Memories
Epilog
©Sansan Kurai
2014
Yesung memberitahukan pada seluruh penghuni Light House bahwa nyawa Leeteuk tak bisa terselamatkan. Luka bakar yang diderita Leeteuk terbilang sangat parah, bahkan kulitnya sampai melepuh dan tak ada lagi yang bisa dilakukan oleh Dokter.
"Dia sudah tak tertolong sejak pertama kali memasuki ruang UGD," ucap Yesung.
Entah kenapa berita itu seakan menghantam mereka semua. Walau air mata mereka mengalir, mereka tetap diam. Mereka malah menolehkan kepalanya kearah ruang UGD yang kini tengah ditempati oleh Henry.
"Bagaimana.. kita memberitahukan padanya?" gumam Kyuhyun dengan tatapan mata kosong menuju pintu ruang UGD.
Tak ada yang menjawab pertanyaan Kyuhyun. Mereka terlalu terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar dari Yesung.
"Sebenarnya, dimana kau menemukannya Yesung?" tanya Hankyung.
"Aku menemukannya dilapangan basket," jawab Yesung. "Aku tak tahu kenapa dia ada disana. Kurasa seseorang menyuruhnya untuk pergi ketempat itu."
"Mungkin saja.." gumam Ryeowook. "Leeteuk sunbae sedang kebingungan mencari Henry dan mungkin ada yang mengatakan padanya bahwa Henry berada disana."
"Sudahlah.." desah Siwon. "Kalian jangan mengira-ngira seperti itu. Semua sudah terjadi, tak ada yang bisa kita lakukan."
"Tapi! Apa kita akan tetap membiarkan pelakunya!" geram Eunhyuk sembari mengusap buliran air mata yang mengalir dipipinya. Tangannya mengepal erat.
"Mungkin kita semua tahu siapa pelakunya," ucap Zhoumi yang mendatangi mereka sembari membimbing Donghae yang sepertinya baru saja menangis hebat. "Tapi kita tak bisa melakukan apapun karena kita tak punya bukti."
Mereka semua terdiam mendengar ucapan Zhoumi. Zhoumi memang benar, mereka tak bisa begitu saja menuduh murid-murid di SMA Seuta. Bisa-bisa malah mereka sendiri nantinya yang akan kena masalah jika menuduh orang sembarangan.
"Ada.." sahut Donghae tiba-tiba dan membuat mereka semua menolehkan kepala kearahnya. Donghae mengangkat wajahnya dan melepaskan tangan Zhoumi dari lengannya. Mata Donghae terlihat sembab dan masih ada jejak-jejak air mata dipipinya. "Kita bisa menangkap pelakunya dengan menggunakan CCTV yang ada di sekolah."
Semuanya nampak membulatkan matanya saat mendengar perkataan Donghae dan Kyuhyun pun menganggukkan kepalanya.
"Ya, Donghae hyung benar," ucap Kibum. "Kita bisa melihat melalui CCTV siapa yang terakhir kali berbicara dengan Leeteuk hyung."
"Tapi sebaiknya kita undur itu.." sela Heechul.
"Kenapa?" tanya Kangin.
"Kita masih harus menunggu operasi Henry selesai dan kita juga masih harus memberikan penghormatan terakhir untuk Leeteuk," jawab Heechul pelan, seakan tenggorokannya tercekat saat menyebut nama Leeteuk. Semua orang menganggukkan kepalanya, Siwon yang berdiri disebelah Heechul nampak menepuk-nepuk pundaknya dan Heechul membalasnya dengan senyuman terima kasih.
Beberapa jam setelah berita duka yang mereka dengar, mereka semua bisa bernafas lega karena Henry ternyata bisa melewati masa kritisnya dan mereka pun sepakat untuk menyemayamkan Leeteuk terlebih dahulu.
.
Mereka semua mengenakan jas dan celana warna hitam. Tak ada tawa maupun tangisan. Sebelumnya mereka sudah berjanji untuk tak menangis saat mengantar ketempat peristirahatan Leeteuk yang terakhir. Mereka kini menatap peti mati dihadapan mereka dengan tatapan sendu.
"Leeteuk.. kau adalah orang yang sangat baik," batin Heechul. "Aku tak tahu apa yang akan terjadi dengan hidupku jika kau tak datang. Mungkin saja aku akan menjadi seseorang yang tak akan pernah bisa mensyukuri apa yang telah aku terima. Kau mengajarkanku untuk mensyukuri apapun yang telah aku dapatkan. Walau hal sekecil apapun, kau selalu mengatakan padaku untuk mensyukurinya. Terima kasih Leeteuk."
"Teukie.. terima kasih untuk segalanya.." batin Hankyung. "Kau adalah sahabat yang sangat baik. Kau selalu menguatkanku disaat aku mulai terjatuh. Kau selalu bisa membuatku bangkit kembali. Terima kasih.."
"Leeteuk-ah, kenapa kau pergi secepat ini?" batin Yesung. "Bukankah kau berjanji akan terus menemaniku? Jika kau pergi, siapa yang akan membantuku memilihkan lagu-lagu yang bagus dan enak didengar?" Yesung tersenyum miris. "Terima kasih Leeteuk untuk semua pendapat yang kau berikan. Kau membuatku semakin percaya diri sekarang. Kau telah membantuku meraih mimpiku.."
"Teuk-ah.. sejak kapan aku mengijinkanmu untuk tidur lama seperti ini?" batin Kangin. "Bukankah dulu aku pernah bilang, jika aku belum mati kau tak boleh meninggalkanku lebih dulu! Kau juga berjanji akan menemani kami sampai kita berpisah menuju jalan kita masing-masing? Mana janjimu, bodoh!" Kangin menengadahkan kepalanya, berusaha menahan buliran-buliran bening itu jatuh membasahi pipinya. "Kau puas sekarang sudah membuatku menjadi lembek seperti ini! Kau puaskan sudah berhasil membuatku menjadi lembek! Dasar Leeteuk bodoh! Tapi.. terima kasih untuk semua perkataan yang telah kau berikan padaku Teuk-ah.. sampaikan salam serta permintaan maafku pada Ayah disana.. aku sangat mencintainya.."
"Teukie-ah.. kau benar-benar jahat!" batin Shindong. "Kau membuatku berhutang seumur hidupku.. bukankah kau bilang akan pergi ke pantai sebelum kau pergi meninggalkan kami semua? Dan aku telah berjanji padamu untuk mengantarkanmu kesana.. tapi kenapa kau lebih dulu pergi sebelum aku sempat menepati janjiku itu? Hah.. aku tak tahu Teukie.. sepertinya hidupku akan kembali membosankan karena tak ada objek menarik untuk diabadikan.. walau kau mengatakan bahwa dunia fotografi itu sangat menyenangkan karena kau bisa berkeliling dunia untuk mencari objek-objek untuk diabadikan.. namun aku tak memerlukan itu karena aku telah memiliki objek menarik seperti dirimu.. sekarang kau sudah tak ada, itu berarti kau memaksaku untuk berkeliling dunia, benarkan? Dasar jahat kau itu!"
"Hyungie.. kenapa kau pergi meninggalkanku?" batin Sungmin. "Aku masih sangat membutuhkanmu hyung.. siapa yang akan menemaniku bermain gitar tengah malam? siapa yang akan menjadi teman bicaraku sekarang? Kau jahat hyung meninggalkanku begitu saja tanpa mengucapkan selamat tinggal! Aku sudah merindukanmu hyung sekarang.. beristirahatlah dengan tenang hyung sayang.."
"Hyung bodoh! Dasar hyung bodoh!" maki Eunhyuk dalam hati. "Kenapa kau selalu nekat seperti itu? Apa kau benar-benar telah berencana untuk meninggalkan kami semua? Dasar hyung bodoh! Aku merindukanmu, hyungku yang bodoh.. kenapa kau pergi secepat ini? Sekarang siapa yang akan membantuku agar aku lebih percaya diri? Bukankah kau berjanji akan terus berada disisiku? Tapi kenapa kau sekarang pergi ketempat yang tak bisa ku jangkau? Hyung bodoh!"
"Leeteuk hyung.." batin Donghae. "Aku sangat merindukanmu hyung.. kenapa kau pergi secepat ini? Apa kau tak merasa kasihan padaku? Bukankah kau berjanji akan terus berada disisiku untuk memberikan kata-kata penyemangat? Siapa yang akan menyemangatiku setiap hari sekarang? Siapa yang akan memarahiku jika aku berbuat kesalahan? Hyung.. kau terlalu cepat meninggalkan kami.. meninggalkan ku hyung.."
"Teukie hyung.. sekarang kau benar-benar meninggalkan kami ya?" batin Siwon. "Kenapa kau secepat itu? Kau belum selesai mengajariku bagaimana caranya bermain piano, kau juga belum sempat belajar bermain drum.. kenapa kau sudah tidur lelap? Apa kau sudah lelah hyung? Apa kau lelah?"
"Hyung-ah.. apa yang kau lakukan didalam sana?" batin Zhoumi. "Ayo cepat keluar! Kau sudah janji padaku akan menonton pertandingan basket kami diacara ulang tahun sekolah besok! Besok adalah pertandingan terakhir Heechul hyung dan Hankyung hyung sebelum mereka lulus. Kau bilang ingin melihat penampilan terakhir mereka kan? Kenapa kau mengingkari janjimu? Aku ingin kau melihat pertandingan kami hyung.. aku ingin menunjukkan padamu permainan terbaikku hyung.. aku ingin menunjukkan padamu bahwa aku telah berhasil menjadi pemain basket, sama seperti apa yang kau katakan padaku.. hyung.."
"Leeteuk sunbae.." batin Ryeowook. "Kenapa kau pergi secepat ini? Kenapa kau tak membiarkanku mengenalmu lebih jauh lagi? Aku iri dengan mereka karena telah mengenalmu lebih dulu.. dan sekarang kau pergi jauh.. kau benar-benar jahat hyung.. tapi.. aku menyayangimu.."
"Leeteuk hyung.. aku mencintaimu.." batin Kibum. "Walau kebersamaan kita hanya sebentar, namun aku bisa merasakan kehangatan yang kau berikan padaku.. terima kasih Leeteuk hyung.."
"Hyung-ah.." batin Kyuhyun. "Kenapa kau jahat sekali padaku? Kau kan belum melihat permainan basketku.. kenapa kau sudah pergi meninggalkanku? Apa permainan basketku seburuk itu hingga kau bahkan tak mau melihat pertandingan pertama yang ku ikuti? Tapi terima kasih hyung-ah.. terima kasih atas kata-kata semangat yang selalu kau berikan padaku.."
Mereka semua pun menundukkan kepala untuk memberikan penghormatan terakhir pada Leeteuk yang kini telah tidur dengan damai.
Mereka tak akan pernah melupakan kebaikan dan kehangatan yang selalu diberikan Leeteuk untuk mereka.
~FIN~
Sudah FIN..
terima kasih yang sudah setia sama MEMORIES dari awal hingga akhir...
aku tahu, masih banyak banget kekurangan di MEMORIES, tapi kalian dengan senang hati membacanya...
aku benar-benar berterima kasih.. ^^
