Tittle : Please don't go eomma ( part 4)
Author : Park Shita a.k.a Lee Shita
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Park Sehun, Xi Luhan.
Warning : This is yaoi fanfiction.
Kalau gak suka, tapi pingin baca silahkan, tapi jangan lupa review ya, makasi..
Baekhyun's POV
Aku menyajikan makanan yang baru selesai ku masak di atas meja,kedua jagoanku sedang pergi entah kemana.
"Yaak! ayo semuanya kita sarapan. Luhan noona! Yeollie! Sehunie!" panggilku dan tak butuh waktu lama ketiga orang itu sudah muncul.
"Waah~ apa menu kita kali ini?" tanya Sehun sambil menggosok kedua tangannya dan menatap ke arah meja makan.
"Hmm.. bukan hal spesial. Ayo cepat cuci tangan kalian!"
"Sudah eomma~" ucap Sehun lalu duduk.
"Waah, kau repot-repot Baekkie, seharusnya aku yang menjamu kalian."
"Gwenchana noona."
"Ayo mana piringmu Sehunie?" tanyaku.
"Ani, aku mau mama yang mengambilkannya untukku." Ucap Sehun.
"Eih?" tanyaku.
"Ne, Sehun masih kesal sama eomma, eomma tak mau memandikan Sehun."
"Ne..ne.." ucapku sambil tersenyum geli, tapi kenapa rasanya sakit saat ia mengucapkan itu. Tapi aku tak boleh lemah, bukankah tujuanku memang itu.
"wae?" tanyaku saat Chanyeol menatapku.
"Kau mau Luhan noona juga yang mengambilkannya untukmu Yeollie?" ucapku sedikit menantang. Dia mendengus kearahku lalu memberikan piringnya ke Luhan noona.
"Hahaha.. kasihan eomma tak ada yang mau diambilkan olehnya." Celoteh Sehun, aku hanya bisa memandangnya sambil menjulurkan lidahku.
"Mama, suapi Sehun!" Ucapnya lagi, aku tahu ia melakukannya karena ingin membuatku cemburu, tapi dia sukses, walaupun itu hanya sebuah candaan, dan ini pasti berlangsung lama.
..Skiptime..
Aku merapikan beberapa piring kotor setelah sarapan kami tadi pagi.
"eomma~"
"Wae?" tanyaku saat Sehun menghampiriku.
"Eomma~ aku akan memberikan eomma kesempatan, jika eomma mau tidur siang denganku, maka aku akan memaafkan eomma."
"Jika tidak?"
"Maka eomma akan menyesal, karena aku akan tidur dengan mama."
"Kalau begitu sana tidur dengan mama!" ucapku.
"Mwo? eomma~" rengeknya sambil menarik-narik ujung bajuku.
"sana! Kan tadi kau sendiri bilang mau tidur dengan mama jika eomma tak mau."
"Huh.. baiklah aku akan tidur dengan mama. Aku kesal sama eomma." Ucapnya sambil mempoutkan bibirnya lalu, pergi.
"Baekkie? Kenapa dengan Sehunie?" tanya Chanyeol yang baru saja berpapasan dengan Sehun.
"Yah seperti biasa dia merajuk. Wae? Kenapa mencariku?"
"Ck! Tentu saja aku merindukanmu."
"Cih! Dasar, kau kenapa? mau tidur siang denganku? Dan mengancam akan mencari orang lain untuk kau ajak tidur siang jika aku tak mau?"
"Iisshh.. dasar! Kau menyamakanku dengan Sehun."
"Memang kalian sama, 11-12 Yeollie."
"Ck! Kalau begitu aku tidur sendiri saja." Ucapnya lalu pergi meninggalkanku dengan gaya yang sama dengan Sehun.
Baekhyun's POV end
Author's POV
Chanyeol menggeliat saat cahaya matahari masuk ke dalam kamar mereka, ia memindahkan tangannya untuk merengkuh tubuh mungil sang istri, namun ia mengernyitkan dahinya saat ia meraba ranjang disebelahnya, nihil. Tak ada Baekhyun disampingnya, ia terduduk dan mengedarkan pandangannya, dan tak sengaja matanya menatap kejanggalan di meja nakas, dengan cepat ia meraih sebuah kertas dengan tulisan yang biasa kita sebut surat.
'Good morning Yeollie. Mianhe, mungkin kau akan sangat marah karena saat kau bangun aku sudah tak ada disampingmu, aku balik ke Seoul kemarin malam. Mianhe karena tak memberitahumu dulu, aku sudah memikirkannya matang-matang, lebih baik aku tak ada diantara kalian untuk sementara. Eits tapi bukan berarti aku akan menghilang untuk selamanya, aku hanya memberi kalian waktu beradaptasi selama 1 minggu tapi setelah aku fikir-fikir aku tak bisa berpisah dengan kalian terlalu lama, jadi aku persingkat menjadi 2 hari. Jangan berpikir untuk pulang hari ini juga, karena bila kau melakukannya maka selamanya kau tak akan melihatku. Aku sudah memesankan tiket untuk kalian berdua, ada di dalam laci meja. Ini permohonanku Yeollie, aku harap kau mengerti, dan tolong kau buat alasan yang masuk akal atas kepergianku pada Sehun. Aku mencintai kalian, saranghae Yeolli, Sehuni. Gomawo ^_^'
Betapa terkejutnya Chanyeol saat membaca surat itu, ia mendelik dan dengan segera turun dari ranjangnya membuka lemari pakaian yang ternyata hanya ada pakaiannya saja, lalu melesat keluar, dan sedikit terkejut saat melihat Luhan berada di depannya.
"Eih? Chanyeol?"
"Noona? Apa kau juga mendapatkan_?"
"Ne, aku baru membacanya tadi saat terbangun. Dia benar-benar sudah kelewatan, apa yang ada difikirannya. Kau tahu padahal aku sudah menolaknya."
"Jadi Baekkie sudah menceritakannya pada noona?"
"Ne. Ck! Dia selalu begitu, bertindak sesuai keinginannya." Gerutu Luhan sambil meremas surat yang ada di tangannya.
"Mama, Appa? Eomma mana?" tanya Sehun yang keluar dari kamarnya sambil menggosok-gosok matanya.
"Sehunie? Hhm.. mianhe, eomma buru-buru pulang tadi pagi." Bohong Chanyeol
"Eih? Wae? Kenapa tak bilang pada Sehun?"
"Hhmm.. eomma tak ingin membangunkanmu sayang." Ucap Luhan kini.
"Ck! Eomma~ kalau begitu ayo kita pulang sekarang appa!" ucap Sehun.
"Ani."
"Appa?/Chanyeol?" ucap Sehun dan Luhan bersamaan.
"Kita tak akan pulang, ini liburanmu Sehun. Appa tak ingin merusaknya."
"Tapi, bagaimana dengan_"
"Sehunie, turuti saja kata appa ne?" ucap Chanyeol
"Ne appa."
"Anak pintar, ayo kita bersiap-siap setelah sarapan kita akan jalan-jalan."
"Ne appa." Sahut Sehun sambil berjalan ke kamarnya.
...
...
Kini Chanyeol, Sehun dan Luhan nampak sedang berjalan-jalan di sebuah taman hiburan.
"Kau mau naik yang mana Sehunie?" tanya Luhan.
"Yang itu mama." Ucap Sehun sambil menarik tangan Luhan.
"Baiklah, biar mama beli tiketnya dulu ne."
"Biar aku saja noona." Ucap Chanyeol
"Ne, gomawo."
"Huwaa.. senang sekali rasanya. Appa Sehun mau es krim." Ucap Sehun.
"Ne, tunggu sebentar."
"Kenapa rasanya sakit? Aku bodoh, seharusnya aku senang. Bukankah ini yang aku mau kan? Sehun,sekarang saatnya kau menerima kebahagiaanmu sayang. Mianhe selama ini eomma selalu membuatmu bersedih. Disitulah tempatmu seharusnya bersama kedua orang tua kandungmu. Tapi selamanya eomma akan selalu mencintaimu. Saranghae Sehunie." Ucap seorang namja yang kini sedang menyaksikan tiga orang yang sedang tertawa bersama itu dari kejauhan. Dan setelah beberapa menit berdiri disana ia berjalan menjauh sambil menarik kopernya.
Deg..
Sehun menghentikan langkahnya, lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman hiburan.
"Waeyo Sehunie?" tanya Luhan cemas.
"Eomma? Eomma?" ucap Sehun sambil menyapu seluruh taman.
"Eomma? Eomma tak disini sayang! Dia sudah pulang tadi pagi, mungkin kini ia sedang duduk di dalam pesawatnya." Ucap Chanyeol sambil mengelus kepala anaknya.
"Ne appa." Sahut Sehun sambil kembali melangkah.
"Kenapa aku merasa eomma seperti disini? Eomma? Na do saranghae." Batin Sehun.
Baekhyun's POV
Huuh.. tubuhku rasanya lelah, perjalanan yang sangat melelahkan. Aku menghentikan taksi yang melintas di depan bandara, setelah memberitahukan alamatku, taksi pun melaju. Selama perjalanan tadi aku selalu mengingat kejadian tadi, mereka nampak bahagia, seharusnya aku tak bersedih seperti ini, seharusnya aku bahagia, bukankah itu yang kau mau Baekhyun? Kau ingin kedua orang yang kau cintai bahagia kan? dan inilah saatnya. Benar! Ini saatnya, apalah arti kesedihanku ini bila dibanding kebahagian mereka. Sudah hampir seratus kali selama perjalanan aku bergumam sendiri, aku terus bergulat dengan pikiranku.
"Sudah sampai tuan." Ucap supir taksi itu, aku segera membayar dan turun. Aku berjalan menuju pintu gerbang.
"eih? Bukankah itu Baekhyun sshi? kenapa dia pulang sendiri? Bukankah dia sedang liburan?" aku mendengar ucapan para tetanggaku. Aku seolah tuli, dan kembali mengeluarkan kunci dari dalam tasku.
"Sepertinya mereka bertengkar."
"Bertengkar? Tapi mungkin saja, biasanya mereka selalu bertiga."
"Begitulah kalau sesama namja menikah, keduanya memiliki ego yang tinggi."
Sakit!
Aku berharap aku benar-benar tuli sekarang, sehingga tak mendengar perkataan mereka tadi. Apa yang salah dengan pernihakanku? Kami tak sedang bertengkar, walaupun kami berdua namja kami saling pengertian, kami tak pernah mementingkan ego kami, kenapa mereka menge-judge sesuatu sebelum mereka tahu kebenarannya?
"Sudah aku katakan, pernikahan terlarang pasti tak akan berakhir bahagia. Mungkin saja Chanyeol sshi telah mencari istri baru, maksudku yeoja baru sebagai ibu Sehun."
"Mungkin saja, mungkin Sehun telah mengetahui kalau eommanya itu seorang namja."
"Ck! Kasihan anak yang malang."
CUKUP!
Aku tak kuat lagi, aku menarik kembali tanganku yang sudah memegang pintu. Aku memutuskan untuk pergi darisana, kemana? Entahlah mungkin aku fikirkan setelah aku tenang. Aku melihat mereka menyembunyikan tubuh mereka saat melihat aku melewati mereka, percuma saja! Percuma! Walaupun kalian bersembunyi ucapan kalian sudah terekam di ingatanku. Kenapa kalian tak membiarkan kami hidup bahagia? Biarlah lagi pula kalian sudah mendapatkan yang kalian mau.
"eih? Kenapa dia pergi? Apa dia mendengar ucapan kita?"
"Sepertinya begitu, ayo kita masuk!"
"Ayo! Ayo! Aku tak ingin ikut campur."
Tak ingin ikut campur? Heuh.. selama ini kalian sudah terlalu banyak ikut campur dalam kehidupan pribadi kami, berhentilah membicarakan orang lain! Apa kalian pikir hidup kalian sudah baik? Ingin sekali aku memaki mereka dengan kata-kata itu, tapi jika aku melakukannya itu sama saja aku seperti mereka.
Aku terus menarik koperku menjauh dari rumah kami, kami? Entahlah mungkin setelah ini bukan.
Baekhyun's POV end
TBC
