I'll Get You, KIM JOON MYUN!

Author : Mir

Main Cast : Lay, Suho EXO

Support Cast : All of member EXO, Daehyun BAP, Woohyun Infinite, EunHae SuJu

Warning : typo, gaje

.

.

.

JANGAN BUNUH MIIIIIIIIIR QAQ *sembunyi dibelakang Lay* *ditendang Suho*

Beribu-ribu maaf dari Mir karena keterlambatan update!

Salahkan SBMPTN yang menyita waktu Mir! Salahkan asap yang seenaknya datang ke kota Mir! Salahkan kenapa Mir harus sibuk ngurus syarat-syarat buat masuk kuliah! Salahkan kenapa Lay semakin terlihat kayak SEME!

(readers : alesan lo Mir -_-)

Mir emang bukan author yang baik yang bisa update kilat T_T

Dan jangan kaget kalau FF ini semakin gaje hehe, Mir udah bikin warning disetiap chapter kalau FF ini gaje ^_^

Hasil dari review kemaren banyak yg minta ini lanjut dan sekarang Mir kabulkan permintaan kalian :')

Bahkan ada yang ngancem bakal gigit Mir, jadiin Mir santapan nonem naganya Kris, ngutuk Mir jadi unicorn, dan ngancam bakal bunuh SuLay kalau Mir nggak segera update! Ada yang bawa golok segala huhuhu serem QAAAAAQ

Makasih banyak buat yg udah nge-review, nge-fav dan nge-follow cerita ini! /lempar bias masing2/

I LOVE U GUYS :* :* :* (readers : *muntah*)

NYOK CEKAIDOOOOT! CHAP 11!

.

.

.

"Selamat Lay. Lo berhasil mempermainkan perasaan gue dengan sangat sempurna. Lo tahu nggak? Gue langsung merasa jadi orang yang paling bego hanya dalam sekian detik. Begitu bodohnya kah gue sehingga lo dengan mudah mempermainkan gue? Padahal selama ini gue paling percaya ama lo! Gue selalu cerita semuanya termasuk soal perjodohan ini! Dan jika sekarang lo bertanya gue benci ke lo atau enggak, gue bakal jawab enggak. Karena gue butuh kata-kata yang lebih dari sekedar 'benci'! DASAR PEMBOHONG!"

.

.

.

CHAP ELEVEN - MEMORY

.

.

.

Tiba-tiba mata Lay terbuka. Tanpa bergerak dari tidurnya ia melirik kesekitar. Ini adalah kamarnya Jinyoung. Lay mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam.

Oh iya... semalam gue tunangan ama Suho hyung... trus semua menjadi gelap. Batin Lay dengan tatapan sendu. Baru saja ia ingin beranjak bangun, gerakannya terhenti begitu mendengar suara familiar yang berasal dari luar kamar.

"Annyeong Kibum-ah, bagaimana keadaan Suho sekarang?"

Oh itu suaranya Heechul, eommanya Lay. Namja berperawakan cantik itu tampaknya sedang menelfon seseorang yang kita ketahui adalah eommanya Suho. Raut wajah namja unicorn itu langsung berubah begitu mendengar nama 'tunangan'nya disebutkan. Dadanya terasa sangat sakit.

"Apa? Suho mengurung diri dikamar? Aigoo ada apa sebenarnya sih? Lay juga belum sadar-sadar dari pingsannya, ia masih tertidur dikamar. Kibum-ah, apakah perjodohan yang kita lakukan semalam ini salah?" suara Heechul terdengar resah dan khawatir. Lay menelan salivanya dengan susah payah begitu tahu Suho sedang tidak baik-baik saja. Namja itu bisa membayangkan betapa shocknya Suho sekarang sehingga mengurung diri dikamar.

Apa yang musti gue lakuin sekarang? Batin Lay lagi sambil menyibak kasar poninya. Ia tidak bisa hanya berdiam diri dikamar sekarang kalau ingin masalah ini selesai.

.

.

.

Tok tok tok!

"Suho hyung, gue bawa sarapan. Bukain pintunya dong.." pinta Gongchan setelah mengetuk pintu kamarnya Suho. Ia tidak bisa menyelonong masuk seperti biasanya karena Suho mengunci pintunya dari dalam. Tetapi mirisnya Gongchan sama sekali tidak mendapat sahutan dari dalam.

"Hyung lo udah bangun kan? Jangan seperti ini, appa dan eomma sangat khawatir hyung. Setidaknya hyung harus sarapan!" ujar Gongchan lagi, kali ini dengan suara yang lebih keras.

Tetapi masih saja tidak ada sahutan dari dalam. Sang adik hanya bisa menghembuskan napas panjang melihat kelakuan hyungnya. "Baiklah kalau itu mau hyung. Gue taruh sarapannya di depan kamar ne, hyung bisa ambil sendiri." Ucap namja berbadan tinggi itu sambil membungkuk untuk meletakkan makanan itu.

Dari kejauhan, Siwon dan Kibum—yang masih menelfon Heechul—menatap anak mereka dengan tatapan sendu. Suho memang tidak ada protes tentang pertunangan semalam. Begitu pulang dari pertunangan ia langsung memasuki kamar dan menguncinya dari dalam. Dan tidak keluar-keluar sampai sekarang.

"Aku rasa... Suho begini bukan karena ia tidak suka dengan tunangannya. Tetapi mungkin dia mempunyai masa lalu dengan anak yang bernama Lay itu sehingga ia menjadi shock sekarang.." duga Kibum setelah mematikan sambungan HP nya. Siwon mengangguk menyetujui ucapan istrinya. "Yeah mungkin memang begitu.." sahutnya singkat.

Tangan Gongchan mengepal kuat. Apa yang diduga kedua orangtuanya memang tepat sekali. "Suho hyung... akan baik-baik saja. Itu pasti." Ucap Gongchan pelan. Tak lama kemudian tiba-tiba pintu kamar Suho perlahan terbuka, mengalihkan perhatian 3 namja yang ada disana.

"Hey Gongchannie! Oh, selamat pagi eomma dan appa!" sapa Suho begitu membuka pintu. Tangan kanannya sibuk memegang handuk dan menggosok-gosok rambutnya yang masih basah layaknya seseorang yang baru siap mandi. Penampilan Suho terlihat rapi seperti biasanya.

"Suho-ah! Kamu membuat eomma dan appa khawatir! Mengapa dari tadi tidak menyahuti panggilan Gongchan hah?" tanya Kibum seraya berdiri dari tempatnya dan mendekati putra sulungnya.

"Eomma tidak lihat aku baru saja siap mandi?" Suho berakting seakan tidak terjadi apa-apa.

"Lalu mengapa saat appa membangunkan mu tadi pagi kau tidak menyahut juga?" tanya Siwon masih duduk di posisinya semula.

Suho menghelakan napasnya pelan. "Appa tahu sendiri kan tadi malam aku baru saja siap tunangan? Aku terlalu lelah sampai-sampai tidak mendengarkan panggilan appa dan bangun kesiangan."

Gongchan menatap hyungnya aneh. Ia tahu ada yang Suho sembunyikan dari mereka.

"Jadi... apa boleh aku menyantap sarapan ku sekarang? Aku lapar." Suho membungkuk mengambil sarapan yang diletakkan Gongchan tadi.

"Tentu saja, sarapan lah dulu. Eomma mau balik ke dapur dulu." Sahut Kibum sambil mengacak rambut Suho yang masih basah itu sekilas dan melangkah ke dapur. Suho tersenyum mendapat perlakuan dari eommanya.

"Aku akan sarapan dikamar saja..." ucap Suho entah pada siapa. Sebelum berbalik masuk ke kamar Suho menatap dongsaengnya sekilas. "Ah ya Gongchannie. Kalo ada teman sekolah gue yang datang kerumah ini, bilang saja Suho tidak sedang ingin bertemu siapa-siapa. Lo ngerti maksud gue kan?" tanya Suho dengan tatapan penuh arti.

Gongchan hanya bisa mengangguk kaku yang dibalas dengan senyuman tipis Suho.

.

.

.

Pondok Bubble Tea (?)

Disebuah tempat yang sering disebut dengan 'Pondok Bubble Tea' tampak dua orang namja yang tampan dan mirip sedang duduk berhadapan. Dihadapan kedua namja itu sudah tersedia bubble tea dengan rasa sesuai pesanan masing-masing. Dua namja itu adalah Oh Se Hun dan Lu Han.

"Jadi Hun-ah, bagaimana pertunangan Suho semalam? Tunangannya cantik gak?" tanya Luhan antusias setelah meminum bubble tea miliknya. Sehun hanya bisa menelan ludah. Ia tidak tahu harus memulai bercerita darimana.

"Hmm... Aku langsung ke inti saja ne? Tunangan Suho hyung itu ternyata adalah Lay hyung." Ucap Sehun langsung to the point.

"Pfffft!" Luhan yang sedang meminum bubble tea langsung menyemburkan minuman itu dari mulutnya. Untung Sehun sudah menduga hal itu akan terjadi, jadi dia langsung menghindar(?). Bisa kita tebak bagaimana reaksi Luhan sekarang. Pasti tidak jauh-jauh dari kata 'kaget' yang menyelimuti wajahnya. "MWOYA?! JANGAN BERCANDA SEHUN-AH!" teriak Luhan kuat. Ia sampai berdiri saking kagetnya mendengar jawaban Sehun.

"Hyung duduklah, aku akan menceritakan semuanya dari awal." Ujar Sehun sambil memegang tangan Luhan. Namja cantik itupun memilih menurut kepada sang namjachingu dan kembali duduk.

Sehun menceritakan semuanya dari awal. Ia menceritakannya dengan detail, tak sedikitpun terlewatkan. Termasuk semua kebohongan-kebohongan yang Lay buat dan sandiwara Lay yang berperan sebagai penyihir tingkat 4. Luhan sampai lupa berkedip saking shocknya mendengar penjelasan Sehun. Matanya semakin membulat seiring semakin banyak sisi yang tidak ia ketahui dari roomatenya. Sungguh Luhan sama sekali tidak pernah kepikiran bahwa tujuan Lay datang kesekolah ini hanya untuk membunuh Suho! Membunuh wakil ketua kelas mereka!

BRAK!

Emosi Luhan memuncak. Kepalan tangan Luhan beradu pada meja mereka, mengundang perhatian pengunjung-pengunjung yang ada disana. Sehun pun ikutan shock melihat wajah Luhan yang sangat seram sekarang.

"H-hyung?" panggil Sehun terbata-bata.

"DIA TIDAK AKAN BISA MEMBUNUH SUHO! AKU LAH YANG AKAN MEMBUNUH NAMJA UNICORN ITU TERLEBIH DAHULU!" teriak Luhan dengan tatapan penuh dendam. Hobi teriak-teriaknya kambuh nih -_-

Sadarlah wahai Luhan. Kini semua pengunjung yang ada disana sedang menatap kalian kebingungan.

"Hyung! Lay hyung sudah berubah sekarang, ia tidak berambisi untuk membunuh Suho hyung lagi!"

"TETAP AJA HUN KITA TIDAK TAHU LATAR BELAKANG NAMJA ITU! BISA SAJA DI NEGARA ASALNYA IA MEMANG PERNAH MEMBUNUH ORANG?!" Luhan tetap bersikeras.

"Jaga ucapan mu hyung! Bukan kah hyung adalah roomatenya? Seharusnya hyung yang paling mengerti Lay hyung!"

"KENAPA KAMU MEMBELANYA HUN?! DIA HAMPIR SAJA MEMBUNUH ROOMATE MU SENDIRI!"

"I-itu..."

"APA? APA KARENA KAMU UDAH JATUH CINTA PADA LAY? BAIKLAH AKU MENGERTI, AKU PULANG DULUAN SEHUN!" Ucap Luhan masih dengan tatapan tajam sambil menyambar tasnya.

"Aigoo hyung bukan begitu maksud ku! HYUNG!" panggil Sehun, tetapi tidak dihiraukan oleh Luhan. Namja cantik itu terus melangkah menjauh tanpa menoleh sedikitpun. Sehun merutuki dirinya sendiri. Ia tidak percaya dalam hitungan detik ia bisa membuat Luhan marah kepadanya. Bukannya membantu Lay menyelesaikan masalah, ia hanya bisa membuat masalah baru.

Tilililililit~

HP Sehun berdering. Dengan lemas Sehun merogoh saku celananya dan mengangkat panggilannya.

"Ne annyeong?" tanya Sehun.

"Kenapa suara lo lemas Hun? Oh ya, apa lo udah ceritain semuanya ke Luhan hyung?" tanya seseorang diseberang sana.

"Gwenchana Baekki hyung. Sudah, responnya sangat buruk. Bagaimana dengan hyung sendiri?" tanya Sehun balik.

"Begitu gue cerita pada Yeolli bahwa tunangan Suho hyung itu adalah Lay hyung, Yeolli langsung emosi. Trus saat gue membela Lay hyung dia malah marah ke gue. Aigoo apa salah gue Hun?"

"Cerita lo gak beda jauh dengan apa yang gue alami bersama Luhan hyung barusan. Lalu bagaimana dengan Kris gege?"

"Yaaah lo bisa nebak sendiri. Begitu dhuizang itu membela Lay, tentu saja Tao cemburu dan bahkan meminta putus! Untung saja itu semua bisa diatasi oleh Kris gege sehingga mereka tidak jadi putus, meski sampai sekarang Tao belum bisa menerima kebohongan Lay hyung.." jelas Baekhyun dengan suara yang tak kalah lemas dari Sehun.

"Lalu bagaimana dengan ChenMin hyung dan KaiDO hyung?" tanya Sehun lagi.

"Gue rasa mereka belum ada yang tahu. Tetapi gue yakin respon mereka nggak jauh-jauh dari responnya Yeolli, Tao dan Luhan hyung." Sahut Baekhyun.

"Ck padahal beberapa hari lagi kita akan masuk sekolah. Bagaimana ini? Kelas A akan hancur!" kata Sehun frustasi sambil menyibak poninya. Masalah ini bertambah semakin besar!

"Pokoknya jangan sampai Daehyun atau Woohyun tahu tentang masalah ini. Kita harus bisa menyelesaikannya!"

Sehun hanya bisa mengangguk, meski tidak bisa terlihat oleh Baekhyun. "Baiklah gue ngerti. Nanti kita lanjutkan lagi pembicaraan ini, annyeong!" ucap Sehun sambil memutuskan sambungannya. Perasaannya menjadi tidak enak sejak bertengkar dengan Luhan tadi. Pasti Baekhyun dan Kris juga merasakan hal yang sama dengan dirinya. Aigoo apa memang sesulit ini untuk menegakkan kedamaian?

.

.

.

Tok tok tok!

Terdengar ketukan pada pintu rumah kediaman Kim Si Won. Gongchan yang posisinya paling dekat dengan pintu langsung berinisiatif membukakan pintunya.

Ceklek!

"Oh, selamat siang Kris hyung." Sapa Gongchan begitu melihat tamu yang datang. Kris pun tersenyum begitu mendapati Gongchan mengenali dirinya. Gongchan memang tahu wajah-wajah murid kelas A dari album foto kelas Suho, lengkap dengan namanya juga.

"Selamat siang Gongchan. Apa ada Suho didalam?"

Gongchan menggigit bibirnya gugup. Ia teringat akan pesan yang Suho beri padanya.

"Ehm... mianhe hyung, tapi Suho hyung lagi nggak mau di ganggu..." ucap Gongchan ragu-ragu. Pasalnya namja yang ada didepannya ini sangatlah tinggi dengan wajah yang tak bersahabat. Gongchan takut kalau seandainya namja ini emosi dan langsung mencekik Gongchan karena tidak mengizinkannya menemui Suho (?).

Kris terdiam sejenak sambil mempertimbangkan apa yang harus ia lakukan. Apa ia harus berbalik pulang tanpa membuahkan hasil? Atau ia harus menerobos untuk masuk?

Eh sepertinya opsi kedua tidak mungkin. Bisa-bisa ia langsung diusir oleh kedua orang tua Suho dengan tidak terhormatnya. Ia harus bisa menjaga sikap, ia kan anak presiden!

"Hmm baiklah kalau begitu. Jaga hyung mu baik-baik ne? Hyung pulang dulu." Kris pun akhirnya memilih untuk pulang saja untuk membicarakan hal ini dengan Sehun dan Baekhyun. Tanpa ada yang menyadari dari tadi Suho mengintip dari balik jendela kamarnya yang menghadap ke pintu utama.

Suho menghelakan napas lega, ternyata Gongchan dapat diandalkan.

.

.

.

.

.

Beberapa hari kemudian...

Akhirnya gerbang SM High School kembali dibuka menandakan hari ini sudah masuk sekolah. Murid-murid pun sudah banyak yang berdatangan kesekolah dengan beragam raut wajah. Ada yang semangat, ada yang riang, ada yang cemberut dan ada juga yang lesu. Entah lah, itu tergantung kepribadian masing-masing.

Dan jika kita zoom kan kamera lebih dekat(?) tampak seorang siswa dengan wajah lesunya melangkah dengan pelan sambil menundukkan kepalanya. Kalau diperhatikan baik-baik ternyata siswa berwajah lesu itu adalah main cast ff ini! Zhang Yi Xing!

Lay memang belum mau keluar dari sekolah ini karena masalahnya belum selesai. Bagaimana pun juga Lay adalah tipe namja yang bertanggung jawab. Sebenarnya tujuan Lay datang ke sekolah saat ini bukanlah untuk belajar melainkan bertemu dengan tunangannya. Sejak pertunangan kemaren Lay belum pernah bertemu dengan Suho lagi.

BRUG!

Tiba-tiba saja Lay merasa tubuhnya disenggol kasar oleh seseorang, membuat badan kerempengnya terjatuh dengan tidak elit. Baru saja Lay akan memarahi orang itu, jika saja ia tidak melihat dulu siapa pelakunya.

"L-Luhan hyung?" ucap Lay gugup. Oh ya Mir lupa bilang. Lay belum balik ke asrama, ia masih tinggal dirumah Daehyun sampai kemaren. Jadi ia belum bertemu satupun anak kelas A sejak pertunangan itu. Termasuk belum bertemu Luhan.

Luhan menepuk pundaknya yang baru saja bersentuhan dengan pundak Lay, seakan pundak Lay itu menimbulkan kotoran debu pada seragamnya. "Ck kalau jalan yang benar! Merusak mood saja!" bentak Luhan dengan tatapan yang tajam.

Lay membulatkan matanya kaget. Apa namja dihadapannya ini benar-benar Luhan? Roomatenya yang perhatian?

"Jangan memasang wajah tak berdosa seperti itu! Gue udah tahu semua akal busuk lo masuk ke sekolah ini!" kata Luhan lagi sebelum meninggalkan Lay. Namja cantik yang masih terduduk itu menundukkan wajahnya.

Ternyata semuanya sudah tahu tentang pertunangan gue dan Suho hyung... batinnya sedih. Itu artinya bukan hanya Suho yang membencinya, tetapi seluruh Kelas A juga membencinya.

Aigoo bisa kah gue bertahan di kelas itu?

.

.

.

Jam pelajaran pertama

"Huang Zi Tao?"

"Hadir songsaenim!"

"Kim Jong Dae?"

"Hadir Donghae saenim!"

"Kim Jong In?"

"Hadir!"

"Kim Joon Myun?"

"..."

Seketika suasana kelas hening. Bisa kita tebak saat ini Donghae sedang mengabsen kehadiran murid-muridnya. Karena tak kunjung mendapat sahutan Donghae pun mengalihkan pandangannya kepada seluruh anak didiknya.

"Kim Joon Myun? Ada yang tahu Suho kemana?" tanya Donghae.

Chanyeol memunculkan smirknya. "Kenapa tidak saenim tanya saja pada 'tunangan'nya?" ucapnya sambil melirik Lay sekilas. Nada Chanyeol barusan lebih terkesan sedang menyindir dan memojokkan Lay.

Pandangan Donghae pun beralih ke Lay. "Yixing, apa kamu tahu kenapa Suho tidak masuk sekarang?"

Lay mengepalkan tangannya gugup. Mana dia tahu soal itu?

"Percuma saja saenim bertanya padanya, dia tidak akan tahu." Sahut Luhan kemudian dengan nada meremehkan.

"Hey hey ada apa ini? Siapa tunangan yang dimaksud Chanyeol tadi?" tanya Xiumin tidak mengerti diikuti pandangan heran oleh Chen, Kai dan Dio. Mereka berempat memang belum tahu persoalan yang terjadi antara Suho dan Lay.

"Oh Xiumin hyung belum tahu ya? Tunangannya Suho hyung itu ternyata adalah Lay hyung loooooooh!" teriak Chanyeol dengan suara lantang. Keempat namja yang tidak tahu apa-apa itu sontan membulatkan mata mereka tidak percaya. Mata Dio lah yang paling bulat O_O

Lay semakin menundukkan kepalanya. Mati lah dia!

Kris, Baekhyun dan Sehun hanya bisa saling menatap satu sama lain. Mereka memang sudah sepakat untuk diam agar masalah ini tidak berlanjut. Pasalnya sekarang mereka sedang dalam jam pelajaran!

Donghae yang merasakan atmosfer yang tidak enak pada kelas itu langsung mengambil tindakan. "Yasudah jika tidak ada yang tahu Suho kemana. Selanjutnya... apa Kim Min Seok hadir?" tanya Donghae mengalihkan.

"H-hadir saenim-ah!"

.

.

.

.

.

KRIIIIIIIIING~

Bel istirahat berdering nyaring disambut dengan sorakan para siswa dan siswi yang sudah jenuh dengan pelajaran. Semua langsung berlomba-lomba keluar dari kelas untuk mengisi perut mereka yang kosong. Dan seketika Kelas A pun menjadi sepi. Tampak Lay dan Chen yang masih setia duduk dibangku mereka.

"Hmm... Lay hyung..." panggil Chen ragu-ragu.

"Ne?"

"Apa benar hyung adalah tunangannya Suho hyung?"

Lay terdiam sejenak sambil memandangi teman sebangkunya itu. Lalu Lay pun mengangguk lemas sebagai jawaban.

"Lalu mengapa selama ini hyung tidak pernah bilang ke kami?!" tanya Chen, lebih terdengar seperti sebuah pernyataan.

"I-itu..."

"Tentu saja dia tidak bisa bilang Chen-ah! Tujuan awal dia datang ke sekolah ini adalah untuk membunuh Suho! Dia penyihir berbahaya tingkat 2!" kata Luhan yang muncul tiba-tiba sambil bersandar dipintu masuk kelas mereka. Ternyata bukan hanya Luhan, tetapi 2 sahabatnya yaitu Tao dan Xiumin juga berada di ambang pintu.

"Gue kecewa sama lo Lay." Ucap Xiumin singkat sambil melipat kedua tangannya.

Luhan melirik Tao yang sedari tadi tutup mulut. "Tao, bicara lah. Keluarkan unek-unek lo!" pancing Luhan.

Tatapan Lay beralih kepada namja panda polos yang tiba-tiba menjadi pemurung itu. Padahal biasanya Tao itu sangat ceria meski sifatnya malu-malu.

Tao menegakkan kepalanya yang dari tadi menunduk. "H-hyung tidak pantas ada di kelas ini. Lebih baik dari awal hyung tidak pernah datang ke sekolah ini. D-dengan begitu S-Suho hyung—"

"Cukup. Hentikan ini semua, kalian bertiga keterlaluan." Ucap seseorang yang duduk di sudut kelas. Lay dan Chen bahkan tidak menyadari keberadaan orang itu sejak awal.

Luhan menatap namja itu tajam. "Apa maksud lo Byun Baek Hyun?"

Baekhyun membalas tatapan tajam Luhan dengan cengiran yang ia pelajari dari Chanyeol. "Bukan kah ini lucu? Mengapa kalian repot-repot mengurusi hubungan Suho hyung dan Lay hyung yang tidak ada sangkut pautnya dengan kalian?"

"Jangan belagak tuan Byun. Bukankah gara-gara masalah ini juga lo bertengkar dengan Chanyeol? Sama seperti gue dan Tao yang bertengkar dengan Sehun dan Kris?" balas Luhan tepat sasaran.

Baekhyun langsung bungkam begitu mendengar nama namjachingunya di sangkut pautkan. Berbeda dengan Lay yang terkejut mendengar perkataan Luhan barusan. Tangannya mengepal kuat begitu mengetahui banyak yang bertengkar karena masalahnya dan Suho. Ini semua salahnya! Salahnya!

Brak!

Lay berdiri cepat dari bangkunya. Tanpa membuang-buang waktu lagi namja cantik itu menyambar tasnya lalu berlari keluar kelas melewati Luhan-Tao-Xiumin sekaligus tanpa berkata apa-apa. Bahkan saat ia berpapasan dengan Kris dan Sehun dilorong sekolah pun di abaikannya saja. Yang Lay mau sekarang hanya pergi sejauh-jauhnya dari kelas itu.

.

.

.

.

.

Jam pelajaran kedua

"Oh Se Hun!"

"Hadir!"

"Park Chan Yeol!"

"Selalu hadir!"

"Wu Fan!"

"Hadir."

"Zhang Yi Xing!"

"..."

Hening, tidak ada jawaban. Eunhyuk menghelakan napasnya sambil menutup buku absen itu. Namja berambut blonde itu menatap muridnya one by one dengan tatapan mematikan.

"Bisa jelaskan mengapa dua bocah yang baru saja bertunangan itu tidak hadir dalam kelas saya?" tanya Eunhyuk dengan posisi dagu yang bertumpu pada kedua tangannya. Suasana masih hening, tidak ada yang berani menjawab.

"Hhh... tadi Donghae memang bilang ada yang tidak beres dikelas ini. Ada apa sebenarnya?" tanya Eunhyuk lagi dengan nada yang lebih lembut.

Hening lagi.

Dengan sekali gerakan Eunhyuk berdiri dari posisinya. "WOY JAWAB! APA TIDAK ADA ORANG DIKELAS INI?!"

"I-ini berhubungan dengan masalah Suho dan Lay, songsaenim!" jawab Kris cepat dengan gugupnya.

Suasana kembali menjadi hening lagi. Jantung seluruh anak kelas A berdegup kencang menunggu respon wali kelas mereka yang memang killer itu.

Eunhyuk mengambil sedikit jeda sebelum lanjut berbicara. "Syukurlah ada yang mau menjawab jujur. Sebenarnya saya dan Donghae sudah tahu dengan masalah yang menimpa kelas ini karena Donghae sudah membaca pikiran kalian semua."

Kalau begitu mengapa masih nanya? =_= batin seluruh anak kelas A bersamaan.

"Kalian ini benar-benar keterlaluan! Bisa-bisanya kalian membenci Lay hanya karena dia berbohong soal pertunangannya dengan Suho! Kalau ada yang marah, harusnya itu hanya Suho, bukan kalian! Kalian sebagai teman sekelas mereka harus membantu menyelesaikan masalah, bukan malah menambah masalah!" ucap Eunhyuk panjang lebar sambil geleng-geleng.

"Anda salah Hyuk saenim. Selama ini Lay hyung sudah membohongi kami juga, ternyata dia adalah penyihir tingkat 2! Dia sudah lama lulus dari sekolah sihir!" bantah Chen.

"Tetapi apa sikap dan perbuatannya pada kalian selama ini bohong juga?" tanya Eunhyuk lagi, membuat seluruh murid kelas A kini terdiam. Semua sibuk dengan pikiran masing-masing.

"Eunhyuk saenim benar.. apa kalian tidak merasakan kedatangan Lay begitu membuat banyak perubahan pada kelas ini?" ucap Kris memecah keheningan. Seluruh mata kini tertuju pada sang ketua kelas.

"Contohnya hubungan Kai dan Dio. Dulu kalian tahu sendiri kan bagaimana hubungan mereka? Dan setelah Lay datang kesekolah ini, dengan mudahnya ia berhasil menyatukan Kai dan Dio. Dan dia melakukan hal itu dengan tulus!" lanjut Kris, membuat Kai dan Dio menundukkan kepala mereka.

Sang maknae yang dari tadi hanya diam kini angkat bicara. "Bukan hanya itu saja. Lay hyung juga yang udah nyatuin gue ama Luhan hyung. Disaat gue pesimis takut menyatakan perasaan pada Luhan hyung, Lay hyung lah yang selalu nyemangatin gue! Berkat Lay hyung juga sekarang gue dan Luhan hyung jadian, benarkan Hannie hyung?" tanya Sehun dengan pandangan sendu kepada Luhan. Luhan langsung mengalihkan pandangannya dari Sehun.

"Lalu saat studytour ke Jeju dulu, karena ulah iseng gue Lay hyung sampai hampir memasuki lubang di hutan yang gelap itu. Tetapi dia tidak marah sedikitpun." Lanjut Baekhyun kemudian.

"Bahkan saat dia tersadar dari pingsannya sewaktu itu, yang ia khawatirkan malah keadaannya Baekhyun. Dia memang bodoh." Ucap Kris mengakhiri.

Eunhyuk tersenyum melihat anak didiknya yang kini mulai tersadar. "Kalian tahu Lay melakukan itu semua dengan tulus. Lay begitu banyak membawa perubahan pada kelas ini. Saya sendiri tidak tahu kalau Lay sudah mengukir begitu banyak kenangan pada diri kalian."

"Tapi saenim, kedatangan Lay hyung kesekolah ini hanya untuk membunuh Suho hyung!" ucap Chanyeol tiba-tiba.

"Udah gue bilang Lay hyung itu sudah berubah Yeolli!" kata Baekhyun kesal.

"Lo bilang kayak gitu karena lo udah suka ama dia kan?!" balas Chanyeol gak kalah sinis.

BRUK!

Baekhyun memukul mejanya kuat dengan kepalan tangannya. "DASAR BODOH! ITU TIDAK MUNGKIN TERJADI! GUE DAN LAY HYUNG ITU SAMA-SAMA TIPIKAL UKE, GUE GAK MUNGKIN SUKA AMA DIAAAAAAAAAAAA!"

.

.

.

Krik krik

.

.

Hening

.

.

.

"... ada apa dengan kalian berdua?" tanya Eunhyuk setelah suasana hening cukup lama.

Chanyeol terdiam sementara Baekhyun menundukkan wajahnya.

"Hiks hiks, Yeolli udah ga percaya lagi ama gue songsaenim... DIA NUDUH GUE SUKA AMA LAY HYUNG HUHUHUHU!" pertahanan Baekhyun hancur dan tangisannya pecah disusul oleh air mata yang mengalir deras (?).

Eunhyuk mendeathglare Chanyeol tajam karena sudah membuat anak didik uke brutalnya menangis. Biar brutal, Baekhyun tetaplah seorang uke (?).

Sehun sebagai teman seperjuangan sekaligus seperbangkuan alias teman sebangkunya Baekhyun jadi ikutan tersentuh mendengar tangisan Baekhyun. "Hiks bukan hanya Chanyeol hyung, tapi Luhan hyung juga nuduh Hunnie suka dengan Lay hyung huweeee!" tangisan Sehun ikut pecah.

Kali ini tatapan deathglare Eunhyuk beralih ke Luhan. Beraninya anak itu membuat maknae jeniusnya menangis!

Disaaat suara tangis Baekhyun dan Sehun masih berlanjut, kini seluruh mata menatap Kris. Namja tiang listrik itu merasakan firasat buruk.

"Tunggu! Jangan bilang kalian mengira gue bakal nangis juga karena Tao nuduh gue suka Lay?!" protes Kris menebak pikiran teman-temannya. Dan dengan polosnya mereka mengangguk meng-iyakan tebakan Kris.

"Serius Kris gue belom pernah lihat lo nangis! Coba deh sekali iniiiiiiii aja!" pinta Xiumin diselingi dengan kedipan sebelah mata.

Kris membuang mukanya kearah lain. "Cih jangan harap!" sekerika terdengar desahan kecewa dari teman-teman sekelasnya, terkecuali untuk Sehun dan Baekhyun yang masih menangis.

"B-Baekki sudah lah, jangan nangis lagi!" risih Chanyeol. Bagaimana pun meski Chanyeol masih marah kepada Baekhyun, tetap aja dia gak tega lihat Baekhyun nangis.

Sementara Luhan?

"Hunnieeee maafin Luhan neeee? Jangan nangis lagi, Luhan tahu Hunnie gak suka dengan Lay... Luhan cuma kebawa emosi aja kemaren, Hunnie jangan nangis lagi neeee?" hibur Luhan yang entah sejak kapan sudah berada disamping Sehun dan memeluk namjachingunya yang masih menangis. Baekhyun menatap keduanya dengan pandangan sirik.

"Hiks hyung nggak marah dengan Hunnie lagi kan? Dan hyung sudah maafin Lay hyung kan?" tanya Sehun dengan pandangan penuh harap ke Luhan. Tak lupa dibumbui sedikit buing-buing (?). Luhan balas menatap Sehun lembut dan kembali memeluk Sehun lebih erat. "Tentu saja Sehunnie~ Luhan baru sadar kalau Luhan sudah bertindak salah kepada Lay.. seharusnya Luhan yang meminta maaf.. Maaf ne?" ucap Luhan tulus sambil mengusap rambut halus milik Sehun. Magnae itu mengangguk manis sebagai sahutan. Mengapa disini Luhan terlihat seperti seme? -_-

Dan tanpa ada yang menyadari seluruh namja yang ada disana menatap HunHan dengan raut wajah (=_=)

"UDAH UDAH WOY BUBAR SEMUA!" teriak Kai menghancurkan adegan telenovela live ala HunHan.

"Ck, dasar orang sirik!" Luhan melepaskan pelukannya pada Sehun dan kembali duduk ditempatnya.

"Hah? Gue sirik? Raut wajah yeoja jadi-jadian yang duduk disebelah Sehun itu baru namanya sirik!" teriak Kai sambil menunjuk si yeoja jadi-jadian alias Baekhyun yang kini menatap Sehun dengan pandangan benar-benar sirik. Ia iri dengan adegan romantis yang Luhan lakukan pada Sehun. Mengharapkan Chanyeol berlaku seperti itu? Sama saja seperti menunggu kulit Kai berubah jadi putih -_-

"Baby panda..."

Yang barusan bersuara itu adalah Kris dengan suara beratnya, membuat namja-namja yang ada disana merinding disco. Yang dipanggil langsung menatap Kris dengan mata pandanya.

"Masih nggak mau maafin gege?" tanya Kris lagi. Kini Kris beranjak dari bangkunya dan duduk dibangku kosong sebelah Chen, bangkunya Lay. Beruntung bangku Lay terletak tepat didepan bangkunya Tao.

"Haaah mulai lagi adegan telenovela versi TaoRis!" kata Xiumin malas sambil menggeser bangkunya menjauhi Tao. Chen terkekeh mendengar perkataan namjachingunya.

"E-eh... itu..." Tao malu-malu.

"Hmm?" balas Kris menatap Tao lekat-lekat.

"T-tao nggak tahu..."

Kris menghembuskan napas pendek sambil mengacak rambutnya pelan.

"Apa Tao lupa dulu pernah bilang kalau percaya pada pasangan itu adalah point yang penting? Yang dulu baby baca dibuku milik Sehun, ingat kan?" tanya Kris membuat seluruh namja kelas A terutama Kai harus mati-matian menahan tawa mereka. Sehun langsung mempoutkan bibirnya kesal.

Tao mengangguk polos mendengar penuturan Kris. "Lalu apa lagi yang Tao ragukan dari gege? Gege sudah berkali-kali bilang gege tidak punya perasaan pada Lay. Hati gege ini hanya milik Tao, bukan milik Lay atau yang lainnya." Kata Kris dengan nada lembut sambil menggenggam kedua tangan namjachingunya. Tao menatap tangan mereka yang bersentuhan dengan wajah memerah.

"G-gege masih memakai cincin panda itu? Padahal kemaren Tao udah berkata kasar pada gege..." ucap Tao dengan suara pelan tetapi masih bisa ditangkap oleh pendengaran Kris. Pandangan Kris pun beralih pada jarinya yang memang masih tersemat cincin panda. "Tentu saja, ini sebagai bukti bahwa gege milik Tao."

"Tao... juga masih memakai cincin naga ini... berarti ini artinya Tao milik gege?" tanya Tao masih dengan wajah polosnya. Chen mulai menguap menyaksikan adegan romantis yang tersaji didepannya sementara Eunhyuk yang dari tadi tidak kedengaran suaranya sudah tertidur pulas dengan posisi menyandarkan kepala dimejanya. Adegan HunHan sudah membuatnya bosan sekarang ditambah dengan adegan TaoRis? Lebih baik ia tidur!

Back to TaoRis.

Dhuizang itu mengangguk setuju atas pernyataan Tao barusan. "Kalau begitu sekarang jangan marah lagi ne? Gege balik ketempat gege dulu." Pamit Kris sedikit tidak rela harus melepaskan genggaman tangannya pada tangan Tao. Ternyata Kris menyadari bahwa teman-temannya sudah mulai bosan dengan adegan telenovelanya.

"Oh ya Chen, nanti malam kita pindah kamar ne? Lo mau kan?" ucap Kris dengan suara pelan begitu melewati Chen.

"Lo pasti tahu jawaban gue, ge." Balas Chen dengan smirknya.

Kris pun membalasnya dengan smirk yang tak kalah hebat.

.

.

.

.

"Hmmm? Udahan adegan telenovela nya?" tanya Eunhyuk sambil melap ilernya yang iseng-iseng keluar. Seluruh murid kelas A langsung sweatdrop melihat kelakuan wali kelasnya.

"Huhh dasar kalian ini! Sekarang sudah nggak ada kesalahpahaman lagi kan? Jam belajar kimia kita habis hanya untuk membahas masalah yang menyangkut pribadi ini!" keluh Eunhyuk sambil merapikan rambutnya.

"Hehehe sesekali tidak apalah songsaenim!" sahut Xiumin enteng.

"Beruntunglah wali kelas kalian sebaik saya. Sepertinya jam pelajaran sudah habis, sebentar lagi bel pasti bunyi. Oh iya! Jangan kira saya meluangkan jam pelajaran kimia ini secara gratis!" ucap Eunhyuk pada penekanan di akhir kalimat, membuat beberapa orang menghelakan napas kecewa.

"Apa yang akan songsaenim berikan? Tugas kimia? Atau gotong royong bersihin kelas? Atau mengurus resepsi pernikahan songsaenim dengan Donghae saenim?" tanya Kai panjang lebar membuat seluruh anak kelas A tertawa mendengar kalimatnya yang terakhir. Mau tak mau wajah Eunhyuk memerah sekarang. Anak didiknya ini memang sering sekali menggodanya!

"Ssst jangan berisik! Tidak, saya tidak akan memberikan tugas, gotong royong ataupun mengurus resepsi pernikahan. Yang kalian harus lakukan adalah membuat Suho dan Lay kembali bersatu sebelum mereka menikah nanti! Kalian mengerti?!" tanya Eunhyuk dengan nada galak.

"MENGERTI SONGSAENIM!" jawab anak kelas A. Teriakan Luhan yang paling kuat (?). Beberapa saat kemudian pun mereka semua berbondong-bondong keluar kelas untuk memberikan asupan gizi untuk perut mereka. Terkecuali untuk Baekhyun yang masih setia duduk dibangkunya. Baekhyun menghelakan napas pelan. Ia masih merasa tidak enak karena ia sendiri belum berbaikan dengan namjachingunya.

"Baekhyun hyung, gak ikut kekantin?" tanya Sehun di ambang pintu.

"Ani, duluan saja." Tolak Baekhyun halus.

"Yasudah. Kalau hyung mau nyusul bareng Chanyeol hyung saja ne!" pamit Sehun sambil melambaikan tangannya. Baekhyun balas melambaikan tangannya sambil tersenyum miris.

Eh?

Tadi kata Sehun siapa?

Chanyeol?!

Tiba-tiba saja Baekhyun merasa pundaknya ditepuk halus oleh seseorang dari belakang. Namja manis itu menoleh dan menemukan Chanyeol yang tersenyum kepadanya.

"Yeolli... lo masih disini?" tanya Baekhyun tidak penting.

"Baekki kenapa? Masih memikirkan masalah tadi?" tanya Chanyeol sambil duduk di bangku Sehun, tepat disamping Baekhyun. Namja manis itu mengangguk pelan. Ia masih terbayang bagaimana marahnya Chanyeol kemaren saat Baekhyun membela Lay. Dan itu sangat membuat Baekhyun takut.

"Lo... udah nggak marah?" tanya Baekhyun ragu-ragu.

Sebelah tangan Chanyeol bergerak dan mengusap rambut Baekhyun, persis seperti yang tadi Luhan lakukan pada Sehun. (Mir : Chanyeol plagiat nih =_=) Dan tak dapat dipungkiri Baekhyun merasa sangaaaaaaaat nyaman dengan posisi mereka sekarang.

Bukannya menjawab pertanyaan Baekhyun, Chanyeol malah mendekatkan wajahnya dengan wajah Baekhyun.

Ehhhhh?! O_O

"L-lo mau apa Yeolli?" tanya Baekhyun gugup seiring semakin dekatnya wajah mereka.

CHU~

Dan dengan sekali gerakan bibir Chanyeol meraih bibir manis itu. Sebelah tangan Chanyeol yang masih bebas bergerak menekan tengkuk Baekhyun untuk memperdalam ciuman mereka. Baekhyun masih tidak bergeming dari tempatnya, ia sama sekali tidak menyangka Chanyeol akan menciumnya. Lama kelamaan Baekhyun menutup matanya, rupanya ia sudah terbawa dalam suasana yang diciptakan Chanyeol.

Beberapa menit kemudian Chanyeol melepaskan ciuman mereka. Sedikit tidak rela sebenarnya, tetapi jika diteruskan mereka akan kehabisan oksigen dan mati sia-sia. Dan mereka belum terlalu bodoh untuk menyadari hal itu. Tangan Chanyeol beralih mengelus pipi Baekhyun lembut membuat jantung Baekhyun berdegup kencang. Pasalnya belum pernah Chanyeol bersikap manis seperti ini!

"Lo nggak usah pasang muka bersalah, kemaren itu emang gue yang salah. Dan maaf gue udah nuduh lo suka sama Lay hyung... gue lupa kalian berdua tipikal uke (?)." kata Chanyeol masih sambil mengelus pipi tembem Baekhyun.

"Nggak peduli Lay hyung itu tipikal uke atau seme, gue cuma cinta lo Yeolli... saranghae..." ucap Baekhyun sambil memeluk erat namjachingunya. Hatinya langsung lega setelah berbaikan dengan Chanyeol.

Chanyeol tersenyum melihat kelakuan manja namjachingunya. "Nado saranghae, Baekki hyung..."

.

.

.

.

.

Tililililit~

Namja berparas cantik yang sedari tadi berjalan tak tahu arah perlahan menghentikan langkahnya begitu HP nya berdering. Ada SMS masuk rupanya.

From : Daehyun Babo

Hoi Lay~ barang-barang lo udah gue bawa sekalian ke asrama, jadi lo gak perlu balik kerumah gue lagi. OK? ^^

Namja yang ternyata adalah main cast kita yaitu Lay menghembuskan napasnya pasrah. Bahkan Daehyun tidak tahu bahwa dirinya sedang melarikan diri dari sekolah. Sepertinya tidak ada lagi yang peduli padanya. Dengan ogah-ogahan ia memasukkan HP itu kembali ke saku celananya dan melanjutkan perjalanan tak tentu arahnya. Fakta bahwa Lay adalah orang London lebih memudahkan dirinya untuk tersesat di kota Seoul yang sangat luas ini. Biar saja ia menghilang, itupun jika ada yang menyadari dirinya hilang dan berinisiatif untuk mencari dirinya. Kalau masih ada yang peduli.

.

.

.

TBC~ ._.v

.

.

.

CCE :

Lay : kenapa sih Mir lo suka banget bikin gue sengsara di akhir cerita? chap kemaren pingsan, chap sekarang malah tersesat! chap besok apa?! =_=

Mir : chap awal kan Mir udah sering nyiksa Suho. nah di chap akhir2 giliran Lay yang disiksa :)

Lay : huweeee~ Suho chagi~

Suho : *peluk Lay* udah udah jangan nangis... kalau FF ini udah tamat, barengan dengan readers kita gulingkan si Mir ke jurang ^^

Lay : janji? :')

Suho : janji! ^^

Mir : =_=

Oya! Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan ne~ ^^

Banyak-banyak lah berbuat kebaikan, salah satunya dengan me-review/ninggalin jejak di chap ini (?)

Mir mau tau kira-kira masih ada nggak ya yang nantiin kelanjutan FF ini? :')

Mind to review? ^^