Tittle : Please don't go eomma ( part 5)
Author : Park Shita a.k.a Lee Shita
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Park Sehun, Xi Luhan.
Warning : This is yaoi fanfiction.
Kalau gak suka, tapi pingin baca silahkan, tapi jangan lupa review ya, makasi..
"Huwaaa.. appa palli! Aku sudah tak sabar bertemu eomma, aku sangat merindukannya." Ucap Sehun sambil menarik-narik Chanyeol keluar dari bandara.
" .. sabar sayang! Apa kau tak lihat ? barang bawaan appa banyak sekali, lagipula kenapa kau membawa banyak bunga mawar? Kita kan bisa beli disini sehun."
"Sudah Sehun bilang, itu untuk eomma, eomma kan paling suka mawar putih. Kalau beli disini itu tak spesial, untung mama membiarkan aku memetik sendiri mawar itu."
"Ne.. tapi malah kau kan yang luka-luka, lihat wajah dan tanganmu."
"Gwenchana appa. Ini sama sekali tak sakit, bila dibandingkan dengan melihat senyuman eomma nanti. Sakitnya akan terobati." Ucap Sehun.
" .."
...
...
Sehun dan Chanyeol segera turun dari taksi, lalu menurunkan barang-barang mereka dari bagasi.
"Ayo masuk appa!" ucap Sehun lalu berlari ke pintu gerbang.
"Eih? Kenapa dikunci appa? Eomma kemana?" ucap Sehun, Chanyeol segera menghampiri Sehun, dan benar pintu mereka masih tergembok. Chanyeol segera mengeluarkan ponselnya, sedangkan Sehun hanya menatap cemas.
"Bagaimana appa?" tanya Sehun.
"Nomernya tak aktif."
"Mwo? kemana eomma? Hiks..hikss.."
"Ulljima! Ulljima! Eomma pasti akan segera pulang, kita masuk dulu ne."
"Ani, nan shireo. Sehun mau menunggu eomma disini."
"Sehunie.."
"Aku tak peduli jika appa marah atau apa, aku hanya mau menunggu eomma pulang."
"Permisi nyonya Lee?" ucap Chanyeol saat melihat seorang ajumha lewat dan merupakan tetangganya.
"Ne?"
"Apakah dua hari yang lalu anda melihat Baekhyun pulang?"
"eoh? Ne.. tapi dia tak masuk, dan langsung pergi berjalan ke arah sana." Ucap ajumha itu.
"Jinja? Oh ne,.. gomawo." Ucap Chanyeol.
"Kenapa appa? Apa eomma kabur?"
"Ani.. tenang sayang! Pasti eomma akan ketemu."
Biip..
Biip
Chanyeol mengangkat ponselnya.
"Yeobbuseyo? Kyungsoo-ah? Mwo? ne..ne.. aku segera kesana." Ucap Chanyeol.
"Sehunie, kau diam di rumah saja ne? Appa akan segera kembali."
"Ani, aku ikut appa!" ucap Sehun yang langsung memegang tangan Chanyeol, Chanyeol menatap anaknya lalu menghela nafas. Tak lama kemudian Chanyeol mengeluarkan mobil mereka, setelah meletakan semua barang-barang mereka di dalam rumah.
...
...
Chanyeol segera berlari ke sebuah apartement, lalu memencet bel.
"Appa, ini tempat tinggal siapa?"
"teman appa."
"Yeobbuse_" seorang namja berkulit tan membuka pintu dan terkejut atas kedatangan Sehun dan Chanyeol.
"Hyung?"
"Baekkie mana? Baekkie!" ucap Chanyeol segera masuk ke dalam tanpa dipersilahkan.
"Kyungsoo-ah, mana Baekhyun?"
"Mianhe hyung, dia baru saja pergi! Dia tahu kalau aku menghubungimu." Ucap Kyungsoo yang kini tengah menangis di atas sofa.
"eomma~ .." Sehun mulai ketakutan, melihat keadaan orang-orang dewasa yang kini sedang panik.
"Sehunie, kau diam disini bersama Kyungsoo ajusshi dan Jongin ajusshi."
"Andwe, aku mau ikut appa."
"Sehunie!"pekik Chanyeol tanpa sadar karena sedang panik.
"Aku mohon appa, jebal!"
"huuh.. Baiklah! Kyungsoo, jongin-ah, aku pergi dulu terima kasih atas informasinya dan telah menjaga Baekkiku."
"Ne hyung, cepatlah pergi dan temukan hyungku!" ucap Jongin yang kini sedang memeluk Kyungsoo yang menangis sesegukan di dalam pelukannya.
"Ne."
Sehun berjalan mengikuti Chanyeol, namun ia sempat menoleh kebelakang ke arah kedua orang yang sedang berpelukan kini, dan mengerutkan alisnya.
Kini mereka berdua berada di dalam mobil yang sedang melaju.
"Appa, boleh aku bertanya?"
"mwoya?"
"Apakah orang-orang tadi adalah kenalan appa?"
"Ne, mereka kenalan appa dan eomma saat SMA dulu."
"Apa mereka itu adalah pasangan?"
"Maksudmu?"
"Apa mereka itu sepasang kekasih?"
"Ne dulu, tapi setahun yang lalu mereka telah resmi menikah."
"Appa, apakah aku salah mengira, atau memang penglihatanku yang salah, bukankah kedua orang tadi namja?"
DEGH..
Chanyeol menginjak remnya, lalu menatap kosong ke depan.
"N-ne."
"Tapi kenapa mereka bisa menikah? Bukankah itu terlarang? Maksudku.. guruku pernah bilang jika kekasih itu terdiri dari seorang namja dan yeoja."
Jangan salahkan Sehun yang bertanya seperti itu, selama ini ia tak mengetahui kalau eommanya namja karena sejak kecil pikirannya sudah membentuk eommanya itu sebagai seorang yeoja, jika selama di Seoul dia jarang bergaul jadi hanya menghabiskan waktu bersama eommanya namun selama di China ia sering bersama mamanya, yang tentu saja jika diamati lebih lagi ada banyak perbedaan dengan eommanya.
"Ne.. itu benar."
" Appa? Boleh aku bertanya lagi?" tanya Sehun takut-takut.
"M-mwoya?"
"Apa..apa eomma ku itu seorang namja?" tanya Sehun tanpa memandang Chanyeol.
"..." Chanyeol terdiam.
"hhmm.. lupakanlah appa! Yang terpenting kita menemukan eomma sekarang." Ucap Sehun lagi sambil menyandarkan dirinya di jok, dan menatap keluar jendela. Chanyeol terdiam, namun sedetik kemudian ia tahu harus kemana mencari Baekhyun-istrinya-.
Baekhyun's POV
Aku terduduk disebuah halaman, ini tempat yang biasa aku datangi bersama Yeollie sebelum aku memutuskan untuk memiliki Sehun.
" Baekhyun sshi?" ucap seorang suster yang kini berdiri disampingku.
"suster?"
"Bagaimana kabar anda? Apa anda memiliki masalah?"
"Hehehe.. anda selalu mengerti aku suster. Oh iya bagaimana perkembangan panti asuhan ini?"
"Baik sangat baik, ini semua berkat anda dan suami anda." Ucapnya lagi sambil tersenyum dan aku menatapnya.
"Suster, seandainya semua orang di dunia ini seperti anda, menerima perbedaan tak mencemooh perbedaan itu."
"Hehehehe.. perbedaan memang harus ada untuk membuat persamaan. Terkadang hal yang berbeda lebih menarik daripada hal yang sama. Seperti misalnya disini, disini banyak sekali anak-anak dengan latar belakang yang berbeda, bahkan ada yang memiliki kekurangan fisik, namun bila mereka menjalani hari mereka dengan gembira maka perbedaan itu bukanlah sesuatu yang penting."
"Anda benar suster."
"Oh iya bagaimana keadaan si kecil Sehun?"
"Hhm.. dia sehat dan dia tumbuh menjadi anak yang pandai. Ini semua berkat anda suster, karena ide yang anda berikan untuk melakukan program sewa rahim, aku bisa memiliki Sehun."
"Hehehehe.. sama-sama Baekhyun sshi, aku sangat senang bila ada orang yang benar-benar berniat memiliki anak. Bukan seperti orang-orang yang membuang anak mereka sehingga berakhir disini, tak berperasaan, bahkan binatang pun tak tega membuang anak mereka."
"Hehehehe.. kau benar suster. Dan sepertinya aku akan menjadi seperti itu."
"Maksud anda?"
"hehehehe.. aku bukan membuangnya hanya saja.. hanya saja aku menjauh dari kehidupannya. Aku berniat membuatnya bahagia dengan mempersatukannya dengan ibu yang melahirkannya."
"Maksud anda? Anda akan memberikannya pada Luhan sshi?"
"Ne.. itu sepertinya jalan yang paling tepat, aku tak ingin Sehun ku mendapat cacian lagi."
"huuh.. anda tahu Baekhyunn sshi? menjadi seorang ibu dan melahirkan seorang anak adalah sesuatu yang mulia, namun bila setelah itu ia membuangnya bukankah itu hal yang terkutuk, berbeda dengan orang yang membesarkan anak itu dengan sabar dan penuh kasih sayang, walaupun itu bukan darah dagingnya sendiri, bukankah itu lebih terpuji? Aku memang bukan Tuhan, tapi aku dapat melihat dari sorot mata anak-anak terlantar itu, betapa kasih sayang lebih penting dari apapun yang ada di dunia ini."
"Tapi.. tapi keputusanku sudah bulat, aku akan pergi dari kehidupan mereka, aku akan meninggalkan mereka, dan aku akan_"
"Baekki/eomma~" seru dua orang bersamaan yang membuat Baekhyun segera menoleh.
"Yeollie,Sehunie?" ucap Baekhyun dengan tatapan horor, tak ingin mengganggu , suster itu pun segera pergi secara diam-diam.
"Baekkie! Kau sungguh keterlaluan."
"Mianhe..hikss.. mianhe.. tapi aku harus pergi." Ucap Baekhyun segera membalik badannya.
"Eomma~ jangan pergi! Eomma~" panggil Sehun membuat Baekhyun menghentikan langkahnya.
"eomma, aku sangat mencintai eomma, aku mohon jangan pergi, aku tak bisa hidup tanpa eomma." Ucap Sehun dengan suara bergetar.
"Eomma tahu, eomma tahu Sehunie. Tapi apakah kau akan tetap mencintai eommamu ini jika tahu kebenarannya?" ucap Baekhyun sambil menatap Sehun.
"Eomma~"
"Sehun, kau harus tahu. Eomma mu ini tak pantas disebut eomma, aku tak pantas disebut eomma, karena..karena aku ini seorang namja." ucap Baekhyun lalu kembali membalik tubuhnya dan hendak pergi.
"Aku tahu! Aku sudah tahu eomma. Aku sudah tahu kalau eomma itu namja."
"Mwo?" ucap Baekhyun, begitu juga Chanyeol yang juga terkejut.
"Sehunie?" ucap Bakehyun parau sambil menatap anaknya heran.
"Mama..mama sudah menceritakan semuanya. Awalnya aku tak percaya, bagaimana dua orang namja bisa menikah? namun aku sangat yakin saat tadi melihat teman-teman appa. Lalu apa yang salah eomma? Apa yang salah jika eomma itu namja? aku mencintai eomma. Sangat mencintai eomma."
"Sehunie, kau tak mengerti_"
"Aku memang masih kecil eomma, aku masih kecil untuk mengetahui ini. Banyak hal yang belum aku mengerti, namun hanya satu hal yang aku tahu, kalau eomma sangat mencintaiku, dan aku juga eomma. Hikkss.. hikss.. mianhe eomma, karenaku eomma menjadi seperti ini.. hikss.. hiksss... saranghae eomma."
Greep..
Baekhyun segera berlari dan memeluk Sehun, ia memeluk tubuh anaknya erat.
"Sehunie.. na.. nado saranghae.. mianhe.. selama ini eomma selalu mementingkan perasaan eomma."
"Ne.. eomma. Apa eomma mau pulang lagi bersama kami? Aku berjanji tak akan menangis jika teman-teman mengejekku, aku tak akan pura-pura sakit di sekolah dan minta pulang. Aku berjanji eomma, setidaknya kini aku bisa tersenyum pada mereka yang mengejekku karena apa yang mereka katakan adalah suatu kebenaran jadi aku tak perlu mati-matian membela diri ia kan eomma?"
"Sehunie..hikss.. hikkss.." Baekhyun menangis di pundak Sehun sejadi-jadinya, lalu Chanyeol segera menghampiri dan ikut memeluk mereka berdua.
"Yeollie, mianhe."
"Ne chagy." Ucap Chanyeol lalu mencium bibir Baekhyun sekilas.
"hhmm.. eomma appa, sebaiknya kalian lanjutkan dirumah saja, ingat aku ini masih kecil."
"Heheehe." Baekhyun dan Chanyeol tertawa geli, namun sedetik kemudian senyuman Baekhyun hilang.
"Eih? Kenapa dengan wajahmu Sehunie? Kenapa banyak plesternya? Ini juga tanganmu kenapa? Apa kau jatuh?"
"Ani..hehehehehe.. nanti eomma tahu sendiri."
...
...
Chanyeol menutup mata Baekhyun setelah Sehun dan Chanyeol menyusun rencana beberapa saat.
"Aigoo! Kenapa pakai ditutup segala?" ucap Baekhyun.
"Yaak! nanti eomma tahu sendiri, jangan mengintip eomma."
"Hana.. dul.. set." Bersamaan dengan hitungan ketiga Chanyeol melepaskan tangannya.
"Huwaaa.." Baekhyun berseru kaget, begitu juga dengan Sehun. Jika baekhyun wajar berteriak terkejut, namun Sehun kenapa ikut-ikutan? Mau tahu?
Kini ruang tamu mereka tengah penuh berisi mawar putih, padahal yang Sehun petik hanya sekitar 100 tangkai, namun kini menjadi 10 kali lipat, mungkin.
"Huwaaa kenapa banyak sekali appa? Lalu punya Sehunie mana? Sehunie kan sudah capek-capek memetiknya? Aah.. appa mengacaukannya." Kesal Sehun sambil mengobrak-abrik dan mencari mawar miliknya.
"Huwaa.. gomawo chagy." Ucap Baekhyun sambil memeluk Chanyeol dan menciumnya berulang kali.
"Yaak! appa curang ini kan ideku? Kenapa appa yang mendapat ciuman dari eomma." Kesal Sehun sambil duduk dilantai dan melipat kedua tangannya di dada, dan jangan lupa mempoutkan bibirnya.
"Hahahaha... sehunie.. ini mawarmu." Ucap Chanyeol sambil mengeluarkannya dari dalam kulkas.
"Huawaa. Cantik sekali. Apa ini yang jagoanku petik sampai tubuhnya penuh luka hah?" tanya Baekhyun lalu meraihnya dari tangan Chanyeol.
"Ne.. eomma."
"Gomawo chagy. Sini biar eomma cium." Ucap Baekhyun lalu memeluk Sehun, tentunya setelah meletakkan mawarnya. Lalu Baekhyun mencium bibir Sehun, hidung, kedua kelopak matanya, dan pipinya.
"Sudah cukup! Cukup! Kalian membuatku iri saja." Ucap Chanyeol lalu menjauhkan keduanya.
"Sehunie, eomma mu appa pinjam dulu ya?" ucap Chanyeol lalu mengangkat tubuh Bakehyun ala brydal style .
"Kyaaa." Baekhyun berteriak sambil menutup wajahnya.
"Mau dibawa kemana appa?"
"Apa kau tak ingin memiliki adik lagi?"
"Mwo?" Baekhyun dan Sehun sama-sama terkejut.
Dan tanpa aba-aba Chanyeol segera membawa Baekhyun masuk ke dalam kamar mereka dan menguncinya, sedangkan Sehun berlari ke kamarnya.
"Yeollie, kau ini apa-apaan?" tanya Baekhyun saat mereka berada dalam kamar mereka.
"Wae? Aku ingin membuatkan teman bermain untuk Sehun."
"Yaak! kau ini mmpphhh..mmpphh.." Baekhyun tak dapat melanjutkan kata-katanya lagi karena bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Chanyeol. Chanyeol melumatnya, Baekhyun bukan lagi remaja yang perlu diajari cara berciuman, jadi dia segera membalas ciuman Chanyeol sehingga ciuman mereka menjadi ciuman panas. Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun menuju ranjang tanpa melepaskan tautan mereka, perlahan Chanyeol membuka kancing baju Baekhyun lalu menyesap leher putih Baekhyun sehingga meninggalkan jejak disana, dan besok ia harus membuat alasan untuk Sehun atas tanda itu.
"eughhh.." desah Baekhyun, lalu ia mendorong tubuh Chanyeol.
"Chagy, bagaimana bila Sehun mendengar suara-suara kita?"
"Tenang chagy aku jamin tak akan." Ucap Chanyeol dan kembali menyerang Baekhyun.
Sehun duduk di dalam kamarnya dengan sebuah headphone yang menutup kedua telinganya, sedangkan ia hanya bersenandung kecil sambil menulis sesuatu di sebuah kertas.
"Sehunie sarang eomma, eomma sarang sehuni, appa sarang sehunie, sehuni sarang appa, yeongwonhi."
Pagi harinya Baekhyun keluar dari kamar dengan sedikit rasa perih ditubuhnya ia berusaha berjalan dengan perlahan, lalu saat menuju ruang tamu..
"YEOLLIE! SEHUNEI! APA YANG HARUS KITA LAKUKAN DENGAN MAWAR-MAWAR INI?" teriak Baekhyun.
"Euggh.." Sehun dan Chanyeol sama-sama mengerang, lalu sama-sama menutup kepala mereka dengan bantal.
"Lima menit lagi eomma~/lima menit lagi chagy~"
Ucap keduanya bersamaan walaupun mereka berbeda kamar.
"Ck! Anak dan ayah sama saja. Aakh!" Baekhyun memegang pinggangnya yang terasa perih akibat ulah Chanyeol kemarin, lalu berjalan menuju dapur setelah melewati ranjau mawar.
"Hehehe.. saranghae nae chagy." Bisik baekhyun pelan saat ia tiba di dapur dan mengingat kejadian yang mereka lewati.
"Na do sarang..enyeemm.." ucap Sehun dan Chanyeol bersamaan tepatnya mengigau bersama.
***The end***
Gimana? Gimana?
Puaskah kalian?
Kalau iya, aku sangat bersyukur. Tapi kalau gak puas, heuh aku bisa apa lagi tapi setidaknya kalian mau baca kan.
Hehehehehe..
Puas gak puas mohon reviewnya ya..
