Rating : T-M
Warning : Typo's
Sorry update lama :D
.
.
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
.
.
Tidak terasa sudah dua bulan dua puluh tiga hari Kyungsoo menjadi 'istri' dari seorang Kim Jongin. Banyak hal yang mereka lewatkan bersama. Walau mereka sempat bertengkar karna salah paham, namun setelah berbaikan mereka kembali menjalankan 'tugas' mereka dengan sangat baik. Bahkan sejak berbaikannya mereka pasca pertengkaran itu Jongin menggunakan hari liburnya dengan baik. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, Jongin tetap memilih bekerja sekalipun itu hari minggu. Dan hari libur itu digunakan Jongin untuk menghabiskan waktu bersama Kyungsoo. Seperti menonton film, pergi ketaman bermain, pergi berbelanja, jalan-jalan ditaman, bahkan mengajak Kyungsoo untuk mengunjungi orangtuanya.
Seperti hari ini, Jongin berencana mengajak Kyungsoo untuk piknik ditaman. Dan tentu saja Kyungsoo menerimanya dengan senang hati, karna dia 'tidak' pernah diperlakukan lembut seperti ini. Mereka lebih memilih memanfaatkan tubuh Kyungsoo dan tidak memikirkan perasaan Kyungsoo. Kyungsoo benar-benar merasa nyaman dengan pemuda bermarga Kim ini.
"Kyung… kau sudah siap?" Jongin mengetuk pintu kamar Kyungsoo yang berada disebelah kamarnya. Saat Jongin mengatakan ingin mengajaknya pergi piknik, Kyungsoo dengan antusiasnya menyiapkan semua keperluan mereka dan setelahnya berlari memasuki kamar untuk berganti pakaian.
"Ya… sebentar lagi aku selesai, tunggu sebentar lagi ne?" Jongin tersenyum. Entah kenapa mendengar jawaban Kyungsoo yang terkesan bersemangat itu membuat perasaannya ikut bahagia. Dan bayangan Kyungsoo yang tengah tertawa melintas dipikiran Jongin. Dia masih ingin melihat senyuman Kyungsoo lagi. Dan menurutnya, senyuman itu sudah menjadi candu baginya.
.
.
Cklek
.
.
Lamunan Jongin buyar saat mendengar suara pintu terbuka dari depannya. Dan tak lama kemudian, keluarlah sesosok gadis cantik dengan dress selulut berwarna biru laut. Rambutnya yang panjang lembut itu dibuat menggelombang dan sebuah jepitan berwarna pink tersemat di sebelah kanan rambutnya. Sempurna. Satu kata itu cukup untuk menggambarkan sosok bidadari yang ada dihadapan Jongin saat ini. Dan karna sosok tersebut mampu membuat Jongin terpaku beberapa saat.
"maaf Kai membuatmu menunggu lama. Sekarang aku sudah siap. Ayo kita berangkat." Kyungsoo mendongakkan kepalanya menghadap pria yang kini tengah memandangnya intens. Merasa bahwa pria dihadapannya hanya terdiam dan tidak ada tanda-tanda akan menjawab ajakannya. Kyungsoo memutuskan untuk menyentuh lengan Jongin.
"Kai…?"
"a.. ah? A-apa?" Kyungsoo tersenyum, kemudian menarik tangan Jongin menjauhi kamarnya.
"ayo… aku sudah siap." Kyungsoo membawa Jongin menuju pintu apartement mereka setelah sebelumnya mengambil keranjang piknik yang berada didapur. Jongin tersenyum, kemudian meraih keranjang piknik dari tangan Kyungsoo dan menggenggam tangan mungilnya. Menyematkan jari-jari mungil itu diantara jari-jarinya yang besar. Kyungsoo tertawa kecil dan memutuskan membalas genggaman tangan Jongin. Bahkan Kyungsoo mulai mengapit lengan Jongin dan menariknya untuk mempercepat langkah kaki mereka menuju basement.
.
.
.
.
.
"Kyung… kau sudah menemukan tempat yang tepat?" mereka sudah sampai ditaman tempat mereka akan melakukan piknik. Dan kini Kyungsoo tengah mencari-cari tempat yang tepat untuk mereka beristirahat. Tentunya masih dengan menggenggam tangan Jongin.
"ya… kurasa disini tempatnya bagus. Kita disini saja ya?" Jongin mengangguk mengiyakan permintaan Kyungsoo dan kemudian mengeluarkan sebuah tikar kecil sebagai alas mereka duduk. Kyungsoo mulai mengeluarkan semua bekal mereka dan menyusunnya satu-persatu.
"Kai… ayo makan dulu. Ini sudah masuk jam makan siang. Setelah itu kita jalan-jalan ya?" Jongin tersenyum dan mengangguk, lalu menempatkan dirinya dihadapan Kyungsoo. Kyungsoo mulai membuka kotak bekal mereka satu-persatu kemudian mengeluarkan dua buah sumpit bersama dua buah piring kecil. Meletakkan satu didepannya dan satu didepan Jongin.
"kau ingin apa Kai?"
"aku ingin aburage yang berada didekatmu" Kyungsoo mengangguk paham, kemudian mengambil satu potong aburage dan menyuapkannya kedalam mulut 'suami'nya itu.
"bagaimana?" Kyungsoo tersenyum dan memandang Jongin penuh harapn. Jongin menghentikan kunyahannya dan memandang Kyungsoo dengan kedua alis yang bertautan.
"tidak enak ya? Ini memang pertama kalinya aku membuat aburage. Seharusnya aku membuat sushi saja ya?" perlahan senyum Kyungsoo memudar saat melihat Jongin tengah memandangnya dengan kedua alis yang bertautan.
"hey… aku kan belum memberikan komentar apa-apa. Kenapa kau sudah mengatakan bahwa makananmu tidak enak?"
"habis… raut wajahmu mengatakan bahwa aburage itu tidak enak." Sedikit memberenggut ketika Jongin memprotes argumennya
"kekeke… bagaimana kalau kau coba dulu? Ini… aaa" Jongin menyuapkan sepotong aburage kedalam mulut Kyungsoo. Kyungsoo membuka mulutnya dan membiarkan lidahnya mencicipi aburage buatannya.
"bagaimana? Enak atau tidak?" Kyungsoo menelan kunyahannya dan memandang Jongin sesaat kemudian mengangguk.
"enak… Tapi itu menurutku, aku tidak tau menu-"
"enak. Ini bahkan lebih enak dari Restoran Jepang manapun." Jongin tersenyum setelah berhasil memotong ucapan sang 'istri'. Sedangkan Kyungsoo, yang mendengar penuturan Jongin hanya bisa tersenyum bahagia mengetahui sang 'suami' menyukai masakannya. Dan mereka melanjutkan acara makan siang itu dengan saling menyuapkan satu sama lain dan tertawa bahagia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TAMAT.
.
.
.
.
.
Tapi boong. :P
Kini mereka tengah bersantai menikmati angin sore yang berhembus perlahan. Menikmati belaian angin yang menyapa wajah dan juga rambut mereka. Mereka kembali duduk ditempat semula setelah sebelumnya menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan disekitar taman. Dan saat ini Jongin tengah membaringkan tubuhnya menatap langit dengan paha Kyungsoo sebagai alasnya. Jongin mulai memejamkan mata saat merasakan belaian lembut pada helaian rambut hitamnya. Mencoba meresapi lembutnya belaian yang Kyungsoo berikan untuknya.
"Kyung… "
"Eum?"
"bagaimana perasaanmu hari ini?"
"senang. Tentu saja." Jongin tersenyum. Membuka kedua matanya dan menatap Kyungsoo, kemudian meraih tangan Kyungsoo yang masih setia mengelus rambutnya. Mendekap tangan mungil tersebut dengan kedua tangan besarnya dan sedikit mengelusnya.
"Kai-" Kyungsoo hendak menarik tangannya menjauh dari dekapan Jongin, tapi suara Jongin menghentikan pergerakannya.
"biarkan sebentar Kyung. Aku suka tanganmu ini. Tangan ini begitu lembut dan halus seperti tidak pernah digunakan untuk bekerja. Padahal aku tau bahwa kau selalu melakukan tugas rumah tangga dengan baik. Bahkan kelembutan dan kehalusan tangan ini sama seperti kulit seorang bayi. Jadi biarkanlah aku memeluknya sebentar saja. bukankah setelah ini aku tidak bisa merasakan tangan halus ini lagi?" Pandangan mereka bertemu. Kyungsoo mengernyit. Tidak mengerti apa maksud dari perkataan pria berkulit tan yang tengah membaringkan tubuhnya ini.
"apa maksudmu Kai?" Jongin menggelengkan kepalanya dan semakin mendekap tangan Kyungsoo.
"aniya" sebenarnya Kyungsoo masih belum puas dengan jawaban Jongin. Tapi melihat senyuman 'suami'nya saat mendekap tangannya membuat Kyungsoo mengurungkan niatnya dan memutuskan meletakkan sebelah tangannya –yang tidak digenggam Jongin- diatas kedua tangan pria tan itu lalu ikut menggenggamnya membuat Jongin semakin tersenyum lebar. Bahkan tanpa sadar, Kyungsoo mulai menyanyikan sebuah lagu yang membuat Jongin kembali memejamkan matanya. Dan berakhir dengan tertidur karna merasakan perlakuan manis dari 'istri'nya tersebut. Dan Kyungsoo mengakhiri nyanyian dengan sebuah kecupan manis pada dahi Jongin.
.
.
.
.
.
Mereka telah sampai di depan apartement mereka. Jongin membuka pintu dan membiarkan Kyungsoo memasuki apartement mereka terlebih dahulu.
Kyungsoo mendudukan pantatnya disofa yang ada diruang tengah dan menyenderkan punggungnya kesandaran sofa. Sesekali dia menguap karna rasa kantuk yang mulai menghampiri. Tak lama kemudian Jongin datang dari arah kamarnya dengan pakaian yang lebih santai dan mendudukan tubuhnya disebelah Kyungsoo. Dan secara tiba-tiba Jongin menarik pinggang Kyungsoo mendekat kearahnya saat melihat Kyungsoo memejamkan matanya.
Merasakan sebuah tangan mendekap pinggangnya membuatnya kembali membuka mata. Dan terlihatlah Jongin yang tengah tersenyum manis kepadanya. Kyungsoo tidak menolak saat Jongin memeluk pinggangnya dan menariknya mendekati Jongin. bahkan Kyungsoo ikut menggeser tubuhnya semakin mendekat kearah Jongin dan meletakkan kepalanya didada bidang sang pria.
"kau lelah Kyung?" Kyungsoo menganggukkan kepalanya pelan dan beralih memeluk sang 'suami'. Jongin tersenyum melihat tingkah manja 'istri'nya itu dan memutuskan membelai rambut Kyungsoo sambil sesekali menciumi puncak kepalanya.
"istirahatlah dikamar Kyung"
"nanti saja. aku masih nyaman seperti ini" Kyungsoo semakin mempererat pelukannya dan semakin menenggelamkan kepalanya didada Jongin. Mencoba mendengar irama detak jantung Jongin yang menenangkannya. Jongin kembali tersenyum, tangan dan bibirnya masih setia membelai dan menciumi puncak kepala Kyungsoo.
"Kyung…"
"Ya?"
"boleh aku tidur denganmu malam ini?" Kyungsoo mendongakkan kepalanya kearah Jongin. Menatap tepat kearah sepasang mata onyx itu.
"kau… mengajakku tidur bersama?" Jongin mengangguk lalu tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan Kyungsoo.
"bolehkah?" Kyungsoo terdiam. Dia tengah memikirkan perkataan Jongin. Bukan. Dia bukannya mau menolak permintaan Jongin, tapi dia tengah memikirkan perkataan Jongin yang menurutnya terkesan mendadak. Selama 'pernikahan' mereka ini, Jongin tidak pernah mau sekamar dengannya. Alasannya tentu saja karna mereka bukanlah sepasang 'suami-istri' yang sesungguhnya. Dan Kyungsoo tidak pernah merasa keberatan dengan keputusan Jongin itu. Itulah sebabnya mengapa mereka tidur dikamar yang terpisah.
Dan sekarang. Pria dihadapannya ini mengajaknya tidur bersama. Berada dalam kamar yang sama. Berada diatas tempat tidur yang sama. Berada dibawah selimut yang sama. Berbagi tempat tidur juga berbagi selimut. Memikirkan hal ini membuat jantung Kyungsoo berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Memikirkannya membuat kedua pipi Kyungsoo menghangat.
Jongin masih mempertahankan senyumannya. Mata mereka masih saling menatap satu sama lain. Tangan Jongin yang sebelumnya mengelus rambut Kyungsoo, kini beralih mengelus pipi chubby milik gadis yang berstatus sebagai 'istri'nya ini. Perlahan tapi pasti, Jongin memajukan wajahnya kearah Kyungsoo. Jarak wajah mereka kurang dari dua centi lagi. Dan hidung mereka sudah saling menempel.
.
.
Chu
.
.
Tidak ada penolakan. Dan Kyungsoo mulai memejamkan matanya saat melihat sang 'suami' memejamkan mata. Lama Jongin menempelkan bibirnya diatas bibir lembut Kyungsoo. Dan jantung Kyungsoo semakin berdetak tidak normal saat merasakan Jongin mulai melumat bibirnya. Melumat bibir atas dan bawah Kyungsoo dengan sangat lembut. Kyungsoo merasakan ribuan kupu-kupu terbang didalam perutnya. Ini pertama kalinya mereka berciuman. Dan ini pertama kalinya Kyungsoo merasakan ciuman yang begitu lembut. Sarat akan nafsu. Dan Kyungsoo akui dia terbuai oleh ciuman 'suami'nya.
.
.
.
Lama mereka saling melumat. Sampai akhirnya kebutuhan oksigen yang membuat mereka memutuskan tautan tersebut.
.
.
Plop
.
.
Benang saliva terlihat dikedua bibir tersebut saat Jongin memutuskan kontak bibir mereka. Keduanya terengah dengan wajah yang memerah. Kyungsoo mengalihkan pandangannya kearah samping ketika Jongin memandangnya dengan penuh cinta?.
"Kyungsoo…" Jongin mengulurkan tangannya kearah bibir Kyungsoo. Mengusap sisa saliva mereka yang terdapat diujung bibirnya. Kemudian kembali mengusap pipi chubby gadisnya yang kini sudah bersemu merah. Posisi mereka masih sama seperti semula. Saling berpelukan. Kyungsoo mengalihkan pandangannya kearah Jongin. Lagi. Jongin kembali menatapnya dengan tatapan yang sama. Membuat Kyungsoo kehilangan akal sehatnya dan menginginkan laki-laki yang berstatus sebagai 'suami'nya ini.
"Kyungsoo…" lagi. Jongin kembali memanggil namanya. Membuat Kyungsoo kembali tenggelam dalam pesona pria yang memimpin Kim Corp itu dan memandangnya dengan pandangan sayu.
"Kyungsoo…" tangan Jongin yang memeluk pinggangnya mulai mengelusnya perlahan. Membuat Kyungsoo semakin terbuai dan tenggelam dalam lautan penuh gairah. Tangannya yang semula memeluk pinggang Jongin, kini beralih memeluk lehernya. Mengusap leher berbalut kulit coklat itu pelan. Membuat Jongin merasa sedikit geli.
"Kyungsoo…" Jongin mulai membawa tubuh mungil Kyungsoo keatas pengkuannya. Dan kini tangan yang semula mengelus pinggangnya beralih menyusup kedalam dress yang Kyungsoo gunakan. Mengelus paha putih milik wanitanya membuat Kyungsoo memejamkan matanya dan memeluk leher Jongin erat. Jongin semakin gencar mengelus paha dalam Kyungsoo. Bahkan dress yang saat ini masih digunakannya telah tersingkap memperlihatkan pakaian dalamnya yang berwarna senada dengan dress yang dia gunakan.
Kyungsoo menengadahkan kepalanya saat tangan Jongin membelai bagian intimnya. Membuat Jongin mengarahkan bibirnya kearah leher mulus Kyungsoo. Nafas Kyungsoo semakin tercekat saat Jongin mulai menghisap dan menggigit lehernya pelan namun cukup untuk menghasilkan sebuah tanda merah keunguan disana. Satu. Dua. Tiga. Jongin semakin gencar membuat tanda kepemilikannya disana. Tanda yang menunjukkan bahwa gadis dipangkuannya ini adalah miliknya. Mutlak miliknya walaupun hal tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
"Kyungsoo…" cara Jongin yang memanggil namanya membuat Kyungsoo semakin mabuk akan sentuhan-sentuhan yang diberikan Jongin kepada tubuhnya. Membuat Kyungsoo semakin panas dingin dan membuat Kyungsoo semakin menginginkan 'suami'nya ini.
Kyungsoo mendesah. Memanggil nama Jongin disetiap sentuhan yang diberikan pemuda itu. Menenggelamkan jari-jari lentiknya kedalam lautan surai hitam sang pemuda. Memanggil nama Jongin disetiap inci tubuhnya. Mengacak rambut itu seolah mengungkapkan betapa gilanya dia akan sentuhan Jongin.
Perlahan, Jongin meletakkan kedua kaki Kyungsoo kepinggangnya. Mengerti, Kyungsoo melingkarkan kedua kakinya dipinggang Jongin dan semakin erat memeluk leher sang pemuda. Jongin mulai mengangkat tubuh mungil itu dan membawanya kekamar Jongin. Yang mulai hari ini –atau mungkin seterusnya- menjadi kamar milik mereka berdua.
Dan malam itu. Jongin menyatakan bahwa Kyungsoo sepenuhnya miliknya. Jadi biarkan mereka menikmati saat-saat mereka sepenuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
HAI SEMUA… Aku kembali bawa lanjutan CM nih.. /nyengir gaje/ ada yang nunggu ga?
R : Engga ; A : /nangis diketeknya soo/
Maaf ya yang nunggu lama ff ini. Banyak kendalanya untuk melanjutkan. Dan maaf kalau saat ff ini kembali malah mengecewakan begini.
Ceritanya aneh ya? Gaje ya? Maaf deh.
Sebagai pemintaan maaf, aku akan update ff ini minggu depan.
Dan sekalian aku mau kasih tau, di chapter depan endingnya ya… jadi aku usahakan supaya panjang.
Big thanks :
Wu Sha Na, RaeMii, welcumbek, Kim Min Ah, BBCnindy, Brigitta Bukan Brigittiw, chocoDOnutKRISpy, ripkyung, OhSooYeol, , KkamCon Penjahat Fanfic, Riyoung Kim, I'am KaiSooShipper, kyeoptaegyo, kaikyungsoo, regitata, ghea. , fishyelf, yuliafebry, guest, liaonduts, Raein Ren, flawlessaliens, oneheartforsuju, , ulfarafida, , natal, bubblejoshite
Well, gemme review please #buing-buing bareng Tao
