Tittle : Please don't go eomma ( part 3)
Author : Park Shita a.k.a Lee Shita
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Park Sehun, Xi Luhan.
Warning : This is yaoi fanfiction.
Kalau gak suka, tapi pingin baca silahkan, tapi jangan lupa review ya, makasi..
Baekhyun's POV
Aku dan Chanyeol duduk di depan TV menonton beberapa acara yang membosankan, Chanyeol semakin mempererat pelukannya di pinggangku membuatku tersenyum.
"Baekkie, kau kenapa lagi? Apa ada yang kau fikirkan." Tanya Chanyeol.
"Hah? ne. Masalah liburan kita, apa kau benar untuk mengajaknya berjalan-jalan besok?" tanyaku, tepatnya bohongku untuk mengalihkan pembicaraan.
"Oh jadi itu masalahmu, tentu saja jadi. Aku bahkan sudah mengalihkan tugasku pada asistenku. Hanya saja aku tinggal menunggu konfirmasi dari Sehunie, tempat mana yang dia inginkan."
"Jinja? Aku hanya takut kalau kau mengingkarinya. Baiklah! Aku panggil saja dia!"
"Seh_"
"Eomma, appa!" baru saja aku ingin memanggilnya dia sudah keluar dari kamarnya sambil berteriak seperti biasanya.
"Wae?" tanya Chanyeol.
"Aku sudah tahu akan kemana kita."
"Kemana?" tanyaku.
"Disneyland."
"Mwo?" seruku berdua.
"Ne. Aku ingin kesana, aku mendengar cerita temanku yang pernah kesana, katanya disana bagus. Boleh ya appa?" ucapnya manja sambil duduk diantara kami.
"Hhmm... sebagai seorang namja appa memegang ucapan appa. Baiklah, biar appa pesankan tiket untuk kesana sekarang ne."
"Huwaaa jinja? Gomawo, kalau begitu aku akan menyiapkan apa saja yang harus aku bawa, heehehehehe.." ucapnya senang lalu kembali ke kamar.
"Biar aku yang pesankan secara on-line." Ucapku sambil beranjak dari kursi.
"Jinja? Huwaa.. gomawo Baekkie."
Kami bertiga telah sampai dibandara, aku tersenyum melihat wajah Sehun yang nampak senang. Ia terus menarik-narik tangan kami. Ketiga tiket pesawat sudah ada di tanganku, jadi tinggal menunggu keberangkatan pesawat kami saja.
Baekhyun's POV end
Author's POV
"Ayo kesini!" ucap Baekhyun sambil menuntun Chanyeol dan Sehun. Saat Chanyeol hendak melihat di ah, entahlah namanya author sendiri juga bingung. Itu lho yang layar yang berisi jadwal keberangkatan pesawat, tau kan? balik#
Baekhyun segera menarik tangan Chanyeol.
"Silahkan masuk!" sapa seorang petugas yang ramah,mempersilahkan ketiga namja ini masuk.
"Baekkie? Apa kau merasa ada yang aneh? Aku rasa keberangkatan ke LA bukan disini." Ucap Chanyeol yang memang sudah biasa bolak-balik luar negri untuk urusan bisnis.
"Ani, aku yakin ini. Tenanglah Yeollie!" ucap Baekhyun. Dan mereka segera masuk ke dalam pesawat. Chanyeol duduk berdua dengan Baekhyun sedangkan Sehun duduk disebrang mereka.
"Selamat datang di **** semoga kalian menikmati penerbangan menuju China." Ucap seorang pramugari.
"Baekkie?" pekik Chanyeol, lalu ia menoleh ke arah Sehun yang sedang duduk dan mengenakan headphone jadi ia tak mendengar ucapan pramugari barusan.
"Mianhe Yeollie, aku tak tahan lagi, sekarang sudah waktunya."
"Kau gila Baekki! Ayo kita turun!"
"Ani!"
"Kepada penumpang pesawat*** silahkan pasang sabuk pengaman lagi pesawat akan lepas landas, dimohon kursi diposisikan tegak, segala alat komukasi tolong dimatikan, terima kasih atas perhatian anda."
...
...
Sehun berjalan dengan senangnya, namun berbeda dengan Baekhyun dan Chanyeol yang sama sekali tak bicara.
"Eomma~ appa~ apa kalian tak merasa aneh? Kenapa wajah-wajah orang-orang disini oriental? Setahuku di tv aku melihat mereka bule-bule."
"Hehehehe.. mungkin karena mereka juga penumpang yang baru sampai sayang." Ucap Chanyeol, namun Baekhyun menghempaskan tangan Chanyeol dari Sehun.
"Sehunie, dengarkan eomma! Yang appamu katakan bohong. Kau sudah besar sekarang jadi kami tak akan membohongimu lagi. Kita tidak sedang berada di LA, tapi kita di China sayang." Ucap Baekhyun tegas sambil meremas bahu Sehun.
"Di Chi..China? tapi kenapa eomma? Bukankah kita mau ke Disneyland?"
"Iya karena_"
"Begini Sehunie, mendadak Disneyland sedang dalam perbaikan, jadi tak dibuka. Karena eomma tak ingin kau kecewa makanya ia mengajakmu jalan-jalan ke China." Ucap Chanyeol yang sebelumnya telah meremas kuat pundak Baekhyun, agar tak memberitahu Sehun.
"Jinja? Apakah yang appa katakan benar eomma?" tanya Sehun pada Baekhyun dan Baekhyun hanya tersenyum.
"Tapi.. aku ingin kesana." Ucap Sehun manja.
"Jangan cengeng Sehun-ah! Kau sudah besar." Ucap Baekhyun ketus.
"Eih?" Sehun mengernyit ini pertama kalinya Baekhyun membentakknya.
"Baekkie!" bentak Chanyeol
"Ne, benar aku sudah besar. Aku akan menikmati liburanku disini, yang penting ada eomma dan appa." Ucap Sehun sambil menggandeng tangan orangtuanya. Baekhyun hanya dapat menundukan kepalanya dengan wajah sedihnya.
Kini mereka bertiga naik bus menuju sebuah desa. Sehun duduk diantara Baekhyun dan Chanyeol. Sehun memang anak yang patut dibanggakan, walaupun keinginannya untuk ke Disneyland tak terpenuhi dan malah terganti dengan pergi ke desa yang bahkan ia sendiri tak tahu dimana, ia tetap tersenyum.
"Oh iya eomma,memangnya kita mau ke desa mana?" tanya sehun.
"Ke desa tempat saudara eomma, walaupun eomma jelaskan kau tak akan tahu kan?" sahut Baekhyun ketus sambil melempar pandangannya.
"Saudara eomma? Apa eomma punya saudara di China? Kenapa aku tak tahu eomma?"
"Sehun bisakah kau diam dan jangan tanya apa-apa! Nanti kau akan tahu sendiri."
"Baekkie!" pekik Chanyeol sambil memberi tatapan tajam ke Baekhyun, sedangkan Baekhyun menatap suaminya sebentar lalu kembali melempar pandangannya ke jendela.
"Sehunie, nanti di desa ini kau bisa bermain dengan puas, disini itu ada banyak permainan seru kau tahu? Appa yakin kau tak akan menyesal,lihat-lihat itu ada sapi, mooooo~" ucap Chanyeol sambil menirukan suara sapi.
"Hahahaha.. mirip sekali appa. Hahahaha.. mooooo~" ucap Sehun kini meniru appanya.
"Apa eomma marah padaku? Bukankah aku tak menangis saat kami batal ke Disneyland?" batin Sehun.
"Huwaaa.. kita sampai." Ucap Chanyeol dan segera turun dari bus.
"Yeeii~ kita sampai, punggungku sampai pegal duduk di bus." Ucap Sehun.
Baekhyun dan Chanyeol hanya bisa menatap Sehun yang sedang berlari-lari setelah turun dari bus.
"Baekkie, aku ingin bicara denganmu setelah ini."
"Apalagi? Tak ada yang perlu dibicarakan Yeollie, dan aku harap kau akan membiasakan sikapmu saat bertemu dengan kakakku." Ucap Baekhyun sambil menarik kopernya.
"Ck! Sehunie pelan-pelan! Jangan jauh-jauh! Kka!" panggil Chanyeol.
Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah kecil yang sederhana setelah melewati jalan yang cukup berliku-liku.
Teng..Teng..
Baekhyun menarik lonceng yang terletak di pintu gerbang.
"Tunggu sebentar! Aku_" ucapan seorang yeoja yang menggunakan bahasa China terputus, ia tertegun melihat siapa yang berdiri di depan rumahnya. Matanya menatap satu per satu orang yang kini juga menatapnya sampai ia tertuju pada Sehun.
"Baekhyunie~ huwaaa.. kalian?" ucapnya senang sambil berlari menghampiri mereka bertiga.
"Kapan kalian sampai? Kenapa tak mengatakan pada noona? Aigoo! Sudah lama sekali ne?" ucap yoeja tersebut, sambil menunjukan senyumnya yang manis.
"Ne noona, aku sengaja memberi kejutan." Ucap Baekhyun.
"Huh kau ini, kalau kau bilang kan aku bisa menjemput kalian, dan kalian tak usah repot-repot jalan, dan si kecil ini, apa ini Sehun?"
"Ne, Park Sehun imnida." Ucap Sehun memperkenalkan diri.
"Huwaa~ manis sekali. Apa dia_?"
"Ne noona, dialah anaknya."
"Hhhm.. senang bertemu denganmu sayang. Xi Luhan imnida." Ucap yoeja itu ramah.
"Oh iya aku sampai lupa, ayo masuk! Kalian dari perjalanan jauh, pasti lelah sekali. Aku akan menyiapkan kamar buat kalian ne?"
"Hehehe.. maaf merepotkan noona." Kini Chanyeol berucap.
"Ck! Gwenchana, ini sudah seharusnya."
..
...
Kini mereka berempat sedang duduk diruang tamu yang cukup sederhana.
"Hhm.. Luhan sshi. Apa anda tinggal sendiri?" tanya Sehun.
"Hehehee..ne.."
"Sehunie, panggil dia mama( ibu ) !" ucap Baekhyun yang sukses mendapat tatapan heran dari tiga orang, namun satu tatapan mengartikan berbeda.
"Hah? mama ( yang mulia )?" tanya Sehun.
"Ne, mama~"
"Tapi kenapa harus mama?"
"Jangan banyak tanya! Ikuti saja!" ucap Baekhyun ketus lagi, dan membuat Sehun menunduk.
"Baekhyunie, aku ingin bicara denganmu sebentar!" ucap Chanyeol yang segera berjalan lalu diikuti Baekhyun.
"Sebentar noona." Ucap Baekhyun.
"Ne." Sahut Luhan dengan wajah yang bingung.
"Oh iya Sehunie, kalau aku tak salah sekarang kau sudah berusia 9 tahun ne?"
"Ne..12 April lalu aku genap berusia 9 tahun. Bagaimana Lu_ ah maksudku mama tahu?"
"Ne.. tentu saja, karena.. ( menundukan kepalanya sejenak ) karena eommamu bercerita banyak tentangmu." Lalu tersenyum manis.
"Oh begitu. Kalau aku boleh tahu apa hubungan mama dengan eomma?"
"apakah eommamu belum cerita?"
"Ani, sejak turun dari bandara eomma jadi bersikap ketus padaku. Oh iya apa hubungan kalian?"
"eomma itu adalah adik tiri mama, dulu mama tinggal di Korea namun beberapa tahun lalu mama memilih tinggal disini, untuk menikmati hari tua."
"Oh begitu, lalu apa mama tak memiliki anak dan suami? Aku tak melihat ada orang lain disini."
"Ani, hehehehe.. mama tak ingin menikah, mama masih ingin sendiri, masalah anak mama punya, tapi_"
"Tapi apa?"
"Tapi anak mama sudah pergi jauh, jauh meninggalkan mama."
"eih? Apa maksud mama meninggal?" tanya Sehun sedangkan Luhan hanya tersenyum.
"Oh iya, jika mama tak menikah, kenapa bisa memiliki anak?"
"Hah? itu..itu.. kau anak yang pandai Sehunie, pasti eomma dan appamu mendidikmu dengan baik."
"Ne.. gomawo. Tentu saja, mereka sangat menyayangiku, apalagi eomma, eomma sangat..sangat mencintaiku, tapi aku sedikit sedih sekarang."
"Wae?"
"eomma jadi bersikap dingin begitu padaku, padahal aku.. aku sudah bersikap baik, bahkan aku tak menangis saat eomma membatalkan pergi ke Disneyland." Ucap Sehun tertunduk, Luhan mengernyitkan dahinya.
"Sehunie, eommamu tak marah kok, mungkin dia hanya lelah. Mama yakin eommamu masih sayang padamu."
"Ne Sehun tahu itu, eomma kan hanya sayang aku seorang, dan juga appa, hehehehe.." sebuah senyum mengembang di pipi Sehun.
Sementara itu...
"Ada apa dengamu hah? kenapa kau bersikap sekasar itu pada Sehunie?"
"Aku..aku.. biarkan saja! Aku hanya tak ingin dia menjadi cengeng."
"Tapi bukan begitu caranya Baek, kau tahu dia pasti sangat sedih dengan sikapmu, dia sangat menyayangimu, dan tiba-tiba kau marah tanpa alasan. Dia termasuk anak yang kuat, dia bahkan tak menangis saat kita membatalkan liburannya, apa kau tak kasihan padanya?"
"Karena aku kasihan padanya, makanya aku melakukan ini. Kau tak tahu bagaimana perasaannya saat dia diejek oleh teman-temannya di sekolah, aku melihatnya langsung Yeollie, langsung! Dengan tubuh bergetar, dan mata yang basah ia melawan hinaan dan cacian yang teman-temannya berikan, ia masih terlalu kecil untuk itu. Aku hanya ingin dia bahagia."
"Dengan mengorbankan kebahagiaanmu? Aku juga ingin melihatnya bahagia, tapi kebahagiannya adalah saat dia bersama kita, kau tak dengar ucapannya tadi? Untuk anak sekecil itu, dia bisa mengatakan hal seperti itu, dia hanya butuh kita, asalkan kita berada di sampingnya dia akan bahagia."
"Ne..nee.. aku tahu. Tapi aku tak tega, aku tak tega. Dia harus tahu kebenarannya, lagipula cepat atau lambat dia memang harus tahu, siapa dia."
"Tapi ini terlalu cepat Baekkie." Pekik Chanyeol lalu berjalan meninggalkan Baekhyun, yang masih terisak. Ia juga sebenarnya sedih, ia sedih harus melakukan hal ini, dia amat menyayangi Sehun, melebihi dirinya sendiri.
"eomma." Seru Sehun saat melihat Baekhyun keluar dari dapur.
"Eomma, apa eomma menangis?" tanya Sehun dan menghampiri eommanya.
"Ani, mata eomma tadi kemasukan sesuatu, makanya tadi meminta appa meniupkannya." Bohong Baekhyun.
"Oh begitu, oh iya setelah ini mama mengajakku ke ladang, katanya ia akan memanen kentang. Ayo kita bersiap-siap eomma, appa! Appa ikut kan?"
"Ne, tentu saja." Sahut Chanyeol.
"Kalian pergilah! Mendadak eomma tak enak badan."
"Mwo? apa kau baik-baik saja? Kalau begitu kita_"
"Tak usah noona, gwenchana, kalian pergi saja! Nanti istirahat sebentar aku akan sembuh."
"Apa eomma perlu Sehun temani."
"Hehehe.. ani Sehuni, kau pergi saja! Ini liburanmu,jangan pikiran eomma!"
"Tapi eomma_"
"Sehunie." Baekhyun meninggikan sedikit nada suaranya.
"Ne..ne... appa ayo kita pergi, mama ayo! Aku tak ingin eomma marah lagi padaku, ayo~ palli~" rengek Sehun sambil menarik tangan Chanyeol dan Luhan.
"eomma~ kami berangkat dulu ne?"
"Ne.. bye." Ucap Baekhyun sambil melambaikan tangan.
Baekhyun's POV
'Mianhe Sehuni, eomma harus berbohong lagi. Eomma hanya ingin memberikan kalian bertiga waktu beradaptasi, kau harus bisa dekat dengan eomma kandung dan appa kandungmu.'
Aku hanya dapat melihat kepergian mereka dari balik jendela, aku menuju ke dapur untuk membuatkan makan siang saat mereka pulang nanti.
Baekhyun'S POV end
Author's POV
Tak lama setelah Baekhyun menyelesaikan beberapa masakan dan merapikan beberapa sudut rumah, ia mendengar panggilan dari luar.
"Eomma~ eomma~ kami pulang." Ucapan Sehun barusan membuat Baekhyun berjalan menuju pintu depan.
"Huuh.. melelahkan sekali." Ucap Chanyeol sambil mendudukan dirinya di sofa.
"Ne. Appa. Tapi tadi itu seru. Iya kan mama?" ucap Sehun yang kini duduk disamping appanya dengan posisi orang kelelahan.
"Ne, benar. Mama tak menyangka kau pandai sekali, semua kentang yang kau dapatkan hasilnya besar-besar."
"Ini minumlah!" Baekhyun datang sambil membawakan tiga gelas minuman dingin.
"Huwaa..Sehun mau."
"Appa juga."
"Aku juga."
Ucap ketiganya sambil meraih gelas mereka masing-masing.
"eomma, apa eomma sudah baikan?"
"Ne.. sudah."
"Baekkie? Apa kau selesai bersih-bersih? Kenapa aku merasa rumah nampak lebih bersih?" tanya Luhan.
"hehehehhe... ne noona, aku hanya merapikan sedikit yang berantakan."
"Ck!seharusnya kau beristirahat."
"Ne eomma, seharusnya eomma beristirahat. Sehun tak mau eomma sakit. Seharusnya eomma tak membawa kebiasaan bersih-bersih eomma kesini. Mama tahu? Eomma ini suka sekali bersih-bersih, di Seoul eomma selalu merapikan kamarku, padahal bagiku itu sudah rapi."
"Jinja? Iya eommamu itu memang seperti anak perempuan." Ucap Luhan, dan sedetik kemudian ia sadar dengan yang ia ucapkan.
"Eomma kan memang perempuan." Ucap Sehun sambil meminum es-nya.
..
..
..
"Apa kau belum memberitahunya Baekhyun-ah?" tanya Luhan, saat kini mereka berada di teras depan, Chanyeol dan Sehun sudah tidur dari tadi.
"Ne, noona."
"Ck! Kenapa bisa?"
"Makanya sekarang aku membawanya kesini, sekalian untuk memberitahunya kalau ibu kandungnya adalah kau noona."
"Mwo? apa kau gila?"
"Ne.. aku kasihan melihatnya noona, dia selalu menjadi bahan ledekan orang-orang sekitarnya."
"Mwo?"
"Tapi dia berusaha mati-matian untuk melawannya. Aku sudah tak kuat lagi noona, aku akan menceritakan semua padanya."
"Jangan! Dia pasti akan sangat shock."
"Biarlah dia shock untuk sementara, lebih baik ia tahu diawal dan dari mulut eommanya sendiri."
"Tapi Baekhyun kenapa harus seperti ini? Bukankah sejak awal kita sudah buat kesepakatan? Aku bersedia meminjamkan rahimku, asalkan kau membuatnya bahagia."
"Aku sudah menepatinya noona, aku sudah menepatinya. Aku selalu membuatnya bahagia dan rencana ini, ini juga untuk membuatnya bahagia."
"Bahagia apanya Baekhyun? Ini malah akan membuatnya sedih. Bagaimana kalau nanti ia tak mau menerimaku sebagai mamanya, dan bagaimana bila ia tak mau melepaskanmu, atau yang paling parah dia akan membencimu."
"Aku sudah memikirkannya noona, aku sengaja mengajaknya kesini untuk membuatnya dekat denganmu, dan lebih menyayangimu, dan masalah dia akan membenciku, aku sudah memikirkannya, aku akan pergi dari kehidupannya."
"Mwo? kau tak bisa Baekhyun? Bagaimana dengan Chanyeol? Dia juga menyayangi Sehun."
"Aku tahu, aku sudah memikirkannya. Aku tak akan memisahkan anak dengan ayahnya"
"Lalu apa maksudmu?"
"Aku yang akan pergi, dan kalian bertiga akan hidup bersama."
"Mwo? kau benar-benar kelewatan."
"Aku tahu noona, aku tahu kau mencintai Chanyeol kan? itu lah alasan mengapa kau mau menyewakan rahimmu untuk ia buahi, dan kenapa sampai sekarang kau tak menikah?"
"Baekhyun?"
"Jujur saja noona, aku sudah tahu itu. Aku tahu itu sejak lama."
"Baekhyun, mianhe."
"Gwnchana Noona, aku sama sekali tak keberatan. Dalam kasus ini posisikulah yang salah, seandainya Chanyeol bertemu denganmu lebih dulu, pasti ceritanya tak serumit ini."
"Tak mungkin, lagipula Chanyeol sangat mencintaimu. Masalah aku mau meminjamkan rahimku, tak hanya karena aku mencintai Chanyeol, tapi karena aku juga menyayangimu, dan masalah aku tak menikah sampai saat ini, aku hanya belum yakin dengan perasaanku."
"Ne, kau belum yakin karena kau masih mencintai Chanyeol. Sudahlah noona, sekarang saatnya kau mengakhiri masa lajangmu."
"Andwe. Aku tak ingin lagi membahas ini! Aku anggap percakapan ini tak pernah terjadi." Ucap Luhan lalu meninggalkan Baekhyun.
"Eomma~ aku mau mandi, tapi aku ingin dimandikan eomma~"
"Mwo? kau sudah besar Sehunie." Ucap Chanyeol.
"Biar saja! Appa saja sering mandi bersama eomma, masa aku tak boleh." Ucap Sehun.
"Aigoo! Kau ini, mianhae eomma sibuk, sana minta dimandikan mama saja!" ucap Baekhyun yang sibuk memotong beberapa sayuran.
"Ah~ eomma, ayolah jebal! Bbuing-bbuing~"
"Ani, walaupun kau menunjukan aegyomu seribu kali eomma tak bisa. Eomma sibuk Sehunie."
"Baiklah! Kalau begitu aku minta sama mama saja, jangan salahkan Sehun, kalau nanti Sehun lebih sayang sama mama." Ucap Sehun dan pergi berlalu.
"Memang itu, memang itu sayang yang eomma inginkan." Batin Baekhyun.
Greep..
Sebuah tangan kekar melingkar di pinggang Baekhyun, membuatnya tersadar dari lamunannya.
"Mwoya? apa kau juga ingin dimandikan olehku?" tanya Baekhyun.
"Ne, kalau kau bersedia." Ucap Chanyeol seduktif.
Tok..
Sebuah jitakan mendarat di kepala Chanyeol.
"Yaak! appo chagy."
"Biarkan saja! Sana aku mau masak!"
"Ani, aku ingin memeluk istri kesayanganku." Ucap Chanyeol dan menenggelamkan wajahnya di leher Baekhyun sambil menyesap aroma tubuh istrinya.
"Yaak!sana! Yeollie!"
"Ani nan shireo."
"Bagaimana kalau ada yang melihat?"
"Kalau begitu kita ke kamar saja!"
"Ck! Sudah sana lepaskan!" bentak Baekhyun sambil mendorong tubuh Chanyeol membuatnya membentur kulkas.
"Akh! Appo!"
"Makanya jangan macam-macam."
"Ugh, kau jahat Baekkie, jangan salahkan aku kalau nanti aku mencari orang lain untukku peluk." Ucap Chanyeol lalu pergi.
Sejenak Baekhyun tersenyum, sifat mereka berdua sama. Tak anak tak ayah, keduanya suka mengancam kalau tak dituruti.
"Memang itu mauku yeobo, aku ingin kau mencari penggantiku." Batin Baekhyun.
TBC
Ayo gimana lanjut gak?
