"Laaaaaay!" terdengar teriakan Woohyun dari telepon.
"Woohyun-ah, ada apa?" tanya Kris.
"K-kenapa semua berkumpul disini? Lay mana?"
"Ada apa Woohyun? Katakan pada kami!" suara Luhan terdengar kembali.
"…Barusan gue mendapat kabar bahwa… pernikahan Lay dan Joonmyun batal!"
"MWOO?!" teriak namja-namja yang ada disana.
Dio menatap Suho yang semakin menjauh dengan tatapan tidak percaya. Mulutnya terbuka saking shocknya dengan kabar yang dibawakan oleh Woohyun.
'B-batal?'
.
.
.
.
I'll Get You, KIM JOON MYUN!
Author : Mir
Main Cast : Lay, Suho EXO
Support Cast : All of member EXO, Daehyun BAP, Woohyun Infinite, EunHae SuJu
Warning : typo, gaje
.
.
.
Akhirnyaaaa Last Chap Update!
Waa ga terasa udah ending aja :') (Lay : gimana mau terasa, lu updatenya lama banget -_-)
Ohiya Mir mau menjelaskan beberapa pertanyaan yang datang dari review chap kemaren!
Ada yang nanya 'rumah suho deket dari asrama ya? kok dia bisa lebih cepet sampe ke atap daripada lay (walaupun emng laynya sakit...)'
Di chap sebelumnya (Mir lupa chap berapa) udah pernah dibilang kalau rumah Suho memang dekat dgn asrama, makanya Suho jarang pulang ke rumah saat liburan ^^
Trus juga apakah Heechul dan Hangeng adalah healer? Jawabannya... Anggap aja iya (?) #DigebukinReaders+HanChul
Mir juga mau ngucapin banyak terimakasih kepada readers yang udah dukung Mir sampai saat ini /lap ingus dibaju Kai/
Sumpah ini mainstream banget, tapi Mir benar-benar senang ngelihat banyak yg review T_T
Besok-besok(?) Mir ga bakalan gini lagi kalau ngebuat cerita, Mir bakal tuntaskan sampai END! Maafkan Mir yang udah ngelakuin kesalahan terbesar sebagai author, hiks
(Suho : jangan kebanyakan bacot, mulai gih ceritanya -_-)
Oke deh, atas permintaan peran utama yang selalu Mir siksa, CEKAIDOT! xD
.
.
.
.
CHAP FOURTEEN - ENDING (PART AKHIR)
.
.
.
Kai menggosok-gosok tangannya untuk mendapat kehangatan. Saat ini dirinya sedang berada di rumah Daehyun. Sudah 1 jam lebih Lay bersama orangtuanya di dalam suatu ruangan yang Kai tidak ketahui ruangan apa, tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa penyembuhan sudah berhasil dilaksanakan. Sebenarnya Kai sangat bingung dengan kejadian malam ini. Mengapa Suho yang sudah seminggu lebih tidak masuk sekolah bisa ada di festival bersamaan dengan adanya Lay? Apa mereka memang sedang bersama?
"Mau minuman hangat?" tawar Daehyun.
"Ani, tidak usah repot-repot hyung." Tolak Kai halus. Daehyun mendudukkan dirinya di samping Kai.
"Apa… Lay hyung bisa selamat?" tanya Kai masih sambil menggosok-gosok kedua tangannya.
"Orangtua Lay adalah healer yang handal, mereka pasti bisa menyelamatkan nyawa Lay." Jawab Daehyun menenangkan.
Setelah perbincangan singkat itu tidak ada lagi yang mau memulai pembicaraan. Terjadi keheningan di antara mereka berdua sampai tibanya 1 namja yang sangat familiar.
"Suho hyung/Joonmyun hyung?" ucap Kai dan Daehyun bersamaan.
"Kai baliklah ke tempat festival tadi. Dio sendirian disana. Urusan Lay disini serahin ke gue, maaf sudah mengganggu waktu kalian berdua." Ucap Suho sambil menatap Kai.
"Baiklah hyung, jaga Lay hyung baik-baik disini ne. Gue duluan hyung, Daehyun hyung!" pamit Kai yang diangguki oleh Suho dan Daehyun.
Plash!
Dan Kai pun menghilang bersama asap yang muncul. Terjadi keheningan lagi di tempat itu. Suho mendudukkan dirinya ditempat Kai tadi duduk.
"Tau rumah gue darimana hyung?" tanya Daehyun membuka pembicaraan.
"Gue tanyain Gongchan, adek gue." jawab Suho seadanya.
"...Apa lagi yang terjadi pada Lay kali ini?"
Ceklek!
Syukurlah Suho terselamatkan dari pertanyaan menyusahkan dari Daehyun. Akhirnya Heechul dan Hangeng keluar juga dari ruangan sambil menyeka keringat mereka.
"Hallo Daehyun-ah. Oh Joonmyun-sshi kau sudah tiba disini rupanya. Masuklah ke dalam, dari tadi Lay mengigau menyebut namamu." Ucap Hangeng ramah.
"N-ne ahjussi…" Suho menuruti ucapan Hangeng dan masuk ke dalam ruangan.
Blam!
Heechul menatap pintu yang baru ditutup Suho dengan pandangan kosong, diikuti pandangan khawatir dari Hangeng. "Setelah pertunangan dilaksanakan, aku merasa Lay semakin menderita. Mungkin ini karena kita menjodohkannya tanpa mempertimbangkan pendapatnya terlebih dahulu. Jalan terbaik sepertinya memang harus membatalkan pernikahan mereka." Kata Heechul panjang lebar.
Daehyun dan Hangeng melebarkan mata mereka mendengar penuturan Heechul.
.
.
.
.
Tap tap tap
Setelah menutup pintunya dari dalam, Suho melangkah mendekati Lay yang masih terbaring dikasur. Namja berkulit putih itu menduduki dirinya disamping kasur Lay dan menatapi wajah Lay lekat-lekat. Wajahnya sudah tak sepucat yang tadi dan namja itu lebih tampak tenang sekarang. Melihat Lay yang terbaring, rasa bersalah Suho semakin memuncak.
Ini semua ulahnya!
"Coba kalau dari awal gue tahu lo sakit, gue nggak akan biarkan lo berkeliaran. Ini semua salah gue…" lirih Suho sambil mengusap sayang rambut Lay. Sebelah tangan Suho yang masih bebas bergerak menggenggam tangan Lay untuk menghangatkannya. Suho merasa ada yang sedang Lay genggam. Namja angelic itu membuka genggaman tangan Lay dan menemukan suatu benda yang familiar.
"K-kerang ini? Jadi Lay tadi terjun ke danau hanya untuk mengambil kerang ini?" ucap Suho tidak percaya. Mengapa ada orang bodoh seperti Lay yang mau mengorbankan nyawanya demi sebuah kerang?!
"Hanya…? Kerang itu…sangat berarti buat gue…"
Tiba-tiba terdengar suara lemas Lay. Suho menegakkan kepalanya untuk melihat wajah Lay.
"Lo udah sadar Lay?" datanglah pertanyaan bodoh dari Suho yang sebenarnya tidak membutuhkan jawaban.
Lay mengangguk lemas. "Gue nggak apa-apa." Lay berusaha bangkit dari tidurnya mengubah posisi menjadi duduk, dibantu oleh Suho.
"Kenapa dari awal lo nggak bilang sedang sakit? Lo pingin banget ngelihat gue jantungan karena mengkhawatirkan keadaan lo ya? Itu hanya sebuah kerang Lay! Lo bisa membelinya dimanapun!" ucap Suho setengah berteriak. Terbesit rasa khawatir di mata namja itu.
Lay tersenyum, Suho ternyata sangat mengkhawatirkannya. "Kerang itu barang berharga buat gue, karena kerang itu pemberian Suho hyung yang tidak akan didapat di toko manapun." Kata Lay tulus sambil menggenggam erat kerang itu.
Suho terdiam seribu bahasa mendengar penuturan Lay. Bagaimana bisa ia pernah mengabaikan dan menyia-nyiakan orang seperti Lay? Namja yang membuatnya jatuh cinta sejak pertama kali bertemu? Sekali lagi, Suho merasa dirinya adalah orang paling bodoh sedunia.
"Lagipula kalau gue bilang sedang sakit, kita tidak akan pernah memperbaiki hubungan kita dan berpisah secara tidak baik-baik. Gue nggak mau hubungan kita seperti itu nanti, karena gue sangat menyayangi hyung…" lanjut Lay lagi.
Suho mengangkat wajahnya. "Berpisah? Kenapa lo berkata seperti itu Lay? Siapa yang bilang kita akan berpisah?"
Sekarang Lay lah yang kelihatan bingung. "Bukankah tujuan dari pertemuan kita hari ini untuk memperbaiki hubungan kita supaya saat kita berpisah nanti… kita masih bisa menjadi teman? Tadi pagi eomma bilang ke gue bahwa pernikahan kita batal hyung." Jelas Lay.
"Batal? Gue nggak ada dapat kabar seperti itu Lay, apa kabar itu sungguhan? Tujuan dari pertemuan kita hari ini sebenarnya agar hubungan rumah tangga kita nanti tidak menjadi canggung. Itu maksud gue ngajak lo bertemu."
Ucapan Suho barusan membuat wajah Lay memerah. "R-rumah…tangga kita…?"
Suho mengeluarkan senyuman angelicnya. Kedua tangannya beralih menggenggam tangan Lay yang masih menggenggam kerang.
"Zhang Yi Xing, maafkan kelakuanku yang sebelumnya. Kita lupakan masa lalu yang kelam dan kita ciptakan masa depan yang lebih baik bersama-sama. Untuk itu, maukah kau menjadi pendamping hidupku dan menjadi ibu bagi anak-anak kita kelak? Aku mencintaimu Yixing-ah, sangat mencintaimu…" ucap Suho dengan lancarnya. Kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulutnya, padahal ia belum mempersiapkan sebelumnya.
Mata Lay melebar kaget. Ia tidak pernah membayangkan dihidupnya akan dilamar begitu romantis oleh orang yang sangat dicintainya. "S-Suho hyung, bukankah kita sudah bertunangan sebelumnya?" tanya Lay tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya.
Suho menggeleng. "Itu tidak bisa disebut pertunangan, pertunangan sesungguhnya adalah saat ini. Jadi… apa jawabanmu Zhang Yi Xing? Maukah kau menjadi pasangan hidup dari Kim Joon Myun?" tanya Suho dengan ekspresi penuh harap. Tidak bisa disangkal jantungnya berdegup sangat kencang sekarang. Saat ini memang adalah pertunangan yang sesungguhnya.
Grep
Tanpa berkata apa-apa tiba-tiba Lay memeluk Suho erat. Membuat Suho harus sedikit berdiri dari tempatnya. "Tentu saja… Tentu aku mau hyung…! Kau sudah membuatku jatuh cinta terlalu dalam! Aku sangat takut saat eomma bilang pernikahan kita dibatalkan, aku tidak sanggup berpisah denganmu… (T_T)" ucap Lay sambil segukan. Sebenarnya Lay bukan tipikal namja yang cengeng, tetapi untuk kali ini saja biarlah dia menangis.
Suho melepas pelukan Lay dengan lembut dan mengusap air mata Lay. "Sudah jangan menangis, aku tidak suka melihat air matamu Lay. Untuk melengkapi pertunangan kita, mari kita bertukaran cincin." Ujar Suho lembut sambil melepas cincin yang melekat di jari manisnya. Masih segukan, Lay mengikuti Suho melepaskan cincin di jarinya. Setelah cincin mereka berdua terlepas, mereka saling menatap sambil tersenyum dan memasangkan cincin di jari lawan secara bergantian.
"Aku mencintaimu hyung…"
"Aku lebih mencintaimu."
Setelah mengucapkan kalimat indah itu Suho mendekatkan wajahnya pada Lay. Lay yang tahu maksud Suho menutup kedua mata indahnya perlahan dan kedua bibir itupun bertemu. Suho mencium Lay lembut seraya memegang tengkuknya, sedangkan tangannya yang satu lagi masih menggenggam kedua tangan Lay. Diam-diam kedua namja itu tersenyum dalam ciuman manis mereka.
.
.
.
.
.
"YA! Apa-apaan kalian membatalkan pernikahan Yixing dan Suho seenaknya tanpa persetujuan dari kami!" protes Siwon tidak terima dengan keputusan sepihak itu. Siwon-Kibum baru saja tiba dirumah Daehyun dan bertemu dengan Hangeng-Heechul dan berakhir dengan perdebatan seperti ini. Kibum dan Heechul memang belum memberitahu suami mereka tentang pembatalan ini.
"Aku setuju dengan Siwon, aku tidak terima kalian membatalkan pernikahan anak kita." Tambah Hangeng sambil melipat kedua tangannya.
"Apa kalian tidak sadar dengan perubahan sikap Lay dan juga Joonmyun?! Mereka berdua berubah sejak pertunangan dilaksanakan! Mengapa kita harus memaksakan sesuatu yang bukan kehendak mereka jika nanti akan berujung tidak baik?!" lawan Heechul berkacak pinggang.
Daehyun yang sejak awal disana—tetapi tidak dihiraukan—menatap kedua pasangan itu dengan takut-takut. Ia hanya bisa berharap dalam hati agar Jaejoong, Yunho ataupun Jinyoung segera pulang kerumah dan bisa menghentikan perdebatan orang dewasa ini.
"Tetapi Suho dari awal sudah bilang akan menerima seperti apapun calonnya dan dia pasti akan menepati janjinya!" Ucap Siwon tidak mau kalah.
"Chagi-ya, lihatlah kondisi Suho sekarang. Dia tidak mau masuk sekolah sejak pertunangan itu. Apakah itu hal yang bagus untuknya? Tolong pikirkan sekali lagi.." ujar Kibum menenangkan suaminya. Siwon pun terdiam mendengar ucapan istrinya yang memang benar.
"Lagipula aku sudah bilang pada Lay kalau pernikahan mereka batal. Sekarang mari kita urus pembatalan pernikahan mereka agar—"
.
"Ani. Itu tidak perlu eomma."
Ucapan Heechul terhenti begitu mendengar suara lemas dari anak semata wayangnya. Seluruh namja yang ada disana menatap Lay yang dipapah oleh Suho karena belum kuat untuk berdiri yang muncul dari balik pintu. Daehyun menghelakan napas lega. Sepupunya datang disaat yang tepat!
"Lay? Apa maksudmu dengan tidak perlu?" tanya Heechul.
"Sudahlah Yixing-ie, kamu tidak perlu memaksakan diri lagi. Kami bisa mengerti kalau kalian berdua menolak pernikahan ini, kalian tidak perlu memikirkan ini lagi." Kata Kibum sambil megusap pundak Lay.
"…Bagaimana jika kami berdua bilang setuju dengan pernikahan ini?" ucap Suho tiba-tiba. Membuat shock seluruh namja yang ada disana.
"Benarkah Suho? Bukankah kau sampai mengurung diri karena menolak pernikahanmu?" tanya Siwon tidak percaya.
"Dan Lay, appa tau dari awal kau sangat menentang perjodohan sepihak ini. Kalau memang kalian keberatan dengan pernikahan kalian, sekarang lah saatnya untuk menolak." Tambah Hangeng.
Suho dan Lay saling melirik sejenak, lalu tertawa bersama.
"Kemaren kami berperilaku seperti itu karena ada masalah diantara kami, dan sekarang masalah itu sudah terselesaikan. Kami menerima pernikahan ini karena kami berdua saling mencintai, benarkan Lay?" tanya Suho sambil mempererat rangkulannya. Lay hanya bisa mengangguk malu-malu, ia tidak habis pikir bagaimana bisa Suho berkata santai seperti itu di depan kedua orangtua mereka.
"Ahjumma dan ahjussi tidak perlu khawatir karena Lay dan Joonmyun hyung sudah saling mencintai dari awal. Aku yakin mereka akan menjadi pasangan yang sangat serasi." Tambah Daehyun akhirnya mengeluarkan suara. Ia berlaku sebagai saksi yang mengetahui segalanya tentang hubungan Lay dan Suho, dan ia merasa patut mengatakan hal itu.
"Kalian…benar-benar yakin…?" tanya Siwon, Kibum, Hangeng dan Heechul berbarengan.
Lay dan Suho mengangguk dengan sorot mata yang benar-benar yakin. Hal itu membuat kedua pasangan itu menghelakan napas lega.
"Yaaaaaay syukurlah! Akhirnya kita benar-benar akan menjadi keluarga Kibum-ah, Siwon-ie!" girang Heechul dengan gaya khasnya.
"Ne Heechul hyung! Kyaaa akhirnya bisa punya cucu(?)!" sahut Kibum, membuat Siwon dan Hangeng menjadi sweatdorp karena tingkah mereka. Ternyata bukan hanya Siwon dan Hangeng, tetapi Lay, Suho dan Daehyun juga ikut geleng-geleng melihat kelakuan kedua eomma itu.
"By the way, siapakah yang akan melahirkan keturunan untuk kami? Di antara Suho dan Lay siapa uke dan siapa seme?" tanya Kibum penasaran. Kelihatannya Kibum memang sudah tidak sabar untuk menimang cucu -_-
"Hahahha, kenapa ahjumma masih ragu? Tentu saja semenya…"
"Aku dong eomma!" potong Suho.
Lay menatap Suho kesal. "Ya! Apa-apaan sih hyung, tentu saja semenya aku!" protes Lay.
"Lay, mirror please -_-" sahut Daehyun.
"Waa Yixing-ie, aku berharap banyak padamu! Mulai sekarang panggil aku eomma ne! Kamu harus melahirkan keturunan yang imut dan lucu oke?" kata Kibum semangat sambil memandang Lay penuh harap. Lay sampai mengira-ngira itu hanya akting atau memang serius. Resiko punya mertua aktor(?).
"Jangan khawatir eomma, aku dan Lay akan membuat keturunan sebanyak-banyaknya!" sahut Suho antusias.
"Eomma senang sekali Suho! Kalau kalian terlalu banyak membuat anak kalian bisa transfer ke rumah eomma ne!" ujar Kibum semakin membuat Siwon dan Hangeng sweatdrop -_-"
"Apa dia selalu seperti itu?" bisik Hangeng pada Siwon.
"Entahlah. Padahal dia selalu menolak kalau kami melakukan this and that, entah apa yang membuatnya semangat mempunyai cucu yang banyak." Balas Siwon geleng-geleng.
"Lay-ah, eomma sama sekali tidak menyangka dengan sifatmu yang brutal itu kau akan menjadi uke." Kata Heechul sambil berkacak pinggang. Heechul, mirror please -_-
Kalau saja FF ini dibikin menjadi film, wajah Lay akan di zoom in zoom out sebanyak 8x (?)
"TIDAAAAAAAAAAAAAK! AKU SEMEEEEEEEEEE!"
.
#KeepStrongLay
#MirSupportYouToBeASeme
#ButTheReadersWantYouToBeAnUke(?)
.
.
.
.
.
.
Akhirnya, tibalah hari-H pernikahan Lay & Suho…
Para tamu undangan sudah banyak yang mulai berdatangan ke tempat pernikahan Lay dan Suho. Kebanyakan dari mereka adalah siswa-siswi dari SMent High School terutama anak kelas A, rekan kerja orangtua Lay dan Suho, bahkan pengawal-pengawal Kris yang jumlahnya tak terhingga itu ikut di undang(?). Dalam sekejap gedung yang sudah di sewa untuk pernikahan itu sudah menjadi ramai saja.
Saat ini Lay sedang berada di sebuah ruangan bersama stylist yang mendandaninya. "Bagaimana dengan tatanan rambut ini? Kau suka?" tanya sang stylist.
"Bagus sekali noona, aku suka! Terimakasih banyak!" ucap Lay senang sambil menatap dirinya sendiri di hadapan cermin.
"Baguslah. Sukses untuk pernikahanmu ne!" kata sang stylist sambil tersenyum manis.
Ceklek!
"Lay-ah! Gue udah nemuin dasi yang pas buat tuxedo lo!" tiba-tiba Jinyoung datang bersama Daehyun dan Woohyun yang menyusul dibelakangnya.
"Wah Lay, apa ini benar-benar lo? Ternyata lo lebih cantik dari yang gue kira!" kata Woohyun entah bermaksud memuji atau menggoda Lay. Lay menghembuskan napasnya kesal.
"Gue nggak nyangka bakal punya sepupu yang berstatus sebagai uke! Hahahaha!" kalau yang ini benar-benar berniat untuk menggoda Lay -_-
"Keluar kalian berdua sekarang juga!" teriak Lay dengan deathglare terbaiknya, tetapi hal itu malah semakin membuat ketiga sepupunya tertawa keras.
"Jangan marah-marah, lo itu pengantin baru. Sini gue pakein dasinya!" kata Jinyoung lembut sambil memasangkan dasi itu pada kerah kemeja Lay yang sudah dilapisi dengan tuxedo berwarna putih.
"Oh terimakasih banyak Jinyoung-ah, lo emang sepupu gue yang paling berguna!" kata Lay senang, membuat kedua orang yang dibelakang Jinyoung menjadi kaget.
"Ih nyebelin banget, padahal kalau ada apa-apa pasti ngerengeknya ke kita," bisik Daehyun pada Woohyun dengan suara yang kuat.
"Tau tuh. Bisa-bisanya dia bilang kita nggak berguna, padahal kita selalu ada disisinya!" sahut Woohyun tak kalah keras. Dasar kedua sepupu yang sangat kompak -_-
Lay dan Jinyoung tertawa terbahak-bahak. "Dasar ngambekan! Gue cuma bercanda keles(?), kalian bertiga adalah sepupu terbaik gue! Terimakasih untuk segalanya, gue sayang sama kalian semuaaaa!" ucap Lay tulus sambil beranjak dan memeluk erat ketiga sepupunya.
"Ueeek Laaaay gue ga bisa napaaas!" teriak Woohyun dengan nada suara tercekik.
"Uhuk uhuk! Jangan lupain uhuk jasa gue ya Lay, uhuk!" Daehyun sampai terbatuk-batuk karena Lay memeluk mereka terlalu erat.
"Lay nanti tuxedo lo kusut!" kata Jinyoung.
Ceklek!
Tiba-tiba pintu kembali terbuka dan muncul lah Heechul.
"Lay ayo keluar, semua para tamu undangan sudah hadir! Semua sudah siap—loh kalian bertiga sedang apa berpelukan seperti teletabis? -_-" tanya Heechul sweatdrop.
"Uhuk uhuk!" ketiga namja itu langsung terbatuk-batuk begitu Lay melepas pelukannya.
Lay mengeluarkan senyuman termanisnya, membuat dimple kirinya terlihat jelas.
"Ne eomma! Aku juga sudah siap!"
.
.
.
.
Dan tibalah sesi yang paling ditunggu-tunggu semua orang, yaitu kedua mempelai saling mengikat janji suci di atas altar pernikahan. Lay pun datang diiringi oleh appa dari sang mempelai yaitu Hangeng. Hangeng tidak menyangka hari ini akan datang juga, dimana ia harus melepas anaknya untuk dijaga oleh lelaki lain. Ia terlihat seperti seorang ayah yang akan melepas anak perempuannya -_-. Di sisi lain terlihat Heechul menangis tersedu-sedu sambil di pukpuk oleh Jaejoong dan Yunho. Meski sering bertengkar dan adu mulut dengan Lay, Heechul sangat menyayangi anak satu-satunya itu.
"Huhuhu aku tidak menyangka Lay akan menikah juga… kukira dia akan menjadi anak brutal dan jomblo seumur hidup!" kata Heechul sambil segukan.
"Lay sungguh mirip denganmu hyung, dulu eomma juga berkata seperti itu saat kau menikah dengan Hangeng hyung." Kata Yunho sedikit geli.
"Benarkah? Aku sangat berharap anaknya Lay kelak tidak brutal sepertiku maupun Lay huhuhu T_T"
"Sssh udahan hyung nangisnya, Lay dan Joonmyun akan mengucapkan janji sehidup semati!" heboh Jaejoong sambil fokus melihat pernikahan. Ia jadi teringat dulu ia sempat berada disana bersama Yunho, duh jadi plesbek(?).
Dan sekarang lah saatnya Suho dan Lay mengikat janji.
"Kim Joon Myun, apakah kau bersedia menjadi pendamping hidup untuk Zhang Yi Xing suka maupun duka, sakit maupun sehat, kaya maupun miskin sampai maut memisahkan kalian?"
"Ya, saya bersedia." Ucap Suho mantap.
"Zhang Yi Xing, apakah kau bersedia menjadi pendamping hidup untuk Kim Joon Myun suka maupun duka, sakit maupun sehat, kaya maupun miskin sampai maut memisahkan kalian?"
Lay mengangguk dengan pipi yang bersemu merah. "Ya, saya bersedia."
"Apakah para saksi ada yang keberatan dengan pernikahan ini?"
"TIDAAAAAK!" teriak para undangan. Suara Chen tetap yang paling kedengaran.
"Dengan ini Kim Joon Myun dan Zhang Yi Xing sah menjadi suami istri! Kedua mempelai boleh berciuman!"
Mendengar penuturan itu, Suho langsung mencium Lay tepat di bibir disambut sorakan dari para undangan. Tao sampai menghabiskan berlembar-lembar tisu saking terharunya karena baju Kris sudah habis menjadi korban ingus Tao, Chanyeol dan Baekhyun heboh berdua sambil menunjuk-nunjuk Lay dan Suho yang sedang berciuman, sedangkan Luhan teriak-teriak bilang 'MEMPELAI UKE(?)NYA ROOMATE GUE WOY! ROOMATE GUEEE!'.
"Benarkah itu anak didik kalian?" tanya Leeteuk—dari kelas super junior—pada EunHae. Dua sejoli itu menggeleng kuat bersamaan. "T-tidak kok hyung, gak mungkin anak didik kami absurd seperti mereka." Dusta Eunhyuk yang disambut anggukan kuat oleh Donghae. Tiba-tiba Youngjae meghampiri EunHae yang memang sedang berkumpul dengan mantan murid dari kelas super junior.
"Sabar ya EunHae songsaenim, anak didik kalian memang abstrak semua." Kata Youngjae sambil geleng-geleng. Setelah itu Youngjae langsung menghampiri Daehyun.
Leeteuk beserta anggota super junior yang lain menatap EunHae dengan tatapan geli.
"Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya. Gue nggak heran kelakuan anak didiknya EunHae seperti itu." Komentar Yesung, sangat menusuk ke hati EunHae yang paling dalam.
"Terimakasih banyak atas kritikan pedasnya hyung, terimakasih!" sahut Eunhyuk yang disambut tawa oleh yang lain.
Kembali fokus ke peran utama, akhirnya Suho melepas ciumannya dari bibir manis Lay.
"Kau sangat cantik Kim Yi Xing~" puji Suho tulus.
"Jangan mengubah margaku seenaknya hyung, kau juga sangat tampan Kim Joon Myun…" balas Lay tak kalah tulus.
"Margamu memang sudah berubah Yixing-ie, kita sudah sah menjadi pasangan suami istri."
"Bukannya marga hyung yang berubah menjadi Zhang Joon Myun?" tanya Lay polos.
Suho sweatdrop to the max.Lihatlah, namanya saja sangat tidak cocok untuk di dengar -_-
"Semoga rumah tangga kita nanti diberi berkah dan kekuatan ne, I love you Yixing-ah~"
Lay mengangguk mengaminkan sambil memeluk Suho erat.
"I love you more Suho hyung,"
.
.
.
.
.
END _
.
.
.
.
.
Omake!
Akhirnya pernikahan Suho dan Lay berakhir juga. Saat ini pasangan baru itu sudah sampai di apartement baru milik mereka berdua, dengan pakaian yang sudah diganti dengan pakaian biasa.
"Hyungie, ayo kita buka kado-kado pernikahan kita!" seru Lay sangat antusias. Suho tertawa melihat kelakuan Lay yang seperti anak-anak.
"Baiklah ayo kita buka bergantian. Kau duluan chagi~" ujar Suho. Lay menduduki dirinya tepat di depan kado-kado yang sangat banyak, disusul Suho yang duduk sambil memeluknya dari belakang. Betapa manisnya posisi mereka saat ini~ #MirJealous(?)
"Kado pertama dari Gongchan-ie dan Jinyoung! Waah mereka sweet banget beli kado bareng-bareng! Kalau Daehyun tahu pasti dia akan marah besar kekeke~" tutur Lay sambil membuka kado dari Gongchan dan Jinyoung tersebut. Begitu kado itu dibuka, ternyata isinya adalah sebuah album foto berukuran besar yang belum ada isi di dalamnya.
"Lihat ini, ada suratnya juga." Ucap Suho sambil memungut surat yang tidak sengaja terjatuh saat Lay membuka halaman albumnya.
.
To : Pasangan baru, Suho dan Lay ^^
Annyeong Suho dan Lay! Gue dan Gongchan membuat surat ini bersama-sama.
Apakah kalian bingung dengan kado yang kami berikan? Kado itu berisi album foto untuk masa depan kalian.
Isilah album itu dengan kenangan yang kalian buat dimulai dari pernikahan, entah itu foto malam pertama misalnya, hehehe ^^v
Wajah Gongchan memerah saat gue bilang 'malam pertama', dan sekarang dia sedang memukul-mukul lengan gue hahaha~ betapa lucunya dongsaeng lo ini Joonmyun.
Baiklah sekian surat dari kami berdua, semoga kalian suka dengan kado dari kami.
Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian!
From : Jinyoung & Gongchan
.
Tanpa disadari Lay dan Suho sama-sama tersenyum geli membaca surat dari Jinyoung dan Gongchan. Dasar pasangan yang benar-benar manis!
"Kado selanjutnya kau yang buka hyungie." Ucap Lay setelah melipat surat itu kembali.
Suho menggerakkan tangannya menggapai sebuah kado yang tak terlalu besar. Mereka berdua pun membuka kado itu bersama-sama dengan hati-hati. Mata kedua pasangan baru itu membulat saat melihat isi kadonya.
"Jam weker?!" kaget Suho.
Raut wajah Lay yang awalnya bingung tiba-tiba berubah menjadi (-_-") dengan perempatan siku-siku yang bertengger di dahinya. "Aku tahu kado ini dari siapa!" serunya sambil mengambil surat yang terselip di dalam kado.
.
To : Uri Lay and Joonmyunnie hyung
Halo halo halo! Disini Daehyun ^^)/
Selamat kepada uri Lay yang akhirnya menikah juga setelah melewati banyak rintangan yang menghadang! Gue sama sekali nggak nyangka Lay yang awalnya berambisi banget mau bunuh Joonmyun hyung sekarang malah berbalik 180 derajat! Joonmyun hyung daebak!
PS : segera beri kami ponakan ya hihi ^^)v
Hei Zhang Yi Xing dan Kim Joon Myun! Woohyun disini!
Apakah kalian tahu apa maksud kami memberi jam weker? Kami sebagai orang yang sangat mengerti Lay akan bisa memprediksi apa kesulitan yang akan Joonmyun hadapi saat sudah berumah tangga nanti. Percayalah, Lay itu sangat susah dibangunkan! Dengan jam weker super nyaring ini orang mati pun bisa terbangun (?). Hehehe peace Lay, gue nggak maksud menjelek-jelekkan lo tapi emang ini adanya. Ohya sukses buat malam pertama kalian! Fighting!
From : Daehyun & Woohyun
.
"Hmpfh…" Suho menutup mulut dengan kedua tangannya agar tawanya tidak lepas. Mati-matian ia menahan tawa agar Lay tidak semakin meledak.
"Grr suatu saat akan kunikahkan mereka!" geram Lay sambil mengepalkan tangannya.
"Sudahlah jangan marah hahaha, ayo kita buka hadiah yang lain!" tutur Suho sambil menenangkan—uhuk—Istri barunya—uhuk!
Lay memilih bingkisan kado yang berukuran cukup besar dibanding yang lain. Lay dan Suho sampai harus berdiri untuk membuka hadiah itu. Dan saat dibuka… ternyata isinya adalah sebuah bingkai foto besar dengan foto seluruh murid kelas A saat studytour ke Jeju kemaren. Foto itu diambil oleh EunHae sebelum mereka berangkat untuk kembali ke Seoul. Di foto itu tampak wajah-wajah murid kelas A yang ceria. Terlihat Chanyeol Baekhyun dan Chen yang saling merangkul sambil tertawa kearah kamera, Dio Xiumin dan Luhan yang berpose sambil mengangkat sebelah tangan mereka, Kris yang berpose—sok—cool, Tao Kai dan Sehun dengan posisi paling bawah tersenyum dengan manis ke kamera, dan yang terakhir Suho Lay yang posisinya di tengah-tengah dengan senyum khas mereka masing-masing. Suho dan Lay ikut tersenyum melihat foto kenangan kelas A itu. Tiba-tiba Lay menemukan CD di sudut bingkai.
"Hyung, coba kita putar CD itu. Sepertinya itu adalah pesan dari teman-teman kelas A!" kata Lay sambil mengambil CD nya. Suho mengangguk seraya beranjak dan menyetel DVD di ruang tengah. Untung saja apartement ini mempunyai fasilitas yang lengkap.
Lay dan Suho menduduki diri mereka di sofa empuk yang menghadap ke TV. Suho memencet tombol on di remote untuk memulai film(?)nya.
Sssssssssshh~~~~~ *suara TV yang dikerebutin semut2 putih abu-abu(?)*
Tiba-tiba muncul wajah 2 namja yang sangat familiar.
"Ah ah handycam-nya sudah mulai merekam!" seru Baekhyun sambil menunjuk kearah camera, yang jika dilihat sekarang seperti menunjuk kearah Suho dan Lay.
Chanyeol yang wajahnya sangat dekat ke lensa camera langsung menjauhkan diri. "Wah benar! Annyeong Lay hyung dan Suho hyuuuung! Ini adalah video persembahan dari kelas A! Video ini berisi seluruh pesan-pesan anak kelas A untuk kalian! Duh nggak nyangka kalian udah nikah aja ninggalin kita-kita, tetapi tenang aja gue dan Baekkie hyung pasti akan menyusul secepatnya!" oceh Chanyeol panjang lebar dan mendapat bonus jitakan dari Baekhyun.
"Jangan pikirkan kata-kata Yeolli tadi. Buat Lay hyung terimakasih banyak telah bergabung ke kelas A, hyung begitu membawa pengaruh besar untuk kelas A! Ngomong-ngomong kemana kah kalian akan honey moon? Gue boleh ikut nggak? Plissssssssssss gue mau ditaruh di bagasi juga nggak apa-apa! Boleh ya hyungdeul? Ya ya ya?" tanya Baekhyun penuh harap.
"Jangan berkata yang tidak-tidak Baekki -_- Yaudah segitu aja pesan dari kami, semoga hyung senang dengan kado yang kami berikan! Fotonya di pajang di ruang tengah ne biar ketampanan gue terlihat oleh semua orang dan mana tahu sewaktu-waktu ada produser terkenal yang menyadari ketampanan gue dan mengajak gue main pilem! Trus gue bisa menjadi miliarder dan membangun rumah yang be—hmpfh…..!" Baekhyun langsung membungkam mulut Chanyeol sebelum namja jakung itu menghabiskan seluruh isi film.
"Dadah SuLay hyuuuung!" teriak Baekhyun sambil dadah-dadah diikuti lambaian Chanyeol yang mulutnya masih dibekap oleh Baekhyun.
Setelah itu terjadi jeda beberapa detik sebelum 2 namja berikutnya kembali muncul.
-jeda-
"Annyeong Lay hyung dan Suho hyung! Selamat menikmati malam pertama kalian!" kata Sehun dengan cengiran khasnya. Luhan yang berada disamping Sehun menjadi sweatdrop.
"Kalau kalian sudah kembali dari cuti(?) cepatlah balik ke kelas A karena kelas pasti sepi tanpa kehadiran kalian. Oh iya, selamat buat Suho yang sudah naik tingkat menjadi tingkat 4 ne! Kami belajar banyak dari perjuangan cinta kalian, semoga kalian bisa membuat keluarga yang harmonis, rukun dan awet selalu." Ucap Luhan yang diangguki oleh Sehun disetiap doanya.
"Suho hyung cepat balik ne! Gue rindu melihat hyung tidur di kasur hyung(?)." kata Sehun yang berstatus sebagai roomatenya Suho.
Luhan tersenyum. "Lo juga Lay, sering-seringlah main ke asrama. Kamar kita pasti akan sepi tanpa lo."
Setelah itu HunHan couple undur diri dan kembali terjadi jeda beberapa detik.
-jeda-
"SUHO HYUNG! GUE PASTI AKAN SECEPATNYA NYUSUL LO HYUNG, PASTI!"
DUAGH!
"YA! Setidaknya kasih salam pembuka dulu untuk Suho dan Lay, Kim Jong Dae!" kata Xiumin setelah menjitak kekasihnya.
"Hehehe maaf chagia, gue terlalu semangat!"
Xiumin geleng-geleng. "Hai Suho dan Lay, selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian cepat memperoleh keturunan dan membuat acara syukuran yang menyajikan banyak makanan! Jangan lupa undang gue ne! WAJIB! Hehehehehe…" Xiumin dengan cengirannya.
"Dan jugaaaaa, kalau mau melakukan this and that jangan lupa berdoa dulu sebelum dan setelah melakukannya! Kalau Suho hyung belum puas dengan 1 ronde, segeralah mandi wajib sebelum melakukan ronde selanjutnya! Itu penting karena di sunnahkan bagi pasangan-pasangan untuk—hmpfh…..!" persis seperti kasus BaekYeol, Xiumin harus membekap mulut Chen agar namja bersuara merdu itu berhenti berdakwah(?).
-jeda-
"Suho hyung dan Lay hyuuung! Selamat atas pernikahan kalian neee :3" kata Tao dengan wajah yang memenuhi seluruh lensa. Lay dan Suho sampai hampir terjungkal kebelakang karena kaget melihat wajah besar Tao yang memenuhi seluruh layar. Setelah itu Tao menjauhkan wajahnya dan tampaklah ada Kris yang berdiri dibelakangnya.
"Jangan berharap gue bakal ngucapin selamat atas pernikahan karena gue orangnya anti mainstream. Gue rasa semua doa sudah diucapkan pada video-video sebelum kami, jadi….. no comment."
'Anjisssss -_-' batin Lay dan Suho bersamaan.
"Kris gege kok ngomongnya gitu! Setidaknya ucapin selamat dong!" protes Tao.
"Tidak perlu baby, itu hanya membuang waktu durasi di video ini." Balas Kris tenang.
"Tapiii…."
Oke, kita skip perdebatan pasangan yang satu ini -_-
-jeda-
"Hallo Suho hyung dan Lay hyung, semoga malam pertama kalian berjalan dengan lancar ne! Ini yang pertama untuk kalian kan? Akhirnya kalian akan merasakan surga duniawi! Suho hyung 'main'nya jangan terlalu kasar ne! Kasihan nanti Lay hyung kesakitan!" ucap Kai frontal seolah-olah ia sudah berpengalaman -_-
"Kai, mengapa pembicaraanmu langsung kearah yang mesum -_- Bisa gue tebak pasti muka Lay hyung dan Suho hyung memerah hebat sekarang." Tebak Dio sambil melihat kearah lensa.
Tebakanmu sangat benar Dio, SANGAT BENAR -_-
"Hehehe mianhe, untuk video penutup memang harus begitu! Pasti dari tadi hanya ada wish wish yang pastinya mainstream banget!" kata Kai dengan gaya alaynya. Dasar anti mainstream, Kris banget -_-
"Wah durasi videonya tinggal beberapa detik! Gue bertaruh pasti Chen hyung ceramah lagi sampai menghabiskan banyak waktu -_- Tolong simpan video ini sebagai kenangan dari kelas A ne hyungdeul!" kata Dio menghela kecewa. Sekali lagi, tebakan Dio sangat tepat.
"Saranghaeyo SuLay hyuuung~~~" kata Kai sambil membuat love sign dengan kedua tangannya.
Sssssssssssssssh~~~ dan semut putih abu-abu pun kembali bermunculan pertanda video sudah usai.
Suho mengepalkan tangannya kuat. 'Jangan nangis Suho, jangan nangis… Lo nggak boleh kelihatan lemah di depan Lay!' batin Suho mati-matian menahan air matanya yang sejak tadi ingin keluar. Benci mengakuinya, tetapi video dari kelas A tersebut sangat menyentuh hatinya sehingga ingin menangis saking terharunya.
"Huhuhuhu,"
Suho melirik namja yang ada disampingnya. "Lay?"
Lay menghadapkan wajahnya yang sudah dibanjiri oleh air mata + ingus, sampai-sampai Suho tersentak kaget melihatnya. Ternyata Lay lebih parah darinya!
"T-tunggu akan kuambilkan tisu, tunggu disini!" perintah Suho sambil beranjak dan mengambil sekotak tisu. Suho segera menyerahkan sekotak tisu itu pada Lay. Tangisan Lay memakan waktu yang sangat lama, hampir menghabiskan semalaman. Untung saja Suho mempunyai hati yang sabar dan tabah sehingga ia bisa menenangkan Lay yang tak henti-hentinya menangis.
Beberapa jam kemudian, barulah tangisan Lay reda.
"Hyung… aku ngantuk." Ucap Lay sambil mengucek matanya.
Suho menghelakan napas lega. 'Akhirnyaaaa!' batinnya bersorak ria.
"Ayo kita ke kamar chagi. Semakin cepat maka semakin baik. Hyung janji tidak akan bermain kasar." Kata Suho dengan suara yang semakin lama semakin pelan.
Lay yang memang benar-benar sudah mengantuk menganggap omongan Suho adalah angin lalu. Akhirnya dengan dibantu Suho, mereka berdua memasuki kamar baru mereka. Jangan lupakan smirk Suho yang muncul begitu menutup pintunya.
'Ini akan menjadi malam pertama yang indah kekeke~'
.
.
.
Omake! END
.
.
.
Lay : Yeeeeey akhirnya tamat! Mir ga bakal bisa nyiksa gue lagi! \(^O^)/
Suho : Gue kapok jadi cast FFnya Mir, cukup sudah ("-_-)
Mir : Eih udah Mir bikin happy ending juga -_-
Daehyun : Ga sebanding lo cuma bikin mereka happy di 1 chapter ini dibanding lo siksa mereka di 12 chapter kemaren -_-
Mir : Ini kenapa pada ngebully Mir T_T bantuin kek supaya para readers tergerak untuk meninggalkan kesan terakhir mereka untuk Mir T_T
Lay & Suho & Daehyun : Ohiya, hai SuLay shipper! Maaf kalau cerita si Mir ngebosenin, rada garing, kelamaan update dan gak sesuai harapan!
For the last time, mind to review? ^^
