Tittle : Contract Marriage [Kai ver]

Author : Kaisoo Fujoshi SNH

Cast : Kim Jong In

Other Cast : Do Kyungsoo, Wu Yifan, Kim Heechul

Pairing : Kaisoo *always :D

Rated : T

Genre : Tentukan sendiri

Leght : Chapter

Disclaimer : Kaisoo hanya punya saya /plaak *peace ^^v

Warning : Typo bertebaran, alur yang memaksa, ff gagal karya author amatir, and GS. If you don't like my fic, you can OUT from here! No Plagiat, No Bashing, No Flame please ^^

Hai-hai I'm back… kkk̴. Aku kembali membawa Sequel dari CM. Semoga kalian suka. Oh iya aku juga mau minta maaf karna ff perdanaku pendek sekali. Aku memang sengaja membuatnya pendek begitu. Pengen tau ada yang berminat ndak sama ff ku. Hehehe. Jangan bacok saya ya, kan saya sudah membawakan sequel nya̴. Hohoho (ˆ̮ˆ)b. oh iya di chapter ini hanya ada Kai point of view saja ya. Sama seperti kemaren, dichap ini juga akan menceritakan awal pertemuan Kai sama Kyungie. Dan bisa dibilang ini adalah versi Kai nya dan sepertinya juga pendek kayak kemaren. Cuma SEDIKIT AGAK panjang. Muehehehe. Well, daripada aku kebanyakan omong silahkan nikmati ff abal-ku ini. Dan jangan lupa RCL lagi ya. Happy Reading ^^.

Author Note : disini aku buat Kai lebih tua Tiga tahun dari Kyungie. Bila ada yang ga suka ya ga usah baca aku ga keberatan kok ^^.

Chapter 1

Kai POV

Tok tok tok

"Masuk."

"Maaf Tuan Kim saya mengganggu anda, ada yang ingin bertemu dengan anda" aku mendongak saat seseorang masuk keruanganku. Dia berdiri dihadapanku saat ini. Aku hanya meliriknya sekilas saat mengetahui siapa yang masuk keruanganku, dan kembali mengalihkan pandanganku ke benda persegi panjang dan juga beberapa kertas.

"siapa?" tanpa mengalihkan pandanganku aku membalas perkataannya.

"Tuan Wu, Tuan"

"suruh dia masuk."

"baik tuan." Yeoja tersebut berbalik dan meninggalkan ruanganku dan beberapa saat kemudian dia kembali masuk bersama dengan seorang pria tinggi. Aku hanya mendengus saat melihat orang tersebut langsung duduk disofa yang memang sudah ada diruangan ini.

"mau apa kau kesini Kris? Kau tau? Kau mengganggu pekerjaanku."

"Hei! Sopanlah sedikit aku ini lebih tua darimu kkamjjong!" sungutnya saat aku memanggilnya tanpa embel-embel 'hyung' atau 'gege'. Aku hanya tersenyum kecil saat melihatnya seperti itu. Sangat berbeda saat dia sedang bekerja kau tau?

"Yeah... terserahmu hyung. Jadi ada apa?" aku melepas kacamataku, meletakkannya diatas meja dan segera berjalan menuju kearahnya. Setelah aku duduk dihadapannya ku kendorkan sedikit dasi yang kukenakan dan menatapnya seolah meminta penjelasan akan kedatangannya dan mengganggu pekerjaanku.

"aku hanya ingin berkunjung. Memangnya tidak boleh kkamjjong?"

"tidak." balasku cepat menanggapi pertanyaannya. Terlihat dia sedang menahan marah karna ucapanku. Aku hanya dapat tersenyum melihat tingkahnya. Hahaha lucu sekali membuatnya marah seperti ini.

"sialan kau kkamjjong!"

"aku hanya bercanda hyung. Jadi ada apa?" aku kembali melontarkan pertanyaan yang sama kepadanya.

"aku hanya ingin mengingatkanmu saja untuk jangan terlalu lelah bekerja. Kau tau? Semalam nyonya Kim menelponku dan mengeluh tentang kebiasaanmu pulang malam. Terlebih kau pulang dalam keadaan sangat berantakan." aku menghembuskan nafas berat begitu mendengar penuturannya.

"aku hanya ingin meningkatkan omzet kantor ini hyung." kali ini aku menyandarkan punggungku ke sandaran sofa. Aku yakin perbincangan ini akan menjadi perbincangan yang panjang.

"aku hanya kasihan kepada tubuhmu Kai. Bagimana jika kau sakit karna terlalu lama bekerja? Pikirkan juga kesehatanmu Kai!"

"aku tau itu hyung. Tapi aku harus bekerja keras kan kalau mau mencapai target?."

"terserahmulah."

Hening. Untuk sesaat kami sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing. Sampai pria dihadapanku kembali membuka mulutnya.

"oh iya Kai, kudengar Tuan Kim ingin kau segera menikah. Dan dia terus-menerus menjodohkanmu dengan anak teman-temannya. Benar begitu?" ck, dapat darimana bule jejadian ini berita itu? Aku hanya diam tanpa ada niatan membalas pertanyaannya. Karna aku yakin dia pasti akan mendukung apapun perbuatan appa jika aku menjawab 'iya'.

"kenapa kau tidak mulai mencari istri saja Kai? Dengan begitu Tuan Kim akan berhenti menjodohkanmu." ucapnya lagi. Kali ini dia memandangku serius dan meletakkan kedua tangannya didepan dada.

"aku tidak mau menikah! Ayo lah hyung. Aku baru saja berumur 22tahun. Dan saat ini aku masih melakukan kuliah sambil mengurus pekerjaan. Kau fikir ini mudah hyung? Dan sekarang kau juga menyuruhku untuk menikah? Dan menambah beban hidupku? Tidak terimakasih. Dengan mengurus perusahaan ini saja sudah membuat masa remajaku hilang. Beruntung aku masih kuliah. Walau aku harus mengambil jurusan bisnis."

"bukan menikah seperti itu yang kumaksud. Hanya menikah untuk mendapatkan status. Dan kedua orangtuamu menyaksikan pernikahan itu. Setelah cukup lama, kau hentikan pernikahan itu. Bereskan?" aku mengeryit saat mendengar ucapannya tadi.

"apa maksudmu Tuan Wu?"

"well, seperti ini. Kau cari wanita yang mau berpura-pura menikah denganmu. Kemudian kalian tentukan waktu pernikahan pura-pura kalian. Ya semacam kau mengkontrak dia menjadi istrimu. Kemudian saat waktu dari kesepakatan itu habis kau tinggalkan dia dan juga uang untuk membayar jasanya. Beres bukan?"

"KAU GILA KRIS? Bagaimana mungkin kau mempermainkan wanita seperti itu? Oh ya ampun. Aku tidak pernah berpikir akan memiliki teman seperti dirimu. Kau berbahaya Kris. Kau sangat berbahaya"

"hey ayolah... aku memberimu solusi dude. Apalagi yang kurang? Dengan begitu kau tidak akan dijodohkan dengan wanita-wanita pilihan appa-mu kan. Kau juga masih bisa bekerja dan kuliah. Hanya melakukan kawin kontrak. Bukan pernikahan sesungguhnya. Dan lagi kau bisa mendapatkan 'sesuatu' darinya. Bukankah itu menyenangkan." aku hanya melongo mendengar semua penuturannya. Sampai akhirnya kulemparkan bantal sofa saat dia sudah selesai berbicara.

Puk.

"aw.. Ya! Kim JongIn!" aku menghindar saat dia kembali melemparkan bantal sofa yang tadi kulempar. Aku benar-benar tidak habis fikir dengan makhluk yang ada dihadapanku ini. Kenapa fikirannya bisa seperti itu? Oh kurasa club malam tempat favorite-nya itu sudah mempengaruhi kerja otaknya. Ck, sungguh malang nasib temanku ini.

"bagaimana? Kau mau tidak? Akan kucarikan untukmu. Sepertinya- aw... Ya! Kim JongIn kenapa malah memukulku! Kau ini sungguh tidak sopan sekali! Aku ini lebih tua darimu!"

"tutup mulutmu itu hyung. Aku sama sekali tidak tertarik untuk mempermainkan perasaan perempuan sepertimu!"

"terserahmulah. Aku hanya memberi saran. Kalau kau tidak mau ya su-"

BRAKK

"Jongin-ah̴" belum selesai makhluk pirang ini berbicara. Sesuatu atau lebih tepatnya seseorang mendobrak pintu ruang kerjaku dengan sangat brutal. Aku yakin setelah ini pintu itu tidak akan bisa berdiri dengan tegak kembali.

Aku memandang seorang wanita paruh baya yang saat ini tepat berada didepan pintu ruang kerjaku. Pakaiannya terlihat glamour. Itu membuatnya terlihat seperti anak muda. Aku hanya memandang wanita itu kesal tanpa niat membalas panggilannya tadi.

"eh... ada Kris disini? Apa kabar nak?" wanita itu masuk keruanganku dan tanpa minta izin dariku dia segera menghempaskan tubuhnya ke tempat duduk yang ada disebelahku.

"baik Ny. Kim.. bagaimana dengan anda? Saya lihat anda semakin cantik saja." aku hanya memutar bola mataku jengah. Sedangkan wanita tersebut tertawa saat mendengar penuturan Kris tadi.

"aku baik. Dan kau terlihat semakin tampan Kris."

"hahaha anda bisa saja Nyonya." aku hanya mendengarkan obrolan mereka. Sama sekali tidak berniat untuk ikut bergabung dalam obrolan tersebut.

"Jongin-ah̴. Kau kenapa? Kenapa kau terlihat seperti orang frustasi seperti itu?" dia membelai lembut pipiku. Tersirat nada khawatir saat dia menanyakan keadaanku.

"aku memang sedang frustasi" kulihat Kris hyung yang tengah menahan tawanya mendengar jawaban dariku.

"waeyo?" wanita itu kembali membelai pipiku penuh rasa sayang.

"aku sangat frustasi. Karna kalau eomma ada disini, itu artinya neraka bagiku."

"MWO? YA! KIM JONGIN! Apa maksudmu'neraka bagimu'? jadi kau menyangka aku ini malaikat pencabut nyawa begitu?"

"kurang lebih seperti itu."

"Ya! Kim JongIn!"

"wwoooo... slow down Mom... aku hanya bercanda. Kenapa kau serius sekali? Lagi pula untuk apa eomma datang kemari? Tidak biasanya."

"kau ini! Aku datang kesini untuk menyempaikan pesan dari appa-mu. Katanya, sabtu minggu ini, di café biasa. Jam 4 sore. Jangan terlambat."

"oh ya ampun! eomma jangan lagi, kumohon. Aku sudah tidak bisa melakukan itu lagi."

"apa? Kenapa?" aku terdiam. Mencoba memutar otakku mencari alasan yang tepat dan masuk akal untuk wanita cerdas dihadapanku ini.

"em… itu.. aku… aku…"

"ya? Kau kenapa JongIn? Bicara yang jelas." Aku masih berusaha memutar otak. Sampai akhirnya pandanganku tertuju kepada laki-laki yang tengah tersenyum mengejek dihadapanku. Seolah senyumannya itu berkata 'apa ku bilang Kim JongIn. Kau pasti membutuhkannya'. Oh baiklah tuan Wu kau menang.

"aku sudah mempunyai calon sendiri eomma."

"apa? Benarkah itu? Kenapa kau tidak bilang padaku Jongin?! Siapa yeoja tersebut? Apa dia cantik? Kapan kau akan mengenalkannya padaku?" ya ampun.. kenapa dia bersemangat sekali saat aku mengatakan sudah mempunyai calon? Oh god!

"aku baru mengenalnya beberapa hari yang lalu. Dan yeah.. dia itu teman dari Kris hyung. Aku belum berani membawanya kehadapanmu eomma.. karna yeah... begitulah." entah kenapa aku menjadi gugup saat mengatakan itu semua.

"ahh aku mengerti. Baiklah. Lain kali bawalah dia kerumah. Aku harus pulang sekarang untuk memberitahu kabar gembira ini kepada ayahmu. Bye honey. Kutunggu dirumah ya."

Cup.

"YA EOMMA! KENAPA KAU MENCIUMKU? IYAAKKSSS"

.

.

.

.

.

*****Contract Marriage*****

.

.

.

.

.

"buahahahahahaha..."

"tertawa saja terus hyung! Kau menyebalkan!" aku menatap sinis pria yang ada dihadapanku ini. Sungguh. Kalau bukan karna perjodohan gila atau apapun itu namanya aku tidak akan mau menerima tawaran bule gila ini.

"Hahahaha... tidak kusangka kau mau menerima ini semua."

"diamlah hyung. Dan katakan saja siapa wanita yang harus melakukan 'pernikahan pura-pura' ini denganku?" aku sudah benar-benar jengah padanya. Ingin rasanya cepat menyelesaikan ini semua dan pergi menjauh darinya. Sungguh dia sangat menyebalkan.

"slow dude. Jujur aku belum tau siapa yang harus 'menikah' denganmu?"

Ckiiiittt

"apa? Jadi untuk apa kita keluar kantor? Aish hyung kau membuat pekerjaanku tertunda saja." ya ampun aku seperti orang bodoh saat ini! Kenapa dia bisa seperti ini sih?

"hehehe. Kita ke cafe tempat biasa dulu. Aku lapar."

"hahh… baiklah hyung." Aku kembali menjalankan mobilku menyusuri jalanan kota seoul yang terlihat agak padat karna ini jam makan siang.

.

.

.

.

.

*****Contract Marriage*****

.

.

.

.

.

Aku menatap deretan huruf yang ada dihadapanku kemudian mengalihkan pandanganku kebangunan yang brediri kokoh didepanku. Kemaren Kris Hyung memberitahuku seorang yeoja dan menyuruhku untuk menghampiri rumahnya. Dia memberikanku alamat wanita itu. Oh aku sangat gugup saat ini. Tapi, aku harus bertemu dengannya dan meminta pertolongannya. Hahh baiklah Kim JongIn, kau pasti bisa! Fighting!

Tok tok tok

"ya tunggu sebentar."

cklek

"ada yang bisa saya bantu Tuan?" oh Tuhan. Cantik sekali. Apa dia gadis yang dimaksud Kris hyung? Kuharap iya. Kenapa dia cantik sekali? Aku mau tuhan! Aku mau bila dia yang menjadi istriku. Sungguh! Mata bulat indahnya, tubuhnya mungil dan ramping, kulit seputih susu, rambut panjangnya yang tertiup angin. 'Indah Tuhan!'

"Tuan...? anda baik-baik saja? Tuan...?" ada sesuatu yang harum menyapa indra penciumanku. Apa ini? Mengapa harum sekali? Aku semakin menginginkannya.

"...Tuan?" aku tersadar dari lamunan panjangku tentangnya. Ternyata bau harum tadi berasal dari tangan mungilnya saat dia melambai-lambaikan tangannya dihadapanku.

"ekh?" aku tersentak saat dia memiringkan kepalanya imut. 'astaga imut sekali'

Dia tersenyum saat melihat tingkah konyolku. Dan senyumannya itu membuatku ikut tersenyum.

"ada yang bisa saya bantu?"

"ah iya. Aku ingin bertemu dengan Do Kyungsoo apa ada?" aku berharap dia menjawab 'iya, itu saya'

"ya saya sendiri." ahh rasanya aku ingin berteriak saat mendengar jawabannya. Tapi itu tidak mungkin kulakukan. Ayolah Kai, berhenti berkhayal! Kau belum mengutarakan maksud kedatanganmu padanya. Bagaimana kalau dia menolak permintaanmu?

"ekhm... begini nona Do. Ada yang ingin aku bicarakan padamu. Apa kau ada waktu?" 'stay cool Kai. Stay cool'

"oh ya silahkan masuk. Kita bicarakan didalam"

.

.

.

.

.

*****Contract Marriage*****

.

.

.

.

.

"Jadi Kyungsoo-ssi bisakah anda membantu saya?" aku menatapnya harap-harap cemas. Takut dia menolak permintaanku dan membuatku mau tidak mau harus menerima perjodohan sialan itu lagi.

"hanya 3 bulan?"

"ya hanya 3 bulan. Kau hanya berpura-pura menjadi istriku dan membuat yakin kedua orangtuaku bahwa aku memang sudah mempunyai pilihanku sendiri. Setelah semua selesai kau bisa mendapatkan kehidupanmu kembali." Ku ulas sebuah senyum manis yang mampu meluluhkan hati semua gadis yang melihatnya. Dan kuharap ini berhasil padanya.

"emm… baiklah Tuan Kim. Saya akan membantu anda" Yes! Dia bersedia. Oh terima kasih tuhan! Kau memang baik padaku. Aku cinta padamu Tuhan.

"terimasi nona-"

"Kyungsoo. Panggil saja aku Kyungsoo."

"ya. Terima kasih Kyungsoo atas ketersediaanmu membantuku. Dan…. Oh ya, panggil aku Kai. Salam kenal Kyungsoo." Kuulurkan tanganku kehadapannya dan dibalas uluran tangannya.

"sama-sama Kai." Ya ampun senyumannya manis sekali… kurasa aku akan terkena diabetes karna senyumannya yang sangat manis itu.

.

.

.

.

.

TBC

Selesai. #lap keringet.

Fiuhhh akhirnya ini selesai juga. Maaf ya kalau masih pendek. Tapi setidaknya ini lebih panjang dari kemarin kan? Hehehe. ^^

Ini aku buat sesuai janji kan. Kalau ada yang merespon aku akan buat sequelnya. Dan ini dia sequelnya. Tapi sepertinya ini bukan sequel ya? Melainkan kelanjutannya. Ya terserah kalian mau sebut apa aku ga peduli :p.

Oh iya sejujurnya ini udah selesai sehari setelah aku publish ffnya. Tapi karna pulsa modemku habis lalu aku males ngisi dan aku sedang dalam masa ujian jadinya ditunda deh.. niatnya sih pengen publish pas hari jum'at setelah selesai ujian. Tapi aku mikir lagi. Kalau aku buka internet pasti jadinya lama. Karna aku bakal buka yang macam-macam. Hahaha jadi aku tunda deh sampai UN selesai. Well, chap selanjutnya aja udah selesai kubuat. RCL ya kalau ingin cepat ku publish kelanjutannya.

Satu lagi maaf kalau ada typo. Dan untuk eomma-nya Kai itu Heenim ya... hehehehe.

Terimakasih untuk yang sudah ripiu. Ripiu lagi ya… yang belum, juga ditunggu ripiunya

Kritik dan saran sangat dibutuhkan. ^^

Big thanks to :

dyakuro34-7, SooBaby1213 2, Baby Himme, WulanExoticsD. , Brigitta Bukan Brigittiw, , Lee Eun Ho, Earth Teleport, Shim Yeonhae, liaonduts, IyaSibum, baby kyungie, ChanBaek VIP, Park Ri Rin, ghea. , BBCnindy