"Byun Baekhyun, lihat saja. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja." Batin Chanyeol sambil menatap punggung Baekhyun yang sedang berlari menjauh darinya.


Baekhyun's POV

Aku berlari ke dalam Gedung Universitasku segera. Huh! Kenapa bisa aku bertemu namja mesum seperti dia. Dan lagi senyumannya yang mengerikan itu sungguh membuat ku merinding. Hiii~, Semoga saja aku tidak bertemu dengannya lagi.

Dan lagi aku tidak tau dimana ruang musik itu berada-_-. Astaga, karena bertemu namja itu saja aku lupa apa tujuanku yang sebenarnya. Sepertinya aku harus mencari Kyungsoo terlebih dahulu.

"BAEKHYUNNIEEEEEEEEEE!"

Tunggu dulu.. Aku kenal suara ini!

"DO KYUNGSOO!"

"AAAAAAA SAHABATKUUUU" Langsung kupeluk tubuh mungilnya yang tidak berbeda jauh mungilnya dengan tubuhku.

"Aku merindukanmu, Baekhyunnie.. hiks"

"Aku juga merindukanmu, Kyungiee.. Huweeeee" Dan kami kembali berpelukan dan menangis. Oh Tuhan aku merindukannya!

"Hush, Cup.. cup.. cup.. Uljima! Jangan menangis seperti itu, nanti oppa akan memberikan kalian eskrim strawberry!" Dan lagi, siapa namja hitam ini. Dan kenapa dia mengelus pantat Kyungieku!

"YAK NAMJA MESUM!" tanpa pikir panjang aku langsung memukulinya brutal dengan tasku yang tidak ringan ini. Ahahahaha tau rasa kau Namja hitam mesum! Berani-beraninya menggrepe temanku yang manis ini.

"Baekhyunnie! Cukup! Jangan pukul Jongin-oppa lagi~"

"Tapi, dia sudah menggrepe-grepe buttmu! Dia harus di beri pelajaran!" kataku sambil melanjutkan kegiatan mari-memukul-namja-mesum ini.

"Yak! Aku Namjachingu Kyungsoo jadi wajar saja kalau aku mengelus buttnya!"

"MWO!?"


Flashback

"Hmm, jadi namamu Do Kyungsoo ya?" Kyungsoo mengangguk sambil mengikuti jalannya Jongin yang agak lamban. Sepertinya hanya untuk mengulur waktu saja (Ahaha, dasar jongin modus -,-).

"Hmm.. Jadi, Kyungie.. Apa kau sudah memiliki namjachingu?"

Kyungsoo menggeleng, "Ani, aku tak pernah berpacaran oppa.."

Jongin menyeringai, 'Polos sekali..' batinnya.

"Hmm, kau mau mencoba berpacaran dengan oppa?"

"Memangnya berpacaran itu bagaimana rasanya oppa?" Kyungsoo tiba-tiba berhenti, dan menatap Jongin polos.

'Menggemaskan sekali' batinnya lagi.

Jongin mendekati Kyungsoo dan merangkul pinggangnya. Dan anehnya Kyungsoo tidak terganggu akan itu. "Tentu saja menyenangkan, kyungie."

"Hmm, Apa Kyungie akan dibelikan eskrim kalau pacaran sama oppa?" Jongin sweatdrop seketika mendengar tuturan yang kelewat polos dari gadis mungil itu.

"Ehm.. Tentu saja!"

"Kalau begitu Kyungie mau jadi pacar oppa~ :3"

'YES!' Jongin bersorak gembira dalam hati. Betapa beruntungnya Jongin mempunyai pacar sepolos Kyungsoo. Hanya dengan iming-iming eskrim Kyungsoo langsung menerimanya-_-. Ckck

End Flashback


"MWO!?"

"N-ne, Baekkie.." ujar Kyungsoo agak takut. Karena dulu sewaktu SMP, Baekhyun selalu menjaga Kyungsoo dari namja-namja mesum sekelasnya yang sangat suka meliriknya.

"Hmm.." Baekhyun menatap Jongin dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Dia benar-benar seperti byuntae, Kyungie. Apa kau dipelet sama namja hitam ini?"

"Ani.. Kata Jongin-oppa, dia akan membelikan aku eskrim kalau aku mau jadi yeojachingu oppa." Kata Kyungsoo dengan kelewat polos.

"M-mwo?" Baekhyun sweatdrop dan langsung melayangkan deathglarenya kepada Jongin. "Yak Byuntae! Berani-beraninya kau mengotori otak polos sahabatku! Awas saja sampai kulihat Kyungie menangis karenamu, kau akan ku mutilasi dan mayatmu akan kubuang ke Sungai Han!"

Jongin bergidik ngeri. Bisa-bisanya gadis pendek seperti Baekhyun semengerikan ini. Dan lihatlah kepalanya itu seperti mau keluar tanduk saja.

"Wow, wow, wow.. Tenang saja, bocah. Kyungie tidak akan menangis oleh ku. Paling hanya menjerit di bawahku."

"YAK BYUNTAE!"

"Diamlah manis, apa kau mau ku cium disini?" Suara itu membuat Baekhyun menegang seketika.

"Yo, Park Idiot!" seru Jongin melihat sahabatnya yang tinggi bak Namsan Tower itu sambil menoyor kepalanya (lagi).

"Aish, bisakah kau tidak menoyor kepala indahku ini Kim hitam!"

"Kepalamu sangat cocok untuk di toyor, Park. Sudahlah, ayo chagi kita pergi dari sini" Tanpa disadari Baekhyun, Kyungsoo dan Jongin sudah pergi dan meninggalkan Baekhyun dengan Park Chanyeol. Sepertinya Jongin dan Chanyeol bersekutu eoh?

"Kyungsoo?"

"Tidak ada kyungsoo, baby. Hanya ada kita berdua disini ." Bisik Chanyeol seduktif sambil memeluk pinggang ramping Baekhyun dan tangan yang satunya meremas butt kenyal Baekhyun.

"ngghh.. Y-yak! Mesum! L-lepaskan.. ahhh~" Baekhyun mencoba untuk melepaskan diri dari kekangan Chanyeol. Tapi sayangnya, tenaga Chanyeol jauh lebih besar dari Baekhyun. Chanyeol mencium leher putih Baekhyun, menghisap dan mengigit-gigit kecil lehernya.

"Eunghhh.. h-hentikan.." terlihat corak keunguan di leher Baekhyun. Dan Chanyeol menjauhkan wajahnya dari leher putih itu dan berbisik. "Kau milikku, Byun Baekhyun. Tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku." Chanyeol menyeringai.

Baekhyun memerah mendengar ucapan Chanyeol. Baru kali ini ada yang posesif dengan dirinya, ummanya saja pun tidak pernah. Ummanya hanya bekerja dan bekerja. Dan Baekhyun pun merasa ada kupu- kupu beterbangan di perutnya dan jantungnya berdetak cepat saat Chanyeol membuat kissmark di leher Baekhyun.

"Uhh, lepaskan aku!" Baekhyun tidak kuat lagi. Dia langsung melepaskan dirinya dari Chanyeol sebelum jantungnya meledak keluar.

Chanyeol tersentak melihat Baekhyun yang seolah salah tingkah. 'Dia... memerah?'


Baekhyun Pov

Uhh, ada apa denganku? Apa aku tekena penyakit jantung? Uh, Aku raba dadaku, aku bisa merasakan jantungku berdetak keras. Apakah aku sedang jatuh cinta? Beginikah rasanya? Mengapa sangat aneh.. Sepertinya untuk sementara aku harus menjauhkan diri dari Park mesum itu. Sebelum aku mati muda karena serangan jantung=_=

Aku berjalan terus di koridor. Aku melihat pintu yang bertuliskan "Music's Room" diatasnya. Akhirnya aku menemukan ruangan ini juga. Aku melihat ada seorang namja yang tersenyum didepan pintu sambil mempersilahkan para mahasiswa lain masuk ke dalam ruangan itu. Sepertinya pelajaran akan dimulai. Sebaiknya aku ikut masuk sebelum terlambat.

"Annyeong, ayo masuk. Sebentar lagi pelajaran akan dimulai. Duduklah dimana pun kalian suka." Namja itu tersenyum bak malaikat. Sudah bisa dilihat dari mahasiswi-mahasiswi yang terpesona dengannya dan melemparkan pandangan genit kepadanya. Ah, dasar murahan.

Namja itu menutup pintu ruang musik. "Nah, saya harap tidak ada yang dari kalian yang terlambat. Karena kalau kalian terlambat kalian tidak bisa mengikuti kelasku selama seminggu." Dia tersenyum kepada mahasiswa yang terbelalak kaget. Ternyata dibalik senyum malaikatnya itu terdapat sisi iblisnya juga-_-

SKIP

Akhirnya, berakhir juga kelas untuk hari ini. Cukup melelahkan untuk hari pertama. Tapi, aku belum melihat Kyungsoo hari ini? Ah, mungkin dia sedang bersama pacarnya yang hitam itu. Semoga saja temanku tidak diperawani dengan si mesum hitam itu =_=. Tapi, tak apa-apalah lumayan Kyungsoo sudah ada yang menjaganya sekarang.

"Aish, sudah siang sekali. Dimana Ahjussi Jung.."

Ahjussi Jung adalah supir ummaku. Aku tidak tahu mengapa ahjussi Jung bisa sangat lama sekali menjemputku hari ini. Biasanya ahjussi selalu tepat waktu menjemputku dulu sewaktu SMA, kok tumben sekali.

Tidak lama kemudian aku melihat Lamborghini Gallardo merah berhenti tepat didepanku. Dan kaca mobilnya diturunkan memperlihatkan seorang namja dengan menggunakan kacamata hitam dan memperlihatkan senyum (idiot)nya kepadaku.

"Hey, manis. Kita bertemu lagi. Mau pulang bersamaku?" Demi apapun, mengapa aku bertemu lelaki mesum ini lagi. Dan, mengapa aku merasa perasaan ini lagi. Oh Tuhan, aku yakin pipiku memerah saat ini.

"K-kau lagi! Maaf sunbae, aku sudah ada yang menjeput." Aku berusaha untuk mengontrol ekspresiku saat ini. Ku pasang muka datar dan melihat ke arah lain.

Dan dia turun dari mobilnya dan berjalan kearahku...


Chanyeol POV

Aku sudah tidak kuat lagi. Lihatlah ekspresinya yang sok datar itu. Byun Baekhyun sudahlah, kau tidak bisa melawan pesonaku ini. Aku keluar dari mobilku, dan berjalan kearahnya. Kalau dia tidak mau, aku harus menggunakan cara lain. Aku gendong tubuh kecilnya di punggungku. Dan dia berteriak, menjerit dan memukuli brutal tubuhku-_-. Aigoo, badan sekecil ini sakit juga pukulannya.

"YAK! TURUNKAN AKU PABBO! KAU MAU MATI HAH!? UH, RASAKAN INI MESUM!" katanya sambil memukuli punggungku ketika ku menampar buttnya. Hahaha, kenyal sekali.

"Kau seksi, Baekhyun. Hahaha, hari ini kau pulang bersamaku. Kata ummamu sih." Aku menyeringai dan memukul buttnya lagi. Ku gendong tubuhnya dan ku dudukan di kursi penumpang mobilku.

"Kau pasti berbohongkan!? Kau hanya mau memerkosaku saja! AAAAAAA SESEORANG TOLONG AKUUUU!" Sekarang dia menjerit lebih keras. Langsung saja ku mencium bibir mungil itu. Dan melumatnya ganas.

"Hmmppt-"

Normal POV

Chanyeol melumat bibir Baekhyun. Tanpa disadari Baekhyun, Baekhyun membalas lumatan itu dan mengalungkan tangannya dileher Chanyeol. Chanyeol bersorak senang dalam hati. Tangan Chanyeol berhasil meraih pintu mobil yang masih terbuka dan menutupnya. Dan sekarang tangannya beralih ke payudara Baekhyun dan meremasnya lembut.

"Eungghh.." Baekhyun melenguh. Tanpa pikir panjang, Chanyeol melesakan lidahnya kedalam mulut Baekhyun dan melilit lidahnya. Dan terjadilah pertarungan lidah diantara keduanya. Dan tentu saja pemenangnya adalah Chanyeol, dia sudah berpengalaman dalam urusan begini. Sementara itu. Tangan nakal Chanyeol masih saja meremas payudara Baekhyun tetapi sekarang terlihat lebih ganas dari sebelumnya.

Chanyeol merasakan pukulan kecil di dadanya. Sepertinya, gadisnya sudah kekurangan oksigen. Chanyeol menjauhkan wajahnya, dan melihat wajah Baekhyun yang memerah dan bibirnya yang sudah membengkak.

"J-jangan disini, .. nggh" Baekhyun menggigit bibirnya, membuat dirinya terlihat lebih seksi dan itu membuat nafsu Chanyeol bergejolak.

"Tenang saja, baby. Tidak akan ada yang melihat.." Chanyeol kembali meremas dada Baekhyun dan mencium leher Baekhyun. Chanyeol menghisap dan menggigit leher Baekhyun hingga tertinggal bercak merah-keunguan disekitar leher Baekhyun.

"Ssshh, J-jebal~" Baekhyun menangkup wajah Chanyeol. Dan menatap Chanyeol dengan tatapan puppy eyesnya(?) Chanyeol menahan hasratnya mati-matian. Dia melihat ke luar jendela mobilnya. Gedung yang menjulang tinggi, Chanyeol menyeringai.

"Baiklah, baby.. Kita lanjutkan ditempat yang lebih luas." Chanyeol mengelus pipi dan bibir Baekhyun yang membengkak. Dan dia langsung beranjak ke kursi pengemudi dan langsung menuju 'gedung' itu.

Baekhyun merasakan sesuatu yang bergejolak di hatinya. Dia mendapat firasat buruk, sepertinya sebentar lagi dia akan kehilangan keperawanannya.

To Be Continue...

Maafkan saya, para reader T-T

Alurnya sungguh berantakan T^T

Dan lagi chapter pendek T^T Maafkan sayaaaaa hiks, terlalu sibuk dengan sekolah dan lagi saya baru sembuh dari sakit T_T

Oh ya, untuk chapter selanjutnya ada yang mau saran? Kkk kalo ada yang mau, PM aja ya :3 kalo enggak line author aja id: gd_ulf :)

Dan lagi thanks buat yang udah review ya :* love you all x3

Jangan lupa..

Review dan Kritik dan Saran~ :3