Tittle : HimuMura Daily

Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi – Kuroko no Basket

Warning : OCC bertebaran, alur yang terlalu cepat ?, dan lain lain

Enjoy read minnachin~~


Chapter 3. Date

Dipagi hari yang cerah, kedua lelaki yang sama-sama memakai jaket berwarna ungu putih itu berjalan berdampingan.

"Muro-chiiiiiiin~~" panggilnya malas-malasan.

"Ya, Atsushi ?"

"Aku lapar, ayo kita makan" ajaknya.

"Atsushi, baru saja kita habis sarapan pagi, kenapa kau sudah lapar lagi ?" Tanyanya heran pada kouhainya satu ini.

"Karena-"

-hengen jizai no majikaru sutaa-

"Sebentar atsushi" Himuro buru-buru mengambil handphonenya dan melihat siapa yang menelponnya. "Taiga ?" Katanya dalam hati.

'Ada apa Taiga ?'

'Minggu ini alex akan datang, bisa kau datang ke Tokyo ?'

'Alex ? Baiklah'

Himuro pun menutup telponnya dan melanjutkan perjalanan mereka menuju sekolahnya untuk latihan.

Setelah sampai disekolah, seluruh anggota melakukan pemanasan sebelum latihan inti. Hari ini pelatih tidak bisa hadir. Seperti biasa, Okamura sang kaptenlah yang mengawasi latihan hari ini.

"Kapten, Pelatih tidak hadir hari ini ?" Tanya Himuro kepada sang kapten.

"Iya, sepertinya Pelatih ada urusan lagi. Memangnya ada apa ?"

"Tidak, ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan Pelatih"

"Begitukah ? Kemungkinan besok Pelatih akan datang"

Percakapan pun telah berhenti dan melanjutkan latihan rutin mereka. Semenjak kalah dari Seirin, seluruh dari anggota Yosen lebih sering berlatih.

-keesokan hari-

"Pelatih, ada sesuatu hal yang ingin saya bicarakan"

"Apa itu ?"

Mereka berdua begitu serius dengan percakapan yang Himuro maksudkan. Sedangkan Mura masih setia menunggu Himuro sambil memakan snack kesukaannya.

Sejak ketahuan bahwa Mura menyimpan snack diam-diam. Himuro membolehkannya makan snack tapi tidak sebebas biasanya. Terkadang hanya 2 bungkus snack yang dibolehkan oleh Himuro. Namun tetap aja Mura terkadang makan snack secara diam-diam.

"Atsushi ? Bukankah hari ini kau sudah makan 2 bungkus snack ?" Tanya Himuro heran pada Mura.

"Ah, Muro-chin, karena kau lama dan aku lapar. Jadinya aku membeli snack ini, lagian ini adalah rasa baru"

Himuro hanya bisa menghela nafasnya, "baiklah, ah Atsushi, hari minggu kau ada acara ?"

Mura berfikir sejenak, mengingat ulang jadwal yang telah ia buat.

"Tidak ada, memangnya ada apa ?"

"Aku ingin kau ikut aku ke Tokyo"

"Tokyo ?" Mura terdiam sejenak. "Bukan kah itu tempat Kuro-chin dan Mine-chin ?" Sambil berfikir sejenak.

"Muro-chin, kau mau ngapain ke Tokyo ?"

"Ada guruku datang kemari"

"Guru ? Siapa dia ? Kenapa harus ke Tokyo ? Bla.. Bla.. Bla.."

"Atsushi, kau sebenarnya sedang bertanya padaku atau mengintrogasi ku ?" Tanya Himuro sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.

"Pokoknya, kau harus ikut aku. Kita akan menginap dua hari dua malam disana" lanjut sang SEM..PAI.

Keesokan harinya mereka pun berangkat menuju Tokyo. Seperti biasa, Himuro menjemput Mura.

"Tatsuya-kun, tolong jaga Atsushi ya" pesan sang Ibu Mura.

"Baiklah, Oba-san"

Himuro dan Mura pun berjalan menuju pemberhentian bis dan menaiki bis menuju stasiun. Mura hanya memandangi jalanan dari dalam bis.

"Muro-chin, sebenarnya kita mau ngapain ke Tokyo ?" Tanya Mura malas-malasan.

"Kan sudah ku katakan, bahwa kita akan bertemu dengan guruku" jelas Himuro.

"Aku tidak ingin bertemu dengan Kuro-chin"

Himuro hanya terdiam melihati jalanan beraspal yang mereka lewati sebelum akhirnya mereka sampai di depan stasiun Akita. Dengan shinkansen, mereka pergi ke Tokyo. Menghabiskan waktu perjalanan yang lumayan lama.

Himuro tertidur dan menyenderkan kepalanya dibahu Mura. Mura hanya terdiam, makan dan akhirnya ikut tertidur. Mereka tidur dengan nyenyaknya.

Sampai akhirnya shinkansen pun berhenti di stasiun Tokyo.

"Atsushi, Atsushi, bagun. Kita sudah sampai" panggil Himuro kepada Mura.

"Hhmmm. Muro-chin ?" Jawab Mura pelan sambil membuka matanya pelan. Terlihat manis seperti anak kecil. Melihat itu Himuro blushing.

"Muro-chin, mukamu kenapa ?" Tanya Mura polos, yang membuat warna merah di wajah Himuro bertambah.

"Bu..bukan kenapa-kenapa. Aku hanya kepanasan, sudah lebih baik kita turun dahulu" ajak Himuro pada Mura.

Mereka berdua turun dari shinkansen. Himuro berusaha mencari seseorang yang sudah menunggunya.

"Tatsuya" panggil seseorang sambil melambaikan tangannya. Memberi sinyal pada Himuro.

"Taiga, how long not see you" sapa Himuro kalem. Mura hanya terdiam sambil tetap mengunyah maiubo kesayangannya.

"Alex sudah dirumah, sebaiknya kita cepat pulang. Dan satu lagi, kenapa kau membawanya kesini ?" Tanya Kagami sedikit berbisik pada Himuro.

"Aku yang mengajaknya. Aku tak ingin pergi sendirian"

"Yang benar saja, setelah kami mengalahkan kalian, aku sedikit gugup untuk menyapanya"

"Tak usah seperti itu, Taiga. Bahwa kalau kita bertemu lagi dilapangan, aku tak akan mengalah darimu lagi"

"Akan ku tunggu, Tatsuya"

Mereka bertiga berjalan menuju apartement milik Kagami. Dimana mereka akan reunian kecil dengan guru mereka.

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya sampai juga di apartement milik Kagami itu. Belum sempat Himuro membuka sepatunya, ada wanita beramput pirang datang dan memeluknya erat.

"Tatsuya! I miss you so much!" Teriak wanita itu yang masih memeluk Himuro. Mura sedikit memperlihatkan muka cemburunya.

"Alex, kau memelukku terlalu kuat. Aku susah bernafas" jawab Himuro sambil mencoba melepaskan pelukannya.

"I'm sorry Tatsuya, but i'm really miss you" ucap Alex yang langsung disusul oleh ciuman bibir dari Alex.

"Muro-chin, siapa dia ?" Tanya Mura sedikit marah.

"A-Atsushi.. Dia adalah-"

"I'm Tatsuya and Taiga's teacher! Alex, Alexandra Garcia"

Mura hanya terdiam. Kesal dan tidak mengerti apa yang dikatakan oleh wanita tadi. Dia melanjutkan acara makan snack kecintaannya.

"Maiubo, ayo kita jadian saja" ucap Mura sambil terus melirik kotak maiubonya.

"Atsushi.." Panggil Himuro pelan pada Mura.

"Alex, kita tinggal di jepang jadi kau tak seharusnya mencium seseorang seperti itu" ucap Himuro pada sang guru itu.

"Eh, what the matter ? Aku sangat kangen padamu, saat itu saja kau melarangku"

Himuro pasrah. Dan melirik Kagami.

"Taiga, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang ?" Tanya Himuro.

"Kita akan berpestaaaa" ucap Alex semangat.

"Atsushi, kau jangan murung lagi. Ayo cepat ikut kesini. Akan banyak makanan yang kau suka" bujuk Himuro pada Mura yang masih galau.

"Benarkah, Muro-chin ?"

"Un, untuk hari ini kau ku perbolehkan makan yang banyak, Atsushi"

"Makan.. Yang.. Banyak ?" Mura terus mengulang ucapan Himuro. Sangat senangnya Mura sampai mengatakan...

"Muro-chin, aku suka kamu" ucap Mura polos. Seketika itu juga Himuro blushing.

Mereka berempat sudah duduk dikursi bagian masing-masing. Kagami masih diam dan terus menatap layar ponselnya.

"Taiga, ada ada yang membuatmu gelisah ?" Tanya Himuro pada Kagami.

"Ah,, tidak! Etto.. Anou.." Ucap Kagami gugup sambil menggaruk belakang lehernya yang tak gatal itu.

"Kau terlalu gugup Taiga. Apa kau masih merasa kikuk pada kami berdua ?"

"Bukan, bukan itu. Etto.. Kuroko akan datang kesini, dan aku menunggunya" ucap Kagami pelan dan memperlihatkan sedikit serbutan merah di wajahnya.

Mura tak memperhatikan mereka berdua. Dia hanya memperhatikan makanan kesukaan dia yang telah terhidang di atas meja. Mura sepertinya sudah tak tahan menunggu acara dimulai.

"Itadaki..." Ucap Mura sambil mengambil potongan kue yang begitu menggiurkan.

"Atsushi, kau harus sedikit bersabar" Himuro memegang tangan Mura yang akan mengambil potongan kue itu.

"Tapi, Muro-chin"

"Mata itu, yah mata itu yang sangat ingin aku lihat. Tidak, tidak, bukan saatnya aku terpesona olehnya" gerutu Himuro dalam hati.

"Tidak Atsushi. Atau kau ingin aku menarik kata-kata ku yang tadi ?" Ancam Himuro pada Mura. Dan hal itu bekerja pada Mura, dia pun berdiam untuk menunggu acaranya mulai.

Tak lama setelah itu, si lelaki yang sudah ditunggu pun datang. Dan acara pun dimulai. Mura banyak makan hari ini. Himuro hanya tertawa melihat Mura yang begitu banyak makan. Kagami dan Kuroko hanya makan sedikit. Tumben sekali bagi Kagami untuk makan sedikit.

"Taiga, bagaimana kalau kita buat lomba ?"

"Lomba ?"

"Ya, lomba siapa yang paling banyak menghabiskan makanan antara kau dan Atsushi" jelas Himuro.

"Baiklah, aku tak mungkin kalah olehnya"

"Aku tak akan kalah, Kagami" balas Mura.

Himuro membisikan sesuatu pada Mura. Matanya langsung berubah seketika dan Mura berubah jadi orang yang berbeda. Keluar dari character dia yang pemalas dan menjadi semangat.

"Ayo kita mulai! Game star!" Ucap Alex.

Kagami dan Mura pun berlomba memulai lomba mereka. Semuanya hanya terkejut melihat kedua orang ini makan begitu lahapnya. Kuroko pun baru melihat Mura seperti ini.

Dan pada akhirnya tak ada satu pun yang menang. Hari sudah mulai gelap. Waktu menunjukan pukul lima sore.

"Aku harus pulang, Taiga" ucap Himuro sambil tersenyum pada Kagami, Kuroko, dan Alex.

"Yosh! Aku menunggu waktu yang akan datang, Tatsuya"

"Aku juga, Taiga. Jya" salam perpisahan antara dua insan itu pun diakhiri dengan marahnya Mura pada Kagami.

"Atsushi, kau jangan marah. Kalau kau marah aku tidak akan membolehkanmu makan snack seperti waktu itu" bujuk Himuro pada Mura.

"Baiklah Muro-chin" jawaban yang singkat dari Mura yang dibarengi oleh ciuman singkat di pipi sang SEME pun berhasil membuat Himuro blushing.


Arigatou~~

Menurut kalian bagaimana ? bagi para reviews, makasih dukungannya selama ini.

Untuk para pembaca gelap, juga makasih w

RnR please