia sudah salah bicara?

"Hyung sudah melupakan dia, karena dia juga sudah menolak hyung." Lanjut Suho setelah mengambil jeda.

"M-menolak hyung?"

"Yah... begitu lebih baik. Bisa repot jika ternyata dia juga mencintai hyung bukan? Yasudah lah lebih baik kita ke tempat eomma dan appa sekarang. Hyung mau bertemu dengan mereka." Ajak Suho sambil beranjak dan menarik tangan Gongchan untuk keluar kamar. Gongchan hanya bisa mengangguk pasrah menuruti hyungnya. Ia merasa Suho berbohong kepadanya.

.

.

.

"Selamat malam eomma dan appa!" sapa Suho riang begitu dirinya dan Gongchan sampai diruang tengah. Disana sudah terdapat Kibum dan Siwon duduk berduaan diatas sofa dengan posisi tangan Siwon yang memeluk pinggang Kibum.

"Selamat malam Suho-ah... wah! Gantengnya anak eomma!" seru Kibum sambil menyingkirkan tangan Siwon dari pinggangnya dengan maksud ingin menghampiri Suho. Tetapi tangan kekar Siwon terlalu sulit untuk digerakkan.

"Chagiii, aku ingin memeluk anak kita! Lepaskan pelukan mu!" ucap Kibum dengan nada manja. Bukannya menuruti ucapan istrinya, Siwon malah semakin mengeratkan pelukannya.

"Biarkan saja, dia sudah besar..." sahut Siwon tidak nyambung. Harap maklum, namanya juga sedang dimabuk dengan cinta (?).

"Yaaa appaaaa!" tegur Gongchan dengan nada manja juga. Tidak mau kalah dengan sang appa, Gongchan pun ikut-ikutan memeluk Kibum dari belakang.

"Aigoo apa-apaan kalian ini!" ucap Kibum sambil berusaha melepaskan pelukan keduanya. Tetapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan pelukan Siwon—yang bertubuh besar—dan Gongchan—si big baby—. Kibum pun hanya bisa menghelakan napas pasrah.

"Ya! Yang mau tunangan disini loh, kenapa malah eomma yang dipeluk?!" kesal Suho sambil melipat kedua tangannya.

"Hyung yakin mau dipeluk? Ntar pakaiannya jadi kusut loh hehehe." Ucap Gongchan yang disambut anggukan oleh Siwon. Kibum hanya tertawa kecil menanggapi perkataan anak bungsunya.

"Apa kau sudah siap berangkat sekarang?" tanya Siwon pada Suho. Namja angelic itu mengangguk yakin sebagai jawabannya. Siwon pun tersenyum lembut. "Joonmyun-ah, tolong sukseskan pertunangan mu malam ini. Appa harap kau mau menerima seperti apapun wajah calon tunangan mu nanti, arraseo?" tanya Siwon.

Suho mengangguk lagi. "Pasti appa. Aku tidak peduli seperti apapun wajah calon tunanganku nanti, yang penting dia bisa membuatku nyaman." Ucap Suho yang masih berdiri ditempatnya tadi.

Kibum pun menghelakan napas lega begitu mendengar perkataan Suho. "Syukurlah kamu mau mengerti Joonmyun-ah.. Maaf kalau eomma dan appa seenaknya menjodohkan mu dengan seseorang yang bahkan kamu tidak tahu. Dulu kami memang pernah berjanji kepada Heechul hyung dan Hanggeng hyung untuk menjodohkan anak kami kelak, dan inilah saatnya." Jelas Kibum dengan nada yang sedih. Ia merasa tidak enak dengan Suho yang harus menjadi korban. Pasti sangat berat untuk Suho.

Suho hanya bisa tersenyum tipis menanggapi ucapan sang eomma. "Gwenchana eomma, mungkin memang inilah takdir ku."

"Kyaaa kau lihat itu chagi-ah, anak kita sudah dewasa!" seru Kibum excited sambil menggoyang-goyangkan lengan kekar milik Siwon. Sang suami langsung mencubit pipi Kibum saking gemasnya.

"Yasudah kalau begitu ayo kita berangkat sekarang! Lego!" seru Siwon sambil beranjak dari duduknya, diikuti Kibum dan Gongchan. Suho sendiri hanya bisa menarik napas dalam-dalam agar jantungnya tidak berdebar lagi. Bohong jika bilang namja itu tidak gugup sekarang.

.

.

.

.

.

Hotel ELF

Bruum... Ciiit! *ceritanya ini bunyi mobil berhenti*

Mobil milik Siwon terparkir dengan selamat(?) disalah satu parkiran yang sudah dibooking. Akhirnya mereka sekeluarga sampai juga ditempat pertunangan itu. Suasana pun sudah ramai menandakan banyak tamu undangan yang sudah datang. Sebenarnya mereka hanya mengundang keluarga terdekat, sahabat-sahabat dan beberapa teman sekelas Suho.

Ceklek!

Suho membuka pintu mobilnya dan segera turun. Ia sedikit menunduk untuk membetulkan celananya yang sedikit kusut karena habis duduk di mobil. Tiba-tiba saja ada sepasang suami-istri yang menghampiri Suho.

"Wah... jadi ini yang namanya Kim Joon Myun? Anaknya Siwon dan Kibum?" tanya salah satu namja yang wajahnya seperti orang China. Siwon dan Kibum pun ikut menghampiri Suho. "Ne Hangeng gege.. ini calon menantu mu!" sahut Siwon. Begitu mendengar ucapan appanya, Suho langsung tahu bahwa kedua namja didepannya ini adalah calon mertuanya. Namja angelic itu pun segera membungkuk sopan sebagai khas orang korea.

"Annyeong... Kim Joon Myun imnida..." ucap Suho.

"Annyeong juga Joonmyun-sshi, aku Heechul dan ini suamiku Hangeng!" sahut namja cantik yang bernama Heechul itu sambil menggandeng mesra lengan Hangeng. Suho sedikit terpana melihat wajah keduanya, sepertinya ia familiar dengan wajah mereka.

"Yo! Annyeong Siwon, Kibum, Heechul hyung dan Hangeng hyung!" tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang, membuat keempat orang yang dipanggil menoleh. Suho pun ikut menoleh karena ia merasa familiar juga dengan suara itu. Begitu melihat orang yang bersuara itu mata Suho membulat kaget. "EunHae hyung?!" teriak Suho saking kagetnya. Setahunya ia tidak mengundang wali kelas nya itu untuk datang keacara ini.

Mata EunHae ikutan membulat begitu menemukan anak didik mereka ada disini. "Suho?!" pekik EunHae bersamaan. Siwon menatap sahabat lamanya dan anaknya itu bergantian. "Jadi kalian sudah saling mengenal?" tanya Siwon.

"Mereka guruku/Dia anak didik kami!" teriak Suho dan EunHae berbarengan (lagi).

"Ooooh begitu rupanya. Kalau begitu apa kalian tidak malu mendatangi pertunangan anak didik kalian sendiri, sementara kalian belum bertunangan?" sindir Heechul dengan senyuman evilnya membuat EunHae bergidik ngeri.

"Mwo?! Jadi yang tunangan itu adalah Suho?!" teriak Eunhyuk kaget sambil memandang Suho tidak percaya. Yang ditatap hanya bisa tersenyum tipis.

"Ya Suho-ah! Kenapa tidak pernah bilang kalau kau akan bertunangan?!" kali ini datang protes dari Donghae. Sifat childishnya keluar -_-

"Hey hey sudahlah, ini akan berlarut panjang jika dibahas terus menerus." Ujar Hangeng menengahi.

"Hangeng hyung benar. Lebih baik kita pertemukan Suho dengan calon tunangannya, ia pasti sudah penasaran banget." Tambah Kibum. Heechul dan Hangeng pun serentak melihat kearah Kibum. "Penasaran? Apa Joonmyun belum pernah melihat anakku?" tanya Heechul bingung.

"Tentu saja, mereka kan belum pernah kita pertemukan." Sahut Siwon santai. Suho pun mengerunyutkan dahinya bingung begitu melihat gerak-gerik aneh Heechul dan Hangeng yang mulai bisik-bisik berdua.

"Bukannya Lay sampai rela masuk sekolah lagi demi bertemu dengan calon tunangannya ini? Mengapa Siwon bilang mereka belum bertemu?" bisik Heechul pelan ke Hangeng. Namja berwajah China itu hanya bisa mengangkat kedua bahunya. "Entah lah Chullie.. kita pertemukan saja mereka dulu." Balas Hangeng berbisik juga. Heechul pun mengangguk paham.

"Ah ya, anak kami sedang berada di swimming pool hotel ini. Apa kau mau menemuinya Joonmyun-sshi?" tanya Hangeng ramah pada calon menantunya. Suho menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Yasudah pergilah kau kesana dulu. Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum acara inti dimulai, lebih baik kalian mengakrabkan diri dulu ne?" ujar Siwon pada anak sulungnya itu.

Suho pun pergi meninggalkan keenam namja yang mulai diselimuti dengan topik nostalgia, mengenang masa-masa mereka dulu di kelas super junior. Lebih baik kita mengikuti Suho sang main character meski sebenarnya Mir adalah ELF sejati *eh*.

.

.

.

Tap tap tap

Langkah itu terdengar lambat dan galau(?) sesuai dengan hati Suho sekarang, karena langkah itu berasal dari kakinya Suho. Namja berwajah angelic itu bermaksud mendatangi swimming pool, tempat yang diberitahu oleh calon mertuanya. Tempat dimana calon tunangannya berada. Suho menutup matanya perlahan, berusaha mengabaikan seseorang yang ia tak sengaja lihat berada diantara tamu undangan yang hadir. Seseorang yang ia kenal.

Suho mendecak pelan. "Ck, apa tadi itu benar-benar Nam Woo Hyun dari kelas C? Bukannya dia adalah sepupu dari Lay? Sedang apa dia disini?" gumam Suho pelan sambil mengelus dahinya pelan.

Swimming Pool

Dan disini lah Suho berada sekarang. Tepat di depan pintu masuk kolam renang yang ada dihotel ini. Dengan gerakan yang ragu Suho pun membuka pintunya pelan dan melihat keadaan didalam.

Krek...

Jantung Suho langsung berdebar sangat kuat saat melihat ada sesosok namja berpakaian serba putih yang berdiri membelakanginya sedang menatap air di kolam renang yang begitu tenang dan damai. Suasana disini begitu sunyi.

Entah hanya perasaan Suho saja atau apa, Suho merasa mengenal sosok itu.

"Chanhyun-sshi..." panggil Suho ragu. Suho dan namja itu hanya berjarak sekitar 5 meter.

.

.

.

"Chanhyun-sshi..."

Deg!

Hati Lay serasa mau copot saat mendengar suara orang yang paling ingin ia hindari saat ini. Suara Kim Joon Myun, calon tunangannya.

Siap nggak siap, lo harus siap Lay... batin Lay menenangkan detak jantungnya. Dengan gerakan lambat Lay mulai membalikkan dirinya menghadap Suho. Dengan senyuman miris yang terukir dibibirnya.

Mata Suho membulat kaget. "L-Lay?"

Lay hanya diam sambil terus menatap Suho lurus-lurus.

"Sedang apa lo disini? Gue nggak lihat lo daritadi, ternyata lo datang juga kepertunangan gue!" ucap Suho berusaha bersikap seperti biasa. Sebenarnya Suho lebih ingin Lay tidak datang malam ini karena ia tidak mau bertunangan tepat di depan namja yang ia cintai.

Lay tetap diam. Tatapan matanya berubah menjadi sendu. Ia sangat bersyukur pada detik ini Suho masih mau berbicara padanya.

"Oh ya, lo lihat Chanhyun tunangan gue gak? Tadi kata Heechul ahjumma dia sedang berada disini, tetapi gue malah nemuin lo. Ck dimana sih calon tunangan gue itu?" tanya Suho tak luput dari rasa gugupnya.

Lay semakin tersenyum miris. Akhirnya ia membuka mulutnya untuk mengeluarkan suara. "Lo... cari calon tunangan lo kan hyung?" tanya Lay pelan. Suaranya terdengar sangat menyedihkan, sama seperti hatinya sekarang.

Suho langsung mengangguk tanpa berpikir 2x. Bukan kah ia sudah mengatakan itu daritadi?

"...kau sudah menemukannya hyung." Ucap Lay setelah mengambil jeda cukup lama.

Siiiiiing

Suho mengerunyutkan dahinya bingung. Baru saja ia mau mengeluarkan suara tetapi suara itu tertahan di tenggorokannya. Ia merasakan firasat buruk. Perasaannya semakin menjadi tidak enak seakan mimpi buruknya anak datang sebentar lagi.

"Apa kurang jelas? Kau sudah menemukan calon tunangan mu, bahkan kau sedang melihatnya sekarang." Ucap namja manis itu lagi dengan nada suara yang dibuat setegar mungkin. Jika sedang sendirian sekarang, Lay pasti sudah menangis habis-habisan.

Suho bahkan tidak mengedipkan matanya saking seriusnya menatap Lay. Mencari kebohongan dimata namja yang ia cintai itu.

"Apa yang lo katakan Lay? Haha..." sahut Suho sambil mengalihkan wajahnya.

"Masih kurang jelas hyung?! Apa perlu gue beritahu bahwa calon tunangan hyung itu adalah gu—"

"STOP! JANGAN LANJUTKAN KALIMAT LO!" potong Suho dengan nada membentak. Lay sampai tersentak kaget mendengarnya. Ini baru pertama kalinya ia mendengar Suho berteriak membentak. Oh percayalah, bahkan malaikat pun juga bisa marah jika ada yang membuatnya kesal.

Suho malah sama sekali tidak ambil pusing dengan sikapnya barusan. Akal sehatnya sudah menghilang entah kemana. "Jangan mengarang yang tidak-tidak, gue mau cari Chanhyun." Ucap Suho dengan suara yang tidak sebesar barusan, tetapi terkesan sangat dingin. Saat kaki Suho mau melangkah, Lay segera menahan lengan Suho.

"Chanhyun itu tidak ada! Dia hanyalah karakter fantasi yang gue buat untuk mengelabui hyung! Calon tunangan lo itu gue hyung! GUE!" teriak Lay yang sepertinya juga mulai kehilangan akal sehat. Emosi mulai menguasai diri mereka berdua.

Suho menatap namja didepannya ini dengan tatapan yang sangat tajam. Jika biasanya kita menyebut wajah Suho dengan 'angelic face', tolong lupakan untuk malam ini. Wajah Suho sekarang sangat jauh dari wajah angelicnya.

Tiba-tiba pandangan Suho mengarah kepakaian yang sedang dikenakanan oleh Lay. Pakaian yang sama persis dengan pakaian yang dipakainya sekarang. Hanya saja berbeda warna. Punya Lay berwarna putih cerah sementara pakaian Suho berwarna hitam gelap. Pikiran Suho pun melayang ke hari kemaren.

.

"Ehm hyung yakin mau jas yang itu? Sebenarnya jas itu gue buat sepasang, tetapi pasangannya udah diambil oleh sepupu gue.. kalau hyung mau jas itu ambil saja!"

"Eh jinja? Apa tidak apa-apa kalau jas gue sama dengan sepupu lo itu?"

"Ne gwenchana hyung.. lagi pula kalian tidak akan bertemu karena kalian sama-sama akan bertunangan besok."

.

Percakapannya dengan Jinyoung kemaren tiba-tiba melintas kilat dalam pikirannya. Suho memegang keningnya karena merasa sedikit pusing.

.

"Selamat siang Suho hyung..."

"Siang juga Lay, kebetulan banget kita bertemu disini ya. Memangnya rumah Daehyun disekitar sini?"

"B-bukan... kami kesini hanya ingin mengunjungi Jinyoung, hyungnya Daehyun."

.

Tiba-tiba percakapannya dengan Lay kemaren pun ikut melintas. Suho membawa pikirannya untuk berpikir keras.

Jadi Jinyoung itu adalah hyungnya Daehyun sekaligus sepupunya Lay? Sepupunya Jinyoung yang akan bertunangan itu adalah Lay? Aishh mengapa hal ini tidak pernah terpikirkan?! Batin Suho sambil mengutuk dirinya sendiri. Ia merasa menjadi orang yang paling bodoh.

Lay menatap Suho yang masih sibuk dengan pikirannya. Ia harus menuntaskan semuanya sekarang sebelum terlambat.

"Bukan hanya masalah Chanhyun. Tetapi sejak awal gue berada disekolah ini adalah untuk membunuh lo hyung. Hyung ingat nggak saat hyung hampir mati karena keracunan seafood? Lalu saat ada pot bunga yang hampir mengenai kepala hyung? Itu semua ulah gue hyung. Bahkan gue hampir pernah membunuh hyung dengan kekuatan gue, jika Sehun tidak datang saat itu." Jelas Lay selengkap-lengkapnya dengan nada yang dibikin sedingin mungkin.

Suho semakin menatap Lay dengan pandangan kaget sekaligus heran. Ia tidak percaya orang yang selama ini sudah dianggapnya sahabat sendiri dan sangat ia percayai, ternyata sangat ingin membunuhnya. Menganggapnya sebagai musuh terbesar.

"Siapa...lo sebenarnya?" tanya Suho dengan susah payah. Bohong jika bilang ia tidak shock sekarang.

"Gue Zhang Yi Xing, seorang pemegang healer tingkat 2. Sudah lulus sekolah sejak 3 tahun yang lalu." Ucap Lay membuka jati diri yang selama ini mati-matian ia sembunyikan. Dan hari ini, dengan waktu yang singkat ia membongkar seluruh kebohongannya. Kebohongan yang ia simpan sejak masuk ke sekolah sihir ini.

Lay pun menutup mulutnya rapat-rapat. Menciptakan keheningan diantara mereka berdua. Ia ingin memberikan Suho kesempatan untuk memikirkan perkataannya tadi. Ia tahu, pasti sangat tidak mudah untuk menerima semua kebohongannya dalam waktu yang sangat singkat.

Setelah beberapa menit mereka saling mendiami, akhirnya Lay angkat bicara. "Jadi bagaimana hyung? Apa lo ingin tetap melanjutkan pertunangan kita?" tanyanya.

"..."

Suho masih tidak ingin mengeluarkan suaranya.

"Apa hyung benci ke gue sekarang? Kata-kata gue kemaren terbukti bukan?" lanjut Lay lagi membuat Suho flashback kehari kemaren (lagi).

.

"Jangan pernah mencintai gue, karena itu hanya akan membuat kebencian hyung semakin besar kepada gue!"

"Apa maksud lo Lay? Gue nggak pernah benci ama lo."

"Benarkah? Kita buktikan besok. Gue pulang duluan hyung, selamat tinggal."

.

"..."

"Hyung, bicara lah.."

"...Hahaha..."

Itu adalah kalimat pertama yang Suho keluarkan. Lay menatap Suho dengan pandangan bingung. Mengapa Suho malah tertawa?

Suho menyunggingkan senyumannya. "Selamat Lay. Lo berhasil mempermainkan perasaan gue dengan sangat sempurna. Lo tahu nggak? Gue langsung merasa jadi orang yang paling bego hanya dalam sekian detik. Begitu bodohnya kah gue sehingga lo dengan mudah mempermainkan gue? Padahal selama ini gue paling percaya ama lo. Gue selalu cerita semuanya termasuk soal perjodohan ini. Dan jika sekarang lo bertanya gue benci ke lo atau enggak, gue bakal jawab enggak. Karena gue butuh kata-kata yang lebih dari sekedar 'benci'! DASAR PEMBOHONG!" teriak Suho tepat di depan wajah Lay. Mata Lay memandang namja didepannya ini dengan takut. Pandangan Suho kepadanya seperti akan siap menerkam Lay kapan saja.

Bruk!

Tiba-tiba Lay terduduk lemas didepan Suho. Benteng pertahanannya hancur. Butir-butir air mata pun berlomba-lomba keluar dari pelupuk matanya. Lay menangis!

"Hyung... hiks... gue mohon, bunuh gue sekarang juga... gue udah nggak pantas hidup lagi hiks..." isak Lay memohon kepada namja didepannya itu. Suho hanya menatap Lay datar. Tak lama kemudian namja itu berbalik dan melangkah meninggalkan Lay tanpa berkata apa-apa. Tatapannya tetap datar, seperti tubuh yang tidak ada nyawanya. Mungkin memang seperti itulah keadaan yang sedang dialami Suho sekarang. Jiwanya seakan sedang lenyap.

.

.

.

Disisi lain, keenam namja—yang kini jumlahnya sudah bertambah menjadi tigabelas—tadi kini masih sibuk bernostalgia pada zaman dimana mereka masih menjadi anak sekolahan. Saking sibuknya mengobrol sampai-sampai tidak sadar bahwa ada salah satu anak dari mereka yang datang menghampiri. Anak itu adalah Suho.

"Appa." panggil Suho dengan suara datar. Tetapi suara itu sudah cukup kuat untuk menyadarkan Siwon dan Kibum bahwa ada anak mereka disini. Siwon pun menoleh kebelakang, tepatnya kearah sang purta sulung.

"Waeyo Suho? Apa kau sudah bertemu dengan calon tunanganmu itu?" tanya Siwon.

Suho mengangguk singkat. Masih dengan wajah datarnya. Kibum merasakan ada yang aneh dengan anaknya itu. "Suho-ah, kamu baik-baik saja kan?" tanya Kibum khawatir.

"...Ne gwenchana eomma. Ayo...kita segera memulai pertunangan ini." Sahut Suho sambil mengalihkan wajahnya. Padahal tadi ia sempat berniat untuk membatalkan pertunangan ini. Tetapi begitu melihat wajah eomma dan appanya, Suho menjadi tidak tega untuk mengecewakan kedua orangtuanya.

"Anakmu sudah tidak sabar rupanya Siwon-ah. By the way dimana Lay?" tanya Heechul sambil melihat sekitar untuk mencari anaknya.

Suho hanya bisa terdiam sambil menunduk. Tangannya mengepal kuat begitu mendengar nama namja yang sangat ia benci saat ini.

"Suho-sshi, bukannya tadi kamu pergi menemui Lay? Dimana dia sekarang?" tanya Hangeng kepada calon menantunya. Belum sempat Suho menjawab, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang menarik perhatian semua orang yang ada disana. Ternyata suara itu berasal dari kakinya Lay. Suho langsung mengalihkan pandangannya kearah lain begitu menyadari ternyata yang datang adalah Lay.

"Gue sama sekali nggak nyangka ternyata Suho akan bertunangan dengan Lay.. ckck." Ucap Eunhyuk sambil menggaruk-garuk kepalanya. Lay hanya tersenyum tipis menanggapi wali kelasnya itu.

"Lay, kamu habis menangis? Mengapa matamu kelihatan sedikit bengkak?" tanya Hangeng bingung. Jika dilihat sekilas Lay memang terlihat biasa saja. Tetapi jika diperhatikan baik-baik, mata Lay memang terlihat sedikit membengkak. Lay langsung merutuki dirinya sendiri karena sehabis menangis tadi ia sendiri yang menghias ulang make-upnya. Seharusnya ia meminta bantuan Woohyun tadi. Tetapi ia tidak mau sampai ketahuan habis menangis oleh yang lain.

"Gwenchana appa." Sahut Lay singkat.

"Nah bagaimana jika kita memulai acara inti pertunangan ini sekarang? Kelihatannya para tamu undangan juga sudah lama menunggu." Ucap Siwon membuyarkan keheningan. Lay menatap Siwon kaget, lalu mengalihkan pandangannya ke Suho. Lay kira Suho sudah meminta agar pertunangannya dibatalkan. Suho yang mengerti arti tatapan Lay hanya bisa menghembuskan napas singkat. Kakinya mulai melangkah mendekati Lay yang masih terdiam.

"Jangan berpikir yang macam-macam. Gue melanjutkan pertunangan ini hanya agar kedua orangtua gue nggak kecewa. Tidak ada maksud lain, jadi jangan kira gue udah maafin semua kebohongan lo." Bisik Suho pelan saat dirinya tepat melewati Lay. Namja unicorn itu hanya bisa menundukkan muka seiring semakin menjauhnya Suho dari dirinya. Ia memang pantas mendapatkan ini.

.

.

.

"Selamat malam semua. Saya Hangeng mengucapkan banyak terimakasih kepada para tamu undangan yang sudah datang untuk menghadiri acara pertunangan yang sederhana ini. Mari kita doakan agar pertunangan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar sampai akhirnya nanti akan berlanjut ke jenjang pernikahan. Baiklah tanpa membuang-buang waktu lagi, mari kita persilahkan kepada anak saya yaitu Zhang Yi Xing dengan calon tunangannya yaitu Kim Joon Myun untuk naik keatas panggung." Ucap Hangeng dengan bahasa Korea yang lancar.

"Pfffft!" tiba-tiba seorang namja imut yang sedang asyik minum menyemburkan airnya begitu mendengar perkataan Hangeng barusan. Namja yang setinggi tiang listrik yang ada disamping namja imut itupun membulatkan matanya kaget.

"Kris ge, apa gue salah dengar? Apa tadi orang itu menyebutkan namanya Lay hyung sebagai calon tunangan Suho hyung?" tanya namja imut aka Baekhyun kepada namja tinggi disampingnya, yang tak lain dan tak bukan adalah Kris.

"Mungkin kita salah dengar Baekhyun-ah. Mana mungkin tunangan Suho itu adalah Lay." Ucap Kris masih dengan wajah kagetnya.

Tiba-tiba namja berwajah datar yang berada disamping Kris ikut berbicara juga. "Tidak, kalian tidak salah dengar. Suho hyung memang akan bertunangan dengan Lay hyung." Ucap namja itu dengan tenang, seolah ia sudah mengetahui segalanya.

Baekhyun dan Kris pun serentak melihat kearah namja itu. "Mengapa lo begitu yakin Sehun-ah?" tanya Baekhyun penasaran. Sehun pun membalas tatapan kedua hyungnya. "Karena gue udah tahu sejak lama, tunangannya Suho hyung itu adalah Lay hyung." Jawab Sehun,

"Mwoya?! Aish, kenapa lo gak pernah bilang Hun?!" tanya Kris kesal.

"Karena Suho hyung pun tidak tahu siapa calon tunangannya sampai hari ini. Gue nggak mungkin seenaknya membuka rahasia yang disembunyikan Lay hyung dengan susah payah." Ucap Sehun lagi. Kini pandangannya beralih keatas panggung, tepatnya kearah Suho dan Lay. Sehun menggigit bibirnya pelan. Ia bisa merasakan atmosfer diantara Lay dan Suho yang tidak bersahabat.

"Jadi selama ini Lay sudah membohongi kita?" tanya Kris lagi.

Sehun mengangguk pelan. "Benar. Sebenarnya Lay hyung itu penyihir yang sudah lulus sekolah. Sejak awal tujuan Lay hyung datang kesekolah ini hanya untuk membunuh Suho hyung karena ia tidak terima dengan pertunangan ini."

Kris dan Baekhyun memandang Sehun dengan tatapan tidak percaya. Mereka sama sekali tidak menyangka sifat Lay yang sebenarnya sangat jahat.

"Awalnya gue juga merasa sangat kesal dengan Lay hyung. Tetapi semua itu runtuh ketika gue mengingat Lay hyung pernah menyelamatkan Suho hyung dari racun yang hampir membuatnya mati. Dari situ gue langsung tahu bahwa Lay hyung sudah berubah." Jelas Sehun lagi. Kali ini nada bicaranya terdengar lembut.

"Apalagi... ternyata Lay hyung sudah jatuh cinta kepada Suho hyung. Dan gue sangat tahu bahwa sebenarnya Suho hyung juga mencintai Lay hyung."

"Sehun-ah, lo tahu hal sebanyak ini darimana?" tanya Baekhyun.

"Kemaren saat mau menjenguk Lay hyung, gue mendengar percakapan Lay hyung dengan Daehyun hyung dan Woohyun hyung di dalam kamar pasien." Jawab Sehun masih memandang kearah panggung.

"Ya, semua yang dikatakan Sehun itu benar. Lay sudah berubah sekarang. Tujuan awalnya yang sangat berambisi ingin membunuh Joonmyun hyung sekarang sudah lenyap entah kemana. Perasaan benci itu sudah tergantikan dengan perasaan cinta. Itu semua terbukti saat Lay menyelamatkan Suho, benarkan Sehun-ah?" tanya Daehyun yang entah sejak kapan ada didekat mereka bertiga. Kris, Baekhyun dan Sehun menoleh kaget kearah Daehyun.

"Daehyun hyung?" kaget Sehun.

"Disaat itu kondisi Lay sangat lemah. Kondisi yang lemah adalah musuh terbesar bagi seorang healer seperti Lay. Tetapi ia tetap bersikeras ingin menyelamatkan Joonmyun hyung dari racun itu, meski sudah mati-matian gue larang. Jika saja saat itu Lay tidak cepat-cepat dibawa ke rumah sakit, mungkin nyawanya sudah melayang." Jelas Daehyun panjang lebar.

"Oh.. jadi itu alasan mengapa Lay hyung langsung dilarikan kerumah sakit.." sahut Sehun tertegun.

"Ck... anak itu selalu saja berbuat gegabah..." ucap Kris sambil menatap Lay yang kini berada diatas panggung.

"Jadi... apa kalian mau memaafkan Lay?" tanya Daehyun ragu kepada 3 namja dari kelas A itu.

"Gue sudah memaafkan Lay hyung dari awal." Sahut Sehun, membuat Daehyun bernapas lega. Tatapan Daehyun pun beralih ke Baekhyun.

"Apapun itu, gue rasa yang paling tertekan sekarang adalah Suho hyung. Dulu gara-gara ulah gue, Lay hyung pernah sampai terjebak lubang dalam yang ada dihutan pula Jeju. Gue rasa sekarang lah saatnya untuk menebus segala kesalahan gue. Gue bakal bantu Lay hyung untuk meluluhkan hati Suho hyung lagi." Ucap Baekhyun sambil menatap Suho yang berwajah begitu datar. Seumur hidup belum pernah ia melihat tatapan Suho yang datar dan kosong seperti sekarang.

Daehyun tersenyum mendengar ucapan Baekhyun. Kini tatapannya beralik kearah Kris. "Meski Lay sering membuat ulah, tetapi dia tetaplah anggota kelas A. Gue sebagai ketua kelas A pasti akan bertindak semaksimal mungkin jika ada anggota kelas gue yang bermusuhan." Ucap Kris dengan tegas.

Daehyun pun membungkuk sebagai tanda terimakasih. "Terimakasih banyak sudah memaafkan Lay ne... Apa anak kelas A yang hadir disini hanya kalian bertiga?" tanya Daehyun.

"Ne hanya kami bertiga, yang lain tidak bisa datang kemari. Kalau urusan anak kelas A yang lain, serahkan saja ke gue." sahut Kris yakin.

"Baiklah kalau begitu. Sekali lagi gumawo ne.."

"Gwenchana Daehyun-ah, jangan berlebihan begitu. Mulai sekarang serahkan saja urusan Lay kepada kami. Sekarang mari kita saksikan pertunangan mereka." ucap Baekhyun dengan senyuman manisnya. Daehyun mengangguk mengerti. Mereka berempat pun memfokuskan mata mereka kearah panggung.

.

.

.

"Nah sekarang mari saling menyematkan cincin ke jari sebagai tanda bahwa kalian sudah terikat dalam hubungan." Ucap Hangeng. Woohyun langsung naik kepanggung dan menyerahkan sebuah benda persegi panjang yang sudah diisi dengan dua cincin. Suho membuka kotak itu, mengambil salah satu cincin yang berukuran lebih kecil dan menyematkan cincin itu di jari manis Lay. Masih dengan wajah datar. Tanpa diselingi perasaan sedikitpun.

Lay hanya bisa menatap tunangannya itu dengan pandangan sendu. Tangannya pun mulai bergerak untuk melakukan hal yang sama dengan yang tadi Suho lakukan. Ia harus menyelesaikan semua ini dengan cepat. Setelah Lay selesai menyematkan cincin itu di jari manis Suho, datang suara tepuk tangan dari segala arah yang cukup riuh. Lay pun memandang tamu-tamu undangan dengan senyum yang dipaksakan. Tak sengaja mata Lay menemukan Daehyun yang sedang tersenyum kearahnya. Daehyun membuat pergerakan dimulutnya tanpa mengeluarkan suara.

Lay hwaiting!

Lay pun tersenyum seolah baru saja mendapat tenaga baru dari Daehyun. Sementara Suho? Ia hanya bisa tersenyum tipis sebagai formalitas. Bukan senyum bahagia seperti yang dikeluarkan setiap orang bertunangan.

"Baiklah, dengan ini anak saya dan anak dari Kim Si Won akhirnya resmi bertunangan. Terimakasih kepada para tamu undangan yang sudah menjadi saksi atas dijalinnya hubungan pertunangan ini. Sekarang silahkan menikmati hidangan yang sudah kami sediakan. Akhir kata saya memohon maaf jika ada salah kata, Assalamualaikum wrb.(?)" ucap Hangeng mengakhiri, yang kembali mendapat tepukan tangan riuh.

Lay menutup matanya sambil menghembuskan napas.

Akhirnya selesai...

Bruk!

Dan semuanya terasa menjadi gelap bagi Lay. Samar-samar ia mendengar banyak orang yang meneriakkan namanya. Tetapi ia tidak menemukan suara Suho yang terdengar diantara sekian banyak suara yang menyerukan namanya.

Lay pun pingsan.

.

.

.

.

.

TBC / THE END? (?)

.

.

Waaaa FF apa ini? O_O

Tapi untunglah Lay dan Suho udah bertunangan. Capek banget huft *lap keringat/?*

Mir nggak nyangka masih ada yang setia menunggu FF gaje yang paling gaje ini :')

Makasih banyak buat yg udah review dan fav! i love u readers! review dari kalian sangat berarti bagi Mir, karena dengan baca review2 dari kalian Mir jadi semangat buat ngelanjutin!

Dan... sekarang SuLay udah tunangan! Uyeeee! *lempar Sehun* (?)

Apakah cerita ini berakhir sampai disini aja? Atau lanjut?

Itu semua terserah pada readers semua. Sampaikan pendapat kalian tentang FF ini di review ya? :D

Di akhir kata, annyeong! ^_^