Green Rain
T
MultiChapter
Drama, School Life (Junior High School), Little Bit Angst
Park Chanyeol, Byun Baek Hyun, Do Kyung Soo Exo Member
Yaoi/Friendship
Warning: Don't Like, Don't Read
I don't hate silent reader, but please give me some review ^^
Ini di repost jdinya tolong review lgi bgi yg udah review...soalnya review klian ikut pergi sama ff-nya... T^T
bagi yg belum baca silakan baca n review yaa... ^^
.
.
Seorang anak bersurai brunette tampak melangkah dengan riang lengkap dengan seragam biru tua, tas ransel hitam dan sepatu putih. Di name tagnya tertulis nama Byun Baek Hyun. Tahun ini adalah tahun terakhir untuknya sebagai pelajar menengah pertama. Tahun depan jika beruntung dia akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Baekhyun melangkah di koridor sekolahnya mencari-cari kelasnya, tersenyum pada beberapa siswa yang mengenalnya dan membungkuk pada guru-guru yang berlalu-lalang.
"9-3, 9-3, 9-3,9–ah, disini!" Baekhyun mengembangkan senyumnya saat menemukan kelas yang akan didiaminya selama setahun ini. "Byun Baek Hyun, kau harus mengurangi kenakalanmu dan jalani tahun terakhir ini dengan baik" Baekhyun menepuk-nepuk dadanya dan menggeser pintu kelasnya.
"Baekhyun-ah" Baekhyun menoleh saat mendengar namanya dipanggil dan tersenyum saat mendapati Kyungsoo sedang melambai padanya.
"Ah, jadi kita sekelas tahun ini. Akhirnya setelah sekian lama aku memimpikan ini, hahahahahaha" Baekhyun mendudukkan dirinya di samping Kyungsoo dan meletakkan tasnya di atas meja.
"Dewi fortuna sedang di pihak kita saat ini" Kyungsoo terkekeh.
"Jadi, siapa wali kelas kita tahun ini?"
"Menurut yang ku dengar katanya Jung Songsaenim"
"Ahh, guru itu sangat menyebalkan dan aku tidak suka padanya"
"Tidak ada yang menyukainya kecuali anak-anak kutu buku itu Baek" Kyungsoo terkekeh dan Baekhyun hanya mengangkat sudut bibirnya. Baekhyun mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas dan mendapati orang itu duduk di pojok lagi seperti biasanya.
"So, kita sekelas dengannya?" Baekhyun menunjuk pemuda itu. Kyungsoo mengikuti arah yang ditunjuk Baekhyun dan kemudian mengangguk.
"Maksudmu Park Chan Yeol? Sepertinya begitu, dia sangat pintar kau tahu. Saingan sangat banyak di kelas ini" Kyungsoo menghela napasnya yang terasa berat.
"Setidaknya kau tidak akan di posisi 10 terbawah, kan masih ada aku. Lagipula kau juga pintar, hahahahahahaha"
"Sampai kapan kau mau seperti ini dan tidak peduli dengan sekolah mu?" Kyungsoo memukul kepala Baekhyun yang mengakibatkan erangan dari Baekhyun.
"Ah, itu sakit, dasar!" Baekhyun mendaratkan jitakan di kening Kyungsoo "Aku peduli tapi tidak berlebihan sepertimu"
"Kau–
"Baekhyun!"
Kyungsoo menghentikan perkataannya dan Baekhyun menoleh ke sumber suara, disana terdapat segerombolan anak lelaki dan yang satunya melambaikan tangannya pada Baekhyun. Baekhyun tersenyum dan bangkit dari bangkunya meninggalkan kyungsoo, sementara Kyungsoo hanya menatap Baekhyun yang sudah bergabung dengan anak-anak preman itu. Setidaknya itu yang Kyungsoo pikirkan.
.
.
"Selamat pagi semuanya"
"Selamat pagi songsaenim"
"Salam kenal, saya Jung Songsaenim yang akan menjadi wali kelas kalian untuk setahun ke depan. Mohon kerja samanya dan saya tidak akan menentukan posisi tempat duduk kalian. Jadi duduklah dengan teman yang kalian sukai dan bekerja sama lah untuk tujuan yang baik selama setahun ini" Jung songsaenim tersenyum sementara Kyungsoo dan Baekhyun sedang berhighfive ria secara diam-diam.
Seorang murid mengangkat tangannya dan Jung songsaenim menoleh padanya.
"Ada apa Kim Min Seok?"
"Songsaenim, apa kita tidak memilih ketua kelas terlebih dahulu?" murid yang bernama Minseok itu bersuara dan mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas untuk mendapatkan persetujuan.
"Oh, hampir lupa kalau kita mempunya sesi tersebut, jadi siapa yang ingin menjadi calon-calonnya, hanya 5. Setelah itu kita tentukan dengan voting. Silakan angkat tangan kalian yang ingin menjadi calon ketua kelas" Jung songsaenim memegang sebuah kapur tulis dan berdiri di samping papan tulis bersiap untuk menulis nama para calon.
Kim Jong Dae mengangkat tangannya.
Kim Joon Myeon mengangkat tangannya.
"Kyungsoo-ya, angkat tanganmu" Baekhyun berbisik pada Kyungsoo yang masih terlihat ragu untuk mengangkat tangannya atau tidak. Baekhyun melihat sudah ada murid lain yang mengangkat tangannya. "Cepat Kyungsoo-ya, sudah ada tiga orang yang mengangkat tangannya, ahh kau lama" Baekhyun memegang pergelangan tangan Kyungsoo dan mengangkatnya. Kyungsoo membulatkan matanya sementara Baekhyun hanya tersenyum.
Jung songsaenim menuliskan kelima nama tersebut, Kim Jong Dae, Kim Joon Myeon, Kim Min Seok, Park Chan Yeol, dan Do Kyung Soo. Baekhyun agak terkejut saat melihat nama Chanyeol ada di papan tulis, karena tidak mungkin orang seperti Chanyeol mau mengangkat tangannya secara cuma-cuma, dulu sewaktu sekelas dengan pemuda bermarga Park itu. Ia dipilih secara istimewa oleh guru. Baekhyun menoleh pada Chanyeol dan seperti dugaan Baekhyun, pemuda itu sedang sibuk dengan buku di tangannya. Entah apa yang dibacanya.
"Sekarang kita akan melakukan voting, semuanya tundukkan kepala kalian ke atas meja. Tidak ada yang boleh mengintip dan angkat kalian. Satu orang hanya boleh satu kali, paham?" semua murid hanya mengangguk paham, Baekhyun kembali menatap nama yang ada di papan tulis, pilihan kali ini cukup sulit.
"Nah sekarang tundukan kepala kalian. Kim Jong Dae"
Nama pertama sudah disebutkan, Baekhyun merasa ragu untuk mengangkat tangannya, ia sudah berjanji pada Jong Dae kalau ia akan memilihnya. Ya, murid yang memanggilnya tadi pagi adalah Jong Dae dan jika dia mengangkat tangannya ia tidak bisa memberikan suaranya pada Kyungsoo.
Baekhyun berpikir mungkin tidak apa tidak mengangkat tangannya lagipula Jong Dae juga tidak tahu. Baekhyun tetap tidak mengangkat tangannya. Ia tidak tahu jika Sehun mengintipnya. Kemudian saat giliran Kyungsoo tiba, Baekhyun tanpa ragu mengangkat tangannya.
.
.
"Byun Baek Hyun!"
Baekhyun menghentikan langkahnya saat mendengar namanya di teriakkan oleh seseorang, dan ia tahu betul siapa yang memanggilnya. Dengan perlahan Baekhyun berbalik.
Grep!
Tiba-tiba kerah seragamnya dicengkram erat hingga ia menjatuhkan tas sekolahnya. Baekhyun memegang pergelangan tangan orang tersebut berusaha melepaskan cengkramannya yang sudah terlalu kuat hingga membuatnya tercekik.
Brak!
Baekhyun jatuh begitu saja saat orang itu melepaskan cengkramannya dan menendang Baekhyun dibagian perut.
"YA! Apa-apaan kau?!" Baekhyun bangkit dan mendorong orang tersebut dengan keras.
Dugh!
Baekhyun terdorong ke dinding koridor dengan keras ke dinding koridor, pemuda yang mendorongnya menatapnya dengan tajam. Tangan-tangannya mencengkram lengan dan menahan pundak Baekhyun cukup keras.
"Kau! Bukankah kita sudah sepakat?!" Jong Dae berteriak di depan wajah Baekhyun, membuat Baekhyun menutup matanya erat. "Aku kalah satu suara dengan si brengsek Kyungsoo itu gara-gara kau!"
Baekhyun terdiam dan bertanya-tanya bagaimana Jong Dae bisa mengetahuinya.
"Tak bisa mengelak, eh? Sehun yang memberitahuku" Jong Dae menampar pipi Baekhyun mengakibatkan sudut bibirnya luka. "Kau tahu kan jika aku harus mempunya posisi dan catatan yang baik untuk masuk dengan cara yang lebih mudah ke sekolah menengah atas dengan taraf internasional?" suara Jong Dae melembut dan Jong Dae melepas cengkramannya di lengan Baekhyun.
Baekhyun hanya diam, tapi dalam hati ia mengutuk Jong Dae. Ia tidak bisa berbuat banyak terakhir kali ia berkelahi melawan Jong Dae ia hampir saja dikeluarkan dari sekolah ini. Ayah Jong Dae merupakan penyumbang terbesar di sekolah ini. Murid biasa sepertinya tidak akan bisa berbuat banyak. Dengan alasan konyol seperti ini, Jong Dae bisa saja membully dirinya hingga tidak bisa berjalan dan jika ia melawan, ia bisa saja menjadi pihak yang bersalah disini. Jadi tidak melawan akan lebih baik.
Bugh!
Satu tinjuan mendarat di perut Baekhyun, membuat Baekhyun meringis dan jatuh merosot ke lantai. Seringaian muncul di wajah Jong Dae menandakan bahwa ia cukup puas dengan kerjanya.
"Seharusnya kau mengangkat tanganmu tadi" Jong Dae berjongkok di depan Baekhyun dan membelai pipinya– Plak! Jong Dae menampar pipi kanan Baekhyun. "Lain kali, turuti saja apa yang ku suruh! Bodoh!" Jong Dae berdiri dan berjalan ke arah tas Baekhyun. Dipungutnya tas ransel hitam tersebut.
"Jangan! Apa yang mau kau lakukan?!" Baekhyun berdiri walaupun dengan susah payah.
Jong Dae menyeringai dan berjalan ke arah jendela yang ada di koridor sekolah, ini memang sudah sangat sore. Tidak ada orang di sekolah saat sore hari. Tidak ada kecuali si bodoh Baekhyun, yang menunggu sekolahnya dan sekolah sebelah sepi agar tidak diganggu oleh senior-senior sekolah sebelah.
"Jong Dae!" mata Baekhyun membelalak saat melihat apa yang Jong Dae lakukan.
"Mianhae, aku tidak sengaja" Jong Dae menatap Baekhyun dan tersenyum kemudian berbalik dan meninggalkan Baekhyun sendirian.
Baekhyun melangkah menuju jendela dan menatap tasnya yang tergeletak jauh dibawah sana.
"SIALAN KAU KIM JONG DAE!" Baekhyun berteriak sekeras mungkin membuat Jong Dae yang masih menuruni tangga menyeringai saat mendengarnya.
.
.
Baekhyun berdiri saat merasa tidak terlalu sakit lagi, namun setelah berdiri rasa sakit pada perutnya masih cukup terasa. Baekhyun berjalan secara perlahan dan menuruni setiap anak tangga dengan berpegangan pada sisi tangga.
Saat menuruni tangga lantai dua, langkahnya terhenti saat melihat salah satu teman sekelasnya berdiri dua anak tangga darinya dan ditangannya ada tas miliknya.
"Ini..." anak itu menyerahkan tas tersebut pada Baekhyun. Baekhyun mengulurkan tangannya untuk mengambil tasnya.
"Gomawo chanyeol-ssi" Baekhyun tersenyum dan kembali memakai ranselnya namun rasa nyeri masih terasa di pundaknya akibat perlakuan Jong Dae tadi.
"Sama-sama, Baekhyun-ssi, ada darah di sudut bibirmu" Chanyeol menaiki satu anak tangga dan sekarang ia berdiri tepat di depan Baekhyun membuat mereka bertatap-tatapan dan Baekhyun segera menundukkan kepalanya karena merasa gugup. Chanyeol mengeluarkan sapu tangannya dan mengusap darah yang sudah setengah mengering di sudut bibir Baekhyun. Sementara Baekhyun membeku dengan kepala tertunduk. "Apa itu tidak sakit Baekhyun-ssi?" Chanyeol menghentikan aktivitasnya dan memasukkan sapu tangannya ke dalam saku celanannya kembali.
"Ahh, tidak apa-apa, hehe aww"
"Jangan dipaksa menyengir begitu kalau bibir mu terluka. Kau tidak mau pulang?" setelah mengatakannya Chanyeol berbalik dan berjalan mendahului Baekhyun.
Baekhyun masih bertanya-tanya apa yang dilakukan Chanyeol di sekolah sesore ini, dan sepertinya dari tadi ia tidak melihat Chanyeol. Anak ini memang sangat misterius, muncul tiba-tiba dan daritadi Baekhyun tidak melihat ekspresi apapun yang ditunjukkan oleh Chanyeol. Saat bertanya apa Baekhyun tidak apa-apa pun ia hanya memasang wajah datar.
"Ehh, Chanyeol tunggu aku! Aww! Chanyeol!"
.
.
.
Nah ini chap 1 udah keluar .
tolong tinggalkan jejak yaa buat yg udah baca... ^^
dan maaf kalau ini masih banyak kekurangannya, mohon kritik dan sarannya ^^
Big Thanks To:
CozalouLaya:
hehe, Baekhyunnya lagi ga pandai bersosialisasi xDD
ini chap 1 udah keluar~
Thanks for RnR
review trus yaa,,ksi saran dan kritik juga klo ada ^^
thanks thanks thanks
salam kecup :*
LoveCouple:
ini udah ada chap 1~ ^^
Thanks for RnR
review trus yaa,,ksi saran dan kritik juga klo ada ^^
thanks thanks thanks
salam kecup :*
Ritaanjani4:
Chen kan preman sekolah xDD
disini Chen karakternya emang nyebelin #dibacokChen xD
yups, yang duduk di pojokkan itu Chanyeol ^^
dibaca terus yaa~~ ^^
Thanks for RnR
review trus yaa,,ksi saran dan kritik juga klo ada ^^
thanks thanks thanks
salam kecup :*
SyJessi22:
heehee,,baca aja terus chingu 3
yups, itu Chanyeol, urie Happy Virus 3
heehee,,disini Baekhyun emang dinakal-nakalin tapi klo udh sama Chanyeol jinak(?) kok xDD
Thanks for RnR
review trus yaa,,ksi saran dan kritik juga klo ada ^^
thanks thanks thanks
salam kecup :*
Thanks banget buat yang udh baca :*
ditunggu Kritik dan Sarannya ^^/
