"Baiklah, baby.. Kita lanjutkan ditempat yang lebih luas." Chanyeol mengelus pipi dan bibir Baekhyun yang membengkak. Dan dia langsung beranjak ke kursi pengemudi dan langsung menuju 'gedung' itu.
Chanyeol langsung menancap gas pergi ke gedung yang menjulang tinggi itu, dan tertulis diatas gedung itu "Cheol Grand Hotel". Chanyeol memberhentikan mobilnya di depan hotel itu. Dan Chanyeol menatap kearah Baekhyun dengan menyeringai mesum.
"Kali ini tidak ada tunda-tunda lagi, baby." Katanya dengan seduktif sambil mengelus paha mulus Baekhyun. Baekhyun merasa merinding mendengar perkataannya itu. Mau sekali rasanya Baekhyun meninju wajahnya yang mesum itu tetapi entah kemana perginya keberaniannya sehingga dia hanya dia dan menikmati saja perbuatan namja tinggi itu.
"Ngghh... mm" desah Baekhyun ketika merasakan tangan Chanyeol tidak hanya mengelus pahanya saja. Sekarang tangan Chanyeol mengelus kewanitaannya yang masih terbungkus oleh balutan g-string berwarna hitam.
"G-string? Selera yang bagus, sayang." Chanyeol menyeringai semakin lebar. Chanyeol mencium permukaan kulit leher Baekhyun dan tangan nakalnya mulai masuk kedalam kewanitaan Baekhyun dan mengerjai tonjolan kecil didalam situ.
"ngghh S-sunbaehh~ ahh.." entah keberanian dari mana Baekhyun mendesahkan nama Chanyeol ketika namja itu menekan tonjolan itu dan memasukan jarinya kedalam vagina Baekhyun. Chanyeol bersorak senang dalam hati dan semakin semangat untuk mengerjai vagina Baekhyun lagi.
Ketika Chanyeol hendak memasukan kedua jarinya kedalam vagina Baekhyun. Terdengar ketukan dari arah pintu mobil Chanyeol. Chanyeol menggeram ketika kegiatannya terganggu (lagi). Ketika Chanyeol membuka kaca mobilnya terlihatlah(?) seorang namja paruh baya dengan pakaian pelayan.
"Tuan Park, maafkan saya ehm mengganggu kegiatan anda." Ujarnya sambil mendehem ketika melihat ada seorang yeoja dengan keadaan agak berantakan(?) disamping Chanyeol. Dan Chanyeol melihat namja itu melirik kearah Baekhyun merasa terganggu dan merangkul tubuh yeoja itu protektif.
"Ya, sangat mengganggu, ahjussi" Katanya dengan datar kepada namja itu, membuat hawa disekitar itu menjadi agak gelap(?). Membuat namja paruh baya itu agak takut dengan boss mudanya satu itu.
"S-sepertinya anda harus memakirkan mobil anda dulu, tuan muda." Ujarnya gugup dan menelan ludahnya ketika melihat tatapan Chanyeol yang semakin tajam(?)
"Oh, baiklah. Ayo kita keluar, baby" Kata Chanyeol yang masih menatap tajam kearah namja itu dan membuka mobilnya. Sedangkan Baekhyun, dia hanya menuruti Chanyeol karena dia sudah merasakan hawa menyeramkan dimobil tadi.
Ketika Chanyeol keluar dari mobil, Chanyeol memberikan kunci mobilnya kepada pelayan itu dengan kasar. "Jangan menatap kekasihku, ahjussi tua." Katanya dengan menekankan kata kekasih kepada namja itu dan pergi menarik tubuh Baekhyun kedalam lobby hotel.
"Hah? Kekasih? Menatap? Apa maksudnya?" kata pelayan itu. "Ah masa bodoh." Lanjutnya lagi. Sebenarnya ahjussi tadi tidak sepenuh melirik Baekhyun. Lebih tepatnya dia melirik kepada isi mobil Chanyeol yang dilihatnya agak aneh(?). Ketika ahjussi itu masuk kedalam mobil itu dia melihat benda yang sedari tadi menarik perhatiannya. Dia melihat ke benda kuning yang mengintip dibalik laci kecil dimobil Chanyeol yang sedikit terbuka.
"Aku penasaran apa yang ada didalam laci ini." Kata namja itu kepada dirinya sendiri dan membuka laci kecil di mobil Chanyeol. Dan dia menatap horror benda kuning itu. Dan dia pun mengambilnya. Tertulis di kotak itu..
Durex
Select flavor
3 pack kondoms per pack.
Chanyeol merangkul Baekhyun masuk dalam hotel berbintang lima itu. Semua staff yang ada disitu menunduk melihat kedatangan Chanyeol. Yah, secara teknis Chanyeol adalah calon CEO perusahaan yang memegang saham dari hotel mereka. Dan ada juga yang kaget melihat Chanyeol merangkul seorang yeoja cantik. Baekhyun yang sedaritadi dilihati menelan ludah dan berharap supaya para staff tidak mengenalnya.
Terlihat wajah Chanyeol sumringah dari tadi, sudah bisa ditebak sepertinya dia sedang membayangkan wajah Baekhyun yang sedang mendesahkan namanya ketika junior besarnya menerobos lubang virgin Baekhyun. Tanpa Chanyeol sadari celananya mulai menyempit sekarang dan tangannya mulai menggerayangi bongkahan pantat Baekhyun.
"Y-yah! Pabbo! Jangan disini.." desis Baekhyun ketika tangan itu mengelus dan meremas pantatnya membuat para staff memandang kearah mereka, untung saja tidak terlihat karena tangan Chanyeol cepat-cepat ditepis oleh Baekhyun.
"Jeez, jangan galak-galak,Chagiya." Chanyeol mendengus kesal melihat kelakuan Baekhyun yang dingin kepadanya.
"Apa-apaan kau! sudah menculik ku kesini, melecehkanku dan sekarang dengan sembarangan memanggilku dengan panggilan yang menjijikan seperti itu" kesal Baekhyun sambil menggembungkan pipinya membuat Chanyeol gemas dan ingin memakannya.
"Bukankah kau yang bilang dengan wajah memerah seperti ini, jangan lakukan disini, sunbae~" Kata Chanyeol sambil mengikuti wajah Baekhyun ketika dimobil tadi. Membuat wajah Baekhyun memerah malu dan memukuli Chanyeol dengan pelan.
Chanyeol tekekeh "Lagipula kita tidak bisa kembali,baby. Kita harus melanjutkan kegiatan kita tadi." Chanyeol menyeringai dan kembali meremas pantat Baekhyun dan merapatkan badannya. Chanyeol menarik Baekhyun untuk memasuki lift dan memencet nomor 12. Chanyeol merapatkan badannya ke Baekhyun, mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun yang sedari tadi sudah merah. Tetapi, Baekhyun mendorong dada Chanyeol pelan.
"K-kita tidak bisa melakukan ini, sunbae."
"Wae? Bukankah tadi kau menginginkannya?"
"K-kita baru kenal.."
Chanyeol mengernyit heran. "Bukankah kau sudah mengenalku?"
"Aku hanya tau kau atasan eommaku, dan lagi pula kita tidak punya hubungan apa-apa.." Baekhyun menundukan kepalanya.
"Kalau begitu jadilah kekasihku." Chanyeol memegang tangan Baekhyun dan tangannya satu lagi untuk mendongakkan kepala Baekhyun untuk menatapnya.
"A-aku tidak tau, sunbae.."
"Jangan panggil aku seperti itu. Panggil aku Chanyeol oppa!" seru Chanyeol risih dengan panggilan itu.
"O-oppa... C-chanyeol oppa.. Aku tidak tau, aku tiba-tiba merasakan perasaan ini ketika oppa menyentuhku dan menatap mataku." Baekhyun kembali menundukkan kepalanya dan menutup mukanya.
Sementara Chanyeol tersenyum melihat kelakuan Baekhyun. Dan ketika Chanyeol hendak membuka suaranya terdengar dentingan bunyi lift diatas pintu itu sudah tertuliskan lantai 12, menunjukan bahwa mereka sudah berada dilantai yang dituju.
Chanyeol pun menyeringai dan menggendong Baekhyun ala bridal, tangan Baekhyun pun tergerak untuk memeluk tengkuk Chanyeol. Bisa dilihat sekarang saling berhadapan. Tatapan Chanyeol begitu dalam. "Itu artinya kamu mencintai oppa, baby."
Baekhyun memerah dan menundukan kepalanya menyembunyikan wajahnya didada Chanyeol. Chanyeol tampak tersenyum lebar dan mengeluarkan sebuah kartu kamar dan menggesekannya di pintu kamar itu. Chanyeol membawa tubuh mungil Baekhyun kedalam kamar, Chanyeol menurunkan Baekhyun dan menghimpitnya ke dinding.
"Sekarang saatnya kita melanjutkan kegiatan kita, sayang" Kata Chanyeol seduktif sambil menjilat telinga Baekhyun membuat sang empunya kegelian. Tangan Baekhyun pun tergerak untuk melingkar dileher Chanyeol membuat jarak mereka semakin menipis.
Chanyeol melihat respon Baekhyun langsung merengkuh tubuh mungil itu dan melumat bibir cherrynya dengan intens. Baekhyun pun membalas lumatan itu dan memejamkan matanya. Chanyeol menyeringai disela ciumannya dan kembali melumat bibir itu semakin ganas dan tangan nakal Chanyeol mulai meremas kedua bongkahan pantat Baekhyun yang masih dibalut dengan dress polkadot itu.
"Mmnnnhh..."
Baekhyun yang merasakan pergerakan di pantatnya(?) pun melenguh dan Chanyeol pun tanpa pikir panjang langsung melesakkan lidahnya kedalam mulut Baekhyun. Lidah Chanyeol mengeksplor semua benda yang ada didalam goa hangat itu. Dan setelah berapa lama Chanyeol merasakan pukulan kecil didadanya. Chanyeol melepaskan tautan bibir itu dan menatap kearah wajah yang memerah kehabisan nafas. 'so sexy..' Chanyeol membatin dan langsung menyambar kembali bibir merah yang membengkak itu dan kembali melumatnya, lebih ganas dari sebelumnya.
Baekhyun yang terkesiap dengan perlakuan Chanyeol yang tidak terduga itu refleks membuat bibirnya terkatup rapat, namun seiring jalannya waktu(?) Baekhyun bisa mengimbangi permainan panas Chanyeol.
Tangan nakal Chanyeol sekarang sudah berada di zipper dress Baekhyun. Chanyeol menurunkan besi kecil itu dan melepaskan dress yang menurutnya mengganggu kegiatannya. Dan tanpa Baekhyun sadari badannya sekarang hanya tinggal tertutupi bra hitam dan g-stringnya saja.
"Ngghh.. Chanhh.. yeolliehh o-oppaa.." Bibir Chanyeol yang tadi menyesapi bibir cherry itu sekarang menurun ke perpotongan leher Baekhyun yang mulus. Chanyeol mencium, menghisap dan menggigit leher mulus itu dengan penuh nafsu. Membuat tanda berwarna merah keunguan yang terlihat jelas di leher Baekhyun. Chanyeol terus menciumi leher mulus itu, menciptakan banyak tanda disitu.
"Eungghhhh... akhhhhh... yeollie-o-oppaahh..." Desahan Baekhyun yang seksi itu membuat birahi Chanyeol semakin memuncak, dengan tidak sabaran Chanyeol membuka kaitan bra Baekhyun hingga menimbulkan gundukan besar dan kenyal Baekhyun yang menggiurkan itu. Chanyeol menatap payudara itu dengan tatapan lapar membuat Baekhyun memerah malu.
"O-oppa.. Jangan dilihat begitu... Aku malu.." Baekhyun memerah dan Chanyeol terkekeh melihat ekspresi manis kekasih mungilnya itu.
"Kau sexy, Chagiya. Tidak perlu malu.." Chanyeol tersenyum menatap Baekhyun dan kembali meremas payudara berisi itu. Sementara tangan kiri Chanyeol meremas payudara kiri Baekhyun, Chanyeol mengulum payudara kanan Baekhyun dan sedikit menggigit nipplenya. Chanyeol menghisap puting kecoklatan itu dengan penuh semangat membuat Baekhyun melenguh.
"Nggghhh oppaahh.. i-inihh nikmathh ahh.." Chanyeol merasakan tangan Baekhyun menekan kepalanya untuk menghisap payudaranya lebih lagi. Chanyeol pun mengemut payudara itu lebih kencang dan sesekali mengigit lubang kecil yang ada diputingnya berharap ada susu keluar dari situ(?)
"Ahhhh yeahh oppaahh.." lenguhan Baekhyun terdengar semakin seksi sekarang. Membuat Chanyeol ingin langsung ke permainan inti. Chanyeol menggendong tubuh Baekhyun sambil mengemut payudaranya tentunya. Kaki Baekhyun dilingkarkannya di pinggangnya. Chanyeol membawa tubuh itu dan menghempaskannya diatas kasur empuk berukuran queen size itu dan menindih tubuh Baekhyun.
"O-oppa curang!" Baekhyun yang sekarang mulai tersadar (atau mungkin belum terlalu sadar) melihat Chanyeol yang masih berpakaian lengkap sedangkan dia sudah hampir naked merasa tidak adil.
"Oppa belum naked sepertiku.." Chanyeol menyeringai melihat Baekhyun yang sepertinya mulai agresif. "Kalau begitu bukakan, sayang."
Chanyeol merebahkan badannya dan mengangkat tubuh mungil Baekhyun yang terasa begitu ringan keatas tubuhnya. Chanyeol menundukan pantat Baekhyun tepat diatas daerah selangkannya. Sehingga Baekhyun bisa merasakan tonjolan besar dipantatnya yang berusaha menusuk(?) masuk kedalam holenya.
"O-okay, oppa.." Baekhyun menganggukan kepalanya. Mungkin sekarang akal sehatnya sudah tertutupi oleh nafsu. Sehingga dia menurut saja terhadap semua perintah Chanyeol, atau mungkin akal sehatnya sudah ditutupi oleh cinta? Author pun tidak tau.
Baekhyun pun membuka satu-persatu kancing kemeja Chanyeol memperlihatkan otot perut Chanyeol yang terbentuk sempurna membuat Baekhyun kembali terpesona. Sementara Chanyeol menatap wajah Baekhyun sambil menahan nafsunya, karena sedari tadi butt Baekhyun yang tidak mau diam saat ia membuka kancing Chanyeol. Ketika Baekhyun hendak membuka celana hitam Chanyeol, Chanyeol langsung menghentikan kegiatan Baekhyun.
"Jangan pakai tangan, baby. Gunakanlah bibir dan gigi mu, little oppa akan senang hati jika disambut dengan bibirmu yang sexy itu, sayang." Ujar Chanyeol seraya mengelus surai coklat Baekhyun. Baekhyun pun menurut saja, walaupun dia tidak yakin bisa atau tidak karena bisa dilihat celana Chanyeol sekarang sangat ketat karena tonjolan besar yang melunjak seperti ingin keluar itu membuat Baekhyun kurang yakin.
Baekhyun pun menurunkan zipper celana Chanyeol dengan menggigitnya. Dan menurunkan celana dalam Chanyeol menggunakan bibir mungilnya. Dan Chanyeol yang menonton kegiatan Baekhyun itu menahan nafasnya. Dia sangat-sangat bernafsu sekarang melihat seorang yeoja sexy sedang berusaha membuka celananya menggunakan mulutnya.
Ketika Baekhyun membuka celana dalam Chanyeol terlihatlah batang penis raksasa Chanyeol yang sungguh sangat besar. Baekhyun menelan ludahnya dengan kasar. 'Apa ini muat? Ini besar sekali.. seperti kaleng coke diet milik umma, hanya saja lebih panjang.. aigoo bisa-bisa vaginaku robek.." batin Baekhyun dan mulai membayangkan yang tidak-tidak.
"Wae? Terpesona dengan little oppa yang big size ini eum?"
"A-apakah ini muat, oppa..?"
"Tentu saja, baby. Karena little oppa pasti akan muat di rumahnya sendiri, sayang."
Chanyeol merubah posisinya menjadi menindih Baekhyun. Chanyeol menatap Baekhyun dengan intens dan tangan kirinya melepaskan g-string Baekhyun. Chanyeol mengelus kewanitaan Baekhyun dan menggesekan tonjolan kecil di vagina Baekhyun.
"Ngghhhh o-oppaahh.. uhh .."
"Oppa akan melakukannya dengan sekali sentak. Jadi kalau sakit cakar saja punggung oppa, ne?"
"Andwae! J-jangan langsung di – Akhhhhh!"
Tanpa mengubris teriakan Baekhyun, Chanyeol langsung saja memposisikan penis raksasanya itu ke vagina mungil Baekhyun dengan sekali hentakan. Sontak Baekhyun langsung menjerit kesakitan. Terlihat darah segar mengalir merembes keluar vagina Baekhyun, bertanda kewanitaannya sudah diambil oleh seorang Park Chanyeol.
"Akkhhh.. appooohh... Ngghhh.. keluarkan benda ituu!"
Baekhyun menjerit kesakitan. Sedangkan Chanyeol merasa bahagia ketika merasakan sesuatu didalam sana sudah dirobeknya. Dia tidak menggubris rintihan sakit dari yeoja dibawahnya itu. Dia mulai menggenjot vagina Baekhyun dan menghentakkannya dalam hingga mencapai g-spot Baekhyun.
"Ahhhh-ahhh there! Akhhh disitu o-oppaahhh! Hit that spothh again! Akkhh Akkhhh.."
Baekhyun semakin mendesah dengan liar dan membuat Chanyeol semakin bersemangat menggenjot vagina Baekhyun. Genjotannya yang semula teratur sekarang menjadi terkesan lebih kasar dan brutal. Chanyeol menghentakan penisnya kedalam vagina Baekhyun cepat membuat sang yeoja meracau.
"Akhh.. angghh ahhh o-oppaahh yesshhh.. ahhhh fuck! Akhhh"
"Damn Baekkie, Kau begitu seksi sekarang akhhh lubangmu sangat sempit sayanghh.."
Chanyeol pun ikut mendesah, merasakan penis besarnya di urut dan dihisap oleh lubang sempit Baekhyun. Tangan Baekhyun menarik tangan Chanyeol yang sedang menumpu berat badannya ke payudaranya, menuntun untuk meremas payudara itu.
"Ahhhh.. o-oppaa remashhh... ahhh ahhh"
Chanyeol pun mengerti dan meremas payudara Baekhyun dan sesekali memelintirnya. Dan jangan lupa Chanyeol yang masih semangat menggenjot vagina Baekhyun membuat yeoja itu semakin mendesah tak karuan.
"Ahhhh.. Ahhh... Yeolliehh oppahhh... ngghh.. A-aku mau keluarhhh ahhh.."
Baekhyun semakin menggeliatkan badannya merasakan kenikmatannya akan berada dipuncak sebentar lagi. Chanyeol yang menyadari bahwa Baekhyun akan orgasme pun mempercepat genjotannya.
"Akhhhhhhh Chanyeol oppahhh!"
Baekhyun membusungkan badannya dan menyemburkan cairan orgasmenya membuat vaginanya semakin licin dan mudah buat dimasuki Chanyeol.
"Oppa belum sayang. Ayo kita ganti posisi."
Chanyeol menyeringai menatap Baekhyun yang terengah-engah dan membalikan tubuh Baekhyun menjadi menungging tanpa melepaskan penisnya dari dalam vagina Baekhyun.
"Ahhh.."
Desisnya saat merasakan penisnya seperti dipelintir di dalam vagina sempit Baekhyun. Sedang Baekhyun hanya menggigit bibirnya tidak sanggup menahan hasratnya yang kembali memuncak.
Sepertinya ini akan menjadi hari yang sangat panjang buatnya..
To Be Continue..
Annyeong Readers-nim!
Seneng banget akhirnya nyampe 2k xD
Maafkan saya karna sebelumnya pendek sekali T_T
KKKK DAN APA ITUUU!? /tunjuk nc ChanBaek/? Ekekekek, aku sampe gemetaran nulisnya tau gak =_=wkwk
Ngomong-ngomong, buat yang kemaren ngereview tentang konfliknya Chanbaek itu masih belum keluar, mungkin akan keluar chapter depan eheheh xD
Sebenernya ini genrenya komedi,romance. Jadi gaada sedih-sedihnya/? Ini ketawa dan seneng semua kok xD jadi jangan khawatir akan appa dan umma ChanBaeknya xD
Dan, aku juga berterimakasih buat semua yang udah review dan menjadi readers tetap wkwk. Dan juga buat yang udah follow/favorite aku ucapkan terimakasih bangeetttttt.
KKKK, sorry ya author kurang ahli dalam membuat ps.-. jadi segini dulu ya buat chapter ini
Dan jangan lupa..
Review dan Kritik dan Saran~ :3
