note : sepertinya ini pertama kalinya saya membuat note diawal. yah, saya hanya ingin perhatian kalian sebentar. dengan segala ocehan saya dichap. kemaren sepertinya ada yang salah mendeskripsikan..
hmm... jadi begini.. bukannya saya pindah fandom.. dari dulu saya memang bukan E.L.F.. saya ini hanya seorang fans Super Junior.. saya lebih senang menyebut diri saya Angels karena saya memang hanya memperhatikan Jungsoo di Super Junior.. dan untuk Jepang2an, dari kecil saya memang sudah terjun didunia jepang2an bahkan sudah mengikuti berbagai macam even jejepangan.. vakum dari kegiatan jejepangan sejak 2010 dikarenakan pekerjaan... dan tahun ini saya akan mulai lagi aktif didunia jejepangan..
nah.. karena saya sudah cuap2 disini, saya akan lanjutkan saja..
fanfic ini memang sudah akan FIN dan chp.7 ini adalah chap terakhir untuk memories.. sangat disayangkan? mungkin juga, karena sesungguhnya saya sedikit kecewa dngan respon fanfic ini.. sekali lagi saya tegaskan, saya tidak mengumpulkan banyak review karena saya tak peduli dengan review.. itulah sejujurnya..
kalian bisa lihat sendiri berapa banyak review yg saya terima difanfic ini.. jika saya mementingkan review dan hanya melihat review yg hanya segelintir, saya TAK AKAN melanjutkan fanfic ini.. jadi, jangan judge saya sebagai penulis yg membutuhkan banyak review..
saya suka menulis.. dan otak saya selalu dipenuhi imajinasi.. apa yg saya suka dan lihat selalu bisa menjadi bahan untuk menulis fanfic.. just like High School.. Final Zone.. etc..
saya mengucapkan banyak terima kasih yg menyadari fanfic saya masih banyak sekali kekurangannya.. karena memang begitulah adanya.. saya suka menulis tp saya tak tahu menahu tentang tulis menulis.. saya juga tak tahu aturan2nya.. jadi, terima kasih yg sudah menyadari segala kekurangan difanfic saya..
nah, untuk behind story dari MEMORIES.. saya pikir kurang etis jika saya posting disini.. saya akan mempostingnya di PAGE.. jika yg ingin tahu silahkan lihat disana..
baiklah. sekian cuap2 dari saya.. sekarang.. silahkan nikmati chapter terakhir dari MEMORIES ;)
Memories
Chp. 7
©Sansan Kurai
2014
Seminggu telah berubah menjadi sebulan. Henry yang telah melewati masa kritis pasca operasi dan telah beristirahat cukup pun esok sudah diperbolehkan untuk pulang. Henry hanya tinggal menunggu luka-lukanya mengering.
"Henry, makanlah.. aku sudah mengupaskan buah-buahan untukmu," ucap Yesung sembari menyodorkan piring yang berisi buah jeruk, apel dan juga anggur. Henry hanya meliriknya lalu kembali menatap keluar jendela. Yesung mendesah pelan melihat sikap Henry.
"Makanlah sesuatu Henry, besok bukannya kau sudah boleh pulang? Bagaimana jika Dokter tak mengijinkanmu pulang besok? Ayolah.. makanlah sesuatu.." pinta Sungmin.
Henry kembali menolehkan kepalanya pada seluruh penghuni Light House yang sore ini datang mengunjunginya.
"Aku sedang tidak ingin hyung," ucap Henry datar.
"Sampai kapan kau akan seperti itu," gumam Kyuhyun pelan, namun gumaman Kyuhyun itu masih mampu didengar oleh semuanya bahkan Henry.
"Sampai... aku merasa mampu memaafkan diriku sendiri," jawab Henry sembari menundukkan kepalanya.
"Bukankah kami sudah mengatakan padamu bahwa kematiannya bukanlah kesalahanmu!" bentak Eunhyuk.
"Eunhyuk! Tenanglah!" pinta Heechul. Henry mendongakkan kepalanya lalu menatap Eunhyuk agak lama dan kembali mengalihkan tatapannya keluar jendela.
"Jika Leeteuk hyung tak bertemu denganku, maka kejadian ini tak akan terjadi.." gumam Henry. "Seharusnya aku tak meng-iyakan saat Leeteuk hyung dan kalian memintaku untuk ikut tinggal bersama dengan kalian.. seharusnya aku menolak saat itu.. seharusnya saat itu aku tak datang ke ruang musik agar aku tak bertemu dengan Leeteuk hyung.. jika aku tak melakukan semua itu, pasti Leeteuk hyung tak akan meninggal.."
Semua terdiam mendengarkan ucapan Henry. Tak ada yang berani membenarkan maupun menyangkal apa yang telah diucapkan oleh Henry.
"Sejak kecil aku memang selalu hidup seorang diri," ujar Henry. "Tak ada seorang pun yang menyayangiku, bahkan kedua orang tuaku tak mempedulikanku. Yang mereka pedulikan hanya uang, uang dan uang.. dan semua itu membuatku sangat kesepian. Setiap hari aku hanya ditemani oleh biola."
Henry diam sejenak lalu beralih menatap mereka semua yang hanya memperhatikannya dalam diam.
"Tapi.. kalian telah membuatku sadar bahwa masih ada orang yang menyayangiku.." lanjut Henry. "Kalian menyayangiku dengan tulus.. tak memandang bahwa aku ini anak kaya ataupun anak miskin.. anak pintar maupun anak bodoh.. kalian menyayangiku dengan tulus.. dan aku sangat berterima kasih akan itu.. Tapi.. dia.. mengajarkanku lebih dari itu.."
"Dia tak memaksaku untuk merubah sifatku yang pendiam dan tak pernah tersenyum ini.. dia selalu membebaskanku berbuat apapun yang aku mau.. dia mengajarkanku segalanya.. dan sekarang aku kehilangan sosok itu dengan cepat.. apa.. aku tak boleh memiliki seseorang yang bisa membuatku merasakan kehangatan dan kenyamanan?"
"Walau Leeteuk hyung menganggapku sebagai adiknya yang telah meninggal, aku benar-benar tak peduli itu.. aku menyayanginya dan aku ingin terus bersama-sama dengannya.. tapi kenapa dia pergi secepat ini disaat aku sudah merasakan kehadiran seorang kakak yang akan menjaga dan melindungiku.. kenapa ini terjadi padaku? Kenapa?!"
Buliran air mata mulai mengalir ke pipi Henry. Yesung pun segera merengkuh tubuh Henry kedalam pelukannya.
"Tidak hanya dirimu, kami pun juga merasakan itu," sahut Yesung sembari membelai lembut lengan Henry. "Kami merasa kehilangan seorang sahabat dan kakak yang sangat memperhatikan kami dan mengajari kami banyak hal."
"Dia adalah sosok yang ceria dan mampu membuat suasana disekelilingnya menjadi hangat," sambung Siwon sembari menyunggingkan senyum tipis.
"Jangan salahkan dirimu atas kematiannya, oke?" pinta Yesung sembari melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Henry dengan kedua tangannya. Semula Henry hanya terdiam sembari menatap mata teduh Yesung, akhirnya Henry pun menganggukkan kepalanya. Yesung tersenyum melihatnya. "Baiklah, kalau begitu makanlah sesuatu.."
Yesung kembali menyodorkan piring berisi buah-buahan yang telah dikupasnya.
Henry duduk di ranjang kamarnya sembari menatap sebuah foto sunrise yang dipigura dengan rapi oleh sang sunbaenim yang tidur dihadapannya.
"Maaf, aku tak bisa menepati janjiku hyung.." gumam Henry. Ia pun mendesah keras dan segera meraih tas tangan, tas biola serta dua kopernya. Ia membawa semua itu keluar dari kamarnya yang telah ia huni beberapa minggu terakhir ini.
"Kau sudah mau pergi?"
Pertanyaan dari Hankyung itu sukses membuat Henry mengangkat wajahnya dan Henry menganggukkan kepalanya sembari menatap satu per satu wajah penghuni Light House.
"Apa kau tak ingin istirahat dulu beberapa hari?" tanya Donghae. Henry menggelengkan kepalanya.
"Terima kasih, selama ini kalian sudah mau menerimaku dengan sangat baik," ucap Henry tulus sembari memberikan senyumannya. "Aku tak akan pernah melupakan kebaikan kalian semua."
Ya, ia ingin selalu mengingat semua kenangan yang ia lalui bersama seluruh penghuni Light House. Tiba-tiba, Shindong serta Ryeowook bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Henry. Ryeowook menyodorkan sebuah album berwarna putih.
"Ini.. ambillah.." ucap Ryeowook. "Ini hadiah dari kami untukmu."
"Untukku?" tanya Henry sembari meletakkan tas biolanya dan mengambil album itu dari tangan Ryeowook.
"Iya, itu untukmu," jawab Shindong. "Semoga kau menyukainya."
Henry tak lagi mendengarkan ucapan Shindong. Ia telah membuka lembar pertama album itu yang bertuliskan 'Light House Memories'. Henry kembali membuka lembaran kedua dan ia pun terdiam saat melihat gambar dirinya bersama dengan Leeteuk yang tengah menolehkan kepalanya kebelakang. Itu adalah foto pertama yang diambil oleh Shindong serta Ryeowook untuk dirinya serta Leeteuk. Henry mengangkat wajahnya dan nampaklah kini jika matanya tengah berkaca-kaca.
"Terima kasih.." bisik Henry. "Aku sangat menyukainya.."
Shindong serta Ryeowook segera merengkuh tubuh Henry. Keduanya memeluk Henry erat. Henry berusaha sekuat tenaga untuk tak menitikkan air mata. Ia bisa merasakan bahwa Shindong tengah menepuk-nepuk punggungnya.
"Terima kasih Shindong hyung.. Ryeowook.." bisik Henry lagi.
Melihat Shindong serta Ryeowook yang kini terus memeluk Henry erat, penghuni Light House yang lain pun mendekati mereka.
"Kau benar-benar akan pergi?" tanya Heechul. Shindong serta Ryeowook segera melepaskan pelukannya dan nampak mengusap kedua mata mereka dengan punggung tangan masing-masing.
"Iya hyung.." angguk Henry. "Aku akan melanjutkan sekolah musik di Canada."
"Apa kau tak akan kembali lagi ke sini?" tanya Kyuhyun.
"Aku akan kembali.." jawab Henry sembari menyunggingkan senyum lembut. "Aku pasti kembali dan mengunjungi kalian semua.. Tapi ku yakin kalian sudah tak ada disini saat aku kembali nanti.."
"Kami akan menunggumu Henry," ucap Eunhyuk. "Walau kami sudah pergi, kami pasti akan mengunjungi tempat ini sesekali."
"Jaga dirimu.." pesan Hankyung.
"Hubungi kami jika kau kesepian," ucap Siwon.
"Jangan lupakan kami," bisik Sungmin sembari memeluk Henry sekilas.
"Katakan pada kami jika ada yang mengganggumu disana.." ucap Kangin.
"Lalu kau mau apa?" tanya Yesung.
"Yah... itu... aku... hehehe..." Kangin menggaruk kepalanya yang tak gatal dan kelakuannya membuat mereka semua tertawa.
"Yang terpenting, jaga dirimu dan tak usah pikirkan yang macam-macam," pesan Yesung. "Kami semua akan baik-baik saja, begitu juga dengan dia."
"Iya hyung.. aku tahu.." jawab Henry. "Terima kasih untuk semuanya.. aku pergi.."
Henry pun berjalan keluar dari rumah itu dengan dibantu oleh Zhoumi dan juga Kibum yang membawa kopernya. Keduanya segera memasukkan koper Henry kebagasi taxi. Henry segera masuk ke bangku belakang lalu menutup pintunya. Henry menurunkan kaca jendelanya dan tersenyum lembut pada seluruh penghuni Light House.
"Terima kasih... dan.. sampai jumpa.." ucap Henry sembari melambaikan tangannya dan mobil itu pun melaju pergi.
"Terima kasih semua.. berkat kalian, aku merasa lebih baik sekarang.. apa yang kalian ajarkan padaku akan ku ingat selalu.. aku akan berusaha menjalani hidupku dengan baik dan aku pasti akan meraih mimpiku.. dan Leeteuk hyung.. terima kasih atas kesenangan yang telah kau bagikan untukku.. walau hanya sebentar, tapi aku sangat berterima kasih padamu hyung.."
Henry menghapus air mata yang baru saja mengalir membasahi pipi cubbynya. Ia mendekap erat album putih yang tadi diterimanya dari Ryeowook dan senyum tipis pun muncul dibibir Henry.
"Terima kasih.."
END
hanya sependek ini..
semoga berkesan..
sampai bertemu lagi di epilog ;)
