I'll Get You, KIM JOON MYUN!

Author : Mir

Main Cast : Lay, Suho EXO

Support Cast : All of member EXO, Daehyun BAP, Woohyun Infinite, EunHae SuJu

Warning : typo, gaje

.

.

.

INI FF JAMAN KAPAAAAAAAAAAAAAAAAAN?

ADA YANG MASIH INGAT GAAAAK? (READERS: KAGAAAAAAAAAK!)

Akhirnya setelah semedi berabad-abad, Mir akhirnya ngepost chapter 12 juga -_-

Sebenarnya ff ini udah jadi sejak lebaran(?), tapi belum sempat Mir post. Eh tiba-tiba laptop Mir malah hang trus rusak -_-

Mir frustasi karena semua hasil karya Mir ada di laptop itu, termasuk chap ini. Trus tiba-tiba Mir inget kalau sempat nge-save chap 12 ini di ffn.

DAN AKHIRNYAAAA hari ini Mir di kasih laptop (bekas noona) dan bisa update ni ff

Awalnya Mir ragu mau update atau enggak, soalnya ff ini kan udah lama banget. Takutnya readers udah pada lupa :( Tapi setelah Mir lihat-lihat review dari kalian, Mir ngerasa harus ngepost ini chap! Sampai masuk mimpi segala masa -_-

.

.

BIG THANKS buat beberapa reviewers yg sekongkol ama SuLay buat gulingin Mir kejurang sehabis ff ini tamat -_- :

Kim Haerin-ah | ayulopetyas11 | zhehoons | narwhal227 | Tania3424 | BbangHime

Trus makasih juga buat reviewers yg mau nungguin kelanjutan ff ini :

XiuBy PandaTao | hatakehanahungry | evilkyvng | sofia. ningsih | Brigitta Bukan Brigittiw | chenma | Rin Rin Kim ChenMin EXOtic | N-MEL | MamaFreeze99 | Me Moon JH | ferinaref | MinSeulELFSparFishy | ICE14 | Kopi Luwak | 13ginger | LeoZiYumehito | LimXiauZhu | Oh Hannie | akit02 | kyeoptafadila | HyunieKyungie | dian deer | Jaylyn Rui | Imeelia | ajib4ff | Vicky98Amalia | Lee MingKyu | maiqui-shaa | selvian. summer | URuRuBaek | 7D | Silvanda | EXOLunatics | suchen moment | lee kaisoo | riestidy | Akatsu Key | AbigailWoo | rachel suliss | ttalgibit | Kang Hyun Yoo | hibiki kurenai | kimberly lavenders | | XiYuuYng | guest | Zhang Mei Li | rin | PutriPootree | awlia | AYUnhomin | IndiraSatya1 | BbuingBbuingtao | jiy | heeriztator | riestidy | ZiTao99 | jiah | miyuk | Mei | Park Eunhye | weisheme | XingLay97 | ViAnnI | | IchShiroiDiamond | alwayssulay | AreynaSyndrome | Baekyeol Shipper | yeun Gie | jenny | Love Couple | Woles | pembacaff | Jung Sungra | heeriztator | gegeimnida | andini taoris | angelhun | Unicornz | kiranabaekki98 | sweetgyu95 | Yui the devil | finky'lulu | minprayudi | CallMeThes42 | Park Ha Woo | AnjarW | Baby Panda Zi TaoRis EXOtics | Rissa | YDwi | apriyanthi16 | evilnemo97 | Leeminda | LiAquaticShawol | kim hye jung | LeeEunin | melinda | charus | HasuNoHana | Griselda Elmarit | higashixox | Afifah Amalia | jungie | melinda | drrr | dobicherry | Kim Chan Soo

Trus juga makasih banget buat kritikan dari Kim Haerin-ah & baekchannie :D Mir bakal berusaha buat jadi lebih baik lagi!

.

.

Terus ikutin kisah Lay, Suho dan Kelas A yaa! Mir masih butuh dukungan dari kalian semua :')

Bagi yg udah lupa Mir saranin untuk balik baca chap 11 supaya ingatan kalian balik (?)

Review dari kalian sangat berdampak besar bagi Mir!

Mir sayang kalian semuaaaaaaaaa!

.

.

.

CHAPTER 12 - WHY?

.

.

19.34

Luhan kembali melirik jam dinding untuk yang kesekian kalinya. Ia mengacak rambutnya frustasi seraya mondar-mandir sejak tadi. Xiumin dan Tao yang berada di ruangan yang sama dengan Luhan hanya bisa diam dalam keheningan.

"Hyung duduklah, dengan hyung mondar-mandir seperti itu tidak akan membantu untuk membuat Lay hyung pulang..." ucap Tao yang sudah jenuh melihat hyungnya.

Ada yang bisa nebak apa yang sedang mereka lakukan?

Saat ini mereka sedang khawatir karena Lay yang nggak kunjung pulang sejak kabur dari sekolah tadi pagi. Kris yang menjabat sebagai ketua kelas pun mengambil tindakan. Ia, Dio, Chen dan Chanyeol mencari Lay keliling Seoul lalu Kai, Baekhyun dan Sehun menunggu di lobi(?) asrama sedangkan Luhan, Xiumin dan Tao tetap berada dikamar Luhan dan Lay. Antisipasi kalau seandainya tiba-tiba Lay masuk dari jendela asrama -_- (Mir: ini bego atau apa sih udah jelas mereka tinggal di tingkat 3 -_-)

"Gue ini roomate macam apa sih? Kenapa bisa gue berkata setega itu ke Lay?!" sesal Luhan mengabaikan ucapan Tao.

"Luhan! Disini yang bersalah bukan lo aja, kita semua juga ngerasa bersalah ke Lay! Percuma lo frustasi kayak gini, mending lo duduk dan berdoa semoga Lay nggak kenapa-kenapa!" ujar Xiumin memegang tangan kanan Luhan, menghentikan pergerakan sahabatnya. Luhan hanya menunduk diam dengan tatapan kosong.

"T-Tao juga b-bersalah ke Lay hyungie... hiks..." isak Tao pelan. Tanpa terasa air mata sudah membasahi pipi nya. Xiumin menatap Tao prihatin sementara Luhan masih tertunduk. Xiumin pun merangkul Tao dan menggosok punggungnya agar panda itu berhenti menangis.

.

.

.

.

.

Kris-Dio-Chen-Chanyeol side

.

.

"DEMI DIO YANG SEMAKIN MIRIP MORGAN! BAGAIMANA CARA KITA MENCARI LAY DI KOTA SEOUL YANG SUPER LUAS INI?!" teriak Kris frustasi sambil mengacak rambut hitamnya.

"Ge hati-hati! Nyetir aja yang benar! Ga usah bawa-bawa gue ama Morgan segala!" kesal Dio yang duduk disamping pengemudi, sementara Chen dan Chanyeol duduk dikursi belakang. Saat ini mereka sedang berada di mobil pribadinya Kris, yaitu mobil mewah ZENVO ST1 yang hanya diproduksi sebanyak 15 unit di seluruh dunia dan bergaransi seumur hidup! Maklum, namanya juga anak presiden. Mana level pakai mobil pasaran.

"Kris gege benar, Seoul ini terlalu luas buat nyari Lay hyung yang sekecil upil!" tambah Chanyeol.

"Lagian kalau kita cuma duduk di mobil doang mana bisa nemuin Lay hyung! Mana tahu dia sembunyi dibalik semak-semak disana! Atau dia nongkrong dicafe langgangan Xiumin chagi yang disitu! Atau mungkin dia lagi beli snack Lays di kedai Bu Tiyem! Atau jangan-jangan dia diculik orang jahat trus dikurung—hmpfh!"

Chanyeol membekap mulut Chen yang terus saja mengeluarkan pendapat ngawurnya. Betapa bawelnya main vocal kita yang satu ini -_-

SSSAAAAAAAAAA! *ceritanya ini bunyi turun hujan lebat(?)*

"Yaaaah ujaaaaan!" keluh Chanyeol dan Dio bersamaan. Chen menggigit tangan Chanyeol agar namja yang lebih muda darinya itu melepas bungkaman mulutnya.

"Pueehh! Tangan lo asin bego!" kesal Chen seraya menjitak Chanyeol. Dio menoleh kebelakang. "Lo berdua ngapain sih? Gue laporin Baekhyun hyung ama Xiumin hyung baru tahu rasa!" ancam Dio dengan wajah datarnya.

"ANDWAE MORGAN-AH!" pekik Chen dan Chanyeol bersamaan.

Kris menepuk jidatnya kuat. Udah diluar hujan lebat membuat penglihatannya kejalanan burem, ditambah pula Chen+Chanyeol+Dio yang sangat berisik mengganggu konsentrasinya menyetir. Kalau aja diluar gak lagi hujan lebat pasti Kris udah nendang tu tiga orang keluar dari mobil! Dengan terpaksa Kris menepikan mobilnya.

"Lah ge! Kok berhenti?!" protes Dio disambut anggukan kuat dari Chen dan Chanyeol.

"Hujan lagi deras ditambah suara kalian yang terlalu ribut, bisa-bisa kita kecelakaan dan mati ditempat!" kata Kris jujur. Bisa kalian bayangkan bagaimana ributnya suara Dio yang besar ditambah suara Chen yang melengking dan suara Chanyeol yang ngebass? Kalau kalian berada diposisi Kris pasti akan melakukan hal yang sama. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Chanyeol memandang nanar keluar kaca mobil meratapi hujan yang sangat lebat. "Lay hyung dimana ya? Kasihan dia, kan lagi hujan..."

"Seandainya disini ada Suho hyung... dia pasti akan menghentikan pergerakan hujan-hujan ini dengan kekuatan airnya sehingga kita bisa mencari Lay hyung..."

"Jangan berandai yang tidak-tidak Chen." Sahut Kris malas.

"Ge kita nggak bisa diam kayak gini! Kita harus melakukan sesuatu!" kata Dio sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kris.

"N-ne ne ne arraseo! Jangan goyangin tubuh gue Morgan!" ucap Kris sambil melepaskan genggaman tangan Dio pada bahunya. Chanyeol dan Chen mati-matian menahan tawa mereka mendengar panggilan Kris untuk Dio. Benar-benar epil -_-

"Apa yang gege lakukan?" tanya Chen melihat Kris mengeluarkan handphone nya.

"Gue mau nyuruh pengawal-pengawal pribadi gue buat nyari Lay. Diantara kalian ada yang punya foto Lay?" tanya Kris menatap dongsaeng-dongsaengnya.

Chen unjuk gigi.

"Gue punya hyung! Ada di handphone!" seru Chen sambil mengeluarkan handphonenya juga.

"Kok lo bisa punya?" tanya Chanyeol curiga. Jangan-jangan Chen diam-diam menyukai Lay lagi!

"Pernah tuh waktu belajar ama Eunhyuk saenim, Lay hyung ketiduran di meja. Ada ilernya lagi, jadi gue iseng-iseng langsung moto dia!" aku Chen dengan wajah jahilnya.

"Gue bersyukur teman sebangku gue bukan Chen hyung." sahut Dio dari depan.

"RT Dio!" setuju Chanyeol udah kayak di twitter.

Untung aja Chen gak ambil pusing dengan ucapan dongsaeng-dongsaengnya. "Kris ge, udah gue kirim fotonya!" kata Chen dengan senyumnya. Cocok banget kalau ditambah background bunga mawar.

"Ne gumawo Chen. Gue udah kirim fotonya ke mereka, kalau Lay udah ketemu pasti mereka bakal ngehubungin gue." Kata Kris dengan santainya sambil menatap bangga handphone dengan merk GOLDDTRIKER iPHONE 3GS SUPREME yang harganya mencapai 8 juta US dollar. Handphone yang dihiasi dengan berlian dimana sebagian dari berlian tersebut merupakan berlian pink(?) seberat 7,4 karat. Ah udah deh ga usah dilanjutin lagi. Pamer itu dosa(?).

"Emangnya pengawal pribadi Kris ge ada berapa sih?" tanya Dio tiba-tiba.

"Hemmmm... lo tau jumlah member SM*SH?" tanya Kris balik.

Dio bungkam.

"TAU! Yang ada MORGAN nya kan? Jumlah membernya mah 7 orang!" jawab Chanyeol seyakin-yakinnya dengan penekanan dinama Morgan.

"Right! Dan ada yang tahu berapa jumlah seluruh family AKB48?" tanya Kris lagi.

"48 orang!" tebak Dio langsung. Asal jawab aja nih anak mentang-mentang ada angka 48 nya -_-

"Salah!"

"49 orang!" ini Chen yang ngomong.

Wajah Kris langsung berubah menjadi (=_=)

"Aaaah gue tahu gue tahu! 343 orang kaaan?" tebak Chanyeol dengan senyuman yang menampakkan deretan giginya yang putih bersih. Faktanya, Chanyeol itu sikat gigi 3x sehari.

"BENAAAAAR!" teriak Kris sambil mengangkat kedua tangannya seolah-olah Chanyeol baru menangin olimpiade fisika dan dapat medali emas yang berkarat(?). Senyuman Chanyeol semakin lebar sementara Dio dan Chen cengo.

"Hmm... lalu? Apa hubungannya member SM*SH dan member AKB48 family dengan...pengawal pribadinya gege?" tanya Chen yang ngerasa pembicaraan mereka udah mulai keluar jalur. Tumben si Chen waras.

Kris menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal. "Ng... gak ada hubungan sih. Gue cuma ngasih kuis mendadak aja supaya lu pada gak bosen!" ucap Kris watados.

Chen, Chanyeol dan Dio memberi Kris dengan deathglare terbaik mereka, membuat mau tak mau Kris jadi sedikit terpojok. "J-jangan berwajah serem kayak gitu, pengawal gege itu ada buanyaaaaak banget! Bagaikan bintang-bintang di angkasa yang tak terhitung jumlahnya!" ucap Kris membuat deathglare dari ketiga dongsaengnya semakin tajam.

"BOHONG!" teriak Chen, Chanyeol dan Dio barengan. Disaat mereka ingin ngeroyok si Kris, tiba-tiba muncul suara yang menghentikan pergerakan mereka.

Tao neomu yeppeo~ Michyeo~ Replay replay replay~

Ternyata yang berbunyi itu adalah handphone GOLDDTRIKER iPHONE 3GS SUPREME milik Kris. Chen, Chanyeol dan Dio cengo seketika, sementara Kris elus-elus dada karena gak jadi dibully.

"Itu kan lagunya SHINee – Replay..." ucap Chen.

"T-tetapi seharusnya liriknya noona neomu yeppeo..." timpal Chanyeol.

"Dan... gue tau itu bukan suaranya SHINee... suara SHINee gak sejelek itu..." tambah Dio.

Kris menatap ketiga dongsaengnya garang. "Lagu ini emang lagunya SHINee – Replay! Tapi ini gue yang nyanyiin rekam sendiri, trus liriknya gue ganti dari 'noona' jadi 'Tao'!" ucap Kris sejujur-jujurnya yang langsung mendapat tatapan malas dari dongsaengnya.

"Menjijikkan!" desis Chen, Chanyeol dan Dio bersamaan.

Kris mengabaikan ketiga dongsaengnya dan mengangkat panggilan. "Hallo? Pengawal Taemin? Apakah anda sudah menemukan orang yang saya kirim fotonya?" tanya Kris mendadak jadi formal. Jika sedang berhadapan dengan orangtua atau pengawal-pengawal pribadinya Kris memang harus menggunakan bahasa yang formal dan sopan santun.

"Taemin?" ulang Dio yang udah gak ngerasa asing dengan nama itu.

"Bukan kah itu nama..." Chen natap Dio dengan tatapan apakah-pikiran-kita-sama?

"Gue curiga jangan-jangan pengawal Kris gege ini member SHINee." Timpal Chanyeol kemudian.

"Ssssst!" Kris meletakkan telunjuknya tepat didepan bibirnya sebagai isyarat agar ketiga namja itu diam. Setelah itu Kris langsung balik fokus ke percakapannya dengan 'pengawal Taemin'. "Apa? Jadi Lay sudah ketemu? Baiklah kamsahamnida ne, tolong langsung bawa saja dia ke asrama saya. Ne ne, annyeong!" Kris pun mematikan sambungannya.

"Gimana ge? Lay hyung ketemu?" tanya Chanyeol antusias.

"Yes of course! Apa gue bilang? Pengawal gue itu banyak banget kayak bintang yang bertebaran di langit, nemuin Lay mah semudah membalikkan telapak tangan!" bangga Kris sambil ngibas rambut itemnya.

"Kenapa gak dari awal aja kayak gitu? Kita kan gak perlu keluar buat nyari Lay hyung -_-" ucap Chen sweatdrop.

"Gue juga gak kepikiran buat nyuruh pengawal haha -_- Dio lo telpon si item dong, bilangin Lay bakal datang ke asrama!" suruh Kris.

"Ahh ne!" sahut Dio sambil ngeluarin handphone esia hidayahnya. Dio itu orangnya merakyat loh. Satu-satunya uke yang berada di mobil itu pun segera menelfon namjachingunya.

Tiiiit... tiiiiiit... tiiiiiit...

"Ne yoboseyo?" tanya Kai setelah mengangkat panggilannya.

"Kai! Ini gue Dio!"

"Oh chagi... Apa? Nanti malam mau 3 ronde?"

"..."

"... Dio chagi?"

"Berhenti berkata yang tidak-tidak atau kaki kanan lo patah Kim Jong In!"

"Hehe peace hyung, cuma bercanda! Jadi ada apa? Lay hyung udah ketemu?"

Dio mengangguk, padahal Kai gak bisa lihat. "Ne! Sebentar lagi Lay hyung akan tiba di dorm di antar oleh pengawalnya Kris gege. Oh ya, mungkin kami berempat akan pulang telat.." Mata belo Dio melihat keluar kaca, melihat hujan yang masih lebat. Tidak ada tanda-tanda akan berhenti.

"Ehh? Wae?!" tanya Kai kecewa.

Tiba-tiba Chanyeol merampas handphonenya Dio. "Tentu aja buat nikmatin malam yang indah bersama Dio chagi-mu Kim Jong In~!" ucap Chanyeol usil. Bisa dipastikan wajah Kai pucat sekarang.

"Y-ya! Chanyeol hyung! Apa maksud lo!"

Chen mengambil handphone esia hidayah itu dari genggaman Chanyeol. "Didalam mobil ini ada 3 seme sementara ukenya cuma 1. Gue rasa Dio bakal susah jalan besok kekeke~" tambah Chen dengan tawa evilnya. Dio memutar kedua bola matanya tak peduli. Mau-mau aja si Kai dikerjai -_-

"CHEN HYUNG! YA! KELUAR KALIAN DARI MOBIL! ASDFGHJKL—"

TUT!

Chen mematikan sambungannya. Setelah itu dia langsung cabut batre handphonenya agar Kai gak bisa menelfon lagi.

"Kalian ini suka banget ngerjain si item -_-" komentar Kris sambil geleng-geleng.

"Hahaha dia kira cuma dia doang yang playboy? Dio juga bisa kaleeee!" ucap Chen yang disambut dengan tawa Chanyeol. Puas banget tu dua orang habis ngebully si Kai -_-

.

.

.

.

Baekhyun-Kai-Sehun side

.

.

Tuut... tuut... tuut...

Kai menatap handphone nya horor.

"WHAT THE HELL?! CHANYEOL HYUNG DAN CHEN HYUNG KAMPREEEEEEEEEET!" kesal Kai sambil melempar handphonenya sembarangan. Gak usah khawatir, Kai itu gak kalah kaya dari Kris jadi handphonenya masih ada segudang.

"Lo kenapa hyung?" tanya Sehun dengan mata mengantuknya.

"Dio gue lagi dalam bahaya Hun! Bisa-bisa dia gak virgin lagi pulang nanti!" panik Kai sambil goyangin bahu Sehun kedepan dan kebelakang.

"Dasar bego, mau-mau aja dikerjain Chanyeol hyung dan Chen hyung. Hyung lupa disana ada Kris gege? Gak mungkin mereka ngambil ke-virgin-an Dio hyung!" sahut Sehun sambil melepaskan tangan Kai dari bahunya.

"Oh iya bener juga lo Hun.. lagi pula ukenya Chanyeol hyung ada disini. Kalau dia macam-macam gue juga bisa macam-macam dengan Baekhyun hyung!" kata Kai sambil melirik Baekhyun dengan smirknya. Yang dilirik gak nyahut.

"Lagian gue gak yakin Dio hyung masih virgin. Apalagi roomatenya playboy macam hyung." Kata Sehun dengan sejujur-jujurnya.

"Enak aja! Gue gak mungkin ngambil kevirginan Dio hyung sebelum dia siap!" kata Kai entah itu jujur atau bohong. Cuma Kai, Dio dan Tuhan yang tahu.

Sehun menghelakan napas melihat kelakuan hyungnya yang satu itu. Tatapannya pun beralih ke Baekhyun yang sedari tadi hanya duduk diam. "Baekhyun hyung, ngomong dong..." ucap Sehun. Tatapan Kai pun ikut teralih ke Baekhyun yang duduk di samping Sehun.

"Eeeh? Apaaa?" tanya Baekhyun dengan wajah yang bersemu.

Kai mengerunyutkan dahinya. "Baekhyun hyung kenapa sih?"

"Hhh... gue gak tau sejak gue tinggal kekantin tadi siang Baekhyun hyung jadi kayak gini. Kayaknya dia habis di apa-apain oleh Chanyeol hyung..." kata Sehun sambil menggaruk tengkuknya. Yang BaekYeol shipper pasti masih ingat kejadian Chanyeol nyium Baekhyun di kelas kan? Itulah yang membuat wajah Baekhyun masih merona sampai sekarang. Kalau diajak ngomong pasti cuma nyahut 'Eeeh?' atau 'Apaaa?' -_-

"Di apa-apain? Palingan dicium doang cih." Desis Kai sambil menyandarkan badannya disofa. "Oh iya, Lay hyung bentar lagi pulang diantar pengawalnya Kris gege." Lanjut Kai sambil menoleh ke Sehun.

"Jinja? Syukurlah Lay hyung udah ketemu! Nah sekarang misi kita tinggal nyari cara bagaimana Suho hyung bisa maafin Lay hyung sebelum mereka benar-benar menikah!" Sehun melipat kedua tangannya dan menundukkan kepalanya.

"Eeeeeh...?"

Kalian pasti tahu itu suara siapa -_-

"Ya! Baekhyun hyung sadar lah!" Sehun melirik namja yang duduk disampingnya.

Kai menatap Baekhyun datar. Tiba-tiba terlintas niat jahil diotaknya.

"AH BAEKHYUN HYUNG! ADA WIG EDISI TERBARU TUH, DISKON 99,99%!" teriak Kai sambil menunjuk kesembarang arah. Pada detik itu juga Baekhyun langsung tersadar dari lamunannya dan menatap Kai intens. Wajah yang awalnya bersemu sekarang berubah kembali menjadi Baekhyun dengan wajah preman(?).

"JINJA? MANA MANA MANA?!" tanya Baekhyun excited sambil melihat ke segala arah. Beberapa detik kemudian barulah ia tersadar kalau mereka sedang berada di lobi asrama. "Eh?! Sejak kapan gue ada di asrama?!" kagetnya sambil menatap kedua dongsaengnya. Sehun memutar kedua bola matanya tak peduli sementara Kai menahan tawa.

"Kita harus menyadarkan Suho hyung kalau sebenarnya Lay hyung itu baik! Sebelum akhirnya terlambat dan dia menyesal!" kata Kai semangat kayak baru nemuin rumus trigonometri.

"Gimana caranya? Kemaren saat Kris ge kerumah Suho hyung, Gongchan hyung bilang Suho hyung lagi gak mau ketemu ama siapa-siapa. Handphonenya juga gak aktif.." Sahut Sehun masih lesu.

Tiba-tiba Baekhyun ikutan nyahut. "Pasti Suho hyung udah nyuruh Gongchan agar gak bolehin kita masuk nemuin dia! Ck, gue tahu akal busuk lo Suho hyung!" kesal Baekhyun dengan nada antagonis.

"Trus gimana caranya kita bisa ketemu Suho hyung? Apa perlu kita menyamar agar Gongchan hyung gak ngenalin wajah kita dan ngebolehin kita bertemu dengan Suho hyung?" kata Sehun dengan posisi berpikir.

1 detik...

2 detik...

3 detik...

Cling!

"AHA!" teriak Baekhyun dan Kai bersamaan seakan ngedapetin ide.

Kai melirik Baekhyun.

Baekhyun balas lirik Kai.

Smirk mereka keluar bareng-bareng.

"Apa pikiran kita sama, Byun Baekhyun hyung?" tanya Kai masih dengan smirknya.

"...Sepertinya begitu Kai. Mohon bantuannya." Balas Baekhyun menatap Kai dengan menyipitkan matanya.

Sehun yang gak ngerti apa-apa hanya bisa menatap kedua hyungnya cengo. "Kalian berdua kena—"

"YA! LEPASIN GUE! GUE BISA JALAN SENDIRI, GUE BELOM TUA!"

Tiba-tiba terdengar suara yang familiar dari arah luar asrama. Baekhyun, Kai dan Sehun saling menatap satu sama lain.

"Bukan kah itu suara..." ucap Sehun menggantung.

"Lay hyung?" sambung Kai dan Baekhyun barengan.

"LEPASIN GUE PLEASE! GUE BELUM SIAP BALIK KE ASRAMA! LEPASIN GUEEEEE!" teriakan Lay terdengar semakin jelas yang artinya Lay semakin dekat ke lobi. Ketiga namja yang berada di lobi pun segera beranjak dari sofa untuk menyambut hyung mereka.

"LAY HYUUUUNG!" teriak Baekhyun, Kai dan Sehun barengan begitu melihat Lay. Mata Lay melotot saat melihat ketiga dongsaengnya berlari kearahnya. 2 namja—pengawal Kris—yang sedari tadi memegang lengan kanan dan kiri Lay pun melepas genggaman tangan mereka. Membiarkan ketiga namja itu memeluk Lay.

"Hyuuung kemana aja? Kita semua khawatir tahu! Lihat sekarang my chagi Dio terkurung hujan diluar sana bersama tiga orang seme! Ini semua karena mencari hyung!" ucap Kai sambil memeluk Lay erat.

BLETAK!

2 jitakan sukses mendarat di kepala Kai.

"JANGAN CURHAT!" teriak Baekhyun dan Sehun.

Lay menatap ketiga dongsaengnya dengan pandangan kaget. "K-kalian semua nyariin gue?" tanya Lay gugup.

Baekhyun mengangguk kuat. "Tentu saja. Hyung kan anggota kelas A. Kalau hyung hilang pasti kami bakal nyariin hyung!"

"Semua namja dikelas A—kecuali Suho tentunya—udah maafin hyung kok! Hyung gak usah takut-takut masuk ke asrama lagi!" sambung Sehun dengan senyum manisnya.

"Eunhyuk saenim... tadi siang udah nyadarin kami semua. Kami jadi sadar kalau Lay hyung itu sebenarnya baik, hanya aja hyung gak nerima perjodohan dengan Suho hyung, benarkan?" tanya Kai sambil menggaruk tengkuknya.

Lay speechless mendengar dongsaeng-dongsaengnya. Ia mengangguk malu atas pernyataan Kai barusan. "Ne... gue emang bodoh mau ngebunuh orang sebaik Suho hyung.." sahut Lay sambil melihat kearah lain. Wajahnya sedikit memerah malu saat menyebut nama 'tunangan'nya.

Mata Baekhyun beralih kepada dua namja yang datang bersama Lay tadi. "Jadi... kalian pengawalnya Kris gege?" tanya Baekhyun dengan nada introgasi.

Kedua namja itu saling menatap sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Baekhyun. "Ne... selamat malam. Taemin imnida, pengawal pribadi tuan muda Kris." Ucap namja yang berambut blonde sambil membungkuk sopan. Namja tinggi berambut hitam yang berada disebelahnya pun melakukan hal yang sama. "Selamat malam. Minho imnida, pengawal pribadi tuan muda Kris juga."

Sehun memicingkan matanya menatap Taemin lekat-lekat. "Anda.. mirip Jongin hyung ne?" ujarnya.

"Hah?"

Baekhyun pun ikut melihat Kai dan Taemin bergantian. "Sehun benar! Kai nya ada 2! Kalo di ibaratkan Taemin itu Kai versi putih HAHAHA!" tawa Baekhyun meledak, membuat Kai mempoutkan bibirnya kesal.

"Ahh kalau begitu kami berdua pamit dulu ne?" ujar Minho.

"Nee gumawo udah nganterin Lay hyung pulang! Hati-hati di jalan!" pesan Sehun sambil lambai-lambai. Taemin dan Minho pun pulang dengan mobil yang mereka bawa kesini.

"Nah sekarang ayo kita balik ke kamar!" ujar Baekhyun sambil natap Kai. Maksudnya sih supaya Kai anterin mereka dengan teleportasinya langsung ke lantai 3. Males banget deh naik tangga.

Kai bersmirk-ria. "Sorry, gue terlalu capek buat teleportasi ngebawa 3 orang sekaligus. Jadi Baekhyun hyung dan Sehun naik tangga aja ne?" ucap Kai sambil merangkul Lay.

"WHAT?!" teriak Baekhyun dan Sehun.

"K-Kai jangan ngambek deh... tadi kita cuma bercanda kok hehehe..." ucap Baekhyun.

"Iya nih... Jongin hyung jahat banget ngebiarin kita berdua naik tangga ke lantai 3..." timpal Sehun.

"Who care? Gue ama Lay hyung pamit dulu ne! Annyeong!"

"Ya! Kim Jo—"

PLASH!

"—ng In..."

Kai dan Lay pun hilang bersamaan dengan asap yang muncul ditempat mereka berdiri tadi. Baekhyun dan Sehun saling menatap satu sama lain.

"Sialan tuh anak. Gue doain dia makin item kayak arang!" kesal Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya.

"Iya nih! Gue doain juga semoga Dio hyung selingkuh ama Morgan trus si Jongin hyung ditinggalin!" tambah Sehun.

"AMIIIIN!" teriak mereka bersamaan. Yang KaiSoo shipper tolong diam aja, jangan di aminin oke?

.

.

.

.

.

PLASH!

Dan tibalah Zhang Yi Xing bersama Kim Jong In tepat berada dalam kamar Lay-Luhan. Xiumin, Luhan dan Tao yang masih frustasi langsung cengo seketika. Perlu beberapa detik bagi mereka untuk mencerna bahwa Lay dan Kai ada disini. Debaran jantung Lay berdetak kencang begitu Luhan menatapnya intens. Bagaimana pun juga tadi siang Luhan lah yang paling kelihatan benci kepadanya. Dan itu membuat Lay sedikit ragu apakah Luhan sudah memaafkannya atau tidak.

"LAAAY HYUUUNG HUWEEEEE!" Tao yang paling cepat tersadar dari lamunan langsung berlari kearah Lay dan memeluk erat hyung unicornnya.

"T-Tao-ah..."

"Hyungie maafin Taooo! Tao jahat banget udah ngomong kasar ke hyung tadi siang, Tao emang dongsaeng yang durhaka! Kalau Lay hyung mau hukum Tao, hukum aja sekarang! T.T" Air mata sudah membanjiri wajah Tao. Lay dapat merasakan bahunya yang basah akibat tangisan Tao yang begitu deras. Namja berdimple itu hanya tersenyum kaku sambil mengusap rambut Tao dengan lembut.

"Seharusnya gue yang minta maaf... gue udah jahat banget ke kalian semua, gue udah bohongin kalian. Gue pantes dapetin ini, terutama dari... Suho hyung..." Lay menahan air matanya yang dari tadi hampir tumpah. Namja itu menggigit bibirnya kuat agar tangisannya tidak keluar.

Xiumin pun ikut menghampiri Lay. "Gue juga minta maaf Lay, maaf tadi gue udah nyudutin lo..." ucap Xiumin penuh penyesalan sambil menundukkan wajah chubbynya.

"Ani hyung, kalian gak perlu minta maaf ke gue, sungguh!" ucap Lay meyakinkan.

Tatapannya tiba-tiba bertemu dengan mata seseorang yang dari tadi hanya diam, yaitu roomatenya sendiri. "Luhan hyung..." panggil Lay lirih. Tao melepaskan pelukannya dan membiarkan Lay berjalan mendekati Luhan. "Hyung masih marah?" tanya Lay hati-hati.

Luhan mengepalkan kedua tangannya. Dengan sepenuh hati ia menjitak kepala Lay dengan kepalan tangannya.

BLETAK!

Seluruh namja yang ada disana menatap Luhan kaget.

"L-Luhan hyung?!" ucap Kai masih dengan wajah kagetnya.

Luhan natap Lay dalam-dalam. "DASAR BEGO! KENAPA LO SUKA BANGET NGELIHAT GUE MENDERITA LAY?! LO GAK TAU BETAPA KHAWATIRNYA GUE KARENA LO GAK BALIK-BALIK KE ASRAMA HAH?!" teriak Luhan di iringi dengan air matanya yang meleleh. Pertahanan Lay pun hancur begitu melihat roomatenya menangis. Air mata yang sejak tadi ia tahan-tahan ikut meluap begitu Luhan memeluknya erat.

"Hyung... hiks... maafin gue hyung..." isak Lay balas memeluk Luhan.

Xiumin yang mengerti kondisi pun menyuruh kedua dongsaengnya untuk keluar dari kamar, memberikan privasi kepada sepasang roomate itu.

"LO KIRA DENGAN MELARIKAN DIRI GUE BISA MAAFIN LO?! Hiks..., kenapa lo tega ama gue Laaaay? Gue ngerasa bersalah banget udah jahatin lo tadi siang, gue hiks gue..."

Lay mengeratkan pelukannya pada Luhan. "Sudah lah hyung, kejadian tadi siang udah berlalu... gue senang akhirnya terlepas dari semua kebohongan gue. Ini bisa jadi pelajaran buat gue... makasih ya hyung udah mau maafin gue..." ucap Lay tulus sambil menutup kedua matanya, menikmati hangatnya dekapan Luhan.

Tanpa sepengetahuan Lay, Luhan tersenyum dalam tangisnya. "Gue yakin Suho bakal maafin lo Lay... Ia hanya sedang butuh waktu untuk merenungkan ini sendirian, ada saatnya nanti dia bakal maafin lo..." ucap Luhan menenangkan hati Lay. Namja unicorn itu mengangguk pelan. Perlahan-lahan Luhan pun melepaskan pelukannya pada Lay.

"Sekarang lo tidur ne? Lo pasti capek banget udah nyasar seharian di Seoul." Ujar Luhan sambil tersenyum manis. Lay balas tersenyum melihat senyuman Luhan yang hangat.

Ini baru benar-benar Lu Han, roomatenya.

.

.

.

.

.

.

Beberapa hari kemudian...

Ting Tong!

Terdengar suara bel dirumah kediaman Kim Si Won, menandakan ada tamu yang datang.

"Gongchannie~ bukakan pintu tolong~" ujar sang eomma dari arah dapur. Gongchan yang sedang asyik memainkan PSP nya mendesis kesal.

Ck, ganggu aja! Batin Gongchan kesal. Dengan ogah-ogahan ia beranjak dari sofa dan melangkah ke pintu utama.

Ceklek!

"Selamat sore.. mau nyari siap—"

Deg

Ucapan Gongchan terhenti begitu melihat orang yang berada tepat dihadapannya. Rasa kesal yang tadi menyelimuti dirinya kini terganti dengan perasaan akan kagum melihat keindahan makhluk Tuhan yang satu ini.

Almost paradise~ achimboda deo nunbusin~ nal hyanghan neoui sarangi~ onsesang da gajindeutae~

Tiba-tiba terdengar backsound T-Max – Paradise (OST. Drama BBF) diiringi dengan rambut Gongchan yang bergerak bagai dihembus angin. Wajah Gongchan kini setara dengan wajah Geum Jan Di yang terpesona melihat ketampanan keempat personil BBF *Q* (Mir: AAAAA KIM BUM *Q* /digetok readers/)

"Ehm.. annyeong?" sapa makhluk Tuhan yang mengalihkan dunia Gongchan barusan. Gongchan pun tersadar dari lamunannya. "N-ne annyeong! N-noona mau nyari siapa ya?" tanya Gongchan gugup.

Orang yang dipanggil noona itu tersenyum geli melihat Gongchan yang salting. Dengan anggun ia mengibaskan rambut panjangnya yang indah bagaikan di iklan shampo. "Perkenalkan, Baekhee imnida. Aku ingin bertemu dengan Suho oppa, aku teman lamanya." Ucap Baekhee dengan sedikit tawa anggun diakhir. Ini bukan Baekhee yang di drama Dream High ya -_-

"Ah nee silahkan masuk! Suho hyung ada dikamarnya, biar kutunjukkan." Sahut Gongchan sopan sambil mempersilahkan Baekhee masuk.

Tok tok tok!

"Neee?" sahut Suho dari dalam kamar begitu Gongchan mengetuk pintunya.

"Hyung! Ada teman lama hyung yang datang, seorang noona cantik!" balas Gongchan. Baekhee terlihat berdiri dengan tenang disamping Gongchan. Jika kita intip kedalam kamar Suho, terlihatlah Suho yang sedang mengerunyutkan dahinya kebingungan.

Teman lama? Noona cantik? Batin Suho seraya menggaruk tengkuknya.

"... masuk aja, pintunya gak dikunci." Sahut Suho singkat setelah mengambil jeda cukup lama.

"Noona masuk aja ne? Oh ya, perkenalkan namaku Kim Gong Chan. Salam kenal Baekhee noona!" kata Gongchan sebelum akhirnya meninggalkan Baekhee didepan pintu kamar Suho. Baekhee pun mengangguk menanggapi ucapan Gongchan, setelah itu ia kembali fokus menghadap pintu. Tangan kanannya bergerak memegang knop pintu.

Ceklek!

Pintu terbuka.

Suho menatap Baekhee yang berdiri diambang pintu. Baekhee balas natap Suho.

Beberapa detik kemudian Suho menghelakan napas panjang sementara Baekhee tersenyum lebar sambil menutup pintunya dari dalam.

"Hai Suho oppa! Lama gak jumpa hihihi..."

"Argh... Byunbaek, seharusnya gue udah duga ini akan terjadi." desis Suho sambil menyibak poninya kasar.

Byunbaek?

Byun Baek Hyun?

Ooh! Orang yang Gongchan kira adalah 'noona cantik' yang mengenalkan diri sebagai 'Baekhee' itu ternyata adalah seorang namja! Dan Suho tidak terlalu bodoh untuk bisa mengenali siapa namja itu yang tak lain dan tak bukan adalah teman sekelasnya sendiri yaitu Byun Baek Hyun. Ternyata inilah ide yang didapat Kai dan Baekhyun bersamaan saat malam dimana Lay menghilang. Dengan memanfaatkan keahlian Baekhyun yang menyamar menjadi yeoja, ia memasuki rumah Suho tanpa ada yang mengenalinya. Kecuali Suho sendiri.

"Penyamaran lo semakin bagus aja. Gue hampir gak ngenalin tadi." Komentar Suho entah bermaksud memuji atau apa. Tetapi itu pujian bagi seorang Byun Baekhyun.

"Terimakasih, hyung. Demi datang kemari gue sampai meminjam baju dari 'Kai fans club' dan beruntung yeoja-yeoja disana dengan senang hati mendandani gue jadi cantik kayak gini." Sahut Baekhyun sambil memilin-milin centil rambut—wig—panjangnya.

"Gue hargain usaha kalian. Jadi, apa tujuan utama lo susah payah datang kemari?" tanya Suho sambil melipat kedua tangannya. Tampaknya namja itu sedang tidak ingin basa-basi.

"Sampai kapan hyung akan terus mengurung diri di rumah seperti ini?" tanya Baekhyun to the point.

"Sejak kapan lo jadi perhatian ke gue Baek?" tanya Suho balik.

Baekhyun menghelakan napas. Ia memang susah dalam hal yang beginian. "Gue mungkin bukan Luhan hyung yang selalu perhatian ke semua orang, bukan juga penasehat yang baik seperti Kris gege, atau seperti Sehun yang bisa menjadi teman curhat hyung. Tetapi, gue tahu satu fakta yang perlu gue ingatin ke hyung."

Alis mata Suho terangkat sebelah mendengar nada menggantung Baekhyun.

"... Lay hyung bukan tipe orang yang sabar menunggu. Sikap hyung yang seperti ini hanya akan mengulur-ulur waktu dan tidak membuahkan hasil. Bisa aja nanti, besok, atau lusa Lay hyung sudah jenuh menunggu hyung, dan akhirnya memutuskan untuk membatalkan pernikahan kalian." Lanjut Baekhyun sambil menatap Suho dalam-dalam.

Detik berikutnya raut wajah Suho langsung berubah jadi kaget, gelisah dan takut. Dan itu cukup untuk membuat Baekhyun mengetahui bahwa Suho memang menyukai—mencintai—Lay seperti yang Sehun katakan.

"Dan apa hyung sadar? Gue nggak datang sendirian. Woohyun hyung, muncul lah."

Setelah Baekhyun mengatakan kalimat itu tiba-tiba muncul lah sesosok manusia tepat di samping Baekhyun. Suho menyaksikan hal itu tanpa berkedip. Beberapa saat kemudian barulah ia teringat akan kekuatan namja dari kelas C itu bisa menghilangkan jati diri.

"Hai Suho, lama gak jumpa." Sapa Woohyun dengan cengiran khasnya.

"Woohyun hyung ikut datang kesini karena ingin mengatakan sesuatu." Lanjut Baekhyun seraya menepuk bahu Woohyun pelan.

Suho menatap 2 namja di depannya bingung.

"Ehem. Suho-ah, dengarkan baik-baik. Gue mau membuat pengakuan. Jadi langsung ke inti aja, lo ingat kan setelah kalian pulang study tour, saat di kamar tiba-tiba keadaan lo jadi sekarat?" tanya Woohyun dengan nada serius. Suho pun mengingat-ingat kejadian itu, sampai akhirnya ia mengangguk karena sudah ingat. Masih terbayang di benaknya saat mendadak dirinya kesakitan seakan mau mati.

"... itu ulah gue Suho. Gue minta maaf." Lanjut Woohyun sambil menundukkan kepalanya.

Suho membulatkan matanya kaget. "M-mwo? Maksud hyung apa?"

"Sebagai sepupunya Lay, saat itu akhirnya gue memutuskan mendukung Lay untuk melenyapkan lo. Gue menghilangkan jati diri dan menyuntikkan racun yang mematikan ke tubuh lo. Kalau saja saat itu Lay tidak datang... lo pasti udah mati sekarang."

Suho gak merespon. Pikirannya sibuk mencerna kata-kata Woohyun barusan.

"Waktu itu juga kondisi Lay sedang sakit. Tetapi saat tahu keadaan lo lagi sekarat, dengan sembrononya ia menerobos masuk ke kamar lo dan mengeluarkan racun itu. Dan jika saat itu Lay gak segera dibawa ke rumah sakit, mungkin dia juga udah mati sekarang." Lanjut Woohyun lagi. Namja bermarga Nam itu menghirup udara sejenak sebelum kembali bercerita. "Dari situ gue langsung tahu, Lay udah berubah. Dia gak berambisi buat ngebunuh lo lagi. Jujur, gue belum pernah ngelihat Lay berusaha nyembuhin orang tanpa memikirkan bahaya bagi tubuhnya sendiri. Gue langsung bisa nebak..."

Suho menegakkan kepalanya menatap Woohyun.

.

.

.

.

"... Lay udah jatuh cinta sama lo, Suho."


.

.

.

.

.

Suho menyandarkan tubuhnya di dinding kamar. Perlahan ia terduduk dengan posisi lutut yang di tekukkan. Suho menenggelamkan wajahnya di antara dua lututnya. Tangannya mengepal kuat, sedikit bergetar dan mengeluarkan keringat. Baekhyun dan Woohyun baru saja berpamitan pulang sehingga kini Suho sendirian.

Diam-diam Suho tersenyum miris dalam keheningan.

"Zhang Yi Xing... Cuma lo satu-satunya orang di dunia ini yang bisa membuat gue kesal, khawatir, marah, galau, sedih dan kecewa dalam waktu yang bersamaan... Tapi gak bisa gue pungkiri, sebenarnya perasaan gue sama sekali gak berubah... Seharusnya sekarang gue benci sama lo. Tetapi kenapa malah sebaliknya? Kenapa..."

Suho menghembuskan napas pelan.

"...Gue masih mencintai lo, namja babo?"

.

.

.

.

"WHY?!"

.

.

.

.

.

TBC ._.v

.

.

.

Mind to review? ^^ *siap-siap kena timpuk readers*

.

.

PS : Kalau ada yang punya link youtube momentnya SuLay, bagi-bagi ke Mir dong hehe xD