"yak! Ryeowook-ah! Apa kau tak mendengarku? Kau melamun eoh" ujar Kyuhyun dengan suara yang agak keras. Ryeowook hanya tersenyum meresponnya.
"ani"
"lalu, mengapa kau diam saja? Tak bisanya. Apa kau punya masalah?"
"tidak"
"oh ayolah~ aku lama mengenalmu. Bukannya aku tak tahu tentang perilakumu. Ayo beritahu aku! Aku siap mendengarkan!" ucap Kyuhyun bersemangat dan mendudukkan dirinya disamping Ryeowook. Ryeowook sendiri hanya mendengus pelan dan tersenyum tipis.
"hanya mendengar? Tak mau membantu?" Ryeowook sinis. Membuat Kyuhyun salah tingkah dan menggaruk tengkuk lehernya.
"ah~ mana mungkin aku sejahat itu. Aku pasti membantumu! sekarang ayo ceritakan. Kau tak mau berbagi masalah dengan ku eoh? Tak percaya padaku?" tanya Kyuhyun menatap intens Ryeowook. Sedang yang ditatap hanya menggelengkan kepalanya.
"bukan, bukannya aku tak percaya padamu. Tapi apa untungnya untukmu jika aku curhat padamu?" tanya Ryeowook santai, kedua tangannya didekapkan didada.
"tentu saja karna kau adalah sahabatku"
Sakit.
Dadanya serasa tak berbentuk setelah mendengar kalimat pendek yang keluar dari bibir Kyuhyun. Ternyata penantiannya yang memakan waktu 11 tahun itu hanya dibalas oleh sebuah ikatan "persahabatan". 'hey, sadarlah Kim Ryeowook. Ia normal, tidak ganjil sepertimu!' batin Ryeowook mengintimidasi dirinya sendiri.
"hanya sekedar sahabat? Tidak lebih?" bisik Ryeowook pelan. Entah bisikan Ryeowook yang terlalu keras atau pendengaran Kyuhyun yang sangat tajam, Kyuhyun dapat mendengar apa yang dikatakan Ryeowook walaupun samar-samar.
"tentu saja tidak. Kau lebih dari sahabatku Ryeowook-ah" ucapan Kyuhyun membuat Ryeowook sedikit berharap.
"kau sudah menjadi hyung bagiku."
Ck. Baru saja ia berharap tapi harus jatuh berbentur tanah permukaan kekecewaan. Presetan dengan harapan atau keajaiban. Toh sebesar apapun ia berharap Kyuhyun mencintainya, sebesar itu pula peluang mustahilnnya itu terjadi.
" yah kau benar. Aku seorang hyung. Dan kau dongsaengnya. Benar kan?" tany Ryeowook dengan sepintas rasa kepedihan yang tak dapat diungkapkan. 'berhentilah bersikap seolah-olah kau mengharapkannya Ryeowook-ah! Bisa bisa nanti Kyuhyun semakin menjauhimu' batin Ryeowook mengingatkan diri sendiri.
"ah~ tidak tidak. Kau tidak cocok menjadi hyung. Bagaimana mungkin aku mempunyai yang tingginya bahkan hanya sehidungku? Kau bahkan lebih cocok menjadi adikku. Hahaha" ejek Kyuhyun.
"kau menyinnggung masalah tinggiku lagi, Cho Kyuhyun" ujar Ryeowook santai walaupun hatinya jengkel juga.
"oh ayolah~ jangan tersinggung Ryeowook-ah. Kau memang pendek. Dan terima kenyataan saja bahwa tubuhmu akan selamanya tak akan tinggi. Bweee~~" Kyuhyun memelet lidahnya dan beranjak lari dari tempat itu sebelum tersembur api yang kini memanaskan wajah Ryeowook hingg memerah sampai ketelinga.
"errrr... Cho Kyuhyun... KAU AKAN BENAR BENAR KEHILANGAN LIDAHMU SETELAH INI! Teriakan Ryeowook seolah menggema di taman itu. Untunglah saat ini taman itu begitu sepi, jadi tak akan ada yang protes teling merekan terganggu.
Ryeowook berlari mengejar Kyuhyun tanpa henti. Sesekali salah satu diantara mereka terjatuh tersandung batu dan membuat mereka tertawa. Kini mereka terlihat seperti anak kecil yang memperebutkan sebuah mainan.
Ryeowook sangat menyukai moment ini. Ia rel menjadi bahan ejekan Kyuhyun setiap hari asal selalu berakhir seperti ini. Biarlah untuk sejenak ia melupakan apa yang ia rasakan hari ini saja, ia harus bisa tertawa lepas. harus.
~Lee Haeun Presents~
IT'S HURT
Cast : Ryeowook Kyuhyun Sungmin
Warning: Yaoi, GS, Typo(s) everywhere. Don't like story or pairing? Its easy. You can leave this page right. Easy rite? Please don't bash the chara!
Summary: Aku mencintaimu. Aku tak pernah mau untuk membaginya padamu. Karena kutau, kau akan meninggalkanku...
Note Bold+Italic =Flasback
Embun pagi menetes perlahan di deaunan pohon. Semakin menampilkan ciri khas suatu pagi. Di sebuah kamar besar dengan motif hitam putih, seseorang bergelut di bawah selimutnya menikmati hangatnya relungan selimut itu. Terkadang terlihat gerakan gelisah layaknya orang yang akan terbangun. Tak lama kelopak mata itu terbuka dan memperllihatkan pada dunia iris caramel cerahnya. Mengerjapkan mata sebentar lalu berusaha bangun dengan merenggangkan otot otot tubuhnya yang sedikit pegal. Bola matanya menelusuri seluruh isi kamar.
Perlahan Ryeowook bangun dan membuka pintu kamarnya. Sepi, tak ada kebisingan ataupun teriakan ummanya yang membangunkan ia dan appanya. Hanya ada keheningan. Bahkan kedua pelayannya pun dirasanya sedang pergi dan tak ada dirumah.
"Umma..." panggilnya dengan suara yang agak keras agar orang yang ada dirumah itu dapat mendengar suaranya. Namun hanya ada keheningan.
"Appa..." kini ia memanggil dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya. Namun tetap saja tidak ada satupun suara yang meresponnya. Ia hanya tersenyum miris.
" mereka masih belum pulang ya..." ucap Ryeowook pada dirinya sendiri. Hari ini seperti hari hari biasanya. Kedua orangtuanya masih tidak ada dirumah untuk menyambutnya saat ia bangun tidur seperti waktu ia masih kecil.
" aku merindukan kalian... cepatlah pulang" Ryeowook lalu mengunci pintu kamarnya dan menuju ke arah pintu kamar mandi.
Tak ada satupun orangtua yang tak menyayangi anaknya. Setidaknya begitulah hal yang selalu dingat Ryeowook setiap ia bangun dari tidurnya. Ia tak pernah berfikiran bahwa orangtuanya sudah tak memperdulikannya walaupun setiap pagi ketika ia membuka mata, tak pernah ada hangatnya pelukan ayah. Tak ada juga yang namanya sarapan istimewa buatan ibu dan dimakan bersama dengan penuh kehangatan. Yang ia rasakan beberapa tahun belakangan ini adalah kesepian. 7 tahun belakangan hanya ada dirinya sendiri di rumah mewahnya. Ia kesepian, sangat kesepian.
Kyuhyun lah yang selama ini ada menemani Ryeowook menjalani hari harinya. Menemaninya sarapan, bermain bersamannya, melakukan hal bersama sama, bahkan tak jarang Kyuhyun menginap di rumah Ryeowook hanya untuk menemani Ryeowook yang sendirian dirumah. Kyuhyun dan Ryeowook sudah terbiasa melakukan apapun bersama sama. Mereka layaknya sudara yang tak pernah terpisah. Kebersamaaan inilah yang membuat Ryeowook nyaman dan tak pernah ingin terpisah dari Kyuhyun.
Dan kebersamaan inilah yang membuatnya mencintai Kyuhyun.
Ryeowook jatuh cinta pada Kyuhyun dengan segala kebersamaan mereka. Kasih sayang Kyuhyun membuatnya menjadi salah mengartikan perasaannya. Ia tahu, Kyuhyun menyayanginya hanya sebatas saudara. Tapi hatinya sudah terlanjur mencintai Kyuhyun tanpa dapat ia hentikan.
Jika Waktu bisa berputar, ia ingin kembali ke masa lalu dan tak pernah bertemu Kyuhyun jika akhirnya begini.
Seorang anak kecil berusia 10 tahun itu menangis sesenggukan di bawah pohon taman di tengah hujan lebat. Orang-orang yang berlalu lalang berlari mencari tempat berteduh hanya melihatnya tanpa ada niat sedikitpun untuk mendekati anak itu. Surai pirangnya basah oleh air hujan, mata karamelnya yang berwarna merah ikut basah dengan air mata. Anak itu terus menangis dan memeluk lututnya. Mencari sedikit kehangatan yang ada.
"umma... appa... hiks... hiks... Ryeowookie dingin... brrr" tubuhnya menggigil hebat karena kedinginan.
"hei, mengapa kau menangis di sini? Kau bisa sakit"
Sebuah suara menginterupsinya. Didongakkan kepala kecilnya dan melihat seorang anak kecil seusianya sedang berdiri sambil memayunginya. Tubuhnya tinggi jangkung berkulit pucat. Anak kecil itu hanya memandang Ryeowook yang memandangnya dengan tatapan takut...
"nu nugu?" tanya Ryeowook dengan keadaan yang masih menggigil.
" kau jangan takut, aku bukan orang jahat kok. Perkenalkan namaku Cho Kyuhyun. Kau bisa memanggilku Kyuhyun. Namamu siapa?" tanya anak kecil bernama Kyuhyun Itu mengulurkan tangannya ke arah Ryeowook.
" na...namaku Kim Ryeowook... huwaaaa"
HUP!
Kyuhyun menarik tubuh mungil Ryeowook agar berdiri dan memeluknya erat. Berusaha melindungi diri mereka dari hujan dengan payung yang dibawanya.
"nah Ryeowookie~ daripada kau menangis disini, lebih baik kau ikut aku. Kita ke rumah pohonku yang hangat dan nyaman kajja" Kyuhyun merangkul tubuh Ryeowook berjalan menuju rumah pohon yang tak jauh dari tempat Ryeowook menangis. Kyuhyun berusaha membantu Ryeowook menaiki tangga di pohon itu dengan mendorong bokong Ryeowook naik.
Sesampainya di Rumah pohon Kyuhyun, Ryeowook terpesona dengan suasana disana. Banyak mainan berserakan, dapur kecil dan kamar kecil. Penghangat ruangan yang ada disudut pondok itu menambah kenyamanan ruangan ini. Dilihatnya Kyuhyun yang sedang mengambil sesuatu di lemari mungil. Membawa baju dan menyodorkannya pada Ryeowook.
"ini ganti bajumu di kamar itu, baju basahmu taruh saja di keranjang yang ada di sudut. Kau pasti kedinginan aku akan membuatkan kita coklat hangat, kau mau?" tawar Kyuhyun yang hanya dibalas anggukan oleh Ryeowook. Ryeowook lalu pergi ke kamar dan mengganti bajunya.
Setelah selesai, mereka berdua duduk di lantai berkarpet dengan laptop didepan mereka. Menonton film kartun sambil meminum secangkir coklat panas buatan Kyuhyun.
" hei, aku boleh bertanya? Mengapa kau tadi menangis sendirian disana? Mana orangtuamu?" tanya Kyuhyun menoleh ke Ryeowook.
"sebenarnnya aku tadi ke taman bersama pelayanku, kemudian dia pergi karena ia bilang ia akan membelikanku ice cream. Tapi nyatanya dia tak kembali juga sampai aku kehujanan di bawah pohon itu."
"apa? Jahat sekali dia. Apa kau tau alamat rumahmu dimana?" tanya Kyuhyun semakin memperhatikan Ryeowook.
"aku tau, tapi tidak tau jalan kearah sana. Taman ini terlalu jauh dirumahku. Rumahku di komplek gangnam"
"ahhh kawasan rumah elit ya? Aku juga dulu tinggal disana sebelum kami memutuskan untuk pindah karena urusan pekerjaan ayahku. Baiklah nanti setelah hujan reda aku akan mengantarmu."
"benarkah...?"
"iya sungguh! Asalkan kita bisa jadi teman bagaimana?" tanya Kyuhyun menyodorkan kelingkingnya.
"oke! Kita berteman!" sorak Ryeowook senang dan mengaitkan kelingkingnya dengan Kyuhyun.
"zraashhhh"
Suara air keran yang dihidupkan Ryeowook menjadi satu satunya suara yang ada dikamar mandi itu untuk saat ini.. Ryeowook memilih menenggelamkan setengah badannya ke dalam bath up dan memejamkan mata. Ia terlalu penat ppada hidupnya untuk saat ini. Terlalu banyak hal yang membuatnya semakin tak semangat menjalani hari-harinya. Perasaannya pada Kyuhyun yang gila dan orang tuanya yang sama sekali tak pulang dari eropa hanya untuk urusan pekerjaan membuatnya tak mempunyai orang yang dapat menjadi sandaran hatinya.
Jujur, Ryeowook sangat ingin mengatakan tentang perasaannya pada Kyuhyun. Tapi pengakuan Kyuhyun yang membenci hubungan sesama jenis membuatnya terpaksa mundur perlahan. Ia tak tahu harus bagaimana lagi, ia tak punya pilihan lain selain menyembunyikan perasaannya.
"Kyu, sebenarnya aku kesini ingin mengatakan sesuatu padamu"
"apa? Katakan saja Ryeowookie~ aku akan mendengarkanmu"
"tapi kau harus janji dulu, kau tak akan membenciku setelah ini..."
"aku tak mungkin membencimu Ryeowookie~ ayo katakan saja. Jangan membuatku penasaran"
"sebenarnya aku sedari kecil sudah mencintai..."
"hei hei Ryeowook lihatlah itu! Lihat kedua pria yang saling berciuman di bangku taman sana! Bukankah mereka sangat menjijikkan? Mereka itu sesama pria. Tapi kenapa mereka bisa seperti itu? Apa mereka yaoi? Hii~~~~ aku sangat membencinya meski dunia sudah memperbolehkan hubungan yang seperti itu" oceh Kyuhyun yang tak tahu perubahan ekspresi Ryeowook saat ini.
"ah iya mereka sangat tak pantas untuk dilihat..."
"ohiya tadi kau bilang apa?"
"tidak tidak jadi. Tiba tiba aku lupa he he he"
"oh ya sudahlah"
" terkadang, diam itu menyakitkan"
Ryeowook semakin menenggelamkan tubuhnya membuat air itu kini menyampai dagunya. Ia tak bergerak sedikitpun untuk mematikan air keran.
"hari ini mungkin akan berjalan seperti hari hari sebelumnya, kenapa tuhan tak sedikitpun berniat menghentikan hariku?" tanyanya entah pada siapa. Air di bath tub itu semakin lama semakin menaik keatas, namun ryeowoo masih terlihat diam dan membiarkan tubuhnya tenggelam. Wajahnya sudah terlihat pucat dan tampak urat urat biru di kepalanya yang menandaka ia sudah mulai pusing. Namun Ryeowook enggan untuk keluar. Dan pada akhirnya air itu mencapai kepalanya. Ryeowook merasa penglihatannya sedikit mengabur dan lama kelamaan menjadi gelap. Tubuhnya sangat terasa lemas dan tak dapat bergerak sedikitpun.
"biarlah seperti ini..."
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Its's Hurt~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kyuhyun terlihat sangat terburu buru. Bisa diliht dari penapilannya yang acak acakan. Rambut yng belum disisir rapih, baju yang belum terkancing atasnya, dasi yang menggantung di leher, jas sekolah bergelantungan di pundaknya kananya dan tas di gantung di pundak kirinya. Membuatnya seperti anak yang tak diurus sama sekali. Namun walaupun dengan penampilan acak-acakannya Kyuhyun masih saja terlihat tampan.
"haish, karena menggalau semalaman aku jadi terlambat seperti ini" ocehnya sambil menggigit sandwich yang ia comot dari meja makan.
" astagah Kyuhyun. Mengapa penampilanmu hancur begini nak? Ck apa kau terlambat lagi?" tanya ibu Kyuhyun yang baru datang dari dapur membawa sepiring sandwich tuna kesukaan Kyuhyun.
" aish uhmma hudah hahu han ahu herlambat" ucap Kyuhyun dengan mulut penuh sandwich. Membuat nyonya Cho hanya terkikik geli melihat kelalukan putra bungsunya.
" makanya, tidur jangan kemalaman. Oh iya, kenapa Ryeowook belum datang juga? Biasanya ia yang kesini. Bukankah kau bilang mobilnya di bengkel karena kecelakaan kecil yang merusak mobilnya kyu?" ucap nyonya Cho membuat Kyuhyun teringat akan Ryeowook. Benar juga, biasanya jika Ryeowook sedang tak mau naik mobil sendiri atau tak punya kendaraan ia akan datang kerumah Kyuhyun untuk berangkat bersama seperti kemarin.
'oh iya, kemana anak itu? Tak biasanya. Haduh mengapa perasaanku jadi tidak enak' batin Kyuhyun.
" hei Kyuhyun-ah! Umma bertanya mengapa kau melamun eoh?" tegur nyonya Cho yang melihat Kyuhyun hanya terdiam sambil memegang sandwich bekas gigitannya.
"eh umma... eung aku juga tidak tahu mengapa Ryeowook tak datang kesini hari ini. Inikan sudah hampir terlambat, setahuku ia bukan tipe tipe anak yang suka terlambat umma" ujar Kyuhyun sambil masih menggigiti sandwichnya dengan perasaan tak tenang. Entahlah perasaan khawatir mungkin lebih tepatnya.
" apa sudah kau telfon dia?"
"sudah umma, tapi tadi tak diangkatnya"
"coba kau telfon lagi" saran nyonya Cho
Kyuhyun langsung mengambil telfonnya dan mendial nomor Ryeowook. Lama ia menunggu hanya ada suara nada sambung. Tak lama respon yang diterima Kyuhyun hanyalah suara operator yang mengatakan bahwa nomor Ryeowook tak bisa dihubungi. Membuat Kyuhyun mendesah pasrah dan meletakkan telfonnya kasar.
" bagaimana kyu?"
" tidak diangkat umma..."
"mengapa dengan anak itu? Apa ia sudah pergi kesekolah sendiri?" tanya nyonya Cho
"mungkin saja umma"
"belum. Ryeowookie mana mungkin pergi ke sekolah sendiri. Apa kau lupa, Ryeowook itu anti sosial dan ia tak akan pergi ke sekolah sendiri dengan kendaraan umum yang ramai itu Cho Kyuhyun" terdengar suara perempuan dari belakang Kyuhyun yang ternyata suara kakak perempuan Kyuhyun yang bernama Cho Ahra.
"mungkin saja ia naik taksi nuna, bukankah taksi hanya bisa ditumpangi oleh satu penumpang?"
"ck! Iya mungkin saja ia sudah naik taksi kalau ia tak mengalami trauma. Mengingat 2 hari yang lalu ia hampir diperkosa dan dibunuh oleh supir taksi yang ternyata lawan bisnis ayahnya yang di eropa" ucap Ahra santai sambil duduk dan mulai memakan sandwichnya.
Deg!
Ucapan Ahra mengingatkannya pada kejadian 2 hari yang lalu. Dimana ketika Ryeowook hendak pergi ke sekolah sendiri karena Kyuhyun sedang ada rapat siswa yang sangat penting sehingga dirinya harus pergi sendiri karena mobilnyapun belum selesai diperbaiki setelah menabrak pembatas jalan. Namun naas bukannya sampai di sekolah Ryeowook ternyata berakhir di rumah sakit ia pingsan karena hampir diperkosa dan dibunuh oleh lawan bisnis ayah Ryeowook yang menginginkan nyawa Ryeowook untuk menghancurkan ayah Ryeowook.
"OMO! Mengapa aku bisa melupakan hal itu? Ah sebaiknya aku menyusulnya kerumah saja, perasaanku menjadi tidak enak" teriak Kyuhyun lalu terburu buru membereskan barang barangnya bersiap untuk pergi.
"kau tak mau sarapan dulu kyu? Hanya memakan sepotong sandwich?" ucap nyonya Cho mengingatkan
"tak usah umma. Aku bisa sarapan nanti. Aku pergi dulu umma! Nuna!" teriak Kyuhyun sambil berlarian ke arah garasi. Terburu buru membuka pintu mobil dan mengendarai mobilnya dengan cepat keluar dari rumah.
"IYA KYUHYUN! HATI HATI NAK!" teriak nyonya Cho tak kalah besar mengingat Kyuhyun sudah keluar dari rumah.
"ya sudah, umma aku pergi dulu. Ada jadwal kuliah pagi umma" pamit Ahra sambil mencium tangan ibunya.
"loh? Kau juga tak habiskan sarapanmu Ahra?"
"tidak umma, aku sedang terburu buru juga. Dosen menyebalkan itu menyuruhku datang cepat, mengganggu tidurku saja umma. Aku pergi Pai pai" Ahra lalu pergi dengan mengendarai mobilnya menuju gerbang.
((Terkadang ada ikatan batin antara kita dan dia. Hanya saja kita yang tak terlalu peka untuk menyadarinya. –Its Hurt))
Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang menggila membuat pengendara lain yang berdecak karena takut tertabrak oleh mobil Kyuhyun. Namun Kyuhyun tak peduli lagi. Diotaknya kini hanya ada Ryeowook. Entah kenapa persaan cemas dan khawatir ini yang membuatnya menjadi pengendara liar seperti ini.
" haish kau ini kenapa lagi Ryeowookie~ ku telfon tak diangkat. Pesanku juga tak kau balas. Kau membuatku cemas saja" omel Kyuhyun yang masih fokus pada jalanan yang ada didepannya. Tak mau menjadi korban tabrakan yang akhirnya berada di rumah sakit –tempat paling mengerikan daripada neraka menurut Kyuhyun dan Ryeowook-
Mobil Kyuhyun terpaksa berhenti karena lampu lalu lintas yang berganti menjadi warna merah. " Aish siaal! Mengapa tiba tiba aku benci lampu 3 warna itu!" amuk Kyuhyun memukul setir mobilnya. Menyenderkan kepalanya di jok mobil sembari menunggu lampu berwarna hijau itu menyala.
"apa sebaiknya ia kutelfon lagi? Mungkin saja kali ini akan diangkatnya" saat Kyuhyun mengambil telefon ternyata ada sebuah mobil yang terhenti di samping mobil Kyuhyun. Sang pengendara mobil juga mencak mencak persis seperti apa yang dilakukan Kyuhyun sebelumnya.
"maaf~ nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif. Silahkan hubungi kembali setelah beberapa saat kali" kali ini mash sama saja dengan sebelumnny. Msih suara operator yang menyambut panggilan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun untuk sekian kalinya membanting telefonnya ke jok samping.
"haish mengapa lampu merah ini lama sekali berganti menjadi hijaunya!" geram Kyuhyun dan membuatnya tak sengaja menghadap ke kanan. Ia melihat mobil dengan penumpang yang ikut mencak mencak seperti dirinya. Diliriknya dengan sesama pengemudi itu. Bukan, bukan kegiatan mencak mencak yang diperhatikan Kyuhyun. Tapi wajah pengemudi itu yang ternyata seorang perempuan yang membuat mata Kyuhyun menajam. Seolah berusaha melihat wajh itu seutuhnya. Namun wajah pengemudi itu sepertinya ditutupi oleh sebuah kaca mata.
"pengemudi itu seperti tidak asing lagi, atau jangan jangan dia Ahra nuna. Atau malah..."
"TEEETTTTTT"
Kegiatan mengingat Kyuhyun dibuyarkan oleh suara klakson mobil dibelakang Kyuhyun yang menyuruh mobil Kyuhyun segera jalan karena lampu lalu lintas sudah berganti warna menjadi hijau. Kyuhyun melihat pengemudi wanita itupun sudah pergi cukup jauh. Tanpa membuang waktu Kyuhyun juga melaju mobilnya kencang sebelum lampu itu berganti menjadi warna merah kembali.
((Terkadang ingatan dan memori yang indah di masa lalu juga bisa ikut terkubur dengan memori pahit di masa yang sama –Its Hurt))
Kyuhyun memberhentikan mobilnya ketika sudah sampai di depan rumah Ryeowook. Keluar dari mobil dan bergegas menuju pintu utama kediaman keluarga Kim, ah salah kediaman Ryeowook sendiri karena orangtua Ryeowook sudah tak tinggal dirumah itu.
"kring... kring..." berkali kali Kyuhyun menekan bel rumah itu tapi tak mendapat respon dari siapapun. Ia tahu semua pelayan di rumah Ryeowook kini sudah tak ada karena Ryeowook memberhentikan mereka semua kecuali 2 orang pelayan setia Ryeowook yang masih ingin bekerja di rumah Ryeowook karena terlalu sayang pada tuan muda Kim.
" haloooooooo! Lee Ahjumma! Park Ahjumma! Ryeowookie! Buka pintunya!" teriak Kyuhyun sambil mengedor pintu dan menekan bel secara bersamaan. Namun tetap saja tak ada respon dari dalam.
"haish mungkinkan para ahjumma sedang berbelanja? Lebih baik aku masuk saja dengan kunci... eh!" Kyuhyun kaget saat kenop pintu itu tiba tiba terbuka karena tersenggol oleh siku Kyuhyun "loh pintunya tak terkunci? Berarti masih ada orang di dalam"
Kyuhyun sesegera mungkin masuk kerumah besar Ryeowook. Dilihatnya meja makan yang masih dipenuhi oleh saarapan yang kelihatannya sudah mulai mendingin. Ia melihat ada note kecil di sisi piring itu. Serta dibawah meja makan terlihat sepasang sepatu sekolah Ryeowook yang memang sudah disiapkan oleh pelayannya.
"sarapan ini sudah dingin dan sepertinnya belum tersentuh sedikitpun, note ini juga. Bahkan sepatu Ryeowook masih dibawah... lebih baik aku mengecek kamarnya" Kyuhyun lalu berlarian keatas menaiki anak tangga dan sedikit berlari. Setelah sampai di depan kamar Ryeowook Kyuhyun berusaha membuka pintu, tetapi pintunya terkunci.
" tok tok tok... Ryeowookie~ apa kau didalam? Apa kau masih tertidur ?" tanya Kyuhyun dengan pelan karena ia kira Ryeowook masih tertidur atau istirahat.
" hei Kim Ryeowook! Cepat buka pintunya! Atau mau kudobrak!" kali ini suara Kyuhyun terdengar lebih keras dari sebelumnya. Namun masih tak ada respon dari Ryeowook yang berada didalam.
"KIM RYEOWOOK! AKAN KU DOBRAK PINTU INI JIKA KAU MASIH TAK MEMBUKANYA!" teriakan kencang Kyuhyun ternyata belum bisa membuat pintu itu tergeser dari dalam sedikitpun. "baiklah jika kau memaksa..."
Kyuhyun mengambil ancang ancang mendobrak pintu. " hana... dul... set!"
"Brug!"
"Brug!"
"Brug!"
"BRAK!"
Akhirnya setelh tiga kali mencoba mendobrak pintu itu terbuka sempurnya. Langsung saja Kyuhyun masuk mencari keberadaan Ryeowook di dalam. Namun nihil, setelah matanya berusaha menelusuri ruangan itu sama sekali tak terlihat sosok mungil nan manis itu.
"Haish kemana dia?" tanya Kyuhyun entah pada siapa. Firsatnya mengatakan untuk pergi ke kamar mandi. Benar saja ketika ia sudah sampai di depan kamar mandi ia mendengar samar samar suara keran air.
"Ryeowookie apa kau berada di dalam?" tanya Kyuhyun yang hanya dibalas oleh suara gemercik air. Rencananya Kyuhyun berusaha mendobrak lagi pintu kamar mandi Kyuhyun kalau saja ia tidak membuka kenopnya terlebih dahulu. Setelah pntu itu terbuka, alangkah terkejutnya Kyuhyun melihat tubuh Ryeowook yang tenggelam oleh air di bath tub dengan pakaian tidur yang lengkap.
"ASTAGA KIM RYEOWOOK!" Kyuhyun menghampiri tubuh lemas Ryeowook Dan berusaha mengangkat tubuhnya.
" RYEOWOOK KAU KENAPA! YAK JAWAB AKU JANGAN TUTUP MATAMU!" Kyuhyun terlihat sangat cemas saat kulitnya bersentuhan dengan kulit wajah Ryeowook yang pucat dan dingin. Di tampar nya pelan waajah Ryeowook berusaha membuat Ryeowook membuka matanya. Namun karena tak mendapat respon Kyuhyun mengangkat tubuh Ryeowook keluar dari kamar mandi dan merebahkannya di atas ranjang.
"kau mengapa Ryeowook-ah bertahanlah" lirih Kyuhyun saat berusaha mengganti baju Ryeowook yang basah dengan baju lain dengan tangan bergetar. Ia sangat takut jika terjadi sesuatu pada Ryeowook. Rasa cemasnya ini terasa lebih besar dari rasa cemasnya ketika mendengar ayahnya masuk rumah sakit 2 tahun yang lalu. Tapi Kyuhyun tak menyadarinya dan masih terus fokus mengganti pakaian Ryeowook.
" hah pakaiannya sudah diganti tapi ia masih pingsan. Lebih baik aku telfon shindong hyung" lalu Kyuhyun mengambil telfonnya dan menghubungi temannya yang juga merupakan seorang dokter.
"yeoboseyo hyung... iya ini aku Kyuhyun... bisakah kau kerumah Ryeowook, hyung?... dia pingsan akibat tergenang air di bath tub nya aku sudah mengganti pakaiannya tapi ia masih belum sadar... baiklah aku menunggumu hyung... ne gomawo hyung annyeong..." Kyuhyun menutup telfonnya dan mengalihkan pandangannya pada sosok Ryeowook yang masih terbaring dengan wajah pucat.
Kyuhyun mendekati tubuh Ryeowook dan menggenggam tangan Ryeowook berusaha membagi kehangatan.
"Kyuhyun..."
"Kyuhyun..."
"Ya?' Kyuhyun berusaha menjawab igauan Ryeowook
"Kyuhyun aku menyayangimu..."
"ya aku juga menyayangimu Ryeowookie~"
"Kyuhyun aku mencintaimu..."
"ya Ryeowookie, aku juga men..."
Saat itu juga mata Kyuhyun membulat sempurna.
"MWO?"
"YAK CHO KYUHYUN!"
TO BE CONTINUED~~~ ^^
Chaa~~~ readersdeul mian ne FF ini lamaaaa banget updatenya. Soalnya saya lagi buntu ide. Trus juga saya sedang sibuk dengan urusan ujian semester saya. Semoga FF pendek ini setidaknya membayar keterlambatan FF saya ne...
Thanks To: Alif Ryeosomnia, ryeohyun, Key yoshi, PaboGirl,cloudsomnia88,Guest,vira,ryeo ryeong,cartwightelfsujushawolshinee,Raiaryeong9, dan semua readers yang sudah membaca FF ini
Akhir kata, Khamsahamnida~~~ and
MIND TO READ AND REVIEW?
