tittle : HimuMura Daily
disclaimer : Kuroko no basket - Fujita-sensei
enjoy read minnacchi :)
Chapter 2. Ketahuan makan!
Sudah sebulan Mura memakan bento dari Himuro. Mura sudah mulai merasa bosan, dia ingin sekali makan snack yang sangat dia rindukan.
"Muro-chin jahat" gerutunya sambil memainkan pensil.
Waktu istirahat pun datang. Himuro dengan cepatnya datang ke kelas Mura dan mengajak Mura makan siang di atap. Tak lupa dengan para anak-anak club basket lainnya.
"Murasakibara, tumben sekali kau makan bento seperti itu" tanya Fukui.
"Muro-chin, melarangku makan snack. Kata Muro-chin, aku bisa jadi pendek kalau makan snack terus" jelas Mura panjang lebar. Dan kebetulan Himuro sedang ke toilet.
"Kau ini bodoh Murasakibara"
"Hee ? Aku bodoh ?" Tanya Mura sedikit kesal. "Aku tidak bodoh" lanjut Mura sambil memajukan mulutnya, terlihat seperti anak kecil.
"Tak mungkin hanya dengan..." Perkataan Fukui terhenti saat ada seseorang berdiri tepat dibelakang dengan sedikit aura hitam mengelilinginya.
"Fukui-san, itu semua bukan sebuah KEBOHONGAN" jelas Himuro dengan senyuman yang mengisyaratkan 'kalau kau katakan, akan ku bunuh kau' dan dengan nada penekanan.
"Himuro-san ?" Fukui merinding. Bukan hanya Fukui saja, tapi yang lain pun seperti itu. Tanpa melawan, mereka melanjutkan acara makan siang mereka sampai bel berbunyi.
"Hey, kenapa Himuro-san melakukan itu yah ? Sampai berbohong pada Murasakibara ?" Tanya Liu dengan tampang watadosnya.
"Aku pun tak tahu, hanya saja Murasakibara itu terlalu bodoh" jawab Fukui.
"Mungkin saja itu benar" celetuk sang captain Okamura.
"Kau bodoh! Jangan bilang kau tertular kebodohan Murasakibara!" Teriak Fukui sambil menjitak Okamura.
"Sakit tau" rintihnya sambil memegang tempat dia dijitak tadi.
Kembali ke cerita pasangan SEMEUKE kita, yaitu Himuro dan Murasakibara. Mereka masih berada dikelas. Mura menunggu Himuro yang sedang mengerjakan tugas piketnya.
"Muro-chin, ayo kita makan kue~~~" pinta Mura yang masih menunggu Himuro.
"Atsushi, berapa kali aku katakan, kau tak boleh makan kue, kemarin kan sudah aku beri kue padamu" balas Himuro.
"Tapi.. Aku ingin makan kue dan snack, Muro-chin"
"Ayo pulang" ajak Himuro yang mengabaikan permintaan Mura.
Mereka pun pulang bersama, sebenarnya jalan rumah mereka berbeda. Namun, Himuro lebih suka mengantar Mura sampai depan rumahnya. Rumah Mura lebih terlihat seperti rumah modern. Tapi, rumah itu memiliki dua model. Yah orang kaya seperti itulah.
"Jya, Atsushi, besok aku akan membawa bento untukmu lagi. Kau ingin apa ?"
"Aku ingin.. Kue dan snack"
"Ah, baiklah. Besok aku akan membuatkanmu.. SAYUR dan BUAH" balas Himuro sambil melambaikan tangan dan berjalan pergi.
Mura hanya terdiam dengan muka yang sedikit kesal. Tanpa pikir panjang Mura pun bergegas pergi ke kamar dan mengambil beberapa lembar uang puluh ribuan.
"Kaa-san, aku akan keluar sebentar"
"Baiklah, pulanglah sebelum jam 9 malam" balas sang Ibu yang masih menyiapkan makan malam.
Mura pergi menuju kombini terdekat. Dia berharap tidak bertemu dengan orang yang sedang membuatnya tersiksa ini.
"Ah, akhirnya aku bisa makan snack dan kue" Mura mengambil keranjang belanjaan dan segera menerusuri rak snack yang sudah dia rindukan.
"ada maiubo rasa baru.." Mura segera mengambil dua box maiubo itu, lalu mengambil beberapa snack yang ukurannya pun besar. Setelah puas dengan snack, Mura bergegas ke tempat para kue itu berada dan mengambil beberapa potong kue.
Akhirnya Mura selesai mengambil apa yang ingin dia makan. Dan langsung berjalan menuju kasir untuk membayar makanan yang dia beli.
"I..ini semuanya ?" Tanya sang penjaga kasir yang terkejut dengan pemandangan di depangnya.
"Iya" jawab Mura sambil mengeluarkan uang yang dia bawa.
"Semuanya ¥25.000 "
Setelah membayar dan mendapat kembalian, Mura pun mempercepat langkahnya menuju rumahnya. Setibanya di rumah.
"Tadaima" salam sang surai ungu.
"Okaeri, setelah Tou-san giliran mu mandi, Atsushi" balas sang Ibu.
"Baik, Kaa-san"
Mura membawa belanjaannya ke dalam kamarnya. Dan memakannya.
"Akhirnya aku bisa makan snack dan kue lagi"
Keesokan harinya. Mura datang lebih awal dari biasanya dan pergi menuju ruang ganti. Setelah beberapa saat di dalam Mura pun kembali menuju kelasnya.
"Atsushi, kau dari mana saja ? Aku mencarimu"
"Muro-chin, tadi aku ke toilet"
"Oiya, nanti bakal ada pemeriksaan loker, aku harap kau tak menyimpan barang yang tidak ada hubungannya dengan basket, Atsushi" dan Himuro pun pergi ke kelasnya.
"Hhmmm, pemeriksaan ?"
Siang harinya, bertepatan saat ada pemeriksaan loker oleh sang kapten.
"Baiklah, hari ini aku yang akan memeriksanya, karena pelatih sedang ada urusan diluar" jelas sang kapten.
"Buka loker kalian semua"
Semua pun membuka loker mereka masing-masing, memperlihatkan isi loker masing-masing. Ada beberapa anggota yang menyimpan barang-barang berharganya, ada yang menyimpan sesuatu yang tidak berhubungan dengan basket, dan lain-lain.
Saat mengintip ke loker milik Mura, semuanya terkejut. Apakah ini suatu keajaiban yang dibuat oleh Mura ?. Entahlah. Himuro tersenyum bangga bahwa sang UKE mematuhi perkataannya.
"Murasakibara-san, ternyata kau bisa juga seperti ini" tanya sang kapten.
"Karena Muro-chin yang menyuruhku" jawab Mura dengan nada malasnya seperti biasa.
Sudah berbangga bangga karena berhasil membuat si jangkung bersurai ungu itu menurut dengan perkataannya. Namun, sesuatu yang tak diduga terjadi. Diloker sebelah milik Mura. Disitulah sebuah rahasia terdapat.
Rahasia yang sengaja disembunyikan oleh Mura. Rahasia yang tak ingin dia perlihatkan terutama pada sang SEMEnya.
"ATSUSHIIII!" Teriak Himuro kesal. Setelah dia tersenyum bangga berubah menjadi tatapan tajam yang mengarah pada Mura. Semua tak terkecuali Mura hanya terdiam.
"Muro-chin, aku sudah tak tahan dengan semua yang Muro-chin katakan, aku tak bisa menahannya" perkataan Mura dengan OOCnya.
Semua orang salah pengertian. Yang Mura katakan seperti sesuatu yang ambigu.
Akhirnya, perjuangan Himuro selama ini berakhir dengan sia-sia. Dan dengan berat hati Himuro membiarkan Mura memakan snack kecintaannya.
oiya, untuk pembaca sekalian, hontou ni arigatou.
aku sebenarnya ingin sekali bales reviews kalian /ffku yg lain/, cuman aku bingung mau balas dimana.
untuk pembaca gelap juga^^ pokoknya semuanya adalah semangat buat aku.
pertamanya aku udah mau ngediscontinue ini ff tapi temen aku bilang buat ngelanjutin.
mind to RnR ?
