MEMORIES

Chp. 6

©Sansan Kurai

2014


"Cepat bawa Henry ke UKS!"

Heechul terdiam di depan pintu menuju atap sekolah. Ia bisa melihat bahwa kini Hankyung tengah berusaha menggendong Henry yang tengah pingsan dan...

"Astaga! Apa yang terjadi padanya?" tanya Heechul saat melihat begitu banyak darah diwajah serta tangan Henry.

"Jangan sekarang, kita selamatkan dia dulu," ucap Yesung. Dan mereka pun segera membawa Henry pergi dari sana.


"ALEXANDER!" raung Eunhyuk di depan kelas 2-D. Murid-murid yang berada di kelas pun menolehkan kepalanya dan menatap Eunhyuk ingin tahu.

"Apa?" tanya Alexander.

Alexander yang duduk dibangku paling belakangpun berdiri dan berjalan mendekati Eunhyuk. Tanpa mengucapkan apapun, Eunhyuk mencengkeram kerah seragam Alexander dan kelakuannya itu membuat teman sekelas Alexander geram.

"Hoy! Apa yang kau lakukan!" bentak seorang teman Alexander.

"Kau yang melakukannya pada Henry, kan?" desis Eunhyuk. Alexander nampak menyeringai mendengar pertanyaan Eunhyuk.

"Melakukan? Melakukan apa?"

"JANGAN PURA-PURA BODOH!" raung Eunhyuk sembari mengguncang tubuh Alexander.

"Eunhyuk.. hentikan.."

Zhoumi tiba-tiba masuk ke kelas itu dan menarik tangan Eunhyuk agar melepas cengkeramannya pada kerah seragam Alexander. Zhoumi memeluk Eunhyuk dari belakang untuk mencegah Eunhyuk bertindak kasar pada Alexander.

"LEPASKAN AKU! ANAK INI PERLU DIHAJAR ZHOUMI!" raung Eunhyuk.

"Kau tak punya bukti bahwa dia yang membuat Henry pingsan," ucap Zhoumi sembari berusaha menenangkan Eunhyuk. Namun sepertinya Eunhyuk sudah terlanjur emosi. Ia sama sekali tak mau mendengarkan ucapan Zhoumi.

"Aku tak perlu bukti Zhoumi! Sudah pasti dia pelakunya!" geram Eunhyuk sembar berusaha melepaskan diri dari Zhoumi.

"Tak perlu bukti? Berarti kau memfitnahku, Hyuk.." ucap Alexander. "Cari buk—"

"Hyuk! Zhou!"

Alexander, Eunhyuk, Zhoumi dan juga seluruh murid yang ada di kelas itu menolehkan kepalanya kearah pintu masuk yang berada di depan. Disana kini berdiri Heechul, Siwon serta Kangin.

"Kita perlu mencari Leeteuk.." ucap Kangin sembari menganggukkan kepalanya sekali.

"Sekarang!" imbuh Heechul saat tak ada pergerakan dari Eunhyuk maupun Zhoumi. Eunhyuk mengalihkan tatapannya ke Alexander.

"Akan segera ku hancurkan kau!" desis Eunhyuk sembari melepaskan tangan Zhoumi dari tubuhnya dan berjalan pergi dari tempat itu. Tanpa mengucapkan apapun, Zhoumi mengikuti langkah penuh amarah Eunhyuk.

"Kau tak ada bukti dan kau tak bisa menghancurkannya.." ucap Siwon sembari berjalan cepat meninggalkan kelas 2-D.

"Aku pasti akan menghancurkannya!" ucap Eunhyuk. "Dan dimana Leeteuk hyung?"

"Tak ada dimanapun," jawab Heechul. "Dan kita benar-benar perlu mencarinya. Diluar matahari sangat terik dan itu dapat membunuhnya."

"Yang lain sudah mulai mencari," ucap Siwon.

"Lalu Henry?" tanya Eunhyuk.

"Kyuhyun dan Ryeowook tengah merawatnya sekarang," jawab Heechul.

"Kalau begitu kita berpencar," saran Eunhyuk dan ia pun memisahkan diri dengan yang lain. Yang lain pun saling menganggukkan kepalanya lalu mulai berpencar.


"Kyu, bagaimana ini? Darah dari kepala Henry tak mau berhenti," ucap Ryeowook sembari menekankan kapas ke luka dikepala Henry dan tangannya kini telah berlumuran darah, begitu juga dengan Kyuhyun.

"Kita perlu membawanya ke rumah sakit," ucap Kyuhyun sembari menatap Ryeowook. Ryeowook menganggukkan kepalanya.

"Aku akan mencari taxi."

Ryeowook segera keluar dari ruang UKS. Meninggalkan Kyuhyun dan Henry yang masih tak sadarkan diri.

"Kau harus tetap hidup, Henry.." bisik Kyuhyun sembari menatap sendu Henry. Dengan sangat pelan Kyuhyun merengkuh tubuh Henry dan membawanya kedalam gendongannya. Tak dipedulikannya seragamnya yang kini terkena tetesan darah dari kepala Henry yang terluka.


"Jangan bilang kali ini kau nekat lagi, Leeteuk hyung.." batin Eunhyuk sembari terus berlari menuju gerbang sekolah yang pastinya kini tengah tertutup rapat.

"Maaf Pak Satpam, apa Anda melihat Leeteuk hyung?" tanya Eunhyuk.

"Tak ada yang keluar dan masuk, Nak dan kau seharusnya ada—hey! Tunggu!"

Eunhyuk telah berlari meninggalkan Satpam yang menjaga pintu gerbang. Dengan tergesa Eunhyuk berlari ke halaman belakang sekolah. Beruntunglah ia karena jam pelajaran telah dimulai dan ia bisa bebas berlari tanpa harus meminta orang lain untuk menyingkir.

"Pergi kemana kau hyung!" geram Eunhyuk seambil mengedarkan pandangannya ke seluruh pelosok halaman belakang sekolah. Ia terengah dan berkeringat. Namun itu tak berhenti untuk berkeliling halaman belakang yang luas dan ditumbuhi pepohonan itu.

"Hyuk!"

Panggilan itu membuatnya berhenti dan mencari sang sumber suara. Tak jauh darinya, Hankyung tengah menatapnya. Wajahnya nampak pucat dan itu membuat hatinya mencelos. Segera Eunhyuk berlari mendekati Hankyung.

"Ada ap—"

"Kita berangkat ke rumah sakit.." potong Hankyung.

"Hah?" tanya Eunhyuk tak mengerti.

"Henry perlu dibawa ke rumah sakit dan.. Yesung—"

"Kita pergi!" tegas Eunhyuk sembari berjalan mendahulu Hankyung. Sejenak Hankyung menundukkan kepalanya, jemarinya terkepal erat. "Hankyung hyung!"

Hankyung mendongakkan kepalanya, dihadapannya Eunhyuk tengah berdiri sembari menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Tangannya gemetar dan ada sebuah ponsel disana.

"Kita tak boleh kehilangan keduanya.." isak Eunhyuk. Melihat Eunhyuk yang seperti itu, Hankyung pun mendekatinya dan menarik Eunhyuk kedalam pelukannya.

"Mereka akan baik-baik saja, kau percayakan?" bisik Hankyung. "Sekarang lebih baik kita menyusul mereka.

Tanpa banyak bicara, keduanya segera berlari keluar sekolah. Sekali lagi, mereka tak memikirkan sekolah mereka. Yang ada dipikiran mereka adalah teman-teman mereka, keluarga mereka yang kini tengah berjuang untuk hidupnya.

"Hyung.. Henry.. bertahanlah.." batin Eunhyuk sembari mengusap buliran air mata yang mengalir dari sudut matanya.


"Ruang berapa?" tanya Eunhyuk pada Hankyung. Keduanya tengah berlarian di lorong rumah sakit.

"Tak tahu.. aku berusaha menghubungi sal—"

"Itu!" tunjuk Eunhyuk. Hankyung pun mengikuti arah telunjuk Eunhyuk dan ia mendesah lega kala melihat penghuni Light House tengah berdiri tak jauh dari tempatnya sekarang. Mereka berdua pun segera menghampirinya.

"Siapa yang ada di dalam?" tanya Eunhyuk sembari menunjuk ruangan bertulisan UGD.

"Henry.." jawab Kyuhyun. "Pendarahan dikepalanya cukup parah dan ia segera dibawa ke ruang itu beberapa saat setelah dicek oleh seorang dokter.

"Leeteuk hyung?" kejar Eunhyuk.

"Ada di ruang yang lain.. Yesung, Donghae dan Zhoumi yang menungguinya." Kali ini Heechul yang menjawabnya.

"Separah.. apa?" tanya Eunhyuk. Mereka semua terdiam, tak ada yang menjawabnya. Eunhyuk pun paham arti diam mereka. Mereka juga sama-sama tak mengetahui keadaan Leeteuk.

"Apa sudah ada yang memberitahu kedua orang tuanya?" tanya Hankyung.

"Aku sudah mencobanya, tapi keduanya tetap tak bisa dihubungi," jawab Shindong.

"Apa mereka benar-benar tak peduli dengan anak mereka!" desis Siwon.

"Mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka dan itu membuat mereka tak peduli dengan keadaan Leeteuk," sindir Heechul. "Bahkan selama ini mereka tak pernah menanyakan bagaimana keadaannya. Orang tua macam apa mereka itu!"

"Sudahlah, kau marah-marah pun juga tak ada gunanya," sahut Yesung.

"Yesung! Bagaimana keadaan Leeteuk?" tanya Kangin saat melihat Yesung tengah menghampiri mereka. Yesung pun menggelenggkan kepalanya.

~to be continued~


memories update lagi..
lama ya? dikit ya?
ayo protes... protes.. :3

hmm..
dari pada dipake buat protes, mendingan dipake buat review deh.. *plakk*

hhe... cuma bisa bilang maaf karena updatenya lama dan nanggung dan nggak bermutu banget.. *plakk*

okey..
cuma segitu yang bisa saya update..
dan hanya tertinggal 1 chapter lagi (mungkin)
updatenya kapan? ditunggu aja deh ya..

hoho...
jadi jangan protes-protes...
okey?
saya tetap mengerjakan fanfic ini kok walau sangat terlambat..
tapi yang terpenting saya tetap melanjutkan fanfic ini hingga FIN, kan?

karena feel saya sudah menghilang dengan fic ini..

dan saya juga sudah tidak mengikuti perkembangan Super Junior..
walau... yah... saya masih tau apa yg sedang mereka lakukan...
kemarin habis ada yg ke Jakarta kan? Ryeo sama Kangin...
hohoho...
taulah.. tau...
tp hanya sebatas tau saja sekarang...
karena saya seorang Angels bukan ELF...
jd saya jarang mengikuti perkembangan Super Junior...
jd feel saya sedikit menghilang untuk Super Junior... *plakk* *apa2an ini*

sekarang saya kembali lagi ke jejepangan...
hohoho... mereka selalu bisa membuat saya tertarik dan kembali jatuh cinta pada mereka..
para ikemen! xD
sugee na... hohoho...

Cukup!
segitu saja sesi curhatnya...
sekarang...
tugas kalian hanya tinggal meninggalkan jejak..

nee... ;)