Sorry for Typo.
Happy Reading
.
.
.
.
.
Seorang gadis tengah berkutat dengan wajan dan spatula. Tangannya bergerak lincah mengaduk bahan-bahan makanan yang tengah dimasaknya menjadi satu. Bibir mungilnya tak henti-henti menyenandungkan bait-demi bait kalimat yang kemudian tersusun menjadi sebuah lagu. Karna terlalu menghayati lagu yang dinyanyikan dan juga fokus yang seluruhnya tercurah pada makanan dihadapannya. Gadis tersebut tidak menyadari kehadiran seorang pemuda tampan berkulit tan yang tengah berjalan mengendap-endap -layaknya seorang maling- kearahnya.
.
.
Grepp
.
.
Sang gadis tersentak saat merasakan sepasang lengan kekar memeluk tubuhnya dari belakang. gadis itu menengok kearah kanan saat merasakan sesuatu menimpa pundaknya.
"Kai… kau mengagetkanku!" pemuda bernama lengkap Kim Jongin itu hanya tersenyum dan menyeruakkan kepalanya diperpotongan leher Kyungsoo. Menghirup aromanya sambil sesekali menciumi leher tersebut.
"Kai… hentikan. Kau membuatku geli." Jongin tidak mendengarkan ucapan Kyungsoo. Pria tersebut semakin gencar menciumi leher Kyungsoo yang –sejak semalam- sah menjadi miliknya –menurutnya-.
"Kaiii… oh ayolah. Aku harus menyelesaikan ini dulu. Memangnya kau tidak lapar eum?"
"aku lapar sayang. Aku sangat lapar dan tidak sabaran untuk-"
.
.
"memakanmu… fiuhh~" Jongin membisikkan kata terakhirnya ditelinga Kyungsoo kemudian meniup dan mengulumnya seduktif.
Kyungsoo yang terkejut karna tingkah spontan sang 'suami'pun melepaskan pelukan Jongin dan membalikkan tubuhnya. Setelahnya menahan kedua bahu Jongin saat melihat pemuda tersebut hendak memajukan wajahnya ke arah Kyungsoo.
"hentikan itu Kim Jongin! Aku harus menyelesaikan ini dan memberimu makan. Kalau tidak, kau akan terlambat berangkat ke kantor. Lagipula, bukankah semalam kau sudah melakukannya kepadaku Tuan Kim? Bahkan aku sampai lelah hanya karna meladenimu!" Kyungsoo mematikan kompor dibelakangnya dan mengalungkan kedua lengannya dileher Jongin. Tersenyum manis memandang pemuda dihadapannya. Sedangkan kedua tangan Jongin melingkar dengan manisnya di pinggang ramping Kyungsoo.
"bukankah sudah kukatakan bahwa aku 'lapar' sayang? Eum? Kenapa kau tidak juga mengerti? Kau lebih enak daripada bahan-bahan makanan yang sedang kau jadikan satu itu. Dan aku minta maaf soal semalam. Kau benar-benar nikmat dan membuat seluruh kesadaranku hilang baby. Dan aku benar-benar menginginkannya kembali sayang." Semakin menarik tubuh Kyungsoo mendekat ke arahnya dan menyatukan kening mereka. Kyungsoo tertawa kecil mendengar ucapan –atau mungkin gombalan- Jongin untuknya. Tapi tidak dapat Kyungsoo pungkiri, bahwa perkataan Jongin sukses membuat semburat merah tipis menghiasi kedua pipi Kyungsoo.
Melihat 'istri'nya tengah tersipu malu, membuat Jongin gemas dan tidak dapat menghentikan hasratnya untuk tidak mencium pipi gembil milik Kyungsoonya.
.
.
Chu
.
.
Perlakuan Jongin yang spontan, lagi-lagi membuat kedua pipi Kyungsoo memanas. Bahkan mungkin sekarang warna merah itu sudah menghiasi seluruh wajah Kyungsoo sampai ke telinga.
"K-Kai…"
"eum?"
"aniya… sudah sana kau menyingkir dan biarkan aku menyelesaikan membuat soondubu jiggae dan dakjuk ini dulu. Kau duduklah disana." Dengan perlahan Kyungsoo melepaskan dekapan Jongin dan kembali sibuk pada makanannya. Menyerah, Jongin pun mengikuti perintah Kyungsoo dengan menunggunya di ruang tengah.
Sambil menunggu Kyungsoo menyiapkan sarapan mereka, Jongin memilih meraih remote dan menyalakan TV mencari tayangan yang dapat membunuh rasa bosannya.
Sepuluh menit sudah Jongin menunggu Kyungsoo dengan menonton sebuah siaran televisi yang menampilkan siaran berita tentang bisnis favorite nya sampai akhirnya Jongin merasakan sebuah lengan melingkari lehernya dan sebuah bisikan ditelinga kanannya.
"semua sudah siap Jonginnie~ ayo kita sarapan. Aku mulai lapar." Jongin tersenyum saat mendengar Kyungsoo memanggilkan dengan sebutan manis seperti itu dan juga nada bicaranya yang terkesan manja. Dengan segera diraihnya remote TV dihadapannya dan mematikan televisinya kemudian berjalan ke arah dapur dengan merangkul pinggang Kyungsoo.
.
.
.
"hari ini kau sibuk Jongin?" kini Kyungsoo tengah membantu Jongin memakai dasi. Setelah mereka sarapan bersama, Jongin pun bergegas untuk bersiap-siap berangkat ke kantor. Ada pertemuan pagi ini dengan beberapa client dan rapat di sore hari dengan rekan bisnis ayahnya.
"eum… sepertinya ya karna aku akan bertemu dengan beberapa client serta ada rapat di Daegu pukul empat sore dan aku harus berkutat dengan beberapa dokumen hari ini. Why baby?"
"eoh? Aniya… hanya bertanya saja." Jongin menganggukkan kepalanya mengerti, sambil merentangkan tangannya saat Kyungsoo hendak memakaikannya jas.
"finish. Aigoo… my husband is very handsome." Jongin tersenyum, kemudian tangannya terangkat untuk mengusak rambut Kyungsoo.
"gomawo Soo…"
.
.
DEG!
.
.
Debaran itu. Kyungsoo belum pernah merasakan jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya karna mendengar panggilan itu. Ini bukan pertama kalinya dia mendengar panggilan kecil yang manis menurutnya itu. 'suami' 'suami' sebelumnya bahkan lebih sering memanggilnya dengan panggilan 'soo' ketimbang memanggil nama Kyungsoo. Tapi kenapa? Kenapa pemuda berkulit coklat dihadapannya ini mampu menghadirkan sensasi aneh namun menyenangkan dalam waktu yang bersamaan. Mampu membuat kerja detak jantung Kyungsoo dua kali lebih cepat dari biasanya? Kenapa… setiap sentuhan yang Jongin berikan padahal mempunyai efek yang berlebihan bagi tubuhnya.
Kyungsoo mengerti dan tau betul apa makna dari semua ini. Dan harus Kyungsoo akui bahwa gadis berusia 19 tahun ini menyukai semua efek yang diberikan Jongin pada dirinya.
.
.
.
.
.
Tok tok tok
"masuk!"
"permisi tuan. apa tuan memanggil kami?" Pemuda yang tengah berkutat dengan kertas-kertas dokumen dan laptop itu hanya bergumam sebagai jawabannya tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas itu.
"kalian duduklah dulu disana. Aku akan menyelesaikan ini sebentar lagi." Keduanya mengangguk dan berjalan ke arah sofa berwarna merah yang ada diruangan itu dan menunggu pria yang memanggil mereka itu menyelesaikan pekerjaannya. Tidak lama setelahnya, pria yang mereka tunggu tersebut menghampiri kedua tamunya dan duduk di sofa single didepan mereka.
"begini Tao-ssi, Chanyeol-ssi aku ingin kalian membantuku mengurus sebuah surat yang tidak boleh sampai diketahui siapapun. Termasuk kedua orangtuaku dan istriku."
"apa maksud anda tuan?" pemuda itu menghela nafas panjang sebelum akhirnya menghembuskannya dan menatap mereka dengan pandangan yang sulit diartikan.
"surat cerai. Aku ingin kalian mengurus surat ceraiku tanpa diketahui siapapun"
.
.
.
.
.
Ini sudah jam sepuluh lebih lima belas menit. Dan Jongin sama sekali belum pulang. Kyungsoo tau bahwa Jongin sibuk hari ini seperti yang dikatakannya tadi pagi. Tetapi walaupun begitu, Kyungsoo tetap setia menunggu pintu apartment mereka terbuka dan menampilkan sesosok pria tampan berkulit coklat datang menghampirinya dan memberinya sebuah pelukan hangat bahkan sebuah kecupan. Kyungsoo mungkin sudah gila karna menginginkan semua itu dari seorang pria yang sama sekali tidak pernah berlaku seperti itu padanya selama ini. Tetapi Kyungsoo tidak terlalu memperdulikannya dan tetap memantapkan hatinya bahwa Jongin akan melakukan hal itu padanya, mengingat sudah seberapa dekatnya mereka melakukan skinship.
Memikirkan malam itu membuat sekujur tubuh Kyungsoo mendadak lemas. Entah kenapa, setiap sentuhan Jongin ditubuhnya masih terasa sampai sekarang. Padahal Kyungsoo sudah pernah merasakan hal yang sama. Hanya saja saat ini benar-benar terasa berbeda. Kyungsoo belum pernah merasa se'dekat' ini dengan seorang pria.
Kini Kyungsoo benar-benar terlihat konyol. Berdiam diri dengan wajah yang memerah juga jangan lupakan senyumannya yang terlihat benar-benar bodoh. Terkadang ekspresi wajahnya terlihat lucu dengan kedua mata dan bibir yang membulat atau sudut bibirnya yang melengkung kebawah dengan wajah memelas. Terkadang juga Kyungsoo terkekeh kecil sambil menudukkan kepala dan menggaruk kepalanya –yang aku yakin tidak gatal-.
.
.
.
Benar-benar tenggelam dengan pikirannya tanpa menyadari seorang pria berkulit coklat tengah memandangnya dengan wajah yang menahan tawa. Kim Jongin. Pemuda itu sudah pulang sejak lima belas menit yang lalu, niatnya untuk beristirahat dan mendapatkan kehangatan dari sang 'istri' harus tertunda saat melihat seorang gadis tengah duduk disofa sambil memandang lurus kearah tembok. Jongin memperhatikan dengan seksama, wajah 'gadis'nya memerah seperti apel. Ekspresi wajahnya beragam, membuatnya terlihat benar-benar lucu. Terkadang tangan mungilnya menyentuh dada bagian kirinya ataupun menggaruk kepala dan tengkuk belakangnya. Bahkan Jongin melihat beberapa kali dia menghela nafas panjang ataupun berat.
Ingin rasanya Jongin terus memperhatikan 'aktivitas' baru sang istri, kalau saja gadis itu tidak mengalihkan pandangannya kesamping dan terkejut ketika menemukannya tengah memandangi wajah 'kegiatan' dengan tampang menahan tawa.
"astaga! Jongin! Sedang apa kau disana?!" Jongin benar-benar tidak dapat menahan tawanya lebih lama lagi.
"hahaha Soo… kau benar-benar lucu. Seharusnya aku yang bertanya, apa yang sedang kau lakukan malam-malam begini eum?" Kyungsoo mengerucutkan bibirnya, dia benar-benar merasa bodoh dan kesal dalam waktu bersamaan karna pemuda dihadapannya ini. Entah bagaimana bisa, Kyungsoo tidak menyadari keberadaan Jongin yang tengah duduk tepat disampingnya. Dan bodohnya lagi, Kyungsoo memikirkan kejadian malam itu sampai-sampai tidak menyadari bahwa ekspresi nya benar-benar menyedihkan dan memalukan.
"a-aniya… sejak kapan kau disini?" Jongin masih berusaha meredam tawanya. Dan Kyungsoo yang sudah mencapai batas rasa malunya pun mencoba mengalihkan suasana dengan bertanya. Dan Jongin yang mengerti dengan suasana ini pun memilih merangkul Kyungsoo mendekat ke arahnya dan memilih mencium puncak kepala Kyungsoo sebelum menjawab pertanyaan gadis dihadapannya.
"sejak lima belas menit yang lalu. Sejak kau memasang wajah seperti ini" Jongin melepas rangkulannya dan mempraktikan ekspresi wajah Kyungsoo yang memelas. Kyungsoo yang merasa sedang di ejek pun mencubit perut Jongin membuat pria berkulit tan itu mengaduh kesakitan
"aigoo… appoyo baby."
"biar saja. habis kau mengejekku tuan Kim! Dan wajahku tidak sejelek yang kau praktikan!" Kyungsoo melipat kedua tangannya dibawah dada dan mengalihkan pandangannya ke arah samping. Jongin kembali terkekeh dan tingkah manja Kyungsoo membuat pria tersebut beniat menggodanya.
"benarkah itu nona? Benarkah wajahku itu jelek? Kalau wajahku jelek, mengapa hatimu mengatakan 'oh my god! He's very handsome! Kyaaaa'"
.
.
Blush
.
.
Jongin kembali terkekeh. Dan Kyungsoo yang sudah benar-benar jengkel pun menghujani pria tampan itu dengan pukulan-pukulan ringan –menurut Jongin- disekujur tubuh sang pria. Membuat Jongin –lagi-lagi- berpura-pura mengeluh kesakitan.
"baik-baik. Aku akan berhenti. Jadi sekarang, berhentilah memukulku sayang. Nanti aku tidak tampan lagi. Dan nanti princess cantik dihadapanku tidak bisa menikmati wajah tampanku lagi. Kan sayang kalau begitu…"
Wajah Kyungsoo sudah benar-benar memerah sekarang. Entah menahan malu atau menahan marah. Yang pasti Kyungsoo tidak dapat menahan perasaannya untuk tidak berteriak dan Jongin –lagi-lagi- dibuat tertawa karna tingkahnya.
.
.
.
"KIM JONGIIINNNNNNN"
"hahahaha"
.
.
.
.
.
'Kriinggg kriinggg' 'kriinggg kriinggg'
Jongin terbangun ketika mendengar suara dering telpon mengganggu tidurnya. Dengan malas, dilepasnya pelukan Kyungsoo, meraih boxer dibawah tempat tidur dan bergegas mengambil telpon genggamnya didalam tas kerja yang ditaruhnya di sofa ruang tengah.
Merasa Kyungsoo kehilangan kehangatannya pun membuka matanya perlahan. Dan saat tidak menemukan sosok Jongin disebelahnya, Kyungsoo menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan berjalan keluar kamar.
"kau sudah mengurus semuanya?"
"…"
"benarkah? Kapan surat itu jadi?"
"…"
"baik aku mengerti. Tetap rahasiakan surat itu dari kedua orangtuaku dan Kyungsoo. Aku tidak mau orangtuaku tau hal itu."
"…"
"Aku yang akan memberitahu Kyungsoo. Mungkin hari ini aku akan membahas surat cerai itu."
.
.
DEG!
.
.
"Baik… aku tunggu kabar darimu lagi. Terima kasih Chanyeol-ssi"
Pik.
.
.
.
"K-Kyungsoo?"
.
.
.
.
.
TBC
Tadaaaaaa aku ga jadi buat end di chapter ini… XD
Maaf yaaaa hehehe
Aduh…. #lihat diatas
Kenapa begini ya? Maafkan saaaaaayyyyaaaaaa. Ini yang ada diotak saja. maafkan saya ya. Dan kali ini aku serius saat bilang chap depat ending XD
Kira-kira gimana menurut kalian nasib 'perkawinan' Kaisoo? Berakhir atau mereka kawin sungguhan?
Oh ya, disini ada yang baca Contract Marriage sama Summer Vacation ga? | R : Engga
Kalau ada yang baca. Silahkan vote, mana yang ingin aku lanjutkan lebih dulu. Aku ga bisa kalau lanjutinnya barengan XD. Jadi satu-satu dulu ya… setelah ini tamat. Aku bingung mau lanjutin yang mana dulu. Jadi mohon bantuannya yaaaa….
Vote to next FF : Contract Marriage or Summer Vacation
Balasan Review -sorry baru bisa balas sekarang- :
exindira : kekeke maaf ya buat nunggu lama buat ff abal begini :3. ini bagaimana? menurutmu ini konfliknya atau bukan? karna dari awal aku ga niat buat ada konflik yang ribet2 untuk Kaisoo di ff ini. fufufu. thanks for review. :)
Brigitta Bukan Brigittiw : aduh aku juga terhura ff ini bisa update. hiks.. hiks.. hiks.. nasib pernikahan mereka gimana yaaa... menurut kamu gimana? lanjut apa engga? kekeke. aku kira pas datingnya ga akan terasa feel nya. tapi ternyata terasa ya. berarti berhasil ya aku buat dating mereka? hohoho. thanks for review. :)
LeeYeon : aduh kamu heboh sekali deh.. hahaha. itu apa? aku juga ga tau XD. astaga kurang? aduh aku ga bisa buat mereka enceh-an disini. nanti diintipin kamu. mending aku aja doang yang liat /plak/. jujur? jujur apa? jujur kalau jongin suka aku begitu XD *peace*. kalau aku mau buat mereka berpisah gimana? abis aku iri sama Kyung sih. jadi mereka ga usah bersatu aja deh ya. hohoho. thanks for review. :)
ArraHyeri : iya gapapa kok. makasih ya udah sukain ff abal begini :'). thanks for review. :)
loveHEENJABUJA : Aduh jangan. kasihan tbc nya. kalau ga da dia, aku ga bisa buat kalian semua penasaran XD. Encehnya nyangkut? nyangkut dimana? tolong carikan ya.. aku ga tau lho dia nyangkut dimana. lol /plak/. iya gapapa aku maklumi kok ;) kekeke. thanks for review. :)
clouds06 : Iya udah sama-sama suka. thanks for review :)
oneheartforsuju : nyatain cinta? kayanya masih lama deh. Jongin harus nyatain cintanya dulu kepada saya :P /plak/. ini udah dilanjut. ga lama kan? ;). thanks for review. :)
bada93Lines : aduh aku juga gatau mereka ngapain didalam kamar /.\ intip aja kalau penasaran XD. LOL. thanks for review. :)
liaohuan : hahaha iya mungkin. mau meresmikan pernikahan mereka XD. Bagus untuk dio, ga bagus untuk saya :( nanti saya gimana kalau Jongin sama Kyung? /plak/. thanks for review :)
Raein Ren : aduh aku jadi malu nih buing-buingnya gagal XD. Makasih ya udah mau review tanpa saya harus buing-buing :D. Iya akhirnya ini ff bisa tercetus(?) juga. aku juga lega jadinya XD. HAHAHAHA... gatau itu kenapa aku malah buat Jongin manggil nama Kyung mulu. untung Kyung ga getok/nabok dia gara2 mempermainkannya dengan manggil2 nama dia mulu XD. thanks for review. :)
regitata : kan itu hobi aku. buat ff gantung biar bikin penasaran kalian semua XD. thanks for review. :)
love120193 : hehehe maaf ya mengecewakan kamu. aduh aku jadi merasa bersalah karna semuanya berharap enceh Kaisoo hahaha. hehehe iya aku semangat kok. tolong bantu vote ya buat menentukan ff yang dilanjut terlebih dahulu setelah ff ini ;). thanks for review. :)
yoo araa : makasih udah nunggu ff ini. thanks for review. :)
dokyungsoo21 : iya ga dijelasin. maaf yaaaa... nanti kamu bisa baca di Contract Marriage atau Summer Vacation kok :) tapi harus nunggu ff itu sampe scene enceh nya XD. Aduh aku jadi malu dibilang keren #lho? panas dingin? wah aku gatau kalau efek Jongin sampe bikin kamu panas dingin. hahaha. aku juga gatau kalau jongin kaya gitu XDD thanks for review. :)
.16 : jangan-jangan. gaboleh siapin kamera. itu urusan pribadi XD. iya gapapa kok. aku malah berterima kasih karna kamu udah mau review :). eum.. kalau itu aku belum tau. mereka lanjut atau berenti XD. silahkan tanyakan Jongin XD. thanks for review. :)
ghea. : kalau mereka dipisahin, Jongin sama aku. kamu tenang aja. /plak/. ahhh kamu gitu. kalau aku mau mereka bercerai bagaimana? fufufufu. iya ini udah lanjut kok. makasih ya dukungannya :). thanks for review. :)
yamanaka aya : belum tau nih mereka married sungguhan atau belum. Kaisoo belum ngomong2 sama saya :D. thanks for review. :)
HyoDin EXOstan : iya gapapa. thanks for review. :)
Insooie baby : kurang feel? aduh maafkan saya ya... nanti lebih diusahakan deh :). wah kalau ga disensor nanti kalian melihat aktivitas kaisoo. dan aku tidak merestuinya(?) lol. ini udah panjang belum? hehehe aku ga bisa tahan untuk tidak meletakkan tebece disana. ehehe. aaaa aku tidak bisa buat lemon :'(. thanks for review. :)
Akhir kata
REVIEW JUSSEYOOOOOOOOOOOOO
